Yo! Kembali dengan saya di chap 2, maaf lama QAQ
Rivals!
Crossover : Kuroko no Basuke and Free!
Kuroko no Basuke bukan milik saya
Free! bukan milik saya
FF Crossover punya saya (Jangan dicuri sembarangan)
Warning(s) : Hint shounen-ai, OOC, AU
Saya akan mulai~
Di cerita ini masih pada SMP kelas 2~
Gou tidak jadi adiknya Rin, tapi jadi adik kembarnya Rin~
Nagisa seumuran dengan Haruka, Rin, Makoto~
Previous chap :
"Kau ingin melawan kami disini, hah?!" kata Aomine.
"Ohoho, sepertinya kau telah mengambil tempat yang salah untuk melawan kami, Matsuoka Rin.. Di lapangan, sekuat apapun kalian akan kalah.. Khukhu~" Akashi menyiapkan beberapa gunting. "Aku tidak akan kalah, dan perkataanku adalah—Mutlak," lanjut Akashi sambil menyeringai.
"Kalian salah," Haruka angkat bicara dan ia menaruh tangannya diatas sang raja gunting, Akashi.
"Aku salah?" Akashi memutar badannya dan menodongkan gunting disamping leher Haruka. Haruka hanya diam, wajahnya menunduk.
"HARUKA!/HARU!/HARU-CHAN!" kata keempat tim renang tersebut.
"Apa yang ingin kau ingin lakukan dengan Haruka, hah!?" Rin marah dan tangannya menarik tangan Akashi. Tapi sayang, ditangan kiri Akashi juga ada gunting, dan ia melayangkan guntingnya ke arah muka Rin. Untung saja Rin tidak kena karena ia menghindar.
"Kalian salah, Rin ingin membawa kalian ke tempat renang.." kata Haruka, tetapi mukanya tetap menunduk.
"Renang ya? Kami tidak terlalu buruk dalam renang ssu.. Sayang sekali.." kata Kise.
"Hih! Footstroke kalian juga pasti lemah!" kata Rin.
"Ano.. Sebenarnya footstroke itu apa?" kata Murasakibara dengan nada polos dan inosen.
"Hah? Tidak tahu footstroke?!" ujar Makoto. Mendengarnya, Rin tertawa.
"HAHAHA!" Rin tertawa keras dan tampak memegang perutnya.
"Apa!? Kami kan bukan perenang!" Aomine kesal dan menarik kerah Rin. "Ayo main basket!" Aomine menantang Rin.
"Cih, terserah kami! Hah? Basket? Kalian terlalu pede! Mana mungkin kami kalah dengan tim yang bahkan kaptennya seorang pemegang gunting kayak tukang bikin kreasi dan mengaku-ngaku absolut yang pendek dan salah satu anggotanya adalah seperti hantu dan kecil!?" Rin marah dan blak-blakan. Tampak Akashi sangat marah dan mengeluarkan aura hitam yang membuat orang yang mendekatinya rasanya seperti dying. Kuroko pun seperti itu cuma tidak seseram aura gelap Akashi.
"A-Akashicchi..." Kise mulai ketakutan dan bersembunyi dibalik Midorima. Seluruh GoM menjauhi Akashi. Karena mereka tahu kaptennya sedang marah besar.
"Aku memang tidak kuat! Lawan kami kalau kalian be—" Kuroko ingin bicara tapi omongannya ditahan gunting Akashi. "A-Akashi-kun?" Kuroko menengok ke arah Akashi. Lalu, tampak Akashi mengangkat dua gunting yang lebih besar dan melakukan gerakan menggunting. Seluruh GoM hanya bisa keringat panas dingin plus badannya gemetaran.
"Tidak perlu dilawan, Tetsuya," kata Akashi sambil mengelus kepala Kuroko. "Ayo pergi," Akashi jalan duluan, menarik tangan Kuroko dan mereka pergi.
"Cih, penakut!" kata Makoto.
"Kenapa mereka tidak berani? Aneh!" Nagisa marah.
Saat itu juga, mendengar kata Makoto dan Nagisa, GoM langsung dikelilingi aura gelap. Seluruh orang disitu membicarakan mereka dan mereka berbisik-bisik. Tidak lama, bel masuk berbunyi. Guru pun masuk kelas mereka dan mulai menjelaskan tentang pelajaran matematika. Beberapa hanya memainkan pensil dan ada beberapa orang menguap. Dua jam pelajaran berlalu. Bel istirahat berbunyi kembali.
"Baiklah anak-anak, PR halaman 75, kerjakan berdua.. Buatlah kelompok.. Sekian, terima kasih.." Guru matematika tersebut langsung meninggalkan kelas.
"Aku harus sekelompok dengan siapa ya, nodayo?" Midorima memegang lucky itemnya dan melihat ke sekelilingnya.
"Kurokocchi! Aku ingin sekelompok dengan Kurokocchi ssu!" Kise memeluk Kuroko dengan erat dan tersenyum.
"Ano, tolong lepaskan aku, Kise-kun.." Kuroko mendorong tubuh Kise.
"Enak saja kau, Kise! Tetsu kan bayanganku! Bukan bayanganmu! Aku sebagai cahayanya harus bersama Tetsu!" ujar Aomine.
"Gak mau ssu! Sana Aominecchi sama Akashicchi atau Murasakibaracchi aja ssu!" Kise marah mendengar Kurokocchi-nya akan diambil Aomine.
"Apa yang kalian ributkan?" Akashi mendekati mereka bertiga.
"Aku ingin sekelompok dengan Kurokocchi ssu! Tapi Aominecchi tidak membolehkanku bersama Kurokocchi ssu! Sudah kubilang padahal, lebih baik Aominecchi bersama Akashicchi at—" omongan Kise terputus.
"Oh, bagus.. Ayo Ahomine Daiki, kau akan sekelompok denganku," Akashi menunjukkan seringai khususnya dan memegang gunting di tangannya. "Denganku, mungkin kau bisa tambah pintar.. Khukhukhu.." lanjut Akashi
Aomine yang hendak menarik Kuroko terhenti 'APAAA!? TIDAK! AKU TIDAK INGIN SEKELOMPOK DENGAN SI MERAH ITU! NANTI, KALAU AKU TIDAK BISA, MAJALAH MAI-CHAN MILIKKU AKAN DIGUNTINGNYAAA~! WOAAAA~~~~' Aomine berteriak didalam hati dengan lebaynya (?). "M-maaf Akashi, aku ingin sekelompok dengan Mura—" omongan Aomine terputus.
"Mido-chin, aku ingin sekelompok denganmu.." kata Murasakibara mendekat ke Midorima.
"Ah, uh.. Baiklah.." Midorima menyetujui Murasakibara.
"Bagaimana Daiki-kun? Hmm?" Akashi mengeluarkan senyumanmaniscoret seringaian khasnya dan gunting di tangan (seperti biasa). "Sepertinya Shintarou sudah bersama Atsushi.. Tidak ada pilihan lain kau harus.. Ber-sa-ma-ku.." tekanan khusus yang Akashi gunakan saat mengatakan "bersamaku" membuat Aomine berkeringat panas dingin. Rasanya Aomine ingin menggunakan misdirection Kuroko dan kabur.
"T-tapi—" omongannya sengaja ia putus karena melihat Akashi sudah menyiapkan gunting di tangannya.
"Bagaimana Daiki-kun?" Akashi menunjukkan senyuman manis sekali (baca : seringai) yang berhasil membuat seorang yang disebut-sebut unstoppable scorer berkeringat dingin. "Mau kulempar dengan gunting warna apa Daiki-kun? Merah atau biru gelap seperti rambutmu? Hm?" Akashi masih tersenyum manis (baca : menyeringai).
"B-baik! Aku akan sekelompok denganmu!" dengan berat hati, pemuda berkulit tan ini mau sekelompok dengan raja gunting.
"Bagus sekali Daiki-kun.." Akashi tersenyum manis (baca : seringai). "Ayo kita kekantin.." Akashi berjalan diikuti 5 temannya (baca : budak) berjalan ke kantin.
Sementara itu, keempat anggota tim renang sekolah tersebut sibuk membicarakan kelompoknya.
"Hmm.. Bagaimana dengan kelompoknya?" Nagisa mengambil kursi terdekat dan duduk di dekat Haruka.
"Terserah.." Haruka hanya pasrah.
"Aku bersama Haruka!" Rin mendekati mereka. "Bagaimana, Haruka?" Rin tersenyum. Haruka tampak menatap Rin.
"Baiklah, kalau begitu.. Berarti Mak—" omongan Haruka terputus karena kedatangan Makoto yang mendadak.
"Tidak, Rin! Aku akan bersama Haru!" Makoto menarik baju Haruka.
"Enak saja! Kau saja sana, aku sama Haruka!" Rin tidak mau kalah. Ia berdiri, menahan tangan Makoto.
"Apa?! Kau sama Nagisa saja, Rin!" Makoto berusaha menarik lengan baju Haruka.
"Tidak! Kau saja yang bersama Nagisa!" Rin menghalangi tangan Makoto yang berusaha memegang lengan baju Haruka.
"Apa katamu!?" Makoto menarik lengan baju Haruka.
"Ano.." Nagisa melihat kedua temannya bertengkar hanya bisa sweatdrop.
"Apa?!" Rin dan Makoto menatap Nagisa dengan tatapan menyeramkan yang membuat Nagisa keringat panas dingin.
"Haru-chaaan~" Nagisa dan bersembunyi dibalik Haruka. "Ah, ya! Kalau begitu kalian berdua ikuti apa yang Haru-chan mau! Ayo, Haru-chan, pilih! Rin-chan atau Mako-chan?" lanjut Nagisa mencari jalan keluar.
"E-eh? Kok aku?" Haruka blushing. (Author : Maklum, tsundere.. *dicemplungin*)
"Ya lah! Kan mereka memperebutkan Haru-chan!" ujar Nagisa.
"Etto.. Aku pilih.." Haruka masih bingung dan blush. Sedangkan Rin dan Makoto deg-degan di dalam hatinya. "U.. Uh.. Rin.." Haruka menunduk dan mukanya merah kayak kepiting rebus. Rin hanya bisa salting padahal di dalam hatinya dia teriak-teriak kayak anak TK baru di beliin mainan (?) saking girangnya. Sedangkan Makoto kaget dan matanya rasanya mau keluar (?) karena pilihan Haruka.
"Berarti aku sama Mako-chan ya?" kata Nagisa takut takut karena melihat Makoto dan Rin yang sudah membuat gaya mau melawan. "A-ayo kita ke kantin bersama!" Nagisa mau mencoba mencairkan suasana.
"Eh? Baiklah, ayo!" Makoto sudah tenang dan menyetujui ajakan Nagisa.
"Ayo!" kata Rin.
"Ayo, kita ke kantin!" Haruka mengikuti teman-temannya. "Eh tunggu! Bisa-bisa kita ketemu GoM!" Haruka menghentikan teman-temannya.
"Itu malah bagus! Ayo kita suruh dia tanding renang lawan kita!" Rin malah bersemangat dan lari.
"Tunggu, Rin!" tiga teman Rin ikut bersemangat dan mengikuti Rin. Orang yang mereka lewati merasa bingung. Tak lama, mereka berempat sampai di kantin. Di kantin mereka melihat GoM bercanda-canda.
"Ehm, maaf mengganggu," Makoto tiba-tiba datang. GoM yang merasa diinterupsi, memelototi Makoto.
"Apa maksudmu dengan mengganggu kami ssu!?" Kise berdiri dan menggebrak meja pelan.
"Oh, kami mengganggu ya?" Nagisa muncul dari belakang Makoto.
"Tch! Harusnya kau mirror dengan kelompokmu sendiri!" Aomine marah dan menunjuk Rin.
"Apa maksudmu dengan 'mirror', hah!?" Rin marah karena ditunjuk-tunjuk.
"Kau mengatakan Akashi dan Tetsu pen—" Aomine tidak jadi bilang pendek karena Akashi sudah memelototinya dengan gunting ditangannya. Aomine masih sayang nyawa, jadi memotong pembicaraannya sendiri. "Maksudku, kurang tinggi! Lihat sendiri orang itu! Dia kecil juga, tahu!" lanjut Aomine kesal dan menunjuk Nagisa.
"Cih! Enak saja mengatai orang sembarangan!" ujar Nagisa marah.
"Mirror juga temanmu!" kata Haruka. "Mana mungkin ada laki-laki yang mau memakai sendok pink demi ramalan oha-asa yang palsu!" Haruka menunjuk Midorima. (Author : Aih, Haruka OOC~! XD Minna! Inilah pertarungan DUO TSUNDERE AKUT! Wuah! *dibelah jadi dua*)
"Apa katamu nanodayo!?" Midorima mulai marah dan berdiri. "Terserah orang kan, mau ngapain aja?! Ngapain kau atur-atur?!" Midorima marah dan menunjuk-nunjuk Haruka.
"Teme~!" Aomine kesal dan ingin menonjok muka Rin.
"Omae~!" Rin juga ikutan marah dan ingin menonjok Aomine. Saat hampir menyentuh tubuh masing-masing, kepalan tersebut terhenti.
"Dai-chan!"
"Onii-chan!"
Datang dua orang yang unknown.
TBC~
Author : Ugh, saya lama~! OAO Karena gak punya ide~! PLUS TUGAS KELOMPOK YANG MENUMPUK-NUMPUK! QAQ
Midorima : Ya, kalo dapet, langsung dikerjain nodayo!
Author : Saya males~! Akashi! Midorima! Kalian kan pinter, kerjain PR saya dong!
Akashi : Mau banget! Kerjain sendiri dong! Kayak saya! 8D
Kuroko : Akashi-kun kepedean! Saya nih! 1 jam dikasih, langsung dikerjain! 8D (Kuroko OOC mode on)
Akashi : Tetsuya! Kau tidak akan mengalahkanku!
Kuroko : Apa~!?
Akashi/Kuroko : B*rst L*nk!
Author : Woi! *gebrak meja*
Abaikan yang diatas
Balasan Review :
UseMyImagination Kalo kelasnya dipisah klimaks nya rasanya kurang gitu, jadi dibikin satu kelas.. XD Di chap ini belum ada tandingnya.. Maaf ya... Tapi di chap depan full of tanding! (?)
Thanks to : Silent reader atau yang bisa meninggalkan review.. Review please~? :3
