Hahahaha.... *Hiks* maafkan aku karena lama sekali meng-update fanfic ini karena aku baru turun dari Gunung Merapi. Baru semedi cari ide.-ditendang Mbah Maridjan- Hehehehe..... And THIS....Is The Chappy 5! *langsung kayak MC di American Idol.*
"~"
Tinggal
By : Yuri for Summer
Chappy 5 : Problem Almost Solved?
"~"
Taichi's POV
"Haah..." aku merebahkan diri ke sofa empuk di rumah keluarga Takenouchi yang hanya ditinggali oleh Sora dan ibunya. Aku tak menyangka ternyata presentasi yang saat SMP bisa ku 'gilas' dengan gampang ternyata malah jadi 'mercon' buat nih badan. Mulai dari menyusun seluruh urutan bahan,kemudian meng-improve Slide show, mengajari Sora cara berbicara yang ekspresif, sampai menunggui Sora 'mengajar' selama 2 jam. Haahh....LINU!!
"Hei,Taichi." sapaan Sora membuat kepalaku refleks menoleh ke arah sumber suara yang sedang memegang dua gelas berisi Syrup melon dingin, begitu dia menyodorkan salah satu gelas, aku mengambilnya dengan senang hati dan meminumnya tanpa ampun. Lalu kembali menaruhnya di atas meja. Kulihat wajah Sora yang seolah-olah tidak menanggung beban apapun. Mungkin dia merasa lega karena tugasnya sudah selesai?
Atau jangan-jangan linunya pindah ke badanku?
.....
Apa-apaan sih aku ini? Dasar....
"...Sora." panggilku. Sora yang masih meminum syrup hanya melirikku sambil mengangkat kedua alisnya tanda bahwa dia mendengarkan apa yang ingin kubicarakan. Aku melanjutkan "Tugasmu... Sudah selesai'kan?"
Sora mengangguk, lalu dia menaruh gelasnya di atas meja dan tersenyum padaku "Iya. Terima kasih banyak ya, akhirnya presentasiku berjalan dengan sukses." ucapnya. Aku hanya tersenyum khas Yagami Taichi yang berarti gak-perlu-sebegitunya-kita-kan-teman. Lalu aku berdiri dan merapikan bajuku.
"Ngg... Sudah malam, sebaiknya aku kembali ke hotel. Sekalian beres-beresin koper." ujarku. Sora juga ikut berdiri
" Aku antar sampai pintu depan ya." katanya. Lalu kami berjalan sampai pintu luar di rumah itu.
"Baiklah, aku permisi dulu. Bye." ujarku. Lalu aku berbalik dan melambaikan tanganku.
"Hati-hati. Salam untuk Hikari ya~" jawab Sora. Aku mengangguk tanpa menoleh ke arahnya dan terus berjalan menuju Hotel yang hanya berjarak 1 km dari rumah Sora.
Bye-Bye Tokyo!!
Hai Odaiba!!
......
Pagi hari, di Tokyo Hotel...
Still Taichi's POV
Kicauan burung kecil ditambah sinar matahari yang datang melalui Gorden yang sedikit terbuka membangunkanku dari tidur yang lelap. Aku meregangkan tubuh dan melihat sekeliling kamar berukuran 6x8m ini. Pandanganku tertuju pada koper yang semalam sudah kurapikan. Tanpa sadar aku tersenyum.
Akhirnya aku pulang. Aku sudah tidak sabar melihat tampang Hikari yang akan cerewet melihatku yang baru pulang 2 minggu kemudan. Ku ambil koper itu dan check out di resepsionis, lalu berjalan menuju Stasiun Tokyo sambil menenteng koper.
10.00 am...
"Kepada seluruh penumpang yang akan menaiki kereta Shinkansen577 dengan tujuan Tokyo Odaiba, mohon menunggu di peron 6. Kami ulangi..."
Begitu mendengar suara itu kakiku langsung membawa diri ini menuju peron yang ditentukan. Setelah 5 menit menunggu, kereta yang ingin kunaiki perlahan-lahan berhenti dan akhirnya membunyikan decitan yang keras. Akupun ikut berdesakan di antara banyaknya penumpang yang ingin menaiki kendaraan ini. Setelah menaruh koper di rak atas tempat duduk, aku akhirnya menikmati perjalanan selama kurang lebih 4 jam ini.
Aku merasa ada masalah....
Tapi apa ya?
"~"
10.30 am...
Yamato's POV
"Begitu ya...." jawabku pada handphone yang bertengger di telingaku. Aku menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya dengan kencang. Haah....ternyata mencari Takeru itu lebih susah daripada mencari jarum di tumpukan jerami ya.
.....
Eh?
....
Apa lebih susah mencari jarum ya?
"Begitulah, jadi kita cari di kota manalagi? Osaka sudah, Kyoto sudah, Tokyo juga sudah." balas Koushiro yang sekarang menjadi mitra berbicaraku dalam hal ini. Aku menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya. Kira-kira di mana lagi aku bisa menemukannya? Ayolah, bantu aku!! Sepertinya sekarang aku tahu perasaan Jimmy Neutron saat berpikir dengan keras. (Itu lho, saat si Jimmy kayak ngeden sambil ngomon "berpikir...berpikir....!!" XD)
"Oh ya. Kita belum mencoba ke Odaiba!!" usul Koushiro. Benar juga! Odaiba! Tempat tinggalnya Taichi dan keluarganya! Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya!?
"Hei..."
Akhirnya masalah ini selesai juga. Aku merasa tubuhku hampir melayang. Berarti masalah ini sebentar lagi selesai kan?
"Yamato?"
Tadinya kupikir dia bersama Daisuke atau Iori. Kenapa aku gak memikirkannya dari awal ya?
"HOI!!" teriak Koushiro
"Ya?" aku menjawabnya dengan kaget. Kasihan sekali dia hampir (atau sudah) ku-kacang-kan (?).
"Jadi bagaimana? Odaiba?" Koushiro sekali lagi berusaha meyakinkanku.
"Yap." aku berkata dengan mantap "Tapi, kali ini biar aku saja yang mencarinya." lanjutku.
"Eh? Kamu yakin?" tanya dia. Terdengar nada setengah tidak percaya dari kata-katanya.
"Tentu saja. Ini'kan masalah aku dan adikku. Aku rasa sekarang saatnya aku berusaha mengakhirinya sendiri." jawabku panjang lebar. Terdengar gumaman dari arah sana.
"Baiklah. Kalau ada apa-apa, telepon ke sini ya." ucap Koushiro.
"Oke. Oke. Makasih ya sudah membantuku selama ini." jawabku
"Anytime, sampai jumpa." balasnya
"Ya." setelah aku mengucapkan dua huruf itu, akhirnya pembicaraan kami selesai. Kusimpan Handphone itu di saku celanaku. Ku ambil dompet dan jaketku lalu berlari menuju halte Bus.
10.45 am
Halte Bus terdekat. hehehe....
Aku hanya bisa menghentakkan kakiku sesuai irama cepat sambil menatap arlojiku. Beginilah rasanya jika tidak sabaran. Menunggu 10 menit= menunggu 1 tahun! Padahal biasanya menunggu bus gak pernah terasa selama ini.
Ckitt!!Jess....
Akhirnya bis yang kutunggu-tunggu itupun datang, dengan segera aku naik tanpa memperdulikan banyaknya penduduk Osaka yang juga ingin melakukan perjalanan dengan bus ini. Segera kududuki jok yang kulihat 'menganggur' dan merebahkan diri di sandaran jok . Bus itu akhirnya kembali berjalan, ya. Bus ini akan menjadi media yang ( Mudah-mudahan) mempertemukanku dengan Takeru.
Semoga firasatku benar.
11.50 am
Odaiba Mansion...
Still Yamato's POV...
Akhirnya kakiku berhenti di depan sebuah kamar dengan beberapa tulisan
507
Yagami Family
Kutekan bel pintu yang tepat berada di sebelah kanan pintu itu.
End of Yamato's POV...
"~"
Takeru's POV
TING! TONG!
Aku dan Hikari yang sedang makan siang sama-sama mendongak ke arah langit-langit begitu mendengar suara bel pintu yang menggema ke seluruh ruangan.
"Tamu..." gumamnya. Aku langsung berdiri dari kursi dan mengembalikan posisi kursi itu.
"Biar aku yang membukakan" usulku. Hikari awalnya terdiam, lalu dia mengangguk dan tersenyum padaku. Aku berjalan menuju satu-satunya pintu depan yang ada di sini. Kira-kira siapa yang datang ya? Apa Taichi? Tapi gak mungkin. Masa' menekan bel rumah sendiri? Eh, atau mungkin dia mau bikin kejutan buat Hkari ya. Hihi... Tapi entar malah dia yang kaget melihat yang membuka pintu bukan Yagami Hikari tapi Ishida Takeru.
Pintu ini terbuka. Kali ini perkiraanku yang salah, ternyata yang datang adalah kakak.
"Takeru...!?" suara kakak tercekat begitu melihatku. Sementara aku hanya terdiam tak bersuara. Awalnya kami sama-sama tercengang sampai akhirnya kakak sedikit menyunggingkan senyumnya.
Uh-OH....
.......
Bersambung....
"~"
Author's Note :
Sekarang lagi Ujian Tengah Semester nih. Doakan Aku semoga nilainya minimal 60 ya.*membungkuk* Itu sih paling enggak. Paling iya? Berapa aja boleh *ditimpuk*
Ya. Inilah chappy 5. Hmm... Mungkin di chappy 6 atau 7 fanficnya bakal complete. Doakan aku ya.
......
Hehehehe.
XD
Yuri-chan
