"Special Memories of a Week"
Chapter 5
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance and friendship
Warning : AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc ~
Review ya,, ;)
Kriinng... krriingg... kriiingg...
Suara alarm jam milik sang empu yang masih tidur nyenyak dikasur sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, tapi sang pemilik belum juga bangun untuk mematikan alarm yang dipasangnya sendiri. Setelah kesekian kali berbunyi barulah sang pemilik bangun dari tidurnya lalu mematikannya sebentar dan kembali meringkuk dalam selimutnya.
-ckeklek-
"Sakura..." panggil seorang wanita cantik pada sang gadis.
"Bagaimana keadaanmu? Mau sekolah?" tanya sang Ibu benuh sayang kepada putrinya.
" eeenngghh... " Sakura mengerjap ngerjap mata seolah bengumpulkan kesadarannya.
"Sudah tidak panas." Senyum bahagia terpatri pada wajah cantik sang Ibu mengetahui putrinya sudah sehat kembali.
"Sepertinya aku ingin sekolah saja Kaa-san. Bosan dirumah terus."
"Yasudah kalau begitu kamu mandi dulu. Kaa-san buatkan sarapan." Wanita itupun pergi meninggalkan kamar putrinya.
"Sasuke-kun..." Sakura tercengak mengingat kejadian semalam. Apa itu hanya mimpi? Atau kenyataan. Lalu Sakura mengambil handphone kesayangannya ternyata sudah ada beberapa pesan masuk Sakurapun membukanya satu persatu.
Ino – pig
Bagaimana keadaanmu Sakura? Aku harap sudah sehat dan kembali sekolah. Aku kangen kamu tau!
Naruto
Sakura-chan... kau masuk sekolahkan hari ini? Masuk dong..
Sasuke-kun
Bagaimana keadaanmu cherry? Kalau merasa kurang baik lebih baik jangan sekolah dulu. Jaga dirimu baik baik.
Sasuke-kun
Aku berangkat ke Oto sekarang. Sepertinya aku tidak bisa bertemu denganmu hari .
Sasuke-kun
Ohayou Sakura. Semoga hari ini menyenangkan. Aishiteru...
Deg—Sakura percaya kalau kejadian semalam bukan mimpi setelah membaca pesan terakhir dari Sasuke, tiba tiba pipi Sakura bersemu, sungguh sangat bahagia rasanya. Sakura lalu mengetik balasannya cepat pada Sasuke dan lalu mengambil handuk di sisi pintu kamar mandi dan langsung membersihkan diri.
Setelah beberapa saat kemudian Sakura telah rapih dengan seragam sekolah musim panasnya dan sekarang ia sedang mengeringkan rambutnya dan merapihkannya. Setelah dirasa cukup untuk penampilannya hari ini. Sakurapun mengambil tas sekolahnya dan mengecek ulang bawaan ditasnya, lalu keluar kamar dan menuju ruang makan.
"Ohayou.. Kaa-san.."
"Dasar Sakura, kita sudah bertemu lebih dulu dikamarmu, tapi baru mengucapkan ohayounya sekarang."
"Hehehe..." Sakura terkekeh. Lalu mengalihkan pandangannya pada cream soup didepannya.
"Kaa-san membuat cream soup. Kelihatannya ini enak Kaa-san."
"Tentu saja. Buatan Kaa-san mu ini selalu enak Saku-chan." Ucap seorang pria yang baru datang ke ruang makan mengagetkan Sakura.
"Tou-san... kapan Tou-san pulang?" pekik Sakura saat melihat sang ayah yang sangat ia rindukan. Dan langsung menghambur ke pelukan sang ayah.
"Hohoho.. kangen ya? Tou-san ada dirumah sejak kemarin malam."
"Kenapa Tousan tidak kekamarku saja. Aku kan ingin menyambut Tou-san juga." Ucap Sakura sambil menggembungkan pipi.
"Kamu sudah tidur. Jadi Tou-san biarkan saja. Semalam tousan hanya bertemu Sasuke dan Kaa-sanmu."
"..." Sakura tidak menjawab. Pipinya bersemu kembali mengingat kejadian semalam. Sakurapun kembali pada posisinya dan mulai menyantap sarapan paginya dengan kedua orang tuanya.
Sarapanpun dilakukan keluarga Haruno dengan sangat tenang. Sekarang Sakura sudah siap dengan sepatunya dan siap pergi ke sekolah. Dia sangat menyayangkan karena hari ini Sasuke tidak ada di Konoha, hampir setiap hari Sasuke dan Sakura berangkat kesekolah bersama kalau tidak ada halangan lain. Kadang Sasuke mebawa mobil atau mereka berjalan kaki kalau mereka sedang ingin berjalan berdua. Namun kali ini malah Sakura tidak dapat mendapatkan hal itu, padahal sekarang Sakura adalah pacar Sasuke.
-dddrrtt-ddrrrtt-
Sakura merasakan ada yang bergetar disaku bajunya. Iappun mengambil benda tersebut. Ternyata getaran barusan pertanda adanya pesan dari sang kekasih.
Maaf aku tidak bisa pergi ke sekolah denganmu cherry.
Sakura tersenyum saat membaca pesan tersebut. Sasuke seolah olah tau apa yang ada dipikirannya. Dan dengan cepat Sakura mengetik balasannya.
Tidak apa Sasuke. Oh iya.. semangat ya ... semoga kamu dan tim memengangkan turnamentnya.. :)
"Sakura.." Sakura mendengar ada yang memanggilnya iapun menolehkan kepalanya kesumber suara tersebut, ternyata itu adalah Gaara.
"Gaara.. kamu jalan kaki?" tanya Sakura.
"Ya jelas lah Sakura.. aku tidak sedang mengendarai apapun." Jawab Gaara.
"Ouhh.. yasudah kita berangkat bersama saja kalu begitu."
"Baiklah."
Merekapun berjalan menuju sekolah mereka yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Sakura.
"Bagaimana menurutmu KHS itu?" Sakura bertanya pada Gaara yang baru saja pindah tiga hari yang lalu dari Suna karena orangtuanya berbindah tempat kerjanya dan Gaara ingin mencari suasana baru.
"Tidak berbeda dari sekolahku yang lama. Hmm.. mungkin ada beberapa yang berbeda." Kata Gaara.
" Benarkah? Apa saja yang berbeda?" tanya Sakura antusias.
"Seragam mereka berbeda juga bangunnya dan letaknya." Jawab Gaara enteng.
"Ihh.. Gaara.. itu kan sudah pasti berbeda maksudku keadaan atau suasananya."
"Hhahaha.. ya Konoha dan Suna sangat berbeda." Jawab Gaara singkat dengan tawanya.
Mereka terus berbincang bincang sampai mereka tidak sadar kalau mereka sudah sampai disekolah sekarang. Gaara pun pamit dengan Sakura karena kelas mereka berbeda, Gaara mendapatkan kelas yang sama dengan Sasuke berbeda dengan Sakura.
Sakura sangat senang bisa bersekolah kembali. Sakura rindu dengan teman sekelasnya. Saat Sakura masuk teman teman Sakura sangat senang Sakura dapat hadir. Sakura orang yang periang dan menyenangkan karena itu dia sangat disenangi teman sekelasnya.
"Jidat.. kau sudah sembuh." Teriak Ino yang membuat teman sekelasnya menengok kearah pintu, mereka mengerti siapa yang dipanggil jidat oleh Ino, yaitu Sakura. Ino pun langsung menghampiri Sakura diikuti beberapa teman lainnya.
"Aku senang kau sudah masuk Sakura-chan." Teriak Naruto heboh.
"Iya benar. Kemarin rasanya sunyi kalau tidak ada kau." Ucap Lee.
"Selamat ya Sakura... kau sudah sembuh.."
"ahaha... terima kasih semuanya... hhihihi." Ucap Sakura riang. Merekapun melanjutkan perbincangan mereka seputar keadaan Sakura saat dia sakit kemarin.
Namun, dalam kebahagian mereka, ada sesosok gadis yang menyeringai dibangku belakang. Gadis itu terlihat tersenyum meremehkan saat melihat foto yang ada di handphonenya kali ini.
Kita lihat saja nanti... siapa yang berhasil mendapatkan Sasuke-kun...
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sakura.. ayo kita ke kantin." Ajak Ino pada Sakura yang sedang menulis pelajaran yang tertinggal karena kemarin ia tidak masuk.
"Aku belum selesai dengan ini Ino." Tolak Sakura halus.
"Sudahlah Sakura kau boleh membawa pulang bukuku kalau kau ingin menyalin materi kemarin."
"Hehe.. oke baiklahh.. ayo kita ke kantin." Mereka berduapun akhirnya berjalan menuju kantin sekolah.
Sesampainya disana kantin tidak terlalu penuh seperti biasanya mungkin karena anak anak basket yang banyak fansnya itu tidak ada di sini, alhasil fans fansnya pun jarang ada yang ke kantin kali ini.
" Disana ada meja dan bangku kosong Sakura." Pekik Ino saat melihat beberapa meja dan bangku kosong untuk mereka tempati. Sakura dan Ino melangkahkan kaki mereka menuju meja dan bangku tersebut setelah membeli beberapa makanan ringan dan jus.
"Hm.. Sakura bagaimana kabarmu dengan si Sasuke itu?" tanya Ino tiba tiba yang membuat Sakura blushing.
"Ti-tidak ada apa apa Ino. Biasa saja." Ino menyerngitkan alis karena heran dengan jawaban Sakura yang menurutnya ga nyambung itu.
"Maksudku.. apa kau masih marahan atau sudah baikan atau tidak ada perubahan?." Tanya Ino lagi.
"Entahlah Ino.." Sakura hanya tersenyum dan menjawab singkat pertanyaan Ino tadi.
"Ya.. ya..ya.. terserahlah... oiya kau dekat dengan anak baru di kelas Sasuke?" tanya Ino lagi.
"Ohh.. Gaara. Tentu aku dekat dengannya Ino. Dia sepupuku." Jawab Sakura
"Ohh.. begitu, dia tampan juga ya." Ucap Ino tanpa beban.
"Ekhemm.." Ino dan Saskurapun menengok ke arah sosok yang berdehem itu. Dan ternyata itu adalah Sai. Kekasih Ino.
" Sai.. kenapa kau tidak bilang kalau kau disini." Ucap Ino kaget.
"Kalau aku bilang aku disini aku tidak akan mendengar sesuatu yang kau ucapkan tadi Ino." Ucap Sai lalu pergi meninggalkan mereka berdua dan teman temannya.
Ino tersadar apa yang ia ucapkan tadi, alhasil Ino pun langsung berlari mengejar Sai yang sudah terlihat jauh. Dengan terburu buru dan meninggalkan Sakura sendiri.
"Aku duduk disini ya Sakura." Suara misterius dari samping Sakura membuat bulu kuduknya berdiri, Sakura menoleh ternyata suara itu adalah milik Gaara. Gaarapun melangkah kedepan dan duduk dihadapan Sakura sambil membawa minuman Lattenya.
"Gaara,,. Kau mengagetkanku tau.."
"Aku tidak sengaja."
"Ya.. ya..ya.. oh iya. Bajumu ada yang tertinggal dirumahku, dan Kaa-san memintamu datang kerumah nanti."
"Kalau begitu sekalian saja pulang bersama." Ajak Gaara.
"Baiklah." Sakura tersenyum.
-teett—
Bel tanda jam istirahat telah habis berbunyi. Siswa dan siswipun bubar meninggalkan kantin menuju kelas mereka masing masing begitu juga Sakura dan Gaara, mereka pamit unutk menuju kelas masing masing.
.
.
.
Sebelum masuk kekelas Sakura melihat Ino dan Sai kolidor depan kelas mereka. Seperti sedang bertengkar. Sakura hanya terkikik geli melihat tingkah mereka.
"Sai.. jangan seperti itu aku kan tidak sengaja mengucapkannya."
" Tidak sengaja berarti refleks kan."
"Tapi aku tidak suka dengannya Sai. Jangan keras kepala." Dengus Ino sebal.
"Hn." Jawab Sai singkat dan mengelos masuk kedalam kelas.
"Sai.." teriak Ino makin sebal.
Sakurapun menghampiri Ino."Sudah lahh Ino.. mungkin dia butuh waktu." Ucap Sakura menenangkan sahabatnya tersebut
"Seperti anak kecil saja dia."
"Hihihi... sudahlah.. ayo kita masuk kelas." Ajak Sakura.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Sasuke POV-
Haahhh... akhirnya selesai juga pertandingannya, aku sudah lelah sekali. Sakura... andai kau disini dan menyemangatiku secara langsung.
"Sasuke. Keruang ganti sekarang." Ucap Kiba mengadarkan lalumunanku. Segeralah aku menyusul Kiba dan yang lainya.
Sebelum membersihkan diri kusempatkan untuk mengecek handphoneku. Ternyata hanya ada beberapa pesan dari Kaa-san, Sakura dan baka Dobe saja.. tunggu.. ada tiga email dilayar handphoneku, entah kenapa rasanya aku penasaran dengan email itu.
'apa?' aku terkejut melihat beberapa foto yang dikirim oleh Karin dengan email. Cih.. apa apaan Sakura dan si cowo merah itu heh? Berani beraninya kau Sakura. Apa maksudmu? Selingkuh eh?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Normal POV-
"Sakura.." panggil Gaara.
" Eh iya.. Gaara." Sakurapun menghentikan langkahnya menunggu Gaara menuju kearahnya.
"Ayo."
"Ya." Perjalanan pulangpun mereka habiskan dengan berbincang bincang. Sampai Gaara berhenti didepan toko Ice Cream yang biasa Sakura dan Ino kunjungi, Gaara ingin mampir sebentar untuk melepas dehidrasi karena panas yang cukup terik dari sinar matahari. Sakurapun mengikutinya saja. Sakura membeli ice cream strawberry kesukaanya dan Gaara membeli eskrim rasa mint, kemudian mereka keluar toko tersebut dan mulai berjalan pulang kembali. Tanpa Gaara ataupun Sakura sadari ternyata ada orang yang menguntit mereka. Dan orang tersebut hanya tersenyum menang.
.
.
.
"Bibi aku pulang dulu.. Sakura aku pulang." Pamit Gaara kepada ibu Sakura dan Sakura tentunya. Lalu Gaarapun meninggalkan keluarga Haruno tersebut. Sakura masuk kedalam kamarnya ia merasa rindu dengan Sasuke iapun mengirim beberapa pesan kepada Sasuke.
Sasuke... bagaimana turnamentnya? KHS menang ya.. selamat..|
Send
Sasuke kau sedang apa?|
Send
Sasuke.. aku rindu|
Send
Namun tidak Satupun pesan yang dibalas Sasuke. Sakurapun menganggapnya hal biasa mungkin Sasuke sedang kelelahan. Namun sebenarnya Sasuke membaca pesan tersebut tapi ia sengaja tidak membalasnya karena masih kesal dengan Sakura.
Sakura tidak mau berpikir panjang soal pesannya. Iapun memilih beristirahat saja. Sakura lalu beranjak dari tepatnya sekarang menuju kamar mandi untuk sedikit membersihkan diri sebelum tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari yang cerah. Seorang gadis bersurai unik terbangun karena jam alarmnya berbunyi. Gadis tersebutpun turun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki ke jendela besar yang ada di sudut kamarnya. Gadis tersebut tersenyum melihat pemandangan kota yang indah dipagi hari. Iapun segera melengang pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap siap untuk berangkat kesekolah.
"Ohayou.. Kaa-san.. Tou-san.." Sapa sang gadis kepada kedua orang tuanya.
"Ohayou.. Saku-chan." Jawab sang ibu kepada putrinya sedangkan sang ayah hanya tersenyum melihat putrinya sambil membaca koran berita dan meminum tehnya. Sakurapun memulai sarapannya dengan nasi goreng yang special dibuatkan olah ibunya tersebut. Setelah selasai, Sakura bergegas memakai sepatunya dan berpamitan kepada orangtuanya.
Blamm- Sakura menutup pintu rumahnya dan menghirup udara pagi yang masih segar dalam dalam. Sakura tersenyum senang lalu mlangkahkan kakinya menuju sekolah sambil bersenandung ria.
.
.
.
Sesampainya disekolah Sakura melihat Sasuke didekat taman sekolahnya, iapun menghampiri sang kekasih segera.
"Ohayou Sasuke." Sapa Sakura riang.
"Hn." Jawab Sasuke singkat tanpa menatap Sakura.
Sakura binggung apa yang terjadi pada Sasuke, biasanya kalau sudah begini mood Sasuke sedang turun. Sakura bingung apa yang harus ia lakukan.
"Sasuke.. kamu kenapa?'' Sakura memberanikan diri untuk bertanya pada sang kekasih. Namun Sasuke tidak merespon kemudian Sasuke melengggang pergi meninggalkan Sakura.
Perasaan Sakura campur aduk sekarang sebenarnya apa yang terjadi dengan Sasuke. Tidak biasanya ia seperti ini. Apa Sasuke benar benar mencintainya? Atau apa. Sungguh perasaan Sakura sangat hacau pagi jadi agak meragukan Sasuke. Namun Sakura tidak mau terlalau memikirkan perasaannya, ia pun berjalan menuju kelasnya sekedar melupakan kejadian tadi.
"Sakura..." Sapa Ino. Namun Sakura hanya meliriknya lalu duduk dibangkunya.
"Kau kenapa Sakura? Tanya Ino cemas melihat sahabatnya tersebut murung.
"Aku tidak apa apa Ino." Jawab Sakura lesu, Sakura tidak bisa menghilangkan Sasuke dari pikirannya.
"Jangan berbohong Sakura. Ceritakanlah." Bujuk Ino
"Apa karena Sasuke?" tebak Ino. Sakura hanya mengangguk.
"Sekarang apa yang dia lakukan Padamu Sakura?" tanay Ino cemas
"Dia mendiami ku."
"Terus kenapa?"
"Aku tidak suka dicuekin seperti itu Ino. Aku juga tidak tau penyebabnya apa." Jawab Sakura.
"Begitu.. kau sudah tanya Sasuke kenapa dia jadi seperti itu?" tanya Ino.
Sakura hanya menggeleng. Lalu berdiri dari tempat duduknya hendak pergi keluar kelas.
"Aku ingin mencari udara segar Ino." Ucap Sakura sambil melenggang pergi.
.
.
.
Sakura pergi keatap sekolah, biasanya disini dia dan Sasuke sering menghabiskan waktu bersama. Namun kali ini semuanya terasa hampa bagi Sakura. Tidak ada seorangpun di atap mata emeraldnya hanya nanatap kosong lurus kedepan entah apa yang dilihatnya, hanya Sasuke yang ada di otaknya. Disini memang tempat favorit Sasuke dan Sakura, tempat ini begitu nyaman, semilir angin yang berhembus begitu membuat suasana menjadi sejuk.
"Ada orang ternyata disini." Ucap seseorang mengagetkan Sakura.
"Karin.. apa yang kau lakukan disini?" tanya Sakurua balik.
"hmm... aku, aku hanya sedang mengenang masa-masa indahku dengan Sasuke-kun disini." Kata kata karin sangat menusuk Sakura.
"Apa maksudmu?"
"Kau tidak tahu ya?. Aku sering bersama Sasuke-kun ditempat ini berdua. Menghabiskan waktu bersama dengannya... setidaknya sampai sebelum Sasuke-kun memilih wanita bodoh itu." Ucap Karin dengan nada yang dibuat buat.
Sakura tidak menanggapi ucapan Karin dia hanya diam mendengarkan Karin berbicara. Ingin rasanya mencakar wajah Karin saat dia bilang Sakura itu wanita bodoh, tapi Sakura hanya diam sambil mengepalkan tangannya.
"Aku kasihan dengan Sasuke-kun... Sasuke juga yang bodoh memilih wanita yang bodoh." Lanjur Karin Sarkastik.
"Jaga ucapanmu Karin." Sakura membentak Karin.
"Jangan mengaturku bodoh."
"Aku tidak bodoh, Sasuke juga tidak bodoh." Jelas Sakura tegas.
"Kalau kalian tidak bodoh berarti kalian... Tol." –plakk... Sakura menampar pipi Karin dengan telapak tangannya karena tidak suka disebut seperti itu. Menurut Sakura,ini sudah keterlaluan. Dia tidak dapat menahan amarahanya lagi. Karin hanya melihat Sakura dengan tatapan tajam. Dan menggeram lalu pergi meninggalkan atap sebelum berucap
"Lihat saja nanti Sakura." –braakk... Karin menutup pintu atas secara kasar. Sakura semakin mumet dengan masalah hari ini. Belum masalahnya dengan Sasuke, ada lagi masalah dengan Karin. Hari ini memang sial.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Sakura POV-
Aku sudah tidak tahan dengan Sasuke, akupun memberanikan diri menemui Sasuke ke kelasnya. Semoga saja semuanya berjalan sukses.
"Sasuke-kun.." panggil ku. Sasuke hanya menoleh. Aku pun mendekat ke tempat Sasuke, kelas Sasuke sepi hanya ada Sasuke sendiri, jadi aku leluasa mengobrol dengannya.
"Sasuke-kun.. ada apa kau marah padaku?" aku terus berusaha bertanya pada Sasuke.
"..." tidak ada jawaban dari Sasuke. Ugghh... dia ini kenapa sih.
"Sasuke-kun... bicaralah jangan membuatku bingung."
Tidak ada jawaban dari Sasuke, ia hanya mengeluarkan handphonenya dari saku celanannya dan mulai mengutak atik handphone tersebut.
"Sasuke... ja—" aku terkejut tiba tiba Sasuke menghadapkah handphonenya didepanku dan dia menunjukan beberapa fotoku dengan Gaara, saat dikantin dan saat menuju toko Ice Cream, ada yang menguntitku ternyata, tapi siapa? Dan ini Salah paham Sasuke.
"Kau salah paham Sasuke."
"Tak ku sangka Sakura. Kupikir aku bisa mempercayaimu. Tapi ditinggal ke Oto saja kau sudah selingkuh begitu." Ucap Sasuke sarkastik. Dan Sasuke pergii meninggalkanku dikelas. Aku pun segera menyusul Sasuke. Dikolidor ramai sekali sulit juga mencari Sasuke. Ahh.. aku ingat disaat seperti ini biasanya Sasuke pergi ke atap. Aku segera berlari menuju atap.
Ternyata benar pintu atap sedikit terbuka menandakan ada orang disana. Aku segera membukanya dan mencari sosok Sasuke. Namun diatap kali ini tidak ada siapapun.
Kemana Sasuke.. aku belum sempat menjelaskan apapun.
tess—aku sudah tidak dapat menahan air mataku. Semuanya kekesalanku berusaha kubuang dengan air mata ini. Rasanya aku begitu dipermainkan Sasuke. Dia tidak mau mendengar penjelaasan apapun dariku. Dia bilang di mencintaiku.. tapi apa? Aku hanya berjalan dengan Gaara yang sepupuku saja dia sudah seperti ini. Hikss.. aku benci ini...
grepp—aku merasa ada yang memelukku dari belakang. Aku tahu tangan siapa ini, dan air mataku pun makin mengalir deras.
"Jangan menangis.." suara baritone Sasuke begitu terdengar oleh telingaku. Aku masih terisak dan masih bertahan dengan posisi ini. Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Emosiku sudah mengobrak abrik otakku.
Sasuke membalikkan badanku, kemudian mengangkat dagu ku agar sejajar dengannya lalu dengan kedua ibu jarinya Sasuke menghapus air mata dipipiku yang mengalir dari mataku.
"Maafkan aku."
"..." aku tidak menjawab perkataan Sasuke. Entah mengapa lidahku keluh untuk berbicara hanya isakan tangisku yang terdengar.
"Aku sudah salah paham padamu, maaf aku sudah pernah bilang kalau aku tidak memercayaimu, aku sungguh minta maaf Sakura.." ucap Sasuke lembut.
Ku angkat kepalaku untuk kembali menghadapnya dan tersenyum tipis kearah Sasuke. Aku senang dengan menuturan Sasuke dan kemudian aku melingkarkan tanganku dipunggung Sasuke memeluknya erat, tapi aku masih sulit untuk berkata kata, alhasil aku hanya diam.
Sasuke seolah tau apa yang ada dipikiranku ia membalas pelukanku.
" Terima kasih. Ku harap tidak ada pengulangannya."
"Sasuke-kun.. kenapa kau begitu cemburu?" aku memberanikan diri untuk bertanya.
"Itu sifat lelaki Sakura.. aku tidak suka kau terlalu dekat dengan anak baru itu."
"Tapi Gaara itu sepupuku Sasuke. Kau terlalu over"
"Sepupumu? Kau tidak pernah cerita. Meskipun begitu... Tidak ada pengecualian." Sasuke sepertinya baru tau kalau dia itu sepupuku. Mimik mukanya lucu saat mengetahuinya.
"Aku minta maaf.."
"Hn."
"Arigatou,..."
"Besok ada acara perayaan kemenangan tim dirumahku.. kau datang ya.."
"Dengan Gaara ya.. " jawabku usil.
"Kalau kau berani macam macam jangan harap aku akan bertindak seperti sekarang."
"Kalau acaranya dirumaahmu.. masa aku berjalan sendiri kerumahmu." Sasuke lucu kalau sedang seperti ini.. hihihi...
"Akan ku jemput."
"Tidak mau." Sasuke malah melepaskan pelukannya karena bantahanku tadi. Dan di malah ingin berjalan kearah pintu atap.
" Sasuke.. jangan marah lagi.. aku kan hanya bercanda." Ucapku panik takut takut Sasuke marah lagi.
"Hn.." jawab Sasuke singkat. Lalu menggenggam tanganku dan mengajakku untuk turun dari atap.
Aku senang akhirnya Sasuke sudha kembali seperti dulu bahkan mungkin lebih.
.
.
.
.
.
To be continue
.
.
.
.
Chap 5 sudah update... lebih panjang dari kemarin.. aku bingung mau nulis apa lagi dicerita ini... maaf banget kalau ceritanya ga jelas *readers: emg ga gelas ;p* dan sebenarnya cerita ini sungguh tidak jelas ... *pundung,,,*
Maaf kalo banyak typo ya... *banyak bgt
Terimakasih kepada semua yang sudah membaca dan review,..
Balasan review
Hanazono Yuri : Arigato atas saran characternya hehhe... terimakasih sekali lagi^^
Sakura haruhana-chan : makasih kakak atas Saran alurnya... tapi jangan sebut inisial asli juga kalee.. wkkwkw... arigatou sekali lagi... ^^
Iqma96 : arigatou kakak.. sudah baca dan review dan melepas Sasuke.. hehhehe... ^^
Hana Uchiharuno : iya... makasih banget ya sudah baca dan review.. biarlahh. Aku in yang usli heheh ^^
Maaf dibalesnya di fanficnya.. pending mulu habisan :D seklai lagi terima kasih ya...
Arigatou minna-san...
