Do You Love Me?

Main chara: ShikaTema

Chapter 12: Friendship, Love or Career? (Part One)

-

-

-

Disclaimer: Naruto en pren © Masashi Kishimoto

The story © 'Aka' no 'Shika'

Theme songs © penyanyinya masing-masing...

Summary: Apakah yang akan dipilih para personil Aqua Timez? Persahabatan, cinta, atau karir? Akankah persahabatan mereka akan hancur begitu saja? Ataukah ternyata cinta mereka yang akan kandas ditengah jalan? Atau malah band mereka yang akan bubar? Semua kan dibahas selincah (?) KERA SAKTI!!!~^,*~

"Jadi, gimana Shik?" tanya Sasuke yang kebingungan.

"Gue gak tau. Dan gue juga gak mau tau." Ucap Shikamaru cuek.

'Pasti gue yang kepilih!' pikir seseorang.

'Gue harus kepilih! Gak peduli ama yang lain!' tekat orang yang lainnya.

Kini suasana keenam orang tersebut sangatlah tak biasa. Bagaimana tidak? Biasanya keenam personil Aqua Timez tersebut pasti ribut. Entah itu si Sasuke dengan si Naruto yang saling ejek, atau kebiasaan Sai yang suka menanyakan hal-hal tak penting kepada teman-temannya. Sekarang mereka berenam berjalan tanpa suara sedikitpun. Hanya terdengar langkah kaki dari sana-sini dan teriakan para FG mereka saja yang terdengar.

"Hey! Kalian habis ngapain dari kantor Tsunade-sama?" tanya seseorang yang sontak mengagetkan keenam pria terelit di sekolah itu. Orang itu rupanya Sakura yang datang bersama teman-temannya.

"Ah, Sakura. Nggak habis ngapa-ngapain kok." Ujar Sasuke berusaha menutupi keadaan.

"Hina-chan. Aku belum selesai makan nih tadi. Masih laper." Gumam Naruto genit ke Hinata. Bermaksud untuk meminta sedikit -banyak- somay yang sedang dilahap Hinata dengan enaknya.

"Eh? Na... Naruto-kun mau minta?" tanya Hinata –yang blushing— sambil menyodorkan somaynya ke arah Naruto.

"Wah, Hina-chan! Mau banget aku. Makachih ya!" ucap Naruto –dengan lebaynya— kemudian memeluk Hinata dan melahap beberapa potong somay. Hingga sisa setengah.

"Wah. Sori yah, Hina-chan. Kuhabisin setengah. Habis lapar banget sih. Hehehe..." ujar Naruto sambil nyengir kemudian mengembalikan –setengah— somay Hinata.

"Ga-gak papa kok, Naruto-kun. Aku ikhlas." Jawab Hinata lembut dam mengambil kembali somaynya yang tinggal separuh dari isinya semula (Hinata, kamu terlalu baik... Hiks hiks *auhtor nangis lebay*).

"Naruto, lu rakus banget sih? Ama cewek lu sendiri juga." Seru Ino mencibir.

"Gak papa dong! Hinatanya juga gak marah! Kok malah elu yang sewot?" balas Naruto tak kalah mencibir.

"Ye... Mulut mulut guwe! Shuka shuka guwe donkz!"

"Ten, aku mau bicara ama kamu." Bisik Neji di telinga Tenten tiba-tiba. Tanpa sempat mengatakan sepatah kata, Tenten langsung ditarik Neji untuk mengikutinya. Ia mengajak Tenten ke ruang loker.

"A... ada apa, Neji?" tanya Tenten yang kaget.

Setelah sampai di loker yang sepi, Neji menghentikan langkahnya. Otomatis Tenten juga ikut berhenti. Tiba-tiba saja Neji menghimpit paksa tubuh Tenten di atas rak loker (Itu lho, posisi kayak orang mau... ya, gitu deh) (Pembaca: Gue gak ngerti maksud lo!). Dengan posisi Tenten terhimpit diantara rak loker dan tubuh Neji.

"Ada apaan sih, Neji? Lepasin! Kamu jangan kurang ajar, deh!" Tenten meronta-ronta minta dilepaskan dari cengkraman maut Neji. Memang dasar laki-laki, kekuatannya kuat. Tenten pun akhirnya pasrah saja. Terserah deh, Neji mau ngapain!

-

-

-

Di dunia author...

Tenten: Author jahat! Kok aku kea mau diperkosa gini sih?! Aku gak terima! *Tenten ngelaporin aku ke polisi dengan tuduhan perencanaan pemerkosaan*

Author: Yee... Tenten mah sabar dulu atuh. Ceritanya aja belom kelar, akunya udah dituduh macem-macem. *narik-narik tangan Tenten* Udah cepetan balik ke dunia kamu lagi! Neji mau ngomong tuh! *aku balikin Tenten ke Naruto fic world pake evoker (Mank bisa ya???)*

End of dunia author...

-

-

-

"Aku cuman mau bicara ama kamu, Tenten." Ucap Neji melembut.

"Ka-kamu mau bicara apa?" tanya Tenten. Kemudian Neji melepaskan cengkraman tangannya.

"Kamu... rela gak... kalo aku pergi?" tanya Neji serius. Namun Tenten sama sekali tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Neji.

"Ha? Maksud kamu apaan sih? Aku gak ngerti?" tanya Tenten sambil memiringkan kepalanya.

"Begini, yang pas Tsunade-sensei manggil kami berenam tadi itu... Salah satu dari kami diminta untuk mendapat beasiswa sekolah musik di Itali. Nah, aku mau nyalonin diri. Berhubung juga yang lain pada gak minat (Sok tauk lo, Ji!). Jadi, yah, kamu rela gak kalo aku yang ngedapetin beasiswa itu, dan... pergi ke Itali selama 4 tahun?" jelas Neji dan tepat di kalimat terakhir ia melembutkan suaranya.

"A... apa? Aku... Aku nggak rela!" jawab Tenten terputus-putus. Dan dikalimat terakhirnya ia berteriak.

"Tenten! Aku..." (Neji)

"Pokoknya aku gak rela! Aku gak mau kehilangan kamu! Kita kan baru sehari pacaran, masa udah mau putus sekarang sih?" tanya Tenten yang marah kemudian menangis dan berlari.

"Pokoknya aku gak mau! Titik!!" bentak Tenten dan berlari meninggalkan Neji yang terdiam bagaikan patung.

'Sial! Kenapa aku bisa keceplosan sih, bicara gitu? Padahal kan belum tentu aku yang bakal kepilih! Aku ini benar-benar bodoh!' runtuk Neji dalam hati sambil memukul rak loker.

"Aduh! Sial! Sakit banget!" runtuk Neji yang tangannya kesakitan karena memukul loker.

"AHO~ AHO~" terdengar burung-burung berkata –bodoh-bodoh-.

Kita kembali ke Naruto dkk...

"Kamu kenapa, Ten?" tanya Temari yang melihat Tenten menangis ketika ia baru saja datang.

"Ah. Enggak ada apa-apa kok. Udahlah." Tenten kemudian menyeka air matanya. Akhirnya perlahan-lahan air matanya hilang.

TENG TENG... TENG TENG...

"Wuih! Udah masuk!" teriak Naruto.

"Males nih. Habis ini pelajarannya Anko-sensei!" gerutu Sasuke. Baru kali ini Sasuke merasa malas dengan yang namanya pelajaran. Biasanya dia yang paling semangat belajar diantara teman-temannya. Lain dengan Shikamaru yang selalu tidak semangat. (Anak baik jangan tiru dia ya! Tiru kak Sasuke ama author aja! *author dilemparin bayam busuk ama pembaca*)

"Kami ke kelas dulu, ya! Bye bye Sai!" pamit Ino dan langsung ia menyeret Sakura ke kelas mereka.

"Ino! Nanti pulangnya bareng yuk!" ajak Sai.

"Oce deh!" balas Ino sambil mengedip.

"Sasuke, aku ke kelas dulu, ya!" pamit Sakura sambil melambaikan tangannya ke Sasuke. Dan pergilah ia bersama Ino.

"Yo!" hanya itu tanggapan Sasuke.

"Gue balik ke kelas dulu yah, bro!" ucap Naruto dan pergi ke arah kelasnya.

"Yo!" lagi-lagi Sasuke beranggapan begitu.

"Sai! Sampai kapan lo mau bengong? Habis ini pelajarannya Mister Aoba neh! Nanti kalo telat bisa-bisa kita dijadiin sales kacamatanya!" teriak Naruto ke Sai yang terbengong-bengong di tempat.

"Oh, ya! Ya ampun lupa! Ntar gue disuruh yang kayak gituan! Yuk yuk!" kali ini ia berlebay-lebay gayanya. Jadi kayak Ino.

"Kita juga deh, Ten! Sampai nanti, semua." Ucap Temari dan mengajak Tenten ke kelas mereka.

"Kita juga Hinata." Ajak Gaara dan langsung meninggalkan kedua lelaki berambut teraneh di SHS Konoha itu di tempat.

"I... Iya." Jawab Hinata patuh (Sebenarnya Hinata ini pacarnya Naru ato Gaara sih? Kok patuhnya ama Gaara?).

"Kalian ini, ayo ke kelas!" suruh Matsuri ke kedua lelaki tersebut.

"Duluan aja." Seru Sasuke.

"Kalo gitu aku duluan!" lanjutnya lagi.

"Neji kok belum balik-balik sih? Gue jadi cemas deh ama dia." Gumam Sasuke.

"Entahlah. Tenten juga tadi pas balik ke sini sambil nangis. Emang Neji ngapain dia sih?" tanya Shikamaru yang penasaran. Akhirnya mereka bukannya ke kelas, tapi malah mencari Neji sambil bergosip ria.

Sementara itu Neji, ia malah minta saran sama author...

-

-

-

Di dunia author...

Author: Ngapain lu datang ke dunia gue? *aku jadi judes*

Neji: Bantuin gue dong! Gue lagi ketiban masalah besar banget nih, Aka-san.

Author: Gue tau masalah lo. Wong gue authornya juga, ya pasti gue tau lah!

Neji: Kalo gitu, napa lo buat gue jadi bego' banget tadi? Gue gak terima tauk! *nggebrak laptop aku*

Author: Heh! Lo mau gue kasih pencerahan kagak? Jangan ngelunjak deh, sampe laptop yayank gue rusak! Gue gerek pala lo! *tunyuk-tunyuk pipi Neji pake hand gun yang dipinjem dari Etta*

Neji: *nampis tangan aku* Iye iye... Cepetan gih, gue musti gimana sekarang?

Author: Ya minta maaf lah! Mau gimana lagi? Sapa suruh lo jadi bego gitu? *aku julurin lidah* Weekz...

Neji: Kan elu yang buat gue jadi gitu! Pokoknya gue gak terima nih! Gue panggil bapaknya Juumonji baru tauk rasa lo! *nelpon bapaknya Juumonji*

Author: Woy! Jangan dong! Ampunin gue deh! lagi gak ada ide nih, makanya gue buat konflik elu ma Tenten! *ngerebut hp dari tangan Neji* Udah, sana balik! *dorong Neji ke pintu kemana sajanya Doraemon* Tenang aja, gue bakalan buat hidup lo cerah lagi kok! *nutup pintu kemana saja*

Neji: *nyungsep, balik lagi ke habitatnya*

End of dunia author...

-

-

-

"Ya! Betul banget kata si author dodol itu, gue musti minta maaf! Harus! Tapi caranya..." tekat Neji setelah mendapat pencerahan –gak bener— dari author.

"Neji! Lo dimana?" terdengar suara teriakan memanggil-manggil nama Neji.

"Sas! Tuh Neji! Ji, ngapain lu disini?" tanya Shikamaru yang menemukan Neji sedang meringkuk sendirian di ruang loker.

"Lho, kok kalian tau gue disini?" tanya Neji yang bingung karena persembunyiannya diketahui oleh kedua temannya.

"Kita udah keder nyari bolak-balik elu gak kemana sih?" tanya Sasuke sambil berkacak pinggang dan dengan napas yang tersengal-sengal dan omongan yang sangat tidak nyambung.

"Iya nih. Lo bikin kita-kita panik tau!" omel Shikamaru.

"Sori sori. Gue udah cemasin kalian. Oya! Kalian mau bantu gue gak?" tanya Neji kemudian menyuruh ShikaSasu (Kok jadi pair yaoi ya?) untuk duduk.

"Bantuin apa?" tanya Sasuke sambil duduk di samping kiri Neji.

"Tapi, janji ya kalian gak bakal marah ama gue..." ucap Neji takut-takut.

"Untuk apa kita marah? Udah seharusnya kan sesama temen musti saling bantu?" tanya Shikamaru sambil –senyum andalannya yang kea di lagu Closer ntuh— mendudukkan dirinya di sebelah kanan Neji.

Neji pun menceritakan segala penyebab kegalauan hatinya. Mulai dari marahnya Tenten ke dirinya sampai masalah beasiswa itu (Bukannya beasiswa dulu baru yang Tenten marah ya? Sa bodo ah!)

"Jadi?" tanya Sasuke dengan ekspresi datar.

"Gue minta saran, gimana cara gue minta maaf ama Tenten. Tadi gue udah nanya ama author fic ini (Kok gue diikutin sih?), tapi sarannya mah gak mutu! Bukannya hidup gue makin cerah, malah tambah suram. Jadi, tolongin gue dong. Pliz..." pinta Neji sambil mengatupkan kedua tangannya. Meminta tolong.

"Hmmm... Gue pikir-pikir dulu yah?" tanya Sasuke, kemudian ia berpikir. Bukannya berpikir tentang masalah Neji, malah ia berpikir kencan nanti malam dengan Sakura.

"Shik, lo juga bantuin gue dong! Otaklu kan jenius 1000 kali lebih jenius dari gue! Tolong dong!" ucap Neji sambil memegang tangan Shikamaru bagaikan orang yang mau mencium tangan pacarnya.

"Paan sih lu, Ji? Lepasin ah! Jijik gue!" suruh Shikamaru. Neji pun melepaskan genggaman tangannya dengan ekspresi yang amat sangat patut untuk dikasihani.

Shikamaru pun mulai berpikir. Kini ia berpikir sambil menggunakan segel khasnya (Gak tau deh apaan!) yang biasa untuk ia berpikir itu. Dan dalam sedetik, ia langsung muncul di dunia author memakai jurus teleportasi.

-

-

-

Di dunia author...

Shika: Duh, Aka-san. Bantuin gue dong. *mandang aku pake tatapan innocent*

Author: Bantuin apa? *aku berlagak sok jual murah (Ya elah!) dan memasang wajah imut*

Shika: Neji ketiban masalah nih ama Tenten. *Shika duduk samping aku*

Author: Oh, masalah itu tho? Gampang kan, tinggal minta maaf. Truz, ya gitu deh! *aku pura-pura gak mandang Shika*

Shika: Tapi katanya gak mutu tuh! Yang lebih romantis lagi dong Aka-san! *Shika mukul meja belajar aku*

Author: Duh, Shika! Jangan dipukul dong nih meja! Mahal belinya! *aku laporin Shika ke bapaknya Kid* Halo! Bapak Kid disana? (Kok nyambung ke sini sih??)

Bapak Kid: Ya, nak. Disini bapaknya Shien Mushanokoji alias bapaknya Kid. Ada apa ya?

Author: Boleh nyewa Kidnya gak untuk nembakin orang yang mau nyoba menghancurkan perabotan rumah saya, pak? *aku ketawa di balik telpon (?)*

Bapak Kid: Maaf, nak. Gak bisa. Kidnya lagi ngonser ama temen-temennya. Ya udah ya, nak. Bapak sekian dulu. Pulsa bapak mau habis nih. *nutup telpon*

Author: Huh! Orang kaya gak modal! *sembur-sembur* Oya! *dapat pencerahan* Aku ada ide bagus nih! Gini ya... *bisik-bisik ke telinga Shika*

Shika: Bagus banget idenya, Aka-san! Kamu memang author jenius! (Jenius dari hongkong?!) *Shika nyium aku di pipi (Makin gaje aja nih mimpi!)*

Author: Duh, Shika. Entar bilangin Tema lo, kamu selingkuh! Udah, sana balik ke duniamu! Bilangin Neji! Aku juga mau ngetik lanjutannya lagi! *megang-megang pipi ndiri*

Shika: Yep! *balik ke Naruto fic world pake teleportasi no jutsu*

End of dunia author...

-

-

-

"Duh, lama banget sih, si Shika mikir?" keluh Neji.

"Gue dapet ide! Tapi bukan ide gue, idenya Aka-san!" teriak Shikamaru seketika. Sontak mengagetkan Neji dan Sasuke.

"Ha? Paan? Ide gak mutu lagi?" tanya Neji bertubi-tubi.

"Nggak! Menurut gue, ini ide yang bagus." Serga Shikamaru.

"Ya udahlah, Ji. Lo dengerin aja dulu idenya. Kalo Shikamaru udah bilang bagus, berarti idenya emang bagus." Timpal Sasuke.

"Ya udah deh. Apaan idenya?" tanya Neji penasaran.

"Gini, lo nyanyiin sebuah lagu untuk Tenten. Lagu yang romantis gitu. Biar Tenten terharu, dan mau lagi ma elu!" saran Shikamaru (Siapa dulu authornya??? *author ditinjak pembaca*)

"Ide bagus." Komen Sasuke.

"Oke. Tapi lagu apaan?" tanya Neji bingung.

"Lagu... Ng... Aha! Yang itu aja! Yang lu ciptain bedua ama Lee itu!" jawab Shikamaru.

"Ha? Yang itu? Serius lo?" tanya Neji shock.

"Yup!"

"Kapan gue minta maaf ama dia?" tanya Neji lagi.

"Makin cepet makin bagus. Gimana pulang sekolah ini?" saran Sasuke.

"Gue terima dengan senang hati saran elu." Jawab Neji.

Kita skip ke bagian pulang sekolah...

Saat ini, sudah ada Neji, Tenten, Sasuke, Sakura, dan Shikamaru. Mereka sengaja berkumpul berlima untuk membicarakan sesuatu.

"Ayo, Ji. Bilang!" dukung Sasuke.

"Ya! Katakan kalo lu gak mau pisah ama dia!" ancam Shikamaru.

"Aku gak ngerti deh kalian ngomongin apa." Ucap Sakura tak mengerti.

"Eh, udahlah kalo gitu. Gue ma Sakura balik dulu ya! Selamat berjuang!" Sasuke pun menarik tangan Sakura dan mengajak Sakura pergi meninggalkan NejiTen dan Shika bertiga (Yak! Shika jadi nyamuk!).

"Eh. Gue ke belakang dulu yah! Gue gak mau ganggu acara kalian nih."

"Iya. Pergi sono!" usir Neji.

Shikamaru akhirnya pergi meninggalkan NejiTen berdua.

Kita ke tempat lain, dimana Sai dan Ino berada sekarang...

"Sai, sebenarnya tadi Tsunade-sensei ngomongin apa sih sama kalian?" tanya Ino penasaran sambil menggandeng tangan pacarnya itu.

"Dia bilang ada beasiswa untuk bersekolah musik di Italia. Dan itu dipilih dari kami berenam. Pengundian akan diadakan besok." Jelas Sai.

"He? Wah, enaknya band kalian. Bisa dapet beasiswa gituh." Puji Ino.

"He? Band kalian dapetin beasiswa? Kok bisa?" tanya Temari yang tiba-tiba saja datang dan mengagetkan kedua insan yang sedang dimabuk asrama tersebut. Eh? Asmara maksudnya...

"Ya. Mana kutahu!" jawab Sai sambil menyanyikan lagu 'Mana Kutahu'nya Ari Lasso.

"Ini gak adli! Kenapa cuma kalian? Kenapa band kami enggak?" tanya Temari sambil membentak Sai dan mencibir.

"Duh, Temari. Mungkinkan, Tsunade-sensei beranggapan kalo bandnya Sai lebih keren dari band kita. Maklumlah kan, bandnya Sai isinya cowok ganteng semua." Ucap Ino membela Sai. (Ih, si Ino! Malah bikin Temari makin panas aja!)

"Kok kamu malah ngebanggain band mereka sih? Jadi maksud kamu band kita jelek apa? Kamu nih, gak setia kawan! Aku benci sama kamu!" Temari pun marah dan meninggalkan SaiIno berdua dengan ekspresi pongo.

"Lho, kok dia malah marah sih? Aku kan gak bilang band kita jelek." Gumam Ino kepada Sai.

"Dia tersinggung kali." Tebak Sai sambil tersenyum.

"Duh. Kok jadi gini sih? Kalo Temari udah marah, bisa-bisa kita gak teguran tiga hari tiga malam, nih! Doh, Sai gimana dong?" tanya Ino ke Sai sambil merengek.

"Menurut buku yang aku baca, kalau kita ada salah kepada teman. Kita harus minta maaf dahulu. Tapi, kalo temen kita gak mau maafin ya udah!" jelas Sai sambil membuka-buka buku yang ia bilang itu.

"Ih, Sai! Kamu nih! Itukan novel! Masa kamu ngambil dari situ sih? Sama aja bo'ong dong!" ucap Ino kesal.

"Yaudah, gak usah dipikir lah. Paling besok dia gak marah lagi." Tebak Sai yang mencoba untuk menenangkan Ino.

Kita kembali ke NejiTen...

"Kamu, serius mau pergi?" tanya Tenten yang mulai merasa tenang.

"Nggak! Aku gak akan ninggalin kamu!" tekat Neji kuat. Kemudian ia menggengam erat tangan Tenten.

"Tenten, maafin aku ya? Aku udah bicara yang padahal aku sendiri gak tau bener apa nggak. Kamu mau kan?" tanya Neji lembut.

"Ya, asal kau tak pergi." Jawab Tenten sambil tersenyum.

"Benarkah? Kalau begitu, aku tak kan pergi! Meskipun langit menyuruhku, meskipun bumi yang membawaku, meskipun malaikat Jibril memberikan wahyunya kepadaku untuk ke sana..." ucap Neji –lebay banget en sok puitis— terputus.

Cupp...

Sebuah ciuman mendarat (?) dari bibir Tenten ke bibir Neji. Kali ini bibir mereka sudah bertemu dan lama kelamaan mereka makin memperdalam ciuman mereka.

"Trims ya, kamu udah gak kan berniat pergi." Ucap Tente setelah menyudahi ciumannya.

"Hmm..." ucap Neji (Gak ada yang ngerti apa yang kamu omongin, Neji... -_-")

Kemudian Neji mengambil gitarnya yang tergeletak terlupakan di atas tanah dan mulai memetikkan nada. Membuat sebuah rangkaian nada dan menjadi lagu. Inilah lagu yang diciptakan Neji bersama Lee itu.

Omae ga tonari ni iru

Omae ga waratteiru

Omae ga ureshi soude

ore mo waratta

omae wa mujaki datta

omae wa yasashikatta

omae wa tokidoki naki

ore wa komatta

dare yori tsuyo sa o motome ta ano koro

ore no tatta hitotsu no yowasa ga

omae datta omae datta

omae dattanda

aitai yoru o koete

toki o koete ima aitai

omae ga hokori datta

omae ga subete datta kara

omae ga tsuita uso

ore ni wa totemo yuruse nakatta

ima yoake o mite ita

aa oiru no kaori to asayake no hikari

ASUFUARUTO ni terasareteta kage wa hitori

zasetsu o kurikaeshi te ita ano koro

ore no tatta hitotsu no tsuyo sa ga

omae datta omae datta

omae dattanda

tashika ni omae ga ita

omae ga ita omae ga ita (23)

"Wah, lagu yang bagus. Tapi, rasanya pernah denger deh?" pikir Tenten sambil menggumam.

"Ha? Pernah denger? Dari siapa?" tanya Neji.

"Kalo gak salah sih, dari Lee." Jawab Tenten.

"Yah. GPP deh! Yang penting sekarang kita tetep bersama." Lanjut Tenten lagi.

"Pulang yuk, Ten. Hari ini Naruto ama Hinata pulang bareng. Jadi, gak sama aku Hinata pulangnya." Ajak Neji. Dan akhirnya mereka berdua pulang bersama dengan mengendarai mobil BMW Neji.

Sementara itu, Temari...

"Hu hu... Jahat! Kenapa Ino malah ngebanggain Aqua Timez sih? Mentang-mentang ada pacarnya! Hu hu..." ujar Temari sambil menangis. Sepanjang jalan, ia diliatin oleh orang-orang yang melintasinya.

"Woy, Tem!" panggil seseorang dari sebuah BMW keluaran terbaru yang mewah banget. Dia adalah Shikamaru (Heran nih? Kemaren mobilnya ferarri, sekarang BMW? Apa tiap hari dia gonta-ganti ya? Udah itu sama lagi mereknya ama Neji? Maklumlah, namanya juga orang tajir, banyak duitnya!).

"..." Temari memandang Shikamaru tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Lo kenapa cemberut gitu?" tanya Shikamaru yang melihat ekspresi wajah Temari yang masam ketika melihatnya.

"Huh!" sebuah hembusan nafas pendek keluar dari mulutnya.

"Hei hei! Bukannya kita udah temenan? Kenapa masih aja judes gitu sih?" tanya Shikamaru lagi.

"Bukan urusan lo!" jawab Temari kasar dan langsung berlari meninggalkan Shikamaru yang masih heran dengan kejudesan Temari.

"Temari kenapa lagi sih? Kadang baek, kadang judes. Bingung gue ama makhluk yang namanya cewek itu." Gumam Shikamaru tak mengerti.

Lama terdiam, Shikamaru baru sadar bahwa sudah hampir 15 menit ia melamun di tepi jalan. Semua orang yang melihatnya makin merasa kalau dunia sudah kehilangan banyak orang waras. Karena sudah dua kali dalam saat yang sama mereka melihat dua orang yang saling kenal tersebut bersikap aneh. Yang satu nangis di jalan, yang satu lagi bengong dijalan.

"Sial! Gue diliatin lagi!" ucap Shikamaru jengkel. Kemudian ia menutup jendela mobilnya dan menjalankan mobilnya sambil mendengarkan lagu kesukaannya dari ear phonenya. Sambil menyanyikan beberapa lirik lagu tersebut...

Neorago (Neorago)
Neorago (Neorago)
Nan nobunirago (Neorago)
Neorago (Neorago)

Dareunsaram pilyo obseo nan keunyang neorago
Dashi hanbon mullo bwado nan keunyang neorago

Imi noneun dareun saranghaet kkaetjiman
Nohl chilsuga obseo dashi dolikilsu obseo oh~

Nae nunbit chi deulkowo keu sungane
Gaseum kipi moseul bakdon sungane
Miryeon obshi baro nohreul sontaekhaeseok
Keurae nan neorago

Ona, keu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago
Keu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
Na dashi taeor nandedo ojik nobbunirago
Jakku jakku shigani heullodo

Ona, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultadago mareun ibsol dwedorok
Na dashi taeor nande do ojik nobbunirago
Jakku jakku shigani heullodo
Ona!

Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you oh oh only for you (2x)

Amumaldo pilyo obseo nan keunyang neorago
Nomu neujordago haedo nan keunyang neorago

Jal motdwin sarang ingol algo itjiman
Pogi halsu obseo joldae nohchilsu neun obseo ah ah

Chadichan nae ibsul reul dor bureur ne
Ddeukor ubke nohreur chaja wichi ne

Bulobwado daedab obneun noijiman
Nol kidarindago

Ona, keu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago
Keu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
Na dashi taeor nandedo ojik nobbunirago
Jakku jakku shigani heullodo

Ona, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultadago mareun ibsol dwedorok
Na dashi taeor nande do ojik nobbunirago
Jakku jakku shigani heullodo
Ona!

Oh oh only for you oh oh only for you
Nan neorago neorago naneun (wae moreuni wae moreuni)
Nan neorago neorago naneun na~

Keu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago
Keu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
Na dashi taeor nandedo ojik nobbunirago
Jakku jakku shigani heullodo

Ona, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultadago mareun ibsol dwedorok
Na dashi taeor nande do ojik nobbunirago
Jakku jakku shigani heullodo
Ona!

Neorago (Neorago)
Neorago (Neorago)
Nan nobunirago (Neorago)
Neorago (24)

...Bersambung Dulu...

-αβγ- -αβγ- -αβγ-

Hoaahm... Selesailah chap 12! Makin anehkah ceritanya? Maaf, konflik kali ini baru NejiTen dan sedikit friendship antara Ino dengan Temari. Sepertinya yang malah mau bubar jadi Super Girlz bukannya Aqua Timez. Maklumlah, lagi pusing nih. Mana buatnya malem-malem lagi. Ngantuk... Nih aja aku bela-belain biar selesai. Doakan aja besok pair lainnya ada konflik. Berhubung libur dah mau abis aku pengen ngebut nyelesain fic ini. Jadinya aku harus ekstra cepet mikirin konflik buat pair ato chara lain. Kalo endingnya sih malah udah kepikiran dari lama. Dan maaf juga ya kalo chap ini makin ngelantur, pake dunia duniaan segala. Habis, aku lagi pengen pake humor-humor juga disini (Kepikiran ficku yang Reality sih! Hehe...) en sambil mikirin ide juga. Jadi maaf kalo dengan adanya ini bisa mengurangi kadar kewarasan fic yang emang udah gak waras ini. Huh, langsung aja deh, ke bagian pemberitahuan judul lagu. Lagu dengan nomor urut (23) berjudul It Was You punyanya Kishidan dan merupakan soundtracknya Naruto Shippuden Ed11. Dan yang bernomor urut (24) berjudul It's You (Aku suka lagu ini, untuk merefreshin jiwa. Dan temenku juga suka lagu ini sejak maen Ayo Dance..^.^) dari Super Junior (Kok lagunya kali ini ada It-nya en ada You-nya dua-duanya ya?). Ya udah dulu deh. Aku sudahi chapter ini. Doain agar bisa cepet ke chap berikutnya dan gak kehabisan ide. Jangan lupa review. Akhir kata saya ucapkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuuh... Selamat malam! (kok jadi kea imejnya Rhoma Irama ya?)