Author : Melody-Cinta

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : So many. BUT NO SASUSAKU AND GAAMATSU!!!

Genre : Romance/Parody –tapi kayaknya melenceng ke humor deh!-

--

Don't like, don't read.

That's mean no flame.

Ok?

--


"3 .. 2 .. 1 .., action!"


Musik ala TMO pun terdengar jelas kembali. Lalu muculah dua seluet manusia. Cewek dan cowok.

"Kami balik lagi pemirsa. Maaf ya iklannya lama. Habisnya yang mau promosi lewat acara kita itu banyak banget sih!" ucap Melody sambil menggaruk belakang kepalanya.

"Saking lamanya, sampe gue bisa ke London dua kali!!!" teriak salah satu penonton. Protes.

"Gomeeen!!!" Melody membungkukan badannya.

"Nah, daripada semuanya pada demo. Mending sekarang saya panggil pria single kelima ya!!! Keluarlah, boy!" panggil Beetho sambil memanggil sang pria.

Lagu pun mulai mengalun. Dan para dancer mulai keluar dengan baju basket mereka. Waah… Keliatannya anak basket nih!

Pintu pun terangkat perlahan-lahan. Dan keluarlah sesosok cowok dengan rambut panjang berwarna cokelat dan diikat di bagian ujungnya.

"Yo, namanya siapa nih, bro?" tanya Beetho sambil toast sama di rambut panjang tersebut.

"Ehm .. Nama gue Neji Hyuuga. Umur gue 26 tahun, gue adalah seorang pelatih basket dan pelatih segala macam atletik. Gue islam." Neji memperkenalkan namanya dengan nada yang yakin dan berwibawa.

"Nah, tolong nyalain lampu kalian buat Neji ya, girls!" Melody menyuruh semuanya memilih dengan omongan yang aneh. Maklum, Melody kan emang aneh!

Satu per satu lampu podium mulai mati. Dan hanya tinggal dua orang saja yang bertahan. Siapakah dia? Hmmm….

"Kenapa sih kamu milih dia, Ten?" tanya Melody sambil menatap dengan penasaran namun tetap cute.

"A-Ano.. Dia keren sekali sih! Lalu gagah dan berwibawa banget! Love you full deh!" Tenten memuji Neji dengan segenap jiwa dan raga(?)

"Nah, kalau kamu kenapa milih dia, Sakura?" tanya Sastra sambil memberi mic pada Sakura.

"Em.. Dia itu tuh mukanya ganteng banget! Keren! Terus … Mau dong diajarin atletik!!!" Sakura dengan nada centil mulai menggoda Neji.

"Nah, karena jumlahnya udah 2 nih, Ji. Gimana kalau langsung ke pertanyaan aja?" tanya Beetho. Naji menatapnya dengan penuh deat-glare.

"Nama gue Neji! Enak aja manggil nama gue Ji doang! Emang gue Narji!!!" Kesal Neji. Hampir aja dia mau mukul Beetho tapi ditahan karena dia mau tetap berwibawa.

"Oke. Gue pengen ngasih pertanyaan sama kalian." Neji diam sebentar lalu melanjutkan kata-katanya. "Karena umur gue yang udah cukup, gue pengen cepetan nikah. Kalau misalnya someday gue ngelamar lo jadi istri gue. Lo mau nerima kagak?" tanya Neji dengan nada nantangin.

"Oke, err~ Sakura, kau jawab duluan ya!" Beetho mempersilahkan Sakura.

Sakura terlihat sweatdrop. "Please deh ya Neji-kun. Aku ini tuh masih muda! 23 tahun yaw! Mana mau nikah? Nggak ah, nggak mau nerima." Sakura menjawab dengan kejujuran yang dia punya.

Terlihat sekali sekarang bahwa muka Neji sangat marah. 'Sombong amat tuh cewek! Sok muda! Gak bakal gue milih dia!' pikir Neji kesal.

"Nah, jawabanmu Tenten." Melody mempersilahkan Tenten.

"Emm.. Melamar ya? Kebetulan aku juga umurnya 26 tahun dan ingin segera menikah. Mungkin kalau kita memang jodoh dan ditakdirkan bersama, aku akan menerimamu." Jawab Tenten dengan muka bersemu merah.

"Wah! Dua jawaban yang kontras sekali ya! Siapa yang kau pilih Neji? Silahkan memilih!" Beetho mendorong badan Neji sedikit untuk berjalan kearah podium sang cewek.

Dengan cepat, Neji berlari ke podium Sakura dan tanpa meminta maaf langsung mematikan lampunya. Dan dia pun kembali berlari kearah Tenten dan menariknya dengan anggun.

"Waah!! Pilihan yang tepat Neji-kun!! Yang seumur dan sehati memang pantas bersatu!!" teriak Melody tidak jelas.

"Nah, sekarang kita tanya pendapat Madam Marisa ya!!" Beetho menyuruh Madam Marisa untuk bicara.

"Mereka itu cocok. Ya, sama-sama siap menikah dan umur mereka pun sama." Ujar Madam Marisa sambil menunjuk mereka berdua.

"Dan satu lagi. Mereka juag memiliki chemistry." Kata Madam Marisa.

"Oh, ya? Chemistry apa itu?" tanya Beetho dan Melody bareng.

"Kau lihat rambut mereka! Sama-sama cokelat. Dan kalau tidak salah Tenten juga jago dalam bidang atletik juga kan?" tanya Madam Marisa.

Muka Tenten memerah. "Me-Memang." Jawabnya malu-malu.

"Oh .. Pasangan baru. Silahkan ke romantic room deh! Aku nggak mau ganggu PDKT kalian lagi." Beetho sedikti mengusir Naji dan Tenten. Setelah dadah-dadah sama yang lain. Mereka pun pergi menuju romantic room.

"Hmm… Semuanya pada penasaran sama pria single yang keenam ya? Kalau begitu kami akan menunjukan pria single keenam…" ucap Beetho gantung.

"Sesudah iklan berikut ini!!!" sambung Melody.


Dengan sebuah puisi. Naruto mengetahui bahwa ayahnya sangat menyesal.

Takdir.

My first poetry fic. Read and Review Please!

--

"Walau kita telah kehilangan kafe kita. Kafe yang telah lama kita dirikan; walaupun tidak lama banget sih. Kita akan tetap mengenangnya didalam hati kita. Selamanya."

My first yaoi fic. Tentang NejiGaa.

Tolong di Read and Review ya!!!


"Nah, balik lagi deh sama kita dengan iklan yang singkat kali ini!!!" Melody tersenyum dengan ceria. "Nah, sekarang pria single yang keenam. Keluarlah pria single!" panggil Melody.

Musik 'Maju Tak Gentar' pun terdengar dengan jelas. Dan keluarlah sesosok cowok dengan potongan rambut yang aneh; yaitu di bob. Beralis tebal dan memakai baju terusan berwarna hijau. Semua yang melihat itu mereasa ngeri.

"Na-Namanya, bro…" ujar Beetho menjauh.

"Salam semangat! Nama gue Rock Lee. Umur gue 21 tahun. Gue adalah seorang guru taekwondo! Agama gue Katolik." Lee memperkenalkan dirinya dengan penuh semangat.

"Girls, pilihannya please…" Melody menyuruh para ladies untuk mematikan atau tetap memertahankan lampu mereka. Dan untungnya, yang mematikan lampu hanya lima orang! Sungguh hebat Lee ini! Tapi sebenarnya penulis yakin sih kalau cewek-cewek itu cuma iba doang sama dia. Kasihan…

"Nah, karena masih ada banyak. Tolong tunjukkan performance lu, bro!" Beetho menyuruh Lee melakukan performancenya.

Dan dengan semangatnya Lee memperlihatkan semua jurus-jurus taekwondonya. Dan semua itu membuat para cewek terpesona. Namun semua pesona itu hilang saat teringat kembali rupa Lee yang cukup.. err~ penulis gak tega bilangnya. Tapi kalian pasti tahu deh!

"Pilihanmu, ladies!" dan sekali ini, semua lampu mati. Karena apa? Itu semua karena kalau tidak Lee yang akan mematikan lampu mereka. Uuh! No banget milih cowok kayak dia!, pikir semua cewek.


"Maaf, Lee-kun. Tak ada yang tersisa. Mungkin belahan jiwamu bukan disini. Silahkan bertemu dengan Sastra ya… Dadah!" ujar Melody sedikit mengusir Lee.

Lee dengan kecewa berjalan keluar panggung.

"Lee-kun.. Maaf atas semuanya!" Sas menunduk bersalah. Sebenarnya dia tidak mau seperti ini sih. Tapi ya… Demi menyenangkan hati orang lain sih nggak apa-apa. Ya kan?

"Nggak apa-apa, Sas. Aku Cuma bingung, apa ya yang salah sama jurus taekwondo aku?" tanya Lee. Dia pun kembali memperlihatkan jurus taekwondonya.

'Dasar cowok bodoh! Jelek lagi!' kutuk Sas dalam hati tentu saja. Kalau ngomong beneran bisa dikasih jurus Lee tuh! "Kembali ke Melody and Beetho!!!" ujarnya setelah sweatdrop beberapa menit.


"Siap untuk pria terakhir?" tanya Beetho. Semua mengangguk. "Emm… Tapi kayaknya pria yang terakhir bakal dimuculin setelah Sherina nyanyi lalu iklan deh!" ujar Beetho membaca susunan acara TMOK.

Dan Sherina pun menyanyikan lagunya yang 'Cinta Pertama dan Terakhir'.


Iklan!!!!

Snow Never Make Sakura Dead Again chapter 14.

Last chapter.

"Dan mulai saat ini buku lama ini kututup. Dan buku baru itu kumulai."

Read and review please!!!

--

Iklan!!!!

Apa ya jadinya kalau pairing GaaSaku sama NaruHina weekend di Jakarta?

Mau tau? Jangan lupa Read and Review fic-ku.

Weekend di Jakarta?


"Balik lagi deh sama kita. Dengan iklan yang singkat lagi. Kenapa singkat? Hmm… Abisnya kan tadi kalian protes iklannya lama.." ujar Melody memberitahu.

"Jangan banyak ngomong Mel. Sekarang pria single terakhir nih!" ujar Beetho memberitahu Melody yang sibuk menjelaskan kenapa iklannya pendek.

"Iya, iya." Melody menggembungkan pipinya kesal.

"Pria single terakhir!! Keluarlah!!" panggil Beetho dengan penuh semangat. Mungkin karena ini pria terakhir kali ya??

Musik kembali mengalun. Seorang cowok dengan model pantat ayam keluar daari balik pintu.

"Namanya Tuan Ayam siapa?" tanya Melody. Satu-satunya cewek yang gak speechless melihat tampang cowok ini. Maklum, Melody kan telmi. (Sebenarnya karena penulis emang gak suka Sasuke sih..)

Cowok itu nggak ngegubris panggilan nama baru dari Melody. "Nama gue Sasuke Uciha. Gue 21 tahun, mahasiswa dan islam." Kata Sasuke memperkenalkan dirinya pada semua cewek disana.

"Piliahan kalian ladies!" ujar Beetho menyuruh para ladies. Perlahan-lahan lampu podium dari tiap cewek mati. Meninggalkan sisa 3 orang.

"Sakura, masih berusaha ya?" tanya Sastra mencoba mewawancarai Sakura. Sakura tersenyum lembut.

"Gak apa-apalah, dapet brondong." Ujarnya tersenyum. "Ralat! Maksudnya brownies." Tambahnya.

"Lalu, Ino. Kau kenapa ikut-ikutan?" tanya Beetho mewawancari Ino. Mm.. Sebenarnya sih dia malas sekali mewawancarai Ino kalau tidak disuruh sama sang sutradara.

"Habisnya dia tampan sih! Gagah lagi! Pokoknya perfect!" Ino membanggakan Sasuke sambil mengacungkan jempolnya.

"Apa katamu!" gumam Beetho buru-buru pergi dari sana.

"Nah, Sasuke. Mau langsung pertanyaan?" tanya Melody to the point. Sasuke mengangguk.

"Kalau lo semua udah jadi cewek gue. Gak apa-apa kan kalau gue mukul lo pas lagi kesel?" tanya Sasuke. 'Paling cewek-cewek disini pada nggak mau.' Pikir Sasuke.

'Pertanyaan gak mutu!' umpat Melody dalam hati.

"Jawabanmu, Sakura." Kata Beetho mempersilahkan Sakura menjawab dahulu.

"Tergantung masalahnya dulu dong! Kalau aku yang salah, boleh mukul. Kalau aku nggak salah, nggak boleh mukul!" tegas Sakura.

"Ino?" tanya Beetho malas.

"Nggak maau!!!!!" Ino teriak dengan sangat keras.

"Karin?" tanya Beetho lagi. Setidaknya masih sedikit semangat daripada nanya ke Ino.

"Apapun untukmu, honey." Goda Karin sambil mengedipkan sebelah matanya.

'Cewek hebat!' pikir Sasuke. Sasuke tanpa disuruh pun segera mematikan lampu podium Ino.

"Pertanyaan kedua, lo bakal cinta gue apa adanya?" tanya Sasuke. "Gue pengen Karin duluan yang jawab." Tambahnya.

"Oke. Aku bakal mencintaimu apa adanya. Luar dan dalam. Semuanya!" Karin menjawab dengan segenap jiwa.

"Sakura-chan?" tanya Melody mendelik ke Sakura.

"Mmm… Tergantung sifatmu. Dan cintamu juga. Kalau kau tidak mencintaiku. Untuk apa aku mencintaimu?" tanya Sakura. Dan dengan secepat kilat Sasuke mematikan lampu podium Sakura dan menarik Karin dalam pelukannya.

"Untuk yang terakhir kalinya. Apa pendapatmu Madam?" tanya Beetho.

"Satu kata. Cocok!" ujar Madam Marisa.

"Ke romantic room deh sono!" ujar Beetho mengusir Karin dan Sasuke. Dan pergilah mereka.

"Nah, jangan lupakan secment sesudah ini ya!! Mereka akan mengahadapi chemistry test soalnya. Oke? Nah, iklan lamanya dimulaaiii!!!!" teriak Melody.


Untuk Sakura-chan yang nagih terus. Ini udah puas belum? Aku buatnya kebut lho! Dalam 1 hari selasai. Dan selesainya malem-malem pula.

Puas kan?? Reader lain juga puas gak??

Maaf, lagi sensitive jadi maunya marah mulu.

Tolong review!!!