YAHAA! Akhirnya sempet juga update fic ini, haha.. bela-belain begadang sampe jam 3 pagi buat nyelesain, huh.. (-_-") sebenernya sih, aku numpang ngetik di kompie 2nd Bro. Karena.. kompie ku udah 3 hari hang, nge-restart sendiri! So.. jadi konsentrasi agak limbung, makanya selesai pagi-pagi buta gitu. Oke deh, kayaknya.. masa lalu Ai di chap kemarin kayaknya bukan begitu ya? Hehe.. harap maklum, aku belum mendetil banget sih. Waktu itu aku nonton MV isinya ya masa lalu Ai, tanpa subbed pula cuma lagu doang.. (-_-")
Yosh! Gak usah basa-basi! O ya, dibawah nanti, aku mau minta tolong ma kalian, hehe.. (^__^b) dan…maaf klo chap ini agak jelek, konsentrasi gak fokus gara-gara stress liat kompie tercinta hang.. (T.T) RnR please! =D
Disclaimer: Bleach© Tite Kubo, Jigoku Shoujo© Miyuki Eto
On this fic: OC-OC-OC!! –ditimpuk-
Chapter 1
Derita Dalam Persahabatan
Di pagi yang cerah, seorang gadis berumur 15 tahun telah keluar dari rumahnya. Dia akan berangkat ke sekolah menggunakan sepeda kesayangannya. Dengan senyum merekah, dia berangkat menuju sekolahnya yang lumayan jauh. Tidak biasanya dia berangkat sendirian ke sekolah, biasanya dia berangkat bersama dua orang temannya. Tapi entah kenapa, dia ingin pergi lebih dulu dari temannya itu.
"Euh.. mereka memang menyebalkan, menyebalkan..", gumam gadis itu dalam hati.
Tak berapa lama kemudian, gadis itu sudah sampai di sekolahnya. Dia memarkirkan sepedanya lalu masuk ke gedung sekolah. Dia pun berjalan menuju kelas 3-1, kelas dimana dia belajar. Ketika dia sampai disana, terlihat sebuah kerumunan di salah satu tempat duduk. Gadis itu pun berjalan menuju mejanya untuk menaruh tas, lalu dia menghampiri kerumunan itu.
"Hai semuanya!", kata gadis tersebut.
"Eh.. hai, Yoshiko! Pagi juga! Eh.. mana Haruka dan Miyuki? Biasanya mereka bersamamu kan.", kata seorang gadis satunya yang duduk di sebuah kursi.
Gadis yang bernama Yoshiko menjawab, "Ah.. aku sengaja berangkat pagi, hehe.."
"Oh.. begitu.. eh iya, Saki mau cerita tentang mobil barunya lho!", kata seorang yang bernama Mika.
Saki tersenyum bangga, "Haha.. sebenarnya sih, belum ada mobil barunya. Mama sekarang sedang memilih-milih mobil baru, karena mobil yang sekarang sudah agak jelek. Dan begini lho, sewaktu mama mencari informasi lewat internet, mobil yang tadinya mau dibeli mama ternyata terbuat dari kaleng! Coba deh kalian bayangkan, seandainya motor dan mobil itu bertabrakan, pasti mobilnya yang akan penyok."
Mereka semua yang ada disitu terperangah kagum mendengarnya, termasuk Yoshiko. Ya, Amizuki Yoshiko, adalah seorang gadis biasa yang senang berteman dengan siapa saja. Dia mengikuti sebuah geng di kelas yang bernama "Smart'n Cool". Geng itu diketuai oleh Fujiwara Saki, dia adalah murid terkaya di kelas. Lalu, anggota geng tersebut terdiri dari tujuh orang murid perempuan kelas 3-1. Mereka adalah Yoshiko –sendiri-, Haruka, Miyuki, Mika, Kaoru, Risa, dan Akino.
Bel masuk pun berbunyi, akhirnya semua murid duduk di tempat masing-masing. Yoshiko yang sangat kebetulan duduk bersebelahan dengan Saki, jadi dia mudah untuk kembali ke tempatnya. Namun, ketika dia baru duduk, Saki memanggilnya.
"Yoshiko!", sahut Saki.
Spontan, Yoshiko langsung menoleh, "Ya?"
"Ah, tidak. Hehe..", balasnya tertawa kecil.
Dengan perasaan bingung, Yoshiko kembali menoleh kearah mejanya. Dia mengambil buku pelajaran yang akan dipelajari nanti. Sambil mengambil bukunya, dia sedikit merenung. Sejak Mika pindah kelas ke kelasnya, geng "Smart'n Cool" itu mulai terbentuk. Sudah ada dua bulan geng tersebut berjalan, dan Yoshiko merasakan hal yang aneh. Dirinya merasa dipermainkan oleh geng itu. Anggota yang –bisa dibilang- heboh adalah Saki, Kaoru, Miyuki, dan Mika. Yang lain hanya biasa saja. Yoshiko bersahabat dengan Haruka, jadi dia agak lega.
Akhir-akhir ini, dia merasa kalau geng itu adalah pembawa sial baginya. Karena geng itu, dia jadi ikut terlibat dengan pertengkaran antara geng dari kelas 3-2. Juga, dia merasa kalau geng tersebut menindas teman-teman lainnya. Misalnya saja, Kaoru yang dikenal dengan "Sang Ratu Jahil" dengan tak segan menjahili anak lain sampai menangis. Begitu juga dengan Saki, merasa paling kaya di kelas, dia dengan seenaknya menyuruh teman yang lainnya membelikan ini itu atau mengambilkan sesuatu untuknya. Dan tentu saja, Yoshiko merasa tak adil dengan hal itu.
Bertumpuk-tumpuk kertas tugas masih menunggu gilirannya untuk diisi oleh tulisan tangan Hitsugaya. Pagi ini, dia harus mengerjakan semua kertas tugas itu sebelum bersiap melaksanakan misi untuk mendampingi Jigoku Shoujo dari Soutaichou. Sejak kemarin, dia sudah merencanakan sesuatu agar misinya berjalan lancar. Dia baru menyiapkan saja, takut-takut divisinya yang mendapatkan misi itu pertama kali.
"Akh.. banyak sekali tugasku hari ini. Kemana Matsumoto?!", gumamnya sedikit kesal karena wakilnya –seperti biasa- pergi entah kemana dan tidak mempedulikan kertas tugas tersebut. Dengan gesit, dia terus menorehkan tinta hitam di kertas-kertas tersebut. Sampai akhirnya, datanglah kupu-kupu hitam masuk ke kantornya dan hinggap di jari Hitsugaya. Hitsugaya mengerutkan dahi, pasti sudah waktunya.
"Kepada kapten Divisi 10, diharapkan untuk segera pergi menemui Soutaichou-sama di ruangannya sekarang juga."
"Ya, terima kasih.", kata Hitsugaya lalu membiarkan kupu-kupu hitam itu pergi. Sejenak, dia merapikan kertas tugas itu. Kemudian dia bersiap dengan zanpakutou di punggungnya, lalu pergi meninggalkan kantornya.
"Duaar!! Kena!!"
Berlembar-lembar daun kecil pun dilemparkan ke wajah Yoshiko yang baru saja kembali sehabis mencuci tangannya. Dia baru saja kembali dari lapangan. Namun, ketika berjalan menuju pintu gedung sekolah, Yoshiko dikagetkan oleh Mika dengan lemparan daun-daun kecil di wajahnya.
"Ah! Apa ini?!", seru Yoshiko kesal.
"Haha! Hanya kejutan kok, hahahaha!", jawab Mika sambil tertawa keras, membuat dirinya diperhatikan oleh murid-murid lain di sekitar situ.
Yoshiko yang merasa malu akan hal tersebut, segera berlari ke dalam gedung sekolah menuju kelasnya. Baru tiba saja di kelas, dia melihat Akino yang membentak Saki. Yoshiko jadi penasaran dan segera menghampiri mereka.
"Aku mau keluar dari geng ini!", teriak Akino murka.
"Ya sudah kalau itu kemauanmu! Bayar dulu, 99 yen!", balas Saki tak kalah heboh.
Tak cuma Yoshiko yang berada disitu. Haruka, Miyuki dan Kaoru juga ada, menyaksikan adu mulut antara Saki dan Akino. Akino yang mendengarkan pernyataan dari Saki jadi terkejut tak karuan, begitu juga Yoshiko.
"Kenapa aku harus bayar hanya karena aku keluar dari geng?! Itu tidak adil!", protes Akino.
"Ya.. itu kan salah kamu, kenapa kamu keluar dari geng ini. Ya sudah! Besok aku nyatakan kau keluar jika uangnya sudah sampai ditanganku!", hardik Saki dengan nada mengancam.
Setelah mendengar hal itu, Akino langsung keluar dari kelas dengan wajah marah. Yoshiko memandangnya iba, kasihan dia. Dan di sisi lain, dia merasa kesal dengan Saki. Untuk apa uang itu? Dipakai untuk hal yang berguna atau tidak? Kejam, itu namanya pemerasan.
"Haha.. biar tahu rasa dia..", celetuk Miyuki tiba-tiba.
Kaoru ikut menambahi, "Lagipula, dia juga tidak berguna di geng kita. Betul tidak?"
Yoshiko tertegun mendengarnya. Apa mereka punya perasaan? Jahat sekali mereka berkata seperti itu. Haruka yang melihat Yoshiko termenung dengan segera menenangkannya, "Sudah, tak apa. Kau tidak perlu memikirkannya."
Yang ada, hanya anggukan kepala Yoshiko yang mengiyakan perkataan Haruka.
--x--
Sudah ada 5 hari Akino keluar dari geng tersebut. Dan sejak keluarnya Akino dari geng, Yoshiko-lah yang jadi target ejekan satu gengnya, kecuali Risa dan Haruka. Dulu Akino seperti itu, makanya dia muak dengan geng tersebut.
"Ya.. setiap malam kan Yoshiko suka berkeliaran di tengah jalan, habis itu dia menggoda semua lelaki yang ada di jalanan itu. Hahahahahaha!", terdengar ejekan dari Saki yang sungguh menyakitkan hati.
Yoshiko yang tadinya mendengarkan percakapan seru diantara mereka, sekarang malah berbalik mengejeknya. Saki dan Mika dengan puasnya mengejek Yoshiko "pelacur", Miyuki dan Kaoru hanya ikut tertawa mendengarnya. Padahal tidak ada sesuatu yang terjadi pada Yoshiko, itu hanya bulan-bulanan Saki saja. Mendengar hal itu, Yoshiko merasa kesal. Tapi ditahannya agar dia tidak kehilangan teman-temannya itu.
"Hahahaha! Yoshiko genit sih, makanya banyak yang suka. Bwahahahaha!", ejek Mika menambahi, membuat Yoshiko jadi tambah kesal.
Haruka yang baru kembali dari kantin langsung melihat gerombolan gengnya. Dia agak terkejut melihat mereka mengejek Yoshiko. Dengan segera, dia langsung mengikuti gerombolan itu.
"Hei, lagi bicara apa sih? Mengejek Yoshiko lagi ya?", tanya Haruka santai, padahal dalam hatinya kesal.
"Haha! Habis dia lucu sih!", jawab Saki sekenanya.
Haruka sekilas melihat raut wajah Yoshiko yang merah, entah karena kesal atau malu karena ejekan itu terdengar di kelas. Sesungguhnya, dia membela sahabatnya itu. Tapi dia belum bisa berbuat apa-apa, selain menghentikan ocehan Saki yang menusuk hati itu.
Yoshiko yang daritadi terdiam langsung berdiri dan pergi keluar kelas. Itu membuat Saki dan ketiga teman hebohnya itu bingung sejenak, tetapi mereka langsung tertawa. Tawaan keras dari Saki terdengar sampai kelas sebelah, membuat Yoshiko malu. Yoshiko berlari menuju toilet, dan menatap dirinya di depan sebuah kaca yang cukup lebar untuk merapikan penampilan sebelum keluar dari toilet. Tak sadar, air mata keluar dari pelupuk matanya.
"Kenapa? Kenapa dia begitu kejam? Apa dia tidak memikirkan perasaan orang lain? Meminta bayaran hanya untuk keluar dari geng.. mengejek sepuas-puasnya.. aku muak! Aku tidak tahan lagi akan hal ini!", ujar Yoshiko kesal sambil menangis, dia tidak kuat menerima ejekan yang membuatnya malu setengah mati itu.
Sejenak, dia melihat ke sekitarnya. Kosong, tidak ada siapa-siapa selain dia. Tetapi, disampingnya dia melihat sebuah koran yang tergeletak tak jauh darinya. Yoshiko menghapus air matanya dan mengambil koran itu. Dia membaca bagian headline di koran itu, tentang berita yang cukup populer dan menegangkan. Membuat semua warga gempar.
"Jigoku.. Shoujo..?"
"Apa, taichou? Kita mendapat tugas untuk yang pertama kalinya??", tanya Rangiku kaget.
Hitsugaya menjawab setelah menyeruput teh hijaunya, "Ya, itu atas perintah Soutaichou. Tetapi.. kita harus siaga, karena kita tidak tahu kapan gadis yang bernama Enma Ai itu mulai beraksi."
Malam yang cukup larut, hampir jam 12 malam. Hitsugaya dan Rangiku masih belum tidur, takut sang gadis neraka tersebut memintanya untuk menemani. Selagi menunggu, mereka mengobrol sejenak.
"Lalu.. apa yang harus kita lakukan nanti, taichou?", tanya Rangiku penasaran.
"Selagi Enma Ai itu memberikan petuahnya kepada orang yang membutuhkan bantuannya, kita harus melihat siapa orang tersebut. Dan kita harus mengintainya dan mengawasi gerak-geriknya.", balas Hitsugaya datar.
Rangiku mendengarnya dengan wajah ceria, "Kalau begitu, kita tidak akan kedatangan hollow kan??"
"Ada, jika datang.", tanggap Hitsugaya, Rangiku langsung melemaskan bahunya. "Ah, kita juga dibantu oleh Kuchiki Rukia bersama Kurosaki dan teman-temanya, jika hollow tersebut menganggu tugas kita."
"Wuah.. kalau begitu bagus! Tugas kita jadi ringan!", balas Rangiku semangat.
Tak lama kemudian, seorang shinigami mengetuk pintu kantor Divisi 10 tersebut. Hitsugaya menyuruhnya masuk. Lalu, dengan segera shinigami itu memberitahukan sesuatu pada Hitsugaya.
"Jigoku Shoujo sudah menerima klien dari dunia nyata, anda diharap segera pergi menemuinya.", kata shinigami tersebut. Hitsugaya mengangguk dan shinigami tersebut pun pergi. Dia yang sedari tadi duduk di meja kerjanya, segera berdiri sambil mempersiapkan zanpakutounya. Lalu dia menatap Rangiku, Rangiku mengangguk.
"Ayo!"
--x--
Hitsugaya dan Rangiku bersama Ai dan juga pengawalnya, sudah sampai berada di rumah sang klien. Gelap dan dingin, itulah suasana tengah malam itu. Hitsugaya dengan sigap melihat wajah sang klien, begitu juga Rangiku.
"Taichou, itu orangnya?", tanya Rangiku.
Hitsugaya mengangguk, "Iya, biarkan Enma Ai melaksanakan tugasnya dulu."
Dilihatnya Ai yang secara gaib menembus dinding rumah tersebut. Dengan langkah perlahan, Ai pun melaksanakan tugasnya sebagai.. Jigoku Shoujo..
--x--
"Kumohon.. datanglah.. aku meminta bantuanmu.."
Yoshiko menggenggam kedua tangannya, berharap Jigoku Shoujo cepat datang. Tadi, dia sudah memasukkan nama Saki ke situs Jigoku Tsushin tepat jam 12 malam. Dia merasa kesal akan Saki yang sombong dan seenaknya. Dia berpikir, balasan untuk orang seperti Saki adalah neraka.
Sekilas, dia melihat tirai jendelanya tertiup angin semilir. Angin yang dingin dan mencekam. Membuat bulu kuduk Yoshiko berdiri, dia merasa sedikit takut. Namun, ketika dia menoleh ke belakang, dilihatnya seorang gadis berambut hitam panjang memakai seifuku hitam. Yoshiko pun terkejut.
"Aku.. Enma Ai..", kata gadis tersebut.
Yoshiko yang masih terkejut mengerjapkan matanya, "Kau.. Jigoku Shoujo..?"
"Terimalah ini..", kata sang Jigoku Shoujo tersebut sambil menyerahkan sebuah boneka padanya. "Kalau simpul itu kau lepas, kau bisa mengirim orang yang kau benci ke neraka.. tetapi, kau akan ditandai.. dan mendapatkan imbalan.."
"Imbalan?", heran Yoshiko.
"Jika dendammu terbalaskan.. setelah kau meninggal suatu saat nanti, rohmu akan masuk ke dalam neraka."
Yoshiko membelalakkan matanya, kali ini dia terkejut bukan main. Neraka.. tempat berkumpulnya orang-orang berdosa.. tempat yang panas dan gersang.. hah, dia sudah tidak bisa membayangkan lagi seperti apa neraka itu.
Dan sekejap, dia melihat api disekelilingnya. Melingkari dirinya. Dan dia pun diseret oleh roh-roh berhawa panas dan juga menyeramkan. Yoshiko takut, dia takut.
"TIDAAAAAAAKK!"
Begitu Yoshiko mengerjapkan matanya, dia melihat keadaan kamarnya yang seperti tadi. Dia melihat ke sekitarnya, Jigoku Shoujo sudah pergi. Yoshiko pun menghela nafasnya sambil melihat boneka yang berada di genggaman tangannya. Dia berharap, dengan ini semuanya akan berakhir.
"Keputusan selanjutnya.. berada di tanganmu sendiri.."
Keesokan paginya di sekolah, dia kembali dikejutkan oleh pernyataan Saki yang menyakitkan. Dia dikeluarkan dari geng, tanpa alasan yang jelas. Merasa tidak adil, Yoshiko protes tentang hal itu.
"Memangnya ada apa denganku?? Apa salahku pada kalian?!", tanya Yoshiko sedikit berteriak.
"Sudahlah! Jangan banyak bicara! Besok kau harus membayar uang 99 yen pada kami!", kata Miyuki kasar.
"Itu tidak adil!", ujar Yoshiko, namun tiba-tiba saja ada yang mendorong kepalanya dengan keras. Siapa lagi kalau bukan Kaoru.
"Banyak omong kau!", kata Kaoru.
Yoshiko merasa kesal akan hal ini, kemudian dia membawa tasnya dan pergi ke meja yang terdekat dengan Akino. Saki dan yang lainnya hanya tersenyum licik. Akino bingung melihat Yoshiko yang sudah duduk disamping mejanya, dia melihat wajah Yoshiko yang merah.
"Yoshiko, ada apa denganmu?", tanya Akino pelan.
"Pengacau itu.. Saki..", jawabnya mendesis.
--x--
Di dekat jendela, terlihat Hitsugaya bersama Rangiku yang mengintai Yoshiko. Sebenarnya, tadinya mereka berdua ingin memakai gigai dari Urahara dan mengintai secara manusiawi. Tetapi, karena Hitsugaya sedang merasa bosan memakai gigai, akhirnya dia dan Rangiku mengintai dalam wujud shinigami.
"Wajahnya.. terlihat sekali kalau dia merasa sakit hati akan hal itu..", ujar Hitsugaya pelan.
Rangiku membalas, "Hem? Sepertinya begitu, taichou. Anak yang bernama Saki itu memang sungguh egois! Wajar saja kalau.. siapa namanya?"
"Amizuki Yoshiko."
"Ya! Wajar kalau Yoshiko marah, iya kan?", kata Rangiku melanjutkan.
Hitsugaya menghela nafas, "Siapa tahu? Kita lihat saja nanti, apa dia akan.."
Saat itulah, dia merasakan sebuah reiatsu dari arah barat dimana dia berdiri. Hitsugaya segera bershunpo kearah dimana dia merasakan reiatsu itu. Benar saja dugaannya, hollow kembali datang.
"Ck! Lagi-lagi..", Hitsugaya mendecak. Dia bersiap dengan zanpakutounya, tapi..
"Toushiro!!"
Tanda kemarahan Hitsugaya langsung muncul seketika, "Hitsugaya-taichou!"
Dilihatnya Ichigo bersama dengan Rukia. Rukia mengalihkan pembicaraan, "Hitsugaya-taichou, bagaimana keadaan disini?"
"Ya.. semuanya akan baik-baik saja, jika hollow itu tidak datang.", jawab Hitsugaya sambil menatap hollow tersebut. Namun, dia terbelalak melihat hollow itu tidak cuma satu. Semuanya pun juga terperangah.
"Cih, aku benci hal seperti ini..", ujar Hitsugaya yang sudah siap dengan Hyourinmaru. Ichigo, Rukia, dan Rangiku juga sudah bersiap dengan zanpakutou masing-masing. Tetapi, tiba-tiba saja datang ketiga pengawal Jigoku Shoujo menghampiri mereka.
"Maaf jika menganggu..", kata Ichimoku.
"Kami ingin menyampaikan sesuatu..", Hone Onna melanjutkan.
Hitsugaya menngerutkan dahinya, "Ada apa?"
"Kami akan melakukan tugas yang sesungguhnya. Jadi.. tolong jangan sampai makhluk aneh itu mengganggu tugas kami. Mohon bantuannya..", Wanyuudo menjelaskan.
Hitsugaya diam sejenak, lalu mengangguk. Akhirnya mereka bertiga pergi, dan sekarang mereka berempat kembali fokus pada hollow-hollow tersebut. Tanpa basa-basi lagi, Hitsugaya memimpin mereka dan bershunpo mengenyahkan hollow itu.
"Soten ni Zase.. Hyourinmaru!"
Beberapa hollow pun langsung enyah dihajar Hyourinmaru. Ichigo, Rukia, dan Rangiku juga ikut membantu. Mereka pun terus menghabisi hollow-hollow itu selama Jigoku Shoujo bertugas.
Saki sedang berada di toilet sekarang, dia ingin tersenyum dan tertawa puas melihat Yoshiko yang tidak bisa berbuat apa-apa. Dia merasa senang melihat Yoshiko seperti itu, dia menganggapnya sebagai gadis lemah yang tak bisa apa-apa. Dia tersenyum dan tertawa, puas.
Tetapi, ketika dia ingin keluar dari toilet, pintu tersebut terkunci. Saki mulai panik. Dia menggedor pintu dan berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang menolongnya. Namun, disaat menoleh ke belakang, dilihatnya sosok Yoshiko yang pucat. Saki mulai mengumbar ejekan lagi.
"Hei bodoh! Sedang apa kau disini, hah?!", kata Saki lantang.
"Aku ingin memberikan bayaran untukmu.", kata Yoshiko datar.
Yoshiko berjalan menghampiri Saki, dengan senyuman liciknya Saki tertawa. Tetapi, yang diberikan Yoshiko bukanlah uang. Melainkan besi tipis berlapiskan lidah api yang sangat panas, berbentuk seperti uang.
"Bodoh! Ini kan bukan uang! Kemana perginya matamu?!", bentak Saki kasar.
"Ini.. uang dari neraka.."
Secara tiba-tiba, Yoshiko melempat besi panas itu ke tubuh Saki. Spontan, Saki berteriak ketika besi itu mengenai kulitnya yang putih. Dalam hitungan menit, tubuh Saki pun melepuh karena terkena besi itu. Dan seketika, sosok Yoshiko menghilang entah kemana.
"AAAAAAAHHHH!! PANAAAAASS!!"
Selagi Saki merasakan panasanya besi itu, Ai bersama ketiga pengawalnya datang menghampirinya. Mendengar dan melihat betapa malangnya nasib gadis itu.
"Hoo.. kasihan sekali..", kata Hone Onna.
"Ya, meski begitu dia harus menerima balasan atas perbuatan kejamnya itu.", tambah Ichimoku.
Wanyuudo mengangguk, "Ojou.. sekarang saatnya.."
Dengan berbalut kimono hitam, Ai, sang Jigoku Shoujo, menjalankan tugasnya…
"Bayangan menyedihkan yang tersesat dalam kegelapan… selalu menyakiti orang lain… jiwa yang tenggelam dalam dosa…
Lebih baik mati saja!"
"Hah? Apa-apaan ini??", kata Ichigo.
Ketika mereka bertarung melawan hollow-hollow itu, jumlah mereka begitu banyak sekali. Tapi, baru beberapa menit saja mereka melawan, hollow tersebut langsung lenyap entah kemana.
"Lho? Rasanya kita baru saja bertarung..", Rangiku terheran-heran, "Taichou!"
"Sepertinya.. Enma Ai sudah menjalankan tugasnya. Berarti, tugas kita pun selesai.", balas Hitsugaya sambil menaruh kembali Hyourinmaru ke sarungnya.
Rangiku berbinar-binar, "Wuah! Benarkah itu, taichou?? Yay!"
Ichigo dan Rukia hanya sweatdropped melihat Rangiku. Dan.. sebenarnya, Ichigo belum tahu kenapa dia mendadak ditugaskan untuk membantu Hitsugaya bersama Rukia. Tentang Jigoku Shoujo apalagi, dia belum tahu sama sekali hal itu.
"Rukia.. sebenarnya ada apa ini?", tanya Ichigo bingung.
Rukia tertawa kecil, "Ah, kau belum tahu ya? Aku lupa memberitahumu, hehe.. ini kan dalam tugas membantu Jigoku Shoujo."
Ichigo tambah bingung, "Jigoku Shoujo?"
"Gadis neraka yang membantu membalaskan dendam manusia yang ada di bumi. Orang yang didendami oleh manusia yang meminta bantuannya akan dimasukkan ke dalam neraka.", jawab Hitsugaya tanggap.
"Oh.. begitu. Lalu, kenapa kau ada disini?", Tanya Ichigo lagi.
"Seluruh kapten di Gotei Juusantai diminta tolong oleh Jigoku Shoujo tersebut. Dia menerima klien-klien dari kota ini, dan akhirnya dia tinggal sementara di Seireitei. Lalu, dia meminta tolong pada semua kapten agar menemaninya disaat bertugas. Katanya.. untuk meminta memandu selama dia bertugas di kota ini.", jawab Rangiku menambahi.
Ichigo mengangguk, "Oh.. jadi kalian diminta tolong, begitu?"
Hitsugaya mengangguk. "Ya.. dan kuharap, semuanya akan berjalan dengan tenang.."
--x--
"Apa?! Saki menghilang?!", kata Miyuki kaget.
Semua anggota geng pun panik bukan main, mereka telah kehilangan ketua mereka. Tetapi, bagi seorang Yoshiko tidak. Yoshiko melihat kerumunan geng tersebut, lalu memumdukkan wajahnya. Dilihatnya sebuah tanda berbentuk lingkaran berada di dadanya.
"Semoga.. bisa jadi lebih baik.."
~ Anata no Urami.. Harashimasu… ~
STRESS!! EMANG!! –digiling- oh my.. gomenasai, minna.. jelek ya? (T.T) harap maklum klo cerita awal itu dimulai dari OC, biasanya klo di Jigoku Shoujo begitu. Awal-awal klien, ujung-ujung baru Jigoku Shoujo-nya.. huhu.. –nangis gaje- o ya, di fic ini gak ada namanya "pairing". Gomen ne.. karena ini general genre-nya.. paling juga ada hint, tapi gak tau juga deh.. (-_-") o ya, untuk mantranya Ai.. aku dapet nyontek di Nakayoshi, hehe.. gomenasai, minna! (T_T) klo ada yang janggal, kasih tau aku ya!
O ya, jalan kehidupan Yoshiko itu diambil dari kisah hidupku waktu masih SD. Hehe.. jadi inget masa lalu.. (^_^') sebel banget aku waktu SD digituin, idiih.. waktu itu aku keluar disuruh bayar juga. You know? Dalam aplikasi converter di hape papa, 99 yen itu sama dengan 7 ribu rupiah. Bayangin gak? Ngeluarin uang 7 ribu cuma buat keluar dari geng?! Gak banget deh! (-_-") tapi.. aku udah mulai pisah ma mereka, kecuali yang jadi si Haruka itu. Hehe.. eh, kok jadi curhat ya?
Nah, saatnya minta tolong! Begini, Jigoku Shoujo pasti butuh klien kan. Dan, aku bingung klien yang kayak gimana. Untuk itulah, aku.. membuka lowongan OC!! –nari-nari gaje- oke, klo ada yang berminat, tolong diiisi..
Nama untuk jadi OC (example. Amizuki Yoshiko):
Ciri-ciri:
Nama orang yang kalian benci seumur hidup kalian (example. Miyamoto Suzuki):
Ditunggu ya, hehe.. makasih banyak, minna.. (^_^) o ya, ada sedikit spoiler lho.. mau tahu ndak? Klik aja!
azumivivie(dot)blogspot(dot)com
Nyaa~ sebenernya itu blog punyaku, hehe.. ada yang punya blog gak? Tukeran link yuk! XD wuoh, udah ah! Kepanjangan! Setelah dibaca.. tolong di-review ya.. saran dan kritik diterima saat ini, karena aku lagi stress… =D dan jangan lupa dengarkan lagu Velonica dari Aqua Timez ya.. –gak nyambung-
Thanks for RnR!
Mizuhashi Azumi -Uchiha
