Yak, akhirnya Update juga!! Thanks to the reviewers, saya jadi bersemangat!
Oh, ya, Cerita ini lebih pendek, lebih nggak berkualitas dan lebih nggak masuk akal.
Disclaimer: Bleach dimiliki oleh Tite Kubo
Enjoy
-Di rumah sakit terdekat-
"Jangan khawatir... Dia akan baik-baik saja." kata dokter yang rambutnya dikepang ke depan --Silahkan ditebak?
Semuanya lega, tetapi suasananya kembali serius. Ichigo dan Rukia menatap Hinamori yang sangat sangat SUPER cemas.
"Hinamori... Sebenarnya ada apa?" tanya Rukia.
Hinamori nggak menjawab dan tetap menangis dengan lebay-nya -digampar Hinamori-.
"Hinamori, aku tau kamu khawatir, tapi setidaknya beri kita sedikit penjelasan... oke?" Rukia menepuk pundak Hinamori.
Hinamori pun membuka mulutnya perlahan-lahan, "Aku sudah memperingatinya... Bahwa 'itu' sangat berbahaya... Tapi dia nggak mau mendengarkan...".
Rukia dan Ichigo mengangkat salah satu alisnya, "Dan... Apa yang sangat berbahaya?" tanya Rukia lagi.
"I-itu...." Hinamori menatap sepatunya.
-Flashback-
"Toshiro!! Jangan lakukan ini!! Kamu bisa terluka!!" perintah Hinamori yang marah sekaligus khawatir.
"Tch... Berhenti mengawatirkanku!! Berisik tau!!" bentak Hitsugaya.
"T-tapi!!".
"Aku bisa melakukan ini!!" kata Hitsugaya, "Tanpa terluka.".
"Tetap nggak boleh--" Hinamori tetap berusaha menghentikan temannya yang ceroboh, tetapi dia sudah terlanjur bergerak.
Yak, dan nggak lama kemudian Hitsugaya terpeleset.
BRUAK!!!
"SHIRO!!!!!!!!!" Hinamori segera berlari ke Hitsugaya yang sekarang pingsan.
"Oh em ji!! NOOO!!!" ke-lebayan Hinamori pun kambuh.
-End of Flashback-
"J-jadi... Dia sebenarnya bermain skateboard, lalu terpeleset dan tertabrak kotak-kotak dan akhirnya pingsan...?" Rukia kecewa setengah mati.
"I-iya... Padahal aku sudah memperingatinya... Hiks..." Hinamori tetep menangis (padahal nggak separah itu).
"Hoo... Kalau begitu, darahnya milik siapa?" sekarang giliran Ichigo yang bertanya.
"Itu..." Hinamori pun memulai aksi drama-nya, "Jus tomat yang Shiro simpan di kantungnya..." jawab Hinamori.
Keduanya pun jatuh dari tempat duduknya.
'Pintar sekali membuat orang lain ikut khawatir!!'.
I~R~I~R
"Sial... Kita menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk mengawatirkan orang yang pingsan?! Huaah... Lebih baik aku ditendang ayahku berkali-kali daripada menunggu orang sialan itu!!" kata Ichigo yang sangat marah.
"Yah... Setidaknya kan kita membantu 'seseorang' yang pingsan..... Gara-gara kecerobohannya sendiri." kata Rukia sambil memasang senyum palsunya, dia jelas-jelas marah sama aksi Hinamori yang super lebay. 'Jika bukan karena mereka, aku sudah mulai belajar cara membuat cokelat!!' pikir Ruka.
Dan akhirnya muncul lampu yang menyala di atas Rukia, "Oh, iya! Ichigo," panggil Rukia.
"Apa?"
"Err... Aku mau ke market dulu! Kamu pulang duluan saja, ya!!" suruh Rukia.
"Haaaa? Aku ikut!!" yak, dan Ichigo pun langsung ditendang sama Rukia.
"Aku suruh kamu pulang! Nah, sekarang kamu pulang!!" perintahnya lagi, "Sebelum aku patahkan tulangmu?".
Ichigo langsung takut, "O...oh, ya! Aku ada urusan di rumah! Baiklah, aku pulang duluan ya! Haha...ha..." alasan yang murahan ( == ), Ichigo langsung memulai rencana ambil 1000 langkah.
Dan Ichigo pun menghilang dari hadapan Rukia.
Rukia tersenyum dan segera berlari ke market tersebut. Apa yang akan dia beli? Tentu saja 'Cara memasak cokelat dengan benar!'. Dia nggak mau memberikan Ichigo cokelat yang sangat gosong seperti saat mereka masih kecil, karena Ichigo langsung muntah-muntah setelah memakan cokelat itu.
Ge Pe eL, Rukai membeli buku itu dan segera pulang.
I~R~I~R
-Pagi harinya-
"SIALAN!!!!!" teriakan Ichigo memecahkan kaca di kamarnya.
BRAK BUK KEDEBOG!!!
Akhirnya suara itu berhenti dan suasana damai kembali mendatangi perumahaan tersebut. Ichigo pun mulai siap-siap sekolah.
-Di depan rumah Ichigo-
Ichigo keluar dari rumahnya sambil memakan roti bakar.
Ia jumpai Rukia Kuchiki yang sedang kesal, dan matanya sangat merah. Ia menatap Ichigo seperti Serigala menatap mangsanya.
"Hmm... Rukia, ada apa?" tanya Ichigo yang lagi keren-kerennya, lalu ditendang oleh Rukia ke pagar rumahnya dan menggamparnya berkali-kali.
"SIALAN KAU!!!! GARA-GARA KAMU, AKU NGGAK BISA TIDUR TAU!!!!!!" sekilas dari Rukia, dia segera mengakhiri gamparannya dengan tendangan di -Erhem- Ichigo.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!!!" teriak Ichigo yang lagi super kesakitan.
"Lebih baik kamu mati di tempat!!!"
I~R~I~R
"Hohohoho... Ichigo, malangnya engkau!" kata Rangiku sambil menepuk pundak Ichigo 'sekeras-kerasnya', "Anda di gampar pacar karena selingkuh... Saya ikut sedih untukmu.".
Ichigo terdiam sejuta bahasa sambil menatap Rangiku dengan tatapan tajamnya.
Melihat itu, Rangiku langsung ber-sweatdrop ria. Lalu, tanpa basa-basi, Rangiku langsung merancang rencana 1000 langkah, "Oh eM Ji! Lihat jamnya! Aku ada kegiatan pagi!! Pergi dulu yaw!!" Rangiku pun kabur.
Lalu, pas saat Rangiku kabur, datanglah Hisagi yang super blo'on, "Oi, Ichigo! Kamu kenapa? Kok banyak warna merah di mukamu? Habis kamu cat, ya?" tanya Hisagi.
Ichigo nggak mengatakan apa-apa dan men-death glare Hisagi sampai dunia ancur. (Nggak juga, sih)
"Er... Lupakan semua yang aku katakan..." Hisagi cepat-cepat duduk di bangkunya.
Lalu masuklah 2 orang, Hinamori dan Hitsugaya. Hinamori cepat-cepat datang ke Rukia dan mengabaikan Ichigo.
"Kuchiki-san! Terima kasih untuk kemarin, ya!" kata Hinamori sambil memegang tangan Rukia dengan ceria.
"Hoi!!! Aku yang susah-susah nggeret Hitsugaya nggak diberi terima kasih, hah?!" tanya Ichigo yang lagi bad mood.
"Ooh... Jadi kamu yang nggeret aku, ya? Dasar sialan! Gara-gara kamu badanku sakit semua tau!!" kata Hitsugaya, langsung dia ambil bat baseball yang nggak tau dapet dari mana dan ngehajar Ichigo dengan penuh semangat.
BAK BUG DUAGH BRUAK!!!
Akhirnya Ichigo diantar ke UKS oleh Hisagi.
I~R~I~R
"Baiklah anak-anak! Buka buku kalian!" suruh guru yang baru masuk kelas dan juga guru baru.
"Oh, maaf... Aku pasti lupa untuk memperkenalkan diri. Namaku Haineko." kata guru ber -beep- besar.
Dengan sekali kedipan mata, guru baru, A.K.A Haineko dapat menaklukan semua pria di kelas, kecuali Hitsugaya yang lagi menguap di dekat jendela, dan Ichigo yang berada di UKS.
'Sialan guru itu!! Dia pasti mau apa-apa!!" pikir Rangiku yang melotot ke Haineko.
Nggak lama kemudian, munculah percikan antara mereka berdua. Semua anak pun sweatdrop.
I~R~I~R
"SIALAN!! MENTANG-MENTANG PUNYA -beep- GEDE, LANGSUNG NAKSIRIN COWOK-COWOK, HAH?!" teriak Rangiku yang marah besar terhadap guru baru mereka. (Padahal dia sendiri juga punya –BEEP- besar.)
"Whoaa... Tenang, Rangiku!!" Hisagi mencoba menenangkan Rangiku, yang adalah pacarnya.
"Tapi, Honey! Aku yakin dia mau merebutmu dariku!!" kata Rangiku yang cemas akan hubungannya dengan Hisagi.
"Don't worry, Darling! Aku nggak akan membiarkan diriku jatuh ke tangan nenek sihir itu!!" kata Hisagi yang jelas, bo'ong.
"Honey!", "Darling!", dan pasangan lebay itu berpelukan.
"Eeeew..." Hitsugaya yang kebetulan asal lihat langsung jijik.
"Biarkan mereka. Setiap ada kejadian yang terikat dengan hubungan mereka, pasti aksi lebay mereka kambuh." kata Ichigo yang lagi cool-coolnya.
"Yo'i..." Rukia mengangguk-angguk, "Waktu pertama kali liat mereka kayak gitu, kita sempet muntah 10 galon...".
Hitsugaya menatap Rukia dan ikut mengangguk, "Sepertinya efek tersebut sudah menular ke aku..." Hitsugaya cepat-cepat ke toilet, nggak menghiraukan pintu kelas yang dia banting.
Sementara Hinamori yang baru bangun dari tidurnya, "Huh?? Dimana Shiro?".
I~R~I~R
Pulang Sekolah.
"Kurosaki!! Kuchiki!!" panggil Hinamori, diikuti oleh Hitsugaya.
"Oh… Hinamori, Hitsugaya!" Rukia membalikkan badan, "Ada apa?".
"Yah, begini…" Hinamori pun akan memulai pidatonya, "Tadi Shiro merengek-rengek ingin bermain skateboard lagi. Tetapi aku melarangnya. Walaupun begitu, dia terus merengek-rengek sampai-sampai memecahkan beberapa jendela sekolah dan blah blah blah blah blah…" pengocehan terus berlanjut.
"Okeh, okeh, langsung ke point-nya please?".
"Ya, lalu, aku memperbolehkannya dengan 1 syarat." Kata Hinamori sambil menunjukkan jari telunjuknya, "Dia harus diawasi oleh… Kurosaki-san!" lanjut Hinamori dengan nada yang serius dan petir tiba-tiba muncul di belakangnya. (Lebay)
Rukia dan Ichigo sweatdrop.
"Maksudmu aku harus jadi babysitter-nya Hitsugaya?! AMIT AMIT!!!" teriak Ichigo.
"Aku juga amit-amit tau!!" balas si cebol –segera di bankai oleh Shiro-.
"Okeh! Mari ke lapangan!!" Hinamori pun menunjukkan jalannya.
"Hei! Aku nggak pernah setuju!!" si Stoberi pun marah –sekali lagi dibankai-.
I~R~I~R
"Yupz! Kita sampai!!" kata Hinamori sambil menunjuk sebuah lapangan yang sepi puol.
Rukia dan Ichigo sekali lagi sweatdrop.
"Kenapa sepi sekali?" Tanya Rukia.
"Err… Mungkin karena ni tempat angker…" jawab Hinamori dengan tenang... Walaupun Cuma sebentar, "Glek… Apa aku baru bilang angker? M-maksudku—".
Kata-kata Hinamori terputus saat melihat sesuatu dibelakang Rukia.
"Eh… K-Kuchiki-san… Apa yang dibelakangmu itu… Kurosaki-san?" Tanya Hinamori yang gemeteran.
"Hah? Ngomong apa? Aku kan disebelahnya!" kata Ichigo.
"H-hah!! Ada sesuatu dibelakangku?!" Rukia pun super panik dan ikut gemeteran, "M-mungkin yang dibelakangku itu Hitsugaya?".
"Huh? Apa? Aku kan disebelahnya Ichigo!" kata Hitsugaya yang masih cool.
Akhirnya semuanya jadi ber-sweatdop ria sambil melihat apa yang ada di belakangnya Rukia.
"E-eh, guys… Apa yang ada di belakangku?" Tanya Rukia yang masih penasaran dicampur takut.
Rukia menatap Ichigo dahulu, wajah Ichigo sangat shock dan kayaknya dia menangis, sampai-sampai ngompol segala. (Terlalu takut).
Lalu Rukia mencoba menatap Hitsugaya yang ada di sebelah Ichigo. Situasinya sama seperti Ichigo tetapi yang ini nggak ngompol.
Terakhir, Hinamori. Hinamori menatap si 'sesuatu' yang berada di belakang Rukia sambil memasang muka yang mengatakan 'Jadi-itu-ya'. Nggak lama kemudian Hinamori pingsan.
"Uwah!! Hinamori!!!".
Yak, 1 jatuh, tinggal 2 yang masih berdiri.
Sekarang si 'sesuatu' memegang pundak Rukia.
"GLEK!!!" sekilas dari Rukia, dia pun segera beraksi.
Rukia segera menampar tangan si 'sesuatu' tersebut dan berlari agak jauh dari si 'sesuatu'. Tidak lupa mengambil batu terbesar untuk dilempar.
Sebelum Rukia berasil melempar batunya, dia terlanjur teriak.
"GYAAAAAA!!!! KUNTILANAK!!!!!"
Yah, aku nggak tau ada apa dengan pikiranku. Pertama Hitsugaya berdarah-darah, sekarang malah ada hantu segala (==a).
Maafkan atas ketidak warasan saya. Please R&R, and thank you!!
