WE GOT MARRIED!
CHANBAEK VERSION
END CHAP! ( I'm so sorry but I do love him)
.
Gendre Switch (GS)
Rate: T
Genre: Hurt/Comfort. ROMANCE!. Family
.
.
Main Cast : Chanyeol, Baekhyun
Side Cast : EXO, Super Junior
PAIRS : CHANBAEK (a bit HunHan at the end)
.
.
Disclaimer : This story is Mine! EXO is SM's
All the members are God's and their parents'
.
.
WARNING! : Ini adalah Chapter yang lagi - lagi sangat panjang... mungkin sepanjang kaki Kris..
.
.
No Bash
No Hate
No Plagiarism
.
.
Happy Reading
.
.
Preview
"Apa ini semua benar - benar hanya berpura - pura?" Chanyeol bertanya dalam hatinya setelah memejamkan mata, mengatur kembali napasnya yang masih tersengal
"Park Chanyeol, teruslah berpura - pura hingga kau terbiasa dan lupa bahwa kau sedang berpura - pura... aku mencintaimu" Bakehyun mengusap Chanyeol yang tertidur disebelahnya, lalu menyelimuti tubuh namja jangkung yang tanpa busana itu.
.
.
.
.
END CHAPTER
"I'm so sorry but I do love him"
.
.
.
Baekhyun mengerutkan dahinya, sinar matahari samar - samar menusuk matanya. Dia merasa sangat pusing. Sesekali dia menggeliatkan badannya, namun kali ini geraknya tidak bebas, Baekhyun menoleh ke belakang dan disanalah Chanyeol masih tertidur sambil memeluk Baekhyun begitu posesif. Chanyeol masih terlelap, wajahnya masih sangat damai, dada bidangnya masih terekspose dan napas beratnya menyapu tengkuk Baekhyun yang direngkuhnya.
Baekhyun tersenyum dan menggenggam kedua tangan Chanyeol yang dengan eratnya memeluk pinggang ramping Baekhyun. Perlahan Baekhyun melepaskan pelukan posesif itu, namun terlalu sulit karena Chanyeol tak kunjung melepasnya dan kembali merengkuh tubuh mungil itu lebih erat.
Dilihatnya jam menunjukkan pukul 6 pagi dan Baekhyunpun menarik napas panjang sambil tersenyum lembut. Baekhyun membalikkan tubuhnya agar menghadap Chanyeol lalu mata sipitnya berkeliling untuk menikmati wajah namja yang semalam berhasil merebut kesuciannya.
"Selamat pagi Baek" bisik Chanyeol, suara beratnya membuat itu jadi tidak seperti bisikan dan tentunya membuat Baekhyun terkejut.
Baekhyun tak menjawab hanya tetap tersenyum sambil meletakkan kedua tangannya di pipi kanan dan kiri Chanyeol.
"Tanganmu hangat" Chanyeol seketika membuka matanya. "Kau demam?" tanya Chanyeol kemudian
"Ani,... aku memang sehangat ini setiap kali baru bangun tidur, aku baik - baik saja yeol..." gumam Baekhyun yang masih tersenyum dan kini menatap mata cemerlang Chanyeol
"Jinjja? kau baik - baik saja? semalam kau kan kehujanan... semalam bahkan kau sempat bersin dan wajahmu memerah"
"Kau menghawatirkanku?"
Pertanyaan Baekhyun memotong kalimat panjang Chanyeol. Chanyeol hanya memberikan anggukan beserta wajah polos sebagai jawabannya.
"aku sangat menghawatirkanmu" Chanyeol akhirnya mengutarakan
"Aku baik - baik saja, selama kau ada disini..." Baekhyun mendekat ke dada bidang Chanyeol dan namja jangkung itupun menyambut Baekhyun dengan hangat, mencium pucuk keningnya dan mengusap rambut lembutnya.
"Chanyeol-ah..." Baekhyun memanggil lirih nama suaminya
"mmm" gumam chanyeol menghandalkan suara khasnya
"Saranghae!"
"Nadoo..."
Dan mereka berdua pun saling mengeratkan pelukan mereka satu sama lain.
.
"Kau sedang apa Baek?" tanya Chanyeol seketika setelah menutup pintu kamar mandi, dilihatnya Baekhyun menggulung seprai putih di tempat tidur mereka.
"Aku..." Baekhyun gelapan seperti tertangkap basah
"Biar petugas house keeping saja yang membereskannya, kau tidak perlu... itu noda apa?" Chanyeol mengernyitkan matanya melihat sedikit bercak merah di separi yang Baekhyun gulung.
Wajah Baekhyun memerah dan segera menggulung seprai itu lagi. Chanyeol sedikit mengerutkan keningnya dan bibirnya agak menganga, perlahan senyum terkembang di wajah tampan itu dan segera menghampiri Baekhyun, wajahnya sudah semerah baju yang dia kenakan.
Chanyeol memeluk yeoja setinggi bahunya itu, mengusap pelan bahu Baekhyun dan mengecup pucuk kepala Baekhyun. "Kemarin itu yang pertama?" tanya Chanyeol frontal, seketika Baekhyun mencengkram seprainya dan napasnya tercekat, Baekhyun sangking malunya tak berani menjawab.
"Itu juga yang pertama bagiku, kau mendapatkan aku Baek..." gumam Chanyeol dan lagi mengecup pucuk kepala istrinya.
Hari itu mereka kembali ke Seoul. Tentunya Chanyeol, Sehun dan Baekhyun harus berpisah dengan Eunhyuk dan Kyuhyun di Bandara. 10 hari yang melelahkan namun berakhir bahagia untuk Chanyeol dan Baekhyun.
Hubungan mereka tentu saja masih menjadi suami istri berpura - pura seperti rencana di awal, namun apa yang mereka lakukan kini seakan - akan kepura - puraan itu tidak lagi ada diantara mereka. Chanyeol menyadari bahwa yeoja yang dia cintai adalah Baekhyun, yeoja yang dia sayangi adalah istrinya dan tentu saja dia sudah mulai lupa sebatas mana kepura - puraan itu.
.
Sesampainya dirumah, mereka bertiga disambut hangat oleh Chen, Suho dan Kris... juga ada Zitao, Lay dan seorang yeoja imut yang Baekhyun kenal dia adalah pacarnya Chen, Minseok.
"Anyeonghaseo... welcome back home!" Zitao menyambut ketiganya
"Anyeong Zitao... apa kabar?" Baekhyun langsung menyapanya
"Baik... ayo cepat masuk" Zitao membantu Baekhyun membawa tasnya
"Oh,... Minseok noona... kapan kau datang?" Sehun menyambut yeoja imut itu dengan pelukan
"3 hari yang lalu, aku sudah menyelesaikan kuliahku di jepang" katanya ramah
"Wah... Minseok noona adalah noona paling pintar yang pernah aku temui... Jongdae hyung harus sujud syukur sering - sering karena itu!" Sehun menyeringai nakal pada namja berwajah kotak disamping Xiumin.
"Ah... ini pasti Baekhyun istrinya Chanyeol, waaah... yeoppoooo..." Xiumin memeluk Baekhyun dan mereka berdua saling bertukar senyum ramah.
Chanyeol nampak muram setelah membaca pesan singkat di ponselnya.
"Apa ada yang salah?" tanya baekhyun lembut
"Nde... ujian jurusan musik dimajukan ke akhir bulan ini... aku belum membuat instrumen apapun Baek.." Chanyeol mengerutkan dahinya resah.
"Ah... berarti bersamaan dengan ujian jurusanku ya..." gumam Baekhyun tenang.
"Mau aku bantu?" Baekhyun menawarkan bantuannya
"Aaah... jangan terlalu dipikirkan, dibawa santai saja..." Suho berkata kali ini nadanya benar - benar santai
"Tentu saja kau santai, jurusanmu kan sudah selesai ujian akhir" Lay mendengus
"Oh ya? tidak ada oleh - oleh apapun untuk kami?" Kris menyela perdebatan dua kekasih itu
"Hyung, tega sekali sih minta oleh - oleh! apa mau aku bawakan serat kain?" Sehun menggerutu kesal, wajar saja, selama sepuluh hari tempat beraktivitasnya hanya di villa dan juga di pabrik.
"Dan kalian berdua... oleh - oleh untuk kami mana?" Kris menatap dengan pandangan mengintimidasi
"Kami tidak sempat membeli apapun" Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Kami kira kau akan membawakan oleh - oleh kabar gembira" Chen nampak sedih
"Kabar gembira? apa?" Chanyeol nampak bingung
"Kabar gembira jika kami sebenatar lagi akan menjadi om dan tante" ledek Suho sambil menepuk kedua tangannya bangga
"Bukannya kalian tidur sekamar ya selama disana?" Lay kali ini ikut meledek
Sontak wajah pasangan suami istri itu menjadi merah, mereka tak tau harus menanggapi apa, mereka juga hanya melakukannya sekali itu saja kan, tapi apa yang sahabat mereka katakan ini memang membuat keduanya canggung satu sama lain.
"Kalau untuk yang satu itu kami masih berusaha... doakan kami ya!" Chanyeol tersenyum dan nampak seperti idiot mabuk dengan wajah merahnya
"Mwo? kalian berusaha? ya! kalian belum menikah secara sah!" Kris kembali berkotbah
Namun Chanyeol langsung menyeret Baekhyun menuju ke kamar tamu, kamar yang selama ini digunakan Baekhyun. Sementara Sehun hanya diam melihat gerak - gerik keduanya.
"Apa kau tau sesuatu?" Chen mengintrogasi si maknae
"Ani" Sehun berbohong.
Sebenarnya dia memang tau sesuatu, saat Chanyeol dan Baekhyun masuk kedalam villa, Chanyeol menggendong Baekhyun dan mereka nampak berciuman cukup panas lalu masuk kedalam kamar mereka. Sehun yang saat itu tidak sengaja berada di dapur untuk minum mampu melihat sangat jelas bahwa kedua kakaknya itu pasti melakukan sesuatu.
.
"Ya... kenapa kau bilang kita sedang berusaha yeol?" Baekhyun memprotes Chanyeol ketika namja itu selesai menutup pintu kamar Baekhyun
"wae? kita memang melakukannya kan?" Chanyeol terkekeh geli
"Tapi tidak harus menyebarkannya juga kan?" Baekhyun terlihat kesal
"Gwaenchana, mereka tau aku sedang bercanda" Chanyeol mengacak rambut halus Baekhyun
Selama beberapa saat Baekhyun baru sadar, ini sudah di Seoul dan ini bukan lagi di Villa pulau jeju, itu artinya mereka tidak lagi sekamar kan?
"Kau sedang apa disini yeol?" Baekhyun menyipitkan matanya
"Ah... aku lupa kita tidak sekamar lagi!" Chanyeol menutup kedua wajahnya yang memerah lagi.
"Cepat kembali ke kamarmu sebelum yang lain berpikir macam - macam!" Baekhyun berusaha membalikkan paksa tubuh namja yang jauh lebih tinggi darinya itu.
Namun Chanyeol malah meraih kedua tangan yeoja manis itu dan menariknya mendekat sehingga keduanya sama - sama ambruk ke atas ranjang empuk di belakang mereka. Chanyeol mendarat lebih dulu sementara Baekhyun menindih Chanyeol.
Keduanya saling menatap. Chanyeol sadar betul mengapa dadanya berdegup jauh lebih kencang kali ini,
"Aku mencintaimu, Byun Baekhyun... ani... kau Park Baekhyun, kau istriku!" Kalimat itu terlontar dari bibir kissable namja yang berada dibawah tubuh mungil Baekhyun
Baekhyun hanya mengerjapkan kedua matanya perlahan, lalau bibir kissable itu mendekat kewajahnya dan tak lama, bibir peach Baekhyun menyentuh lembut bibir Chanyeol. Hanya berupa kecupan singkat namun benar - benar terasa perasaan Chanyeol di dalamnya.
"Apa kali ini juga untuk berpura - pura?" Baekhyun menundukkan kepalanya.
Chanyeol kemudian dengan lembut mengangkat dagu Baekhyun hingga matanya kembali menatap tepat manik miliknya.
"Aku ingin kita berhenti berpura - pura, berhenti sampai kemarin sore saja, karena sejak tadi malam aku melakukannya bukan untuk berpura - pura padamu, aku sudah melupakan kepura - puraan itu..."
Baekhyun meneteskan air matanya tiba - tiba. Tangan lembut Chanyeol mengusapnya penuh cinta.
"aku mencintaimu Baek"
Baekhyun kemudian memeluk erat namja yang kini sudah mencintainya. Akhirnya, segala sakit hati yang Baekhyun terima terbayar dengan rasa cinta yang Chanyeol berikan. Sungguh ini diluar dugaannya, dia tidak pernah menyangka namja itu akan mencintainya.
Lampu kamar Chanyeol, Sehun dan Suho sudah dimatikan. Sehun nampak sudah tidur dengan posisi brutalnya dan Suho juga sudah mendengkur halus. Namun namja bernama Park Chanyeol itu masih tetap terjaga, dia tak bisa tidur. Diraihnya ponsel yang tergeletak imut disampingnya, lalu mengirim sebuah pesan singkat
To: Baekie
Kau sudah tidur?
Tak lama kemudian, ponsel Chanyeol bergetar. Baekhyun membalas pesan itu cepat.
From: Baekie
Belum, wae?
Chanyeol sempat berpikir apa yang akan dia katakan, tapi akhirnya dia jujur saja.
To: Baekie
Aku merindukanmu
From: Baekie
Nadoo...
Mendapatkan balasan itu, Chanyeol semakin menggebu, bukannya bisa tidur dia malah ingin melompat dari tempat tidurnya. Chanyeol melepas selimutnya lalu terduduk di tempat tidur single itu. Chanyeol menebar pandang gantian, Suho - Sehun - Suho - Sehun. Keduanya begitu lelap.
Chanyeol akhirnya berdiri dan meninggalkan tempat tidurnya, mengendap - hendap pelan agar langkah kakinya tak membangunkan dua komplotannya. Perlahan Chanyeol membuka pintu, menyelipkan tubuhnya dan menutup pintunya kembali. Chanyeol sedikit berlari menuju kamar yang berada tepat di samping kamar Kris dan Jongdae.
Tok tok tok...
"Baek... baek... kau sudah tidur?" Bisik Chanyeol sambil mengetuk pintu, matanya mengedar kesegala arah di rumahnya, takut - takut ada yang melihat aksinya kali ini.
ceklek.
"Oh... yeol... ada apa?" Baekhyun membuka pintu kamarnya, gadis itu terlihat masih terjaga, rambutnya digulung keatas sehingga leher dan tengkuk putihnya terekspose cahaya kamarnya, baju tidur yang Baekhyun gunakan juga menambah kesan imut yeoja bermata sipit itu.
"Yeol.." Baekhyun bertanya lagi ketika Chanyeol hanya bengong
"Ah! aku lapar" katanya segera.
Baekhyun hanya tersenyum manis kemudian mengangguk, "Akan aku buatkan makanan..."
Yeoja itu berjalan menuju kearah dapur, sementara Chanyeol hanya mengekor dibelakangnya. Chanyeol duduk di meja makan, memandangi punggung istri pura - pura yang kini dicintainya itu sedang menyiapkan makanan untuk Chanyeol. Dia minta dibuatkan bibimbap seperti yang Baekhyun pernah buatkan saat mereka berkunjung ke rumah Chanyeol di Jeonju sebelum mereka menikah.
"ayo makan..." Baekhyun meletakkan dua mangkuk bibimbap, satu untuknya satu untuk Chanyeol
Namun Chanyeol hanya mempoutkan bibirnya, dia beranjak dari kursinya menuju salah satu rak kitchen set. Dia mengambil satu mangkuk yang lebih besar dan mengelap mangkuk itu. Chanyeol kembali duduk, dia menumpahkan bibimbapnya ke mangkuk itu kemudian mengambil mangkuk yang ada di hadapan Baekhyun
"Kau sedang apa?" Baekhyun nampak bingnung
Kini semua bibimbap itu sudah tercampur dalam satu mangkuk besar dihadapan Chanyeol, dia lalu menggeser dua mangkuk medium tadi dan merapatkan mangkuk yang berisi dua porsi bibimpap jadi satu.
"Begini lebih baik" Chanyeol menyodorkan sendok pada Baekhyun
"Kau tidak makan?" Baekhyun menerima sendok itu sementara Chanyeol hanya tersenyum
"Suapi aku..." rengek Chanyeol manja, Baekhyun hanya tersenyum malu namun tetap menuruti permintaan suaminya itu.
"aaa..." Baekhyun mengarahkan suapan pertama pada Chanyeol dan namja bertelinga peri itu segera membuka mulutnya menerima dengan bahagia suapan sang istri.
"Kau juga makan.." Chanyeol mengambil satu sendok lagi dan menyuapkannya pada sang istri.
Berakhirlah mereka saling menyuapi satu sama lain, mereka kadang saling terkekeh geli ketika satu diantara mereka mengunyah dengan cara yang lucu.
Makan malam romantis seadanya itupun usai, setelah Chanyeol membantu Baekhyun mencuci peralatan makan yang mereka gunakan, mereka beranjak kembali ke kamar masing - masing.
"Good night honey..." Chanyeol mengecup kening Baekhyun
"Good night baby" Baekhyun berjinjit dan mengecup singkat bibir Chanyeol
Baekhyun sudah memasuki kamarnya, namun Chanyeol menahan pintu kamar itu agar tidak tertutup.
"Kenapa yeol?" Baekhyun mengeluarkan kepalanya
"Tapi aku masih ingin bersamamu" Chanyeol menebar senyum polosnya, sorot matanya berubah manja.
"Masuklah..." Baekhyun membuka kembali pintu kamarnya
Segera setelah masuk ke kamar, Chanyeol langsung merebahkan tubuh jangkungnya ke atas tempat tidur Baekhyun. Baekhyun hanya bisa tersenyum melihat namja itu berguling - guling di atas tempat tidurnya.
"ayo cepat tidur. Ini sudah jam 1 pagi" Baekhyun duduk di samping Chanyeol yang terbaring dan mengambil buku sketsanya lagi.
"Kau mau lanjut mendesain lagi?" Chanyeol mengerutkan keningnya dan dibalas anggukan oleh Baekhyun
"Andwae! kau juga perlu istirahat baek..." Chanyeol mengeluarkan ekspresi tak setujunya
"Ujianku minggu depan..."
"Ujianku juga minggu depan!"
Baekhyun hanya menghela napas panjang tak tau harus menjawab apa pada namja yang kini sudah berdemo di depannya
"Kau perlu istirahat... ani... aku perlu memelukmu agar aku bisa tidur" Chanyeol berkata manja. Tak pernah Baekhyun menyangka jika namja tampan itu semanja ini.
"Baiklah... kita tidur.." baekhyun akhirnya menyetujui permintaan Chanyeol, meletakkan kembali buku sketsanya dan mematikan lampu meja nakas disampingnya
Dan mereka akhirnya tidur bersama, Chanyeol mendekap hangat tubuh Baekhyun dalam pelukannya, Baekhyun dapat mendengar degupan jantung Chanyeol, merdu seperti alunan nina bobok baginya.
Chanyeol menggeliatkan badannya, matanya mengerjap beberapa kali lalu menghembuskan napas panjang. Hampir setiap malam Chanyeol menyelinap keluar dari kamarnya dan numpang tidur di kamar Baekhyun.
Semalam dia tidur begitu nyenyak sambil memeluk cintanya, dan pagi inipun dia merasa begitu bersemangat, pagi yang sangat baik walaupun cuaca begitu dingin.
Beberapa saat kemudian Chanyeol meraba tempat space kosong tempat tidur disebelahnya, dan dia baru sadar Baekhyun tidak ada lagi di sampingnya. Chanyeol akhirnya membuka mata lebarnya lebar - lebar, dilihatnya kondisi kamar Baekhyun dengan tempat tidur yang sangat berantakan. Dibeberapa bagian seprai yang seharusnya membungkus matras kini sudah keluar dari orbit, beberapa bantal berjatuhan di lantai bergumul bersama baju, celana serta pakaian dalam Chanyeol. Setelah menemukan dimana pakaiannya, dengan cepat dia memakai kembali pakaian itu dan meninggalkan kamar, berlari menghambur seperti seseorang yang baru saja dirampok.
Sesuatu memang sudah terjadi 'lagi' tadi malam.
"Pagi yeol!" Baekhyun mengagetkan Chanyeol yang mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah
"Ku kira kau menghilang" Chanyeol memeluk Baekhyun
"Mana mungkin aku menghilang" Baekhyun hanya tersenyum dalam pelukan Chanyeol
"Pokoknya kau tidak boleh menghilang! pokoknya jangan..." Chanyeol menakup wajah Baekhyun
"Satu - satunya hal yang tak mungkin aku lakukan adalah meninggalkanmu yeol!" Baekhyun mencubit hidung Chanyeol dan sedikit menggoyangnya.
"ehem!" tiba - tiba Kris menyela mereka, karena malu Baekhyun langsung meninggalkan kedua namja itu.
"Jadi, usaha kalian sudah sejauh mana?" Kris melipat kedua tangannya setelah Baekhyun menghilang
"Usaha apa?" Chanyeol mengerutkan kening tidak mengerti
"Usaha membuatkan aku seorang keponakan... kalau boleh request aku ingin keponakan perempuan yang cantik" Kris berkata dnegan sangat enteng plus wajah datarnya
"YAK! NAGA! kami... tidak sejauh itu..." Chanyeol mengusap tengkuknya lalu Baekhyun segera menghambur ke dapur.
"Oooh... yang benar saja... akhir - akhir ini hari kau tidak tidur di kamarmu sendiri yeol!" Kris lalu mendeath glare Chanyeol
Seperti biasa, dapur pasti sangat ribut saat sarapan. Baekhyun, Sehun, Suho, Chen dan Kris sedang asik menyantap jatah sarapan mereka. Hari ini Baekhyun memasak toffujiggae dan salmon butter cream untuk sarapan, pastinya tak akan tersisa jika sudah begini.
"Chanyeol kemana Baek?" Chen bertanya ketika sarapan usai
"Dia sedang mengunjungi kakekku" jawab Baekhyun pipinya berseri.
"Rumah kakekmu di Pyeongchangdong kan? waaah... kawasan itu sangat bagus untuk tempat tinggal yang tenang dan sejuk" Suho menambahkan
"aaaah... minggu ujian sangat melelahkan, harusnya aku tidak pernah mengambil jurusan bisnis!" Kris mengacak rambutnya frustasi
"Gwaenchana... kau kan seorang putra mahkota perusahaan orang tuamu di Canada... santai saja lah" Chen menepuk bahu sahabatnya
"Sehun-ah... kenapa kau hanya diam saja? kau sedang lihat apa?" Suho memergoki Sehun yang sedari tadi hanya memandangi ponselnya
Sehun mengerjapkan matanya, bibirnya terbuka dan dia tidak tau harus memulainya dari mana. Tangannya hanya mencengkram erat ponsel pintarnya.
"Kau baik - baik saja Sehun? kau berkeringat..." Baekhyun menatap Sehun yang duduk disebelahnya
"Baekhyun-ah... apa kau baik - baik saja?" Sehun menatap Baekhyun sementara Baekhyun tak mengerti.
"Oh! ada yang mengirim video!" Kris bergumam pada ponselnya yang baru saja bergetar
"APA - APAAN INI?" Kris memaki ponselnya
"Ya! jangan berteriak kau mengagetkanku..." Suho mendengus kesal
"YA TUHAN! INI APA?" Chen ikut berteriak pada ponselnya sendiri
"Sebenarnya ada apa sih?" Suho mengerutkan keningnya.
Baekhyun hanya memandang ketiga namja itu tidak mnegerti sementara Sehun menggenggam erat tangannya.
Suho kemudian merogoh ponselnya sendiri dan membuka sebuah video kiriman di ponselnya. Matanya segera membulat dan memandang Chen, Kris dan Sehun bergantian, keempatnya kemudian mengangguk.
"Ada apa dengan kalian?" Baekhyun menggelengkan kepalanya.
"BAEKHYUN!" Chanyeol tiba - tiba datang, wajahnya berkeringat dan terlihat sangat panik.
"Oh... Yeol, kau tidak jadi bertemu haraboji?" Baekhyun langsung berdiri
"DIMANA PONSELMU?" Chanyeol melotot terlihat sangat ketakutan
"ada di kamar..."
Segera chanyeol ke kamar Baekhyun dan mengambil ponsel itu, mematikannya kemudian menyelipkan benda itu di saku mantel panjangnya.
"sebenarnya ada apa sih? kenapa kalian aneh sekali?" Baekhyun mengemis penjelasan pada Kris, Chen, Suho dan Sehun.
"Apapun yang terjadi jangan pernah keluar dari rumah ini!" Sehun memerintahkan Chanyeol
"Tapi ujianku tinggal 3 hari lagi... aku harus mendemonstrasikan desainku" Baekhyun mengerutkan keningnya
"Jangan kemana - mana sampai saat ujianmu tiba!" air muka Kris mendadak serius.
Baekhyun yang tidak mengerti hanya bisa bengong melihat komplotan itu meninggalkan meja makan, tanpa ada satupun orang yang membantunya merapikan lagi meja itu.
.
.
.
"Park Chanyeol, apa - apaan ini?" tanya Suho yang sudah kehilangan wajah angelnya.
Kini kelima komplotan itu berkumpul di kamar yang digunakan Kris dan Jongdae.
"Aku tidak mengerti, aku tidak tau, aku benar - benar tidak tau dari mana video itu berasal" Chanyeol bergetar
"Video itu tersebar kemana - mana! Chanyeol sedang membuka baju Kyungsoo jelas sekali!" Chen panik sementara Kris terus mengulang video itu
"Ini janggal... kenapa hal seperti ini ada yang merekamnya.,,, ini pasti sengaja" Kris bergumam kemudian
"Apa ini benar kau hyung?" Sehun yang duduk dilantai hanya tertunduk.
Chanyeol menganggukkan kepalanya.
"APA YANG KAU LAKUKAN DISANA! PABBO!" Sang angel mulai meledak
"Suho... kecilkan suaramu!" Kris menghardik sahabatnya
"Itu semua tidak seperti yang terlihat di video itu... aku memang membuka baju Kyungsoo, tapi itu ada alasannya, keadaannya sangat genting waktu itu!" Chanyeol gugup
"Segenting apa keadaan yang mengharuskanmu membuka baju yeoja itu hyung?" Sehun bertanya tanpa menatap Chanyeol
"Awalnya aku sedang diluar, mencari obat untuk Baekhyun dan saat aku akan kembali ke villa, Kyungsoo tiba - tiba datang kearahku, menangis lalu pingsan, aku akhirnya membawa dia ke hotelnya, dan bodohnya aku mengganti bajunya yang basah... tapi aku melakukannya sambil memejamkan mata.. sungguh aku tak melihat apapun! Kemudian dia bangun dan dia kembali menangis dan bilang jika dia sempat akan diperkosa oleh KAI"
Chanyeol mencoba menjelaskan.
"Aku yakin ada sesuatu dibalik video ini, ini pasti ulah Kyungsoo" Chen bergumam
"Lalu bagaimana dengan Baekhyun?" Sehun bertanya
Chanyeol hanya menggeleng makin frustasi.
"Seperti yang sudah kita rencanakan tadi, Baekhyun tidak boleh keluar rumah ini sampai kita bisa memecahkan masalah dan mengungkap dalang dari penyebaran video ini" Kris berkata mantap.
.
Chanyeol berjalan gontai kearah Baekhyun yang baru saja selesai mandi di kamarnya. Sesegera mungkin Chanyeol memeluk Baekhyun, tubuhnya begitu lemas dan hangat, Chanyeol mempererat pelukannya seakan Baekhyun bisa tiba - tiba saja menghilang dan meninggalkannya.
"Chanyeol-ah..." kaki Baekhyun terasa lemas karena menumpu tubuh Chanyeol yang sedikit bergelayut ditubuhnya
"Baek... aku mencintaimu... aku sangat mencintaimu!" suara Chanyeol berubah, dia menangis
"Kau kenapa yeol? ada apa denganmu? kenapa seperti ini?" Baekhyun jadi panik
"Aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau kau membenciku" Chanyeol hanya kembali menangis
"Untuk apa aku membencimu..." Baekhyun mengusap lembut punggung panjang suaminya
"Apa kau sungguh - sungguh saat kau mengatakan satu - satunya hal yang tidak mungkin kau lakukan adalah meninggalkanku?" Chanyeol kini menakup wajah Baekhyun dengan kedua tangannya. Baekhyun hanya mengangguk pelan
"Katakan lagi" isak Chanyeol
"Satu - satunya hal yang tidak mungkin aku lakukan adalah meninggalkanmu" Baekhyun menuruti
"Berjanjilah padaku kau akan selalu percaya padaku! apapun yang kau lihat, apapun yang kau dengar kau harus tetap mempercayaiku Baek" Chanyeol kembali memeluk Baekhyun
"Aku akan selalu mempercayaimu.." Baekhyun kembali mengelus punggung Chanyeol.
"Oh... kenapa tidak ada siaran TV?" Baekhyun mengerutu ketika dia tak menemukan satu pun siaran TV
"Apa siaran TVnya menghilang?" Sehun datang dengan setumpukan DVD menuju kearah Baekhyun
"mmm... ini aneh, internet mati... siaran TV tidak ada... aneh sekali bukan?" Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal
"Kris hyung bilang ada masalah dengan saluran internet di rumah ini, Chen hyung sedang mengurusnya" Sehun berbohong.
"Lalu TVnya?" Baekhyun menunjuk LCD TV 84inch ultra HD Cinema dihadapannya
"ah... jaringannya juga rusak, kemarin aku ditelpon oleh petugas saluran TV!" Sehun berbohong lagi.
Sebenarnya saluran TV dan Internet memang sengaja diputus agar Baekhyun tidak menemukan video Chanyeol dan Kyungsoo. Sementara itu Chen membujuk appanya yang bekerja di kementrian penyiaran untuk memblokir video itu dan menyusuri tempat pertama kali video itu muncul.
"Hyung... aku sudah mengetahui dimana pertama kali video itu diunggah!" Chen berbicara pada telpon yang tersambung dengan Suho
"Darimana?" Suho langsung antusias
"Itu dari gedung SM Entertainment!" Chen nampak bingung
"Oh...kenapa bisa dari sana? Apa jangan - jangan benar Kyungsoo yang melakukannya?" Suho nampak ikut ragu
"Sudah dulu hyung, aku sedang di ruangan IT kantor aboji, nanti aku hubungi lagi jika ada informasi lainya" Chen segera memutus telponnya.
Suho menggaruk pelipisnya perlahan, masih mencerna informasi yang diberikan Chen.
"Bagaimana?" tanya Kris yang dari tadi ada disamping Suho dan Chanyeol. Mereka ada disebuah cafe dekat dengan rumah mereka.
"Video itu diupload melalu saluran internet gedung SM Entertainment!" Suho menyebarkan informasinya
"Itu agensi Kyungsoo!" Chanyeol menimpali
"Jadi benar dia yang menguploadnya?" Kris mengerutkan keningnya
"Kita belum bisa mengasumsikan begitu" Suho berkata dengan nada ragu.
"Kita juga perlu tau siapa yang merekam video itu" Kris mengelus dagunya berpikir.
Semua orang yang berlalu lalang di cafe melirik Chanyeol dengan tatapan mata jiik. Video itu sudah tersebar dimana - mana, semua orang gempar dengan munculnya video itu.
Video berdurasi 40 detik yang berisi kegiatan Chanyeol perlahan membuka baju Kyungsoo yang tenang tertidur di ranjang hotel. Video yang membuat seluruh dunia Hallyu menjadi gempar karena Kyungsoo adalah seorang member Girl Band ternama yang sedang menjalin hubungan dengan penyanyi solo KAI.
"Sehun-ah... sebenarnya kenapa aku sama sekali tidak boleh keluar rumah?" Baekhyun memeluk bantal sofa empuk, wajahnya menyiratkan bahwa dia sedang bosan
"mmm... diluar sangat berbahaya... ada banyak binatang buas yang bisa saja menyergapmu kapan saja!" jujur saat itu Sehun tidak tau harus menjawab apa, dia hanya mengatakan apa yang ada di kepalanya
"Sehun... aku tidak sedang bercanda.." Baekhyun memelas
"Nadoo..." Sehun menjawab dengan wajah babynya
"Ya... ayo kita nonton DVD saja... kau mau nonton apa? Serial Twilight? The Conjuring? Insidious? Monster University? Despicable Me?" Sehun memilah - milah DVD dihadapannya
"kenapa tidak ada film yang berbobot sih.." Sehun mengerutkan dahinya menggerutu kesal karena semua film itu sudah berulang kali dia tonton.
"Aku bosan Sehun-ah... kenapa juga Chanyeol harus mengambil ponselku? aiissh... aku jadi tidak bisa berhubungan dengan siapapun kan.." Baekhyun masih tidak lebih baik, masih memeluk bantal sofa dan raut wajahnya masih murung
"Gwaenchana... hanya untuk beberapa hari saja..." Sehun masih memilah DVDnya
"Apa kalian mengerjaiku?" Baekhyun mengangkat wajahnya, matanya nampak berbinar
"Buat apa?" Sehun menatap Baekhyun dengan tatapan super datar.
Yakin itu adalah tebakan yang salah, Baekhyun kembali menenggelamkan wajahnya dalam bantal sofa empuk itu.
"Demi Tuhan aku bosaaaaannnn!" Baekhyun berteriak keras dan itu berhasil membuat Sehun makin menatapnya aneh.
"Kau... bisa main alat musik kan?" Sehun tiba - tiba punya ide
"Bagaimana jika kita menyanyi saja, beberapa lagu akan cocok untuk dinyanyikan dalam keadaan seperti ini" Sehun bermonolog ria tanpa jawaban dari Baekhyun yang terkulai lemah diatas sofa empuk itu.
"YA! KAKAK IPAR!" Sehun berteriak seketika, dia sedikit kesal karena yeoja imut itu hanya cuek dan tidak merespon apa yang dia katakan.
"Aku merindukan Yixing..." Baekhyun malah tidak menghiraukan Sehun.
Sehun lalu pergi meninggalkan Baekhyun sendirian menuju ke kamar Kris dan Jongdae, berharap mereka miliki koleksi film lainnya yang mungkin bisa ditonton disaat seperti ini.
Mata sipit Baekhyun terpaku pada sebuah benda persegi tergeletak manis di atas meja tepat didepannya. Itu ponsel Sehun.
Baekhyun mengambil ponsel itu dan berniat untuk menghubungi Yixing, setelah membuka slide unlock Baekhyun segera menekan angka - angka yang merangkai nomor telepon Yixing, namun ponsel itu tiba - tiba melambat.
"Yaaah... Sehun, kau pasti tidak menutup beberapa aplikasi, ponselmu berat sekali! kebiasaan.." Gerutu Baekhyun sambil menekan satu - satunya tombol di tengah bagian bawah ponsel galaksi itu.
Baekhyun menutup beberapa aplikasi, namun telunjukknya berhenti ketika dia melihat aplikasi pemutar video masih dibuka, terlihart seperti video orang dewasa.
"Yaa... si kecil itu sudah belajar yadong rupanya.." Baekhyun terkikik
Baekhyun bukannya mneutup aplikasi itu, dia malah membukanya dan mereplay video itu.
"Cuma 40 detik... video apa sih.." Baekhyun lalu memfokuskan matanya.
Tak beberapa lama mata sipit itu membulat. Dia melihat apa yang Chanyeol lakukan pada Kyungsoo, dia mampu mengenali keduanya. Itu suaminya dan Kyungsoo. Air mata Baekhyun perlahan mulai runtuh, Baekhyun menatap terpaku ponsel pintar Sehun namun pikirannya entah dimana.
Sehun kembali menghampiri Baekhyun diruang tengah, namja berkulit susu itu kembali membawa tumpukan DVD milik Kris. Mata sipit Sehun ikut terbelalak ketika melihat Baekhyun tepaku dengan tatapan kosong memandang ponselnya, iya... ponselnya.
"D*mn!" batin Sehun.
Sehun menjatuhkan DVD itu lalu berlari kearah Baekhyun dan secepat kilat merebut ponselnya dari tangan gemetar Baekhyun.
"Sehun-ah... itu apa..." suara Baekhyun gemetar, pipinya sudah basah akan kristal air matanya
Sehun tidak tau harus menjawab apa, dia hanya berjongkok dihadapan Baekhyun dan sesegera mungkin mengusir air mata di pipi lembut yeoja malang itu.
"Sehun-ah... kenapa Chanyeol ada disana? apa yang dia lakukan?" Baekhyun nampak sangat kosong dan terpukul
"Baekhyun-ah... ini hanya sebuah video rekayasa, semua ini ada penjelasannya" Sehun masih sibuk mengusir air mata yang tak terbendung di pipi Baekhyun
"Dimana Chanyeol? Dimana dia? apa dia baik - baik saja?" Baekhyun malah balik menghawatirkan namjanya.
"Dia baik, Suho hyung, Kris hyung dan Chen hyung sedang membantunya mengungkap siapa dalang dibalik semua ini... tenanglah" Sehun menakup kedua pipi Sehun
"Aku mau melihatnya lagi Sehun! Berikan ponselmu!" Baekhyun memaksa dan merampas kembali ponsel pintar itu,
Baekhyun berdiri memunggungi Sehun dan kembali memutar video tadi.
"Tolong jangan melihat sesuatu yang tidak ingin kau lihat" Sehun membalikkan tubuh Baekhyun dan memeluk yeoja yang sedang terisak dalam tangisnya
"Ani... aku akan tetap melihatnya walaupun itu menyakiti hatiku" Baekhyun terisak lebih keras, tanpa sadar ponsel Sehun terjatuh ke lantai, tubuh Baekhyun sudah terlalu lemah.
"Tidak bisakah orang yang kau cintai itu bukan Chanyeol?" Sehun bergumam masih memeluk Baekhyun
"Dia hanya akan membuatmu sakit, tidak bisakah kau mencintai orang lain? jangan hyungku..." Sehun melepas pelukannya kemudan mengerutkan keningnya didepan Baekhyun.
Baekhyun hanya menggeleng dan kembali menangis, tak ada lagi yang bisa dia lakukan kecuali memeluk yeoja itu lagi.
Dari balik tembok pemisah ruang tamu dan ruang tengah, ternyata Chanyeol mendengar pertanyaan Sehun.
"Tidak bisakah orang yang kau cintai itu bukan Chanyeol?"
"Dia hanya akan membuatmu sakit, tidak bisakah kau mencintai orang lain? jangan hyungku..."
Kata - kata Sehun seperti menampar wajahnya, kini dia ketakutan, apakah Sehun akan merebut Baekhyun dari sisinya? itulah yang dia pikirkan terus menerus dikepalanya. Chanyeol menyandarkan tubuh lemahnya ke tembok, membenturkan kepala belakangnya tidak keras namun berulang kali sambil meremas dadanya sendiri. Sakit sekali rasanya.
"Oh... apa yang kalian lakukan disini... kenapa kalian berpelukan?" Suho menghampiri Sehun dan Baekhyun
"Baek, kau menangis?" Suho baru menyadari isakan yeoja itu ketika mendekat
"Dia kenapa?" Chen berbisik pelan
"Dia tau..." Sehun hanya menggerakkan bibirnya tanpa suara, namun berhasil ditangkap oleh Suho
"Eottoke?" Suho balas menggerakkan bibirnya tanpa suara
Suho lalu melihat sebuah ponsel tergeletak indah di bawah lantai, ingin sekali rasanya dia merebus kepala Sehun yang dengan begitu cerobohnya membiarkan Baekhyun melihat video Chanyeol ponsel itu.
Sementara Kris hanya diam melihat Chanyeol membenturkan kepalanya di tembok.
"Apa perlu kubantu untuk menghancurkan kepalamu?" Kris berkata dengan nada sadisnya
Chanyeol lalu menghentikan aksinya.
TING TONG
Bell rumah itu berbunyi, segera Kris melihat intercom yang menempel di dinding.
"Kakek Baekhyun!" Kris sedikit memekik. Chanyeol kembali gemetar. Dia sangat takut, dia begitu merasa bersalah, dia tidak bernai berhadapan dengan kakek Baekhyun.
"Apa yang harus aku lakukan Kris?" Chanyeol begitu takut
"Temui saja, jangan menghindar... jika memang benar kau tidak melakukannya... kau harus berani menemuinya.." Kris meremas bahu sahabatnya
Chanyeol sedikit tidak yakin dengan langkahnya, dia dengan tangan lemasnya membuka pintu.
"Anyeonghaseo Haraboj..."
PLAK!
Belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, Kangta sudah melemparnya dengan sebuah majalah.
"Apa maksud berita ini?" Kangta muncul dengan raut wajah penuh lautan emosi
"Cheongseohamnida Haraboji... Cheongseohamnida..." Chanyeol langsung berlutut dihadapan Kangta, meminta ampun pada namja berusia 70 tahun itu.
"Dimana cucuku?" Kangta tidak menanggapi Chanyeol
"Haraboji jaebal..." Chanyeol memegang erat pergelangan kaki Kangta
"Menyingkir kau! Aku akan menjemput cucuku sekarang juga!" Kangta yang masih cukup kuat dengan segera masuk ke dalam rumah itu, Kris membungkuk sebentar lalu membantu Chanyeol bangun
"Haraboji..." Baekhyun langsung memekik ketika kakeknya memasuki ruang tengah.
Kini Baekhyun sedang terduduk di sofa, Sehun meniup - niup Baekhyun yang berkeringat hebat sementara Suho mengelus kepalanya dan mencoba menenangkan.
Baekhyun kemudian berdiri lalu menghambur ke dalam pelukan Kangta.
"Haraboji..." Baekhyun berteriak dalam isakan tangisnya
"Cucuku... Gwaenchana? Baekhyun-ah... uljimaa..." Kangta menepuk punggung Baekhyun yang terisak semakin keras dalam pelukannya
"Mani appoyeo... nan ceongmal nomu mani appoyeo harabojiiii..." tangis Baekhyun meledak, sementara Suho dan Sehun hanya bisa salah tingkah.
Chanyeol masuk keruang tengah bersama Kris. Jelas sekali nama berbibir kissable itu baru saja menelan tangisnya dan mencoba kuat untuk berhadapan dengan Kangta.
"Tenang sayang... haraboji disini... haraboji datang untuk menjemputmu..." Kangta menakup wajah sembab Baekhyun dengan kedua tangan kriputnya.
Seketika isakan Baekhyun terhenti, "haraboji..." Chanyeol yang baru saja duduk di sofa langsung berdiri lagi dan membulatkan matanya
"Kemasi barangmu, ayo kita pulang..." Kangta tersenyum
"Aniyeo haraboji... Baekhyun tidak boleh pergi" Chanyeol mendekat dan meraih tangan basah Baekhyun
"Lepaskan tangan Baekhyun, untuk apa cucuku berada di sini bersama namja yang menyakiti hatinya terus - terusan..." Kangta sedikit membentak Chanyeol, sedangkan Baekhyun tertunduk lesu.
"Kau kira hati cucuku ini adalah hati yang bisa seenaknya saja kau sakiti? sudah cukup kau mempermainkannya! Baekhyun pantas mendapatkan namja yang lebih baik darimu" wajah Kangta nampak memerah sangking emosinya
"Aku mencintai Baekhyun!" Chanyeol ikut meninggikan suaranya
"Kemasi barangmu baek" Kangta meminta
"Jangan Baek! kau tetap disini bersamaku!" Chanyeol menahan tangan Baekhyun
"Haraboji... Baekhyun istriku! dia harus berada di sini bersamaku!" nada Chanyeol kembali meninggi
"KAU DAN BAEKHYUN HANYA BERPURA - PURA!" Kangta balik meneriaki Chanyeol
"Aniyeo... kami berdua sudah tidak lagi berpura - pura! Aku mencintai Baekhyun! Istriku! Jangan bawa dia pergi, Jaebal harabojii..." Chanyeol kembali memelas pada Kangta.
"Aku akan segera kembali haraboji,... gidaliyeo..." ujar Baekhyun lemah
"Kau mau kemana Baek?" Chanyeol kembali ketakutan
Baekhyun tidak menghiraukan Chanyeol yang menatapnya posesif, dia hanya terus melanjutkan langkah lemahnya.
"Baek... kau tidak akan pergi kan..." Chanyeol mengikuti Baekhyun, namun yeoja itu hanya diam dan terus berjalan
"Baekhyun jaebal..." Chanyeol kali ini mencengkram lengan Baekhyun
"Baekhyun-ah... kau tidak akan pergi kan? tidak akan meninggalkanku kan? jawab Baek..." Chanyeol kembali menitikkan air matanya
"Aku ingin sendiri yeol..." Baekhyun menghempaskan kasar tangan Chanyeol, perasaannya saat itu benar - benar campur aduk, dia tidak bisa mendefinisikan apa yang ada dalam hatinya, kenapa dia ingin berteriak, kenapa hatinya begitu mengambang, Baekhyun hanya terus berjalan gontai lalu menutup pintu kamarnya rapat - rapat dan menguncinya dari dalam.
Tok Tok Tok
"Baek... buka pintunya... apa yang kau lakukan didalam Baek?" Chanyeol nampak menyedihkan kali ini, dia terus mengetuk pintu putih dihadapannya, berharap Baekhyun akan membuka pintu itu dan memeluknya seperti apa yang setiap malam mereka lakukan akhir - akhir ini.
"Baek... kau tidak sedang mengemasi barangmu kan?" Chanyeol semakin ketakutan dan memperbanyak ketukan pintunya.
Sehun beranjak dari duduknya dan menghampiri Chanyeol. "Hyung jaebal... hentikan..." Sehun menggapai tangan Chanyeol
"Tidak... Sehun, Baekhyun akan meninggalkanku..." Chanyeol berusaha sekuat tenaga untuk kembali mengetuk pintu itu.
"Hyung... geuman!" Sehun agak meninggikan suaranya kali ini dan itu berhasil membuat Chanyeol berhenti, Chanyeol kemudian tertunduk dan menumpukan kedua tangannya diatas lututnya yang setengah tertekuk. Dia kemudian mengusap kasar air matanya, menarik napas dalam - dalam dan menenangkan dirinya sendiri.
"Aku tidak melakukan apapun Baekhyun-ah... aku tidak memperkosa siapapun... aku tidak melakukannya... itu tidak seperti itu... percaya padaku..."
Chanyeol berteriak kali ini. Berharap istri tercintanya itu mendengar.
Tak lama pintu kamar Baekhyun terbuka, Baekhyun menggunakan mantelnya dan juga menggeret sebuah koper besar di tangannya.
"Baek..." lirih Chanyeol
Baekhyun sebisa mungkin tidak melihat namja itu dan berjalan kearah Kangta. Chanyeol menyusulnya dan mengehentikan langkah Baekhyun. Mata sembab mereka berdua saling bertemu.
"Aku tidak melakukan apapun Baek, percaya padaku..." Chanyeol sungguh memelas
"Mianhae Chanyeol-ah..."
"Baek, kau sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku kan..." Chanyeol tidak habis pikir, kali ini Baekhyun hanya menatapnya seperti penuh kebencian.
Tidak biasanya Baekhyun yang selalu sabar, selalu mencoba mengerti Chanyeol dan selalu ingin bersama suaminya itu kini berubah menjadi sangat dingin dan tidak lagi menggubris namja tampan itu. Mood Baekhyun nampak buruk hari ini.
"Aku ingin sendiri yeol... kau sudah terlalu sering membohongiku, kali ini biarkan aku sendiri..." Baekhyun seperti berubah menjadi bukan Baekhyun yang selama ini ada di samping Chanyeol.
"Baekhyun... paliwa..." Kangta memanggil Baekhyun lagi
"YA! YA! YA! AKU SUDAH MENDAPATKAN INFORMASINYA!" Suara Chen menggema bahkan sebelum orang itu masuk kedalam ruang tengah.
"Oh!... ada apa ini?" Chen langsung bingung dengan keadaan yang dia temukan, Chanyeol sedang memegang lengan Baekhyun, sementara yeoja itu memegang koper besarnya, seorang kakek tampan berdiri di sebelahnya dan komplotan lainnya hanya memasang wajah tegang.
"Informasi apa yang kau dapatkan?" Kris langsung berdiri menatap tegang namja berwajah kotak itu.
"Video itu sudah diedit sebelumnya...dan diupload dengan ID Lun413 benar - benar dari kantor SM Entertainment, aku yakin itu adalah prilaku orang dalam yang dekat dengan Kyungsoo" Chen membawa data berkas yang dia dapat di kantor ayahnya.
"Lalu siapa nama pengguna dengan ID itu?" mata Suho nampak menjelajahi berkas itu
"Namanya Park Sun Young... dia pasti tau tentang video itu, dialah satu - satunya yang bisa kita jadikan sumber informasi, tapi gedung SM sangat susah ditembus.." Chen menggaruk kepalanya
Sehun dan Chanyeol yang tau jika paman Baekhyun adalah CEO SM Ent. nampak memelas pada yeoja bermata sembab itu.
"Kembalikan ponselku... aku ingin pulang, aku ingin sendiri" Baekhyun jadi sangat ketus.
"Baek..." suara Chanyeol parau
"Jaebal..."
Chanyeol mengambil sesuatu dari mantelnya dan memberikan ponsel pink itu pada istrinya.
"Aku akan pulang bersama haraboji... jaga dirimu baik - baik yeol..." Baekhyun menggerakkan bola matanya kemudian mulai berjalan.
Seketika Chanyeol memeluk tubuh yeojanya dari belakang, namja itu mulai terisak lagi dan menenggelamkan wajahnya di bahu Baekhyun.
"Mianhae Baek, saranghae... cepat kembali... aku membutuhkanmu" bisik Chanyeol dalam isakannya kemudain melepas pelukan itu.
Baekhyun kembali berjalan menuju Kangta.
"Jangan pernah muncul di hadapan Baekhyun lagi... Kalian harus secepatnya bercerai!" Kangta berujar dingin
Kangta mulai meninggalkan ruangan itu, namun Chanyeol menghentikan langkah renta itu dengan suara beratnya
"Jika aku berhasil membuktikan ketidak bersalahanku... apakah Baekhyun boleh kembali padaku?"
Kangta hanya menatap tajam mata sembab Chanyeol, cukup lama namun tak menjawabnya kemudian beranjak pergi menyusul Baekhyun yang sudah berada di dalam mobil.
Baekhyun POV
Aku memasuki rumah yang sudah cukup lama tak aku kunjungi, rumah ini masih sama seperti saat aku meninggalkannya. Masih hangat dan selalu menerimaku. Aku merasakan tubuhku begitu lemah, semua tenagaku ikut mengalir bersama buliran air mataku dan pipi ini masih saja basah.
Langkah demi langkah akhirnya mengantarku ke kamar yang juga masih setia menjadi milikku. Ku buka perlahan pintunya dan masuk tanpa sepatah katapun pada haraboji yang tetap memandang cemas kearahku.
Aku merebahkan tubuh mungilku diatas tempat tidur yang nampak sudah dipersiapkan untukku, ku pejamkan kedua mata lelah ini kemudian, berharap apa yang terjadi hari ini hanyalah mimpi.
Entah kenapa, ini pertama kalinya aku merasa begitu marah dan kesal pada namja yang sangat aku cintai, entah apa yang membuat hatiku sama sekali tidak ingin mempercayainya, aku sangat marah. Entah dari mana emosi ini berasal, yang aku tau aku sangat marah. Tak lagi seperti biasanya selalu memaafkan dan mempercayai Chanyeol. Kali ini aku merasa sangat berbeda. Ya... aku marah, sangat marah.
.
.
.
Aku membuka mataku, matahari sudah menerangi tiap sudut kamar mungilku. Aku masih terlalu lelah, tubuhku terasa begitu berat, begitu juga dengan kepalaku. Aku terlalu banyak menangis. Wajahku tak lagi terlihat seperti wajah manusia, aku lebih mirip disejajarkan dengan spesies Zombie.
Moodku masih belum membaik, nampaknya kebohongan Chanyeol sudah berhasil membuatku menjadi seburuk ini. Aku ingin sekali membencinya, tapi... kenapa seperti ada yang hilang... ya, aku kehilangannya... pagi ini aku tidak lagi bisa menikmati wajah tertidurnya disebelahku, tak ada yang bisa ku kecup dan kuucapi selamat pagi. Kenapa aku begitu rindu? Bukannya kemarin aku sangat marah?
.
.
.
"Agashi... kau sudah bangun?" bibi Han tersenyum begitu ramah padaku
"Nde... aku lapar" rengekku
"Agashi gwaenchanayeo? Kau nampak pucat..." bibi Han menakupkan kedua telapak tangannya di wajahku. Kedua telapak tangan itu adalah telapak tangan milik yeoja yang membesarkanku. Aku jadi rindu eomma... aku jadi rindu appa... aku juga merindukan oppa... dan Chanyeol.
Astaga... kenapa moodku jadi berantakan seperti ini!
"Agashi..." bibi Han memandangku cemas, wajar saja karena aku hanya diam dan tak seceria biasanya.
"Mianhae ajhuma" lirihku
"Agashi pasti bisa melewatinya... agashi adalah yeoja yang kuat" bibi Han menggenggam tanganku dan tersenyum, itu membuatku membaik.
"Baekhyunie... selamat pagi.." itu suara kakek, aku segera menoleh ke sumber suara, benar saja... kakek kesayanganku itu tersenyum di belakangku
"Haraboji anyeonghaseo..." sapaku. Aku jadi begitu lesu dan lemas, efek menangis semalaman dan berpikir berat membuatku jadi begini.
Kakek duduk di kursinya, setelah makanan dihidangkan Kakek dan bibi Han kemudian menyantapnya, tapi aku... hanya memandang makanan itu tak berselera. Beginikah parahnya patah hati? Hingga mencuri nafsu makanku juga?
Aku masih menatap lekat hidangan di depan mataku, benar - benar tak berselera.
"Ada apa Baekiie... kenapa tidak makan?" Kakek menegurku
"Gwaenchanayeo, aku hanya tidak memiliki nafsu makan.." jawabku singkat beserta senyum yang susah payah aku paksakan
"Apa kau ingin makan yang lain? mau makan apa?" Kakek seperti bertanya pada Baekhyun yang berusia 10 tahun
"Gwaenchanayeo... aku minum jus saja" kataku sambil menyeret segelas jus labu disampingku mendekat ke dadaku
.
.
.
Berita video Chanyeol dan Kyungsoo tersebar dimana - mana, bahkan netizen telah menemukan kenyataan bahwa Chanyeol sudah memiliki seorang istri. Fotoku terpampang dimana - mana, dan keberadaanku dipertanyakan. Aku melihat beberapa wartawan berkerumun di depan rumah berdesain minimalis, rumah para komplotan tampan itu. Mereka berlima pasti sangat kewalahan menghadapi gangguan wartawan.
Mobil Kris nampak keluar dari halaman rumah, dan wartawan langsung mengerumuni Kris yang kebetulan baru saja menutup kembali gerbang rumah itu.
"Apa anda juga tinggal di sini bersama Chanyeol dan Baekhyun?"
"Dimana keberadaan Chanyeol dan istrinya sekarang?"
"Apakah mereka baik - baik saja?"
Aku melihat Kris sedikit merasa terganggu, terlihat dia membalikkan badannya dan mencoba tersenyum.
"Chanyeol dan istrinya baik - baik saja... nde..."
Namja yang lebih tinggi 3 cm dari suamiku itupun meninggalkan kerumunan itu.
Apa? baik - baik saja? apanya yang baik - baik saja? kami bahkan sudah pisah atap...
.
.
.
Matahari baru saja tenggelam, dan kepalaku pusing lagi. Aku benar - benar merasa tidak enak badan. Aku terlalu keras berpikir dan perasaanku juga tak pernah tenang. Itu sangat mampu membuat kondisi tubuhku memburuk.
Perutku terasa begah dan mual, kepalaku jadi pusing. Ah... aku lupa, sejak tadi pagi tak ada satupun makanan dan minuman yang masuk kedalam lambungku selain jus labu itu.
Aku jadi semakin mual dan akhirnya tak tahan, aku menuju ke wastafel dapur dan memuntahkan cairan asam. Setelah hati dan kepala, kini lambungku juga ikut bermasalah. Heran, anggota badanku ini kompak sekali mereka.
"Kau baik - baik saja Baekie?" kakek menghampiriku yang baru saja habis berkumur dan mencucimuka
"Asam lambungku..." ujarku parau
"Kau belum makan apapun sejak tadi pagi" Kakek sangat cemas
Bibi Han dengan segera membuatkan sesuatu untukku, tak lama kemudian bibi Han meletakkan sepiring Japjae Seafood. Itu kesukaanku, ku pandangi piring itu cukup lama. Isi kepala, lambung, mulut dan hatiku kini tak lagi sekompak tadi. Lambungku ingin disii dan otakku memerintahkan ku untuk segera memakannya, tapi... hatiku malah bergolak, hatiku seperti memohon untuk tidak memakan makanan itu dan mulutku pun menuruti katanya. Okay, kali ini akan kubiarkan hatiku menang.
"Mianhae... aku tidak bernafsu lagi..." kataku.
"oh, waeyeo agashi?" bibi Han semakin cemas
"Aku melihat ada banyak udang dan cumi - cumi di sana... shireoyeo..." gerutuku asal - asalan.
"Oh... agashi tidak menyukainya?" bibi Han nampak bingung
Aku mengangguk lalu menegak segelas air putih dan meninggalkan bibi Han berduaan dengan rasa penasarannya.
Aku masuk kembali dalam kamarku, aku ambil ponsel yang sedari tadi tergeletak di tempat tidurku. Ini mengejutkan, ada 90 missed call dan 24 sms.
5 missed call from Xingxing
7 missed call from Sehun
10 missed call from unknwon number
68 missed call from Yeoliie
"Kau menelponku yeol?" gumamku
AKu kemudian mengecek pesan yang masuk.
From: XingXing
Baek, bagaimana keadaanmu?
Besok aku akan ke rumahmu...
From: Sehun
Baekhyun-ah... gwaenchana?
From: Sehun
Baekhyun-ah... kabari aku jika kau sempat
From: Sehun
Baekhyun-ah... suasana di rumah sangat tidak menyenangkan tanpamu,
kau tau, hyung tidak makan dari kemarin...
"oh persetan dengan hyungmu itu!" geramku lalu lanjut membaca pesan yang lainnya.
From: Yeolie
Aku merindukanmu, aku membutuhkanmu
Itu bukan seperti yang terlihat,
Maafkan aku... aku mencintaimu Park Baekhyun!
Pesan itu terkirim sebanyak 20 kali namun dalam waktu penerimaan yang berbeda. Pesan itu dikirim terus menerus oleh suamiku, padaku. Jika dia sudah begitu... itu artinya dia bersungguh - sungguh, apa benar dia merindukanku?
Drrrt...Drrrt...
"Oh... Yeolie?" hatiku berdesir ketika melihat nama pemanggil. Haruskah aku menerima panggilan ini? haruskah? sebenarnya aku juga sangat rindu padanya, tapi aku juga masih tetap marah... tunggu dulu, sejak kapan aku menjadi yeoja yang mudah ngambek seperti ini?
Dan akhirnya aku berpikir terlalu lama, telpon itu berubah menjadi missed call. Jujur, aku sangat kecewa. Hatiku mulai berdoa agar Chanyeol menelponku lagi. Namun hingga jam menunjukkan pukul 10 malam, ponselkuk masih tak bergetar lagi. Haruskah aku yang menelponnya? Andwae! Kau sedang ngambek kan Baek... sudah biarkan saja...
Drrrt... Drrrt...
Baru saja aku mulai memejamkan mataku, panggilan yang aku tunggu selama 3 jam ini pun akhirnya datang.
"Yeobuseo..." dadaku berdegup sangat kencang, mungkin saat ini jantungku sedang menari
"Baek... Baek... oh benar kau mengangkatnya... Baek..." aku yakin Chanyeol sedang blank kali ini. Dia pasti akan jadi seperti itu ketika dia menelpon untuk meminta maaf dengan sepenuh perasaannya, walaupun sebelumnya dia sudah merangkai jutaan kalimat yang ingin dia katakan, namun dia akan melupakannya setelah seperti sekarang.
"Yeol... aku lapar..." kataku tiba - tiba.
"Kau lapar? kau belum makan?" Chanyeol terdengar gugup, apakah dia menangis? suara itu sangat parau... hatiku langsung seperti di tusuk duri - duri tajam ketika mendengarnya seperti itu.
"aku tidak bisa makan..." jawabku lirih
"Kenapa kau tidak makan? apa kau sakit? apa kau baik - baik saja?" dia jelas sangat panik saat ini.
"Yeol... aku ingin makan jjajangmyeon, bisakah kau membawakannya kemari?" pintaku sedikit merengek
"Jinjja? boleh aku datang kesana?" dia nampak sedang bergerak, terdengar dari sedikit kegaduhan dari sebrang sana
"Tapi haraboji pasti akan melarangnya..." ujarnya nampak gelisah
"aku merindukanmu yeol..." akhirnya aku jujur. Ya... memintanya untuk menjadi petugas delivery hanya modus, tapi suamiku itu nampak kurang peka.
"Baiklah, tunggu aku ya.." katanya.
"mmm" gumamku
"Baekhyun-ah... Saranghae..."
"na...doo..."
Baekhyun POV END
.
.
Tak selang beberapa lama dari percakapan telepon mereka, Chanyeol kembali mengirim pesan.
From: Yeolie
Aku sudah ada di depan rumahmu
To: Yeolie
Kau parkir dimana?
From: Yeolie
Aku naik taksi
Kali ini Baekhyun hanya tersenyum - senyum riang, dia lalu mengendap - hendap menuju pintu depan, rumah itu sudah sangat gelap sekarang. Baekhyun kini terlihat seperti pencuri. Yeoja mungil itu berhasil keluar dan berlari kecil tanpa alas kaki menuju pintu gerbang, perlahan menekan kunci otomatis gerbang itu.
Pintu gerbang terbuka, matanya langsung bisa melihat Chanyeol berdiri penuh harap. Pandangan mereka saling bertemu, sangat jelas sinar mata Chanyeol mengisyaratkan betapa namja itu merindukan yeoja di hadapannya. Baekhyun menyapu bersih penampilan Chanyeol di hadapannya, Chanyeol menggunakan celana panjang berwarna cream dan kemeja navy blue polos yang dibalut cardigan bergaris, walaupun begitu Chanyeol terlihat cukup berantakan dengan rambut acak - acakan, mata sembab dan wajahnya yang pucat.
"Ini Jjajangmyeon yang kau pesan..." Chanyeol menyerahkan sebuah kantung plastik pada Baekhyun
Baekhyun bukannya mengambil kantung plastik itu, dia malah menggenggam pergelangan tangan Chanyeol.
"Ayo masuk" Baekhyun sedikit menarik tangan Chanyeol dan namja kusut itu nampak terkejut
"Tapi..."
"ssst...ayo"
Chanyeol menuruti istrinya, dia ikut menghendap kedalam rumah perpaduan minimalis dan tradisional itu. Chanyeol kemudian melepaskan spatu kets yang dia kenakan dan menentengnya masuk. Pasangan itu kini perlahan menuju ke kamar Baekhyun di lantai 2.
Ceklek
Baekhyun baru saja mengunci pintu kamarnya. Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar mungil Baekhyun. Kembali sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain, tatapan penuh kerinduan. Tanpa basa basi Chanyeol langsung memeluk Baekhyun seerat - eratnya, mereka berdua seakan sudah tak bertemu selama bertahun - tahun. Baekhyun pun demikian, lengannya memeluk erat pinggang Chanyeol. Dengan pelukan itu, mereka berdua seperti tanaman yang hampir layu dan mendapatkan siraman hujan.
"Aku sangat merindukanmu baek... sangat, jangan pergi lagi... jaebal" Chanyeol akhirnya berhasil meluapkan isi hatinya
"Aku tak mau pergi lagi, aku tidak akan melakukannya lagi... aku tak bisa" ujar Baekhyun
"Kau milikku Baek, dan aku pun milikmu. Kau percaya padaku kan?" Chanyeol berbisik
"Molla... aku rasa tetap mempercayaimu membuat hatiku lebih baik, tak peduli kau berbohong atau jujur... hatiku tak akan terluka jika aku percaya padamu" gumam Baekhyun masih dalam pelukan suaminya.
Beberapa saat kemudian mereka melepas pelukan itu. Chanyeol memandang resah wajah Baekhyun saat kedua tangannya tertangkup di wajah istrinya.
"Apa kau sedang sakit Baek? wajahmu sangat pucat..." Chanyeol kembali berbisik
"Aku baik - baik saja, aku hanya belum makan" Baekhyun kemudian tersenyum
"Benarkah? tapi kau benar - benar pucat" Chanyeol mengelus wajah itu dengan kedua telapak tangannya, lembut sekali
"Mungkin ini efek dari menangis semalaman dan berpikir terlalu keras" Yeoja bermata sipit itu kembali tersenyum
"Maafkan aku Baek... aku membuatmu seperti ini!" air mata Chanyeol kembali terjun bebas, hatinya sangat sakit melihat keadaan Baekhyun sekarang
"Ani... aku yang salah, seharusnya aku tidak ikut haraboji waktu itu"
"Tapi kenapa kau malah ikut?"
"Entah lah, tiba - tiba aku mengalami moodswing pada saat itu... entah kenapa aku selalu saja kesal, dan saat aku bangun... aku malah merindukanmu"
Baekhyun mempoutkan bibirnya sambil mencengkram cardigan Chanyeol
~CHUP
Chanyeol mencuri satu kecupan di bibir yang terpout itu, wajah Baekhyunpun sukses merona.
"ayo kau makan... tadi katanya lapar"
Chanyeol dan Baekhyun akhirnya duduk diatas tempat tidur dan membuka semangkuk jjajangmyeon yang tadi Chanyeol bawa.
"aaa..." Chanyeol menyodorkan sumpitnya kearah bibir peach Baekhyun. Dengan semangan yeoja manis itu menerima suapannya dan mengunyah dengan lahap.
Namun setelah beberapa suapan, Baekhyun malah merasa mual. "uugh.." Baekhyun menekan bagian perutnya dan menutp mulutnya dengan tangan satunya.
"Ada apa honey?" Chanyeol meletakkan mangkuk mie yang masih setengah penuh itu.
"Aku mual... dari tadi pagi aku tidak makan apapun, pasti asam lambungku sedang ngamuk sekarang" wajah Baekhyun sedikit meringis kali ini
"Mianhae Baek... aku membuatmu seperti ini. Aku memang namja bodoh yang..."
"Ueeek..."
Baekhyun tiba - tiba muntah, memuntahkan semua jjajangmyeong yang baru saja menghuni perutnya. Chanyeol segera memapah istrinya yang sakit itu ke kamar mandi mungil di sudut kamarnya. Kondisi Baekhyun begitu buruk.
"Argh..." Baekhyun melenguh sambbil memeluk perutnya
"Bagaimana rasanya? mana yang sakit?" Chanyeol berkeringat sangking paniknya
"Perutku seperti keram, sakit sekali" Baekhyun meringis
Baekhyun dibantu Chanyeol berjalan kearah meja yang terletak di depan tempat tidurnya. Jemari lentik itu menyusuri sebuah kotak kecil berisi obat - obatannya.
"Itu obat apa?" Chanyeol bertanya sambil menuangkan segelas air
"Aku biasa begini jika asam lambungku sedang ngamuk seperti ini"
Baekhyun meminum obat itu namun wajahnya masih meringis. Chanyeol kembali memeluk istrinya dan mengusap lembut kepala Baekhyun
"Aku tidak bisa meninggalkanmu seperti ini... aku sangat khawatir"
"Jangan pulang... aku ingin kau di sini yeol"
"Bagaimana bisa? Nanti kakekmu tau aku disini"
"Ayolah yeol..."
"Oh... kau bisa merengek sekarang?"
Chanyeol tertawa kecil melihat tingkah Baekhyun
"Baiklah, aku juga yakin kakiku pasti tidak akan mau beranjak dari kamar ini" Chanyeol tersenyum lebar memamerkan gigi - gigi rapinya sambil mengacak rambut istrinya.
Tok tok tok
"Baekhyun-ah... kau sudah bangun?"
Tok tok tok
"Baekie... kau baik - baik saja kan?"
Sayup - sayup suara Kangta masuk kedalam telinga lebar Chanyeol, dahinya sedikit berkerut ketika tidurnya terusik.
"engghhh..." Chanyeol menrenggangkan otot - otot badan panjangnya, lalu perlahan matanya mulai terbuka, dilihatnya sang istri masih meringkuk lelap dalam peluknya.
"Good morning baby.." Chanyeol mengusap pipi Baekhyun.
Tok tok tok
"Baekie... kenapa kau tidak menjawab sayang? apa sesuatu terjadi?" Kangta nampak panik, beberapa kali dia mencoba menggerakkan gagang pintu
Chanyeol langsung terkesiap dan menyadari jika dia adalah penyusup dirumah ini. Dia langsung terduduk dan wajahnya terlihat sangat panik, Baekhyun masih saja tak terbangun.
"Baek... baek... kakekmu... baby... ayo bangun..."
"mmmmmh.." yeoja yang selalu tampak imut saat baru bangun tidur itu hanya menggeliat malas.
"ambilkan kunci cadangan kamar Baekhyun... cepat!"
"Aaah... eottoke..." Chanyeol mengacak rambutnya sendiri kasar, dia sangat panik kali ini. Dilihatnya tempat aman untuk bersembunyi dan dia menemukannya.
Segera dia meninggalkan tempat tidur namun kembali lagi.
~CHUP "Saranghae baby baek"
Chanyeol masih saja sempat - sempatnya mencuri kecupan dari bibir peach istrinya.
BRAK!
Pintu kamar itu terbuka kasar, Kangta melihat Baekhyun sedang berbaring damai diatas tempat tidur empuknya.
"Baekhyun-ah... bangun nak.." Kangta mengguncang tubuh Baekhyun
"mmmh... good morning Chanyeol-ah.." Baekhyun bergumam setengah sadar
"Chanyeol?" Kangta sedikit memekik
"Oh... Haraboji!?" Baekhyun langsung terduduk melihat siapa orang yang ada di hadapannya
"Haraboji sejak kapan ada di sini?" Baekhyun bertanya pada Kangta, namun matanya bergerak resah berkeliling seluruh kamarnya mencari sosok Chanyeol
"Kau kenapa Baekie? kenapa aneh?" Kangta menatap Baekhyun intens
"Aniyeo haraboji... aku baik - baik saja" mata Baekhyun masih berkeliaran
"Kau mencari apa Baekie?" Kangta ikut mengedarkan pandangannya
"Ani... opseoyeo haraboji" Baekhyun tersenyum salah tingkah
"Apa perutmu masih mual?"
"Ani... kemarin aku sudah minum obat, aku merasa baikan"
"Kalau begitu ayo cepat turun ke bawah, kita sarapan nde..."
"Aku masih ingin sendirian, nanti jika aku sudah lapar aku akan segera turun ke bawah"
Kangta mengangguk kemudian meninggalkan kamar cucu sematawayangnya. Pintu sudah tertutup kembali, Baekhyun menghela napasnya lega. Manik mata sipit Baekhyun kembali menyapu setiap jengkal kamarnya. Chanyeol sudah tidak ada.
Baekhyun memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya. Moodnya kembali jatuh ketika dia menyadari bahwa Chanyeol sudah tak lagi di kamarnya, Baekhyun mendadak sedih dan ingin sekali menangis.
"Hiks... hiks... Chanyeol-ah..." Baekhyun mulai terisak.
BRUGH!
Suara aneh datang dari arah kanan. Baekhyun segera mengangkat kepalanya dan...
Matanya menangkap sesosok Chanyeol tengkurap dilantai, pintu lemari nampak terbuka dengan beberapa baju Baekhyun ikut berserakan.
"Aaaah... kakiku kesemutan..." Chanyeol mengusap kaki panjangnya
"Chanyeol-ah,... kau masih di sini?" Mata berkaca Baekhyun jadi berbinar kembali.
"Hehehe... aku bersembunyi di lemarimu Baek" Chanyeol nyengir bodoh
Baekhyun langsung menghambur dan memeluk namjanya. "Aku kira kau sudah pergi" Baekhyun merajuk
"Kenapa kau manja sekali sayang? seperti bayi... menggemaskan sekali..." Chanyeol mencubit lembut dua pipi Baekhyun dan mereka tertawa bersama.
"Ujianku ditunda oleh Universitas karena aku harus menjalani pemeriksaan polisi... Skandal itu menuduhku menjadi seorang pemerkosa Baek..." gumam Chanyeol tapi wajahnya masih tetap tersenyum
"Yeol, sebenarnya apa yang terjadi?" Baekhyun nampak cemas
Chanyeol mulai menceritakan apa saja yang sebenarnya dia lakukan malam itu, dia sama sekali tidak tau bahwa dia dijebak.
"Ini pasti berat..." gumam Baekhyun dan matanya berair lagi
"Gwaenchana... selama kau ada denganku dan percaya padaku, menjadi napi dan dikeluarkan dari kampuspun aku tidak peduli"
[HEDLINE NEWS]
Video asusila yang dilakukan oleh seorang namja berini PCY (23) pada seorang artis ternama berinisial DKS (20) sudah tersebar luas. Namun tak satupun dari kedua orang yang bersangkutan bisa dimintai keterangan. BBH (23) yang berstatus sebagai istri dari PCY sampai saat ini masih juga belum diketahui keberadaannya. Menurut keterangan seorang saksi yang tak ingin disebutkan namanya, malam itu PCY datang ke hotel DKS saat sang artis tengah tertidur dan melakukan tindak percobaan pemerkosaan. Kepolisian sektor Gangnam sedang mencoba untuk mencari dalang dibalik tersebarnya video tersebut dan tersangka PCY akan segera diperiksa mengenai hal ini.
"Menurut keterangan saksi malam itu DKS sedang tertidur, dia tidak tau apa yang terjadi. Yang dia tau hanyalah ketika pagi datang dia sudah menemukan dirinya tanpa busana dan ketika dia melihat video itu tersebar, dia sendiri baru sadar jika mantan kekasihnya itulah yang telah memperkosanya" (Kang Minchul - Kepala Humas Kepolisian Sektor Gangnam)
Kini seluruh Netizen di Republik Korea Selatan juga melontarkan berbagai macam komentar beragam, mengingat masalah ini bukanlah masalah sepele. DKS masih berstatus tunangan dari seorang penyanyi solo berinisial K.
Baekhyun dan Chanyeol masih bersembunyi di kamar berukura meter itu. Mereka berdua sedang memantau berita yang disiarkan di televisi sambil memakan beberapa cemilan yang Baekhyun ambil sendiri dari kulkasnya.
"Aku tidak melakukannya!" Chanyeol merasa tersudutkan
"Sudahlah... kebenaran akan terungkap sendirinya chagi.." kata Baekhyun yang tengah sibuk melahap kripik kentangnya. Baekhyun bersandar manja di dada bidang Chanyeol, kedua kaki panjang namja itu mengapit tubuh munglinya dan kedua tangan Chanyeol memeluk erat pinggang Baekhyun yang tak terasa ramping.
"Perutmu kembung?" Chanyeol mengusap - usap perut Baekhyun
"mmmm... akibat asam lambungku yang jadi gas... makanya dari tadi aku jadi sering ke kamar mandi" Baekhyun menjawab enteng
"Ini tidak sepele baby... kau harus ke dokter" Chanyeol berbisik di tengkuk Baekhyun
"Nanti... tidak sekarang..."
Tok tok tok
"Baek... Yixing datang menjengukmu nak.."
"Oh itu haraboji... aku harus bersembunyi"
"Ke kamar mandi saja... aku hanya akan membawa Yixing masuk"
Chanyeol menuruti perintah Baekhyun dan dengan sigap masuk kedalam kamar mandi.
"Hai Baek..." Yixing melambaikan tangannya
"Hai..." dan Suho juga ikut, namun wajah namja itu nampak aneh dan masih saja mendial sebuah nomor telpon.
"Kau menemukannya? Aku sedang menjenguk Baekhyun... kabari aku jika ada perkembangan! Oke Kris" Suho baru saja memutus telponnya.
"Semoga dengan datangnya teman - temanmu kau bisa cepat sembuh ya..." Kangta mengacak ringan rambut cucunya
"Masuklah... aku sedang tidak mood di luar... kita bicara di dalam nde.." Baekhyun pura - pura lesu di hadapan Kangta
"Kalau begitu biar aku suruh bibi Han membawa makanan dan minuman ke atas" Kangta ingin segera beranjak namun Baekhyun melarangnya
"Jangan! Aku tidak mau diganggu siapapun! Aku mau mereka saja!" Baekhyun sedikit mempoutkan bibirnya.
Suho dan Lay akhirnya masuk kedalam kamar dan Baekhyun lagi - lagi mengunci kamar itu.
"Kenapa kau tidak membuka tirainya Baek? menyalakan lampu di siang hari itu boros" Lay berceloteh
"Jangan dibuka... nanti kelihatan... aku tidak mau!" Baekhyun berseru
"Suho-ah... kau kenapa? kenapa wajahmu panik begitu?" Baekhyun menyilangkan kedua tangannya di hadapan Suho
"Gwaenchana... hanya saja... aku... Chanyeol menghilang dari rumah Baek..." Suho nampak gugup namun akhirnya jujur
"Oh, kau mencemaskan aku?" Chanyeol tiba - tiba keluar dari persembunyiannya
"YA! BAJINGAN TENGIK KAU TERNYATA ADA DI SINI! YA! KAMI SEMUA BINGUNG MENCARIMUUU!" Suho berteriak dan menghajar Chanyeol
"Ssssst... jangan ribut... jangan keras - keras! Nanti kakekku mendengarnya! dan kenapa kau memukul suamiku hah..." Baekhyun melerai CHanyeol dan Suho.
"Hahahahaha... jadi... Baekhyun yang minggat pulang kerumah akhirnya tidak tahan tidak bertemu Chanyeol eoh?" Lay malah meledek sahabatnya
Suasana jadi sedikit seperti pesta karena penuh dengan tawa dan canda. Mereka seakan lupa akan masalah besar yang terjadi.
"Orang tuamu memanggilmu ke Jeonju..." Suho kembali pada topiknya
"Aku akan segera menyusulnya..." Senyum Chanyeol memasam
"Aku ikut denganmu yeol" Baekhyun mencegah Chanyeol
"Tapi bagaimana... dengan haraboji?" Chanyeol menatap sendu istrinya
"Besok aku diberikan izin keluar karena harus ujian, setelah itu aku akan ikut denganmu... Yixing, jemput aku besok nde, agar kakek tidak mengantarku" Baekhyun berpuppy eyes pada sahabat berdimplenya itu
"Okay,... untuk kali ini saja aku berani melawan kakekmu... demi kalian lah.." Yixing bergumam
"Haraboji jaebal! aku bukan anak - anak lagi... aku tidak usah dijaga seketat itu! Aku tidak peduli dengan urusan itu! Aku hanya ingin ke kamps dan ujian!"
Baru kali ini Baekhyun merengek sampai sebegitunya pada sang kakek, dengan berat hati akhirnya Kangta mempersilahkan cucunya untuk ikut bersama Yixing.
Baekhyun masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang mobil Suho, Lay ternyata menjemputnya bersama namja angel itu. Perlahan mobil bergerak meninggalkan areal perumahan kakek Baekhyun. Suasana masih hening hingga Suho akhirnya berbicara.
"Ya... keluarlah dari persembunyianmu.. semua aman!"
Baekhyun mengerutkan keningnya, dan kebingungan terjawab ketika Chanyeol tiba - tiba muncul dari bagasi di belakang jok yang Baekhyun duduki.
"Oh... kau ikut juga?" Senyum Baekhyun merekah
"Aku tidak mau menemanimu ujian dulu chagi, aku tidak yakin moodmu akan bagus tanpa aku!" Chanyeol menyambut senyum Baekhyun
.
.
Beberapa saat kemudian, mobil itu sudah terparkir rapi di halaman gedung jurusan Lay dan Baekhyun. Nampak banyak sekali wartawan mengerumuni bagian depan gedung. Rupanya para pemburu berita itu tau jika hari ini Baekhyun akan ujian dan pasti ada di kampus.
"Bagaimana ini?" Lay tampak panik
"Kau duluan saja Xing... kau tunggu Baekhyun di dalam gedung, biar aku yang menjaganya" kata Chanyeol berusaha tenang karena Baekhyun tiba - tiba jadi panik.
"Baiklah, aku dan Yixing akan keluar terlebih dahulu. Nanti kau bersama Baekhyun.." Suho menyerahkan kunci mobilnya pada Chanyeol yang masih menggenggam erat tangan Baekhyun di jok belakang.
Perlahan mereka berdua berjalan dan nampak wartawan seperti tau jika Lay dan Suho adalah sahabat Chanyeol dan Baekhyun. Mereka mengerumuni Lay dan Suho, namun Mereka berdua hanya berjalan terpisah dan membuat wartawan - wartawan itu bingung. Tak lama akhirnya mereka melewati ambang security check yang menjadi batas antara gedung dan wartawan itu.
"Oke... kau sudah lihat mereka kan?"
"Aku tidak mau berjalan terpisah darimu yeol.."
"Tidak sayang... kita tidak akan berjalan terpisah... dengar, kau harus menggenggam erat tanganku. Dan bagaimanapun juga jangan sampai genggaman tangan kita terpisah, kita akan melaluinya bersama. Arraci?"
Baekhyun mengangguk. Keduanya lantas keluar dari mobil putih itu, seperti yang diperintahkan Chanyeol, mereka berdua saling menggenggam erat tangan satu sama lain.
Wartawan seperti memiliki radar yang sangat kuat, baru beberapa meter Baekhyun dan Chanyeol berjalan mereka sudah langsung berlarian kearah sepasang suami istri itu dan mengerumuni mereka.
Baekhyun sangat takut, dia langsung mencengkaram erat tangan Chanyeol lagi. Berbagai macam pertanyaan langsung mengeroyok keduanya, namun Baekhyun dan Chanyeol hanya terus berjalan. Keduanya saling bergenggaman tangan erat.
"Baekhyun tenanglah, aku tidak akan melepaskan tanganmu. Aku akan menjagamu, jangan takut. Kita pasti bisa melewati ini... walaupun sekarang statusku sebagai seorang Kriminal yang sebentar lagi bisa saja meringkuk dipenjara... tapi akan ku gunakan detik - detik terakhirku untuk selalu melindungimu..." Chanyeol berkata dalam hatinya.
"Seberapa lama kita akan bertahan dan tetap bergenggaman tangan seperti ini? Akankah kita bisa selalu seperti ini? Aku tidak mau kita terpisah yeol...Kau tidak bersalah, bagaimana dunia bisa mengerti itu... Apakah orang - orang ini tidak akan menyakitimu juga?" Baekhyun juga bergumam dalam hatinya
Desakan para wartawan nampaknya begitu dhasyat, tubuh mungil Baekhyun terhimpit, tangannya mengulur dan membuat jarak antara tubuhnya dan tubuh Chanyeol. Lama kelamaan terjangan wartawan itu semakin kuat dan sekuat apapun genggaman tangan itu akhirnya terlepas.
Baekhyun mengerjapkan tangannya, begitu pula Chanyeol. Chanyeol yang memilki tinggi diatas rata - rata segera mengedarkan pandangannya. Namun sosok mungil bermantel coklat yang dia cari tak tertangkap pandangannya.
"BAEK! BAEKHYUN-AH!" CHanyeol berteriak
"Andwae... aku tak boleh kehilanganmu Baek, aku tak boleh kehilanganmu... kau dimana Baekhyun..." Chanyeol bergumam lagi dalam hati masih sambil menyibakkan kerumunan wartawan
"BAEKHYUN-AH..." teriak namja itu lagi
"Kau dimana yeol, kenapa genggaman tangan kita terlepas? Apakah ini tanda kita memang akan berpisah?"
"Chan...yeol-ah...akh... nan yeogiseo...aaak" Baekhyun tak mampu balas berteriak karena tubuh mungilnya sendiri terhimpit terus dalam kerumunan wartawan yang bahkan berbadan lebih besar dan lebih tinggi darinya.
GREB!
Tiba - tiba seseorang menarik satu tangan Baekhyun yang mengacung keatas. Menarik Baekhyun kedalam pelukannya, seseorang itu masih menggenggam tangan Baekhyun dan yeoja itu terselamatkan dari kerumunan wartawan. Pipi Baekhyun dapan merasakan degupan keras di jantung namja itu.
"Gwaenchana?" pria itu berkata.
Baekhyun kemudian menebar kembali pandangannya dan terlihat dari titik dia berdiri, Chanyeol masih berusaha mencari dirininya ditengah kerumunan wartawan.
"Chanyeol-ah..." Baekhyun segera menuju kerumunan wartawan itu lagi, kemudian menarik tangan Chanyeol dan membawa namja jangkung itu kedalam pelukannya.
"Kau disini Baek? kau tidak apa - apa? kau baik - baik saja kan?" Chanyeol lega dapat menemukan Baekhyun dan keduanya kini sudah berada di zona aman.
"Aku tidak mau terpisah denganmu lagi yeol..." keduanya kembali berpelukan.
Dan seseorang yang menemukan Baekhyun dan menariknya terlebih dahulu tadi hanya mampu memandangi Chanyeol dan Baekhyun saling memeluk erat satu sama lain.
Manik mata Sehun terus menatap tajam kearah hyungnya dan Baekhyun yang berjarak sekitar 3 meter darinya, sudut bibirnya sedikit keatas, mencoba tersenyum namun hasilnya hanya senyum getir.
"Kalian... benar - benar saling mencintai sekarang? Geure... arraseo..." gumamnya
Sehun menyelipakan tangan kanannya yang berdarah akibat menyelamatkan Baekhyun tadi, tangan itu terkena salah satu pengait kamera seorang wartawan. Walaupun darahnya terus mengucur, Sehun tidak memperdulikannya. Dia hanya terus memerintah kakinya untuk berjalan meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun. Namun langkah kakinya terhenti ketika dia mendegar sebuah seruan dari seorang wartawan.
"BYUN BAEKHYUN-SSI... SETIDAKNYA BERIKAN KAMI TANGGAPAN TENTANG VIDEO ITU! SUAMI ANDA TELAH MEMPERKOSA DO KYUNGSOO!"
Baekhyun yang masih gemetar disisi Chanyeol memberanikan diri untuk menghadap wartawan itu.
"kau mau apa baek?" Chanyeol agak tergagap
"Cheongseohamnida... aku yang bersalah, aku adalah istri yang tidak bisa menjaga suamiku"
Baekhyun membungkukkan badan 90 derajat didepan semua kamera pers, mempermalukan dirinya sendiri demi meminta maaf pada publik terhadap apa yang dilakukan suaminya.
"Apa yang kau lakukan baek?" Chanyeol ingin menarik lengan istrinya namun Sehun sudah lebih dulu menyelanya. Sehun dengan sigap mencengkram lembut kedua lengan Baekhyun dan mengangkat yeoja itu dari bungkuknya.
"Geuman! kau tak perlu melakukannya!" Sehun kemudian membalikkan tubuh Baekhyun dan mengajaknya masuk
"Khaja hyung" sehun berkata ringan ketika melewati hyungnya.
Sore setelah Baekhyun dan Lay selesai ujian, mereka segera keluar. Nampaknya pihak Universitas telah mengusir para wartawan yang dinilai berguat gaduh dan kekacauan.
Mereka segera bergerak menuju ke Jeonju. Suho yang entah kenapa kini menjadi supir yang mengantar Chanyeol dan Baekhyun. Lay tentu masih setia disampingnya, jika tidak mungkin Suho tidak mau melakukan kegiatan supir menyupir itu. Sementara di jok belakang, terdapat pertambahan penumpang. Sehun ikut bersama mereka.
Sesampainya di Jeonju, tak ada sapaan ramah dan hangat seperti biasanya dari Eunhyuk. Hanya nampak Kyuhyun yang masih terlihat tenang dan sedikit tersenyum sambil menepuk bahu Chanyeol.
"Eommamu ingin bicara padamu... dia menunggu di ruang kerjanya..." kata Kyuhyun lemah
"Nde aboji.." Chanyeol mengangguk hormat
"Apapun yang terjadi, biarkan saja eommamu... kau mengenalnya kan?" Kyuhyun mencoba menenangkan
Chanyeol hanya mengangguk pelan lalu menuju ruangan yang dimaksud Kyuhyun tadi. Namja itu dapat dengan jelas melihat bahwa eommanya sedang sangat - sangat marah.
"Anyeonghaseo eomma..." suara berat Chanyeol nampak dipaksakan
"Aku sudah hampir gila, semua kariawanku membicarakanku dan tertawa dibelakangku!" Eunhyuk memulai pembicaraan seriusnya
Chanyeol hanya mampu diam.
"Video yang beredar itu... siapa yeoja yang kau tiduri itu?"
"Aku tidak melakukannya eomma... itu tidak seperti yang terlihat"
"Kau bahkan masih berani mengelak"
"Aku berkata jujur..."
PLAK!
Eunhyuk menampar pipi putra kandung satu - satunya itu.
"KAU BERSELINGKUH! KAU SAMA SAJA DENGAN DONGHAE!"
"AKU TIDAK MELAKUKANNYA EOMMA!"
Mereka berdua kini saling meneriaki satu sama lain.
"KAU DAN NAMJA BERENGSEK ITU SAMA SAJA! HANYA BISA MEMPERMAINKAN HATI PEREMPUAN!"
"JANGAN SEBUT APPA SEPERTI ITU!"
"Dia memang berengsek, berselingkuh dengan sekretarisnya... dan kau yang begitu mirip dengannya, tak kusangka juga meniru si brengsek itu!"
"APPAKU BUKAN ORANG BERENGSEK!"
"BELA SAJA TERUS APPAMU! Kalian memang tidak berbeda! Kau bahkan lebih memalukan..."
"Eomma, jaebal... apakah tak bisa untuk kali ini saja eomma mempercayaiku?"
"Untuk apa aku percaya pada orang sepertimu? Kau membuat Baekhyun menjadi sama menyedihkannya denganku dulu"
Sejenak hening, adu mulut antara ibu dan anak itu berjeda. Keduanya saling menatap satu sama lain.
"Pergi dari hadapanku! Aku muak melihat namja penghianat sepertimu! Pergilah dan bergabung dengan appamu! Menjauh dari hidupku!"
Eunhyuk mengusir Chanyeol. Chanyeol hanya bisa menganga tak bersuara.
"EOMMA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA HYUNG?"
Sehun menerobos masuk, dia tak tahan lagi. Ini memang bukan kali pertama Eunhyuk mengusir Chanyeol, sebelum - sebelumnya dia juga pernah melakukannya namun Chanyeol tetap bertahan.
"Sehun-ah... jangan panggil dia Hyung lagi! Dia bukan bagian dari keluarga kita lagi!" Eunhyuk nampak begitu murka
"Geure... jika aku tidak berhak memanggil Park Chanyeol-ssi dengan sebutan Hyung. Maka aku juga tidak akan memanggil Lee Eunhyuk ajhumani dengan sebutan eomma."
Sehun mengancam, Eunhyuk menyipitkan pandangannya kepada anak tiri yang amat ia sayangi itu.
"Geumane Sehun-ah... memang aku lebih baik pergi..."
Chanyeol meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Eunhyuk dan Sehun yang masih beradu pandang. Diluar ruangan terlihat Kyuhyun dan Baekhyun menunggu mereka dengan cemas.
"Chanyeol-ah... eommamu tidak serius..." Kyuhyun masih mencoba tenang
"Aniyeo aboji, kali ini aku yang tak bisa menoleransi eommaku. Bagaimanapun appaku bukanlah namja berengsek, appaku jauh lebih baik dari itu"
"Arraseo... kau tetap anakku Chanyeol-ah" Kyuhyun memeluk Chanyeol. Namja dingin yang sebenarnya penyayang itu menepuk pundak Chanyeol dengan sayang.
"Aku permisi aboji. Cheongseohamnida..." Chanyeol membungkuk lalu menarik tangan Baekhyun menuju Lay dan Suho yang menunggu di ruang tamu.
.
.
.
Mereka berempat kembali ke Seoul tanpa Sehun. Suasana di mobil sangat hening. Di jok belakang nampak Chanyeol terbaring dan menggunakan paha Baekhyun sebagai bantalnya. Namja yang baru saja diusir oleh ibu kandungnya sendiri itu perlahan mengucurkan air matanya tanpa henti.
"yeobuseo..." Suho menerima panggilan masuk di ponselnya.
"Sekarang? oh... baiklah, aku akan menuju ke sana!" Suho melirik Lay sebentar
"Aku bersama Baekhyun, Chanyeol dan Lay... tolong siapkan semua barang - barangku dan Chanyeol, mungkin Sehun juga akan menyusul" kata namja angel itu.
"Baekhyun dan Lay ... mereka akan baik - baik saja.."
Suho kemudian memutus sambungan telponnya.
"Ada apa oppa?" Lay kemudian bertanya.
"Barusan Chen menelpon, kita tidak akan pulang ke rumah sekarang. Rumah sudah tidak nyaman lagi, banyak wartawan dan sasaeng fans yang sangat mengganggu. Kita akan ke Villa milik keluarga Kris di daerah Hadong" Suho menjelaskan.
"Oh... tapi aku dan Baekhyun tidak membawa persiapan apapun" gadis keturunan China itu nampak bingung
"Gwaenchana baby unicorn... kau bersama seorang Suho di sini, kita akan mampir ke sebuah mall untuk belanja kebutuhanmu dan Baekhyun sebelum menuju ke villa itu. Okay?"
Suho tersenyum bahagia sesaat setelah menerima anggukan manis dari unicornya.
.
Seperti yang dikatakan Suho. Mereka memang mampir ke sebuah mall yang tidak cukup besar, hanya membeli beberapa baju dan kebutuhan Baekhyun dan Lay.
Baekhyun terus menggenggam erat tangan Chanyeol yang nampak tak bergairah itu. Akhirnya Baekhyun menyerahkan semua keperluannya pada Lay. Akhirnya Baekhyun dan Chanyeol duduk disebuah cafe di lantai dasar mall itu.
Baekhyun memesankan satu caramel machiato untuk chanyeol dan hot choclate untuknya.
"Gomawo" kata Baekhyun setelah menukarkan beberapa ribu wonnya dengan dua minuman pesanannya.
"Chaniie-ah... minumlah" Baekhyun menyodorkan caramel machiatto itu pada Chanyeol
"Gomawo honey" lirih Chanyeol memaksakan senyumnya.
"Disaat seperti ini harusnya kau juga membenciku Baek.." Chanyeol memeluk lututnya sambil meniup lirih caramel machiattonya
"Bukan yeol,... disaat seperti ini sudah seharusnya aku ada disampingmu!" Baekhyun tersenyum manis
"Aku mencintaimu, Byun Baekhyun... sungguh - sungguh mencintaimu" Chanyeol berkata dalam hati, hatinya penuh ketakutan dan kegelisahan.
"Aaakh..." Baekhyun tiba - tiba mengerang dan memeluk perutnya
"ada apa Baek?" Chanyeol terbangun dari lamunannya
"Ani... nampaknya ini hanya pertanda jika siklus bulananku akan segera datang... aku harus meminta Lay membeli pembalut juga" Baekhyun lalu merogoh ponselnya.
.
.
Tak lama setelah itu merek berempat melaju kencang menuju kawasan Hadong, dimana villa keluarga Kris berdiri dengan indah diantara persawahan dan perkebunan milik keluarga eommanya yang masih berdarah Korea.
Hari sudah larut ketika mereka sampai di Villa. Semuanya terlihat lelah, maka tanpa banyak percakapan mereka akhirnya meuju ke kamar masing - masing. Kali ini Chanyeol cukup terbuka, dia akhirnya tidur sekamar dengan Baekhyun. Sementara Kris dengan tatapan penuh intimidasinya melarang si pendek Suho untuk tidur sekamar dengan Lay.
"Aku masih tidak ingin menjadi seorang paman!" kata naga itu datar.
Pagi yang cerah, namun cuaca cukup dingin. Memasuki bulan - bulan pemula musim dingin seperti ini memang saat yang tepat untuk berburu buah blueberry. Kris mengijinkan teman - temannya untuk memetik buah - buah ungu kebiruan itu sesuka hati di kebun dekat Villanya.
Chen nampak sibuk bercinta dengan ponselnya, dia sedang mengobrol bersama gadis imut bernama Xiumin itu. Sementara Kris menggiring Suho, Lay dan Baekhyun menuju ke ladang blueberry yang terletak tak jauh dari belakang villa.
"Kemana si dobby?" tanya Suho
"Dia belum bangun..." Baekhyun terkekeh
"Malas sekali sih anak itu" gerutu Suho
"Ya... kalian harus memetik buah blueberry ini dengan benar... jangan sembarangan..." Kris nampak memulai kotbahnya. Dia menginstruksikan cara memanen blueberry dan cara memilih blueberry mana yang memang sudah siap petik dan mana yang belum. Sungguh naga yang sangat cerewet.
"Yixing baby... aaa..." Suho menyuapi Lay dengan manja dan sukses membuat Kris menjadi sangat mual.
"Aku akan membawa Blueberry ini pada Chanyeol, aku dulan ya..." kata Baekhyun yang nampak semangat.
"Yixing-ah... kau ajari lah si Baekhyun itu diet... akhir - akhir ini dia banyak makan dan nampak gendut" Suho menggerutu ketika Baekhyun telah pergi
"Ya... biarkan saja, Baekhyun memang mengatasi stressnya dengan makan.." Lay membela sahabatnya.
.
.
Saat berjalan menuju kembali ke Villa, Baekhyun menemukan sesosok yeoja cantik bermata bundar sedang berdiri di samping kolam renang di villa itu. Baekhyun merasa aneh, mengapa yeoja itu bisa ada di sini.
"Kyungsoo-ssi?" Baekhyun menghampiri yeoja itu
"Oh... kau" Kyungsoo menatap sinis Baekhyun
"Kenapa bisa ada di sini?" Baekhyun mengerutkan keningnya
"Tentu saja untuk bertemu Chanyeol oppa, dia sendiri yang memintaku datang dan bertemu dengannya.." jawab gadis itu dengan lembut
"Mwo? Chanyeol tidak mungkin melakukannya..." Baekhyun menggelengkan kepalanya sendiri.
"Kau tidak percaya? hmmm ya sudah, aku akan menemuinya.. dia ada di dalam kan?" Kyungsoo mulai melangkahkan kakinya
"Tunggu! sebenarnya apa yang kau lakukan di sini?" Baekhyun menyergap tangan Kyungsoo
"Jangan sentuh aku!" Kyungsoo menampik Baekhyun, mata bundarnya kini mendelik pada yeoja innocent itu
"Aku disini untuk bertemu dengan namjaku yang kau rebut dari aku!" Kyungsoo menatap jijik pada Baekhyun
"Kyungsoo-ssi... apa kau sengaja melakukannya? Video itu dan sekarang?" Baekhyun mulai bergetar
"Aah... kau sudah mulai pintar sekarang... tentu saja aku melakukan penjebakan itu pada Chanyeol, semua itu gara - gara kau! Aku melakukannya karena aku tidak mau Chanyeol oppa mencintai yeojja lain selain aku!"
"Tapi apa yang kau lakukan itu menghancurkan masa depannya!"
"Kau kira aku tidak mepertaruhkan apapun?! Aku mau bertemu dengannya!" Kyungsoo bergerak meninggalkan Baekhyun.
Namun Baekhyun menghadang langkah Kyungsoo dengan menarik lengan yeoja itu.
"KAU TIDAK BOLEH BERTEMU DENGANNYA!" Baekhyun berteriak
"CHANYEOL OPPA MILIKKU!"
Kyungsoo mendorong Baekhyun sangat keras hingga tubuh lemah Baekhyun terjungkal. Badan Baekhyun yang tak seimbang membuat kakinya terpeleset di lantai licin dekat kolam renang. Baekhyun terjatuh lalu terguling hingga tercebur kedalam kolam.
"Itu akibatnya jika kau berurusan denganku! Lebih baik mati saja!" Kyungsoo langsung melanjutkan langkahnya menuju kedalam Villa.
Sementara itu Baekhyun yang tercebur kedalam kolam kini hampir tak bisa bernapas. Dia phobia terhadap air, kakinya tak bisa menyentuh dasar kolam renag dalam itu. Baekhyun kembali ingat bagaimana dia dulu tenggelam, memori masa kecil yang menakutkan itu kembali menghantuinya, ia merasakan sesak dalam dadanya. Baekhyun masuk ke alam halusinasi phobianya, melihat Jongwoon terseret arus lalu tenggelam, kemudian tak lagi bisa melihat kakaknya.
Baekhyun berusaha terus membuka matanya, dia mengerahkan seluruh badannya yang lemas untuk muncul kepermukaan. Dia tak bisa berenang, kakinya sudah keram. Dinginnya air kolam mulai membekukan seluruh tubuhnya. Dia sudah terlalu banyak meminum air kolam. Tetapi yang paling menyiksanya saat itu adalah perutnya yang terasa begitu sakit seperti ditusuk - tusuk pedang, seperti ada yang mencabik perutnya. Baekhyun terlalu lemah, tak ada seorangpun yang melihatnya disana.
.
Chanyeol terbangun dari tidurnya, dia bermimpi jika Baekhyun sedang tenggelam didalam kolam yang penuh dengan darah. Mimpi itu begitu buruk. Chanyeol segera keluar dari kamar villanya untuk segera mencari Baekhyun.
"Oppa..." Kyungsoo akhirnya menemukan Chanyeol
"Kau? Kenapa bisa ada di sini?" Chanyeol kebingungan
"Kemarin aku mengikuti mobilmu oppa... Aku ingin bertemu denganmu, oppa" ucap Kyungsoo dengan wajah innocentnya
"Untuk apa kau bertemu aku lagi? untuk menjebakku lagi?" Chanyeol menjauh dari Kyungsoo yang terus mendekat kearahnya
"Aku mencintaimu Chanyeol oppa.." Kyungsoo tersenyum getir
"Aku mencintai Baekhyun, Aku mencintai istriku" ujar Chanyeol tegas.
"Kau mencintaiku oppa!" Kyungsoo memaksa
.
.
"Ya! sehun-ah... kau sudah datang?" Kris melambaikan tangannya
"Dimana hyung dan Baekhyun?" Sehun langsung bertanya pada Kris
"Mereka di villa... ya, kenapa kau langsung datang ke kebun? kenapa tidak ke villa saja?" Kris kembali bertanya
"Aku sudah mengira kalian pasti di kebun" Sehun bergumam
"Chen baru saja kembali ke Seoul, dia bilang ada pertemuan penting dengan appanya" Suho bergabung dengan Kris dan Sehun
"Ayo kembali ke Villa... perasaanku tidak enak" ucap Lay sambil menakup kedua tangannya erat.
"Okay, kita memutar saja lewat pintu depat, naik ke mobilku" kata Sehun
Sesampainya di Villa, suasana hening mencekam. Tak ada seorangpun disana.
"Baekhyun-ah..." Yixing meneriakkan nama sahabatnya
"Oh... kemana Baekhyun? apa dia pergi bersama Chanyeol?" Suho bergumam
Sehun langsung mencari - cari Baekhyun berkeliling Villa yang cukup besar itu.
.
Disisi lain villa, Chanyeol masih mencoba mencari Baekhyun namun Kyungsoo terus mengekor padanya.
"JANGAN IKUTI AKU!" Bentak Chanyeol
"Oppa... kenapa kau berubah.." Kyungsoo mulai berkaca - kaca
"MENJAUH DARIKU KYUNGSOO!" Chanyeol kembali memekik
"Oppa..." Kyungsoo malah menangis
.
"Kau menemukan Baekhyun?" keringat Sehun mengucur deras dari pelipisnya
"Seingatku tadi dia bilang mau mengantar blueberry untuk Chanyeol" Suho mengingat - ingat
"Apa jangan - jangan dia pergi bersama Chanyeol? tapi kenapa tidak memberitahu?" Kris menggerutu.
"AAAAAAAAAAAAAAAAKKKK"
"Kau kenapa sayang?"
"BAEKHYUUUUUN!"
Lay berteriak histeris ketika melihat sesosok Baekhyun tengah mengambang di kolam renang, dan kolam renang itu sedikit memerah.
Kris dengan sigap berlari menuju ke kolam renang, tanpa pikir panjang namja itu langsung menceburkan dirinya dan mengevakuasi Baekhyun.
Sehun mengambil alih Baekhyun dari Kris dan membawanya tubuh lemas yeoja mungil itu ke pinggir kolam. Tak berpikir apapun Sehun langsung melakukan pertolongan pertama dengan memompa air yang masuk ke paru – paru Baekhyun.
"Jaebal Baekhyun-ah… sadarlah…" gumam Sehun hampir putus asa.
Suho segera berhambur menuju mobilnya bersiap jika sesuatu terjadi, mengingat letak villa ini yang begitu dipedesaan dan juga kaki Baekhyun yang berlumur darah, ini bukan hal yang sepele.
Lay datang membawa handuk untuk menghangatkan Baekhyun. Bibir Baekhyun nampak membiru dan wajahnya memucat.
Sehun masih terus memompa dada Baekhyun, tak lama yeoja itu akhirnya memuntahkan air dan terbatuk. Lay lalu memeluk Baekhyun erat, sementara Sehun terhempas lemah setelah itu.
"Terimakasih tuhan... Baek kau masih hidup." Kata Lay yang menangis sangking ketakutannya.
"Kyung..soo...aand..wae.." gumam Baekhyun setengah sadar.
"Tunggu? Kyungsoo?" Lay mendengar bisikan Baekhyun
"Baekhyun, kenapa dia berdarah? Dimana lukanya?" Sehun memandang tubuh yeoja itu panik.
"Langsung saja bawa Baekhyun ke rumah sakit!" Kris langsung menyambar Baekhyun dan memapah istri sahabatnya itu menuju mobil yang sudah disiapkan Suho. Dan akhirnya Kris, Suho dan Lay berangkat menuju rumah sakit. Sementara Sehun mencari Chanyeol.
.
.
"Oppa... kau berjanji meninggalkan wanita bodoh itu untukku!" Kyungsoo histeris
"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan Baekhyun"
GREP
Kyungsoo memeluk Chanyeol dan menangis, semua itu terjadi begitu tiba - tiba.
BRUGH!
Entah darimana datangnya Sehun langsung melayangkan pukulannya sangat keras ke pipi Chanyeol.
"Kau berpelukan dengan yeoja busuk ini sedangkan Baekhyun tengah sekarat!"
Chanyeol melepas paksa Kyungsoo hingga yeoja itu tersungkur ke lantai.
"MWO? DIMANA BAEKHYUN?" Chanyeol sedikit mengguncang tubuh Sehun saat itu
"Dia di bawa ke rumah sakit, cepat susul dia!" Sehun masi mau memberitahu Chanyeol
"Oppa... aku membutuhkanmu!" Kyungsoo berniat menghentikan Chanyeol namun Sehun berhasil mencegahnya
"MENJAUH DARINYA KYUNGSOO!" Sehun sudah kelewat murka kali ini.
"Chanyeol hyung sudah tidak lagi mencintaimu! Jika seluruh dunia tau kaulah yang mengejarnya... kau akan terlihat menyedihkan!"
Sehun akhirnya menyeret Kyungsoo keluar dari Villa itu.
Sementara itu di rumah sakit, Chanyeol mendapati Kris dan Suho sedang berdiri di depan Unit Gawat Darurat sementara Lay terduduk lesu di kursi tunggu.
"Akhirnya... Kau dari mana saja?" Kris menyambut kedatangan Chanyeol dengan mata berapi - api
"Dimana Baekhyun? Apa dia baik - baik saja? Apa kata Dokter?" Chanyeol terlalu panik kali ini
"Kau harus tenang dulu! Baekhyun masih mendapatkan pertolongan..." tatapan sinis Suho masih lebih baik
"Apa yang terjadi padanya hyung?" Chanyeol mengguncang tangan Suho
"Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi tadi kami semua menemukan Baekhyun terapung di kolam renang dan ada banyak darah disekitar kakinya!" Suho menjawab, mencoba terlihat setenang mungkin karena Chanyeol kini sedang bergetar hebat.
.
.
Beberapa saat kemudian, seorang dokter perawat keluar dari UGD.
"Wali dari Nyonya Park Baekhyun?"
"NDE!"
"Anda dipersilahkan masuk ke dalam ruangan, namun sebelumnya mohon melunasi biaya administrasinya dulu"
Perawat itu kembali masuk, Chanyeol mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan kartu kreditnya pada Suho.
"Kabari kami segera!" pesan Kris sebelum akhirnya Chanyeol masuk ke dalam ruangan.
.
Baekhyun nampak tertidur dengan damai, terdapat cairan infus yang tertusuk ke pergelangan tangannya dan alat bantu pernapasan di hidungnya. Chanyeol bisa melihat betapa Baekhyun terlihat pucat di sana.
"Anyeoghaseo..." Seorang dokter menyapa Chanyeol dengan senyum ramah
"An...anyeonghase..." Chanyeol masih ketakutan melihat Baekhyun seperti itu.
"Kau suaminya?" dokter itu bertanya rama, dan dijawab anggukan oleh Chanyeol
"Gwaenchana... dia baik - baik saja sekarang... dia adalah yeoja yang kuat" dokter bername tag Amber Liu itu menenangkan Chanyeol
"Apa benar dia baik - baik saja?" Chanyeol hanya berdiri disamping tempat tidur Baekhyun namun matanya terus mengawasi istrinya.
"mmm... sebenarnya ada kabar yang cukup tidak enak juga.."
Dokter itu berhasil membuat Chanyeol menatapnya dengan tatapan panik.
"Maaf, tapi nyonya Park baru saja kehilangan bayinya... dia mengalami keguguran"
"MWO? Mworauyeo? Bayi? keguguran?"
"Ah... jadi kalian belum tau? sebenarnya nyonya Park sedang hamil, usia kehamilannya sekitar 1 bulan..."
Chanyeol tak bisa berkata apapun, dia hanya membuka mulutnya tak percaya, air matanya menetes seakan apa yang baru saja dia dengar adalah akhir hidupnya.
"Tuan Park, Gwaenchanayeo... anda bisa mendapatkannya lagi nanti. Keadaan Nyonya Park sekarang sudah baik, hanya sedikit pemulihan pasca keguguran saja, saya permisi dulu"
Dokter itu lalu meninggalkan Chanyeol.
"Keguguran? Anakku...?"
Chanyeol nampak terpukul. Sangat terpukul hingga kakinya tak kuat menopang tubuhnya dan jatuh terduduk di kursi tunggu sebelah tempat tidur istrinya.
"Jadi selama satu bulan ini Baekhyun sedang mengandung anakku? Bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya? Bagaimana aku bisa menyakitinya disaat seperti ini? Baekhyun..."
Chanyeol memegang erat tangan Baekhyun dan masih begitu dingin. "Maafkan aku Baek... aku adalah suami yang jahat... Maafkan aku.."
"Appa uljima..."
Suara lemah Baekhyun membangunkan Chanyeol dari isakannya.
"Baek... kau sudah sadar... apa kau merasa tidak enak?"
"Aku baik - baik saja yeol... hanya butuh sedikit pemulihan"
"Maafkan aku Baek, aku tidak tau..."
"Dia baru sepanjang jari telunjukku yeol, walau wujudnya belum nyata... tapi tadi dia terlihat begitu manis"
"Kau melihatnya?"
"Aku sempat sadar ketika sedang tindakan, dan Dokter mengijinkan aku melihatnya... aku sudah sampaikan salam darimu untuknya"
"Maafkan aku Baek, maafkan aku"
"Uljima Yeol... Aku juga tidak menyadari kondisiku selama sebulan ini, ternyata mual dan mood burukku belakangan ini karena dia, hehehe"
Baekhyun masih bisa tertawa disaat Chanyeol sendiri tak mampu menahan betapa sedih hatinya saat ini.
"Dia pasti kembali pada kita suatu saat nanti" Baekhyun akhirnya menarik Chanyeol dalam pelukkannya.
"Ini semua pasti berakhir Yeol... pasti berakhir"
.
.
Baekhyun sudah dipersilahkan pulang dan kembali ke Villa. Di kamarnya hanya ada Chanyeol yang menunggunya, sementara yang lain sibuk berkutat di sisi lain villa. Sehun menemukan bukti rekaman CCTV saat Kyungsoo mencelakakan Baekhyun.
Chanyeol tidak peduli lagi dengan pertarungannya, bahkan dia juga tak peduli harus diintrogasi polisi keesokan harinya. Yang dia pedulikan saat ini adalah Baekhyun, istrinya. Yeoja yang selalu menahan sakit untuk dirinya. Yeoja yang baru saja kehilangan calon bayinya.
Chanyeol melihat Baekhyun menangis dalam tidurnya, Baekhyun tidak setenang biasanya kali ini. Namja itu kemudian berdiri dan mengambil gitarnya dan duduk disamping Baekhyun, dia mulai memetik gitarnya kemudian menyayikan sebuah lagu yang isinya sama seperti perasaannya kali ini.
Don't hesitate anymore please, take my heart away
Yes, the sharper it is, the better – even the moonlight shut its eyes tonight
If only it was a different guy and not me, if only it was a line from a comedy
I will burn all of the scars exchanged with your love
Baby don't cry tonight – after the darkness passes
Baby don't cry tonight – none of this will have happened
It's not you who will become short-lived
So baby don't cry cry – because my love will protect you
We exchange our fates that are headed toward each other
As much as there was no choice but for us to go awry, I know we have loved that much more
When you smile, sun shines, the brilliance can't be expressed with the boundaries of language
Waves are crashing down in my heart
Baby don't cry tonight – on this stormy night (like the sky is about to fall)
Baby don't cry tonight – it's fitting for a night like this
I had to let you go in this moment that shines brighter than tears
So baby don't cry cry – my love will be remembered
On top of the dark shadow of pain, on the threshold of farewell
Even if I cruelly fall down, even that will be for you so I will handle it
Instead, I will give myself to you, who doesn't even know me
Don't cry – instead of hot tears, show me cold laughter baby
Say no more (baby) no more (don`t cry)
Please don't hesitate – just when I'm about to become like foam,
Say no more (baby) no more (don`t cry)
Just burn me with that knife so I can remain as a dazzling person
The moonlight fills your eyes
This night passes silently in pain
Baby don't cry tonight – after the darkness passes
Baby don't cry tonight – none of this will have happened
It's not you who will become short-lived
So baby don't cry cry – because my love will protect you
The early sunlight melts down
The brightness that resembles you falls down
My eyes that were once lost finally cry cry cries
Baekhyun terbangun dari tidurnya, dia tak melihat Chanyeol ada di sekitarnya.
"Kau sudah bangun?" Xiumin masuk perlahan membawa sebuah nampan berisi sarapan untuk Baekhyun
"Unnie, kapan datang?" Baekhyun tersenyum lemah
"Baru pagi ini, aku menghawatrikanmu... bagaimana keadaanmu hari ini?" Xiumin membelai lembut pipi Baekhyun
"Masih terasa lemas, namun sudah sedikit baikan. Unnie... dimana Chanyeol?" Baekhyun segera bertanya
"Ah... Sebenarnya semua orang sudah kembali ke Seoul, hanya kita berdua di sini. Kris dan Jongdae juga sedang mengantar Chanyeol ke Seoul. Hari ini dia menjalani pemeriksaan polisi," Xiumin menjelaskan
"Apa dia akan baik - baik saja? Unnie... maukah unnie mengantarku ke suatu tempat?"
.
.
Xiumin menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat yang disebutkan Baekhyun tadi, yeoja imut itu tidak mengerti mengapa Baekhyun memintanya untuk mengantar ke sana. Tapi Xiumin hanya bisa menurut saja, siapa yang bisa menolak rengekan Baekhyun?
Sampailah mereka di depan gedung SM Entertainment. Baekhyun segera turun, namun dia tidak mengijinkan Xiumin untuk ikut. Baekhyun berjalan pelan dan menuju lantai 3. Setelah menunggu cukup lama akhirnya dia dipersilahkan masuk untuk menemui pamannya.
"Ahjusi... tolong bantu aku..." Baekhyun masuk ke dalam kantor CEO SM Entertainment dengan wajah penuh tangis dan pucat
Sontak CEO itu langsung takut melihat keponakan kesayangannya itu terlihat buruk. Baekhyun langsung menceritakan duduk permasalahannya pada pamannya dan meminta bantuan pamannya untuk mendapatkan informasi dari Kyungsoo.
"Berikan Ahjusi waktu 3 hari, maka akan kuselesaikan semuanya!"
Tiga hari yang dijanjikan itu jatuh pada hari ini. Baekhyun sendiri tidak tau apa yang akan dilakukan oleh paman berkuasanya itu. Yang jelas dia harap - harap cemas dengan bantuan yang dia minta itu.
"Kau kenapa Baek?" Chanyeol bertanya, namja itu nampak mengancingkan kemejanya. Kali ini lagi - lagi Chanyeol menjadi penyusup di rumah Kangta.
"Aku baik - baik saja, apa pemeriksaannya akan lama?" Baekhyun bertanya dengan wajah super cemas
"hahaha... tidak usah khawatir, seberapapun beratnya pemeriksaan oleh polisi... jika setelah itu aku bisa menyusup lagi di sini aku akan baik - baik saja" Chanyeol masih bisa menggoda istrinya.
"Yeol aku serius..."
"Aku juga Baek..."
.
Beberapa saat kemudian Chanyeol meninggalkan rumah itu, kini dia sudah cukup pandai menghendap - hendap dirumah itu. Chanyeol bahkan tau betul celah - celah rumah yang bisa dilewati tanpa ketahuan oleh Kangta.
.
Drrrt...Drrrt...
Ponsel Baekhyun bergetar, dilihatnya itu panggilan dari Pamannya.
"Yeobuseo..."
"Baekhyun-ah... ajhusi sudah melakukannya, kau jangan menangis lagi nde..."
Telepon terputus, Baekhyun langsung mendapatkan pesan untuk membuka official Youtube SM Entertainmet.
Tak memakan waktu lama, kemudian seluruh bumi Korea selatan menjadi gempar karena video yang diunggah officially oleh SM.
"Maafkan aku Kyungsoo... tapi aku juga mencintai Chanyeol, dan dia milikku!" bisik Baekhyun
[CCTV Rec. 02]
"Apa kau puas?" Luna mendengus dan membanting tubuhnya sendiri ke sofa
"Aku sudah sangat lelah dimintai keterangan dan klarifikasi dari para wartawan. Pihak SM juga akan menemuimu secepatnya setelah masalah ini berhasil diredam" Luna memejamkan matanya yang benar - benar lelah
"Aku hanya ingin namja itu tau rasa, hidupnya tidak akan pernah tenang jika dia masih memilih berada bersama istri bodohnya itu" gumam Kyungsoo yang masih menatap tajam artikelnya
"Lalu bagaimana dengan Kai?" Luna kini mengerutkan dahinya
"Hah... persetan dengan namja manja itu! Aku tidak pernah mencintainya... aku sendiri muak dengan tingkahnya yang sok keren!" Kyungsoo menggoyangkan sebuah gelas berkaki yang berisi wine setengah penuh
"Sebenarnya bagaimana sih hubunganmu dengan Kai?" Luha menatap Kyungsoo
"Ya Unnie... tentunya kau tau kan? Aku hanya berpura - pura saja pada Kai, menjalin hubungan dengan namja itu hanyalah untuk mendongkrak popularitasku! Dia artis papan atas dan memanfaatkannya juga mudah.. dia sangat menyukaiku!" Kyungsoo terkekeh geli
"Lalu kau mencintai Chanyeol?" Luna kembali bertanya
"Mana mungkin gadis seperti aku menyukai namja idiot seperti itu... Dia juga hanya aku manfaatkan untuk bersenang - senang saja... mana ada namja lain yang mau melakukan apa saja untukku? Bahkan dia rela meninggalkan istrinya untukku... Dia juga dengan mudahnya menggesekkan kartu kreditnya untukku... hahahaha"
Celotehan Kyungsoo ditanggapi senyuman masam Luna
"Lalu bagaimana kau menjalani itu semua? Berarti tak ada satupun dari mereka yang kau cintai?" Luna nampak serius
"Oh! Unnie.. jaebal... Apasih itu cinta? Kau tidak perlu cinta untuk membuat hidupmu diatas yang lainnya... Kau hanya perlu menjadi yang pertama dan diatas segalanya... dan aku tidak mau terjatuh dalam cinta... kau lihat kan betapa idiotnya Kai dan Chanyeol yang jatuh cinta padaku? aku tak mau jadi begitu"
"Lalu video yang kau minta aku untuk menguploadnya? itu untuk apa Kyungsoo?"
"Aku hanya sedikit bermain - main pada orang yang bermain - main denganku... aku hanya ingin Chanyeol dan istrinya berpisah dan Chanyeol kembali padaku... itu saja.."
"Lalu Kai?"
"Aku sudah mengatasinya unnie... dia selalu mempercayai apapun yang aku katakan, dia sendiri kan yang menuntut Chanyeol ke kantor polisi atas apa yang dia lakukan di video itu.."
"Kau sengaja menjebak Chanyeol kan?"
"Aku tidak menjebaknya... aku hanya sedikit bermain - main saja unnie... aku memasang ponselku aktif merekam dari sudut yang bagus, dan ternyata ponsel pintar itu memang pintar, dia merekam apa yang aku inginkan!"
"Dia tidak memperkosamu?"
Kungsoo hanya menggeleng lalu berkata "Baik, cinta dan idiot itu beda tipis... malam itu sebenarnya dia hanya mengganti bajuku yang basah karena hujan... dia juga melakukannya sambil memejamkan mata, iuh..."
"Satu lagi! Kau juga bersandiwara dihadapan Chanyeol, kau bilang Kai selalu melukaimu padahal kau sendiri yang melakukannya"
"Kebahagiaan juga perlu pengorbanan kan unnie? Unnie ini kenapa sih tiba - tiba bertanya yang tidak - tidak... aku lelah!"
"Kau tau? Baekhyun kehilangan bayinya gara - gara kau!"
"Unnie! itu bukan salahku! Lagi pula dia yang menggangguku... aku hanya mendorongnya menjauh, siapa suruh tercebur kolam dan tak bisa berenang?"
"Kau terlalu terobsesi Kyung... ini tidak baik!"
"Kau mau bilang aku psikopat? cih..."
"Daebak! Kenyataan terungkap!" gumam Chen yang menonton video itu bersama Kris, Suho dan Sehun di ruang tunggu kantor polisi sektor Gangnam.
"Ya... apa polisi sudah tau ini semua?" Suho nampak berbinar
"Sekarang saatnya kita menyerang balik Kyungsoo, aku sudah membawa rekaman CCTV di villa waktu itu. Kita bisa melaporkannya dalam percobaan pembunuhan, perlakuan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik dan lain sebagainya.." Kris kali ini begitu bersemangat.
"Kini wanita busuk itu akan menyantap Karma sebagai makan malamnya... chukae Kyungsoo" gumam Chen.
Sementara Sehun hanya diam, dia sebenarnya berharap agar Eunhyuk juga melihat video ini, dan bisa menerima hyungnya kembali.
.
.
.
Sementara itu di apartemen Kyungsoo, gadis itu mengamuk luar biasa setelah mendapati video itu diunggah secara resmi dan memuat pernyataannya.
"Siapa yang merekam percakapan itu?" Kyungsoo melempar semua barang dikamarnya.
"Hentikan Kyungsoo!" Kai menyambar guci yang akan dilempar gadis itu ke lantai.
"Oppa... itu semua bohong... rekayasa!"
"Apa yang bisa disebut rekayasa disana? jelas - jelas itu percakapanmu!"
"Oppa percaya padaku!"
"Kau ternyata hanya wanita busuk yang memanfaatkanku! Menyedihkan!" KAI menampar Kyungsoo, kini benar - benar menamparnya
.
.
.
Tidak menunggu lama, sorenya SM segera mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi video itu.
"Itu adalah video asli, tnapa edit dan memuat kesaksian asli dan jujur atas apa yang sebenarnya terjadi selama ini." kata juru bicara SM.
"Lalu bagaimana hubungan Kai dan Kyungsoo?" salah seorang wartawan melempar pertanyaan pada namja berkulit tan yang juga hadir di sana.
"Aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya" sejenak kemudian hening, blitz kamera terus saja memotret jajaran SM dan Kai
"Dan mulai detik ini pertunanganku dan Kyungsoo dinyatakan telah putus." Kai langsung meninggalkan ruang konferensi pers.
Melalui pernyataan itu, Chanyeol dinyatakan bebas tak bersalah dan boomerang itu kembali pada Kyungsoo.
Chanyeol kembali ke Jeonju bersama dengan Sehun. Sehun membujuknya untuk ikut ke Jeonju, kali ini Sehun benar - benar ingin Chanyeol dan Eunhyuk kembali baik.
.
Sesampainya di Jeonju, Eunhyuk tak mau bertemu dengan Chanyeol. Keputusannya sudah bulat, dia tak lagi mau menerima Chanyeol sebagai anaknya. Menyerahkan Chanyeol pada kehidupan mandirinya, atau mungkin jika dia ingin kembali pada Donghae, Eunhyuk juga tidak peduli.
"Hyung! kau benar - benar akan meninggalkan rumah ini?" Sehun dengan wajah datarnya mendekati Chanyeol yang masih menatap ruang kerja Eunhyuk
"Aku menyerah... eomma milikmu Sehun-ah" gumam Chanyeol
"Ani hyung! Kita adalah saudara... kau kakakku!"
"Kau tetap adikku Sehun-ah"
"Kalau begitu jangan pergi!"
"Aku tidak bisa"
"Hyung!"
"Aku akan memberikan apapun untukmu Sehun-ah, asalkan Baekhyun tetap milikku!" Chanyeool menitikan airmatanya
"Apa maksudmu Hyung?"
"Aku tau betul, kau juga menyukai Baekhyun kan? Sekarang aku memberikan eommaku padamu, jangan ambil Baekhyunku!"
"HYUNG! AKU MUNGKIN SAJA MEREBUT CINTA IBU KANDUNG HYUNGKU! TAPI AKU TIDAK AKAN PERNAH MEREBUT ORANG YANG HYUNGKU CINTAI! ARRASEO!"
Chanyeol meninggalkan Sehun tanpa sepatah katapun. Dan itu membuat Sehun cukup terpukul, dia memang sempat menyukai Baekhyun, namun semenjak hubungan Chanyeol dan Baekhyun membaik, Sehun pun mundur teratur. Sehun tak habis pikir jika Chanyeol akan mengungkit masalah itu lagi.
Seminggu berlalu dari kejadian itu. Semuanya membaik, Baekhyun diizinkan kembali pada Chanyeol dan akhirnya mereka tinggal di rumah komplotan itu lagi. Hubungan Chanyeol dan Sehun yang sempat renggang beberapa hari terakhir kini sudah mulai nampak kembali akur, seperti itulah mereka sebenarnya, kakak adik memang wajar saja bertengkar kan?
"Bagaimana ujianmu yeol?" tanya Suho sambil memakan kripik kentangnya
"Hasilnya memuaskan... instrumenku bahkan dipublikasikan oleh pihak universitas" Chanyeol menjawab enteng
"Lalu apa rencanamu sehabis kuliah?" Chen kini bertanya
"Aku akan mengajak Baekhyun ke Singapura bertemu appa dan Ryeowook eomma"
Mendengar itu Sehun langsung menatap Chanyeol
"Hyung, apa kau serius? kau ingin meninggalkan kami?" tanya namja imut itu
"Aku tidak meninggalkan kalian Hun-ah... eomma yang mengembalikanku pada appa" jawab Chanyeol datar
"Tapi kan kau sudah dewasa hyung, tidak bisakah kau memilih untuk tetap bersama kami?" rengek Sehun seperti anak berusia 8 tahun yang takut ditinggal hyungnya
"Jujur aku tidak merasa begitu nyaman di Korea... aku ingin meninggalkan tempat ini untuk sementara, aku juga berencana menemui orang tua Baekhyun dan melamarnya secara resmi..."
"YA! INI GAWAT!"
Sesosok Naga tiba - tiba datang membawa tablet PCnya plus wajahnya yang amat sangat tidak bisa dibilang santai untuk kali ini.
"Ada apa sih Nagaaaaa..." Suho merasa terganggu dengan teriakan naga itu tadi.
"Lihat berita ini!"
[Hot News] Artis yang baru saja tersangkut berbagai macam skandal berinisial DKS (20) ditemukan tak bernyawa di kamar mandi apartemennya. DKS diduga meninggal akibat bunuh diri, ditemukan sayatan pisau di pergelangan tangan kirinya, kemungkinan overdosis akibat obat - obatan terlarang dan minuman keras juga masih diteliti oleh polisi. Nampak beberapa barang bukti berupa estasi dan minuman beralkohol berserakan di sekitar tempat kejadian perkara. Polisi masih melakukan olah TKP dan jasad dibawa kerumah sakit untuk di autopsi.
"Kyungsoo? meninggal?" Suho tak percaya
"Aku tak menyangka gadis itu akan berakhir semengenaskan ini..." Chen bergumam dengan tatapan kosong
"Aku juga tak mempercayainya" Chanyeol menggeleng kepalanya
"Aku jadi ngeri sendiri kan..." Kris bergidik
"Itu mungkin sudah takdirnya, dia sudah terlalu banyak bermain - main" Sehun bergumam.
.
.
.
Seminggu setelah kabar meninggalnya Kyungsoo meruak, Chanyeol dan Baekhyun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Singapura sebelum nanti beranjak ke Cina untuk menemui orang tua Baekhyun.
Perjalanan sekitar 6 jam itu cukup membuat Baekhyun terkena jetlag. Sedikit pusing dan keseimbangannya mulai terganggu.
"Selamat datang menantuku..." Sambut Donghae dengan senyum manisnya
"Wah... Chanyeol beruntung mendapatkan istri secantik kau Baekhyun.." Ryeowook menakup kedua pipi Baekhyun
"Hai noona... namaku Park Aiden" namja kecil itu tersenyum sangat manis
"Yaa... kalian semua menyapa Baekhyun saja, aku tidak?" Chanyeol nampak pura - pura merajuk
"Hei... anak sulung eomma, apa kabarmu sayang?" Ryeowook langsung memeluk putranya yang setinggi pemancar satelit itu
"Baik eomma... aiden... kau suka noonamu?" Chanyeol sedikit berlutut agar sejajar dengan tinggi Aiden
"mm... dia... cantik sekali hyung" bisik Aiden
.
.
Donghae dan keluarganya langsung pindah rumah setelah Chanyeol memutuskan untuk tinggal dan menetap di singapura bersama Baekhyun. Kegembiraan jelas menyelimuti keluarga kecil itu, menyambut kedatangan anggota keluarga baru yang sejak lama mereka impikan.
Awalnya Baekhyun sempat merasa berat meninggalkan Kangta, tapi kakek - kakek yang satu itu berhasil membuat Baekhyun percaya jika dia akan baik - baik saja selama cucunya itu berada di samping orang yang dia cintai.
Sebelum ke Singapura, Chanyeol sudah memberitaukan pada Donghae tentang keadaan pernikahannya dengan Baekhyun yang sebelumnya hanya berpura - pura itu. Kini Chanyeol meminta bantuang sang ayah untuk melamar Baekhyun pada orang tuanya di Cina.
"Hmmm... walaupun kau adalah darah dagingku, tapi kau benar - benar sangat gila Chanyeol-ah.." Donghae menarik napas panjang ketika namja bertelinga peri itu kembali membujuk donghae untuk melamar Baekhyun
"Jaebal appa... satu permintaanku... hanya itu saja... melamar Baekhyun" Chanyeol menakup kedua tangannya dan memelas
"Baiklah - baiklah... kita sekeluarga akan terbang ke Cina besok! Tapi masak iya kita datang kesana tiba - tiba, buat janji dulu lah.." Donghae menggerutu sambil memotong beberapa semak di hadapannya
"Kangta Haraboji yang akan membantu kita, dia akan bicara pada appanya Baekhyun! Dan appa membantuku melamarnya!" Chanyeol sedikit berjengit
"Segalak apa sih appanya Baekhyun sampai kau takut begitu?"
"Mungkin beliau tidak galak, tapi masak appa tidak menegerti bagaimana perasaan seseorang yang ingin melamar kekasihnya?"
"Kekasihnya? kau bahkan sudah menikahi Baekhyun sebelumnya tanpa izin"
"Appa Jaebal..."
"Hyung... kau merengek pada appa?"
Aiden tiba - tiba datang dan melihat kakaknya itu merengek, kali ini image Chanyeol yang selalu cool dan berkarisma benar - benar jatuh dihadapan adik yang selalu mengaguminya itu.
"Ya... beginilah image hyungmu yang asli, sangat manja.." Donghae sedikit berbisik pada Aiden.
Rumah keluarga itu begitu hangat dan ramai, sunggu seperti potret keluarga bahagia yang amat sangat jauh dari kesan broken home. Baekhyun juga cepat akrab dengan Ryeowook, mereka sama - sama menyukai masakan, mereka saling bertukar resep bahkan teknik - teknik memasak.
.
Malam sudah larut, tapi Baekhyun masih belum tidur. Dia berdiri di antara pintu belakang yang menhubungkan taman belakang dan rumah keluarga itu.
"Singapura sangat berbeda dengan Korea kan?" suara Chanyeol menyadarkan Baekhyun dari lamunannya.
"Wah... kau juga belum tidur?" Baekhyun menaikan satu alisnya
"Awalnya sudah, tapi karena kau tidak disampingku ya... aku bangun lagi, kau sedang apa?" Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang
"Melihat bintang..." jawab Baekhyun singkat
"Ya.. kau terlihat bad mood... apa jangan - jangan kau hamil lagi ya?" Chanyeol menebak dengan tampang bodohnya
"Pabbo ya... aku baru saja keguguran 2 minggu yang lalu, dan kita tidak pernah melakukannya lagi.." Baekhyun mencubit cubit tangan Chanyeol yang masih dengan erat memeluknya dari belakang
"Haruskah kita melakukannya lagi?" Chanyeol menggoda Baekhyun
"Jangan... kita bahkan belum benar - benar menikah, keguguran itu adalah hukuman dari Tuhan karena kita sudah bermain - main terlalu jauh" Baekhyun mengerutkan keningnya.
"Ayo kita menikah, kali ini tidak untuk berpura - pura... kali ini untuk yang sesungguhnya, aku ingin kau menjadi istriku"
Chanyeol kemudian mengecup tengkuk Baekhyun.
"Besok kita akan pergi ke Cina, keluargaku akan menemui orang tuamu dan melamarmu... Kangta haraboji akan membantu kita, dia juga akan berangkat ke Cina besok"
"YA! Park Chanyeol... kau bahkan selalu mengambil langkah dan keputusan tanpa membicarakannya padaku terlebih dahulu! Kau selalu saja begitu!" Baekhyun mempoutkan bibirnya pertanda kesal
"Aku mencintaimu Baek... aku ingin kau benar - benar jadi istriku.." Chanyeol bergumam
Singaprore Air Line membawa keluarga kecil itu terbang ke Cina. Mereka mendarat tepat pukul 9 pagi waktu Guangzhou, orang tua Baekhyun memang tinggal di provinsi itu.
"Kita akan tinggal di rumah sahabat appa selama di Cina, rumahnya cukup besar untuk menampung kita" Donghae berkata sambil memasukkan beberapa koper ke bagasi mobil yang menjemput mereka.
Hanya menghabiskan 30 menit dari bandara Guangzhou, mereka akhirnya sampai disebuah rumah yang memang cukup besar bergaya arsitektur Maccau. Baekhyun baru kali ini pergi ke Cina, walaupun orang tuanya ada di Cina tapi sekalipun Kangta tak pernah mengajaknya untuk bertemu mereka di Cina.
"Donghae-ah..." Suara berat itu terdengar menyapa ayah Chanyeol
"Sudah lama sekali, hai jagoan kecil... tidak kangen dengan ajhusi?" Namja itu memeluk Aiden dengan pelukan rindu
"Mana Chanyeol dan calon menantumu?" tanya seorang wanita manis yang baru saja selesai memeluk Ryeowok
"Mereka masih diluar, calon menantuku seprtinya terkena jetlag lagi" Ryeowook terkekeh
"Aiden, suruh hyung dan Baekhyun noona masuk" Donghae menepuk pundak anak kecil itu
"Baekhyun?" Namja berbadan besar di hadapan Donghae mengerutkan keningnya, sementara yeoja manis di samping Ryeowook juga menampilkan display wajah yang sama.
"EOMMA! APPA!"
"BAEKHYUN-AH?"
Jantung Baekhyun ikut melompat bersama matanya yang terbelalak. Dia terkejut melihat kedua orang tuanya berada tepat di hadapannya.
"Baekiee... uri Baekie... ini kau sayang?" Leeteuk yang tadi memeluk Ryeowook dengan cepat memeluk Baekhyun
"Eomma... ini aku... eomma... eottokke... eomma..." Baekhyun terisak dalam pelukan Leeteuk.
Disisi lain Chanyeol hanya membelalakkan matanya, dia tak mengerti apa yang terjadi. Chanyeol juga mengenali kedua orang yang diklaim sahabat oleh appanya itu adalah orang tua Baekhyun. Chanyeol memang tak pernah bertemu dengan Kangin dan Leeteuk, atau mungkin pernah tapi itu sudah sangat lama dan dia melupakannya.
"Tunggu dulu, calon menantuku itu... anakmu? Kangin-ah... apa aku akan melamar anakmu?" Donghae menepuk bahu Kangin
Wajah Kangin memerah begitu melihat Baekhyun dihadapannya. Kangin langsung merasakan sakit yang menusuk dada ketika putrinya muncul sekitika di rumahnya. Kangin merasakan kerinduan, rasa bersalah, dendam lama dan penyelasan dalam dirinya sedniri.
"Aku permisi dulu..." Kangin langsung meninggalkan ruang tamu rumahnya menju ke kamarnya.
.
.
Leeteuk tak pernah melepaskan Baekhyun dari jangkauannya, dia begitu merindukan putri bungsunya itu.
"Bagaimana keadaanmu nak? Kau baik - baik saja?"
"Aku merindukan eomma... aku sangat merindukan eomma..."
Ryeowook tau betul keadaan keuarga Byun dan mengerti apa yang ibu dan anak itu lakukan di hadapannya, ternyata Baekhyun selama ini adalah anak dari keluarga Byun sahabat mereka itu.
.
.
"Appa bersahabat dengan Kangin ajhusi? Kenapa aku tidak tau?" Di sisi lain Chanyeol dan Kangin sedang ngobrol berdua
"Dulu, aku dan Kangin sahabat yang sangat dekat sejak di sekolah menengah. Kami seperti tidak terpisahkan" Donghae tersenyum senang
"Kami bersahabat sampai akhirnya kami menikah, Kangin menikahi Leeteuk terlebih dahulu sebelum akhirnya aku menikahi eommamu karena ada kau" Donghae lanjut bercerita
"Awalnya kami berjanji untuk menjodohkan anak kami, Jongwoon pada saat itu masih ada... namun begitu kau lahir, ternyata kau adalah seorang baby boy dan akhirnya perjodohan itu batal. Beberapa tahun kemudian Leeteuk melahirkan seorang putri, janji perjodohan itu berlanjut. Ya... dulu kau dan Baekhyun itu sudah dijodohkan!"
"Mwo? Aku dan Baekhyun dari dulu sebenarnya sudah dijodohkan?" Chanyeol tak percaya
"Iya... tapi, keadaan berubah ketika Jongwoon meninggal dan Perceraian antara aku dan eommamu terjadi... kami seakan lupa pernah menjodohkan kalian... tapi sepertinya kalian memang berjodoh dan akhirnya bertemu"
Donghae menepuk bahu anaknya bangga.
.
.
.
Keesokan harinya Kangin nampak menyendiri di sebuah ruangan mirip perpustakaan, dia memandangi sebuah foto besar yang terpampang di dinding ruangan itu. Foto keluarganya yang sudah sangat lama, dalam foto itu jelas terlihat senyuman sebuah keluarga bahagia. Kangin, Leeteuk, Jongwoon dan juga Baekhyun. Kangin merasa hatinya tersayat nampak masih tak bisa menerima kenyataan masalalu itu.
"Permisi..." Suara berat pemuda bernama Chanyeol membuyarkan pikiran kosongnya. Kangin membalikkan badan kemudain menaikkan satu alisnya
"Apa aku mengganggu ajhusi?" Chanyeol bertanya hal yang sangat tidak penting kali ini, namun Kangin nampak jinak hanya dengan menggeleng kepalanya
"Kemarilah..." gumam Kangin
Chanyeol berjalan perlahan dan mendekat, dilihatnya foto keluarga ukuran raksasa itu.
"Ku dengar kau ingin melamar seorang yeoja yang kau cintai?" tanya Kangin dengan nada yang sangat dingin
"Nde ajhusi... aku mencintai Baekhyun" jawab Chanyeol mantap
"Dia adalah putriku, dan aku sudah seperti membuangnya... aku bukan membencinya, aku hanya takut ketika aku melihatnya. Aku adalah appa yang tidak berguna, tak bisa menjaga dan menyelamatkan anakku. Setiap melihat Baekhyun masih hidup, aku selalu merasakan betapa sakitnya Jongwoon ketika menyelamatkan adik kecilnya... seharusnya itu tugasku, tapi aku tak bisa menjaga mereka"
Kangin menitikan air matanya. Dia diliputi penyesalan yang teramat dalam.
"13 tahun aku meninggalkan Baekhyun, mencoba menghukum diriku sendiri. Tapi aku malah semakin menyakiti anak itu, Aku selalu menakutkan. Aku bahkan tidak mengenalnya dengan baik"
"Ajhusi..." Chanyeol mencoba menenangkan kangin, mendudukkan namja paruh baya itu disebuah kursi dan dia juga duduk di kursi dekat dengan Kangin
"Sekarang putri kecilku sudah tumbuh dewasa, seorang namja datang dan ingin melamarnya. Aku tak bisa berbuat apapun, aku bahkan tidak berhak dalam hal ini..."
"Baekhyun sangat menyayangi ajhusi, dia sangat merindukan ajhusi..." gumam Chanyeol
"Tapi aku adalah seorang appa yang gagal..." lirih Kangin
"Baekhyun tidak pernah berpikir demikian, yeoja itu sangat baik dan selalu bisa mengerti."
"Berjanjilah satu hal, jaga dia sebaik mungkin... jangan lukai hatinya, jangan meyakitinya, jangan biarkan dia susah dan bersedih... cintai dia, berjanjilah kau hanya ada untuknya"
"Aku berjanji... atas nama cintaku pada Bakehyun aku berjanji..."
.
.
.
3 hari setelah Chanyeol berjanji pada Kangin, akhirnya Bakehyun dan Chanyeol menikah. Halaman belakang rumah besar Kangin di Guangzhou dipilih menjadi tempat mereka melangsungkan pernikahan.
Halaman belakang itu kini telah disulap menjadi sebuah kebun pernikahan yang cantik. Bunga mawar warna - warni menghiasi setiap sudutnya. Sebuah altar dibuat dengan lengkungan gerbang yang terdiri dari mawar pink dan putih. Rumput yang nampak masih hijau menambah cantik dekorasinya. Beberapa kursi diletakkan di sisi kanan dan kiri sebuah jalan setapak kecil menuju altar.
Acara itu terbatas bagi keluarga mereka. Terlihat Kangin dan Donghae asik berbincang dengan pastur, sementara Ryeowook sibuk dengan hidangan yang disuguhkan bagi keluarga dekat yang datang. Terlihat Kris, Chen dan Suho datang bersama dengan Lay, Zitao dan Xiumin, kini mereka tengah asik bermain bersama si kecil Aiden. Mereka berenam lah perancang dekorasi cantik acara pernikahan sederhana itu.
Chanyeol menatap cermin di kamar yang dia gunakan, dia menggunakan Tuxedo putih. Seba putih membalut perawakan tinggi tegapnya, hiasan bunga pink menempel pada dada sebelah kirinya. Rambut kecoklatannya disisir sangat rapi, menbuat namja itu terlihat begitu tampan dengan sinar mata cerahnya.
"Kau sudah siap?" Kangta menghampiri namja itu, Chanyeol langsung tersenyum sumringah melihat kakek tua yang masih saja terlihat tampan
"Haraboji..." Chanyeol memeluk Kangta
"Kau... akan menikahi cucuku satu - satunya... Kau akan menikahinya tanpa berpura - pura kali ini"
"Nde haraboji... gomawo telah mempercayaiku"
"Jika bukan kau siapa lagi? Kau bahkan sudah pernah hampir memberikan aku cicit"
Chanyeol menelan salivanya kasar mendengar gerutu Kangta barusan
.
.
Sementara itu dikamar tempat Bakehyun bersiap - siap, nampak Leeteuk tengah menata rambut panjang Baekyun sabil menitikan air matanya. Leeteuk lalu memasangkan mahkota bunga di yang menjadi hiasan kepala putrinya.
"eomma sudah lama tak menyisir rambutmu, eomma juga sudah sangat lama tidak memelukmu... kini kau sudah menikah, eomma tak tau harus bagaimana... sedih dan bahagia jadi satu" Leeteuk lalu memeluk putrinya
"Eomma... aku menyayangimu, jangan pergi dariku lagi nde.."
"Ani aegy-ah... searang eomma akan selalu bersamamu, menukar semua tahun - tahun yang eomma lewatkan tanpamu"
Tok tok tok
Ryeowook kemudian masuk dengan senyum malaikatnya.
"Aku ingin memberikan sesuatu pada menantuku..." gumamnya
Ryeowook menyerahkan satu set perhiasan yang sempat dia berikan pada Chanyeol, namun Chanyeol mengembalikannya karena pernikahan itu hanya pura - pura.
"Kali ini kalian menikah untuk yang sesungguhnya. Maka kali ini, pakailah ini, ini warisan dari orang tuaku untuk menantu perempuanku" pinta ryeowook lembut.
Baekhyun mengangguk kemudian memasang satu set perhiasan berdesain elegan itu pada dirinya. Kini Baekhyun telah siap, dia mengenakan gaun berdesain ala putri yunani setinggi lututnya dan berwarna seputih susu, gaun yang sangat sederhana namun terlihat cantik untuknya.
.
.
Chanyeol sudah bergabung di tempat pernikahan, wajahnya terus saja berseri dan sumringah. Tapi beberapa saat kemudian matanya terpaku pada satu titik. Dia melihat Sehun datang bersama Kyuhyun dan Eunhyuk. Tentu saja semua terkejut melihat keluarga itu.
"Sehun-ah... eomma... aboji... kalian datang?" Chanyeol menghampiri ketiganya
Eunhyuk segera memeluk putranya dan sedikit terisak. "Hari ini putraku menikah, bagaimana bisa aku tidak datang eoh?" gumam Eunhyuk dalam dekapan Chanyeol
Chanyeol tak bisa berkata apapun, yang dirasakannya adalah sangat bahagia. Kedua, ani... keempat orang tuanya datang dalam acara pernikahannya. Jangan lupakan jasa Sehun yang telah berhasil membujuk Eunhyuk dan menyadarkan wanita itu akan betapa pentingnya hari ini untuk Hyung semata wayangnya itu.
"Gomawo Sehun-ah..." gumam Chanyeol
"Aku tidak akan mengambil apapun yang jadi milikmu hyung, karena memilikimu sebagai hyungku adalah segalanya untukku" balas Sehun lalu mereka berdua berpelukan.
.
Tepat jam 10 waktu Guangzhou acara pernikahan dimulai.
"Apa kau siap putriku?" bisik Kangin, baekhyun yang speechless hanya memberi anggukan lalu mengaitkan tangannya di lengan Kangin
"Buket bunga ini... apa buatkan khusus untukmu" Kangin meyerahkan serangkaian bunga mawar beraneka warna pada baekhyun, gadis itu kini menitikan air matanya
"Gomawo appa... ini cantik sekali..."
"Ya... jangan menangis, gadisku akan menikah hari ini... dia lebih cantik dari apapun... kajja.."
Mereka berdua kemudian berjalan menuju Chanyeol yang sudah berdiri manis di altar.
Ketika Baekhyun mulai berjalan bergandengan dengan Kaning, Lay juga mulai memainkan piaononya... nada itu adalah nada dari sebuah lagu berjudul Into your world (angel), diiringi nada piano yang Lay mainkan Suho dan Chen menyanyikan liriknya mengiringi setiap langkah Baekhyun berjalan menuju Chanyeol.
Lagu itu sengaja dijadaikan sebagai lagu pengiring pernikahan mereka, karena lagu itu benar - benar mengisahkan perjalanan cinta mereka, Baekhyun yang datang entah dari mana dan membawa cinta untuk Chanyeol, mereka saling menjada satu sama lain, yang awalnya tak saling mengenal kini saling mencintai dan mengenal dengan baik dunia satu sama lain, Baekhyun selalu menjadi guardian angel hati Chanyeol, dan Chanyeol berakhir pada hatinya yang jatuh pada sosok malaikat penjaganya itu.
Kangin menyerahkan putrinya pada Chanyeol, mereka berdua akhirnya mengikat janji cinta dan setia sehidup semati mereka.
"Kini kalian telah resmi menjadi suami istri" kata pastur dan sekaligus mengakhiri prosesi pengikatan janji itu.
Xiumin maju membawakan dua buah cincin pada Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol mengambil sebuah cincin, namun kristal salju perlahan jatuh berguguran. Langit sepertinya ikut berbahagia bersama mereka. Kristal salju yang turun membuat suasana jadi semakin romantis. Ketika mereka sudah selesai saling menyematkan cincin, tiba - tiba si kecil Aiden yang entah bagaimana bisa menjadi begitu dekat dengan Kyuhyun berteriak sangat keras.
"HYUNG! AYO CIUM BAEKIE NOONA!"
sontak wajah Chanyeol dan Baekhyun memerah. Nampaknya Aiden berteriak seperti itu karena bisikan dari Sehun, keduanya langsung melakukan high five setelah itu.
~CHUP
Akhirnya Chanyeol menuruti keinginan kedua dongsaengnya itu, dia mendaratkan bibir kissablenya pada bibir peach milik Baekhyun. Semua orang bertepuk tangan menyambut pernikahan romantis itu.
Chanyeol sedikit melumat bibir tipis Baekhyun dibawah kristal Salju yang turun untuk pertama kali di musim dingin di kota Guangzhou. Dan ciuman hangat itu berakhir dengan mereka berdua saling berpelukan
"I, who has fallen in love with no other place to go back, my wings have been talen away... Even though i lost my everlasting life, the reason to my happiness... You are my eternity eternally love" Baekhyun menyanyikan bait terakhir lagu Angel itu setengah berbisik ditelinga Chanyeol
"Wherever we walk together... Will be paradise" Chanyeol juga membisikkan bagian dari lagu itu dan memeluk Baekhyun lebih erat.
.
.
.
END
.
.
.
.
[BONUS STORY]
.
.
"Kau yakin?"
"Tentu saja hyung..."
"Lalu bagaimana dengan eomma dan Aboji?"
"Mereka biasa hidup tanpa aku kan, lagi pula Hyung dan Baekhyun akan menetap di Singapura"
"Tidak, kami akan menetap di Guangzhou... mungkin sedikit mondar mandir ke Singapura"
"Tidak kembali ke Korea lagi kan?"
"Kalau untuk itu sih... aku rasa aku akan lama tidak ke sana"
"Maka dari itu Hyung... Korea terasa tidak asik lagi untukku..."
"Baiklah... titipkan salamku untuk Sungmin eomma"
Chanyeol memeluk Sehun erat sebelum adiknya masuk ke dalam ruang tunggu Guangzhou international airport.
"Kapan - kapan aku dan Chanyeol akan menjengukmu ke London"
"Oke... noona.."
Baekhyun terbelalak mendengar dirinya dipanggil "Noona" oleh Sehun. Melihat ekspresi Baekhyun, Sehun lantas mengklarifikasi sapaannya tersebut.
"Kau sudah benar - benar sah menjadi istri hyungku sekarang... jadi aku harus memanggilmu dengan noona mulai saat ini"
"Baiklah adik iparku yang lucu..."
"Yaa... berhenti mencubiti pipiku, atau suamimu akan cemburu lagi padaku!"
Chanyeol memukul pelan lengan Sehun dan mereka tertawa bersama.
Perlahan Sehun melangkahkan kaki dan menghilang diantara kerumunan orang - orang yang memasuki ruang tunggu. Chanyeol dan Baekhyunpun akhirnya memutuskan untuk pulang.
"Sehun... dia sebenarnya namja yang baik, aku harap dia menemukan yeoja yang baik di London" Baekhyun berkata sambil meminum hot coklat saat mereka berdua mampir di cafe sebelum pulang.
"Pasti, dia kan adikku... dia pasti mendapatkan yeoja yang baik dan cantik.. tapi tidak ada yang lebih baik darimu Changi.."
Chanyeol mengecup singkat bibir istrinya tanpa malu - malu.
"iuuh...kau... hmmm aku tak sabar menunggu berita gembira dari Sehun" gumam yeoja itu lalu meneguk hot coklatnya lagi.
"Semuanya akan baik - baik saja setelah ini kan? Aku benar - benar ingin hidup bahagia bersamamu Baek.." Chanyeol merekatkan tubuh baekhyun padanya.
"Ofcourse honey... because we got married, and I love you" gantian Baekhyun yang mengecup bibir kissable suaminya
.
.
.
Sehun duduk diruang tunggu, namun dia duduk sangat gelisah. Dia sedang mencari passpornya yang entah jatuh dimana. Sehun akhirnya memutuskan untuk melapornkannya ke security check hanya tersisa 15 menit sebelum dia masuk ke pesawat dan passpornya tidak ada.
"I'm sorry... I accidently lost my passport, may you help me?" Sehun menghampiri petugas security check itu, dia tidak bisa berbahasa mandarin, dia hanya menguasai bahasa korea dan inggris saja, jadi Sehun berharap petugas itu bisa membantu.
"Your name please?" tanta penjaga itu singkat
"Oh Sehun!" Sehun menjawab seadanya.
"Sorry?" petugas itu nampak tak mengerti
"May I have a pen or something?"
"here please!"
Sehun segera menuliskan namanya dalam huruf hangul dan romanized.
"Oh Sehun, I am Korean" katanya seraya menyerahkan secarik kertas berisi namanya
.
.
"O Shi Xiun?" Seorang yeoja memungut sebuah passpor yang tergeletak di bawah tempat duduk tempatnya duduk kali ini.
"Seseorang pasti kehilangan ini" gumamnya dalam bahasa mandarin
Segera saja yeoja itu melapor pada bagian security check. Dia berdiri disamping namja tinggi berkulir seputih susu dengan rambut berwarna coklat tua yang sedang melapor kehilangan.
"Zhè shì nǐ de ma?" kata yeoja bermata rusa itu pada Sehun
"Sorry? I dont understand mandarin.." Sehun tersenyum sungkan
"Oh... Is this yours, I found this just now" Yeoja manis itu menyodorkan sebuah passpr yang benar saja itu miliknya
"my passport… thanks God!"
Sehun hanya mengambil passportnya. Perempuan itu tetap berdiri didepannya dan memandanginya. Sejenak Sehun tersadar bahwa dia belum mengucapkan terima kasih.
"Oh Thank you… So much"
"You are Korean"
"Yes… how do you know?"
"So clear!"
Katanya tersenyum manis kemudian meninggalkan Sehun yang sibuk menggaruk kepalanya tak mengerti.
.
.
Kini Sehun sedang duduk manis di kursi pesawatnya, beberapa penumpang nampak belum masuk ke kabin, termasuk seseorang yang akan duduk di sampingnya kali ini.
BRUGH!
"Oh... Yihan..." Kata yeoja yang baru saja menjatuhkan tas yang rencananya dia taruh bagasi kabin.
"May I help you?" Sehun menawarkan bantuan
"Oh... you are the guy who lost his passport" yeoja bermata rusa itu tersenyum sangat manis
Sehun akhirnya membantu yeoja itu menaruh beberapa barangnya di bagasi kabin
"Thankyou"
Yeoja itu nampak tidak nyaman setelah duduk, dia terus melihat sekelilingnya
"Is there somthing wrong? Are you okay?" tanya Sehun
"The flight will take off soon, but sure... I'm so afraid if I don't sit near the window" jawab yeoja itu penuh kecemasan
"Oh... let's exchange our seat!" Sehun merelakan tempat duduk nyamannya untuk yeoja itu.
"Oh really?"
Mereka akhirnya bertukar tempat duduk.
"Thankyou... Mr..." yeoja itu nampak melupakan nama Sehun
"Oh Sehun, just call me Sehun please.."
"Oh my name Xi Luhan, you can call me Luhan"
Mereka saling berjabat tangan dan mulai akrab.
"Where are you going?" tanya Luhan
"London, I am go to London" Sehun tersenyum manis
"Me Too!" jawab Luhan antusias.
.
.
THE REAL END
.
.
.
Author corner : Akhirnya selesai juga ini WGM ChanBaek version... akhirnya ya... akhirnya... dan Chapter ini berakhir sangat panjang lagi... bahkan jauh lebih panjang dari yang sebelumnya. Mianhae... jika ceritanya terlalu complicated dan sana sini gak jelas. Yeeey akhirnya ChanBaek bersatu walaupun Kyungsoo jadi angst. Dan Sehun ketemu sama rusanya diakhir cerita. kekekkekee.
Jadi masih ngutang WGM TaoRis, SuLay, ChenMin sama HunHan aja ya? (*buset segitu banyak dia bilang aja?!) dan beberapa yang belum di posting... *Author kebanyakan utang lu!*
Gimana? Suka gak sama ceritanya, di chap akhir author buat rada ngenes buat si bang Chanie... abisnya kemaren - kemaren baekie terus yang dinistain... mianhae..
Thanks to my beloved reviewer! follower and everyone who makes this story as their favorite. *deep bow*
Replies!
Amortentia Chan : Kyungsoo itu adalah orang yang terobsesi... makanya dia itu bener - bener campah banget di sini! Dia ingin selalu menguasai Kai dan Chanyeol, tapi apa boleh buat... kekuatan cinta ChanBaek gak bisa di tandingi lah ya... akhirnya dia mati ngenes kan... (Kyungsoo: awas aja lu bikin gue jadi jahat lagi gua presto lu thor) tuh kan dia gitu... gomawo sudah ngikutin terus ya Chinguu...
AnjarW : Iya itu skandalnya ailee sama foto yg di upload dari akun twit Hyukie yg di hack tuh... bikin kaget deh... sama kayak cerita ini, perang skandal... btw gomawo ne sudah mengikuti cerita ini dan selalu review... jinjja gomawo..
Jessica807 : Di Chap ini sengaja gak tak bikin terlalu mewek -mewekan, walaupun bagian di kolam renang itu masih tetep ada... tapi seimbangkan dengan so sweetnya... (ngarep banget gitu)... hehehe... gomawo ne sudah mereview dan baca sampai bener - bener END..
ChanLoveBaek : Di sini dia aku buat ngambekin si yeol deh... tapi akhirnya dia nyerah dan kangen juga... dan itupun Baekhyun ngambek karena lagi ngalamin Moodswing gara - gara lagi hamil tuh.. sayangnya keguguran ya.. gomawo sudah review dan ngikutin cerita ini sampai END ne...
renerish : Maunya sih gitu, tapi kayaknya ban Chanie gak setuju deh... kekeke... gomawo ne...
BaekYeolShip : wah,,, gak nyangka sampe bikin terharu... kikiki... nde.. ini sudah lanjut, bahkan ini sudah END... T_T
shantyy9411 : Dan Chap ini gak kalah panjang... soalnya rada males kalo bikin banyak Chapter... mending dipanjangin aja, kalo banyak Chapter nanti malah ngutang... hiks.. *kebiasaan lu thor*... btw gomawo ya sudah RnR..
bonggogi : Dan kayaknya emang Kyungsoo sukses banget jadi peran antagonis di sini... nanti tak buatin deh yang dianya jadi anak baik - baik lucu and imut buat aksi minta maaf author karena udah ngejadiin dia jahat di sini...
kaisooism : Nah,,, ini nih...reviewnya keren...makasi ya sudah mengkoreksi hasil kerja author.. masukannya sangat membantu, author kan bukan native, jadi maaf kalo masih naif (alah.. ngeles aja ini orang)... but... thankyou so much ya... sudah mengkoreksi.. saranghae..
Fifia SPENSABAEXO138 : Mian sempet lama update, soalnya ada banyak urusan kampus, ini aja nyempet2in banget begadang biar tetep bisa update... hihihihi... gimana ceritanya... akhirnya kyungsoo sedih bgt ya...
hyunxo12 : Mianhae kalo udah lama bgt yg waktu itu gak ke update... dan sekarang ini udah end... dan lagi - lagi ceritanya dibikin panajng... huee... gomawo ne... puaskah dengan endingnya?
Ai Rin Lee : Syukurlah beberapa UTS sudah terlewati, dan cukup sukses karena dibantu bang Suho... (iuh)... kekekeke... ini sudah END sekarang... bagaimana? puaskah dengan akhirnya?
PutriPootree : Kyaa... maaf bikin kamu nangis... dan ini sudah dilanjutin... gimana? apa masih memuaskan?
PandaPandaTaoris : Chap ini balik Chanyeol yang kasian ya... hehehe... tapi ini semua sudah happy end... yeeey...
: Jinjja? gomawo... hehehe... tapi author belum pernah buat yg Yaoi... :(
DiraLeeXiOh : Di chap ini bahkan Kyungsoo bunuh diri... T_T (kyungsoo: tuh kan...tega banget lo ke gue thor *ditimpuk panci*)... Dan End Chap ini panjangnya sebadan Kris deh rasanya... ya ampun... semoga gak bosen ya bacanya...
younlaycious88 : Happy ending here... gomawo ya sudah ngikutin... maaf kalo bikin kamu nyesek...
byunpopof : Iya deh... ini baru sadar.. perasaan tiap bikin FF, karakter sehun pasti unyu - unyu banget aku buat... kekekee... habisnya tampangnya Sehun itu lo... minta dicipok banget... (author mulai kalap)... btw gomawo nee...
ritaanjani4 : Ini juga author gak ngerti,... kemana ini pikiran author kenapa malah jadi angst... makanya di Chap ini sebisa mungkin banyak romancenya deh...
hatakehanahungry : Iya... bener banget... ada lulu di sampingnya Sehun kan akhirnya kaan... sehun emang baik banget di sini...
exindira: Ini udah END kok ya... emang Chap kemaren itu puncak konfliknya itu..
uwiechan92 : Nihl... author cabulin... #eh... kabulin maksudnya... udah panjang kan chapter ini... kekeke... gomaeo nee..
naranari: Jangan bilang pas baca Chap itu, kamu dari SMP trus tamat jadi SMA... tamat lagi... dan baru selesai baca ketika kamu yudisium... hehehe... bercanda... makasi banget ya udah mau tetep baca dan ikutan review... cinca gomawo neee...
diya1013 : Happy END... yeeey... masih gak tega buat Sad END...
Ancient Kyungmyeon : Oh ya? Author belum pernah baca manga sebelumnya... (sehun : Ih author kudet!) #Biarin... kekeke... ini udah sampai di END.. gimana? masih ngena kah ceritanya?
TrinCloudSparkyu : Ini udah sampai di END kan... akhirnya yee... gimana? suka? makasi udah fav yaa...
rizkaapriani71: Dan ini udah END sekarang! eotte?
TaoTaoZi Panda: Janji TaoRis abis ini... janji banget!...
Nadin : Gimana endingnya? seru juga ga?
secret-cca : Makasi ya udah mau sabar menanti... kekekeke... dan ini sudah END...
Guest : Sayang banget nama kamu gak keliatan disini... hiks... siapapun kamu thanks banget udah ngereview nee...
: Iya.. itu jadi Trade mark author tuh.. "BAD SUMMARY! NICE STORRY!" ... kikiki...Dan part ini juga gak kalah puanjangnyuaaaaa... kyaaaaaaaa... gomawo ne sudah setia ngikutin dan ngereview... jinjja gomawooo
: Apakah di Chap ini juga masih terasa sweet dan bikin melting? kekeke... ngarep banget... ini sudah sampai di END... semoga puas ya dengan endingnya...
jkdhhdjfd: Oke... ini sudah END... semoga penasarannya Lunas..
bekichan077 : Iya tuh emang si Chan chan plinplan nih sukanya... tapi sekarang mereka sudah bersatu dan bahagia...
.77 : Waktu itu mereka
izzaluhan : Oke sip.. ini udah di End kekeke..
shinlophloph : Seperti apa kata Kyungsoo di atas sih... Orang mencintai sama Orang idiot itu beda tipis... dan mereka pun demikian... cinta emang gitu..
bellasung21: Gomawoooooo... semoga di Chap ini juga bisa buat ngefeel lagi nee...
rikaacoo : Mianhae... Sehun... usapin air matanya song... kekekeke
Okay,... karena ini sudah mencapai Ending,... dan semua udah pada bahagia dan Kyungsoo juga udah tenang...
akhir kata... author ucapkan...
AUUU! AH SARANGHAEYEO!
