Hi all! Saya telah kembali dari siksaan UASBN! *jingkrak-jingkrak nggak karuan*

Thx sudah mau menunggu, ya, Here's the next chapter! *tolong, drumroll-nya*

Enjoy ^^

Disclaimer: Bleach bukan milik saya


-Mezumi's POV-

Sudah beberapa bulan berlalu sejak aku berhasil lulus tes tidak jelas itu... Tes yang tidak kalah gilanya sama film Jackass... Taichou-ku yang gila memang tak bisa dihentikan... Kadang aku ditendang habis-habisan, atau kena Bankai-nya sang Taichou... Eh? Kena Bankai kok tidak mati, ya? Wah! Jangan-jangan aku sakti, nih! -Mezumi dilempari panci oleh sang Author-

Oke, oke... Karena ada kecelakaan yang menimpa Shinigami yang berjaga di Kota Karakura, aku jadi diperintahkan untuk menggantikan posisinya. Mendengar cerita-cerita keren tentang dunia itu, aku jadi kelewat semangat. Kata Rukia-Fukutaichou, dunia manusia itu memiliki berbagai permainan asyik yang lebih moderen daripada di Soul Society. Makanannya juga enak-enak, de es be.

Aku tak sabar!

-End of Mezumi's POV-

~Living World~

-Rei's POV-

Selamat siang, namaku Rei Kazumi. Aku bersekolah di SMA Karakura, yang terkenal dengan keberisikannya. Hari ini, akan dimulai semester 2. Seperti biasa, semua orang tetap berisik, dan gila-gilaan. Yah... Yang nggak pencilakan hanya aku dan Renna. Haku Renna adalah gadis paling pintar di kelasku. Tetapi dia selalu hilang ke dunianya sendiri saat membaca buku atau bermain hape. Dia terkenal dengan sebutan Gadis Autis Masa Kini.

Dia memakai kacamata yang nggak diketahui plus atau minusnya. Setiap orang yang menyentuhnya akan dibalas dengan tatapan mengerikannya. Semuanya jadi takut sih, tapi aku tau sifat sebenarnya nggak seperti itu.

Dia pernah membantuku membawa barang-barang ke ruang guru. Aku juga pernah melihatnya menolong seorang anak kecil yang hampir tertabrak. Dan-- lho? Kok aku jadi ngomongin tentang Renna, ya?

Oke, kembali ke POV saya. Jadi, semuanya masih pencilakan. Aku duduk di bangkuku dengan santainya... Walaupun sebentar.

Aku dengan tiba-tiba mendengar suara gesekan pedang yang entah darimana. Tapi yang lainnya kok bisa nggak terganggu, ya? Ah, mungkin hanya imajinasiku saja... Tapi, saat aku melihat keluar jendela, aku melihat seorang gadis melawan monster... HAH? MONSTER! Aku langsung lompat dari bangkuku, dan segera diliriki oleh seisi kelas.

Kenapa mereka nggak menoleh ke orang itu! Orang yang sedang melawan monster itu? Atau, memang aku yang kelewat berimajinasi? Tch... Dasar... Otakku sudah nggak waras lagi...

Dan akhirnya aku mendengar ledakan. Yang sangat keras.

BLAM!

Sekali lagi aku lompat dari bangkuku. Tapi, mengapa mereka masih menoleh ke aku? Apa bener otakku yang bermasalah? Tapi nggak mungkin! Gadis dan monster itu terlihat asli!

Atau jangan-jangan Hantu? Ya, Mungkin saja.

-End of Rei's POV-

Ya, dan dimulailah perjuangan sang protagonis di dunia manusia. Sekarang dia sedang melawan hollow yang lincah, dan kuat. Tentu saja karena kobodohan si hollow tersebut, Mezumi dapat mengalahkannya dengan Kido. Tamatlah riwayat si hollow.

Sang protagonis mengusap keringat di dahinya dan memikirkan kembali saran yang diberikan oleh fukutaichou-nya.

-Mari Flashback-

"Mezumi. Apa kamu benar sudah siap?" tanya Rukia dengan khawatir.

"Tentu! Aku hanya perlu menjaga kota Karakura dari hollow, kan?" Mezumi senyum-senyum geje sambil menunjukkan jari jempolnya.

Rukia membalas senyuman Mezumi, "Ya... Tapi, aku punya sedikit saran jika kamu akan tinggal disana."

"Oh ya? Apa?" tanya Mezumi yang penasaran.

"Kamu harus sekolah di dunia itu!"

Krik krik krik...

-End of Flashback-

Mezumi berjalan dengan dramatis ke depan gerbang sekolah -- sekarang sedang memakai Gigai --, ia menatap gedung yang disebut sekolah dari atas sampai bawah. Rambutnya bernari-nari ria karena terkena angin. Tangan kirinya melekuk ke pinggang. Dan matanya kemasukan pasir. Benar-benar nggak keren.

"Ah! Mataku!" teriak Mezumi sambil menggosok-gosok matanya. Tanpa sadar, ia terdorong angin yang kencang dan jatuh. Tidak lupa untuk pingsan.

Pas sekali ada seseorang yang keluar dari gedung itu dan kaget. Ada orang mati! Eh-- bukan sih... Hanya orang pingsan... Sang gadis itu membawa Mezumi ke UKS dengan cara menggeretnya. Menaiki tangga, lalu, turun lagi, dan akhirnya ada paku entah siapa yang berani mernjatuhkannya. Saat sampai di UKS luka Mezumi tambah parah.

"Bu! Ada orang pingsan di depan sekolah!" kata si gadis penggeret Mezumi tersebut.

"Hmm?" Sang guru tersebut menoleh, "Oh... Oke, kamu boleh pergi." kata si guru. Dan si gadis mengangguk-angguk, "Baik, Inoue-sensei!".

Greeek, Blam!

Ya, si guru ini adalah Inoue Orihime. Si -beep- besar--Jangan bunuh saya!--. Inoue menyentuh pin bunganya. Dan seterusnya pasti anda sudah tau. Penyembuhan kelas atas yang instan.

Inoue dengan tenang membawa Mezumi ke kasur dan pergi.

Mezumi membuka matanya perlahan-lahan... Melihat sekitar, dari kiri, kanan, atas dan bawah. Mezumi langsung kaget, melebarkan matanya selebar-lebar mungkin dan kabur dari kasur. Sayang sekali, Inoue sudah datang, membawa segelas teh hangat yang langsung membuat Mezumi ngiler.

"Ah... Kau sudah bangun. Er... Siapa namamu? Aku Inoue Orihime." Inoue tersenyum sambil menyodorkan tehnya ke Mezumi.

Mezumi segera menerimanya dan tersenyum, "Namaku Mezumi Rara. Terima kasih untuk tehnya..." tanpa menunggu lagi, Mezumi meminum tehnya. Dan nggak sampai 1 menit, ia berhasil menghabiskan teh tersebut dengan 1 tegukan.

"Mezumi Rara... Hmm... Aku nggak pernah mendengar nama itu di sekolah ini..." kata Inoue.

Mezumi sekali lagi mengangguk-angguk. "Aku memang bukan siswa di sekolah ini.".

"Apa kamu tersesat?" tanya Inoue. Mezumi membalas dengan gelengan.

"Aku diminta menemui Inoue Orihime, tapi aku nggak tau dia berada dimana..." Bodohnya protagonis ini...

"Eh.... Er... Aku Inoue Orihime..." pernyataan Inoue membuat Mezumi kaget dan tersenyum.

"Kamu kenal Inoue-san? Dimana dia?" Kenapa aku membuat karakter sebodoh ini?

"Yah... Aku... Inoue Orihime.."

"Eh...?"

"Maafkan saya Inoue-san! Saya benar-benar bodoh! Kebodohanku kelewat batas!" teriakan Mezumi terdengar sampai seluruh penjuru sekolah.

Inoue memegang pundak Mezumi dengan halus, tapi Mezumi tambah takut. Mungkin dia trauma sama kejahatan dibalik kebaikan Unohana Retsu, kapten divisi ke-4.

"Jangan khawatir... Aku nggak akan marah kepadamu..." kata Inoue sambil memasang senyumannya yang dapat membuat semua orang jatuh cinta dengannya!

'Oh tuhan... Senyuman itu mirip sama Unohana-taichou! Jangan-jangan, dia akan membunuhku seperti yang selalu dilakukan Unohana-taichou?' Mezumi lagi asik-asik duduk sambil bergemetar ria.

"Aku juga nggak akan melukaimu, kok." lanjut Inoue, sekali lagi memasang senyuman di wajahnya.

Senyuman Inoue yang kali ini membuat Mezumi berhenti merinding, sekaligus menenangkannya.

"Te...Terima kasih, Inoue-san! Kau baik sekali!" Mezumi langsung bersujud-sujud.

"Aha... Jangan dipikirkan..." kata Inoue sambil menepuk pundak Mezumi.

Akhirnya Mezumi tersenyum diikuti oleh Inoue.

"Jadi, Inoue-san... Aku dikirim oleh Rukia-fukutaichou. Dia bilang aku harus mencarimu dahulu..." Mezumi mengambil sesuatu dari kantongnya, "Dan... Ini, aku diminta memberikan ini kepadamu."

Inoue mengambil sepotong kertas dan membacanya.

'Orihime, Aku mau minta tolong, ya... Mezumi Rara adalah Shinigami baru yang menjadi anggota divisiku. Dia kelewat aktif dan juga nekat melakukan hal berbahaya. Dia meminta kita mengirimnya ke dunia manusia. Dan akhirnya datanglah dia ke hadapanmu. Tolong jaga dia ya. Dia akan membantu membasmi hollow di situ... Aku akan kesana jika ada waktu. ~Rukia.'

Sweatdrop bermunculan di sekitar wajah Inoue.

"Apa yang Rukia-fukutaichou tulis?" tanya Mezumi.

"Hah? Oh, hanya beberapa kalimat... Dan, er... Rara-san," panggil Inoue.

"Ya?"

"Selama kamu ada di dunia manusia, kamu akan hidup bersamaku, oke. Tapi, kamu harus menunggu sampai sekolah usai. Tolong bersabar sedikit, ya?"

Mezumi kaget, shock, jantungan, de es be. "Apa? Aku nggak bisa menunggu-- Aku bukan orang yang suka bersabar!" teriak Mezumi.

"Aaaa... Tolong kecilkan suaramu, ya. Oh... dan, kalau kamu mau, kamu bisa jalan-jalan sekitar sekolah. Bagaimana?" usul Inoue dan Mezumi mengangguk-angguk.

"Yeee!" Mezumi, dengan ge pe el-nya pergi dari UKS.

"Benar-benar..."

"Wah... Dunia manusia keren sekali! Sekolah ini jauh lebih keren daripada akademi rongsokan itu!" Mezumi segera dilempari panci, entah darimana.

Tanpa lihat belakang, Mezumi terus berjalan... menyusuri koridor yang panjang... Turun tangga... Naik lagi... Masuk ke ruangan... Ditendang keluar dari ruangan... Berjalan lagi... Ketabrak tembok... Jatuh dari tangga... Dan tewas-- Maksud saya pingsan.

Beberapa orang melewatinya tetapi nggak ada yang peduli... Sampai akhirnya datang seseorang yang tadi menggeretnya ke UKS.

"Ya ampun... Anak ini lagi?" Penggeretan dimulai!

"Inoue-sensei! Anak ini pingsan lagi..." kata gadis penggeret tersebut.

"Hah? Oh, Rara-san pingsan lagi? Hmm.. Maaf, bisa kamu urusi dia dulu? Bu guru ada urusan guru!" Inoue langsung kabur dari ruangan secepat-cepat mungkin.

"T-tapi, Inoue-sensei--"

BRAKKK!

"......"

Gadis itu menggeret Mezumi lagi dan membantingnya di kasur.

"Hmm... Jadi, aku harus menunggu sampai dia bangun?"

...

...

...

Hening menyelimuti ruangan...

"Kenapa membosankan sekali?" teriak Rei. "Tapi... Aku nggak bisa pergi meninggalkan misi yang diberikan oleh Inoue-sensei! Wanita yang paling dihormati di sekolah ini! Aku harus sabar...!" kata Rei dengan lebay-nya.

Rei kembali fokus menatap gerak-gerik Mezumi.

"Hm... Kenapa aku merasa pernah melihat orang ini, ya...?"

Rei berpikir... tapi sebelum selesai berpikir, muncul sebuah ledakan pas di depan mata.

"What the-- Oh my god!" Rei kaget. Saking kagetnya sampai-sampai dia loncat dari posisinya.

Dan, munculah sebuah monster besar dengan topeng… Yang sangat jelek.


Saya senang sekali mengejek sang Hollow ini XDDD

Oh ya. Review? Saya akan berjuang sesuai dengan jumlah review yang saya dapatkan (Author ini males banget, sih?)

Thx~