Kembali lagi di chap 3! Lama ya? Maaf, saya terkena WB akut! QAQ /apaansih

Rivals!

Crossover : Kuroko no Basuke and Free!

Kuroko no Basuke bukan milik saya

Free! bukan milik saya

FF Crossover punya saya

Warning(s) : Hint shounen-ai, OOC, AU

Saya akan mulai~

Di cerita ini masih pada SMP kelas 2~

Gou tidak jadi adiknya Rin, tapi jadi adik kembarnya Rin~

Nagisa seumuran dengan Haruka, Rin, Makoto~

Previous chap :

"Dai-chan!"

"Onii-chan!"

Datang dua orang unknown.

"Hah? Satsuki?!" Aomine yang hampir menonjok Rin terhentikan karena panggilan tadi.

"K-Kou?" Rin yang hampir melayangkan tonjokannya ke Aomine terhenti karena panggilan tadi.

"Kenapa kalian saling tonjok-tonjokan?" Tanya Momoi, yang ternyata memanggil Aomine tadi.

"Apakah kalian berantem?" Gou penasaran dengan kakak kembarnya dan pemuda tan tersebut.

"Tch! Orang ini pembuat masalah ssu!" Kise marah dan angkat bicara menunjuk Rin.

"Apa katamu!?" Rin yang ditunjuk marah.

"Mungkin bisa kalian bilang begitu nanodayo." kata Midorima.

"Kenapa kalian bertengkar?" Momoi sangat khawatir melihat mereka. "Akashi-kun, kau biasanya tidak pernah mau, kenapa kau tidak menghentikannya?" Momoi menanyakan sang kapten. Ya, bisa dibilang sang kapten biasanya tidak suka keributan. Tapi kali ini entah kenapa sang kapten tidak bereaksi apapun.

"Tidak, ini adalah pertengkaran yang seru Satsuki.." Akashi mengambil guntingnya dan menggunting udara. Momoi merasa sudah cukup dan tidak berani membalas apapun lagi.

"Kalian juga?! Ada apa dengan kalian? Makoto? Nagisa?" Gou menanyakan dua temannya.

"Tidak apa-apa, ini belum apa-apa, Kou.." kata Makoto.

"APA!?" kata Gou.

"Tenanglah Kocchan, kita harus mencari cara keluar!" kata Momoi menenangkan Gou.

"Momochin apakah kau lebih mendukung tim mereka?" kata Murasakibara sambil makan.

.

.

.

.

.

.

.

.

Mereka semua hening—salah, satu kantin hening.

"H-Ha?" Momoi kehabisan kata. Lagipula, kenapa sang raksasa ungu bisa-bisanya mengatakan bahwa ia mengkhianati tim basket tersebut.

"Satsuki.." Akashi berdiri, melakukan gerakan memotong di udara dan menatap Momoi tajam, setajam silet (/plak). Yang bersangkutan hanya bisa gemetaran. Akashi berjalan ke arah Momoi.

"B-bukan! Kalian salah! Aku hanya tidak ingin kalian bertengkar! Itu saja!" Momoi mencoba menjelaskan semuanya ke teman-temannya.

"Apa katamu, Satsuki!? Mereka yang mengajak berantem tau!" Aomine menatap Momoi.

"Kalian tahu!" Makoto angkat bicara.

"Diam kau ssu!" kata Kise.

"Apa katamu!?" ujar Nagisa.

"Sudah ayo kita ke lapangan nodayo!" ajak Midorima.

"..." Haruka hanya bisa diam dan menatap Kuroko. Kuroko yang merasa ditatap, langsung menatap balik Haruka. Akhirnya, terjadilah perang tatap antara Kuroko dan Haruka.

"Ayo!" Rin dan Aomine jalan didepan.

"Satsuki, ambil bola basket—Cepat." perintah Akashi.

"B-baik~" Momoi langsung lari dan mengambil bola basket.

"Cih, penakut! Basket? Haha~ Basket juga semua orang bisa! Itu biasa! HAHAHA!" Rin menertawai GoM.

"Apa katamu ssu!?" ujar Kise. "Kau juga tidak akan bisa meniru three pointer seperti Midorimacchi ssu!" lanjut Kise.

"Siapa peduli dengan three pointer?" balas Makoto.

"Daripada renang, tidak seru!" ujar Murasakibara.

"Ha!? Apa katamu?! Renang jauh lebih baik daripada basket! Renang itu langka!" Nagisa marah karena dibilang renang tidak seru.

"Oh ya?! Kami juga sering latihan berenang! Jadi semua pemain basket jelas bisa berenang! Kau mengerti?! Daripada perenang, tidak mungkin kalian bermain basket!" kata Aomine panjang lebar.

"Main basket juga setiap jam olahraga juga bisa! Memang di jam olahraga ada renang ha?!" kata Nagisa.

"Minna! Ini bola basketnya!" tampak Momoi sedang berlari kecil. Akashi berjalan mengambil bola yang dibawa Momoi.

"Ayo—" omongan Akashi terpotong.

"Tunggu! Kalian curang!" ujar Nagisa.

"Apa maksudmu dengan curang dan memotong pembicaraanku Hazuki Nagisa?" Akashi berjalan mendekati Nagisa dan memegang gunting. Nagisa yang takut menelan ludah.

"Kalian kan memang curang!" balas Rin.

"Apa yang curang nodayo?" kata Midorima.

"Kalian berenam, kami berempat!" kata Makoto. Akashi hanya menatap sinis dan tajam Makoto.

"Tenang saja," kata Akashi. "Ryouta, Tetsuya, keluar dulu. Nanti kalian akan menggantikan Shintarou dan Atsushi di quarter 3. Mengerti?" lanjut Akashi.

"B-baik, Akashicchi/Akashi-kun!" Kise dan Kuroko langsung duduk.

"Satsuki, kau akan jadi wasitnya." Perintah Akashi.

"Tunggu! Jadikan Kou wasitnya juga, ntar kalau managermu melakukan apa-apa jadi ketahuan!" kata Rin.

"Enak saja! Aku—" omongan Momoi terpotong.

"Baiklah," kata Akashi.

Dengan begitu, permainan mulai. Akashi men-dribble dan memasukkan bola dengan mudahnya. Saat loncat Akashi menatap tajam setiap member swim club tersebut.

"Hei, Murasakibara!" Aomine meminta bola. Murasakibara meng-pass ke arah Aomine. Dengan cepat Aomine langsung men-dunk bola tadi.

Kali ini, Midorima yang membawa dan dia ditengah lapangan. Ia dikepung Rin dan Makoto.

"Shoot-ku tidak pernah gagal nodayo!" Midorima meng-shoot bola dan bola masuk. Lalu mereka main terus hingga skor akhir di quarter 1 adalah 18-5.

"Haha! Dasar payah!" Aomine menertawakan iwatobi swim club.

"Terserah! Di renang kalian akan mati kutu! Itu pasti!" balas Rin.

Quarter 2 mulai, permainan dikontrol seluruhnya oleh GoM. Saat itu mereka banyak berteriak. Dan menarik murid lainnya.

"Ada apa itu? Bukannya itu swim club melawan.. GoM!?" kata satu anak.

"Hah? Mana? Mana?" kata murid lainnya.

"Yaa~ Kenapa Kise-kun tidak main?" kata kebanyakan anak perempuan.

"Iya~! Kise-kun! Mainlah~!" kata anak perempuan.

"Wah tampak seru!" kata murid lain.

"Iya! Iya!" kata murid lain.

"Wuih, keren!" kata murid lainnya (lagi).

"Mana? Mana?" kata beberapa murid.

Dan mulai ramai para murid menonton pertandingan GoM vs Iwatobi Swim Club. Mulai turunlah Kise dan Kuroko.

"KYAA~! Kise-kun main! KYAAA~!" teriak para fangirl di lantai 2 dan 3.

"Diam! Kalian berisik! Mengganggu saja!" anak laki-laki yang serius menonton meneriaki anak perempuan karena mereka berteriak-teriak fangirl.

"Apaan sih!?" Anak perempuan yang dibilang mengganggu tidak terima.

"Sudah, sudah~" kata salah satu orang. Akhirnya kerumunan itu pun tenang.

Kise yang merasa di fangirl men-dunk bola dengan gaya. Para anak perempuan hanya ber-fangirl ria. Tak terasa, quarter 3 dan 4 berlalu. Tentu saja GoM menang dengan score 237 – 67.

"Sudah kubilang kau tidak akan menang! Hahaha!" Aomine menertawakan Iwatobi Swim Club yang kegerahan dan sangat basah karena keringat.

"Diam kau!" Rin menatap Aomine tajam.

"Kalian terlalu sok ssu!" ujar Kise.

"Apa katamu!?" kata Makoto.

Haruka dan Kuroko hanya menatap teman-teman dan GoM dengan tatapan biasa. Lalu, Haruka adu tatap dengan Kuroko. Kuroko tetap dengan tatapan datarnya. Haruka dengan tatapan yang seperti biasa. (Author : Aih~ Unyunya~! *w* *dilempar*)

"Ayo kita renang!" ajak Nagisa.

"Ayo! Siapa takut!" Midorima berdiri.

GoM dan Iwatobi Swim Club ke tempat biasa digunakan untuk berenang.

"Disini?" tanya Kuroko.

"Tentu!" Rin membuka bajunya dan mengambil kacamata renangnya.

"Ayo!" Makoto, Nagisa, Haruka juga membuka bajunya.

"Aku tidak takut dengan kalian!" GoM juga membuka bajunya, tetapi yang ikut hanya Kise, Aomine, Akashi, dan Midorima.

"Sudah siap?" tanya Gou dengan khawatir.

"Apakah kalian bisa?" Momoi menanyakan GoM dengan nada khawatir. Momoi sudah tahu bahwa Iwatobi Swim Club jago dalam hal renang.

"Bisa kok, Momoicchi!" ujar Kise.

"Ayo! Kami buktikan dalam renang kami lebih jago!" teriak Nagisa.

"Ok! Kalian bertanding 100 meter." Jelas Gou. "Ready?" Semuanya menyiapkan ancang-ancang. "Go!" Semuanya melakukan footstroke dan mulai berenang.

Benar saja, footstroke GoM memang lemah. Saat ini, yang memimpin adalah Haruka dan Rin, disusul Makoto dan Nagisa. Sedangkan GoM masih di belakang. Dan yang menang adalah Haruka, disusul kedua adalah Rin, ketiga adalah Makoto, keempat Nagisa, lalu Aomine, Kise, Midorima, dan yang terakhir.

"HAHAHAHA!" Rin yang sudah berdiri diatas menertawakan GoM. Ia menunjuk-nunjuk Akashi.

"A-Aominecchi..." Kise ketakutan dan sembunyi dibelakang Aomine.

Melihat hawa yang tidak enak, Murasakibara dan Kuroko menghampiri mereka.

"Akashi-kun, tenanglah." Kuroko mencoba menenangkan Akashi.

"Absolut? HAHAHA!" Rin masih menertawakan Akashi. Aomine pun mulai geram. Ia mengepalkan tangannya.

"Diam!" kata Aomine. "Heh! Kau! Tadi kalian juga kalah!" Aomine menunjuk Rin.

"Tapi terbukti kan? Kalian kebanyakan gaya! Renang? Mana mungkin kita kalah!" kata Makoto.

"Diam kau ssu!" Kise ikut membela Aomine.

"Kalian jago renang? Itu salah!" Nagisa ikut-ikutan. "Kalian tidak akan bisa mengalahkan Haru-chan!" Nagisa menepuk bahu Haruka. Haruka hanya menatap Kuroko dengan tatapannya yang biasa. Kuroko yang merasa ditatap merasa tertantang dan menatap balik Haruka.

"Kalau begitu, kami punya ide!" Gou dan Momoi pun teriak.

"Apa ide kalian?" tanya Akashi.

"Bagaimana kalau kalian tanding di hal yang berbeda?" usul Momoi.

"Apa maksudnya?" tanya Makoto.

"Mmm.. Begini, sebentar lagi libur kan? Anak tahun ketiga lagi Try Out. Kalian menginap saja disuatu tempat dan berlomba disana!" jelas Gou.

"Boleh, boleh~" balas Rin.

"Ayo! Aku tidak takut! Yang hanya bisa mengalahkan aku cuma aku!" teriak Aomine.

"Kita mau menginap dimana ssu?" tanya Kise.

"Di.." Gou berpikir.

"Di villa keluargaku." Balas Akashi cepat.

"EH?" semuanya sontak kaget.

"Kenapa?" tanya Akashi. "Shintarou, kau tahu kan villa yang pernah kuberitahu waktu itu." Lanjut Akashi.

"V-villa yang i-itu nodayo?" Midorima kaget. Mereka semua bingung.

"Iya, betul sekali Shintarou." Akashi tersenyum sangat maniiis~ Yang minum teh pahit, liat muka Akashi yang sekarang bakal jadi teh manis! (baca : seringaian).

"A-Aominecchi.. Aku jadi takut ssu.." Kise mendekat ke Aomine. (Author : Wah, Kise modus! /ha)

"Aku juga takut Kise-chin." Kata Murasakibara. "Memangnya kenapa, Aka-chin? Mido-chin?" tanyanya kepada dua orang tersebut.

"Sabarlah, Atsushi." Akashi masih menyeringai.

Makoto dan Nagisa pun meneguk ludahnya. Dia bingung dengan cerita GoM saat ini.

"Hantu ya? Kalian penakut!" ledek Rin.

"Enak saja ssu!" Kise tidak terima dibilang penakut.

"Kalau begitu, Sabtu ini kita berangkat jam 09.00 pagi. Berkumpul di stasiun kereta. Kita akan pergi selama 5 hari 4 malam." Jelas Akashi. "Mengerti?"

"Iyaa~" semuanya hanya bisa mengiyakan.

TBC~

Bagaimana mereka dipenginapan? Kenapa Midorima ketakutan? Ada apa sebenarnya? Baca di chap selanjutnya :v

YOO~ Saya disini~ Yaa, saya berapa bulan tuh gak apdet~ Maklum~ WB AKUT, GAK PUNYA IDE~ QAQ Oh ya, 3 chap lagi abis lho~ Tapi kalo dijadiin 2 chap lagi, saya bingung juga~ hehehe~ /apa/ Skenario menginap di alur pertama saya gak ada, Cuma kalo langsung end kayaknya kecepetan alurnya, jadi saya tambahin. Untuk pendetailan pas basket + renangnya kurang ya? Maaf, saya kurang ngerti jadi saya buat singkat aja ;w;)/ Gomen ya kalo pada ngeharapin bagian basket + renangnya menonjol /gakadakok

Balasan Review :

Myadorabletetsuya : Saya sengaja gak bikin ada Rei~ Kenapa? Yaa~ biar genap gitu hasilnya 4 vs 6~ Soalnya kalo ada Rei, otomatis 5 vs 6. Kalo 5 vs 6, pasti Kuroko dikit dimunculinnya~ Dan saya mau Kurokonya meskipun begitu agak menonjol juga hehe~ Dan alasan kedua, saya memang suka membully Nagisa~ hahaha *ketawa yandere* *ditusuk* Akashi galak? Hehe~ Saya kalo bikin FF suka kalo bikin Akashi nya galak : /apa

ai namikaze : Iya? ;w; *terharu* /gak/ Iya, makasih~ *tebar bunga* /no

Mikazuki Hikari : Hehehehe~ Iya, udah baca kan? XD Wah, baguslah ternyata gak ada typo(s) ;w;)/ Banyak lho hint sho-ainya hihi :3 /nakjanganmelenceng/ disini saya buat banyak Haruka vs Kuroko adu glances lho hehe :3 Rin emang gak tau takut ya, sama Akashi juga~ WUAHAHA~ /gak

LaSugarSkull : ini chap 3 nya hehe~ Enjoy ya :3

Kurosaki Yukia : Iya? ;w; *terharu* Ini udah diupdate hehe~ :3

Terima kasih untuk para orang yang ngefollow, favorite, review, dan juga para silent reader :3

POKOKNYA TERIMA KASIH BANYAK :3

RnR? Hehehe~ :3