Reality

~A Naruto, Yu Gi Oh!, and Eyeshield 21 fanfic~

^_^

Chap. 2

^_^

Disclaimer: Yang namanya anime disini mah bukan milik saya. Saya mah cuma minjam gak pake izin. Takutnya Kishimoto-sen yang punyanya Naruto marah". En nanti kalo Takahashi-sen yang punya Yu Gi Oh! Dupak" saya (meskipun gak mungkin...). lalu ada duo RiichiYusu-sen yang punya Eyeshield 21 nerbangin saya... (sangat mustahil memang). Ya udahlah baca aja deh! ^.^

Summary: Sekarang SMU Hinokuni akan melakukan camping ke Pegunungan Konoha. Bagaimana perjalanan mereka yang dibumbui dengan kekonyolan para chara ini? Mari kita baca!!!__

^_^

Perjalanan ke Pegunungan Konoha

^_^

"Oke!!! Apa semua udah pada ngumpul!?" tanya sang Kepsek, Tsunade-sensei.

"Siap sensei!!!" tereak seluruh murid. Dari kelas X-XII membahana. (Kok kompak ya jawabnya gak nyambung semua???)

"Ryo! Lo bawa handuk nggak?" tanya Bakura, kembarannya Ryo.

"Ya bawalah! Kalo nggak bawa, gimana mau ngelap badan abis mandi?" tanya Ryo yang agak jengkel dengan pertanyaan Bakura tadi.

Kemudian terdengar lagi suara dari sang Kepsek tersebut. "Dimohon setiap ketua kelas untuk merapikan barisan! Kemudian para wali kelas diharap membimbing mereka."

Setelah mendengar itu pun setiap ketua kelas mulai merapikan barisan kelasnya masing-masing. Sasuke yang merupakan ketua kelas X-B itu mengatur barisan dengan dihiasi kegaduhan Naruto. Begitu juga Kaiba, ketua kelas X-D. Sang CEO itu pun harus menghadapi kegaduhan yang dibuat oleh Yugi CS. Bahkan Jounouchi dan Otogi harus kena sasaran empuk sepatu Kaiba sehingga menimbulkan memar di kedua pipi mereka.

Lain lagi di kelas XI-A, kelas yang diketuai oleh Shin. Shin langsung aja membuat tepar teman-temannya yang bandel. Sakuraba hanya gigit jari. Sedangkan Hiruma di kelas XI-B malah ketiban duren runtuh karena semua murid pada takut dengannya. Sampai-sampai Kotaro geleng-geleng kepala karena cemas.

Nah, kelasnya para senpai. The AkaTsukiTerz yang diketuai oleh Pein membuat barisan tersendiri. Sehingga Pein, yang juga ketua kelas XII-A diserapah oleh temen-temennya karena gak mau ngatur barisan. Untung ada Orochimaru-sensei, selaku wali kelasnya yang menenangkan. Di kelas XII-B juga sama, Sasori dan Deidara yang merupakan ketua dan wakil ketua kelas itu hanya bergabung di barisan genk mereka sendiri. Sedang, di kelas XII-F, Temari sedang sibuk memarahi Otawara karena gak mau make' ikat pinggang sehingga celananya melorot terus.

"Nah! Kalau sudah rapi, silahkan masuk ke dalam bis masing-masing!" periantah Tsunade-sen.

Gaara, ketua kelas X-A itu hanya mangut-mangut mendengarnya. Dia dan disusul temen-temennya kemudian Baki wali kelas menumpangi bis #1.

Selanjutnya, diikuti Sasuke and the Genk. Dan juga murid lainnya. Shikamaru yang kedapetan duduk samping Kiba langsung bilang, "Bau lo! Nggak bisa tidur nih!" Kiba yang ngedengernya langsung nyakar Shikamaru.

X-C, kelas Lee juga begitu. Dengan semangat Lee mengajak temen-temennya masuk ke bis. Sedangkan Kaiba yang sedari tadi memperhatikan Atem, akhirnya mendapatkan jitakan spesial dari Pegasus-sensei, wali kelasnya.

Kelas X-E, Marik hampir pingsan melihat temennya yang sudah pada berebutan masuk ke dalam bis. Sedang, kelas X-F yang diketuai Yamato sangat tertib, sehingga mendapat pujian dari Yamato-sensei, wali kelasnya.

Kelas XI-A, Shin masuk, dipunggungi Sakuraba, lalu Wakana, Mai, dan seterusnya sampai penuh tuh satu bis. Pokoknya kayak kereta api dah. Kelas XI-B pada berlarian cepat menuju bis karena takut dimarah Hiruma. Akaba dan Kotaro yang tadinya diem aja jadi ikutan lari. XI-C, Rishid langsung mengomandani dengan toanya. Si kembar MarikMalik yang ngedengernya dari dalam bis pun gemeteran.

Tobi en Hidan yang ketua kelas XI-D dan XI-E malah asik ngerumpi ria. Alhasil, Pein berhasil mendaratkan bogem mentah ke kepala mereka. Dan kelas XI-F, si 'Muka Bokep' a.k.a Kankurou malah masih terbengong-bengong melihat anekinya nyuruh temennya yang berbadan gendut untuk pake ikat pinggang.

"Bengong aja lu! Ntar kesambet!" tereak Sakon dan Ukon, si kembar bersaudara yang sekelas dengan Kankurou. Ternyata semua temen sekelas si bokep udah masuk ke dalam bis. Tinggallah dia seorang di luar.

Kelas XII-A, Pein sudah mengeluarkan Shinra Tenseinya agar semua temen-temennya masuk ke bis. Konan yang menyadarinya hanya berkata, "Ati-ati! Entar jatoh!"

Sedangkan Sasori hanya menebarkan senyum charmingnya ke para gadis-gadis yang sekelas dengannya. Alhasil, tanpa diperintah pun mereka sudah masuk ke bis. Di kelas XII-C, Itachi hanya menebarkan tatapan mautnya ke temen-temennya. Kisame yang ngeliat berucap, "Duh, uke gue mulai dingin nih." Sambil menggaruk-garuk tengkuknya.

Isis, ketua kelas XII-D hanya memberi sedikit aba-aba saja. Namun, Kobanzame yang sama sekali nggak ngerti itu hanya terdiam di luar sampe ada yang neriakinnya, Gondayuu. Lain lagi dengan XII-E. Kakuzu malah asyik-asyiknya ngitungin uang dibawanya. Yang lain udah pada sebel, Zetsu hitam pun mulai mencaci maki sang ketua kelas, tapi Zetsu putih yang alim hanya menunggu dengan sabar. Yang paling parah malah di kelas XII-F. Temari asyik mandangin bis #2 yang ditumpangin kelas X-B. Ternyata do'i sedang mandangin seseorang yang sedang tidur, duduknya di deket jendela. Sedangkan Otawara dan Mas Takami malah asyik maen kejar-kejaran. Tsunade-sen selaku Kepsek dan wali kelas mereka dengan sukses membonyokin muka pasangan Takami en Otawara itu.

^_^

Setelah semua masalah itu beres, satu persatu bis pun mulai berjalan. Mari kita liat dari yang pertama, kelas X-A...

^_^

"Gaara!" sapa 3 orang yang udah sangat dikenalnya, para Otonin.

"Lagi ngapain nih?" tanya salah seorang dari ketiga orang tersebut. Matanya sebelah kiri diperban dan dibalik punggungnya terdapat sesuatu entah apa nyerupain cangkang kura-kura.

"Lagi ngemil. Nggak liat apa?" jawab Gaara yang agak sebel karena diganggu.

"Boleh bagi nggak?" tanya seseorang wanita berambut hitam panjang yang berdiri-diri di tengah-tengah.

"Enggak! Ini untuk teddy-teddy bear gue!" jawab Gaara sinis.

"Pelit lu!!!" kata Otonin kompak dan langsung ngacir nyari makanan ke laennya.

^_^

Kelas X-B di bis #2...

"Naik... naik... ke puncak gunung... Tinggi... tinggi sekali... Naik... naik... ke puncak gunung... Tinggi... tinggi sekali..." begitulah kegiatan si Naruto, dia nyanyiin lagu 'Naik Naik ke Puncak Gunung' dengan suara cemprengnya.

"Woy, Dobe! Berisik!" ucap Sasuke bermaksud nyuruh Naruto diem. Sasuke yang ngerasa sangat terganggu dengan nyanyian Naruto. Bagaimana nggak? Orang Naruto duduk disampingnya.

"Ye... Biarin! Nggak ada yang risih kan?" tanya Naruto bego'.

"Kami semua terganggu beruk!!!" teriak seisi bis ntuh. Tak lupa Shikamaru juga ikut terbangun dan meneriaki Naruto.

"Ye... Bilang aja lu semua pada ngiri ma gue! Ya kan?" tanya Naruto centil.

"Gue terganggu beruk!" tereak Kiba.

"Ampe keselek nih!" keluh Chouji. Sai yang duduk di sampingnya hanya menepuk punggung Chouji dengan senyum ala psicopath sadis.

"Lu ganggu gue tidur bego!" keluh Shikamaru.

"Iya nih! Gue kan motret Shika tidur. Lalu gue cuci poto na en gue jual ke fans girlnya deh!" jelas Neji sambil niruin Anzu lagi ngomong.

"Enak aja lu! Emang muka gue apaan? Dipotret gitu!" tanya Shikamaru jengkel.

"Banyak cewek yang mesen foto lu bego!" ucap Neji.

"Woy udah! Jangan ribut!" perintah Sasuke nenangin.

Akhirnya tuh kelas adem anyem lagi. Tak lupa mulut Naruto diplester sehingga hanya mengeluarkan eraman kecil.

^_^

Kelas X-C sepertinya hanya bernyanyi ria bersama-sama.

"Aku ingin kesini..." suara Lee mulai terdengar di bis itu.

"Aku ingin kesitu..." suara temen-temennya pun membahana. Tapi hanya ada seorang yang terdiam, Shino.

"Ingin sini, ingin situ... Eh, No! Kok lu nggak nyanyi tadi?" tanya Lee yang nyadar kalo Shino gak nyanyi.

"Udah. Nggak usah pikiran aku. Nyanyi aja lageee." Perintah Shino.

Mereka pun melanjutkan nyanyian itu.

^_^

Kelas X-D sangatlah ANCHOR...

"Ehm... Gue punya tebakan nih!" kata Honda membuka pembicaraan.

"Apa... apa?" tanya Yugi penasaran.

"Buah, buah apa yang bisa diminum?" tanya Honda sambil nyeringai licik.

"Emm... Buah jeruk?" tebak Yugi ragu.

"Salah!" bales Honda.

"Emm... Apel?" tanya Otogi yang juga agak ragu.

"Salah juga!" seringai Honda makin lebar.

"I know! Pasti strawberry kan? Habis, strawberry kan enak dijus. Ya kan?" tebak Anzu meyakinkan.

"You really really... WRONG!!!" tereak Honda. Otomatis Yugi en the Genk nganga sambil ngakak. Sampai Bakura berhenti ngakak karena kemasukan lalat. Ryo pun menepuk-nepuk punggung kembarannya itu. Yang diledek sebel abis.

"Hmm... Menurut Profesor Jounouchi, jawabannya pasti alpokat. Alpokat enak dijadiin jus. Dan sehat lagi! Baik untuk kulit." Definisi dari sang profesor gadungan itu akhirnya keluar juga.

"Hebat lu! Dapet dari mana kata-katanya?" tanya Ryo penasaran. Sambil ngemil tentunya.

"Dari buku dong, bego! Gue kan udah insyaf sekarang." Bentak mantan preman itu dan ngejitak Ryo. Alhasil Ryonya keselek keripik ubi (?) yang dimakannya.

"Salah pak profesor... Hahahahahaha........!!!!!!" ucap Honda sambil ngakak.

"And then, apa dong yang bener?" tanya Bakura penasaran.

"Ohoho... Jadi kalian mo tau jawabannya? Udah nyerah ya?" tanya Honda dengan seringai yang sangat lebar.

"Iya! Cepet apaan???" tanya Yugi CS.

"Jawabannya... buahan DADA!!! HAHAHAHAHA.....!!!!!" Honda ngakak sambil mukulin lantai. Anzu yang ngedengarnya langsung nabok Honda. Tak lupa beserta cewek-cewek lain ikutan. Yugi CS hanya ngakak doang. Sampe Yugi dan Bakura dibuat nangis karenanya.

Di pojok, duduklah sepasang muda-mudi, Kaiba dan Atem. Ternyata mereka sedang kasmaran.

Yugi yang ngeliat langsung mengGRRR. Sedangkan Kisara sudah H2C karena cemas apakah Kaiba dan Atem akan terus begitu.

"Cieee... Orang yang lagi kasmaran!!! Ehm... Sedaaaaapppp!!!" tereak Jou. Yang laen juga suit-suitan doang.

"Ada yang cemburu neeeh...." ledek Honda sambil ngelirik Yugi.

"Yee... Bukan ini! Cuma heran doang, yang lain pada becanda, mereka pada diem." Bantah Yugi.

"Alah! Alesan lu aja tuh, Yug! Tapi emang sih, mereka kan lagi sibuk di dunianya mereka gituh!" timpal Jounouchi.

"Apa lu bilang? Dasar anjing kampung!" geram Kaiba. Atem mah cuma adem anyem doang. Kaiba dan Jou akhirnya malah perang kertas. Kayak anak SD.

"Yeee.... Nih ketua kelas! Malah buat sampah! Dasar gak jaga kebersihan!!! GRRRR!!!" Ryo yang merupakan seksi kebersihan di kelasnya mulai ngamuk ngeliat sampah dimana-mana.

"Iya deh. kita pungut. Eh, njing! Bantu gue!" perintah Kaiba.

"Ogah! Kan elu yang mulai!" sergah Jou.

"Eh! Tuh kertas, Kaiba yang lempar, malah kena kepala I en Kisara-chan?" tanya Anzu sebel.

"Cieee..." lagi-lagi sebis itu hanya cie-cie. Hanya ada 4 orang yang diem. Kaiba karena malu, Atem karena nggak peduli, Ryo yang lagi very bad mood, dan Kisara karena sebel diledekin.

Akhirnya Jou dan Kaiba jadi pesuruh a.k.a budaknya Ryo.

^_^

Kelas X-E, Ishtar bersaudara ama si Monmon alias Monta lagi makan pisang. Taki yang duduk dibelakang Monta ledekin mereka kayak monyet kelaperan. Karena Monta emang paling suka pisang dan mirip monyet, sedangkan MarikMalik lagi laper berat. Sena dan Suzuna yang ngeliat MarMalMon (?) makan dengan lahap itu cuma ngiler doang.

Sekarang 3 bersaudara HaHa, Juumonji, Kuroki, en Togano pada malak di dalam bis ntuh.

^_^

Kelas X-F, Yamato en de Genk...

"Yam!" seru Taka.

"Ng?" Yamato ketiduran mulai membuka matannya perlahan karena si best friendnya manggil.

"Apaan sih? Gue lagi mimpiin Karin-chan nih. Eh, iya! Lu jangan manggil gue 'Yam' ya! Nanti disangkain ayam lagi." Kata Yamato memperingatkan.

"Liat dah tu!" tunjuk Taka. Ketika dia melihat ke arah itu, dia melihat suatu pemandangan yang konvensional (?) Gaou sedang meluk Kakei!!! (?) Marco sedang ngerangkul Nekoyama (?) Onishi dan Ohira pelukan (Nggak banget!!!) Riku dan Ikkyu cipika-cipiki (WTH???) dan yang paling parah, Mizumachi dan Komusubi hampir ciuman (?) Tidak! Yang lebih parah lagi, Karin dan Himuro CIUMAN, KISSING, KISU (???) Alangkah hancornya hati sang PRINCE dari barat tersebut ketika ngeliatnya. Taka cuma geleng-geleng memaklumi.

"Kok temen-temen pada yaoi semua sih? Paling parah Karin-chan ma Himuro-chan yuri nih! Kiamat udah dekat!" runtuk Yamato ngeri. Sekali lagi Taka cuma geleng-geleng memaklumi.

^_^

Kita skip aja bagian selanjutnya. Yang pasti udah pada ancur deh keadaan.

Shin malah ngehancurin handycam yang baru Sakuraba beli. Sakuraba nangis-nangis gaje. Wakana cuma esemesan ama bokapnya. Si Mai juga esemesan, tapi bukan ma bokapnya melainkan ma Jou yang udah gak disiksa Ryo lagi.

Hiruma yang bosan, sekarang dia hanya nembakin kertas pake' pistol maenan. Kid malah ngerumpi ria ama Tetsuma. Akaba malah konser gaje di bis menyebabkan sang supir dan Kotarou memutuskan senar-senar gitar Akaba. Akaba marah besar dan yang menjadi sasaran adalah Kurita dan Banba yang lagi ngemil. Mamori yang sebel makin tambah sebel karena digodain Agon terus. Sedang Unsui dan Musashi sibuk dengan pertapaannya.

Kelas XI-C sangatlah tenang. Angin berhembus bersemilir, nyanyian burung di sepanjang jalan, dan pemandangan yang indah membuat Rishid ketiduran. Entah mengapa, setelah mendengar Tayuya bermain suling, sekelas jadi tidur ngorok. Hanya pak supir yang masih terjaga.

Nih dia kelas XI-D. Sang ketua kelas, Tobi malah asyik dagangan topeng di dalam bis. Udah tau gak boleh dagang, masih ngebandel. Tapi, anehnya hampir sekelas yang beli topengnya terkecuali seseorang, Snow.

Hidan dan temen-temennya di bis #11 malah lagi mohon do'a selamat ma Dewa Jashin. Maklumlah, temen-temennya itu udah dapet hasutan dari Hidan untuk nyembah Jashin.

Nah, si bokep atau Kankurou lagi maen barbie-barbienya. Satu kelas jadi eneg liatnya. Sakon dan Ukon sampe muntah-muntah liatnya. Cewek dan cowok laen langsung pada pingsan.

^_^

Kelas para senpai teladan, kelas XII-A. Ketua Pein dan sekretaris (Kalo' di kelas sebagai wakil ketua) Konan sedang memperbincangkan sesuatu. Namun bisik-bisik. Kimimaro yang penasaran nguping dari belakang kursi. Yang laennya cuma sibuk di dunianya masing-masing. Termasuk Kidoumaru yang sedang baca novel 'Ayat Ayat Kursi'.

Si Sasori lagi bersaing ama Suigetsu untuk ngegodain Karin. Tapi udah keduluan Juugo yang duduk disebelahnya. Akhirnya, Suigetsu cuma merenungi nasib, dan Sasori... Jangan ditanya lagi, dengan sekali lirik cewek-cewek udah pada nempel di dekapannya.

Itachi yang merupakan ukenya Kisame lagi sebel abis. Gimana nggak? Baru setengah jalan, dan di depan orang rame si Kisame minta Itachi untuk nyium bibirnya. Bukannya malu-maluin banget tuh? Para cewek fansnya Itachi udah mulai curiga ada apa-apa karena Kisame manggil Itachi dengan sebutan 'Itachi-koi'.

Nah, Isis dan kembarannya Ishizu sedang ngerumpi masalah adek-adeknya. Koban yang sama sekali nggak ngerti hanya nanya gini ke Gondayuu, "Mereka punya adek ya?". Yang ditanya langsung cengo ditanyain gituan.

Kakuzu yang daritadi gak selese-selese ngitungin duit ditegur Zetsu bersaudara. Kakuzu yang akhirnya baru selese ngitung berkata, "Yosh! Duit gue 150 ribu yen coy!" sambil nepuk-nepuk bahu Zetsu yang black. Si Kabuto en temen-temennya yang denger langsung minta jamin. Alhasil, jadilah Kakuzu tepar bersimbah darah.

Kelas XII-F. Mas Takami sedang asyik memotret-motret tempat-tempat yang dilewatinya dan juga tingkah aneh temen-temennya. Otawara yang lagi ngemil langsung minta dipotret. Sedang Jiroubou yang nggak bisa liat barang bagus dikit aja langsung nyambar handycam Mas Takami dan mulai moto-moto dirinya ndiri. Sedang Temari yang sedari tadi diem sedang liat pesan-pesan multimedia yang berisi beberapa foto seseorang lagi molor. Pasti tau sapa yang ngirim dan sapa yang difoto kan?

^_^

Giliran para guru! Baki dan Iruka sedang asyik-asyiknya ngelukis pemandangan. Kakashi yang ngerasa gak diduliin mulai ngelakuin hal-hal aneh kayak baca novel, majalah, en komik pornonya Jiraiya. Jiraiya pun sama. Tsunade yang ngeliat langsung ngambil tuh buku-buku dan dibuangnya keluar jendela. Shizune dan Kurenai serta Anko cuma memaklumi. Asuma dan Ibiki malah asyik ngobrol tentang masa depan. Laen lagi dengan Orochimaru dan Guy malah sharing foto-foto Ade Ray (?). Nah, Minato serta Ebisu lagi dagang dango ke Izumo dan Kotetsu.

^_^

"Nah! Kita udah nyampe!" tereak Tsunade setelah semua udah siap diluar bis.

"Setelah ini, tetap pada barisan kalian! Saya akan beri penjelasan lagi." Ucap Tsunade berwibawa.

Setelah penjelasan yang teramat sangat panjang en bosenin, akhirnya Tsunade menyudahi.

"Mari kita mulai jalan ke puncak!!!"

"Siap! Jalan!"

"Siap, sensei!!!" para murid pun berbaris dari kelas X-A dan berakhir oleh barisan guru. Mereka pun berjalan ngikutin pemandu mereka, Hayate-sensei jalan naik ke puncak gunung.