WE GOT MARRIED
ChanBaek Part 2
"Just Pretending"
.
.
Rate: T
Main Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Do Kyungsoo
Side Cast : Kris, Chen, Suho
Pairs : ChanBaek
.
.
Genre : Gender Switch (GS), Romance, Love, comedy, Drama
Disclaimer : EXO hanyalah milik Tuhan dan SM,
dan para member adalah milik orang tua dan diri mereka sendiri...
Yang author miliki di cerita ini hanya jalan ceritanya
serta semagat untuk terus mencintai EXO… ah.. Saranghaeyeo!
.
.
.
WARNING : TYPO IS EVERY WHERE
.
.
NEED REVIEW
NO BASH
NO PLAGIARISM
NO HATE
JUST LOVE EXO
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
Previous
"mengapa kau berlari sambil menangis Park Chanyeol?" gumam baekhyun dalam hatinya.
"Ya,,, Byun Baekhyun... saat itu... saat kau menyatakan perasaanmu padaku... apakah kau benar - benar tulus mencintaiku?" tanya Chanyeol setelah beberapa saat hening
"mmm... aku menyukaimu..." Baekhyun mengangguk membenarkannya
"Apa sekarang kau masih menyukaiku?" Chanyeol memandang mata sipit Baekhyun yang nampak terkejut
"mmm tentu saja... perasaanku cukup susah berubah,... tapi jika kau tidak menyukai ku... aku tidak akan memaksamu... gwuenchana.."
"kalau begitu menikahlah denganku... Byun Baekhyun..."
.
.
.
Part 2! : Just Pretending
.
.
.
"Mwo? Apa kau sedang sakit atau bercanda?" Baekhyun melepas topi yang dia pakai dan menatap wajah Chanyeol erat – erat
"Hahahahaa…. Kau terlalu serius menanggapinya… sudah ku bilang kan, kita perlu waktu untuk saling mengenal… jika kau benar – benar menyukaiku maka tunggulah dengan sabar" Chanyeol membantu Baekhyun mengenakan kembali topinya lalu nyengir kuda.
"ya…. Park Chanyeol, sebenarnya kau ini kenapa?" Baekhyun bertanya ketika Chanyeol akan beranjak dari tempat duduknya.
"Aku rasa kau akan tau betul jika aku sedang berbohong saat aku berkata bahwa aku baik – baik saja…." Chanyeol menghentikan langkahnya, membiarkan Baekhyun menatap punggungnya.
"Ya Chanyeol-ah… kau boleh menganggap aku dan perasaanku ini hanya main – main, tapi satu hal yang harus kau ingat… aku adalah orang asing yang mencintaimu…" Baekhyun berkata lirih.
Chanyeol hanya melambaikan tangannya dan terus berjalan tanpa menoleh Baekhyun lagi. Ini sudah sangat larut malam, semua orang pasti sudah mencari Chanyeol yang tiba – tiba menghilang di pesta pertunangan Kyungsoo.
Chanyeol berjalan lunglai menuju ke rumahnya, dan benar saja… di sana Kris, Suho dan Chen terlihat sangat resah menunggu kehadiran Chanyeol.
"Kau dari mana saja?" Kris langsung bertanya
"Kenapa ponselmu mati…?" Chen masih menggenggam ponselnya ikut bertanya
"Kami kira kau hilang ditelan bumi Chanyeol-ah!" Suho menimpali dengan wajahnya yang sangat pucat.
"YAAA! AIIISSHH… SEHARUSNYA KAU MELOMPAT, BUKAN TERJUN KE DANAU… AAAARRRGHH… HAMPIR SAJA HIGH SCOREE!" teriak Sehun pada Ipadnya.
Semuanya melihat Sehun dengan tatapan marah. Dia yang sadar jika hyung – hyungnya marah segera memasang wajah aegyo dan berkata "Mian…heo…."
"lalu kenapa kau baru pulang?" tanya Kris lagi dan tak memperdulikan Sehun yang masih memasang tampang aegyo.
"Aku hanya mampir sebentar… aku baik – baik saja…" Chanyeol meninggalkan komplotannya yang masih melotot memandangi tingkah aneh pangeran gigi itu.
"Aku yakin dia tidak baik – baik saja…" gumam Kris setelah Chanyeol masuk ke kamarnya
"Aku takut dia jadi gila gara – gara ditinggal Kyungsoo…" Chen nampak resah
"Aku tau Chanyeol bukanlah yang paling muda diantara kita, tapi sikapnya yang labil itu…." Suho menarik napas dalam
"Kalau begitu jauhkan pisau, tali, gunting atau apapun yang bisa dia gunakan untuk bunuh diri!" Sehun sejujurnya ingin membantu
Chanyeol berjalan sedikit agak berlari menyusuri jalanan yang ramai, kedua tangannya ia masukkan kedalam saku blazernya.
BRUG
"aaaaak…"
"Cheongseohamnida… aku buru – buru.." Chanyeol menabrak sesorang yang lebih pendek darinya
"Chanyeol" gumam orang itu
Chanyeol dengan langkah kaki panjangnya segera menghilang bahkan sebelum orang itu mampu berdiri tegak.
"Baekhyun-ah… Kau tidak apa – apa? Kenapa bisa jatuh sih" Lay membantu sahabatnya bangun
Baekhyun memperbaiki topi yang dia kenakan dan memakai tas ranselnya kembali.
"Yixing-ah… mianhae… aku harus kesuatu tempat… kau jalan saja duluan" tanpa menunggu persetujuan Lay, Baekhyun sudah mulai berlari mengejar Chanyeol yang tadi menabraknya.
Baekhyun yang pendek harus berjinjit berulang kali untuk melihat sekitarnya, jalanan sangat ramai dan Baekhyun tak bisa berlari kencang. Sedikit berputar, tapi akhirnya dia menemukan sosok jangkung yang ia cari.
Chanyeol sedang berdiri dipertigaan sebuah gang sepi di jalanan itu. Baekhyun sempat mengernyitkan keningnya dan bertanya – tanya dalam hati.
"Kemarin anak itu ada diatap, sekarang di gang sempit begini? Waah… dia punya selera tempat bermain yang unik.." gumamnya pelan
Namun sesaat kemudian Baekhyun melihat sesosok yang sebelumnya tak pernah dilihatnya dekat dengan Chanyeol di kampus, dia adalah Kyungsoo. Gadis tomboy ini bisa langsung kenal itu Kyungsoo karena wajahnya sering muncul di TV, Kyungsoo kan memang artis dan juga tunangannya artis.
Baekhyun dapat dengan jelas melihat bagaimana kedua orang itu saling berpelukan, jantung Baekhyun berdegup sangat kencang ketika matanya benar – benar tidak berbohong. Chanyeol dan Kyungsoo berpelukan.
"Chanyeol oppa… mianhae… atas apa yang terjadi padamu.." Kyungsoo bergumam masih dalam pelukan Chanyeol.
"Aku mencintaimu…" Chanyeol memeluk erart – erat gadis itu
"Aku tau kau pasti masih mencintaiku, ini salahku…." Chanyeol melepaskan pelukannya, kedua tangannya masih memegang legan Kyungsoo dan dia mengernyitkan keningnya.
"Aku ingin kau kembali padaku " Chanyeol bertanya dengan suara parau.
"Mianhae oppa… aku datang kemari tidak untuk kembali padamu" Kyungsoo menatap Chanyeol dengan tatapan mata datar
"Kenapa kau tak bisa kembali padaku? Kenapa kau tidak bisa meninggalkan dia? Chanyeol mulai menitikkan air matanya.
"Oppa! Aku tidak pernah mencintaimu!" Kyungsoo sedikit memekik dan memaksa tangan Chanyeol
Sebuah petir sepertinya meggelegar tepat dikepala Chanyeol saat mendengar kata – kata Kyungsoo.
"Bukankah sejak awal aku sudah menolakmu? Tapi oppa yang terus menerus mengejarku! Aku menerimamu hanya untuk membuatmu berhenti mengejarku!" Kyungsoo mulai emosi melihat Chanyeol yang begitu kekanak – kanakan.
"Siapa orang yang tidak kesal jika selalu diikuti dan selalu diberikan kejutan – kejutan bodoh? Aku tidak menyukainya oppa… aku terpaksa agar kau berhenti… jadi tolonglah! Kali ini berhenti… aku sudah tak tahan lagi padamu! Yang aku cintai hanya Kim Jongin!"
Chanyeol sangat ingin bahwa ini semua hanya kejutan April Mop yang Kyungsoo berikan. Tapi ini bulan Oktober, apakah ini kejutan Halloween?
Kyungsoo mengambil cincin yang ada di kantong Blazernya, cincin itu adalah cincin pertunangannya dengan Chanyeol yang tak mau Chanyeol ambil saat pertama kali Kyungsoo mengembalikannya.
"Aku ingin ini semua benar – benar berakhir…" Kyungsoo menarik tangan Chanyeol dan meletakkan cincin itu di tangan lemah Chanyeol. Tanpa sepatah katapun, tanpa peduli apapun, Kyungsoo langsung meninggalkan Chanyeol sendirian di tengah gang yang sepi.
Tangan hangat Baekhyun menjadi begitu dingin kali ini. Dia melihat sendiri dengan mata kepalanya bagaimana Chanyeol dicampakan. Baekhyun mampu melihat bagaimana air mata itu jatuh dan membasahi pipi seorang namja yang dia sukai.
Ting….ting… pluk…
Cincin yang baru saja dikembalikan Kyungsoo terjatuh dari tangan Chanyeol dan mendarat indah diujung sepatu Baekhyun. Sedikit ragu namun Baekhyun memungut cincin itu, Baekhyun melepaskan topi yang dia pakai, membenarkan posisi kaca matanya dan mencoba melangkah kearah Chanyeol yang nampak masih terdiam disana.
Baekhyun kini sudah berdiri di belakang Chanyeol, dengan susah payah dia mencoba untuk membuka mulutnya.
"Ya… ini milikmu?" Baekhyun menepuk bahu Chanyeol perlahan.
Chanyeol berbalik dan jelas raut wajah terkejut membingkai wajah tampannya. Sesegera mungkin dia menghapus air matanya. Dan mengambil cincin itu dari tangan Baekhyun.
"Gwuenchana…?" Baekhyun bertanya dengan tampang polosnya
"mmmm… aku akan berbohong lagi jika aku bilang aku baik – baik saja.." suara Chanyeol masih parau
"mianhae,… aku tidak sengaja melihatnya…" Baekhyun menggaruk tengkuknya salah tingkah
"Naneun mani apeun…" Chanyeol menunduk dan meremas dadanya, lalu air mata itu mengalir lagi.
Entah insting itu datang dari mana, Baekhyun sama sekali tidak mengerti. Yang dia inginkan hanyalah membuat Chanyeol nyaman. Baekhyun secara perlahan menarik tubuh Chanyeol yang jauh lebih tinggi darinya itu kedalam pelukannya.
Sambil memeluk tubuh raksasa itu, Baekhyun mengusap lembut punggung Chanyeol, seperti mendapatkan sentuhan kasih Chanyeol dengan nyamannya terbenam dalam pelukan Baekhyun dan menangis lebih kencang.
"Gwuenchana… jika menagis membuat rasa sakitnya lebih baik… menangislah… aku akan menemanimu.."
Chanyeol sepertinya menuruti kata – kata Baekhyun dan menangis lebih keras dipelukan yeoja mungil itu. Tanpa terasa air mata juga mengalir di pipi Baekhyun, dia tidak bisa berbohong jika hatinya begitu sakit melihat orang yang dia cintai merasakan sakit seperti itu.
Seiring waktu berjalan, Chanyeol dan Baekhyun mulai terlihat dekat. Bahkan komplotan Chanyeol pun heran kenapa anak itu suka sekali mengajak mereka makan siang di cafeteria dekat jurusan Fashion Desain.
"Baek Baek! Kau dimana?" Chanyeol berbicara melalui ponselnya
"Apa masih lama? Aku ada di cafeteria dekat jurusanmu bersama yang lain…" katanya lagi
"Aaaaah… tentu saja aku akan kecewa… cepatlah kemari! Ajak temanmu juga.. aku tunggu!" Chanyeol memutus telponnya dan tersenyum sumringah pada empat pasang mata di depannya.
Kris, Suho, Chen dan Sehun menatap Chanyeol seakan meminta penjelasan.
"Kau sedang jatuh cinta!" Kris mulai mengintrogasi
"Senyumanmu mencurigakan!" Chen menyeringai
"Gelagatmu mulai aneh.." Suho menautkan kedua alisnya
"Yaaah… kenapa di cafeteria ini tidak menjual Bubble Tea?" Sehun salah fokus
"Mwo ya? Kenapa kalian menatap aku seperti itu?" Chanyeol mulai merasa risih dengan tatapan komplotannya itu, mungkin kecuali tatapan mata Sehun yang masih meratapi nasibnya tanpa Bubble Tea.
"Kau menyukai Baekhyun?" Suho bertanya masih dengan tatapan introgasinya
"Aniya…" Chanyeol menggerakkan kedua tangannya
"Kau memang menyukainya…" Chen mencibir
"Aniya… Aniya.." Chanyeol mempercepat gerakan kedua tangannya
"Kau tidak bisa berbohong! Sudah jelas kau menyukainya.." Kris memberikan tatapan death glare paling mengintimidasi
"ANIIIIYAAAAA" Chanyeol langsung berteriak persis teriakan Kai di scream part Mama.
"Hyung…. Kau benar – benar sudah jatuh cinta!" Sehun kembali fokus dan mnatap Chanyeol dengan pandangan menggoda.
"Ya… kenapa kau berteriak disini?" Baekhyun kemudian muncul.
"Chanyeol sedang jatuh cinta…" Kris bergumam sambil mengalihkan pandangannya
"Geureyeo?" Baekhyun tersenyum manis melihat Chanyeol
Chanyeol jadi super duper salah tingkah karena tak satupun dari komplotannya mau membantunya, termasuk si Sehun yang terus berdeham melirik Chanyeol.
"ah… kenalkan ini Yixing… dia temanku.." Baekhyun tersenyum imut.
"Yixing imnida.." Lay membungkuk lembut dan tersenyum
"O'o… ada yang terpesona.." Chen menggoda Suho.
Gantian Suho yang dibuli oleh Chanyeol, karena memang sudah menjadi rahasia komplotan itu jika Suho selama ini memang mengincar Lay.
Mereka lalu makan siang bersama tentunta tanpa Bubble Tea kesayangan Sehun. Walaupun Chanyeol masih mengingkari pikirannya, namun denyut jantungnya jelas mengatakan bahwa Baekhyun membantunya menyembuhkan luka disana.
Chanyeol dan Baekhyun kini hanya berdua, mereka duduk pinggiran pagar pembatas. Mereka berdua sedang berada di atap gedung tempat Chanyeol melamar paksa Baekhyun dulu.
Mereka berdua memang sedang tidak ada kerjaan, jadinya pergi kesana. Entah tidak ada kerjaan atau memang ingin bertemu, entahlah… itu rahasia mereka.
"Apa lukamu sudah sembuh?" Baekhyun bergumam disebelah Chanyeol
"Luka? Aku tidak punya luka…" Chanyeol memperlihatkan kedua tangannya yang bebas goresan
"Luka yang disini…" Baekhyun menunjuk dada Chanyeol.
Chanyeol terdiam sejenak dan menelan salivanya. Terasa lagi denyut – denyut perih itu.
"Aku mungkin sudah melupakannya, karena ingat lagi… jadi terasa sakit lagi.." gumam Chanyeol perlahan
"Mianhae… aku kan sudah janji akan membantumu menyembuhkannya.." Baekhyun kemudian merebahkan tubuh mungilnya disebelah Chanyeol dan menatap bintang – bintang.
"Apa kau masih menyukaiku?" Chanyeol bertanya dan ikut merebahkan tubuhnya
"Apa aku masih orang asing bagimu?" Baekhyun membalikkan pertanyaan
"Apa kau benar – benar bisa menyembuhkan luka di hatiku?" Chanyeol kembali bertanya
"Apa aku benar – benar boleh melakukannya?" Baekhyun lagi – lagi balik bertanya
"Apa kau mau menikah denganku?" Chanyeol mengulangi pertanyaan itu.
Hening sejenak, Baekhyun menatap Chanyeol yang berbaring disebelahnya, namja jangkung itu mengusap dadanya dan memandang kearah langit.
"Apa aku hanya akan dijadikan pelarian?" Baekhyun bertanya lagi.
Chanyeol mengalihkan pandangannya menuju baekhyun dan mata mereka bertemu.
"Mianhae…" Chanyeol berbisik
"Gwuenchana… jika itu bisa membantumu sembuh… aku akan melakukannya…" Mata sipit Baekhyun menatap Chanyeol yang berbaring cukup dekat dengannya.
"Ani... kau masih terlalu asing untukku..." Chanyeol menutup matanya dan menghembuskan napas panjang.
"apa yang harus aku lakukan agar tidak terlihat asing untukmu?" Baekhyun hanya mampu bertanya dalam hatinya. Perlahan airmatanya jatuh dan dia memalingkan wajahnya kembali melihat bintang - bintang.
Chanyeol merasa ada yang aneh di kampusnya, entah kenapa kampus yang biasanya sepi dan nyaman kini berubah begitu hiruk pikuk dan sangat ramai, bahkan banyak orang yang nampaknya bukan mahasiswa di kampus itu juga berlarian kesuatu tempat.
"Ya... kenapa ramai sekali disini?" Chanyeol menyikut Sehun yang sedang berjalan berdua dengannya
"Aaah... hyung kau tidak tau? Hari ini ada shooting drama di kampus kita.." Sehun tersenyum lucu
"Drama? tumben sekali... siapa artisnya.." Chanyeol celingukan masih melihat kearah kerumuan
"Meolla..." gumam Sehun sambil menyeruput Bubble Teanya.
Chanyeol berhenti didepan sebuah mobil van yang menjadi pusat kerumunan. Dua orang turun dari mobil itu, dan jantung Chanyeol serasa dicopot ketika melihat kedua mahluk itu keluar dari Vannya.
"Ah... Kyungsoo dan Kai.." Sehun ikut bergumam kaget di sebelah Chanyeol yang bertatapan kosong.
Kyungsoo nampak sempat menatap mata Chanyeol, seketika itu Kyungsoo langsung mengaitkan lengannya pada Kai dan bergelayut manja disebelahnya. Ingin sekali Chanyeol melempar sepatunya kearah kedua orang itu, tapi Chanyeol masih banyak urusan daripada harus masuk penjara gara - gara itu.
.
.
Chanyeol tidak peduli seberapa hebohnya shooting diluar, moodnya sedang benar - benar rusak hari ini. Tidak pernah dia menyangka akan melihat dua mahluk menyebalkan itu. Chanyeol kini sangat membenci menonton TV karena yang disiarkan pastilah mereka berdua. pastilah hal - hal tentang kemesraan dan kemanisan mereka. Menyebalkan sekali.
Chanyeol masih terus mengepalkan tangannya dan berjalan sambil menunduk, dia berjalan begitu karena malas melihat dua orang artis sedang makan siang mesra tak jauh dari lorong kampusnya.
PUK!
Lamunan demi lamunan Chanyeol seketika bubar karena menabrak sebuah tiang lampu, namun dia heran kenapa kepalanya tidak sakit... nampaknya sebuah tangan halus telah siap menjaga dahinya agar tidak terbentur lebih keras. Tangan itu adalah milik yeoja pendek yang masih berjinjit mengangkat tangannya untuk menyelamatkan dahi Chanyeol.
"Memikirkan sesuatu, eoh?" Baekhyun tersenyum menatap namkja yang masih mengelus dahinya
"Gumawo Baekhyun-ah... jika tidak ada kau mungkin aku sudah benjol sekarang.." Chanyeol tersenyum salah tingkah
"Apa pikiranmu begitu banyak hingga kau harus berjalan dengan kepala menunduk?" Baekhyun memiringkan kepalanya, Chanyeol dapat melihat mata Baekhyun tersenyum dibalik kaca matanya.
"Kau sedang apa di sini? Mau ikut nonton pembuatan drama?" Chanyeol bertanya ketus
"Anii.. aku hanya bertemu beberapa teman dari jurusan musik tadi.." Baekhyun mengerlingkan matanya
"Ya... Park Chanyeol... tega sekali kau tidak menyapaku saat aku ada disini?" Kyungsoo menghampiri Chanyeol bersama Kai, seperti yang dia lihat tadi, Kyungsoo masih saja bergelayut manja pada artis tampan bernama Kai itu.
"Ahahaah... aku kira kau sibuk.." Chanyeol salah tingkah.
"Baby... kenalkan dia adalah temanku... namanya Park Chanyeol, ya.. dia adalah orang yanga sangat aku cintai.. Kim Jongin!" Kyungsoo mengenalkan Jongin dengan bangga
"Park Chanyeol imnida.." Chanyeol menganggukkan kepalanya dan menyematkan senyum seadanya
"Kau terlihat lelah,... apa kau tidak memperhatikan kesehatanmu?" Kata Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikan wajah Chanyeol
"Aku baik - baik saja.." Chanyeol bergumam kesal
"Kalau begitu kau harus mencari seorang pendamping yang memperhatikanmu Chanyeol-ah... agar kau terlihat lebih baik dan terawat" Kyungsoo menyeringai bangga pada Chanyeol memperlihatkan kemesraannya dengan Kai
"Ah... majja... aku hampir lupa... Kyungsoo-ah... kenalkan ini Byun Baekhyun... dia calon istriku.." Chanyeol menarik lembut Baekhyun kedalam rangkulannya
Baekhyun segera menatap Chanyeol dengan pandangan mata terkejutnya yang dipaksakan sebisa mungkin terlihat datar olehnya. Berbeda dengan Kyungsoo yang matanya sudah hampir copot keluar.
Chanyeol menatap Baekhyun dan tersenyum lembut, ackting anak itu begitu bagus.
"Byun... Bakhyun imnida.." Baekhyun lalu memalingkan wajahnya dan memperkenalkan dirinya dengan bangga.
Kyungsoo memandang Baekhyun dari ujung kepala hingga kaki. Dia tidak percaya bagaimana mungkin Chanyeol secepat itu mendapatkan pengganti dirinya. Dan penggantinya adalah sesosok yeoja yang menurutnya sangat dibawah standar. Penampilan Baekhyun yang sangat tomboy, mirip penampilan Amber (fx). Menggunakan topi hiphop, jaket baseball, celana jeans panjang, baju kaos longgar, spatu kats. Ini gila... apakah separah itu selera Chanyeol setelahnya?
"Ahahahaha... dia? Calon istrimua? yaa.. chukae.." Kyungsoo memberi selamat sambil menyeringai mengejek Baekhyun
"Chukae...Seleramu unik Chanyeol-ssi..." Kai menimpali
"Gumawo... aku memang mencintai yeoja yang tidak biasa... karena yeoja yang biasa pasti akan terasa terlalu biasa" Chanyeol berkata sambil menatap Kai seramah mungkin.
Chanyeol dan Baekhyun berjalan sambil berangkulan meninggalkan kedua pasang artis itu. Chanyeol masih terus merangkul Baekhyun padahal mereka sama sekali tidak tau harus kemana melangkahkan kaki mereka sampai Kris menemukan mereka berdua di koridor kampus.
"Kalian sudah pacaran?" tanya Kris sedikit kaget
"Anii.. aku calon istrinya... ahahah.." Baekhyun tertawa geli
"Mwo?" Kris hampir bersin api mendengar pernyataan Baekhyun
"Baekhyun-ah... aku menunggumu di atap nanti jam 7 malam, aku ingin berbicara sesuatu padamu.." Chanyeol bergumam lalu melepas rangkulannya kemudian pergi meninggalkan Baekhyun.
"Ige Mwo?" Kris nampak masih mengemis penjelasan
"Nadoo meolla..." Baekhyun menjawab sambil menatap punggung Chanyeol yang sudah berjalan menjauh.
Baekhyun membuka pintu lantai paling atas gedung itu, dari kejauhan Baekhyun dapat melihat Chanyeol sedang berdiri sambil mengayunkan sebelah kakinya. Baekhyun melihat jam di tangannya dan itu baru menunjukkan jam 6.45, dia pikir dia akan datang lebih dulu, tapi ternyata Chanyeol sudah jauh lebih dulu ada disana.
"Ya,... kau datang lebih cepat dari yang aku kira.." Baekhyun berkata sambil berjalan menuju Chanyeol
Chanyeol membalikkan badannya dan tersenyum.
"Aku hanya sedang tidak ada kerjaan... Baekhyun-ah... liat, sunsetnya karen sekali kan?" Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan membuat gadis tomboi itu berdiri tepat di depannya.
Chanyeol dan Baekhyun sama - sama melihat langit yang mulai kemerahan dengan sinar matahari yang mulai redup, perlahan angin sore hari merepa mereka berdua, suasana yang begitu hangat.
"Kenapa kau ingin aku kesini?" Baekhyun memulai percakapan
"Aku ingin kita menikah..." Chanyeol masih tak mengalihkan pandangannya dari sisa - sisa matahari terbenam
"Karena kau sudah terlanjur mengatakannya di depan Kyungsoo?" Baekhyun bertanya lirih
"Baekhyun-ah... berpura - puralah menikah denganku... ini tidak sungguhan,... pura - pura saja... kita menikah.." Chanyeol menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal
"Jadi kau ingin aku berpura - pura jadi istrimu? begitu?" Baekhyun menyipitkan mata sipitnya
"Hanya sedikit berpura - pura..." Chanyeol mengacak rambutnya
"Jadi kita tidak benar - benar menikah?" Baekhyun menganggukkan kepalanya agak kecewa
"Kita menikah sungguhan tapi berpura - pura... saja..." Chanyeol menarik sudut bibir kanannya keatas.
"Gwuenchana..." Baekhyun mengiyakan
"Kau setuju?" Chanyeol agak kaget kali ini
"mmm... berapa lama kita akan menikah?" Baekhyun bertanya lagi
"Mungkin paling lama dan paling cepatnya satu tahun.." Chanyeol menggaruk kepalanya bodoh
"Jadi setelah satu tahun aku akan jadi janda?" Baekhyun tersenyum geli
"Mianhae... kau kan temanku Baekhyun,... bantulah aku.." Chanyeol terkekeh malu
"Oooh... jadi sekarang aku sudah jadi temanmu? bukan orang asing lagi?" Baekhyun membulatkan matanya
"Bukan... kau calon istriku mulai sekarang!" Chanyeol mendengus pura - pura kesal
"Tidak akan ada kontrak dalam pernikahan kita nanti, aku hanya memintamu menikah denganku saja, berpura - pura saja begitu.. hingga satu tahun saja... kau mau?" Chanyeol menatap Baekhyun yang kini juga menatap kepalanya sambil memiringkan kepalanya.
"Ini cukup aneh ketika kau melamarku dengan cara seperti itu... hahaha..." Baekhyun terkekeh geli
"Walau bagaimanapun ini adalah lamaran pertama untukku, dulu aku membayangkan subuah lamaran yang indah... mari kita mulai berpura - pura dari sebuah lamaran, kau harus membuatnya indah untukku!" Baekhyun tersenyum imut.
Chanyeol tiba - tiba berlutut didepan Baekhyun, mengeluarkan sebuah kotan kecil berpita. Chanyeol menyerehakan kotak itu pada Baekhyun yang ada di hadapannya. Baekhyun sungguh sangat terkejut dengan aksi Chanyeol itu.
"Hari ini, diatap gedung ini, dibawah langit yang kemerahan, dan disaksikan oleh matahari yang terbenam, Aku Park Chanyeol memintamu Byun Baekhyun untuk menjadi istriku... will you marry me?"
Chanyeol tersenyum begitu manis dan membuka kotak kecil itu, sebuah cincin dengan indahnya berkilau disana. Sejenak Baekhyun mengira bahwa itu adalah cincin yang dikembalikan oleh Kyungsoo, tapi Baekhyun salah, cincin itu adalah cincin baru. Apakah Chanyeol merencanakannya?
Baekhyun tersenyum lembut dan memandang Chanyeol, "I do..." katanya.
Semilir angin sore kembali bertiup, seakan menyambut kedua pasangan calon suami istri ini. Chanyeol menyematkan cincin itu di jari manis Baekhyun. Keduanya lalu saling tersenyum.
"Haruskah ini diakhiri dengan pelukan?" tanya Chanyeol bersamaan dengan terciptanya senyum di wajah tampan itu. Baekhyun dengan sednirinya menuju kedalam dekapan Chanyeol dan mereka berdua saling berpelukan.
"Terimakasih kau sudah mau membantuku berpura - pura menjadi istriku.." Chanyeol berkata setelah mendekap erat Baekhyun
"MWO? APA KATAMU?" Chen menumpahkan minum yang sudah ada di mulutnya
"ARE YOU CRAZY?" Sumpit Kris terjatuh seiring dengan pelototan matanya
"APA AKAL SEHATMU SEDANG BERLIBUR?" Suho melemparkan sendok makannya kearah Chanyeol
"HYUNG KAU... DAEBAK!" Sehun seperti biasa, selalu salah fokus... Dia malah mengacungkan kedua jempolnya dan tersenyum gembira.
Semua orang menatapnya seperti sedang mengemis penjelasan dari Chanyeol, akhirnya dengan panjang lebar Chanyeol menjelaskan duduk perkaranya, mulai dari dia bertemu Kyungsoo, berbohong jika Baekhyun adalah calon istrinya dan benar - benar melamar Baekhyun untuk berpura - pura menjadi istrinya dan bagaimana Baekhyun menyambut itu semua dengan senyum manis.
"Itu benar - benar daebak kan..." Sehun kembali terkesima pada Hyungnya
"Kau terlalu nekat! usiamu baru... 23 tahun, kau sudah mau menikah saja..." Kris memulai khotbahnya
"Pernikahan itu bukan untuk main - main Chaniee.." Suho memelas
"Aku tidak bermain - main, aku hanya berpura - pura..." bantahnya
"Apa kau sudah memikirkannya dengan baik? pernikahan walaupun hanya berpura - pura tapi itu semua adalah hal yang rumit" Kris kembali melanjutkan khotbahnya
"aku akan baik - baik saja..." Chanyeol bergumam
"Geureseo... jika kau dan Baekhyun yang menjalani sudah sepakat, kami yang sahabatmu tentu hanya bisa mendukung..." Kris pasrah pada putusan Chanyeol
"Kapan rencananya kau akan memberitaukan semua ini pada orang tua kalian?" Chen yang lama tak bersuara akhirnya mengglegar
"Haruskah aku memberitaukan mereka?" Chanyeol seperti baru kepikiran
"Tentu saja hyung... kau kan mau menikah..." Sehun seperti ingin tertawa melihat wajah bodoh itu
Jujur saja Baekhyun dan Chanyeol sama sekali tidak kepikiran untuk memberitaukan orang tua mereka karena pernikahan itu hanya sebuah kepura - puraan saja. Tapi bagaimanapun juga sesuatu yang pura - pura harus terlihat asli kan?
Dan dimualailah perjalanan Baekhyun dan Chanyeol menggali kuburan mereka masing - masing.
.
.
.
"Bagaimana dengan orang tuamu? apa mereka akan setuju?" tanya Chanyeol pada Baekhyun saat mereka berdua sedang makan siang bersama di kantin
"mmm... aku yakin kakekku akan menyetujuinya" jawab Baekhyun enteng
"Kakek?" Chanyeol terpekik
"eomma dan appaku ada di Cina... aku akan membujuk kakekku untuk menyetujuinya dan merahasiakannya dari eomma dan appa... Kakekku sangat mudah diajak bekerja sama!" Baekhyun nyengir
Chanyeol menghela napasnya yang berat, jika saja dia memiliki kakek seperti kakek Baekhyun atau paling tidak memiliki orang tua yang mudah diajak kerjasama, pasti ini akan mudah.
"Kita tidak bisa sejujur itu didepan orang tuaku, kita juga harus merahasiakannya dan berpura - pura pada mereka..." Chanyeol mengerutkan alisnya
"Begitukah?" Baekhyun kembali memiringkan kepalanya
"Eomma dan appaku sudah bercerai, Appaku tinggal di Singapura dan Eommaku menikah lagi dengan Appanya Sehun, mereka berdua ada di Jeonju... Minggu depan aku akan ke Singapura kalau begitu, kau tidak usah ikut... appaku akan selalu menuruti keinginanku.. dia akan aku minta untuk membujuk eommaku, setelah itu baru kau ikut aku bertemu dengan eomma dan appaku di Jeonju.." Chanyeol menjelaskan, Baekhyun yang memang selalu penurut itu menganggukkan kepalanya manis.
Minggu depan datang begitu cepat, Chanyeol akan segera berangkat ke Singapura. Baekhyun bersama Lay pun ikut mengantar Chanyeol ke Bandara setelah membantunya mempacking semua barang - barang yang dia butuhkan. Kris, Chen, Suho dan Sehun juga ikut mengantar Chanyeol. Mereka semua seperti sedang melepas Chanyeol untuk menunaikan ibadah Haji, padahal hanya ke Singapura.
"Sampaikan salamku pada appamu ya..." Baekhyun tersenyum polos, bibirnya yang berwarna peach segar menambah kesan manis pada yeoja tomboy itu.
"Ingat beberapa titipanku disana... jangan kembali kalau tidak membawanya.." Chen menepuk lengan Chanyeol
"Bilang pada Donghae Ajhusi jika aku merindukannya.." Sehun berkedip pada Chanyeol.
Chanyeolpun akhirnya melambaikan tangan dan masuk keruang tunggu Bandara. Lalu Chen, Suho, Kris, Sehun dan Baekhyun beserta Lay yang dari tadi sudah dimodusin terus sama Suho, mereka segera pulang, namun sepeti biasa. Sehun pasti merengek minta mampir di Tea Shop. Apalagi jika tidak membeli Bubble Tea.
Dan disinilah mereka berakhir. Disebuah Tea Shop langganan Sehun. Kris dan Chen seperti biasa memesan Teh Hijau dengan susu yang hangat, sementara Sehun dengan bahagia dan sangat gembira memeluk 1 Extra Large Milk Bubble Tea, di sisi lain Suho dan Lay memesan minuman yang sama Grass Green Tea, sementara si imut Baekhyun yang sebentar lagi menikah ini... dia hanya minum Lemon Ice Tea.
"Ah... kapan kau akan bertemu dengan orang tua Chanyeol di Jeonju?" Chen bertanya serius
"Setelah Chanyeol pulang dari Singapura,... kita akan segera kesana.." Baekhyun menjawab dengan imut
"Kalau bertemu orang tuamu?" Kris ikut bertanya
"Mereka berdua ada di Cina... di Korea hanya ada Kakekku... jadi tenang saja.." Baekhyun kembali tersenyum lembut.
Sehun dari tadi menyeruput Bubble Teanya dengan tatapan "Like a Boss" nya, terus mengintimidasi Baekhyun. Baekhyun jadi salah tingkah dengan tatapan namja yang sifatnya masih bocah itu. Dan jangan tanyakan kenapa Suho dan Lay tidak ambil alih dalam percakapan ini, mereka berdua sedang sibuk pendekatan dan duduk di meja lain. Privat katanya.
"Ya! Maknae,... kenapa kau memandang Baekhyun seperti itu?" Chen mengerutkan alisnya tidak suka
"Kau... benar - benar akan bertemu dengan eommaku?" Sehun mengangkat sebelah alisnya misterius.
Kris yang nampak menegrti kemana arah pembicaraan Sehun kini terkekeh geli sendiri memeluk gelas tehnya
"Nde... memangnya kenapa?" Baekhyun membulatkan matanya
"Walaupun ini cuma berpura - pura seperti kata si Gigi itu, tapi ini adalah hal yang serius.." Sehun memajukan badannya dan menatap Baekhyun dalam dalam.
Kini Chen ikut mengerti arah pembicaraan Sehun, dia lalu tertawa terpingkal dan parahnya hingga memukul Kris yang juga terkekeh disampingnya
"Aku tidak mengerti,..." Kata Baekhyun polos.
"Walaupun ini hanya berpura - pura... kau juga harus bisa dekat dengan orang tuaku... kalau appaku sih pasti menerimamu apa adanya... tapi kalau eomma... dia adalah seorang Fashionista, dia suka yeoja yang feminin, anggun, berambut panjang dan cantik.." Sehun berkata sambil menganggukkan kepalanya.
Wajah Baekhyun memerah, dia sadar bahwa tipe menantu ideal calan mertuanya bukanlah yang seperti dia, yang tomboy dan selalu berdandan seperti anak laki - laki.
Menyadari kebingungan di wajah Baekhyun, Kris menelan tawanya kemudian berkata "Gwuenchana... ada aku disini... aku bisa menyulapmu berubah menjadi yeoja idaman Eunhyuk eomma..."
"Tenanglah... kami siap membantu mu... kami sekarang juga adalah sahabatmu..." Sehun tersenyum bangga
"Tapi kita tidak akan pernah berpura - pura untuk yang satu itu.." Chen mengedipkan matanya.
Dan jangan tanya bagaimana perkembangan hubungan Suho dan Lay... mereka benar - benar saling jatuh cinta saat ini.
Chanyeol sudah sampai di Singapura, dia berjalan perlahan menyeret kopernya menuju keluar areal kedatangan. Dilihatnya seorang namja tampan berdiri dengan senyum sangat damai sambil membawa sebuah kertas bertuliskan "Welcome uri adeul".
Donghae merentangkan tangannya menyambut putra kesayangannya itu. Chanyeolpun tidak membuang waktu dan segera memeluk appanya, dia tentu sangat merindukan pelukan namja berparas tampan itu.
"Aku rindu appa... " Chanyeol bergumam pelan.
"Nadoo..." Donghae membalasnya
Dari kejauhan terlihat seorang yeoja manis menggendong seorang anak laki - laki kecil, Chanyeol tau itu adalah istri barunya Donghae dan anak yang digendong yeoja itu adalah adiknya.
"Waseo.." sapa Ryeowook dengan senyum ramahnya
"Anyeonghaseo eomani.." Chanyeol membungkuk hormat pada Ryeowook
"Aiden... ayo berisalam pada hyung.." Ryeowook berkata imut pada putranya yang baru berusia 6 Tahun itu.
"Anyeonghaseo.." katanya manis.
Jauh dalam hati Chanyeol dia sedang menangis melihat ini semua, sungguh sampai kapanpun dihatinya tidak pernah rela Donghae dan Eunhyuk harus berpisah dan membangun keluarga baru mereka sendiri. Dalam hatinya masih ingat betul bagaimana Donghae dan Eunhyuk begitu menyayanginya dulu, mereka berpiknik bersama, bermain layangan bersama, belajar menaiki sepeda, makan bersama, merayakan ulang tahunnya... itu semua sungguh menyenangkan, Chanyeol seakan rela menukar apapun yang dia miliki saat ini untuk mendapatkan kembali kebahagiaan itu, tapi itu semua sudah sangat terlambat. Sudah 10 tahun sejak perceraian itu terjadi. Dan lagi Chanyeol mengingat bagaimana dia bersembunyi di kamarnya ketakutan mendengar teriakan dan makian yang keluar dari mulut kedua orang tuanya, bantingan benda - benada apapun, rumah yang tak pernah tenang, rumah yang bising dan berantakan, seakan tidak pernah ada cinta kasih di dalamnya
Air mata Chanyeol perlahan menetes, diusapnya perlahan sambil menundukkan kepalanya. Dia sedang berada di dalam mobil menuju ke apartemen keluarga baru appanya.
"Chan hyung... hyung nangis?" Aiden mendekati Chanyeol yang duduk disebelahnya. Ryeowook menatap Donghae sebentar lalu Donghae melipat bibirnya. Ryeowook yang mengertipun hanya diam, Donghae tau, Chanyeol memang selalu begitu.
Chanyeol mengusap airmatanya dan kembali tersenyum ceria.
"Anii... hyung hanya kesal karena adik hyung satu ini tadi tidak mau peluk hyung.." kata Chanyeol imut
Aiden lalu memeluk Chanyeol sekuat - kuatnya "maafkan aiden hyung... aiden sayang hyung" katanya.
Mereka sampai disebuah apartemen sederhana yang indah, ini memang selera appanya yang selalu sederhana dan menyukai ketenangan. Donghae menyeret koper Chanyeol menuju kamar Aiden, Chanyeol sendiri yang minta tidue bersama Aiden selama di Singapura.
Ryeowook segera kedapur dan mengupaskan buah dan jus melon kesukaan Chanyeol.
"hyung... hyung lihaaat... minggu lalu Aiden ikut lomba gambar! Aiden dapat juara 1 hyung.." Aiden berlari dari kamarnya dan memamerkan sebuah piala kecil yang nampak cukup besar di tangannya
"wwaaaah... dongsaengku satu ini luar biasa,,, tidak hanya tampan.. kau juga pandai.." Chanyeol mengacak rambut Aiden dengan gemas
Donghae terus saja memperhatikan gelagat putra sulungnya itu hanya bisa menarik napas, Donghar masih tidak mengetahui alasan Chanyeol datang ke Singapura semendadak ini, dia berencana akan menanyakannya ketika hanya berdua saja dengannya.
"Chanyeol-ah... ini ayo dimakan.. kau pasti lelah di pesawat" Ryeowook meletakan sepiring buah - buahan yang telah dikupas dan siap makan dan dua gelas jus melon untuk Chanyeol dan Aiden
"Gumawo eomani.." Chanyeol tersenyum memperlihatkan deretan gigi rapinya
"Aiden sering bertanya kapan kau akan kemari lagi, dan begitu kau menelpon beberapa hari yang lalu, dia langsung senang sekali, tapi tadi dia pasti sangat kaget melihatmu yang sudah banyak berubah... kau tambah tinggi dan tampan.. aigoo..." Ryeowook menepuk lembut pipi Chanyeol
"nanti aiden juga akan tumbuh setinggi Chan hyung!" kata si kecil itu sambil melompat.
Chanyeol bersyukur bahwa Ryeowook adalah yeoja yang baik, dia benar - benar menerima dirinya dengan tulus di tengah keluarga kecilnya, bahkan dia mengajarkan Aiden untuk menghormati Chanyeol sebagai hyungnya.
Soren itu, Donghae sengaja mengajak Chanyeol mengantar Aiden ke tempat lesnya. Setelah berpisah di depan gedung tempat les Aiden, Donghae lalu mengajak Chanyeol untuk sekedar minum kopi bersama di starbucks.
"Bagaimana kamar eommamu?" tanya Dongahe setelah menyeruput esspresso hangatnya
"Eomma, dia baik... masih seperti dulu, pekerjaannya banyak sekali.." Chanyeol mulai berceloteh
"Lalu Sehun dan appamu?" Donghae kembali bertanya
"Kau adalah appaku,... Sehun dan Kyuhyun aboji juga baik..." Chanyeol kembali menyedot 1 large cup iced americano
"Kau bilang ada yang ingin kau bicarakan, apa?" tanya Donghae lembut
"Aku... akan menikah.." Chanyeol berkata kemudian
Donghae refleks langsung melotot ketika mendengar apa yang Chanyeol katakan
"Kau? akan menikah?" Donghae bertanya dengan wajah full terkejut
"Namanya Byun Baekhyun, dia teman kuliahku..." Chanyeol meyakinkan appanya
Donghae menarik napas dalam, mendengar kata - kata putranya itu dia teringat sesuatu tentang masa lalunya bersama Eunhyuk. Mereka berdua begitu dimabuk cinta hingga akhirnya menikah diusia muda karena Eunhyuk sudah mengandung Chanyeol saat itu.
"Apa dia... maksud appa... apa dia baik - baik saja?" Donghae bertanya perlahan
Chanyeol yang mengerti maksud appanya langsung tersenyum geli, "Appa... aku belum berbuat sejauh itu... aku hanya ingin menikah dengannya saja.."
Mendengar jawaban enteng Chanyeol, Donghae jadi merasa curiga.
"Pernikahan harus didasari oleh kekuatan cinta... bukan hanya karena ingin menikah lalu kau menikah.." Donghae menasehati anaknya
"Anii... appa dan eomma dulu juga saling mencintai tapi akhirnya berpisah kan... apapun bisa terjadi.." Chanyeol kembali menyedot iced americanonya.
"Maafkn appa... ini semua salah appa.." Donghae menggenggam tangan Chanyeol
"Baekhyun adalah anak yang baik, dan dia juga bisa mengerti aku dengan baik, selalu menolongku disaat orang lain tidak akan mampu melakukannya" Chanyeol kembali meyakinkan Donghae.
"Kau sudah dewasa nak, appa tidak punya hak untuk melarangmu memilkih siapapun untuk kau seret ke altar" kata Donghae tersenyum sambil mengacak rambut Chanyeol
Sementara itu di Korea...
Kris, Chen dan Suho mengajak Baekhyun berjalan - jalan ke sebuah Mall terbesar di Seoul. Kali ini tanpa Sehun karena Sehun harus menjaga rumah... atau dengan kata lain... bermain game tinggalkan saja Sehun dengan ipadnya. Sekarang mari kita buntuti ketiga namja tampan yang berjalan berama yeoja tomboy yang imut itu.
Kris berjalan di mall yang sudah seperti rumahnya itu, bagaimana tidak, Kris hapal betul seluk beluk mall berlantai 10 itu. Jadi mereka bertiga tidak perlu terlalu repot untuk mencari - cari appa yang mereka cari.
Pertama - tama Kris masuk ke dalam sebuah boutique, Kris lalu meminta pelayan toko untuk mengambilkan semua baju yang cocok dan pas untuk ukuran baekhyun.
Sekitar 4 pramuniaga toko membawa setumpukan baju - baju kehadapan Baekhyun yang mata sipitnya kini benar - benar bulat.
"Untuk apa ini semua sebanyak ini?" Baekhyun terkejut bertanya pada Kris
"Kau! mencobanya! sekarang!" Kris berkata dengan tampang coolnya
"Semua ini?" Baekhyun meninggikan suaranya
"ayo sudahlah... coba semuanya..." Trolling King Chen segera menyeret Baekhyun ke kamar ganti dan meminta dua orang pramuniaga wanita membantunya berganti pakaian
Seperti tiga orang pangeran lucu, Kris, Suho dan Chen duduk di depan ruang ganti menunggu Baekhyun. Setiap Baekhyun keluar mereka selalu akan berkomentar
"Bagus... karena warna kulitnya milky jadi warna - warna seprti itu akan cocok.." Suho berkomentar
"Tapi apa modelnya tidak terlalu aneh?" Kris memicingkan matanya
"Ya... itu karena dia berdirinya seperti itu.." Chen ikut mengomentari
"Kita ambil" kata mereka bertiga.
Baekhyun berulang kali berganti baju dan berulang kali juga harus mendengar komentar aneh ketiga namja dengan selera aneh menurut Baekhyun itu
"Oh! itu bagus.. kau terlihat Sexy!" Pekik Chen
"Waah... kau punya body line yang bagus, apa Lay juga memilikinya?" Suho ikut terpesona
"Jangan ambil pakaian itu!" Kris segera melempar baju yang lain
"Wae?" Protes Chen dan Suho
"Chanyeol itu Prevert mana bisa dia tahan jika melihat yeoja berpakaian sexy!" untung Kris mengingat sifat autentik sahabatnya yang satu itu
Dan dari satu boutiqe rata - rata mereka membeli 7 sampai 10 potong pakaian dan mereka memasuki sekitar 7 boutique, jadi jangan dibayangkan seberapa banyak kantong belanja yang dibawa Baekhyun. Dengan senang hati dan senyum bahagia, namja bersenyum malaikan yang bernama Suho itu menggesek kartu kreditnya.
"Anggaplah ini semua hadiah pernikahan dariku!" Suho berkata enteng
"Kau tak perlu heboh seperti itu, Suho biasanya belanja lebih banyak dari ini.. gwuenchana.." Chen berkata lebih enteng
"Ayo kita mencari sepatu" Kris menyeret Baekhyun yang nampak mematung
Untuk urusan sepatu, Chen dengan senang hati menggiring Baekhyun ke beberapa toko sepatu yang ada di lantai 4 mall itu. Chen memang memiliki ketertarikan sendiri pada sepatu.
Suho dan Kris memilihkan beberapa sepatu berhak tinggi yang runcing - runcing, tetapi Baekhyun menatapnya ngeri. Baekhyun memelas dan minta dikasihani saat membujuk ketiga namja fashionista itu agar mengijinkannya membeli flat shoes saja.
Tentunya ketiga flower boys itu tidak mau mengalah, mereka dengan seenaknya memaksa Baekhyun mencoba sepatu dengan hak 7 cm.
"Ayo... coba berjalan.." Kris memerintah dengan tatapan mengintimidasinya, seperti biasa.
"Jalan pelan - pelan oke.." Suho merentangkan kedua tangannya 3 meter di depan Baekhyun
"Hanaa..." Chen mulai menghitung dan Baekhyun mulai melangkahkan kaki kanannya
"Duul.." Chen melanjutkan hitungannya dan Kris ikut memajukan bibirnya
"Set..."
GEDUBRAK!
Baekhyun berkahir dengan mencium lantai dan terkulai indah disana. Kris segera menarik napas panjangnya, Suho segera membantu Baekhyun dan Chen menutup matanya tak percaya.
"Guere... kita coba wedges!" Kris berinisiatif
"Coba yang ini.." Chen menyerahkan sebuah Wedges setinggi 7cm pada Baekhyun
Suho membantu Baekhyun menggunakan wedges itu. Kini Baekhyun kembali di posisi awal, menunggu aba - aba untuk berjalan.
"Jalannya santai saja, tidak perlu menginjak - injak bumi seperti tadi" Kris memperingatkan
"Fokus... fokus.." Suho menggerakkan dua jarinya didepan matanya lalu kearah baekhyun berulang kali
"Hanaa...Duuull..." Chen menarik napas dan bersiap menutup matanya sebelum melanjutkan hitungannya, Kris dan Suho juga sudah mengerutkan dahi mereka.
"Set!"
Baekhyun mulai berjalan perlahan, selangkah, dua langkah, tiga langkah... senyum sudah terkembang di wajah Chen, Kris dan Suho sebelum akhirnya...
Slip... GEDUBRAK
"Oke... kita pilih flat shoes saja.." Kris menyerah.
Baekhyun terpeleset kebelakang karena tak bisa menyamakan irama langkahnya, kini dia harus rela menahan sakit dibagian bokongnya karena itu. Baekhyun kembali mengenakan sepatu kats kesayangannya sebelum akhirnya bergabung kembali dengan ketiga pangeran itu.
"Huft... sudah kubilang flat shoes saja tapi naga tiang itu memaksa terus.. sakit kan.." gerutu Baekhyun
"Kau bilang apa?" Kris menautkan alisnya menghampiri Baekhyun dan menyodorkan sebotol air mineral pada yeoja yang berusaha dia sulap itu.
"Anii... keunyang.."
GEDUBRAKK!
Bukan... kali ini bukan Baekhyun yang jatuh. Kali ini Kris lah yang tersungkur diantara etalase sepatu.
"Mianhae..." seorang yeoja yang menindih Kris langsung menangis ketakutan setelah Kris berubah menjadi dracula.
"YA! KALAU JALAN PAKAI MATAMU!" Kris membentak yeoja manis itu
"Mianhae.. mianhae.." yeoja itu berusaha bangun dan membantuu Kris bangun.
Beberapa tas belanjaan dengan merk Gucci berserakan disekitar mereka.
"Cheongseohamnida.. aku membawa banyak sekali barang belanjaan hingga tak melihat anda di depan.." yeoja itu membungkuk berulang kali.
Baekhyun membantu yeoja itu merapikan kantung belanjanya yang berserakan. "Ini..." Baekhyun mengembalikan kantung - kantung itu pada yeoja yang tadi menangis.
"yaa.. uljima... wajah namja itu memang seram kok, dia tidak sedang marah,..." Baekhyun menghibur yeoja dengan senyum manis itu.
Yeoja itu membungkuk lalu kembali berjalan.
"Huang Zitao!" Kris meneriakkan sebuah nama dan yeoja itu berhenti lalu berbalik
"Nde..."
"Dompetmu terjatuh... lain kali berjalanlah hati - hati" Kris mengambil beberapa tas dari tangan yeoja bernama Zitao itu.
"Akan aku bantu kau membawa ini agar tidak menabrak lagi..." Kris seperti biasa sok cool
"Ghamsahamnida..." Zitao kembali membungkuk.
Kembali ke Singapura...
Chanyeol bermain permainan papan bersama Aiden di kamarnya. Aiden sangat senang ada Chanyeol dirumah, bahkan Ryeowook tak pernah melihat Aiden tersenyum sebanyak itu dirumah. Aiden benar - benar menyukai Chanyeol.
"Chan hyung... Chan hyung punya pacar?" tanya si kecil Aiden
"punya... namanya Byun Baekhyun" Chanyeol menjawab dengan semangat
"Itu cincin hyung dengan pacar hyung?" Aiden meilirik cincin yang ada di tangan kanannya
Chanyeol melihat cincin itu. "Bukan... ini adalah cincinku bersama Kyungsoo..." gumamnya...
"Hyung,,,," Aiden membuyarkan lamuan Chanyeol
"Ndee... nde... ini cincin dengan pacar hyung..." Chanyeol merasakan nyeri dihatinya.
Entah kenapa Chanyeol masih belum melepas cincin itu sejak lama, apakah sekarang waktunya untuk melepaskan cincin itu? Tidak... ternyata Chanyeol mengurungkan niatnya untuk melepas cincing itu. Dia sendiri terlalu lelah memikirkan hatinya yang rumit.
"Kata Donghae kau akan menikah ya?" tanya Ryeowook lembut ketika hanya ada mereka berdua saja di ruang makan. Chanyeol merasa lapar di tengah malam dan Ryeowook memasak untuknya
"Nde eomani... aku akan segera menikah.." Chanyeol menjawab malu - malu
"Aku ingin sekali datang keacara pernikahanmu, tapi... aku tidak ingin mood eommamu terjun payung jika melihat kami... mianhaeyeo.." Ryeowook terlihat kecewa
"Gwuenchana... harusnya aku yang meminta maaf pada eomani jika eomma masih bersikap buruk pada eomani.." Chanyeol salah tingkah
"Ini... berikan ini pada calon menantuku... ini adalah set perhiasan yang diwariskan dari orangtuaku, aku harus memberikannya pada menantuku..." Ryeowook menyerahkan kotak perhiasan pada Chanyeol.
"Eomanii... tapi,.. ini kan untuk istrinya Aiden nanti.." Chanyeol kaget dan jadi sungkan
"Anii... harus kemenantu dari anak pertama,... dan anak pertamaku itu kau... bukan Aiden.." Ryeowook tersenyum lembut. Yeoja bernama Ryeowook ini benar - benar sangat baik, sungguh berbeda dengan eommanya yang sangat tempramental dan sibuk sendiri, kadang Chanyeol sering iri pada Aiden karena memiliki eomma sebaik dan selembut Ryeowook.
"Eommani... ghamsahamnida.." Chanyeol menitikan airmatanya sambil mengunyah makanannya
Ryeowook menggenggam tangan Chanyeol dan tersenyum
"Aku percaya kau adalah namja dewasa yang bertanggung jawab... aku sangat berharap agar kau bisa lebih baik dari kami, jagalah menantuku dengan baik, jangan sampai rumah tangga kalian berakhir karena keegoisan..." Ryeowook mengelus punggung tangan Chanyeol
"mianhae eommani... pernikahan ini hanyalah pernikahan pura - pura saja.." Chanyeol bergumam dalam kepalanya
"Sudah... jangan menangis... lain kali bawa menantuku kemari nde... Aiden pasti sangat senang punya noona.." Ryeowook kembali mengelus tangan Putranya itu.
Di Seoul...
"Kalian mau mengajakku kemana lagi hari ini?" Baekhyun membelalakkan matanya ketakutan.
Kali ini Kris dan Chen menyeretnya entah kemana. Ya mereka hanya bertiga kali ini. Suho? jangan ditanya... dia sedang ber-Lovey Dovey bersama Lay... FYI, mereka sudah resmi pacaran sekarang... ayo kita bilang wow!... dan Sehun? Tuhan tolong jangan tanyakan anak itu... karena sudah pasti dia sedang berkencan dengan PSPnya, atau mungkin dengan Ipadnya, atau mungkin bermain game di LTE? who cares... dia tidak mengganggu saja kita seharusnya bersyukur.
Pagi itu sekitar jam 8, Chen menyetir mobilnya dengan tenang, sementara mata Kris terpejam namun tidak tidur, dia hanya menahan telinganya untuk tidak mendengarkan ocehan Baekhyun
Baekhyun trauma dengan perlakukan sahabat - sahabat Chanyeol itu, beberapa hari ini mereka sering sekali menculiknya dan mengajakknya ketempat - tempat yang menurutnya sangat aneh.
Setelah diajak untuk membobol mall, Baekhyun sempat diajak ke kelas kepribadian, selama seharian penuh Baekhyun dididik oleh para trainer. Baekhyun belajar cara jalan, cara duduk, cara tersenyum, cara makan, cara berbicara dan segala cara untuk terlihat seperti yeoja!
Selama ini kan memang ya Baekhyun adalah yeoja yang sangat tomboy, dan kadang - kadang sampai dikira kalau dia itu namja karena rambut pendeknya. Maka dari itu, hari ini Chen dan Kris menculik Baekhyun, lagi, untuk memake over penampilannya.
Disinilah mereka sekarang! Sebuah salon besar dan sibuk.
"Aku mau diapakan?" Baekhyun ketakutan
"Aku akan menyerahkanmu kepada tangan yang tepat!" Kris berbisik di telinga Baekhyun
"Jongdae-ah.. aku mau diapakan disini?" Baekhyun nampak ketakutan
"Kau... seperti anak kecil yang diajak ke dokter gigi saja... apa perlu setelah ini aku membelikanmu ice cream?" ledek Chen
"Kris oppa..." suara serak - serak basah memanggil nama Kris. Kris pun tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Hai... masih ingat aku?" Zitao melambaikan tangannya kepada Baekhyun
"Ahh,.. kau yeoja yang jatuh di mall waktu ini kan... Anyeong.. Baekhyun imnida.." Baekhyun tersneyum lucu
"Zitao imnidaaa... Ini adalah salon milik eommaku... Kris oppa bilang mau memake over calon istri sahabatnya, jadi aku menawarkan salon ini padanya... tapi, Baekhyun-ssi sudah imut.. mau di make over apa lagi.." Zitao mengernyitkan matanya
"Jadikan dia yeoja,... ajari dia cara make up dan... apapun itu terserah kau saja Zitao... yang jelas dia jadi cantik" Kris berkata masih dengan tatapan sok coolnya
"Okay,... itu perkara mudah.." Zitao menjentikkan jarinya.
Kris dan Chen yang tentu saja sudah pasti tidak betah ada di Salon khusus yeoja memilih untuk mencari cafe atau apapun untuk nongkrong selama Baekhyun melakukan transformasinya.
Zitao meminta 4 orang pegawainya untuk menghadapnya di ruang kerja eommanya. Seorang hair stylish, Seorang make up consultan, Seorang ahli kecantikan kulit dan seorang lagi ahli nujum... bukan... seorang lagi ahli fashion yang akan membantu Baekhyun dalam mematch penampilannya sehari - hari.
Baekhyun memulai semua perawatanya dari meni pedi, luluran, dan yang lainnya yang berhubungan dengan kecantikan kulit dan tubuhnya. Setelah sekitar 3 jam semuanya selesai, Baekhyun pindah ke hair stylish. Sesaat namja kemayu itu bingung karena rambut Baekhyun terlalu pendek, akhirnya dia memutuskan untuk menyambung rambut baekhyun dan memberi warna hitam kemerahan untuk rambutnya, dan sedikit poni kesamping yang dibiarkan agak panjang. Penataan rambut berlangsung selama 4 jam.
Baekhyun sempat berteriak kencang setelah melihat pantulan dirinya dnegan rambut yang panjang itu. Kini Baekhyun pindah ke ahli make up, disana dia diajarkan cara memake up dirinya sendiri, mulai dari alas bedak, bedak, blush on, eye shadow, *eyeliner, maskara, lipstik sampai dengan cara meadukan warna A sampai Z dan segala macamnya. Kegiatan itu berlangsung selama 3 jam kurang lebih.
Terakhir, Baekhyun bertemu dengan ahli fashion. Walaupun dirinya sendiri sebenarnya adalah ahli fashion, tapi dia hanya bisa melihat yang cocok untuk orang lain, dan jika itu untuknya, dia hanya akan cuek cuek dan cuek. Baekhyun ini calon desainer yang agak - agak rupanya. Tidak butuh waktu lama untuk Baekhyun mengerti mix and match itu, 1 jam saja sudah membuatnya paham.
Dan inilah Baekhyun yang baru, yeoja imut dan manis berambut panjang dengan dandanan natural dan feminim, benar - benar tipe yeoja idaman.
Zitao yang memandang hasilnya membutuhkan beberapa menit untuk bisa menutup mulutnya sangking takjub, ini memang pegawainya yang handal atau Baekhyun itu memang seorang malaikat berwajah imut?
"ASTAGA KAU CANTIK SEKALI!" Zitao berteriak sambil memeluk Baekhyun. Transformasi yang berlangsung selama kurang lebih 11 jam itu membuahkan hasil yang luar biasa.
.
Dua namja yang hampir putus asa berkeliling mall dan mengitari seoul selama 11 jam, mereka adalah Chen dan Kris. Begitu mendapat telpon dari Zitao jika Baekhyun sudah siap, mereka serasa napi dibebaskan tanpa syarat.
Sesampainya di Salon, Chen hampir kehilangan kesadarannya dan Kris tanpa dia sadari melongo melihat sesosok Baekhyun yang sudah berubah total.
"Apa kau benar - benar Byun Baekhyun?" Kris tidak percaya
"Yeoppo... ceongmal nomu nomu nomu yeoppo!" Chen menggelenggkan kepalanya.
"Gumawoo!" Baekhyun tersenyum bangga.
"Jika saja kau bukan calon istrinya Chanyeol aku akan mendekatimu!" Chen tertawa lebar
"Kau mau bawa Minseok kemana kalau begitu huh?" Kris menyeringai kesal.
"Ayo, Sehun dan Suho sudah berangkat ke Incheon untuk menjemput Chanyeol... kita harus menunggu mereka di rumah, Lay juga ada di rumah kami.." Kris berkata setelah menggesek kartu kreditnya kemudian berpamitan pada Zitao.
"Aku tak sabar melihat wajah Chanyeol ketika melihat Baekhyun... jantungnya pasti copot" Chen mengoceh
"Hahahaha... sudah kubilang kan, aku ini pesulap... apapun akan menjadi kenyataan.." Kris membusungkan dadanya.
Baekhyun yang duduk dengan gugup di jok belakang terus memikirkan bagaimana reaksi Chanyeol setelah melihatnya nanti... apakah hati Chanyeol akan berbalik untuknya?
.
.
.
-TBC-
.
.
.
(Part 3! : You don't know me!) *TEASER*
"Hyung!..." Sehun melambaikan tangannya bersemangat. "DUGUSEO?!" mata Chanyeol hampir melompat bersamaan dengan jantungnya.
"Ya,... jangan tersenyum, kau tau? kau itu cantik!"
Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun erat. Dia menyelipakan cincin couplenya bersama Kyungsoo ke saku blazer lainnya.
"Apa kau yakin hanya berpura - pura saja pada cucuku? Tatapan matamu itu lo... tidak meyakinkan.." Kangta menggoda Chanyeol yang daritadi menatap Baekhyun
"Kalian tumben sekali pulang ke rumah... duguseo?"
"KALIAN MAU MENIKAH?" Kyuhyun dan Eunhyuk mengharmonisasi vokal mereka
"Chanyeol-ah... karena ini hanya berpura - pura... tolong jangan bawa hal - hal seprti itu.." Baekhyun menitikan airmatanya
"Kami sudah jadi suami istri sekarang!" Baekhyun memekik keras
"Apa kau benar - benar menyukai Chanyeol? Hyungku hanya berpura - pura saja... kau jangan terlalu serius" Sehun memperingatkan
"Kalian sudah menikah?" Kyungsoo hampir kehilangan napasnya karena terkejut
"Chanyeol oppa... tolong aku..." "Kyungsoo kenapa kau menangis, Kau dimana?"
"Aku harus pergi.." Chanyeol menyingkirkan Baekhyun dari jalannya
"Chanyeol belum pulang?"
"Anggap saja ini Chanyeol yang memelukmu..." Sehun lalu tersneyum melihat wajah tertidur Baekhyun
"SUDAHLAH KAU DIAM SAJA! KAU TIDAK MENGENALKU!"
"Pasangan pengantin baru seharusnya berbulan madu... bukan bertengkar..." Kyuhyun tiba - tiba datang kerumah mereka
"Jika bukan karena eomma dan aboji, aku tidak akan kemari" gerutu Chanyeol
"Kau pasti masih kesal melihat kemesraan mereka iya kan?"
"Hujan!"
"Gwuenchana... ayo kita lanjutkan! hujan akan membuat permainan ini semakin menarik.."
"Apa ini semua benar - benar hanya berpura - pura?" Chanyeol bertanya dalam hatinya setelah memejamkan mata, mengatur kembali napasnya yang masih tersengal
"Park Chanyeol, teruslah berpura - pura hingga kau terbiasa dan lupa bahwa kau sedang berpura - pura... aku mencintaimu" Bakehyun mengusap Chanyeol yang tertidur disebelahnya, lalu menyelimuti tubuh namja jangkung yang tanpa busana itu.
.
.
.
Author Corner :
Yaaaa... gimana - gimana? apa kalian suka WGM ChanBaek Version ini? hehehe... Author sudah sebisa mungkin untuk mambuat ini ringan dan full sweet momment... bikin FF ChanBaek ini kok berasa berat ya... apalagi abis baca 10080... aaak... tapi ini gak akan berakhir seperti itu... CHANBAEK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN! *oke enough*
Keep reading ya readerdeul...
Oh ya... jangan lupa baca juga WGM versi yang lainnya nde... kekeke..*promo deh*
RnR Hajuseo!
.
.
.
Thanks to my beloved reviewers yang udah menyadarkan author kalo sebelumnya banyak banget salah nama di FF ini...
Semoga Part 2 ini tidak mengecewakan nde... Terimakasih karena sudah selalu setia dan mensuport author, maaf tidak membalasnya satu - satu karena ini postingnya sambil ngantri di dokter... kekeke... SARANGHAEYEO!
- AnjarW - diya1013 - Amortentia Chan - LeeYeon - QyuDev178 - Jessica807 - Rima-TAOma - MidnightPandaDragon1728 - - ondubu - Nadin - ArraHyeri - hyeclouds1001 - - Ai Rin Lee - Octa Pyromaniacs Cronics - exindira - deerlohan - ChanLoveBaek - DiraLeeXiOh - shinLophLoph -
Dan terimakasih juga untuk yang sudah memfollow dan favorite cerita ini... *bow*
Terakhir thanks to silent reader... please don't keep silent ndee... kekekee..
AKHIR KATA AUTHOR MENGUCAPKAN
GHAMSAHAMNIDA... AUUUU... AH! SARANGHAEYEO!
