WE GOT MARRIED
ChanBaek Part 3
"You don't know me!"
.
.
Rate: T Semi M (WASPADA ADEGAN NC)
Main Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Do Kyungsoo
Side Cast : Kris, Chen, Suho
Pairs : ChanBaek
.
.
Genre : Gender Switch (GS), Romance, Love, comedy, Drama
Disclaimer : EXO hanyalah milik Tuhan dan SM,
dan para member adalah milik orang tua dan diri mereka sendiri...
Yang author miliki di cerita ini hanya jalan ceritanya
serta semagat untuk terus mencintai EXO… ah.. Saranghaeyeo!
.
.
.
PERINGATAN!
Chapter ini amat sangat panjang karena ini adalah 2 Chapter gabung jadi 1.
Untuk cerita ini, saya tidak membenci Kyungsoo, tapi dia memang harus berperan sebagai tokoh yang antagonis
Sekali lagi diingatkan Chapter ini sangat sangat panjang...
.
.
TYPO(S) ARE EVERY WHERE
.
NEED REVIEW
NO BASH
NO PLAGIARISM
NO HATE
JUST LOVE EXO
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
Previous
Dua namja yang hampir putus asa berkeliling mall dan mengitari seoul selama 11 jam, mereka adalah Chen dan Kris. Begitu mendapat telpon dari Zitao jika Baekhyun sudah siap, mereka serasa napi dibebaskan tanpa syarat.
Sesampainya di Salon, Chen hampir kehilangan kesadarannya dan Kris tanpa dia sadari melongo melihat sesosok Baekhyun yang sudah berubah total.
"Apa kau benar - benar Byun Baekhyun?" Kris tidak percaya
"Yeoppo... ceongmal nomu nomu nomu yeoppo!" Chen menggelenggkan kepalanya.
"Gumawoo!" Baekhyun tersenyum bangga.
"Jika saja kau bukan calon istrinya Chanyeol aku akan mendekatimu!" Chen tertawa lebar
"Kau mau bawa Minseok kemana kalau begitu huh?" Kris menyeringai kesal.
"Ayo, Sehun dan Suho sudah berangkat ke Incheon untuk menjemput Chanyeol... kita harus menunggu mereka di rumah, Lay juga ada di rumah kami.." Kris berkata setelah menggesek kartu kreditnya kemudian berpamitan pada Zitao.
"Aku tak sabar melihat wajah Chanyeol ketika melihat Baekhyun... jantungnya pasti copot" Chen mengoceh
"Hahahaha... sudah kubilang kan, aku ini pesulap... apapun akan menjadi kenyataan.." Kris membusungkan dadanya.
Baekhyun yang duduk dengan gugup di jok belakang terus memikirkan bagaimana reaksi Chanyeol setelah melihatnya nanti... apakah hati Chanyeol akan berbalik untuknya?
.
.
.
Part 3! : You don't know me!
.
.
.
"Chan hyung akan kembali ke Korea sekarang?" Aiden menatap Chanyeol dengan mata berkaca - kaca
"mmm... Chan hyung kan masih harus kuliah..." Chanyeol membelai lembut pipi Aiden
Aiden langsung memeluk Chanyeol dan menangis di pelukan namja jangkung itu. Aiden terisak sangking sedihnya. Hanya dua hari saja dia bisa menikmati indahnya punya seorang hyung, dan dalam waktu sesingkat itu rasanya sangat kurang. Aiden masih ingin bersama hyungnya, masih ingin bermain, belajar, menggambar, makan dan tidur bersama hyungnya.
Chanyeol yang dengan jelas dapat merasakan kesedihan Aiden hanya bisa mengusap - usap rambut tebal di kepala mungil Aiden. Dia tau seberapa besar rasa sayang Aiden untuknya, dan diapun menyayangi Aiden dengan segenap hatinya, walaupun beda ibu, dia lah satu - satunya saudara Chanyeol di dunia ini, walaupun berjarak usia sangat jauh Chanyeol tetap bisa menjadi kakak yang baik untuk adik kecilnya itu.
Dengan berat Chanyeol masuk kedalam ruang tunggu pesawat, tak berani menoleh ke belakang karena jika dia menoleh ke belakang maka tatapan mata Aiden bisa saja menahannya lebih lama.
"Aiden sayang Chanyeol hyung..." kalimat yang selalu terlontar dari bibir kecil itu selalu terngiang, bahkan ketika dia sedang dipesawat. Dia ingin merasakan sebuah keluarga yang seperti itu, punya adik, punya ayah yang bisa diajak bicara, punya ibu yang seperhatian Ryeowook, bukan berarti dia tidak menyukai Eunhyuk ibu kandungnya. Tapi, Eunhyuk hanya akan selalu sibuk sendiri dibandingkan memperhatikannya, bahkan terkadang Eunhyuk lebih menyayangi Sehun dibandingkan dengannya.
"Hyung!..." Sehun melambaikan tangannya bersemangat setelah melihat bayang - bayang Chanyeol keluar dari terminal kedatangan.
Chanyeol dapat melihat dengan jelas seorang namja yang lebih muda 8 bulan darinya, yang menjadi adiknya sejak 10 tahun yang lalu, yang selalu bersamanya sebagai saudara. Senyuman merekah diwajah Sehun, selalu hangat untuknya. Sebenarnya keluarganya disini juga baik - baik saja, hanya selalu ada yang salah dalam hatinya, keluarga yang dia inginkan tidak pernah seperti ini.
Chanyeol langsung memeluk adik dengan marga berbedanya itu erat. Sehun yang tidak mengerti mengapa tiba - tiba Chanyeol memeluknya, hanya balik membalas pelukan itu.
"Kau tau kan kalau hyung menyayangimu?" kata Chanyeol masih memeluk Sehun
"Hyung... waegeure?" Sehun merasa ada yang aneh pada namja bertelinga peri itu
"Anii... aku hanya merindukanmu,... nae dongsaeng" Chanyeol menepuk bahu Sehun lalu melepaskan pelukannya
"Nadoo... hyung.." Sehun mentap kakak tak sedarahnya dengan tatapan sendu, Sehun tau Chanyeol pasti seperti itu setiap baru pulang dari Singapura.
Aiden dan Sehun, mereka berdua adalah adik Chanyeol yang diberikan Tuhan melalui takdir yang tak biasa. Dan Chanyeol menyayangi mereka berdua dengan segenap hatinya.
Lay membuka pintu rumah kediaman komplotan tampan itu, dia terkejut melihat yeoja cantik yang disadarinya betul adalah sosok Byun Baekhyun sahabatnya.
"Ya... kau... apa yang terjadi padamu Baek?" tanya Lay sambil menatap takjub pada Baekhyun
"Aku... disulap oleh si Kris.." Baekhyun terkekeh geli.
"Mana Suho dan Sehun? apa mereka belum sampai?" Chen melihat rumahnya kosong
"Belum, Suho oppa bilang jalanannya macet..." Lay menjawab tanpa memalingkan wajahnya dari Baekhyun
"Ya.. jangan tambahkan embel - embel oppa dibelakang nama Suho, itu mengganggu telingaku.." Kris sedikit menggaruk telinganya yang risih.
Lay dan Baekhyun menyiapkan makan malam di rumah itu, Chen merasa bahagia karena dapur itu biasanya sepi dan tak pernah ada kegiatan berarti di sana. Kekasihnya Chen biasanya memasak disana, namun kini Minseok sedang sibuk dengan studinya di Jepang jadi harus LDR dengan Chen.
Makan malam sudah tertata rapi di meja makan, dan sesaat setelah itu suara mobil berderu masuk ke halaman rumah itu. Bahkan suara tawa Sehun, Suho dan Chanyeol terdengar begitu jelas ketika pintu rumah mulai terbuka.
"Bagaimana kabar appamu dan keluarganya?" Kris menghampiri Chanyeol yang terlihat lelah
"Semuanya baik... seperti biasa.." Chanyeol mengangkat bahunya
"Ya... makan malam sudah siap... cepat ganti baju lalu bergabung ke ruang makan.." Chen menginstruksi Chanyeol
Suho berniat mencari Lay ke dapur, namun Lay tidak ada, yang dia temukan malah sesosok yeoja cantik yang nampak asing, dia bukan Lay, bukan juga Minseok. Suho sempat berpikir jika yeoja itu adalah kekasih barunya Kris.
"Suho-ah... waseo.." Baekhyun tersenyum
Sepintas Suho merasa seperti pernah melihat orang ini namun siapa dia? Kenapa sok akrab sekali?
"Nde... nan waseo... kau... lihat Yixingku?" Suho masih mengingat - ingat siapa yeoja yang ada di hadapannya
"Yixing? dia sedang di toilet... sudah merindukannya huh?" Baekhyun tersenyum kearah Suho
"Suho oppa..." Lay datang dan tersenyum manis menghampiri Suho
"Yixing-ah.. siapa yeoja itu?" bisik Suho pada pacar manisnya itu
"Ya? apa oppa benar - benar tidak mengenalinya? dia Baekhyun..." Lay tertawa melihat ekspresi wajah Suho
"Cinca? ige cinca Byun Baekhyun?" Suho terbelalak melihat perubahan drastis itu, Baekhyun hanya bisa tertawa dan mengangguk dalam tawanya.
Sehun masuk ke dalam dapur, seperti biasa dia memang tidak peka dan selalu salah fokus, dia bahkan tidak memperhatikan Baekhyun di sana, Sehun membuka kulkas dan mengedarkan seluruh pandangannya mengabsen semua isi kulkasnya, tapi kemudian dia hanya mengerutkan alisnya dan mengerutkan wajahnya.
"Hyung kau liat yoguhrtku?" tanya Sehun pada Suho.
"Ani... ya Sehun-ah... kau sudah bertemu Baekhyun belum?" Suho menarik bahu Sehun hingga keluar dari kulkas
"Aaaah... aku mau yoguhrtku..." Sehun menampik tangan Suho dan kembali mencari yoguhrtnya.
Semua orang sudah berkerumun di meja makan kecuali Chanyeol yang nampak baru selesai mandi, Sehun masih berjongkok di sepan kulkas dan masih mencari yoguhrtnya, perlahan Baekhyun membuka pintu kulkas diatasnya, lalu gadis cantik itu menepuk bahu Sehun.
"Yoguhrtmu ada di freezer!" ucap Baekhyun
Sehun memalingkan wajahnya dan seperti melihat hantu, mata Sehun yang sipit kini membelalak sangking kagetnya.
"DUGUSEO!" hentak Sehun sangking kagetnya
"Kau tidak mengenaliku?" Baekhyun bertanya perlahan tentu dengan senyum manisnya
Sehun sudah kenal itu Baekhyun, dari suara merdu yeoja itu Sehun hapal betul, tapi Sehun hanya bisa ternganga dan tak mampu berkata apapun.
"Waah... makan malam kita enak sekali, apa kakak iparku yang menyiapkan semuanya?" Suara berat Chanyeol membahana di ruang makan.
Yixing yang tersenyum lalu menggeleng pelan, "Anii... aku menyiapkannya bersama Baekhyun" jawabnya
"Baekhyun? diamana dia?" Chanyeol mengedarkan seluruh pandangannya namun dia tidak menemukan sosok Baekhyun.
"Yeogiseo..."
Baekhyun yang tadi berjongkok di depan kulkas kini berdiri dan berbalik menghadap Chanyeol. Baekhyun tersenyum dan menunjukkan eye smilenya.
"NDUGUSEO?!" mata Chanyeol hampir melompat bersamaan dengan jantungnya, ekspresi wajahnya kini sungguh terlihat sangat aneh,
"Nan Baekhyunie.. Byun Baekhyun.." jawab Baekhyun dengan mimik yang imut
Chanyeol menatap Baekhyun dari atas sampai kebawah lalu mengulang lagi dari bawah keatas, Sehun yang masih jongkok di depan kulkas yang masih terbuka nampak sudah mulai beku, terlihat dari bola matanya yang tidak sedikitpun berpindah dari sosok Baekhyun.
"Ya... kenapa kau jadi begini?" Chanyeol memuntahkan pertanyaan bodoh sangking kagetnya
"Aku..."
"Ya... dia cantik kan?" Chen menyombongkan Baekhyun
"Itu hadiah pernikahan dari aku, Suho dan Chen utnuk Baekhyun.." Kris menambahkan
"Walaupun aku ikut andil dalam hal ini tapi aku sama sekali tidak pernah menyangka hasilnya akan sebegini jauh.." Suho masih terpana melihat sosok Baekhyun
"Tapi ini sih ideku..." Sehun akhirnya bangkit dari kubur.
"Aku rasa walaupun hanya berpura - pura tentunya Baekhyun harus menjadi menantu idaman eomma kan?" Sehun menyambung perkataannya namun masih memandang Baekhyun
"Nde... aku sedikit berubah karena itu.." Baekhyun tersenyum malu, semburat merah di pipinya memperimut wajah baby Baekhyun
"Ya... kenapa kau berubah hanya karena hal seperti itu sih... kau tidak usah melakukannya... direstui atau tidak, ini kan hanya pura - pura, kau tak perlu serepot itu lah... " Chanyeol berkata masih dengan pandangan konyolnya
Mendengar apa yang dikatakan Chanyeol, Baekhyun menjadi agak aneh, 'apa Chanyeol tidak suka dengan perubahanku?' pikirnya
"Yaaah... sampai kapan hanya diam saja, ayo makan..." Lay memecahkan susana yang agak awkward itu
"mmmm... sup ini enak sekali, resep siapa ini?" tanya Chen dengan mata berbinar
"Itu Baekhyun yang masak, walaupun tomboy begitu dia sangat pandai memasak.." Lay mempromosikan sahabatnya
"Wah.. ini bukan main - main, aku minta resepnya nanti biar kuberikan pada Minseok" senyum Chen merekah sempurna
"Ya... aku sudah susah - susah menyulapmu jadi cantik, tapi kenapa kau tidak tersenyum?" Kris memprotes kemurungan Baekhyun
"aaa...anii..." Baekhyun agak gugup dengan tatapan intimidasi Kris
"Sudah jangan dilihat, Hyungku yang satu itu memang suka mengintimidasi.." Sehun berkata sambil mengunyah makanannya
Baekhyun melihat cara makan Sehun begitu lucu, akhirnya diapun tersenyum. Sementara Chanyeol sedikit merasa bersalah karena dia merasa hilangnya senyum Baekhyun adalah karena ucapannya tadi.
.
Usai makan, Baekhyun dan Lay membersihkan kembali peralatan makan yang digunakan tadi. Kris sedikit membantu merapikan meja.
"Tersenyumlah... jangan hiraukan kata - kata Chanyeol tadi, dia memang begitu.." Kris bergumam di sebelah Baekhyun yang sedang menucuci
"mmm... gwuenchana..." Baekhyun membalas lemah
"Bersikaplah biasa... kau hanya... belum mengenalnya.." Kris bergumam lagi.
"Mianhae karena Suho oppa harus menjemput orang tuanya, aku jadi merepotkanmu..." Yixing yang baru turun dari mobil Sehun langsung membungkuk dan berterima kasih pada Sehun yang sudah mengantarnya pulang.
"Gwuenchana... aku juga sedang ingin keluar.." jawab Sehun menganggukkan kepalanya sebentar.
Namun si murung Baekhyun yang duduk disamping bangku kemudi masih saja menunduk dan berpikir sendirian dikepalanya, senyumnya entah merantau kemana semenjak apa yang dikatakan Chanyeol tadi.
Sehun kembali menginjak pedal gas mobilnya dan bergegas mengantar Baekhyun pulang ke rumah kakeknya. Sehun dan Baekhyun tidak pernah secanggung ini sebelumnya, itu karena Baekhyun yang selalu saja bisa mencari topik yang pas untuk dibicarakan dengan namja imut bermata sipit itu.
"Baekhyun-ah..." Sehun akhirnya bersuara
"mmm..." Baekhyun juga akhirnya mengangkat kepalanya
"Kau mau makan es krim tidak?" Sehun juga tidak mengerti kenapa bertanya seperti itu
"Anii.. aku mau langsung pulang saja.." Baekhyun berkata masih dengan wajahnya yang agak murung
"Tapi aku ingin makan es krim... kata eommaku, es krim bisa membuat mood kita lebih baik" suara khas Sehun membuat kata - kata itu terlihat manis
"Apa aku benar - benar sefrontal itu ya?" Baekhyun malu sendiri karena Sehun menangkap mood buruknya
"mmm... moodmu sedang buruk.." Sehun bergumam.
Akhirnya di sinilah mereka, disebuah gelato parlor di tengah kota Seoul yang ramai. Baekhyun memesan es krim strawberry dengan toping strawbery dan jelly, sedangkan Sehun, dia juga memesan es krim strawberry namun dengan toping coklat dan oreo. Mereka perlahan melahap es krim itu dnegan perlahan dan tak ada percakapan hingga akhirnya Sehun kembali membuka mulutnya duluan
"Ini adalah tempatku dan eomma sering membeli es krim bersama..." Sehun berkata sambil melahap es krimnya
"Saat aku sedih karena appa sibuk, atau jika eomma meminta maaf karena sudah memarahiku, atau jika aku mendapatkan nilai yang baik di sekolah... eomma pasti membawaku kemari, selalu duduk di pojok sini dan makan es krim kami..." Sehun bercerita lagi.
"Mianhae... apa ini tentang eommamu..." Baekhyun ingin bertanya namun Sehun keburu menjawabnya
"Nde... eomma kandungku... sebelum orang tuaku bercerai... eommaku.." Sehun kini menyipitkan matanya karena tersenyum
"Dia pasti seorang eomma yang menyenangkan.." Baekhyun ikut tersenyum
"Nde... dia adalah seorang yeoja cantik dengan pipi yang cukup chubby, mata kelincinya yang indah, bibirnya yang selalu tersenyum lembut dan tangan halusnya yang selalu membuatku tenang..." Sehun menyendok lagi es krimnya
"Sepertinya eommamu cantik, dimana dia sekarang?" Baekhyun bertanya penasaran
"Tentu saja dia cantik, apa kau tidak lihat anaknya saja setampan ini... hahaha.." Sehun tertawa dan tawanya juga disambut Baekhyun
"Sekarang eommaku... dia ada di London" Sehun berkata datar
"Jauh sekali, apa eommamu bekerja di sana?" Baekhyun bertanya antusias, nampak moodnya sudah mulai membaik
"Eomma dan appaku bercerai 11 tahun yang lalu, aku tidak tau apa alasan mereka bercerai, yang aku tau suatu hari aku tidak lagi bisa menemukan eommaku di rumah, tak ada tanda - tanda apapun sebelumnya, eomma juga tidak meninggalkan pesan apapun... aku bahkan sempat membencinya, aku pikir dia meninggalkanku... aku bahkan membenci rasa strawberry kesukaannya, pokoknya aku membenci semua yang berhubungan dengan eomma... namun, beberapa bulan setelah itu, kakekku memberi tahu bahwa eomma dan appa berpisah karena mereka berdua sudah tak bisa lagi mengerti satu sama lain, dan sebenarnya mereka sudah terlalu sering bertengkar, hanya saja tidak pernah didepanku... tapi aku tidak tau kenapa eomma ke London, dia tidak pernah memberitauku walaupun sekarang kami sering berbalas email... dan sekarang aku sudah tidak membenci eommaku lagi, dan aku akan selalu makan es krim rasa strawberry jika aku merindukannya" Sehun memainkan es krimnya sebentar lalu kembali berkata
"Setahun setelah mereka bercerai, appaku menikah dan aku punya seorang eomma baru, dan yang paling menyenangkan adalah... aku punya saudara, aku punya seorang hyung. Sejak kecil aku sangat ingin memiliki seorang hyung dan seorang dongsaeng yang cantik, tapi tak ada yang menghiraukanku... tapi itu tidak apa - apa, karena aku akhirnya mendapatkan Chanyeol yang lebih tua 8 bulan dariku sebagai hyungku..." Sehun kini menatap es krimnya
"Setelah menikah lagi, eomma dan appa tidak pernah tinggal bersama kami, mereka berdua sibuk dengan urusan mereka masing - masing... bisnis mereka, dan karir mereka... tapi aku tidak merasa terbebani lagi, karena aku punya hyung yang baik... Chanyeol hyung, dia memang orang yang agak susah dalam bergaul, kata - katanya juga sering tidak enak didengar, kadang aku merasa hati dan mulut hyung itu sering tidak kompak karena kata - kata yang dia ucapkan sering kali membuat orang lain sedih... awalnya juga aku begitu... tapi lama kelamaan aku mulai melihat sisi lain hyungku, dia adalah sesosok yang hangat dan penyayang, walaupun aku adik tirinya, walaupun eommanya sangat jelas lebih memperhatikan aku daripada dia, dia tidak pernah membeciku seperti kakak tiri, dia bahkan selalu membagi apapun yang dia punya untukku... dingin diluar dan hangat di dalam, dia adalah orang yang seperti itu..." Sehun tersenyum geli
Baekhyun yang sedari tadi mendengarkan cerita Sehun merasa semakin baik, namja tampan dan imut itu benar - benar membuatnya lebih nyaman... mendengar cerita Sehun, dia bisa melihat bagaimana sisi lain Chanyeol yang belum dia ketahui, namja yang tidak bisa bergaul dengan baik karena kata - kata pedasnya, namun hati Chanyeol yang Sehun bilang begitu lembut membuat Baekhyun semakin menyukai namja itu.
Namun sesaat, Baekhyun menyadari maksud pembicaraan Sehun... Baekhyun sendiri heran bagaimana bisa namja yang terlihat manja itu bisa mengerti perasaannya dengan baik... Sehun sangat menyenangkan dan bisa membuat Baekhyun nyaman hanya dengan mendengarnya bicara, persis seperti seseorang... seseorang yang dia rindukan... yang dulu selalu menghiasi masa lalunya...
"Gumawo Sehun-ah... kau membuatku lebih baik..." Baekhyun bergumam sambil tersenyum.
Senyum Baekhyun begitu manis, Sehun merasakan ada getaran yang aneh melihat senyuman itu. Senyuman yang bisa dibilang mirip senyum eommanya dulu. Sehun merasakan hal yang membuat dia ingin selalu melihat senyum itu, ada yang salah dengan degupan jantungnya kali ini.
"Ya,... jangan tersenyum, kau tau? kau itu cantik!" Sehun lalu membalas senyuman Baekhyun dan akhirnya mereka menyantap lagi es krim yang hampir meleleh itu.
"Byun Baek Baek!" Chanyeol berteriak pada Baekhyun yang ada di seberangnya.
Baekhyun menoleh kearah suara barito yang memanggilnya. Chanyeol lalu berlari dan mendekati Baekhyun "Kuliahmu sudah selesai?" tanya Chanyeol.
"Sudah... baru saja.. kau sendiri?" Baekhyun balik bertanya
"Aku memang tidak kuliah" Chanyeol nyengir
"Lalu kenapa kau ke kampus?" Baekhyun mengernyitkan matanya
"Aku... mau bertemu denganmu..." Chanyeol nyengir lagi
Chanyeol tiba - tiba menggenggam tangan Baekhyun lalu menariknya mendekat
"Ya... kenapa kau selalu begini? " Baekhyun pipinya memerah
"Kau kan calon istriku, aku tidak mau kau diperhatikan seperti itu oleh namja - namja lain.." Chanyeol mempoutkan bibirnya
Semenjak Baekhyun berubah penampilan, memang banyak namja yang memberikan perhatian pada Baekhyun, bahkan Baekhyun kini jadi pusat perhatian di kampus, kecantikan dan keimutannya mendadak menjadi sorotan. Maka dari itu Chanyeol sering datang ke gedung jurusan Baekhyun hanya untuk menjemputnya atau hanya untuk mengajaknya makan siang. Dan dengan begitu, muncul desas desus kalau Chanyeol memang ada hubungan khusus dengan Baekhyun.
"Apa kau mulai cemburu jika banyak namja yang mengincarku?" Baekhyun menggoda Chanyeol
"Mwo?... apa tidak boleh? bagaimanapun aku ini tetap calon suamimu... arra?" Chanyeol salah tingkah
"Serius sekali... hehehe..." Baekhyun terkekeh melihat wajah gugup Chanyeol
"Kita akan menikah minggu depan, hari ini kita akan bertemu kakekmu kan?" Chanyeol masih memegang tangan Baekhyun
"mmm... dia sudah ku beritahu..." Baekhyun bergumam
"Apa dia tidak marah?" Chanyeol menatap Baekhyun seraya berjalan
"Sudah kubilang kan dia adalah kakek paling pengertian di seluruh dunia.." Baekhyun tersenyum manis
Chanyeol ikut tersenyum meilatnya. Akhir - akhir ini Chanyeol jadi banyak senyum akibat sering berdekatan dengan Baekhyun.
Mereka langsung menuju rumah Baekhyun, tak banyak percakapan yang mereka lakukan di mobil, kecuali sedikit membincangkan tentang kakek Baekhyun yang lucu dan baik hati. Kakek Baekhyun yang masih terlihat keren diusianya yang sudah kakek - kakek, dan masih tetap modis, Kangta Haraboji.
"Haraboji..." Baekhyun langsung memeluk kakeknya setelah pria tua itu membukakan pintu rumahnya
"Aigoo... cucuku, seperti baru datang dari mana saja..." Kangta ikut memeluk Baekhyun
"Mianhae,,, aku selalu merindukanmu uri cute Haraboji... oh ya, Haraboji... ini Chanyeol, yang pernah aku ceritakan" Baekhyun menggerakkan kepalanya meminta Chanyeol mendekat
"Anyeonghaseo... Park Chanyeol imnida..." Chanyeol membungkuk 90 derajat di hadapan Kangta
"Anyeong... Byun Kangta... kakeknya Baekie yang imut ini.." Kangta melambaikan tangannya sambil mengedipkan satu matanya. Sudah dibilang kan, Kangta adalah kakek yang cukup unik.
Chanyeol masuk ke rumah Baekhyun, terlihat rumah itu cukup nyaman dan tertata sangat rapi. Furniture kayu mendominasi interior setiap ruangan, sentuhan modern dan minimalis berbaur dengan sentuhan tradisional di setiap sisi membuat rumah mungil itu terlihat sangat nyaman.
Kangta mengajak Chanyeol ngobrol di halaman belakang, di sebuah kursi dan meja santai dekat dengan air mancur yang membuat suasananya menjadi makin tenang, apalagi halaman belakang rumah itu begitu asri dan banyak tumbuhan di sana. Jujur saja Chanyeol merasa sedikit mengantuk akibat desiran angin disana.
"Baekhyun sudah menceritakan semuanya padaku..." Kangta memulai pembicaraan
"Ehehe... cheongseohamnida haraboji... ceongmal ceonseohamnida.." Chanyeol salah tingkah dan bersikap tidak enak
"Gwuenchana... kau tidak perlu seformal itu padaku.. aku jadi sangat tua jika orang memperlakukanku begitu... anggap saja kita ini teman... chingu ya.. chinguu..." Kangta menggerakkan kedua alisnya naik turun
"Ehehehe,... nde... haraboji.." Chanyeol menganggukkan kepalanya sambil nyengir
"Baekhyun, adalah anak yang baik... suatu hari dia bercerita padaku, ada seorang namja yang menarik perhatiannya... namja tampan dengan senyum yang membuatnya selalu ceria... namja pertama yang membuat hatinya berdegup begitu kencang, namja itu bernama Park Chanyeol" Kangta mulai bercerita dan masih menebar smirk jahilnya pada Chanyeol
"Ah... nde,.." Chanyeol makin canggung
"Karena Baekhyun menyukaimu, aku suruh saja dia menyatakan perasaannya padamu... tapi ternyata dia ditolak, karena kau bilang dia belum mengenalmu kan..." Kangta menggoda Chanyeol
"Nde Haraboji..." wajah Chanyeol memerah
"Lalu beberapa waktu yang lalu dia datang padaku, dia bilang namja yang bernama Park Chanyeol ingin menikahinya... kau tau betapa kagetnya aku? tapi syukurlah ketika dia bilang itu hanya pura - pura saja... jujur sih, aku belum siap ditinggal oleh cucuku.." Kangta kini tersenyum geli melihat betapa merahnya wajah Chanyeol
"Walaupun begitu cucuku sangat menyukainya, kau tau kan dia itu mencintaimu... dan dia juga tau kau tidak mencintainya, tapi walaupun hanya berpura - pura saja... dia tetap sangat menyukainya.." Kangta menarik nafas panjang
"Oh ya... tapi terimakasih ya... karena kau, Baekhyun jadi kembali seperti semula..." Kangta meminum teh hijaunya
"Maksud haraboji?" Chanyeol mengerutkan keningnya
"Itu... sekarang dia kembali menjadi Baekhyun yang cantik, yang berambut panjang dan menggunakan baju - baju yang cantik... sudah lama sejak kejadian itu Baekhyun berubah menjadi seperti laki - laki.." Kangta menebar smirknya lagi.
"Kejadian apa?" Chanyeol penasaran
"Mmmm... apa sekarang kau memiliki ketertarikan untuk mengenal cucuku?" Kangta menggoda Chanyeol lagi.
Chanyeol nyengir karena malu lalu menundukkan kepalanya dan menggaruk tengkuknya salah tingkah.
"Baekhyun... dulu punya kakak, Byun Jong Woon. Dia dan Baekhyun sangat dekat satu sama lain, Jongwoon adalah oppa yang sangat memperhatikan adiknya, begitu juga Baekhyun yang selalu menuruti Jongwoon. Keluarga anakku sangat tentram dan damai saat itu. Baekhyun yang manis dan Jongwoon yang pintar, kedua cucuku yang sangat berharga. Suatu saat, Baekhyun dan Jongwoon sedang bermain di sungai dekat rumah mereka yang lama... Baekhyun yang waktu itu berusia sekitar 10 tahun dan Jongwoon 16 tahun, mereka berniat menghabiskan akhir pekan menjelang tahun ajaran baru. Namun sayang, saat mereka sedang bermain Baekhyun tiba - tiba saja...
FLASH BACK
"Oppa... jangan dekat - dekat airnya..." Baekhyun berteriak kearah Jongwoon
"Wae? Oppa mau memancing, bagaimana bisa tidak dekat - dekat dengan airnya..?" Jongwoon lalu tertawa melihat Baekhyun mempoutkan bibirnya
"Baekie-ah... ayo sini..." Jongwoon menggerakkan tangannya memanggil Baekhyun
"Shireo... aku tidak suka airnya.. itu pasti sangat dalam" Baekhyun masih ngambek
"Gwuenchana dongsaeng-ah... lihat riakan air itu,.. pasti airnya tidak dalam.." Jongwoon menghampiri Baekhyun dan menggandeng adiknya mendekat
Baekhyun dengan takut mengikuti kakaknya menuju tepian sungai, Baekhyun tidak bisa berenang sebaik Jongwoon maka dari itu dia tidak berani dengan air sebanyak itu.
"Kau duduk di sini saja... dan lihat bagaimana oppamu memancing" Baekhyun menganggukkan kepalanya tanda setuju dan Jongwoon kemudian duduk di sebelah Baekhyun
Baekhyun seseali melihat kebawah, melihat kakinya yang bergelantung beberapa meter dari permukaan air sungai yang riaknya sangat deras.
"Oppa... ajari aku beranang nde... agar aku tidak takut lagi dengan air - air ini.." Baekhyun menggoyangkan tangan Jongwoon pelan
"Baekhyuniie mau belajar berenang?" Baekhyun kembali menganggukkan kepalanya lucu
"Guere... minggu depan oppa akan ajak baekkie ke kolam renang, oppa akan ajarkan, tapi Baekie harus janji tidak boleh takut air yang dalam nde.." Jongwoon tersenyum pada adiknya yang lucu itu.
Sesaat hening, Jongwoon berkonsentrasi pada kailnya dan Baekhyun terus memperhatikan Jongwoon.
BRUUUK... BYUUR...
"OPPAAA!"
"BAEKIIIE!"
Tiba - tiba gundukan tanah yang diduduki Bakehyun merosot ke sungai membuat Baekhyun tercebur kedalam air dan perlahan terseret riakan air yang deras. Jongwoon mengejar adiknya yang semakin jauh.
"OPPAA... BAEKKIE TAKUUT..." Teriak Baekhyun yang sudah mulai muncul tenggelam
Tanpa pikir panjang Jongwoon langsung menceburkan dirinya ke dalam air dan mencoba meraih tangan Baekhyun, beberapa orang yang kebetulan juga memancing di sana ikut panik melihat kejadian itu, mereka berusaha membantu kedua kakak berdaik yang kini terombang ambing ditengah derasnya aliran sungai.
"BAEK... RAIH TANGANKU BAEK..." Jongwoon menjulurkan tangannya pada Baekhyun yang sudah terlihat frustasi
"OP...PAAA..." tubuh kecil Baekhyun dan tenggelam dalam aliran sungai yang deras di dekat celah batu.
"BAEKII-AH... ODDIEYA?" Jongwoon menyibak - nyibakkan air di depannya.
Jongwoon lalu menatap kedepan dan ingin sekali dia mengutuk dirinya sendiri saat itu. Jongwoon melihat air semakin tenang dan alirannya menuju ke arah air terjun kecil. Jongwoon takut jika Baekhyun terseret arus dan ikut terjun. Jongwoon makin panik dan mempercepat geraknya lalu menyelam sedikit karena air mulai dalam. Dilihatnya Baekhyun tersangkut diantara dua batu besar di bawah air dan menggerakkan tangannya.
Jongwoon langsung menuju kearah Baekhyun dan menarik tangan kecil itu perlahan kearahnya.
"Baekiie... Baekiie..." Jongwoon langsung memanggil - manggil adiknya begitu mereka muncul kepermukaan, namun Baekhyun sama sekali tidak bergeming.
"Yaa... berikan adikmu padaku... sini - sini.." Seorang Ajhusi mengulurkan tangannya ingin membantu mereka
Jongwon menyeret adikknya yang terkulai lemah menuju pinggiran sungai yang agak tinggi, Jongwoon sedikit mengagkat tubuh Baekhyun agar Ajhusi itu dapat meraihnya, namun derasnya arus dan tingginya volume air membuat Jongwoon kesusahan menahan tubuhnya sendiri.
Begitu ajhusi itu dapat meraih Baekhyun, kakinya tak lagi dapat menahan derasnya aliran sungai dan arus air kembali menghanyutkan Jongwoon.
"YAA!... BERTAHANLAH NAK..." Teriak Ajhusi itu kemudian membaringkan Baekhyun di tanah
Namun terlambat, tubuh Jongwoon sudah ikut terjun di air terjun itu dan membenturkan kepalanya pada sebuah batu besar dibawah air terjun.
Bala bantuan yang datang terlambat tak lagi dapat menolong Jongwoon yang sudah terombang ambing di bawah sana. Kangin dan Leeteuk langsung menuju ke tempat kejadian setelah diberitau oleh beberapa orang jika anak mereka hanyut di sungai, Leeteuk memeluk putrinya yang masih tak sadarkan diri, Sementara Kangin ikut tim penyelamat lainnya untuk mencari Jongwoon, putra kesayangannya.
"Ya... lihat ada sesuatu disana.." pekik salah seorang tim penyelamat
Mereka menemukan sesosok Jongwoon yang mengambang tengkurap dan tersangkut diantara batu - batu sungai, dengan banyak luka benturan di kepala dan tak lagi bernyawa.
FLASH BACK END
"Semenjak saat itu, anakku Kangin selalu menyalahkan Baekhyun atas meninggalnya Jongwoon. Kangin tak bisa menerima kepergian Jongwoon, dia begitu terpukul. Bahkan dia sama sekali tidak mau melihat atau hanya berdekatan dengan Baekhyun, Kangin menganggap Baekhyun tidak ada. Leeteuk, ibunya Baekhyun berulang kali membujuk suaminya... namun dasar keras kepalanya Kangin, dia tidak menginginkan Baekhyun lagi, dia hanya ingin Jongwoon kembali, semenjak saat itu... Baekhyun yang manis berubah menjadi Baekhyun yang pendiam dan tertutup, bahkan Baekhyun juga merubah penampilannya, menjadi mirip Jongwoon, rambut pendek dan pakaiannya diganti menjadi seperti laki - laki... Namun, sayangnya Kangin benar - benar tak mau memperdulikan Baekhyun lagi, akhirnya dia memilih pergi ke China daripada melihatnya setiap hari... dan dia menitipkan Baekhyun padaku..."
Kangta menarik napas panjang dan menyeka air matanya setelah bercerita panjang lebar. Chanyeol yang dari tadi mendengar cerita Kangta ikut merasa sedih dan kasihan pada Baekhyun.
"ternyata anak itu punya masalalu yang tidak baik..." gumam Chanyeol seraya menundukkan kepalanya.
"Namun, Baekie yang pendiam perlahan berubah ketika dia mulai masuk bangku kuliah, dia berubah menjadi sedikit ceria dan banyak senyum ketika seseorang menangkap hatinya... seseorang mencuri hatinya... seseorang membangunkan rasa di hatinnya... dan orang itu adalah kau, Park Chanyeol..."
Kangta menatap tajam Chanyeol yang duduk di sampingnya. Chanyeol seperti tidak memperdulikan tatapan itu, yang dia pikirkan saat ini adalah perasaan Baekhyun. Chanyeol memang orang yang seperti itu, sebenarnya dia adalah orang yang tidak bisa melihat orang lain sedih atau terluka karena masalalunya, karena dia sendiri tau betul dan merasakan betapa pahit masala lalu yang manis bersama orang tuanya dulu.
Sore sudah menjelang malam, Baekhyun telah menyiapkan makan malam bersama seorang maid di rumah itu. Chanyeol menatap lekat kearah Baekhyun yang masih sibuk mencicipi kimchijiggaenya sambil tersenyum pada maid yang memasak bersamanya.
"ah... panas... panas.." Baekhyun mengigit lidahnya
"aaah... agashi selalu saja tidak hati - hati.." Maid itu menatap cemas pada Baekhyun
"gwuenchana ajhuma... tapi ini enak sekali... cobalah.." Baekhyun menyendok sedikit kuah kimchijiggae dan menyuapi maid itu
"aaahh... panas... panas..." Maid itu ikut mengigit ligahnya
"Oh... sekarang ajhuma yang tidak hati - hati ... hahaha" Baekhyun tertawa lepas karena berhasil mengerjai maid itu,
"Agashi jail sekali sih..." Ajhuma itu mencubit gemas lengan Baekhyun
"ah... ajhuma mian mian..hahaha.." Baekhyun kembali terkekeh
Chanyeol yang melihat kejadian itu tanpa sepengetahuan Baekhyun ikut tertawa kecil melihat kejailan gadis imut itu. Chanyeol juga senyum - senyum sedniri karena tingkah Baekhyun di hadapannya.
Makan malam kali itu penuh canda dan tawa, walaupun hanya berisi Chanyeol, Baekhyun, Kangta dan seorang Ajhuma yang memang selalu makan bersama mereka, namun tetap saja suasanya terkesan begitu hangat. Chanyeol menyukai lelucon yang Kangta buat, apaplagi jika itu berhasil membuat Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal karena dibully kakeknya sendiri. Chanyeol sangat merasakan suasanya rumah di sana, walaupun tidak ada orang tua yang lengkap, namun mereka masih bisa tertawa lepas dalam kehangatan suasana keluarga. Chanyeol mereasa menjadi bagian dalam keluarga kecil itu, bagian yang hadir dan ikut melengkapinya.
"Makan malamnya enak sekali, kau memang pandai memasak.." Chanyeol memuji Baekhyun saat dia membantu Baekhyun merapikan alat - alat makan
"Aku sudah melakukannya sejak aku mulai tinggal bersama kakek, jadi itu semua sudah aku pelajari sejak lama.." Baekhyun mengelap tangannya yang baru saja selesai mencuci alat - alat makan
"Apa kau sedang bahagia?" Chanyeol menatap Baekhyun yang masih di depan wastafel cuci piring
"Kenapa kau bertanya begitu?" Baekhyun balik mendongak menatap Chanyeol disampingnya
"Ani.. tapi sekarang aku mulai mengenal senyummu, aku menyukainya.." Chanyeol sendiri tidak sadar kalimat itu terucap dari mana. Mulutnya sendiri? otaknya yang prevert? atau hatinya yang sebenarnya lembut itu? Entahlah, yang jelas kalimat itu berhasil membuat Baekhyun tersenyum dengan pipi merah merona.
Chanyeol sedang duduk di halaman belakang sambil melihat sinar bintang yang terang menghiasi langit, Chanyeol terdiam menatap langit indah itu. Kemudian sesuatu yang hangat menempel di pipinya. Chanyeol bangkit dari lamunannya dan melihat Baekhyun berdiri di sampingnya membawa dua mug medium di tangannya.
"Melamun huh?" Baekhyun kemudian duduk disebelah Chanyeol dan meletakkan satu mug di hadapan Chanyeol
"Uh... yeoppota.." Chanyeol tersenyum melihat bentuk daun di mugnya
"Caramel Macchiato, ini bagus untuk suasana akhir musim gugur seperti ini.." Baekhyun tersenyum lalu meniup mugnya.
Chanyeol mengangkat mug miliknya dan ikut meniup caramel macchiato hangatnya, perlahan ia menempelkan mug hangat itu dan menyiup sedikit cairan manis dan kental susu berpadu caramel dan esspreso itu.
"Uaah... ini nikmat sekali... kau membuatnya sendiri?" Chanyeol tersenyum dan kembali meniup mugnya
"Nde... haraboji adalah seorang pecinta kopi, makanya ada beberapa alat untuk membuat kopi sendiri... Kangta haraboji dulunya seorang barista.." Baekhyun masih meniup - niup mugnya
"Waah... pantas saja kakekmu keren... hahaha.." Chanyeol tertawa kecil
"Ahahaha... kau bisa saja... apa dia sudah bercerita banyak pada mu?" Baekhyun melirik Chanyeol dari balik mugnya
"mmm.. dia hanya bercerita sedikit tentangmu, tentang orangtuamu, oppamu, dan kau fobia air" Chanyeol berkata sambil menatap lembut Baekhyun
"waah.. dia bercerita sebanyak itukah? aku jadi benar - benar merasa akan menikah..." Baekhyun tersenyum lembut
"Kau memang akan menikah kan,..." Chanyeol mengedipkan sebelah matanya
"Denganmu,.." gumam Baekhyun lalu kembali menyiup Caramel macchiatonya
"Gumawo sudah mau membantuku, terimakasih sudah mau melakukannya untukku" Chanyeol bergumam masih memandang Baekhyun
Baekhyun hanya mengedipkan matanya dan menatap Chanyeol polos. Chanyeol meletakkan mugnya diatas meja, perlahan dia melepaskan cincinnya bersama Kyungsoo yang masih melingkar di jari manisnya, kemudian Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun erat. Dia menyelipakan cincin couplenya bersama Kyungsoo itu ke dalam saku blazer lainnya.
"Aku berterimakasih karena aku beruntung bertemu dengan yeoja sebaik dirimu... dan maafkan aku karena masih belum bisa membalas perasaanmu padaku, dan malah memintamu untuk berpura - pura menjadi istriku" Chanyeol menatap lekat pada Baekhyun dan menggenggam erat jari - jari lentik itu.
Baekhyun hanya terdiam dan menatap Chanyeol tanpa berkata - kata, namun matanya menyiratkan betapa dia ingin memeluk namja yang ada di hadapannya. Seakan diperintah, Chanyeol menarik lembut tubuh mungil Baekhyun dan membawanya dalam pelukan Chanyeol.
"Berikan aku sedikit waktu, mungkin aku bisa mencintaimu... tapi untuk sekarang, marilah kita berpura - pura dulu.." Chanyeol bergumam sambil mengusap rambut halus Baekhyun.
Baekhyun hampir menangis mendengar guamaman itu, tak tau apa yang harus dia katakan, dia hanya mampu menarik napas panjang dan menekan air matanya agar tak keluar.
Malam itu Chanyeol menginap di rumah Baekhyun, yeoja cantik itu telah menyiapkan kamar tamu untuk Chanyeol tidur. Sambil menunggu kamar tamu siap, Chanyeol melihat - lihat album foto keluarga Byun, melihat senyum Baekhyun kecil, melihat betapa imut yeoja itu. Chanyeol terkadang ikut tersenyum melihat betapa lucunya wajah kecil Baekhyun dan bagaimana cara Baekhyun berekspresi di depan kamera.
"Apa kau yakin hanya berpura - pura saja pada cucuku? Tatapan matamu itu lo... tidak meyakinkan.." Kangta menggoda Chanyeol yang daritadi menatap foto Baekhyun
"Ah... haraboji..." Chanyeol terkejut, tiba - tiba saja kakek tampan itu muncul disebelahnya.
"Masalah hati memang tak bisa dipaksakan, tapi jika hatimu sudah memilih sesuatu, sebaiknya jangan kau biarkan akal sehatmu mengganggu.." Kangta menepuk bahu Chanyeol perlahan
"Kamarnya sudah siap!" Baekhyun menginterupsi.
Pagipun menjelang, hari ini akhir pekan jadi Chanyeol dan Baekhyun tidak memiliki jadwal kuliah, mereka sudah merencanakan untuk mengunjungi orang tua Chanyeol di Jeonju, sekitar 4 jam jika ditempuh dengan mobil dari Seoul.
Setelah sarapan Chanyeol dan Baekhyun akhirnya berpamitan dan langsung meluncur ke Jeonju, menemui Eunhyuk dan Kyuhyun. Sebelumnya Chanyeol sudah memberitahu kedua orangtuanya jika dia akan pulang, namun Chanyeol masih merahasiakan alasan ketumbenannya itu.
Kota Jeonju yang asri dan cantik membuat Baekhyun kagum, dia sendiri memang menyukai suasana kota yang seprti itu. Berulangkali dia bertanya pada Chanyeol jika dia menemukan hal - hal unik di sana. Tak lama setelah itu, mereka sampai disebuah rumah di tengah kompleks perumahan elit di sana.
Chanyeol menekan bell lalu pintu terbuka.
"Waseo..." Eunhyuk tersenyum ramah pada putranya
"Kau tumben sekali pulang ke rumah... duguseo?" Kyuhyun ikut menyambut kedatangan Chanyeol dan Baekhyun
"Dia... Baekhyun, yeojachinguku.." Chanyeol menggenggam tangan Bakehyun erat, terasa betul bagaiamana dinginnya tangan gugup baekhyun saat itu.
"Byun...Baekhyun...imnida.." Baekhyun jelas sangat gugup
"Yeoppota... ayo masuk.." Eunhyuk tersenyum lemah pada Baekhyun.
Baekhyun langsung duduk di ruang tamu bersama Eunhyuk dan Kyuhyun, sementara Chanyeol langsung menuju ke kamarnya untuk mengganti baju.
"Kau kuliah dimana?" Kyuhyun mulai bertanya
"Aku kuliah di kampus yang sama dengan Chanyeol, kami juga ada di tahun yang sama, hanya beda Fakultas... Chanyeol di Fakultas seni dan aku di fakultas Desain." kegugupan Baekhyun nampak mereda.
"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" Kyuhyun bertanya lagi
"mmm... sejak... beberapa bulan lalu.." Baekhyun agak kaget dengan jawabannya sendiri.
"Apa kau juga mengenal Sehun?" Eunhyuk kali ini bertanya
"Nde... aku mengenalnya, kami sama - sama di fakultas desain hanya jurusannya yang berbeda, aku fashion desain dan Sehun desain grafis" Baekhyun menjawab dengan jujur
"Kalau sedekat itu dengan Sehun kenapa berpacaran dengan Chanyeol..." Eunhyuk terlihat kecewa
"Waah,... menarik sekali, kalau begitu kau bisa bekerja sama dengan eomma... eomma juga bekerja dibidang fashion" Eunhyuk kemudian berseru ramah
Baekhyun tidak mengerti kenapa Eunhyuk bersikap seperti itu, nampaknya dia lupa jika Sehun pernah bilang walaupun Eunhyuk adalah ibu tirinya, namun Eunhyuk lebih menyayanginya daripada Chanyeol.
"Aku pulang... ah... Baekhyun-ah... kau disini?" Sehun tiba - tiba nyelonong kedalam ruang tamu
"Uri Adeul sudah pulang..." Eunhyuk memeluk Sehun erat
"Nee eomma... aku ingin sekali pulang... entah kenapa, mungkin rindu eomma.." Sehun merajuk manja pada eommanya
"Cepat kau ganti bajumu dulu, lalu kita makan siang bersama ne.." Kyunhyun tersenyum kearah putra bungsunya itu.
Sehun lalu membungkuk dan masuk kedalam.
"Oh... kau pulang?" Chanyeol terkejut melihat Sehun
"Nde... rumah sepi, Suho hyung pulang, Jongdae hyung pulang dan Kris hyung ikut ke rumah Jongdae hyung... aku tidak suka sendiri.." Sehun menggerutu di kamar Chanyeol
"Ya,... kamarmu di sebelah,... kenapa kau malah rebahan dikamarku?" Chanyeol menatap Sehun yang berguling - guling di tempat tidurnya
"aaah ceongmal... kamarmu selalu terasa lebih nyaman hyung.." gumam Sehun
"Majja... ganti lah bajumu.." Chanyeol melmparkan bajunya pada Sehun
"Gumawo.." Sehun menjawab tanpa memperhatikan Chanyeol yang berjalan keluar kamar.
.
"Apa eomma bertanya yang aneh - aneh padamu?" Chanyeol menghampiri Baekhyun di dapur, nampaknya dia membantu Eunhyuk menyiapkan makan siang
"Aah... anii... dia baik padaku.." Baekhyun tersenyum sambil mengaduk masakannya
"Eomma dimana?" Chanyeol baru sadar Baekhyun masak sendirian
"Katanya keluar sebentar membeli puding untuk Sehun..." Baekhyun masih fokus dengan masakannya
"Apa itu tumis seafood?" Chanyeol mengernyit kearah penggorengan
"Nde... eommamu menyuruhku memasaknya.." Baekhyun menjawab polos
"Aku tidak suka seafood, bukannya alergi, tapi aku hanya tidak suka memakannya... itu makanan kesuakaan Sehun" Chanyeol agak muram
Baekhyun segera mengangkat wajahnya dari penggorengan dan melihat Chanyeol, raut kekesalan jelas terlihat diwajah tampannya. Baekhyun jadi benar - benar merasa bersalah
"Maafkan aku, aku tidak tau.." Baekhyun menyesal
"Gwuenchana.. kalau begitu sekarang kau tau.." Chanyeol memaksakan senyumnya
"Aku akan membuatkan menu yang lain.." Baekhyun segera menuangkan masakannya ke piring saji
"Tidak usah, eomma nanti akan marah..." Chanyeol membawa masakan itu ke meja makan
"Apa eommamu tau kau tidak menyukai seafood?" Baekhyun mengikuti Chanyeol
"Tentu saja tau, dia begini karena appaku juga tidak menyukai seafood, eommaku sangat menentang sikap dan sifatku yang mirip appa.." Chanyeol tersenyum lemah.
Acara makan siang dimulai, Sehun makan dengan lahap, jelas saja begitu karena itu masakan kesukaannya, namun Chanyeol hanya menatap nasinya dan memakannya sedikit demi sedikit bersama kimchi. Baekhyun merasa tidak enak melihat Chanyeol seprti itu, sejenak dia berpikir tentang cara lain agar Chanyeol bisa makan dnegan baik, setelah itu Baekhyun mendapat ide, dia langsung mengambil mangkuk nasi Chanyeol dan mengambil mangkuk lain yang agak besar. Baekhyun menumpahkan nasi Chanyeol di mangkuk itu, dia kemudian mengambil kimchi dan beberapa makanan pendamping lainnya, menambahkan sedikit kecap dan saus kedelai serta merica ke mangkuk itu, dan Baekhyun segera mengaduk dan mencampur nasi itu dengan bahan - bahan yang tadi.
"Eomani... di Jeonju terkenal dengan bibimbapnya kan?" Baekhyun bertanya ketika Eunhyuk mulai menatap aksinya
"Nde..." Eunhyuk mengangguk
"Aku sangat menyukai bibimbap, aku lupa dulu Chanyeol minta dibuatkan bibimbap, sekarang aku baru ingat mianhae... Chanyeol-ah.. makanlah" Baekhyun menyodorkan mangkuk itu pada Chanyeol
"ya... kau tidak perlu melakukannya.." Chanyeol merasa canggung
"mmm... tapi aku akan sangat bersalah jika aku tidak membuatkan bibimbap untukmu... jaebal.." Baekhyun mengeluarkan jurus puppy eyesnya
"Waah... Baekhyun perhatian sekali pada Chanyeol ya.." Kyuhyun tersenyum melihat tingkah baekhyun
"Nde aboji... aku sangat mencintai Chanyeol.." Baekhyun tersenyum, namun Chanyeol dan Sehun langsung batuk bersamaan mendengar pernyataan Baekhyun
"Ya... pelan - pelan makannya sayang,.." Eunhyuk mengelus lembut Sehun, sementara Baekhyun menangkap tatapan iri dari mata Chanyeol
"Minumlah.." Baekhyun menyodorkan segelas air putih pada Chanyeol dan meminumnya.
Makan siang dengan suasana seperti itu terasa agak aneh, tapi Chanyeol merasa istimewa karena Baekhyun membuatkan bibimbap sederhana untuknya, walaupun rasanya seadanya tapi itu lebih baik daripada harus makan seafood, Chanyeol harus berterimakasih pada Baekhyun untuk hal itu.
Mereka masih berkumpul di meja makan, baru saja selesai makan dan sedikit berbincang.
"Eomma... Aboji... aku ingin membicarakan sesuatu.." Chanyeol mulai berbicara
"Nde.. ada apa Chanyeol-ah..?" Kyuhyun menatap Chanyeol
"Aku... dan Baekhyun... kami berdua.. akan segera menikah.."
"MWO? KALIAN BERDUA MAU MENIKAH?" Kyuhyun dan Eunhyuk mengharmonisasi vokal mereka
"Nde... hyung dan Baekhyun akan menikah... mereka sudah lama mempersiapkannya..." Sehun mendukung kali ini.
"Tapi kalian kan... kenapa kalian menikah? apa jangan - jangan Baekhyun..." Eunhyuk melotot dan menatap tajam kearah perut Baekhyun
"Anii eommani... kami berdua belum sejauh itu..." Baekhyun meringis malu karena Eunhyuk menatap perutnya
"Kenapa kalian tiba - tiba ingin menikah?" Kyuhyun bertanya dengan nada tenang
"Aku mencintai Baekhyun..." Chanyeol menggenggam tangan lembut Baekhyun
"Apa kalian serius? usia kalian masih sangat muda..." Eunhyuk nampak tidak setuju
"Aku ingin Baekhyun menjadi milikku, aku ingin dia selalu bersamaku.." Sorot mata Chanyeol begitu tajam
"Apa kau sudah siap dengan semua konsekuensinya jika kau menikah? menikah bukanlah hal yang mudah.." Kyuhyun menasehati
"Aku tau aboji..." Chanyeol berkata mantap
"Baiklah kalau begitu, aboji tidak bisa melarangmu.." sahut Kyuhyun masih tenang
"Kyu... tapi.." Eunhyuk menyela
"Biarkan dia memilih jalannya sendiri hyukie" Kyuhyun gantian menyela
"Apakah appamu sudah tau?" Kyuhyun kembali bertanya
"Chanyeol tidak perlu persetujuannya Kyu.." kata Eunhyuk ketus
"Bagaimanapun Donghae adalah appanya.." Kyuhyun menatap Eunhyuk hingga Eunhyuk terdiam
"Appa... sudah tahu, sebelumnya aku sudah memberitahunya dan dia sudah setuju" Chanyeol masih serius
"Kapan rencananya kalian akan menikah?" Kyuhyun tersenyum
"Minggu depan..." Lirih Chanyeol
"Kalau begitu kalian menikah di Jeonju saja... agar kami bisa datang, pabrik tidak bisa kami tinggalkan" kata Kyuhyun akhirnya.
Sorenya Chanyeol langsung pamit ke Seoul bersama Baekhyun, tapi sebelum itu Chanyeol mengajak Baekhyun untuk mencari tempat pernikahan mereka. Chanyeol mengajak Baekhyun berjalan - jalan ke kompleks kota tua di Jeonju.
"Chanyeol-ah... ini adalah pertama kalinya aku ke Jeonju!" Baekhyun nampak senang
"Cinca? jadi biasanya kau kemana saja?" Chanyeol menyelipkan tangannya ke dalam saku blazernya
"Aku sering kemana - mana, tapi tidak pernah ke Jeonju... aku tidak pernah pergi tanpa kakek" Baekhyun melingkarkan tangannya di lengan Chanyeol
Chanyeol hanya diam saja dan terus berjalan di trotoar
"Kita mau kemana?" Baekhyun melirik Chanyeol
"Kesitu"
Chanyeol menunjuk sebuah bangunan tua yang cukup besar, itu adalah bangunan gereja yang sangat cantik.
"Gereja Jeongdong" Chanyeol bergumam
Baekhyun terpaku melihat betapa indahnya bangunan gereja itu.
"Ayo kita masuk..." Chanyeol menggandeng tangan Baekhyun
Mereka berdua masuk kedalam gedung gereja, kembali Baekhyun dibuat menganga dengan keindahan dekorasi dan ornamen di gereja itu.
"Waaah... indah sekali..." Baekhyun ternganga
"Kita akan menikah di gereja ini..." Chanyeol bergumam
Sontak Baekhyun langsung menatap lekat Chanyeol seakan tidak percaya apa yang dikatakan namja jangkung itu tadi
"Kita... akan menikah di sini?" Baekhyun bertanya seperti tidak yakin dengan apa yang Chanyeol katakan
"Nde... kita akan menikah disini.." Chanyeol mengulangi
"Chanyeol-ah... karena ini hanya berpura - pura... tolong jangan bawa hal - hal seprti itu.." Baekhyun menitikan airmatanya
"Wae? kenapa kau menangis Baekhyun-ah?" Chanyeol menakup pipi Baekhyun dengan kedua tangannya
"Aku tidak pernah masalah jika kita hanya berpura - pura menikah saja, tapi... aku masih belum siap jika harus berpura - pura dihadapan Tuhan" Baekhyun tertunduk dan air matanya masih menetes
"Lalu... bagaimana kita?" Chanyeol menundukkan wajahnya agar bisa menatap Baekhyun
"Jangan berpura - pura dihadapan Tuhan, aku tidak bisa melakukannya..." Baekhyun terisak dalam tangisnya.
Beberapa hari berlalu, seperti biasa Chanyeol menjemput Baekhyun di gedung kampusnya, tapi kali ini Baekhyun nampak tidak mengerti kemana arah tujuan mobil Chanyeol
"Kita mau kemana?" Baekhyun bertanya dengan tampang tak bersalah
"Kita... kita akan menikah hari ini..." Chanyeol bergumam sambil menyetir
"Mwo? hari ini?" Baekhyun nampak terkejut.
Drrrrt... Drrrtt...
Ponsel Chanyeol bergetar, Baekhyun membantu untuk mengambilnya
KyungsooCalling
"Kyungsoo..." Baekhyun menyerahkan ponsel itu pada Chanyeol, air muka Chanyeol mendadak berubah gugup karena Kyungsoo menelponnya, persis seperti seorang namja ditelpon oleh kekasih gelapnya
Chanyeol meraih ponsel itu lalu mematikannya.
"Kenapa tidak diangkat?" Baekhyun masih menatap ponsel Chanyeol
"nanti saja..." gumam Chanyeol
"Apa kalian masih saring berhubungan?" tanya Baekhyun pandangannya masih tak beralih dari ponsel Chanyeol
Chanyeol tidak menjawab, dia hanya terus melanjutkan menyetir mobilnya. Baekhyun lalu memalingkan wajahnya berpura - pura melihat pemandangan dliuar. Entah kenapa mood Baekhyun mendadak tidak sebaik tadi, jujur saja dia merasa cemburu karena Kyungsoo masih sering menghubungi Chanyeol.
Baekhyun terus memikirkan posisinya di sana, dia hanyalah calon istri pura - puranya Chanyeol, dia tidak berhak merasa cemburu pada Kyungsoo, dia harus selalu sadar jika yang dicintai Chanyeol adalah Kyungso bukan dirinya.
"Kita sampai.." Chanyeol memarkir mobilnya di basement gedung
"Kita dimana?" Baekhyun terbangun dari lamunannya
"Kita? di kantor catatan sipil... kita hanya akan menikah secara hukum, mengingat kau..."
"Ayo kita segera selesaikan ini.." Baekhyun memotong kata - kata Chanyeol dan keluar dari mobilnya.
Chanyeol dan Baekhyun kemudian menuju lantai 5 gedung itu, begitu pintu elevator terbuka Baekhyun menemukan kakeknya dan seluruh komplotan tampan Chanyeol berkumpul di sana.
"Haraboji... kau disini?" Baekhyun nampak bingung
"Tentu saja, cucuku akan menikah masak aku tidak datang" Kangta menggoda Baekhyun
"Kakekmu sudah aku beritahu sebelumnya, orang tuaku tidak bisa datang... mereka sudah bilang kan, tidak mungkin meninggalkan pabrik di Jeonju" Chanyeol berkata tanpa menoleh Baekhyun
"Ini surat - surat yang harus kalian tanda tangani.." Suho menyerahkan berkas - berkas pernikahan mereka
"Kalian hanya perlu tanda tangan di sini, sini, sini dan sini..." Suho bergumam lagi
"Gumawo hyung..." Chanyeol tersenyum lemah
"Aku masih tak mengerti jalan pikiran kalian, berpura - pura menikah dan mendaftarkan pernikahan kalian tanpa upacara pernikahan sebelumnya.." Kris menggerutu
"Untung Suho punya banyak koneksi disini, jadi gampang saja untuk memuluskan jalan kalian" Chen ikut mengoceh
"Yaa... ini kan hanya berpura - pura sampai setahun kedepan, jangan terlalu serius jika berpura - pura.."
Sontak tangan Baekhyun yang sedang menandatangani berkas terdiam karena kata - kata Chanyeol tadi.
"jangan terlalu serius jika berpura - pura?" Baekhyun memejamkan matanya sebentar lalu kembali menandatangani berkas itu
"Kami sudah jadi suami istri sekarang!" Baekhyun memekik keras
Semua orang bertepuk tangan, dan akta pernikahanpun sudah mereka miliki.
"Ini... pakailah..." Kangta menyodorkan sebuah kotak dengan dua pasang cincin di dalamnya
"Haraboji..." Chanyeol nampak terkejut
"Walaupun ini hanya bersandiwara seperti kata kalian, tapi tetap saja ini pernikahan cucuku kan... aku mohon, gunakan ini.." Kangta nampak serius kali ini
Chanyeol dan Bakehyun saling pandang, sebelumnya Chanyeol telah memberikan cincin pada Baekhyun dan cincin itupun masih melingkar dengan manis di jarinya. Chanyeol memandang kedua cincin itu lalu menatap kedua mata Baekhyun.
Ini lah hal yang dibenci Chanyeol, menatap kedua mata Baekhyun. Karena setiap menatap kedua mata itu, Chanyeol selalu merasa bersalah, bagaimanapun dia sudah mempermainkan hati yeoja yang dengan tulus mencintainya itu.
Chanyeol kemudian mengambil cincin yang ada di kotak itu, Chanyeol melepas cincin yang pernah ia berikan pada Baekhyun dan menggantinya dengan cincin dari Kangta lalu Baekhyun gantian ingin menyematkan cincin pasangannya ke jari Chanyeol, namun Baekhyun terhenti...
"Kau... tidak mungkin menggunakan dua cincin kan..." gumam Baekhyun terpaku pada cincin Chanyeol yang dia tau pasti itu adalah cincin couple bersama Kyungsoo dan masih ia pakai
Chanyeol melihat jarinya sebentar lalu menarik cinicn itu.
"Gwuenchana jika kau memang ingin meggunakannya, gunakan saja itu.."
"Anii... aku suamimu sekarang, aku harus membuang ini.."
Chanyeol melepas cincin itu dan membuangnya ke lantai dan meminta Baekhyun menyematkan cincin yang baru. Sehun lalu memungut cincin yang Chanyeol buang, lumayan... cincin itu adalah cincin emas putih, benar - benar lumayan.
"Kyungsoo-ah... Chanyeol sudah menikah ya?" tanya Luna, manager Kyungsoo
"Mwo? Siapa yang sudah menikah?" Kyungsoo hampir kehilangan napasnya karena terkejut
"Lihatlah... SNSnya update foto seperti akta nikah, Park Chanyeol... Byun...Baekhyun..." Luna membaca tulisan di foto itu
"Mwoya ige? Siapa yeoja ini?" Kyungsoo melihat foto Baekhyun dan Chanyeol yang juga diupload, dalam foto itu nampak Chanyeol dan Baekhyun memamerkan cincin mereka dan tersenyum bahagia
Kyungsoo mengerutkan keningnya menatap foto itu dari ponsel Luna.
"Kyungie... kau baik - baik saja kan?" Luna bertanya pelan
"Uni... aku harus bertemu Chanyeol sekarang juga..."
Kyungsoo langsung berlari meninggalkan ruang make up, seakan lupa jika sebentar lagi dia harus shooting bersama kekasihnya Kai.
"Karena Baekhyun dan aku sudah menikah, jadi Baekhyun akan tinggal bersama kita.." Chanyeol berkata saat dia dan komplotannya sedang bersantai di ruang tengah
"Cinciayeo? dia akan tinggal di sini?" Chen menaikkan sebelah alisnya
"apa itu tidak berlebihan?" Kris mengernyitkan matanya
"Anii... aku kan memang sekamar dengan Sehun dan Suho, kau juga sekamar dengan Jongdae, jadi kamar tamu bisa digunakan oleh Baekhyun" Chanyeol menerangkan
"Kenapa tidak sekalian saja kalian satu kamar, itu akan membuat semuanya jadi lebih real" Suho menaikkan sebelah sudut bibirnya
"Ya... ini hanya berpura - pura... aku tidak akan sejau itu.." Chanyeol membaela diri
"Gwuenchana... jika Baekhyun kesepian dia bisa mengajak Yixing kemari kan.." Suho tersenyum pervert
"Mwoo... kau ini modus sekali sih.." Chen menyikut siku Suho
TING TONG
Tiba - tiba bell pintu berbunyi,
"Sepertinya Baekhyun sudah datang…" Suho bergumam
"Sehun-ah.. tugasmu.." Titah Kris
Seperti biasa orang yang akan membuka pintu adalah Sehun, dan dengan langkah seberat badan Kris Sehun melangkah menuju pintu depan.
"Ommoo.. khamchagia..." Sehun terperanjat melihat siapa yang datang
"Dimana Chanyeol?" Kyungsoo datang dengan ekspresi penuh emosi dan menantang
"Ada di dalam..." Sehun berkata polos
"Aku mau bertemu dengannya..." Kyungsoo langsung menerobos masuk tanpa dipersilahkan.
"OPPA!"
Chanyeol yang sedang berebut remot TV dengan Chen langsung diinterupsi oleh gretakan Kyungsoo.
"Kyungsoo..." Kris ikut kaget
"Anyeong... sudah lama tidak kemari.." Suho mencoba tersenyum ramah
"Oppa! Apa maksud foto ini?" Kyungsoo bertanya dengan napas tak teratur sambil menyodorkan ponselnya yang memuat foto akta pernikahan Chanyeol dan Baekhyun
"Itu bukan urusanmu..." Chanyeol berkata sambil lalu
"Oppa! Apa kau menikah dengan yeoja itu?" Kyungsoo semakin emosi
"Itu bukan urusanmu!" Chanyeol meninggikan nadanya
"Kenapa oppa menikahinya?" emosi Kyungsoo tak dapat dibendung
"Apa aku mengganggu?" Baekhyun masuk ke ruang tengah bersama Sehun yang membantu Baekhyun menarik kopernya
"Chagi, waseo..." Chanyeol tersenyum lalu berjalan kearah Baekhyun dan memeluk istrinya
"Anyeonghaseo..." Baekhyun menyapa semua orang termasuk Kyungsoo.
"Sehun-ah... tolong antar koper kakak iparmu ke kamar kami, nde.." Chanyeol tersenyum kearah adiknya
"Nde hyung…" Sehun hanya menurut
Kyungsoo membelalak kearah pasangan pengantin baru itu, Kyungsoo benar - benar tidak dalam keadaan baik - baik saja, dia begitu emosi dan tidak menyukai hal ini.
"Mwo? Jadi kalian benar – benar menikah?" Kyungsoo memicingkan matanya
"Sudah aku bilang ini bukan urusanmu… kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi.." Chanyeol masih merangkul Baekhyun
Kyungsoo meneteskan air matanya, terlihat sangat jelas bahwa dia benar – benar sedang marah. Chanyeol yang melihat tetesan air mata itu kembali merasa bersalah, ya… kita harus selalu ingat bahwa Chanyeol masih sangat mencintai Kyungsoo.
"Geure… itu bukan urusanku… mianhae!" Kyungsoo langsung berjalan meninggalkan rumah itu.
Sesaat setelah bayangan Kyungsoo menghilang Chanyeol langsung melepas rangkulannya dan menundukkan kepalanya, sementara Baekhyun hanya menatap sendu kearah Chanyeol.
Nampaknya tangisan Kyungsoo tadi berpengaruh besar pada mood Chanyeol seharian itu, dia yang biasanya selalu memancing keributan kini hanya terdiam di kamarnya, sibuk dengan kegiatan menyendirinya.
"Chanyeol-ah… makan malam sudah siap… ayo makan.." Suho masuk kedalam kamarnya dan mengajak serta Chanyeol
"Ani hyung… aku merasa tidak enak badan… aku tidur dulan…" Chanyeol merebahkan tubuhnya lalu menarik selimutnya hingga menutupi seluruh badannya
Suho yang tau betul jika Chanyeol sedang bad mood langsung meninggalkan kamar itu dan mematikan lampunya.
"Mana Chanyeol?" tanya Chen yang sudah duduk manis di meja makan
"Dia bilang dia tidak enak badan…" Suho menjawab sambil menarik kursinya
"Mwo? Tidak enak badan? Biar kuperiksa…" Baekhyun langsung cemas dan meletakkan piring saji di tengah meja makan, kemudian bergegas ingin menuju kamar Chanyeol
"Kau mau kemana?" seperti disengaja Sehun menghalangi jalan Baekhyun
"Aku mau menngecek keadaan Chanyeol, dia tidak enak badan.." Baekhyun melangkah ke sisi kanan namun tangan Sehun dengan cepat mencegah Baekhyun
"Tidak perlu… Hyung tdak benar – benar sedang tidak enak badan… dia akan bilang begitu jika dia ingin sendirian.." Sehun menatap Baekhyun
"Tapi…"
"Dia hyungku…"
Sehun langsung menarik tangan Baekhyun dan mendudukkannya di salah satu kursi kosong di meja makan.
Baekhyun terus menatap pintu kamar Suho, Sehun dan Chanyeol, dimana Chanyeol sedang tidur dan tidak ingin diganggu. Pikiran Baekhyun terus melayang, hatinya yakin jika Chanyeol begitu karena kejadian siang tadi, tapi kepalanya terus mengelak dan meyakinkan hatinya bahwa Chanyeol benar – benar sedang tidak enak badan.
"Ya! Dracula… kau mau kemana? Tidak makan?" Chen meneriaki Kris yang baru keluar dari kamarnya
"Ani.. aku ada janji makan diluar malam ini.." Kris tersenyum imut
Melihat senyum itu Suho dan Chen langsung bergidik ngeri, tak biasanya Dracula itu tersenyum semanis madu seperti saat ini.
"Apa ada yang salah denganmu?" Suho mengerutkan keningnya
"Kris hyung akan pergi kencan.." Sehun menunjuk Kris dengan sumpitnya
"Cinca?" Chen dan Suho bersamaan
"Nde… aku akan pergi makan malam bersama Zitao.." Kris masih tersenyum imut
"Gadis seimut boneka panda yang membantuku di salon itu?" Baekhyun ikut tak percaya
Kris hanya mengagguk antusias.
"Chuckae chingu yaa…" Chen mengangkat sumpitnya.
Esok paginya Baekhyun masuk ke dapur dan melihat isi kulkas. Dia ingin membuatkan sarapan untuk semua orang yang tinggal dirumah itu dan membuatkan bubur untuk Chanyeol. Baekhyun tersenyum imut seraya mengambil beberapa bahan masakan di kulkas, dia akan membuat Kimchi Jiggae, dan egg chicken roll yang lezat. Disaat Baekhyun memasak, Chen tiba – tiba datang.
"Baekhyun-shi, kau memasak?" Chen terkejut ada seseorang yang sudah bertengger di dapur sepagi ini.
"Ye… aku adalah kitchen lady di rumah ini… ahahahaha.." kata Baekhyun semangat.
"Oooh, andue yoo.. akulah master di dapur ini, bagaimana kalau kita jadi 'Kitchen Chingu'? kau mau?" ajak Chen bersemangat.
"Kitchen Chingu?" tanya Baekhyun bingung.
"Aku sudah lama ingin punya teman yang membantuku memasak, bertukar resep, mecoba resep baru dan bereksperimen makanan, dan sekarang kau datang jadi aku punya teman! Memangnya kau kira sebelum kau masuk ke rumah ini siapa lagi yang memasak di sini selain aku?" Jelas Chen sedikit meratapi nasibnya.
Baekhyun tersenyum masnis lalu berkata "Uri neun Kitchen Chingu ya!" sambil menirukan gaya Super Juni-OR. Lalu Chen mengikutinya.
"Oh ya… Kris dan Zitao sekarang resmi berpacaran!" Chen mulai bergosip
"Cinca? Uah…. Kris bergerak cukup cepat ya.." Baekhyun terkekeh
"Majja… Kris adalah tipe namja yang tidak akan melepaskan yeoja yang dia inginkan… Kris akan terus bergerak cepat" Chen menambahkan
"Kau mau buat apa?" Chen mengernyit ketika Baekhyun merebus beras dengan kaldu
"Aaah… aku mau buat bubur untuk Chanyeol, kemarin dia bilang tidak enak badan kan.." Baekhyun tersenyum sambil mengaduk buburnya
"yaa…. Sebenarnya benar yang dikatakan Sehun, Chanyeol tidak benar – benar sakit, dia hanya sedang tidak mood saja… kau tidak usah seserius itu.." Chen merasa tidak enak karena dia sendiri tau jika Baekhyun memang mencintai Chanyeol
"Anii.. gwuenchana… walaupun Chanyeol berbohong, aku akan tetap mempercayainya.." Baekhyun berkata tanpa melepaskan pandangannya dari bubur yang mulai mengental
Pagi itu semua penghuni sarapan dengan lahap. Terutama Kris dan Suho yang memiliki selera makan paling membabi buta. Mereka memuji keahlian memasak Baekhyun. Tapi si maknae Sehun tetap saja hanya mau memakan daging saja.
Chanyeol, seperti yang kita ketahui… namja tampan itu dibuatkan bubur special oleh istrinya. Baekhyun berjalan membawa nampan yang berisi bubur, teh madu hangat, dan buah ke kamar Chanyeol. Rupanya Chanyeol sudah bangun dan sedang duduk di tempat tidurnya sambil mengecek ponselnya.
"Oh, kau sudah bangun?" sapa Baekhyun yang sekarang berdiri di belakang Chanyeol.
"mmm.." Chanyeol hanya menggumam tanpa memangdang Baekhyun.
"Karena kemarin malam kau bilang tidak enak badan, maka aku membuatkanmu bubur. Ayo sarapan dulu!" Baekhyun berkata dengan nada lembut.
"Tidak usah, nanti saja" jawab Chanyeol datar dan masih tak mau melihat Baekhyun.
"Ya… makanlah sedikit agar kau cepat sehat. Nanti kalau buburnya dingin akan tidak enak" Baekhyun mendekat dan membujuk Chanyeol.
Baekhyun bermaksud meletakkan nampan itu di meja, tetapi Chanyeol malah mendorong Baekhyun hingga jatuh dan seluruh isi nampan jatuh ke tubuhnya.
"Sudah ku bilang aku akan memakannya nanti!" bentak Chanyeol lalu keluar kamar.
Sehun yang kebetulan bersiri di depan kamar melihat kejadian itu, namun dia tidak melakukan apapun, dia hanya berdiri melihat Baekhyun membersihkan tumpahan bubur itu dilantai.
Kemudian Kris yang tadi mendengar ribut – ribut langsung menuju ke sumber suara, dilihatnya Sehun hanya berdiri mematung di depan kamarnya sendiri.
"Urii maknae… what are you doing?" tanya Kris ceria, maklum saja moodnya sedang sangat bagus
"Oh, anii.." Sehun malah membalas wajah riang Kris dangan wajah datarnya lalu pergi.
Kris melihat Baekhyun yang sedang berusaha mengumpulkan pecahan mangkok, Ia pun segera menghampiri Baekhyun dan bingung dengan keadaan yang ada di depan matanya.
"Hei… kau kenapa? Mengapa ini berantakan?" tanya Kris lalu berlutut mencoba melihat wajah Baekhyun.
"Tunggu, aku ambilkan lap basah" kata Kris segera setelah melihat tetesan air mata Baekhyun
Setelah membantu Baekhyun membersihkan kamar, Kris bertanya pada Suho dan Chen tentang keberadaan Chanyeol. Tapi mereka hanya bilang Chanyeol keluar tanpa pamit.
Sementara itu di halaman belakang…
"Baekhyun-ah… gwuenchana?" Sehun menghampiri Baekhyun lagi, kali ini Baekhyun sedang duduk di halaman belakang rumah mewah mungil itu.
"Oh… gwuenchana Sehun-ah" Baekhyun tersenyum tipis
"Mi…mianhae…" kata namja itu tiba – tiba
"Wae? Kenapa kau meminta maaf?" Baekhyun tidak mengerti
"Karena sikap hyungku padamu…" Sehun menatap Baekhyun datar
"Ya,… itu bukan salahmu, sudah aku bilang kan aku baik – baik saja.." Baekhyun memaksakan tawanya
"Lagi pula kan kau sudah bilang jika kata – kata hyungmu itu memang pedas… aku tidak merasa sedih karena aku sendiri kan memang belum mengenalnya.." Baekhyun berkata lagi setelah Sehun hanya menatapnya
"mmm… apa benar kau baik – baik saja?" Sehun menatap kosong wajah Baekhyun
"Aku sudah terbiasa diabaikan, sebelumnya aku malah diabaikan oleh appaku sendiri" Baekhyun kembali tersenyum lemah.
Baekhyun lalu menceritakan masa lalunya pada Sehun, bagaimana dia kehilangan oppanya, bagaimana appanya membencinya dan bagaimana dia ditinggalkan oleh appanya hanya dengan kakeknya di Korea karena kejadian itu.
Sehun lalu mengusap air mata Baekhyun yang menetes, sehun menatap sendu yeoja dihadapannya.
"Disaat seperti ini kau terlihat seperti oppaku... menghapus air mataku ketika aku menangis" Baekhyun kembali tersenyum lemah.
Malam itu Chanyeol mondar – mandir di dapur seperti mencari – cari sesuatu, jam menunjukkan pukul 10 malam. Kris dan Sehun nampak masih asik menonton tv sedangkan Chen dan Suho masih berkutat dengan tugas mereka, jurusan vocal memang ujian minggu ini.
"Kau sedang mencari apa?" Baekhyun tiba – tiba memergoki Chanyeol
"Oh… aku… mencari sesuatu yang bisa dimakan.." Chanyeol salah tingkah
"mmm… rencananya besok aku baru mau belanja bulanan… bahan makanan sudah habis" Baekhyun ikut menengok kulkas yang Chanyeol buka
"Aku lapar…" Chanyeol mengusap perutnya
"Ayo kita makan diluar…" Kata Chanyeol kemudian
"Ah? Mwo?" Baekhyun masih tak yakin apakah itu ajakan atau hanya sekedar pemberitahuan
"Aku lapar… temani aku makan.." Chanyeol masih tersenyum canggung mengingat tadi pagi dia memarahi Baekhyun tanpa sebab
"Oh…. Nde… sebentar aku ganti baju dulu, tidak mungkin keluar mengenakan ini kan?" Baekhyun menarik baju tidur bergambar kelinci merah mudanya
Chanyeol hanya mengangguk dan sedikit tersenyum.
Drrrt…Drrrrt…
Ponsel Chanyeol bergetar, dengan segera dia melihatnya namun itu dari nomor yang tak dikenalnya. Awalnya Chanyeol sempat ragu untuk menerima panggilan itu, tapi akhirnya dia menggeser ke kiri slide hijau di ponselnya
"Yeobuseo…"
"Chanyeol oppa... tolong aku..."
"Kyungsoo?"
"Oppa… jaebal… tolong aku oppa,…. Hiks"
"Kyungsoo kenapa kau menangis, Kau dimana?"
"Oppa… jaebal…"
"Katakan kau dimana? Aku akan segera kesana"
Chanyeol memutus telponnya setelah mengetahui posisi Kyungsoo.
"Ayo kita berangkat" Baekhyun menghampiri Chanyeol
"Aku harus pergi.." Chanyeol menyingkirkan Baekhyun dari jalannya
"Okay… kita pergi sekarang" Baekhyun mengikuti Chanyeol, namun Chanyeol membalikkan badannya
"Anduwe…. Aku ada urusan mendadak" Chanyeol menghentikan langkah Baekhyun
"Gwuenchana aku akan menemanimu" Baekhyun menatap Chanyeol
"Ah.. tidak usah biar aku sendiri saja"
"Chanyeol-ah ada apa? Kenapa kau panik sekali?"
"Tidak apa – apa… aku akan segera kembali…"
Chanyeol segera meninggalkan Baekhyun yang berdiri mematung di dekat pintu depan. Baekhyun hanya mengangguk setelah Chanyeol berjanji akan kembali.
Malam itu Kyungsoo meminta Chanyeol menemuinya di sebuah kamar di Seoul World Hotel. Chanyeol mengetuk pintu kamar nomor 2519. Tak lama Kyungsoo pun membuka pintu kamar itu.
"Kyungsoo-ah, ada apa?" tanya Chanyeol panik.
Kyungsoo sedang menangis dan bahunya terluka. Kyungsoo segera menarik Chanyeol ke dalam kamar dan menutup pintu lalu memeluknya dengan erat.
"Oppa… aku takut, aku sangat takut" kata Kyungsoo dan menangis semakin keras.
"Tenanglah, aku ada di sini… aku akan menjagamu" jawab Chanyeol memeluk erat Kyungsoo.
"Kyungsoo-ah… kau kenapa? Kenapa bahumu terluka?" Chanyeol memeriksa memar di bahu putih Kyungsoo
"Kai-ssi… dia yang melakukannya… dia memukulku dengan botol minuman keras" Kyungsoo menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Mwo? Apa kalian sedang bertengkar?" Chanyeol mengerutkan keningnya
"Ani… tapi dia pasti memperlakukanku kasar jika dia sedang mabuk… aku tak tahan lagi…" Kyungsoo kembali mendekap Chanyeol
"Tunggu di sini… aku akan mencarikan obat agar tidak semakin parah" Chanyeol melepas pelukan Kyungsoo dan hendak meninggalkan gadis bermata bulat itu
"Anduwe… jangan tinggalkan aku, aku tidak butuh obat, yang kubutuhkan adalah kau… oppa.." Kyungsoo mengeratkan pelukannya pada Chanyeol.
Kyungsoo tidur dipelukan Chanyeol dan masih menangis. Jam menunjukkan pukul 01.30 dini hari waktu Seoul. Chanyeol hendak pulang tetapi Kyungsoo memaksa Chanyeol untuk menginap dan menemaninya hingga terbangun besok.
Dan Chanyeol pun melalukannya.
Sementara itu di rumah, Baekhyun masih menunggu dengan resah. Baekhyun yang sudah berjam – jam mondar mandir bahkan hampir mengunyah ponselnya sendiri karena dia tidak bisa menghubungi Chanyeol, Baekhyun mencemaskan suaminya. Baekhyun akhirnya memilih duduk didepan pintu.
Waktu terus berjalan, namun Chanyeol tidak datang juga hingga akhirnya Baekhyun tertidur bersandar di tembok dekat rak sepatu tepat di depan pintu.
Sehun keluar dari kamarnya dan menyeret kakinya ke dapur. Tak sengaja ia melihat Baekhyun duduk di lantai. Sehun terus menuju dapur tanpa peduli apa yang gadis itu lakukan, ia meneguk segelas air dan segera kembali ke kamarnya.
Tetapi beberapa saat kemudian Sehun keluar membawa selimut Chanyeol. Dia berjongkok didekat Baekhyun dan merasa kasihan pada gadis itu.
"Yaa, malam ini mungkin hyung tidak akan pulang. Tapi kau tidurlah dengan selimut ini" Sehun bergumam sambil memnyelimuti Baekhyun yang masih tertidur dengan posisi yang sama.
"Anggap saja ini Chanyeol yang memelukmu..." Sehun lalu tersneyum melihat wajah tertidur Baekhyun
Setelah itu Sehun kembali ke kamar dan berbaring lagi di tempat tidurnya, tepat diseberang tempat tidur Chanyeol. Perlahan Sehun mulai memejamkan matanya dan kembali terlelap.
Tak lama kemudian Sehun kembali terjaga, dilihatnya jam menunjukkan pukul 3 pagi. Dia keluar kamar dan Baekhyun masih di sana. Sehun menatap Baekhyun yang masih tertidur, dia tidak mengerti harus berbuat apa, dia tidak mau mengganggunya yang menunggu Chanyeol hingga tertidur.
Akhirnya Sehun memilih kembali ke kamar namun tanpa menutup pintu kamarnya. Dari tempat tidurnya Sehun terus memandangi Baekhyun. Sehun tak memutuskan pandangannya yang tertuju pada Baekhyun hingga Chanyeol datang sekitar pukul 5 pagi.
Chanyeol sebenarnya melihat Baekhyun tidur dilantai tapi dia hanya melaluinya. Tentu saja hal itu disaksikan oleh Sehun. Ternyata namja bermata sipit itu tidak tidur sama sekali malam itu karena memperhatikan Baekhyun.
Saat Chanyeol masuk kedalam kamar mereka, sehun hanya pura – pura menutup matanya. Namun beberapa menit kemudian dia keluar lagi dan menghampiri Baekhyun.
"Baekhyun-ah… bangunlah," katanya sambil mengguncang lembut lengan Baekhyun.
"mmmm… Chanyeol-ah.. no wa seo?" Baekhyun terbangun.
"Chanyeol hyung baru saja pulang, kau tidurlah dikamarmu." Sehun berkata lembut.
"Oh, Sehun-ah… apa Chanyeol sudah pulang?" Baekhyun mengucek matanya
Sehun hanya memberikan anggukan pelan untuk jawabannya kemudian dia berdiri dan kembali ke kamarnya. Sesaat kemudian Baekhyun kaget melihat selimut Chanyeol di badannya. Dia lalu tersenyum mengira Chanyeol lah yang memberikannya selimut itu padanya.
Akhir – akhir ini Chanyeol sering keluar saat malam, dia juga keluar tanpa pamit. Baekhyun tidak mengerti kenapa Chanyeol jadi seperti itu sekarang, karena menurut komplotannya yang lain Chanyeol tidak biasanya seperti itu.
"Chanyeol belum pulang?" Suho baru datang dari kencan bersama Yixing langsung bergabung dengan yang lainnya
"Belum… aku sudah mencoba menghubunginya namun ponselnya sering mati" Baekhyun nampak putus asa
"Kemana sih anak itu? Sering sekali menghilang" Chen bergumam sambil mengganti channel TVnya
"Sehun-ah… apa kau tau sesuatu tentang ini?" Kris kembali mengintimidasi maknae komplotannya
"Ani… aniyeo hyung" Sehun menjawab tanpa menatap Kris.
Sehun berbohong, sebenarnya dia tau sesuatu.
FLASH BACK
Sehun sedang berjalan diantara kerumunan orang – orang yang juga sedang melintasi trotar. Malam itu cukup ramai. Sehun mengenakan earphonenya dan memasukkan tangannya kedalam jaket yang dia kenakan.
Namun sebuah pemandangan janggal tertangkap matanya. Chanyeol sedang berjalan menuju sebuah gang kecil. Sehun mengernyitkan matanya, meyakinkan dirinya sendiri apakah itu benar Chanyeol atau bukan.
Sehun akhirnya memutuskan untuk mengikuti namja tiang listrik yang dia yakini adalah hyungnya. Chanyeol menuju kesebuah gang buntu sempit yang memisahkan gedung theater dan gedung pertokoan. Sehun kaget ketika melihat sosok yang sudah menunggu Chanyeol.
"Kyungsoo?" Sehun bergumam
"Oppa…" Kyungsoo berlari kedalam pelukan Chanyeol
"Ada apa Kyung?" Chanyeol membalas pelukan Kyungsoo
"Oppa… kembalilah padaku oppa… tinggalkan yeoja itu" Kyungsoo merengek dalam pelukan Chanyeol
"Tapi kau kan sudah punya Kai, kau sudah bersama dengannya…" Chanyeol masih memeluk Kyungsoo
"Ani… aku akan meninggalkan Kai juga, tapi oppa harus meninggalkan dia dulu… oppa adalah milikku…" Kyungsoo memaksa
Chanyeol hanya diam tak menjawab
"Aku mencintaimu oppa… Kembali padaku…" Kyungsoo kembali merajuk
"Beri aku waktu Kyungsoo… aku pasti akan kembali padamu" Chanyeol mengecup pucuk kepala Kyungsoo lembut.
FLASH BACK END
"Kau sedang apa?" Sehun memergoki Baekhyun yang sedang menggambar diruang tengah
"Oh! Sehun-ah… aku sedang membuat desainku.." Baekhyun nyengir
Sehun sedikit mengintip buku desain Baekhyun,
"Boleh aku melihatnya?"
"Tentu saja…"
Sehun mengarahkan buku desain itu ke hadapannya dan membuka tiap halaman yang ada. Mata Sehun nampak mengabsen setiap sudut buku itu, bukan, bukan karena terpukau dengan desain Baekhyun, yang Sehun lihat adalah ukiran nama "Park Chanyeol" yang selalu ada disetiap sudut buku desain milik yeoja imut itu.
Baekhyun mengukir nama suaminya dan menggambar jantung serta wajah Chanyeol dalam wujud Chibi. Sehun langsung menutup buku desain Baekhyun dan mengembalikannya.
"Apa kau benar - benar menyukai Park Chanyeol? Hyungku hanya berpura - pura saja... kau jangan terlalu serius" Sehun memperingatkan
"Aku mencintainya.." Baekhyun tak menghiraukan peringatan Sehun
"Geure? Kau akan banyak merasakan sakit jika terus mempercayainya" Sehun menatap tajam Baekhyun
"Chanyeol-ah… kau sudah pulang?" Baekhyun melambaikan tangannya pada Chanyeol yang melintasi ruang tengah.
Chanyeol kini berubah, tidak lagi seramah biasanya pada Baekhyun, tidak lagi sering menjemput atau sekedar makan siang bersama Baekhyun. Chanyeol terlalu sibuk menjadi kekasih gelap Kyungsoo.
Baekhyun segera mengejar Chanyeol ke dapur, Chanyeol nampak meneguk sebotol air mineral.
"Chanyeol-ah… apa akhir – akhir ini kau sangat sibuk?" Baekhyun menghampiri Chanyeol
"Nde… sibuk sekali.." Chanyeol menjawab seadanya
"Apa saja? Apa jurusan musik memang sesibuk itu ya? Tapi aku tak pernah melihatmu ke kampus... apa kau ada kegiatan lainnya? tapi ujianmu kan bulan depan jadi sebaikanya kau tidak banyak kegiatan, fokus ke ujianmu saja, katanya kan jurusan musik ujiannya sangat sulit..."
"SUDAHLAH KAU DIAM SAJA! KAU TIDAK MENGENALKU!"
Chanyeol tiba – tiba saja membentak Baekhyun. Baekhyun kaget dengan teriakan Chanyeol, begitu pula Sehun, dia langsung berdiri dari duduknya dan hendak menghampiri Chanyeol dan Baekhyun namun sebelum sempat melangkahkan kakinya seseorang berkata
"Pasangan pengantin baru seharusnya berbulan madu... bukan bertengkar..."
Kyuhyun tiba - tiba datang kerumah mereka
"Aboji…" gumam Chanyeol nampak kaget.
"Anyeonghaseo abonim…" Baekhyun membungkuk hormat
"Kalian ada apa? Masak pengantin baru menikah 3 bulan sudah bertengkar?" Kyuhyun menyeringai ramah.
"Cheongseohamnida Abonim…" Baekhyun kembali membungkuk
"Gwuenchana…" Kyuhyun mengedipkan matanya.
"Ada apa? Kenapa Aboji kemari?" Chanyeol salah tingkah lagi.
"Aku…. Kebetulan ada urusan kerja di Seoul… mampir sebentar menengok anak – anakku dan juga menantuku" Kyuhyun duduk disalah satu kursi di meja makan.
Baekhyun dengan sigap menuangkan jus jeruk ke gelas dan menyuguhkannya kepada Kyuhyun
"Gumawo.." katanya.
"Duduklah… Sehun mana?" Kyuhyun mengedarkan pandangannya
"Wae appa?" Sehun datang dari balik punggung Kyuhyun
"Aaaa… minggu depan aku akan mengajak kalian ke pulau jeju dan tinggal disana selama sepuluh hari, kita punya pabrik baru di sana, aku ingin kalian ikut melihat – lihat saja… walaupun aku tau kalian pasti tidak tertarik dengan urusan pabrik"
Kyuhyun menyeringai kepada kedua putranya.
"Ini tiket untuk kalian…" Kyuhyun menyodorkan 3 tiket pesawat pada Chanyeol
"Haruskah kita pergi kesana? Tapi aku cukup sibuk,… aku" Chanyeol nampak resah
"Ujianmu kan bulan depan Chanyeol-ah…" Kyuhyun tersenyum
Seperti yang sudah – sudah, Kyuhyun pasti sudah melaporkan pada pihak kampus bahwa dia akan mengajak 3 mahasiswa itu untuk pergi.
Tak bisa lagi mengelak, akhirnya Chanyeol memutuskan untuk ikut. Chanyeol tak lupa minta izin pada Kyungsoo, bukan, lebih tepatnya Chanyeol mengemis izin pada yeoja angkuh itu. Kyungsoo sempat marah karena Chanyeol akan meninggalkan Seoul namun akhirnya dia mengizinkan tapi Chanyeol harus selalu menelponnya setiap malam.
Sampailah mereka di Jeju.
"Jika bukan karena eomma dan aboji, aku tidak akan kemari" gerutu Chanyeol sambil mengurusi bagasinya.
"Gwuenchana… tidak ada salahnya kan membuat kedua orang tuamu senang, lagi pula di kampus kan tidak sibuk" Baekhyun berkata lembut
Chanyeol hanya diam dan sibuk dengan smartphonenya.
"Chanyeol-ah, apa kita langsung menuju ke hotel?" Baekhyun kembali bertanya namun Chanyeol tetap mengabaikannya, namja jangkung itu tetap sibuk dengan kegiatannya, chating kakao talk bersama Kyungsoo.
Sehun tidak tahan melihat sikap Chanyeol, dia tau betul apa yang sedang Chanyeol lakukan, karena dia sendiri tau bagaimana Chanyeol berhubungan dengan Kyungsoo dibelakang Baekhyun.
Baekhyun terus mengekor Chanyeol yang tak peduli dengan keberadaannya, sementara Sehun masih terus mengikuti hyung dan kakak iparnya itu.
"Ya… itu anak – anak sudah datang" Kyuhyun menyikut Eunhyuk yang sibuk dengan tablet PCnya
"Anyeonghaseo Abonim, Anyeonghaseo eomani…" Baekhyun memberi hormat
Eunhyuk tersenyum dan membelai rambut lembut Baekhyun.
"Sudah lama di sini eomma?" Sehun memeluk Eunhyuk manja
"Tidak, kami baru saja sampai karena tadi harus meninjau pabrik…" Eunhyuk mengacak rambut putranya
"Okay… ayo kita berangakat menuju villa kita" Kyuhyun mengajak keluarganya menuju Villa yang sudah mereka pesan
"Kenapa kita tidak menyewa kamar hotelnya saja seperti biasa?" Sehun merajuk
"Karena kita punya tambahan anggota keluarga jadi kita harus tinggal di tempat yang lebih bersuasana keluarga Sehun-ah.." Eunhyuk menggandeng tangan Sehun.
Baekhyun berjalan disamping Chanyeol namun Chanyeol masih saja mengabaikannya.
"Nah… kamar utama, eomma dan appa akan menggunakannya, kamar yang disebelah kamar utama, itu kamarmu Sehun-ah… dan kamar yang disudut sana, adalah untuk pasangan pengantin baru kita… Chanyeol dan Baekhyun…yee…" Kyuhyun menepuk tangannya
Chanyeol dan Baekhyun saling bertukar pandang, kenapa dia dan Chanyeol harus satu kamar?
Ah iya, dimata orang tua Chanyeol mereka sudah menikah secara sah dan tidak berpura – pura.
Chanyeol akhirnya membungkuk dan permisi kekamar bersama Baekhyun.
"hmmm…. Kita harus sekamar selama sepuluh hari kedepan.." gumam Baekhyun sambil membuka koper – kopernya.
"mmm…. Aku akan tidur di…. Kenapa tidak ada sofa?" Chanyeol mengitari sekelilingnya
"Gwuenchana… aku tidur sangat tenang, kita bisa membagi dua tempat tidurnya…" Baekhyun memberi solusi, Chanyeol langsung menatap tempat tidur itu namun keningnya mengkerut
"Baekhyun-ah… tempat tidurnya ukuran queen zise, jika dibagi dua… akan sangat sempit satu sama lain" kata Chanyeol menunjuk tempat tidur itu.
Baekhyun mengedipkan matanya polos,
"Kalau begitu aku tidur dilantai saja.." Baekhyun melengkungkan bibirnya
"Ani… kita bagi saja tempat tidur ini, saling tidur menyamping saja, pasti cukup" Chanyeol mengangguk.
"Okay… kalau begitu aku akan mandi, tadi eommamu bilang kita akan kembali ke pabrik setelah ini" Baekhyun langsung masuk ke kamar mandi.
.
.
"Sudah siap? Ayo kita ke pabrik…" Eunhyuk nampak riang
"Eomma… haruskah aku ikut? Aku sangat tidak tertarik" Sehun bergumam kesal
"Ya… ini adalah pabrik yang eomma dan appamu bangun, kau adalah calon pewaris pabrik ini bersama Chanyeol" Kyuhyun sedikit mencubit pipi Sehun
Sebuah mobil van mewah membawa keluarga itu menuju ke sebuah pabrik kain di pulau Jeju. Letaknya tak jauh dari lokasi villa mereka. Hanya 20 menit sudah sampai.
"ChanHun Textile" gumam Baekhyun ketika memasuki lobi pabrik itu
"Nde… Chan untuk Chanyeol dan Hun untuk Sehun" Kyuhyun menyeringai Baekhyun
Mereka melakukan tur keliling pabrik, terlihat sangat jelas bahwa Chanyeol dan Sehun sama sekali tidak tertarik dengan pabrik itu. Sebaliknya dengan Eunhyuk dan Baekhyun yang jadi seperti eomma dan anak yang sedang bermain bersama, mereka begitu antusias.
Tak terasa waktu sudah semakin sore dan pabrik harus tutup pukul 5 sore. Keluarga itu benar – benar puas dengan pabrik baru mereka.
.
.
"Pabrikmu sangat keren.." Baekhyun mendudukkan dirinya di sisi kanan tempat tidur
"Bukan milikku, itu milik eomma dan aboji" gumam Chanyeol yang kini sibuk menatap ponselnya kembali.
"Sebenarnya ada apa dengan ponselmu? Kenapa kau menatapnya terus?" Baekhyun akhirnya bertanya
"Oh… ani… hanya sedang berbicara masalah musik bersama teman" Chanyeol berbohong
"Teman macam apa hingga kau tak pernah melepas ponselmu?" Baekhyun menaikkan sebelah alisnya
"Ya… aku bilang ini hanya seorang teman.. tidak lebih" Chanyeol tetap berbohong
"Aku tau itu Kyungsoo…. Kenapa kau berbohong padaku?" Baekhyun menatap sendu kearah Chanyeol
Chanyeol nampak kaget, persis seperti seorang suami yang kepergok selingkuh
"Kau tak seharusnya membohongiku, apa kau lupa jika hubungan ini hanya pura – pura saja?"
Setelah berkata seperti itu Baekhyun langsung merebahkan tubuhnya dan berbaring miring ke kanan memunggungi bagian tempat tidur Chanyeol. Sementara Chanyeol hanya mematung karena kata – kata Baekhyun.
.
BRUGH
"AAAAK…"
Chanyeol terbangun mendengar suara benda jatuh diiringi teriakan. Chanyeol langsung menghidupkan lampu kamarnya.
Dia segera melihat Baekhyun merintih sakit di lantai kamar.
"Gwuenchana? Kenapa kau bisa di bawah sini?" Chanyeol menghampiri Baekhyun
"Aku terjatuh…" rintih Baekhyun
"Mwo? Kau jatuh? Kau bilang tidurmu tenang…" Chanyeol memapah Baekhyun kembali ketempat tidur
"Kau menendangku Yeol!" bentak Baekhyun
"Cinca? Aah,… mianhae…" Chanyeol melipat bibirnya seraya menggaruk pelipisnya.
"Gwuenchana" Baekhyun tersenyum
"Bagian mana yang sakit? Ah… kebiasaanku saat tidur memang sangat buruk.." Chanyeol menatap Baekhyun intens
"Tidak ada yang sakit, lantainya kan berlapis karpet… sudahlah ayo tidur lagi" Baekhyun menepuk sebelah tempat tidur yang kosong
"Ani… aku takut menendangmu lagi" Chanyeol menggeleng kepalanya lucu
"Kau hanya belum terbiasa…" Baekhyun tersenyum sangat manis hingga Chanyeol akhirnya menuruti keinginan senyuman itu.
"Apa tidur kalian nyenyak?" Sapa Eunhyuk ketika Chanyeol dan Baekhyun datang bergabung untuk sarapan
Mereka berdua bangun kesiangan karena malamnya mereka tidak bisa tidur saling menjaga gerak mereka masing - masing.
"Pasangan pengantin baru, bangun siang - siang seperti ini membuatku harus bersiap - siap jadi kakek" Kyuhyun menggoda mereka.
Sehun tiba - tiba tersedak susu yang dia minum ketika mendengar ucapan appanya.
"Pelan - pelan minumnya sayang..." Eunhyuk membantu Sehun membersihkan bibirnya yang belepotan susu.
"Aboji... mianhae... tapi kami masih harus menyelesaikan kuliah kami dulu sebelum berpikir kearah sana.." Chanyeol tersenyum singkat.
Drrrtt... Drrrtt...
Ponsel Chanyeol bergetar, sekilas Baekhyun dapat melihat nama Kyungsoo di layar ponsel Chanyeol, dan itu sukses membuat senyum manis di bibir peach tipis itu memudar.
Chanyeol permisi meninggalkan meja untuk mengangkat telponnya.
"Ne kyung..."
"Oppa... aku juga akan shooting di Jeju! sekarang aku akan berangkat!?"
"Cinca? Benarkah?"
"mmm... tunggu aku disana oppa.."
Kyungsoo memutus sambungan telepon mereka. Chanyeol lalu kembali dengan senyum ceria merekah sempurna di wajahnya, dan Baekhyun cukup penasaran apa yang berhasil membuat suaminya itu begitu bahagia.
"Hari ini kita akan rapat dengan investor, kalian harus ikut nde.." Kyuhyun mengakhiri sarapannya
"NDE!" tak seperti sebelumnya Chanyeol kini jadi sangat semangat.
.
Selama rapat Chanyeol hanya sibuk dengan ponselnya dan tidak menyimak dengan baik, cukup berbeda dengan Sehun yang mulai mempelajari berkas - berkas yang ada di hadapannya, Sehun menjadi tertarik dengan pabrik ini karena Baekhyun juga menyukainya.
"Chanyeol-ah... sampai kapan ponsel itu selalu jadi perhatianmu?" Eunhyuk menatap tajam putranya, kini wajahnya sudah sangat merah.
Chanyeol melihat air muka Eunhyuk yang tak baik langsung meletakkan ponselnya dan meminta maaf pada seluruh peserta rapat.
Setelah rapat usai, Chanyeol mendapat 9 missed call dan 3 pesan semua dari Kyungsoo. Gadis itu nampak sudah sangat kesal.
From : Kyungsoo
Oppa! Aku menunggu oppa di LoeL Mall sekarang!
Cepat kemari atau aku akan membencimu!
Chanyeol membelalakkan matanya melihat pesan terakhir Kyungsoo.
"Aboji, eomma... mianhae... aku harus kesuatu tempat sekarang,,.. aku permisi"
Belum sempat kedua orang tuanya mengijinkan, Chanyeol sudah langsung saja menghilang. Sesaat kemudian Sehun dan Baekhyun datang bersamaan.
"Dimana hyung?" tanya Sehun
"Entahlah, dia hanya bilang harus kesuatu tempat" Kyuhyun menatap Baekhyun
"Kau tau dia kemana Baekki?" Eunhyuk ikut menatap Baekhyun.
"Meollaseo eomani.." Baekhyun menggeleng lemah
"Kyung!" Chanyeol menghampiri yeoja berkacamata hitam yang berdiri dekat Hyun boutique
"Lama sekali! Apa yang oppa lakukan? sibuk dengan istrimu?" Kyungsoo nampak kesal
"Mianhae baby... oppa harus ikut rapat di pabrik" Chanyeol mencoba menjelaskan
"Gwuenchana... aku ingin jalan - jalan" Kyungsoo membalikkan badannya
Kyungsoo nampak membeli banyak sekali barang di mall itu, kartu kredit Chanyeol hari ini juga nampak sibuk.
Drrrt...Drrrrt...
Ponsel Chanyeol kembali bergetar, kali ini Baekhyun yang memanggilnya. Chanyeol meninggalkan Kyungsoo yang tengah asik memilih sepatu dan mengangkat telpon itu.
"Nde Baek.."
"Kau dimana Yeol?"
"Aku sedang diluar.."
"Eomma dan Aboji mencarimu, sudah waktunya makan malam"
"Tinggalkan saja aku, aku akan makan malam diluar"
"kau dimana sekarang? apa yang kau lakukan?"
"Itu... aku..."
"Mian... aku hanya butuh jawaban agar bisa menjawabnya didepan orangtuamu"
"Aku sedang di studio musik temanku..."
Chanyeol tak mengerti kenapa dia harus berbohong lagi, walaupun dia sadar ini hanya berpura - pura, namun tetap saja ini semua menyebalkan untuknya, dia tidak berani jujur pada Baekhyun.
Selama beberapa hari ini Chanyeol sering menghilang tiba - tiba tanpa memberi tahu orang tuanya, dan Baekhyun juga harus berbohong dan berbohong demi menutupi kesalahan Chanyeol.
Hari itu Baekhyun tidak ikut ke pabrik, dia sudah meminta izin untuk menemui pamannya yang juga sedang bekerja di jeju. Sesuai dengan perintah Kyuhyun karena Chanyeol sudah menghilang pagi - pagi buta, Sehun lah yang mengantar Baekhyun ke SM hotel tempat pamannya bekerja.
"Kau yakin kau akan menunggunya sendiri?" tanya Sehun dari mobilnya ketika Baekhyun baru saja keluar
"Gwuenchana, dia adalah kakaknya eommaku... gumawo Sehun-ah" Baekhyun tersenyum lalu melambaikan tangannya dan segera masuk ke gedung SM Hotel.
Baekhyun duduk manis di cafe SM hotel bersama secangkir milk tea pesanannya. Namun seorang namja berkaca mata hitam terus saja melirik Baekhyun yang sedang menyiup perlahan milk tea hangatnya.
"Youngmin Ajhusi!" Baekhyun melambaikan tangannya bersemangat.
Namja itu melepaskan kaca matanya dan melotot kearah yeoja cantik yang melambaikan tangannya penuh semangat.
"Ya! Kau benar - benar Byun Baekhyun? Anak adikku?" namja bernama Kim Young Min itu tersentak kaget
"Ajhusi wae? tentu saja aku benar - benar Baekhyun!" Baekhyun mempoutkan bibirnya
"Yaaa... kau kenapa berubah seperti ini? dulu kau tomboy sekali, sekarang kau... aigooo... cantik sekali.." namja itu langsung duduk dihadapan Baekhyun sambil terus mengagumi kecantikan ponakannya
"Ya... ajhusi, sekarang aku sudah besar, aku mau jadi diriku sendiri" Baekhyun tersenyum manis
"Guere... kau memang seharusnya seperti ini, jadi dirimu sendiri dan berhenti berpura - pura menjadi sosok almarhum Jongwoon" namja paruh baya itu menganggukkan kepalanya.
"Keunde... sedang apa kau di Jeju? apa kau berlibur bersama haraboji?" namja itu bertanya kembali
"Aniyeo ajhusi.. aku kemari bersama keluarga suamiku, Ajhusi pasti sedang ada kunjungan bisnis ya?" Baekhyun balik bertanya
"Ani... aku ke sini sedang melihat proses shooting drama yang dilakukan oleh artis - artisku... menjadi CEO SM Entertainment memang sangat melelahkan, hahaha..." namja itu tertawa
"MWO? tadi kau bilang keluarga siapa? SUAMIMU?" Pekik CEO SM Entertainment itu
"Nde.. aku sudah menikah Ajhusi.." ujar Baekhyun
"Kenapa kau tak memberitahuku?" Protes namja itu
"Karena aku belum berani mengatakannya pada appa... appa masih membenciku" lirih Baekhyun
"Gwuenchana,... suatu saat dia pasti menerimamu kembali, adikku selalu membujuknya"
"Uaah... perusahaanmu memang hebat ajhusi, terutama bisa melahirkan artis - artis yang hebat membawa hallyu ke seluruh dunia... SM Jjang!" Baekhyun mengacungkan dua jempolnya mengalihkan pembicaraan
"Kau juga... jika secantik ini aku bisa langsung mendebutkanmu... kau kan pandai menyanyi.." namja itu melirik Baekhyun
"Andwueninde ajhushi... aku tidak mau jadi artis, nanti aku tidak bebas.." ujar Baekhyun kembali menyeruput milk teanya yang sudah lebih dingin.
Setelah beberapa lama berbincang dengan pamannya Baekhyun tak sengaja melihat sesosok yang dikenalnya. Itu Chanyeol, bersama Kyungsoo. Mereka bergandengan mesra bersama berdua, keluar dari pintu elevator. Chanyeol nampak tersenyum bahagia dan demikian pula Kyungsoo.
Sambil berjalan Chanyeol mencium kening Kyungsoo dengan mesra, sontak melihat itu cangkir yang Baekhyun pegang terjatuh dan membasahi rok yang ia kenakan saat itu.
"Ahh.." Baekhyun memekik kaget
"Baekhyun-ah gwuenchana?" pamannya ikut kaget
"Gwuenchanaseumnida ajhusi... aku hanya sedikit lost control"
"Barusan kau melamun, kau liat apa?"
"Aniyeo ajhusi, aku hanya memikirkan sesuatu saja"
"Jangan begitu, jika ada masalah bicarakan saja padaku, aku kan pamanmu, aku akan senantiasa mengisi posisi kosong appamu"
"Ghamsahamnida ajhusi.."
Baekhyun kembali sibuk mengelap roknya yang tertumpah teh, kemudian dia ingat sesuatu untuk ditanyakan pada pamannya
"Ah! Ajhusi... apakah ajhusi mengenal KAI dan Kyungsoo?" Baekhyun menatap tajam mata pamannya
"Tentu saja... mereka kan artis dibawah agensiku.. wae?" namja itu menjawab mantap
"Aniyeo ajhusi... lain kali aku mau minta tolong meminta tanda tangan mereka.." Baekhyun tersenyum masam.
Malam itu Baekhyun pulang agak terlambat karena harus makan malam bersama pamannya, karena sudah meminta izin maka Kyuhyun dan Eunhyuk meninggalkan Baekhyun dan makan malam hanya dengan Sehun. Nampak Chanyeol belum juga pulang sejak tadi pagi, Baekhyun segera menghembuskan napas panjangnya mengatur emosi sedihnya.
"Anyeonghaseo..." Baekhyun membungkuk melihat keluarga kecil itu yang baru saja selesai makan malam
"Ah Baekhyunie... kami baru saja selesai, bagaimana pamanmu?" Eunhyuk bertanya ramah
"Dia baik eomani, tapi dia lumayan sibuk karena harus mengurusi artis - artisnya" Baekhyun tersenyum lemah
"Darimana saja kau?" tiba - tiba Eunhyuk berubah ketus.
Baekhyun segera membalikkan tubuhnya dan melihat Chanyeol baru datang, Chanyeol terkejut melihat keluarganya baru selesai makan malam dan Baekhyun berdiri di hadapannya. Chanyeol nampak kehabisan alasan untuk menjawab kali ini, dia terlalu sering mengilang.
"Oh... Cheongseohamnida eomani... Chanyeol tadi siang menyusulku bertemu dengan paman dan menemaniku hingga makan malam, kita pulang bersama" Baekhyun berbohong lagi di hadapan orang tua Chanyeol, sementara Sehun nampak gusar mendengar kata - kata itu.
"Guereyeo? kalian datang bersama? Chanyeol-ah bagaimana pamannya Baekhyun?" Kyuhyun bertanya tenang pada Chanyeol
"Dia baik dan... ramah padaku,... agak canggung saja karena ini pertamakalinya bertemu.." Chanyeol berkata saling bertukar pandang bersama Baekhyun.
Sehun menghela napasnya kasar dan berdiri dari mejanya, dia lalu berjalan meninggalkan meja makan dan menabrak kasar bahu Chanyeol. Sehun nampak marah.
"Kalau begitu kami permisi dulu eomani, abonim.." Baekhyun membungkuk lagi dang menggandeng Chanyeol ke kamar mereka.
"Sebenarnya kau kemana sih yeol?" Baekhyun berdiri didepan kamar mandi dan langsung bertanya pada Chanyeol yang baru saja habis mandi
"Sudah kubilang kan, aku ke studio temanku.." Chanyeol kukuh
"Aku melihatmu bersama Kyungsoo di cafe SM Hotel" Air mata Baekhyun menetes
Chanyeol langsung memalingkan wajahnya menatap Baekhyun
"Aku melihatmu bergandengan bersama kyungsoo, baru saja keluar dari elevator" Baekhyun menghapus air matanya.
Wajah Chanyeol memerah, bibirnya sedikit terbuka
"Mianhae aku menangis..." Baekhyun menghapus kasar air matanya dan menarik napas dalam dalam. "Aku menangis bukan karena aku melihatmu berjalan bersama Kyungsoo, aku hanya sedih karena kau membohongiku.."
Baekhyun lalu keluar dari kamar itu. Baekhyun berlari entah kemana, dia hanya mengikuti langkah kakinya tanpa tau arah dan tujuannya. Dia tersesat, dia tidak tau ada dimana, yang dia lihat hanya hamparan lautan tenang dan semilir angin malam.
Baekhyun melanjutkan tangisnya dan berteriak kencang karena dia merasa sendirian di pantai itu. Baekhyun menangis dibawah tiang lampu yang menghiasi pantai itu.
"Kau sudah mulai menangis sekarang"
Sehun tiba - tiba muncul dihadapan Baekhyun, sontak yeoja dengan wajah memerah karena tangis itu mengangkat wajahnya dan melihat tatapan hangat Sehun. Baekhyun hanya menghapus air matany kasar, tapi sehun memegang kedua tangan itu.
"Jika menangis membuatmu lebih baik, maka menangislah..." Sehun masih menatap Baekhyun.
Baekhyun kemudian menangis lebih kencang dan tangannya bergetar.
"Mani appooo..." Baekhyun terisak dalam tangisnya
Sehun yang tak tahan melihat Baekhyun langsung menarik yeoja itu kedalam pelukannya dan mengusap pucuk kepala Baekhyun.
"Aku sudah mengatakannya kan, dia akan menyakitimu..." gumam Sehun
Baekhyun hanya menggeleng dalam pelukan Sehun.
"Ani... bukan dia... tapi aku.." Baekhyun kembali terisak.
"Aku yang seharusnya tau dia tidak mencintaiku, tapi aku berharap terlalu banyak agar dia bisa balik mencintaiku... tapi aku terlalu bodoh untuk menerima kenyataan... dia mencintai Kyungsoo... Sehun-ah... dia mencintai Kyungsoo... mencintai Kyungsoo.."
Tubuh Baekhyun kembali bergetar dalam tangisnya.
Dari salah satu sudut kegelapan jalan menuju pantai itu, Chanyeol menghela napas beratnya... dia melihat Baekhyun dan Sehun berpelukan dibawah sinar lampu temaram. Chanyeol mendengar teriakan Baekhyun, entah kenapa Chanyeol merasakan dadanya sangat panas saat itu, melihat Baekhyun dan Sehun. Melihat keduanya begitu dekat, Chanyeol merasa iri.
Chanyeol memutuskan untuk kembali ke villa tanpa Baekhyun, dia masuk kedalam kamarnya dan menyelimuti dirinya sendiri, perlahan memejamkan matanya dan memikirkan apa yang telah dia lakukan. Baekhyun adalah yeoja yang selalu ada untuknya ketika dia menangis, rapuh dan menolongnya disaat orang lain tak bisa melakukan apapun. Baekhyun bahkan rella mempertaruhkan perasaannya demi kegilaan Chanyeol, tapi apa yang dia lakukan ketika Kyungsoo memintanya kembali.
Pintu kamar terbuka, Chanyeol tak berani membuka matanya. Dia hanya mendengar derap langkah pelan Baekhyun. Chanyeol menyicirkan matanya agar terbuka sedikit, Baekhyun melepas blazernya dan mengikat rambutnya, yeoja itu menatap seaat ponsel miliknya dan tersenyum pelan.
"Oppa... jika kau masih ada di sini, kau pasti akan membantuku... oppa, benarkah apa yang aku lakukan?"
"Aku mencintainya oppa... mampukah aku bertahan melihatnya mencintai Kyungsoo?"
Baekhyun bergumam pada ponselnya sendiri dan mengusap gambar di layar itu lalu tersenyum. Setelah itu Baekhyun langsung membalikkan badannya dan...
GREP
Chanyeol langsung memeluknya.
"Cha...Chanyeol-ah..." gagap Baekhyun
"Mianhae" gumam suara berat itu
"Kenapa kau begini? ya... lepaskan yeol..." Baekhyun sedikit meronta
"Maafkan aku yang membohongimu... aku... tidak tau kenapa melakukannya.." kata Chanyeol masih memeluk tubuh mungil Baekhyun
Baekhyun hanya terdiam tak lagi meronta
"Gwuenchana.." desah Baekhyun akhirnya
"Anduwe... berhentilah memaklumi apa yang aku lakukan dan menyakitimu... aku bersalah.." Chanyeol mempererat pelukannya.
Chanyeol melepas pelukannya setelah itu dan menatap Baekhyun yang kembali menangis. Chanyeol menakup wajah Baekhyun, merasakan kelembutan pipi putih yang kini basah air mata.
"Kau mencintai Kyungsoo, aku... mengerti... dan posisiku hanya sebagai pura - pura istrimu... aku, juga mengerti... jadi, gwuenchana... bukan kau yang salah, ini bukan karenamu juga... ini masalahku dengan perasaanku sendiri...yang..."
~CHUP
Tiba - tiba Chanyeol menempelkan bibirnya pada bibir peach Baekhyun. Baekhyun membulatkan matanya seketika sadar apa yang terjadi, Chanyeol menekan bibir basah itu dengan bibirnya cukup lama dan Baekhyun meronta lemah antara menerimanya namun tak tau bagaimana menolaknya.
Setelah beberapa saat Chanyeol melepaskan bibirnya. Chanyeol dan Baekhyun kini saling pandang.
"Aku tidak akan membohongi istriku lagi..."
Chanyeol bergumam dan kembali mencium Baekhyun, kali ini sedikit melumat bibir tipis itu, membuat tangan Baekhyun meremas pelan kemeja yang Chanyeol gunakan.
Sudah seminggu mereka ada di pulau Jeju, masih tersisa beberapa hari lagi dan mereka akan segera kembali ke Seoul. Chanyeol masih sering menemui Kyungsoo, namun setiap dia pergi dia pasti memberi tahu Baekhyun. Chanyeol sangat jujur pada istrinya sekarang, entah kenapa semenjak Chanyeol melihat Sehun memeluk Baekhyun di pantai malam itu, kini Chanyeol merasa risih jika membiarkan Baekhyun terlalu dekat dengan adiknya itu. Tak jarang Chanyeol sengaja menggandeng lengan Baekhyun atau hanya sekedar menggenggam tangan istrinya ketika mereka sedang berjalan.
Bahkan ketika Chanyeol meninggalkan keluarganya untuk bertemu Kyungsoo, kini Chanyeol malah sering sibuk chat Line bersama Baekhyun atau sekedar menelpon Baekhyun untuk bertanya yeoja itu sedang apa. Seperti sekarang...
"Kau sedang apa?"
"Aku sedang menemani eommamu menonton film dokumenter tentang kain"
"Apa kau tidak bosan?"
"Aku menyukainya yeol... bagaimana Kyungsoo?"
"Dia sedang belanja.."
"mmm... kau sudah makan?"
"Belum"
"Ajak dia makan siang bersama, Restaurant China di dekat botanical garden sangat enak... cobalah"
"mmm nanti aku mencobanya"
"Apa Kyungsoo tidak marah kau menelponku?"
"Ani... dia sedang sibuk memilih tas.."
"Nanti sore eomma mengajak kita melihat sunset, dia ingin semuanya ikut untuk mengambil foto keluarga"
"oh... akan kuusahakan untuk datang"
"mmm... salam untuk Kyungsoo... semoga menyenangkan"
Baekhyun memutus telponnya dan kembali berkonsentrasi dengan film yang dia dan Eunhyuk tonton, namun pikirannya melayang pada Chanyeol, dia merindukan suaminya, dia sebenarnya tidak menyukai Chanyeol berada bersama Kyungsoo.
Chanyeol datang tepat disaat mereka akan berangkat ke pantai.
"Kita mau kepantai mana eomma?" Chanyeol nyengir
"Oh... sekarang kau ikut huh?" Eunhyuk menatap sinis anak yang suka menghilang itu
"Kita kepantai Jungmun, privat beach di villa and resort ini" Jawab Kyuhyun sambil mengusap bahu istrinya
Mereka semua diantar sebuah kendaraan hotel untuk menuju pantai yang dimaksud. Dari kejauhan sudah terlihat pemandangan yang sangat indah. Baekhyun nampak sangat antusias melihat pemandangan yang disajikan alam dihadapannya itu, berulang kali dia mengambil foto dan mengabadikannya dalam almbum foto di ponselnya
Sesampainya di pantai, hamparan pasir putih kecoklatan menyambut mereka. Baekhyun segera berlari kearah pantai namun tidak berani dekat - dekat dengan air, dia langsung mengerem langkahnya dan membiarkan sehun yang berlari bersamanya tadi mencapai pantai terlebih dahulu.
"Kami akan duduk disini sambil santai, kalian bermain saja" titah Kyuhyun pada Chanyeol.
Kyuhyun duduk disebuah meja dengan payung besar diatasnya. Dari meja itu dapat dinikmali hamparan pantai yang sangat indah, membuat susana hati ikut tenang dan damai.
"Sehun-ah... jangan terlalu ketengah!" Bakhyun berteriak, dia sangat takut air maka dari itu dia tidak berani mengejar Sehun.
"Yaa... kau harus mencoba,.. di sini saja... lihat... tidak dalam" Sehun melompat lompat membuat air laut sedikit menyiprati bajunya.
"Shireo! aku tidak duka air!" Baekhyun kembali berteriak.
Chanyeol berjalan santai mendekati Baekhyun yang hanya bisa berdiri melengkungkan bibirnya melihat Sehun asik bermain air, apa yang dilihatnya selalu mengingatkannya pada Jongwoon. Oppanya yang satu itu sangat menyukai air, menyukai pantai, pandai berenang dan selalu menggila jika diajak kepantai.
"Kau melamun lagi" Chanyeol mencengkram bahu Baekhyun
"Ah! kau membuatku kaget..." Baekhyun menoleh kearah Chanyeol
Sehun langsung menghampiri mereka saat itu juga.
"Aku akan kembali..." Sehun memberikan kamera yang tadi dia kalungkan dilehernya pada Baekhyun dan pergi meninggalkan dua pasangan yang kini saling bertukar pandang itu.
"Kau mau main air?" tanya Chanyeol setelah punggung Sehun menghilang dibalik batu karang.
"Shireo!... aku tidak suka air" Baekhyun menggeleng kepalanya keras
"aku akan bersamamu... ayo" Chanyeol mengulurkan tangannya meminta tangan Baekhyun
"Anduwe" Baekhyun meraih tangan Chanyeol dan menarik sedikit tangan panjang itu.
"Wae?" tanya Chanyeol polos
"Aku takut air" Baekhyun menundukkan kepalanya.
"Kau percaya padaku kan? Aku akan menjagamu... aku akan mengajarimu menikmati air laut itu"
Tanpa persetujuan Baekhyun, Chanyeol lalu memapah tubuh Baekhyun ala pengantin menuju kepantai. Baekhyun terlihat panik, namun senyuman Chanyeol membuat yeoja manis itu mengkerut dan mengencangkan kalungan tangannya di leher Chanyeol.
"Kakiku sudah menyentuh air" gumam Chanyeol
Baekhyun segera menyembunyikan wajahnya di leher Chanyeol. Suara deburan ombak semakin jelas ditelinga Baekhyun. Pantai itu cukup tenang, namun untuk ukuran seseorang yang fobia air, itu sangat deras. Air sangat mengerikan.
"Ayo buka matamu" Chanyeol berbisik dekat telinga Baekhyun
Perlahan Baekhyun membuka matanya dan melihat air yang sangat banyak disekitarnya, dia kembali menutup matanya dan tubuhnya gemetar berkeringat
"Aku akan menurunkanmu" Chanyeol berbisik sambil tersenyum
"Aaa...Anduwe!" Baekhyun sedikit terpekik
"Baekhyun-ah... tatap mataku.." titah Chanyeol
Baekhyun perlahan menatap wajah namja tampan yang masih memapah tubuh mungilnya.
"Percayalah padaku... aku tidak akan melepaskan tanganmu, aku akan menjagamu, aku tak akan membiarkan sesuatu terjadi dan tidak melepas tanganku"
Seperti disihir Baekhyun langsung menganggukkan kepalanya, perlahan Chanyeol menurunkan tubuh Baekhyun, kaki putih yeoja itu pertama menyentuh air dan Baekhyun agak bergidik ngeri. Begitu kedua kakinya menginjak pasir Baekhyun langsung gemetar dan memeluk Chanyeol.
"Aku tidak bisa melakukannya.." Baekhyun menggeleng
"Aku di sini... cha... perlahan rasakan kakimu... rasakan airnya... ini tidak deras... aku menggenggam tanganmu" Chanyeol berbisik
"Tapi jika aku membuka mata aku akan melihat air yang banyak" gumam Baekhyun
Chanyeol langsung membalikkan badannya membuat Baekhyun menghadap karah pantai.
"Buka matamu.."
Baekhyun sedikit mencicir.
"Eotte?" Chanyeol tersenyum memandang lekat kedua manik mata Baekhyun dan masih menggenggam erat kedua tangan lembut istrinya
Baekhyun perlahan menginjak - injakkan kakinya di atas pasir dan air laun sayup menyapu kaki putihnya.
"Chua.." gumam Baekhyun
Chanyeol menendang sedikit ai agar menyiprat Baekhyun, sontak Baekhyun jadi kaget dan air membasahi pahanya. Baekhyun membalas cipratan itu dan melakukanan hal yang sama, namun Baekhyun melakukannya terlalu keras hingga wajah Chanyeol menjadi basah.
Mereka akhirnya main air bersama, saling membasahi satu sama lain. Seperti janji Chanyeol, dia tidak pernah sediktpun menrenggangkan genggaman tangannya, dia selalu menggenggam tangan istrinya.
Dari kejauhan Sehun menatap kedua pasangan itu terlihat sangat bahagia, terutama senyum Baekhyun yang begitu lepas.
"Apa kau bahagia? Apa namja itu benar - benar membuatmu bahagia?" gumam Sehun sambil menyelipkan tangannya di saku celana pendeknya
.
.
Baekhyun nampak lelah karena bermain di pantai bersama Chanyeol, Eunhyuk dan Kyuhyun bahkan mentertawakan tingkah laku mereka yang kekanakan. Setelah makan malam dan sedikit berbincang akhirnya Baekhyun permisi tidur terlebih dahulu, tenaganya seakan terkuras habis karena melawan rasa phobianya.
Beberapa jam kemudian Chanyeol menyusul Baekhyun, dia mendapati sesosok mungil sudah meringkuk di sisi kanan tempat tidur itu. Ini malam ke 8 mereka tidur bersama, dan Chanyeol nampak terbiasa dengan keberadaan Baekhyun disampingnya. Bahkan kini Chanyeol memiliki kebiasaan baru, mentapa wajah Baekhyun sebelum dia tertidur. Chanyeol akan selalu mengabsen setiap lekuk wajah Baekhyun yang tertidur dengan damai, Chanyeol akan menikmati suara merdu degupan jantung Baekhyun dan desahan napas lembut yeoja berbibir peach itu.
Perlahan Chanyeol mulai tersenyum dan menyukai wajah tertidur yang damai itu, beberapa kali Chanyeol mengelus wajah Baekhyun dan mulai memejamkan matanya. Mereka kini tidur saling berhadapan.
"Kita mau kemana?" tanya Baekhyun. Pagi ini Chanyeol meminta izin untuk mengajak Baekhyun pergi ke suatu tempat dan tidak ikut dalam pertemuan kolega orang tua mereka.
"Aku mau mengajakmu kesuatu tempat, selama ini aku belum pernah mengajakmu jalan - jalan kan?" Chanyeol mengulas senyum dibibirnya
Chanyeol memarkir mobil di parkiran sebuah gedung yang bercorak tradisional.
"Oh... ini kan kuil yang sering muncul di drama.." gumam Baekhyun
"Iya, sekarang Kyungsoo shooting di sini" kata Chanyeol enteng
"Ya... kenapa kau mengajakku ke sini? bukankah ini Kyungsoo membencimu bersamaku" pekik Baekhyun
"Ani.. aku tidak akan mengajakmu untuk bertemu Kyungsoo, aku hanya mengajakmu melihat anjing - anjing peliharaan di kuli ini... kau suka anjing kan?" kata Chanyeol setelah menutup pintu mobilnya.
Mereka berdua berjalan cukup jauh memutar agar tidak melewati zona shooting drama itu. Chanyeol berjalan sambil menggenggam tangan Baekhyun, ya... namja itu kembali menggenggam tangan istrinya kemanapun dia pergi.
Chanyeol agak lupa dimana tempat pertenakan kuil itu, hingga dia sedikit berputar - putar dan beberapa kali memasuki areal yang salah.
"Aku biasanya masuk dari depan" gumam Chanyeol membela dirinya dari lirikan menggoda Baekhyun
"Gwuenchana... aku menikmati kuil ini dari tadi yeol" Baekhyun tersenyum manis
Chanyeol menatap bibir peach di wajah mendongak Baekhyun, hanya dengan menundukkan kepalanya sedikit bibirnya bisa mengecup bibir cantik itu. Namun Chanyeol menggelengkan kepalanya mengingat dimana mereka berada, walaupun sudah pernah mencium Baekhyun namun dia masih tetap canggung untuk melakukannya lagi, "lagi pula itu kan diluar akal sehatku" pikirnya.
Mereka berdua menyusuri sebuah lorong yang menghantarkan mereka pada sebuah beranda, dari beranda tersebut bisa diliat sebuah pintu tepat berhadapan. Sesaat setelah mereka menyadari mereka tersesat untuk sekian kalinya, tiba - tiba pintu beranda itu terbuka. Chanyeol dan Baekhyun sama - sama terpekik begitu melihat Kyungsoo dan Kai lah yang keluar dari pintu itu.
Chanyeol langsung menyeret Baekhyun untuk bersembunyi dibalik tirai pintu yang berhadapan langsung dengan Kyungsoo dan Kai.
"Jongin-ssi... percayalah aku mencintaimu.." Kyungsoo mengerutkan alisnya
"Kau mencintaiku? yang benar saja? Kata kru yang lain kau selalu bertemu dengan namja lain di belakangku" bentak KAI
"Aniyeo chagi-ah... aku hanya mencintaimu, aku tidak bertemu siapapun percayalah" Kyungsoo terdengar putus asa
"Bagaimana aku harus mempercayaimu?" Jongin mengguncang tubuh mungil itu
"Aku milikmu Jongin-ssi... aku sudah memberikan segalanya untukmu... aku bahkan sudah meninggalkan namja bodoh bernama Chanyeol itu untukmu" Kyungsoo mendekap tubuh KAI.
"Kau masih menemuinya!" KAI menyeringai tajam
"Ani... aku tidak pernah menemuinya aku tidak pernah mencintainya Chagi-ah" ujar Kyungsoo.
Namja berkulit Tan itu langsung mencium bibir Kyungsoo dengan ganas, menyeret Kyungsoo hingga terhempas ketembok kuil dan kembali menyerang Kyungsoo.
Chanyeol melepas tangan Baekhyun dengan lemah, Baekhyun tau Chanyeol pasti mendengar apa yang dia dengar. Pernytaan Kyungsoo dan kini dia harus melihat Kyungsoo berciuman dengan KAI.
"Aaak"
Pekik Kyungsoo kesakitan, Kyungsoo nampak seperti diperkosa oleh Jongin. Chanyeol yang tak tahan melihatnya langsung keluar dari persembunyiannya diikuti dengan Baekhyun.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!" teriak Chanyeol sambil menarik kasar tubuh KAI yang mencumbu Kyungsoo.
"Siapa kau berani ikut campur?" seringai namja sexy itu
"Cheongseohamnida... Cheongseohamnida" Baekhyun membungkukkan badannya sambil menggenggam erat lengan Chanyeol.
"mengganggu saja!" Kai meninggalkan tempat itu, meninggalkan Kyungsoo yang menatap kesal kearah Chanyeol dan Baekhyun
PLAK!
Kyungsoo menampar Chanyeol. Mata bulat itu seperti mencaci maki apa yang Chanyeol lakukan dan melirik jijik kearah Baekhyun lalu meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun disana.
Sampai malam mood Chanyeol tidak baik, Baekhyun mengerti kenapa Chanyeol begitu. Lagi - lagi Chanyeol melewatkan makan malam bersama keluarga, dan Baekhyun bilang dia dan Chanyeol memang sedang bertengkar karena jalan - jalan tadi, Kyuhyun lalu menasehati Baekhyun untuk mencari Chanyeol.
Awalnya Baekhyun mengira Chanyeol pergi mencari Kyungsoo, namun kunci mobil yang biasa dia pakai, ponsel serta dompetnya tergeletak rapi di meja dekat tempat tidur mereka.
"Oh... Chanyeol tidak pergi? Kemana dia?" gumam Baekhyun. Yeojja manis berambut panjang itu segera mengenakan jaketnya dan menuju keluar.
Dia mengitari halaman luas Villa and resorts itu sambil mengedarkan pandangannya. Hingga telingganya menangkap suara sesuatu terpental. Baekhyun menuju ke sumber suara dan tepat sekali, dia menemukan Chanyeol sedang mendribbel bola basket di lapangan basket fasilitas villa tersebut.
Perlahan Baekhyun masuk ke lapangan dan mendekat kepada Chanyeol.
"Kau pasti masih kesal melihat kemesraan mereka tadi, iya kan?" kata Baekhyun seraya menangkap bola yang terpental dari ring.
Wajah Chanyeol sangat datar dan meminta bola itu kembali dengan gerakan tangannya.
"ng..ng.." Baekhyun menggelengkan kepalanya imut dan mendribble bola itu menjauh dari Chanyeol
"Baek! kembalikan bola itu padaku!"
"Aniii... kau harus merebutnya!"
"BAEK!"
"Ayo rebut bola ini yeol!"
Baekhyun dengan lincah mendribble bola serta mengecoh Chanyeol yang berusaha keras merampas bola itu. Sesaat kemudian Chanyeol nampak melupakan kekesalannya, dan larut dalam permainan Baekhyun. Namja jangkung itu sering terkecoh oleh tubuh mungil dan lincah Baekhyun
Tes... tes... tes...
"Hujan!" Pekik Baekhyun menghentikan larinya dan menatap ke langit yang gelap.
Chanyeol dengan sigap merebut bola diam ditangan Baekhyun dan segera mendribble bola itu menjauh sambil tertawa bahagia
"Gwuenchana... ayo kita lanjutkan! hujan akan membuat permainan ini semakin menarik.."
Chanyeol kembali mencoba melakukan Three point soot, namun tubuh mungil Baekhyun keburu menerkam tubuh jangkung itu, membuat Chanyeol kehilangan keseimbangan dan terjatuh, dengan sigap Baekhyun lalu menadah bagian belakang kepala Chanyeol agar tidak terbentur.
Mereka jatuh dengan poosisi Chanyeol dibawah dan Baekhyun menumpuknya. Baekhyun mengedarkan pandangan paniknya melihat chanyeol menutup mata dibawah rintikan hujan.
"Chanyeol-ah... irreona... Chanyeol-ah!" Baekhyun menepuk pelan pipi Chanyeol dengan tangan kanannya sementara telapak tangan kirinya masih menjadi bantal kepala Chanyeol.
"Apa kau akan selalu melindungiku seperti ini Baek?" Chanyeol berkata dan masih memejamkan matanya.
"Chanyeol-ah... kau baik - baik saja kan?" Baekhyun menghembuskan napasnya lega
"Kenapa kau tak membiarkan saja kepalaku terbentur? siapa tau aku bisa hilang ingatan dan melupakan Kyungsoo.." gumam namja bersuara dalam itu.
"Tidak... aku tidak akan membuatmu melupakan Kyungsoo dengan cara seperti itu, nanti kau akan jadi sakit dan bagaimana kalau ingatanmu pulih dan kembali mencintainya? aku tidak akan membiarkan itu terjadi..."
~CHUP
Sebelum Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, tangan Chanyeol sudah mengarahkan wajah Baekhyun mendekat kewajahnya hingga bibir mereka saling bersentuhan. Perlahan tapi pasti Chanyeol melumat bibir tipis itu dengan lembut, dia menggerakkan tangannya dan merangkul pinggang ramping Baekhyun yang masih terngkurap diatas tubuhnya. Perlahan Baekhyun memejamkan matanya dan tenggelam dalam lumatan bibir sexy Chanyeol, entah bagaimana hujan yang turun terasa begitu hangat menyelimuti tubuh mungil Baekhyun.
Baekhyun membuka matanya dan menarik wajahnya, menatap mata Chanyeol yang ikut terbuka karena ciuman yang terhenti.
"Chanyeol-ah... kenapa begini lagi?" tanya Baekhyun
Jantung Chanyeol berdegup lebih kencang, demikian pula dengan aliran darahnya ketika melihat wajah basah Baekhyun diatasnya, rambut basah Baekhyun menambah kesan sexy pada yeoja imut itu.
Chanyeol tak ingin melepaskan Baekhyun, Chanyeol ingin memeluk yeoja itu lebih erat, karena dengan begitu rasa sakitnya akan semakin membaik, Baekhyun adalah obat untuk hatinya, dan dia sadar betul akan hal itu.
"Baekhyun-ah... berhentilah jadi pelarianku" gumam Chanyeol
Baekhyun mengerutkan keningnya dan menatap Chanyeol tidak mengerti.
"YA! Sampaikapan kalian mau seprti itu?"
Tiba - tiba Sehun datang dan memergoki mereka tengah dalam posisi saling menindih. Keduanya jadi salah tingkah karena tatapan sinis Sehun.
"Sehun-ah... sejak kapan kau disana?" Chanyeol gugup
"Sudah dari tadi, sejak kalian saling menghisap bibir satu sama lain" jawab Sehun frontal
Baekhyun langsung memalingkan wajahnya tidak berani menatap Sehun
"Eomma mencari kalian, kalian tidak ada dikamar dan hujan, jadi aku lah yang kena imbasnya harus mencari kalian! Ayo kembali ke villa!" Sehun melembarkan sebuah payung yang ditangkap sempurna oleh Chanyeol.
.
"Ommo... kalian kenapa basah kuyup begini?" Kyuhyun yang sedang menyesap esspresso hangatnya mengernyit
"Kami akan segera berganti pakaian..." Chanyeol menundukk singkat dan menggandeng tangan Baekhyun menuju ke kamar mereka.
Chanyeol berganti pakaian di kamar, sedangkan Baekhyun mengganti pakaiannya di kamar mandi.
"Hatching..."
Baekhyun bersin ketika keluar dari kamar mandi
"Oh... wajahmu merah sekali Baek... kau juga hangat!" Chanyeol menempelkan tangannya kewajah Baekhyun
"Ani yeol... tanganmu yang dingin"
"Tidak! kau sakit... aku tidak bisa membiarkanmu begini... akan kucarikan kau obat"
Chanyeol langsung menyambar ponsel dan kunci mobilnya dan segera meninggalkan Baekhyun untuk mencari obat di apotik terdekat.
.
.
Chanyeol mendapatkan obat untuk Baekhyun dan segera kembali ke mobilnya, namun diluar apotik, Chanyeol sangat kaget melihat Kyungsoo basah kuyup diguyur hujan yang masih deras.
"Kenapa kau ada disini?" Chanyeol mengerutkan keningnya
Chanyeol mengabsen seluruh penampilan kusut Kyungsoo, sesuatu terjadi padanya.
"Kyung... kau kenapa?" Chanyeol makin panik
Kyungsoo langsung pingsan dihadapan Chanyeol. Tak ada pilihan lain, Chanyeol segera membawa Kyungsoo kembali ke hotelnya. Dikamar hotel Chanyeol tak mengerti harus melakukan apapun. Dengan terpaksa dia melepaskan baju atas kyungsoo, sambil menutup rapat matanya dan sedikit meraba. Chanyeol lalu mengambil baju tidur terusan Kyungsoo dan mengenakannya pada tubuh Kyungsoo dan kembali dia melakukannya dengan memejamkan matanya.
Chanyeol mengacak rambutnya tak habis pikir apa yang dia lakukan. Setelah mengganti baju yeoja itu Chanyeol segera membuatkan teh hangat untuk Kyungsoo, dan menunggu yeoja itu hingga bangun. Kyungsoo kemudian mengernyitkan alisnya dan perlahan membuka matanya.
"Oppa..." Kyungsoo bergumam pelan saat mendapati Chanyeol dihadapannya.
"Kau sudah bangun Kyung? oh syukurlah... ayo minumlah ini" Chanyeol membantu Kyungsoo untuk minum teh yang dia buat tadi.
"Apa kau sudah baikan?" Chanyeol bertanya.
Kyungsoo menggeleng lalu memeluk Chanyeol, "Oppa... temani aku disini,.. aku takut oppa.." Kyungsoo mulai menangis.
Chanyeol melepaskan pelukan Kyungsoo dan menatap mata bulatnya. "Aku harus pergi Kyung, aku tidak bisa bersamamu..."
"Oppa... aku hampir diperkosa oleh KAI!" bentak Kyungsoo.
Chanyeol memelototkan matanya langsung menakup wajah Kyungsoo
"Apa yang dilakukannya padamu?"
"Dia hampir memperkosaku dimobilnya oppa... aku takut"
Kyungsoo kembali memeluk Chanyeol "Oppa temani aku disini" lirihnya.
Chanyeol hampir saja goyah dan menuruti keinginan Kyungsoo, jika saja obat yang tadi Chanyeol beli tergeletak didepannya dan mengingatkan Chanyeol pada Baekhyun yang sedang demam.
"Ani! aku tidak bisa... aku harus kembali pada Baekhyun"
"Kau sudah berjanji akan meninggalkannya untukku oppa!"
"Ani... kau tidak pernah mencintaiku! kau hanya mempermainkanku"
"Aku tidak mempermainkanmu, aku terpakasa mengatakannya dihadapan KAI agar aku tidak disakiti olehnya"
"Mianhae Kyung... Baekhyun membutuhkanku, dia istriku, istriku memcintaiku dan membutuhkanku"
Chanyeol lalu berlari dan meninggalkan Kyungsoo, Chanyeol hanya berpikir untuk meninggalkan Kyungsoo dan meninggalkan obat untuk Baekhyun yang masih diatas meja dekat tempat tidur Kyungsoo.
Chanyeol langsung menyetir mobilnya dengan kencang menuju villa.
Baekhyun menunggu Chanyeol di depan pintu gerbang villa, hanya menggunakan baju tidur tipisnya, cardgan dan juga payung untuk melindunginya dari hujan yang masih tidak berhenti.
Baekhyun segera menghampiri mobil yang baru saja parkir dengan baik itu.
"Kenapa kau diluar? kakimu basah? kenapa menggunakan baju tipis?" Chanyeol memprotes Baekhyun seketika.
Baekhyun langsung memeluk Chanyeol dan menangis, menjatuhkan payung yang dipeganggnya dan membuat mereka berdua kembali diguyur hujan.
Baekhyun nampak terisak dalam pelukan Chanyeol. Chanyeol tak mengerti kenapa istrinya menangis begitu, dia hanya refleks membalas pelukan sang istri.
"Aku takut kau tidak pulang lagi dan meninggalkan aku" ujar Baekhyun dalam pelukan Chanyeol
"Gumawo yeol... gumawo kau kembali, gumawo... kau datang padaku..." Baekhyun terisak
Mata Chanyeol menatap kosong pada satu titik, hatinya ikut berdenyum menyadari betapa seringnya dia meninggalakan Baekhyun hanya untuk bertemu Kyungsoo yang jelas - jelas mempermainkannya.
Chanyeol melepaskan pelukan Baekhyun dan dengan cepat dia melumat bibir Baekhyun, perlahan dia sudah berhasil menguasai ciumannya, dia menggerakkan lidahnya menyapu setiap sudut mulut Baekhyun dan sesekali menghisap bibir bawah istrinya, Baekhyun juga membalas ciuman itu dan mengalungkan tangannya dileher Chanyeol.
Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun dan menggendongnya tanpa melepaskan ciuman panas itu. Perlahan mereka masuk kedalam Villa yang sudah mulai gelap dan menuju kekamar mereka, tanpa menghidupkan lampu Chanyeol langsung menutup pintu kamar dan merebahkan Baekhyun dengan baju basahnya diatas tempat tidur, Chanyeol menguasai tubuh Baekhyun yang merebah dibawah tubuhnya.
Perlahan tangan Chanyeol bergerak melepas satu persatu kancing baju tidur merah muda istrinya dan melepasnya bersamaan dengan cardigan yang Baekhyun pakai, membuat tubuh putih mulus bagian atas Baekhyun terekspose. Chanyeol mengarahkan tangan Baekhyun untuk melepas kemejanya dan Baekhyun melakukannya tanpa melepas tautan bibir mereka.
Chanyeol sudah bertelanjang dada, perlahan dia menggulingkan tubuh Baekhyun agar tengkurap diatasnya dan melepaskan kaitan bra yang Baekhyun kenakan hingga dua buah payudara mulus milik Baekhyun tertangkup hangat didada Chanyeol, dengan satu hentakan Chanyeol kembali memposisikan Baekhyun dibawahnya. Tangan Chanyeol kemudian meremas lembut kedua payudara baekhyun membuat yeoja manis itu mendesah menikmati sentuhan Chanyeol, Baekhyun dapat merasakan sesuatu megeras dibawah sana. Chanyeol menggerakkan tangannya dan menyibak kaki Baekhyun kemudian merapatkan tubuhnya pada tubuh istrinya yang hanya menggunakan penutup bawah bagian dalamnya.
Chanyeol perlahan turun kebawah dan menghisap salah satu nipple baekhyun, sementara tangannya berusaha melepaskan celanya hinggia sang junior terekspose liar. Baekhyun mendesah semakin hebat dan tangannya kini mencengkram rambut hitam legam Chanyeol. Setelah itu Chanyeol kembali turun kebawah sambil menarik celana dalam Baekhyun membuat yeoja itu kini telanjang bulat.
Bibir Chayeol kembali mendarat di leher Baekhyun dan menghisap setiap jengkal leher putih itu.
"aaaaahhh..."
Baekhyun mengerang penuh gairah merasakan hisapan bibir Chanyeol di lehernya seraya namja itu meremas payudaranya.
"Yheoool..." desah Baekhyun memanggil nama namja yang tengah diliputi nafsu itu.
Chanyeol mengabaikan panggilan itu dan terus melahap tubuh Baekhyun. Sampai akhirnya kedua mata mereka bertemu.
"Chanyeol-ah..." panggil Baekhyun ditengh desahannya yang tertahan
"Nde..." Chanyeo sedikit tersengal
"Apakah berpura - pura harus sejauh ini?" baekhyun memberanikan diri untuk bertanya.
Chanyeol tak menjawab, hanya kemabli melumat bibir mungil Baekhyun, namun kemudian dia bertanya "apakah hatimu mengiinginkan ini terjadi?"
Baekhyun terpaku pada kedua manik mata Chanyeol. "Hatiku memilih untuk melakukannya Baek,, jika hatimu juga memilih begitu, maka jangan biarkan akal sehat kita mengganggunya"
Napas Chanyeol masih tak beraturan dan menunggu jawaban dari Baekhyun, dan akhirnya Baekhyun mendekatkan wajah Chanyeol kemudian melumat bibir Kissable milik suaminya itu.
Malam itu Baekhyun memilih untuk menyerahkan seluruh dirinya pada Chanyeol, melakukannya dengan penuh cinta, Chanyeol perlahan memasukkan juniornya kedalam liang vagina milik Baekhyun, Chanyeol mendapatkan Baekhyun, mencuri kesuciannya dan namja itupun melakukannya untuk pertamakali dengan Baekhyun.
Malam itu menjadi malam terpanas untuk keduanya, Chanyeol melakukannya dengan lembut dan perlahan namun tak mengurangi kenikmatan yang mereka berdua rasakan, Chanyeol begitu menjaga Baekhyun yang mengerang sedikit sakit dibawahnya, pertama kali untuk Baekhyun, dan Baekhyun mencintai apa yang dia lakukan.
Chanyeol mempercepat gerakannya membuat desahan Baekhyun semakin keras dan tiba - tiba Chanyeol menghentikan gerakannya, Junior Chanyeol berkedut lemah didalam tubuh Baekhyun diikuti desahan panjang dan berat khas suara Chanyeol.
Namja itu akhirnya menindih Baekhyun dengan tubuh lemasnya, Baekhyun masih memeluk suaminya yang tertidur didadanya, tubuh Chanyeol begitu basah dan berketingat, mengingat betapa panas permainan mereka malam ini. Chanyeol kembali menhela napas panjang kemudian dia tersenyum lalu mengecup pelipis Baekhyun yang juga penuh keringat.
Akhirnya Chanyeol mengangkat tubuhnya sendiri dan berguling ke sisi kiri tempat tidur yang sudah tidak berbentuk itu dan kemudian terlelap sangking lelahnya.
"Apa ini semua benar - benar hanya berpura - pura?" Chanyeol bertanya dalam hatinya setelah memejamkan mata, mengatur kembali napasnya yang masih tersengal
"Park Chanyeol, teruslah berpura - pura hingga kau terbiasa dan lupa bahwa kau sedang berpura - pura... aku mencintaimu" Bakehyun mengusap Chanyeol yang tertidur disebelahnya, lalu menyelimuti tubuh namja jangkung yang tanpa busana itu.
.
.
.
-TBC-
.
.
.
.
CHAPTER 4 TEASER
"I'm so sorry but I do love him"
"Video itu tersebar kemana - mana! Chanyeol sedang membuka baju Kyungsoo jelas sekali!" Chen panik sementara Kris terus mengulang video itu
"Chanyeol-ah..." kaki Baekhyun melemas
"Ini janggal... kenapa hal seperti ini ada yang merekamnya.,,, ini pasti sengaja" Kris bergumam
.
"Tolong jangan melihat sesuatu yang tidak ingin kau lihat" Sehun membalikkan tubuh Baekhyun dan memeluk yeoja yang sedang terisak dalam tangisnya
"Ani... aku akan tetap melihatnya walaupun itu menyakiti hatiku"
"Tidak bisakah orang yang kau cintai itu bukan Chanyeol?"
Sehun mengerutkan keningnya didepan Baekhyun.
.
"Cheongseohamnida... aku yang bersalah, aku adalah istri yang tidak bisa menjaga suamiku"
Baekhyun membungkukkan badan 90 derajat didepan semua kamera konferensi pers, mempermalukan dirinya sendiri demi meminta maaf pada publik terhadap apa yang dilakukan suaminya.
.
"Kyungsoo-ssi... apa kau sengaja melakukannya?"
"Aku melakukannya karena aku tidak mau Chanyeol oppa mencintai yeojja lain selain aku!"
"CHANYEOL OPPA MILIKKU!" Kyungsoo mendorong Baekhyun hingga tercebur kedalam kolam
.
"Aku ingin bertemu denganmu, oppa"
"Aku mencintai Baekhyun, Aku mencintai istriku"
"Kau mencintaiku oppa!"
.
"Kau menemukan Baekhyun?" keringat Sehun mengucur deras dari pelipisnya
"Tadi dia bilang mau mengantar blueberry untuk Chanyeol" Suho mengingat - ingat
BRUGH!
"Kau berpelukan dengan yeoja busuk ini sedangkan Baekhyun tengah sekarat!"
Sehun melayangkan pukulannya sangat keras ke pipi Chanyeol
"MWO? DIMANA BAEKHYUN?"
"Oppa... aku membutuhkanmu!"
"MENJAUH DARINYA KYUNGSOO!"
.
"Ahjusi... tolong bantu aku..." Baekhyun masuk ke dalam kantor CEO SM Entertainment dengan wajah penuh tangis dan pucat
.
"KAU BERSELINGKUH! KAU SAMA SAJA DENGAN DONGHAE!"
"AKU TIDAK MELAKUKANNYA EOMMA!"
.
"Disaat seperti ini harusnya kau juga membenciku Baek.." Chanyeol memeluk lututnya
"Bukan yeol,... disaat seperti ini sudah seharusnya aku ada disampingmu!"
"Aku mencintaimu, Byun Baekhyun... sungguh - sungguh mencintaimu" Chanyeol berkata dalam hati
.
"Baekhyun-ah... ajhusi sudah melakukannya, kau jangan menangis lagi nde..."
Telepon terputus kemudian seluruh bumi Korea selatan menjadi gempar karena video yang diunggah officially oleh SM.
.
"Siapa yang merekam percakapan itu?" Kyungsoo melempar semua barang dikamarnya.
.
"Kau ternyata hanya wanita busuk yang memanfaatkanku!" KAI menampar Kyungsoo, kini benar - benar menamparnya
.
"Dan mulai detik ini pertunanganku dan Kyungsoo dinyatakan telah putus." Kai langsung meninggalkan ruang konferensi pers.
.
"Aku akan memberikan apapun untukmu Sehun-ah, asalkan Baekhyun tetap milikku!" Chanyeool menitikan airmatanya
"AKU MUNGKIN SAJA MEREBUT CINTA IBU KANDUNG HYUNGKU! TAPI AKU TIDAK AKAN PERNAH MEREBUT ORANG YANG HYUNGKU CINTAI! ARRASEO!"
.
"Selamat datang menantuku..." Sambut Donghae dengan senyum manisnya
"Wah... Chanyeol beruntung mendapatkan istri secantik kau Baekhyun.." Ryeowook menakup kedua pipi Baekhyun
"Hai noona... namaku Park Aiden" namja kecil itu tersenyum sangat manis
.
"Ayo kita menikah, kali ini tidak untuk berpura - pura... kali ini untuk yang sesungguhnya, aku ingin kau menjadi istriku"
.
.
Author Corner :
Yaaaa... gimana - gimana? apa kalian suka WGM ChanBaek Version ini? hehehe...
Mianhae jika ceritanya kepanjangan dan terkesan terlalu berat untuk para readerdeul...
Ceongmal Mianhaeyeo author juga slow update, sedang sibuk persiapan UTS juga...
Tapi author berharap semuanya tetep Keep reading yaa...
dan
RnR Hajuseo!
.
.
.
Thanks to my beloved reviewers yang udah menyadarkan author kalo sebelumnya banyak banget salah nama di FF ini...
Semoga Part ini tidak mengecewakan nde... Terimakasih karena sudah selalu setia dan mensuport author, kekeke... SARANGHAEYEO!
.
.
QyuDev178 : Nampaknya sih di cerita ini Si Baek masih disakitin Chanyeol gara2 Kyungsoo minta balik lagi ke Yeol...
zoldyk : Gumawo...
fifia138Exo : Ya gitu deh ya Chanyeol suka Plin plan sama perasaannya sendiri, dia suka Baekhyun tapi dia berpikir masih cinta sama si Kyungsoo
DiraLeeXiOh :Mianhae kalo reaksi Chanyeol malah jadi nyebelin... hehehe... belakangan Chanyeol bakal sadar kok siapa yang dia cintai
ChanLoveBaek :Nee... ini sudah dilanjut... gumawo...
: gumawo nomu nomu cinca gumawo... tapi maaf ya kalo Chapter ini terlalu panjang dan ngambang
AnjarW : Konfliknya cuma segitu - gitu aja kok, cuma Kyungsoo yang arogan dan Chanyeol yang plinpan, Sehun yang kasihan sama Baekhyun dan Baekhyun yang kekeh sama cintanya
ritaanjani4 : Iya tuh Sehun mulai perhatian nih...
TaoTaoZi Panda : Cie yang ganti nama cie... kekekeke... itu kalo pengen TaoRis momment ada di WGM TaoRis version looh,.. kikikiki
samkou : tapi di sini si Baekkie yang ikhlas jadi pelariannya mas yeollie... hiks
diya1013 :Ceongmal mianhae,... tapi ini tuntutan perannya si Kyungsoo deh, memang harus ada yang antagonis kayaknya..
clouds06 : Iya tuh si Chanyeol agak egois awalnya, tapi seiring berjalannya waktu dia bakal tau siapa yang menunggu cintanya
Nadin : sip udah dilanjut... gimana? masih seru gak?
rikaacoo : ini udah dilanjut... semoga ceritanya berkenan nde... mian kalo terlalu panjang dan gaje...
: dichap ini memang Kyungtho selalu berulah karena arogan dan egoisnya dia, maruk sih juga,.. tapi Sehun selalu ada untuk nenangin Baek Baek... semoga gak mengecewakan nde..
hyunxo12 : Bagaimana dengan Chap ini? apakah masih seru? please jawab iya... T_T
younlaycious88 : ini dia Chap lanjutannya... gimana? mengecewakan ya?
ArraHyeri : Chansoo Krisoo... arraseo... masuk list nde...
Vie Pearlaqua : makasi udah nunggu2 versi ini, semoga gak mengecewakan nde... disini Chanyeol masih plin plan dengan perasaannya
babywupan : Mian Author gak update kilat,... tugas kuliah numpuk, UTS makin deket dan si Ace makin nakal aja... *emang siape?*
Naraa : Mianhae ini lama updatenya... hiks...
: iya... dia itu lo gengsi banget ngaku suka... Chan Chan Chan...
BaekYeolShip : Mianhae kalo ceritanya agak gaje kepanjangan atau bikin pusing... cinca ceongmal mianhaeyeo...
shinlophloph : kekeke... gumawo readerdeul sudah mengoreksi kesalahan author... kikiki... tapi di Chap ini kayaknya masih aja deh bertipo tipo ria... *timpuk gue plis*
Ahn Dini FreezenBlack : iya boleh bangeeet,,,,, sekalian yang ChenMin version, HunHan version sama SuLay versionnya juga ndee... kyaaaa
secret-cca : dichap ini kayaknya masih aja typo deh... mianhae... *author minta digoreng nih*
.1 : Mian lama updatenya... mian ceritanya kepanjangan... semoga gak mengecewakan yaa...
lanarava6223 : ini beda... kekeke... iya sih Chanyeol emang ngeselin terutama Soo... dan KaiBaek jadi korbannya... hiks..
lyra : sudah update! RnR hajuseooo
Amortentia Chan : itu hape jangan dibanting dong chinguu... anduwe... mianhae... sebenernya Kai juga korban...
bellasung21 : maaf ya kalo Chap ini jadi kurang seru... hiks...
naranari : hati chanyeol sih emang milih Baek... tapi pikirannya... masih aja ke Soo...
LeeKim : Nde gumawo... maaf ya Chap ini panjang bgt...
chanbaekalogy : nde... ini sudah lanjuttt...
Dan terimakasih juga untuk yang sudah memfollow dan favorite cerita ini... *bow*
Terakhir thanks to silent reader... please don't keep silent ndee... kekekee..
AKHIR KATA AUTHOR MENGUCAPKAN
GHAMSAHAMNIDA... AUUUU... AH! SARANGHAEYEO!
