The Rule's of Angel and Demon

A PANDORA HEARTS FANFICTION

Written by JuLie-Chii IchiRuki ChuBbY

Disclaimer : Jun Mochizuki kan?

Pair : OLice, ElliDa, and ElliCho.
Warning : OOC, aneh, AU, gaje. DON'T LIKE, DON'T READ!

Rule 2 : When Bloody Valentine Day came, all of Angel and Demon must leave to human world

Bloody Valentine Day, hari dimana semua penghuni dunia atas atau dunia bawah akan membaur dengan para manusia di bumi, menikmati kebebasan yang hanya bisa dirasakan 5 tahun sekali.

Dan di jalanan kota Sabrie yang lumayan ramai, seorang gadis yang bagaikan replika dari Oz Vessalius, dengan rambut pirang hingga mata hijaunya, berjalan dalam tempo santai. Setiap kali kakinya melangkah, setiap kali itu pula pandangan para keurumunan adam dan hawa memandangnya dengan pandangan iri, kagum, dan memuja.

Bagaimana tidak? Eida Vessalius, nama dari gadis –ralat, iblis bersosok wanita itu- adalah seseorang yang begitu cantik yang cukup langka untuk dilihat.

Ketika Eida berjalan sambil melihat-lihat toko aksesoris, dia tak sengaja menabrak seorang wanita.

"Eh, anda baik-baik saja? Saya minta maaf," kata Eida panik.

'Meoong,' sebuah suara kucing hitam berlonceng dengan pita merah yang keluar dari belakang wanita tadi, wanita dengan rambut coklat panjang.

"Aku baik-baik saja," jawab wanita itu, Eida masih belum bisa melihat wajahnya. "Dan Chesire, ayo kemari," kata wanita itu pada kucingnya yang kemudian berakhir di pelukan hangat sang pemilik.

"Syukurlah kalau begitu," kata Eida menanggapi jawaban wanita itu atas pertanyaannya.

Wanita itu mendongak, memperlihatkan sebuah mata violet yang indah serta wajah yang familiar bagi Eida.

"Alice-san?" pekik Eida. Eida memang pernah bertemu beberapa kali dengan Alice sebelum malaikat itu terusir bersama kakak laki-lakinya gara-gara sebuah perasaan bernama 'cinta', walau Cuma tanda-tanda, mereka berdua tetap diusir.

Dan yang membuat Eida sampai memekik adalah betapa berbedanya Alice di hadapannya dengan Alice yang dulu pernah dia temui. Tapi, kalau dilihat dari waktu manusia, memang sudah sekitar 13 tahun berlalu.

"Oh, lho? Adiknya Oz ya?"

"Eh, iya," jawab Eida salah tingkah.

"Kau masih tetap seperti dulu ya, Malaikat dan Iblis memang tidak menua. Kau mau mampir dan menginap di rumah kami? Sekarang hingga seminggu lagi masih Bloody Valentine Day kan?" kata Alice dengan senyum ramah, membuat Eida semakin kaget.

"Eh, iya."

Alice yang baru berdiri, dan yang ternyata lebih tinggi sekian cm dari Eida, langsung mencengkeram lengan iblis itu dan menyeretnya menuju kediaman Vessalius.

X X X

Eida memandang tak percaya pada rumah kakaknya. Rumah itu memang tidak besar, tapi juga tidak kecil. Rumah itu dikelilingi taman-taman indah yang didominasi bunga anggrek dan bunga mawar.

"Ayo masuk Eida, sebentar lagi Oz akan kembali dari tempat kerjanya," kata Alice.

"Kerja? Memang kakak kerja apa?"

"Dia bekerja sebagai pegawai kerajaan. Tepatnya sih dia ketua sebuah organisasi kerajaan bernama Pandora," jawab Alice dengan lagak cuek sambil mengedikkan bahu.

"Oh ya Eida, aku akan memperkenalkanmu dengan para penghuni tempat kecil ini," kata Alice ketika mereka dalam perjalanan menuju dapur, markas para pelayan.

Dan ketika melewati sebuah jendela yang mengarah langsung ke sebuah taman, Eida melihat seorang pria manusia tampan yang sedang duduk di bangku taman itu, berdua dengan seorang pria berambut hitam dan berkcamata. Tanpa sadar, Eida tak mau melepaskan pandangannya dan berdiri mematung di depan jendela itu.

"Eida!" seru Alice yang akhirnya menyadari bahwa Eida sudah tak ada lagi di belakangnya.

"Eh, Alice-san?" Eida akhirnya tersadar dari lamunan.

Dan ketika Alice menyeret Eida lagi, sekilas, mata Eida bertemu dengan mata pria itu.

Alice tak jemuh-jemuhnya mengajak Eida mengelilingi rumahnya. Tak lelah-lelahnya memperkenalkan Eida sebagai adik iparnya kepada para pelayan. Dan kini, Alice dan Eida sedang berjalan menuju taman, taman yang dirawat sendiri oleh Alice.

"Eida, taman ini indah tidak?" Tanya Alice.

"Iya, indah," jawab Eida jujur.

"Benarkah? Aku sendiri lho yang mengurus taman ini, dibantu seorang pelayan wanita yang sekarang sedang cuti pulang kampung," kata Alice riang.

Dan tepat ketika itu, pria yang tadi dilihat Eida dari balik kaca jendela, datang dari arah taman dalam.

"Oh, Elliot!" seru Alice ketika menyadari kedatangan pria bernama Elliot itu.

"Halo Alice," kata Elliot sambil mengecup singkat punggung tangan Alice. Kemudian, setelah melepaskan kecupan singkat itu, Elliot memandang Eida penasaran.

"Elliot, ini adik iparku, namanya Eida Vessalius. Dan Eida, ini pangeran Elliot Nightray."

Sesaat Eida mengernyit heran, tapi kemudian Eida pun membungkuk memberi hormat.

Elliot mengerutkan dahi. "Aku tak pernah dengar kalau Oz Vessalius punya adik perempuan."

"Itu karena adik Oz ini tinggal di desa Westwood. Apalagi, Oz kan orangnya memang tak suka membicarakan keluarganya," kata Alice berbohong dengan lancarnya.

"Oh,…" komentar Elliot.

"Elliot, ajak Eida jalan-jalan sementara aku menyiapkan makan malam ya!" seru Alice meninggalkan kedua orang itu.

"Eng,.. jadi mau jalan-jalan sekarang?" Tanya Elliot.

Eida hanya mengangguk.

Lama mereka berjalan berdua, akhirnya Elliot memberi suara, "Jadi, kau berasal dari Westwood ya?"

Lagi-lagi, Eida hanya mengangguk.

"Bagaimana keadaan alam disana? Apa masih sama seperti dulu? Aku dulu sewaktu masih kanak-kanak sering liburan kesana lho," Tanya Elliot, emmbuat Eida kelimpungan karena dia tak pernah benar-benar kesana.

"Eng,.. itu,.. anu,.." Eida kesulitan menemukan jawaban dan tiba-tiba, "DUAGH" kening Eida menabrak sebuah batang pohon besar tak bersalah yang sedari tadi hanya berdiam diri.

"Eh, kau baik-baik saja Vessalius-san?" Tanya Elliot panik.

"Eh, iya, saya baik-baik saja," jawab Eida walau matanya sedikit berputar-putar.

"Aduh, maafkan aku ya, ini gara-gara aku," kata Elliot dengan wajah bersalah.

"Manisnya,…" batin Eida tanpa sadar.

"Ya,.. Ya sudah, bagaimana kalau kita lanjutkan saja jalan-jalan ini?" Tanya Elliot sambil mengulurkan tangan.

Dan Eida menerima tawaran tersebut sambil tertawa kecil melihat rona merah di wajah Elliot.

X X X

Esoknya, Alice dan Oz mengundang Elliot makan malam. Dan dengan terpaksa, Eida harus duduk di meja makan bersama kakak dan kakak iparnya, dengan tambahan pangeran temperamen bernama Elliot Nightray.

Ketika kemarin Oz kembali dari Pandora, Eida langsung menanyakan mengenai nama 'Nightray' itu, tentunya setelah si pangeran pulang ke kediamannya.

"Dia masih keturunan seseorang sebangsa kita yang menjadi sepertiku dan Alice," kata Oz menjelaskan.

Kesimpulannya, Elliot adalah keturunan entah keberapa dari seorang iblis, atau malaikat, bermarga Nightray yang menjadi manusia.

Kembali ke meja makan. Eida menghabiskan makan malamnya tanpa banyak bicara, bertolak belakang sekali dengan Oz, Alice, dan Elliot yang ribut-ribut sedari tadi.

"Cukup, aku mau pulang," kata Elliot akhirnya, kesabarannya menghadapi pasangan Vessalius sudah habis.

"Ck, bilang saja mau menemui Echo," kata Alice mencela.

Wajah Elliot merona, dan dia langsung pergi setelah berteriak, "Bukan urusanmu! Lagipula Echo sedang pergi ke rumah orang tuanya."

"Kau sih bisa pulang-pergi kesana dalam waktu 5 jam," kata Alice pelan.

Dan tak ada yang menyadari bahwa Eida hampir tersedak mendengar nama si Echo tadi.

X X X

4 hari berlalu semenjak Eida datang ke dunia manusia, yang artinya tinggal 3 hari lagi sebelum dia harus kembali ke dunia bawah. Hubungannya dengan Elliot kini pun cukup akrab.

Burung-burung berkicau dengan riangnya. Si Iblis cantik yang tak perlu sekaligus tak bisa tidur memandangi taman dari kamarnya di lantai dua. Merasa begitu beruntung ketika melihat Elliot berjalan memasuki kediaman ini, terlambat menyadari bahwa dia sudah melanggar peraturan nomor 1 dalam buku aturan malaikat dan iblis.

"Selamat pagi," sapa Eida riang ketika menemukan kakak dan kakak iparnya serta Elliot sedang duduk di satu ruangan yang sama.

"Pagi juga Eida," kata mereka semua.

"Selamat pagi," kata seorang pelayan mengagetkan Eida.

Eida menoleh, mendapati seorang wanita berambut keperakan dengan pakaian maid biru-putih.

"Oh, Echo, selamat pagi," kata orang-orang disana selain Eida.

Oz yang meilhat ekspresi bingung di wajah Eida, berkata, "Echo itu pelayan pribadinya Alice."

"Ah, Echo-san kah yang dibilang Alice-san selalu membantu Alice-san mengurus taman?" Tanya Eida, berusaha menyingkirkan pikiran bahwa Echo yang ini sama seperti dengan Echo yang di bicarakan 3 hari yang lalu di meja makan. 'Mana mungkin pangeran menyukai seorang pelayan,' batinnya.

"Iya," jawab Alice.

"Eh, kakak tidak pergi ke Pandora?" Tanya Eida lagi.

Oz menggeleng. "Hari ini sampai hari kepulanganmu, aku ambil cuti."

Eida langsung memeluk kakaknya. "Aku sayang sekali sama kakak."

Sukses membuat wajah Oz memerah karena kedapatan bahwa dia adalah sister complex di hadapan cukup banyak orang. Semua orang tertawa, kecuali Oz yang menggerutu tak jelas.

"Ehm,… Echo, hari ini Reo sedang ada urusan, jadi tak ada yang menemaiku jalan-jalan di kota, kau mau tidak menemaniku?" Tanya Elliot.

Echo memandangnya dengan pandangan lesu. "Kenapa selalu begitu sih? Tak bisa ya mengajak pelayan lain?" katanya memprotes sambil menghela nafas tapi tetap saja dia mengikuti keinginan Elliot.

Dan setelah keduanya menghilang dari pandangan, Eida bertanya, "Elliot suka Echo ya?"

"Iya," kata Oz.

"Ckck, kau saja langsung tahu, tapi kenapa Echo tak sadar-sadar ya kalau dia disukai Elliot?" kata Alice sambil menyesap tehnya.

"Oh, begitukah? Kalau begitu, aku kemari tadi hanya ingin meminta izin Alice-san untuk jalan-jalan keluar kok."

"Ya, bersenang-senanglah Eida!" kata Oz dan Alice.

Dan Eida sekarang menyusuri jalanan Sabrie dengan wajah sendu. Tak menyadari bahwa ada hawa malaikat dan iblis yang mendekati tempatnya sampai malaikat dan iblis itu muncul di hadapannya dengan spektakuler bagaikan angin.

"Vincent? Gillbert?" seru Eida.

"Eida Vessalius, kami menjemput anda untuk mendapat pengadilan di dunia bawah, dengan tuduhan pelanggaran peraturan pertama dalam buku 'aturan malaikat dan iblis'," kata kedua makhluk dunia lain itu.

"Tunggu, apa maksudnya ini? Aku? Jatuh cinta? Jangan asal bicara!" kata Eida, mengabaikan orang-orang yang memandangnya aneh karena terlihat bicara sendiri.

"Kau sudah dipastikan jatuh cinta pada seorang manusia bernama Elliot Nightray. Dan kau akan mendapat pengadilan karena perasaanmu tak terbalas," kata Gillbert dengan wajah datar.

"Dan kau sendiri tahu bahwa peraturan pertama dan ketiga dibuat demi kebaikan kita sendiri," tambah Vincent.

"Ugh, aku tak terima. Aku tak jatuh cinta pada Elliot," kata Eida setengah berteriak.

Tanpa menggubris protes Eida, Vincent mendekap Eida kemudian mengeluarkan sayap hitamnya, membawa dirinya dan Eida menuju langsung ke pengadilan dunia bawah.

"Sebaiknya aku memberitahu Oz-sama mengenai adiknya," gumam Gill yang tak ikut ke pengadilan karena malaikat tak diijinkan pergi ke dunia bawah.

T B C

Rule 2 di update.

Padahal rencana saya Cuma satu rule aja. Ngga tahunya malah jadi two-shoot di bagian VinceAda.

Pair utama yang muncul disini ada 4; Oz x Alice, Vince x Eida, Break x Sharon, Jack x Alyss. Masing-masing 1 chapter kecuali VinceAda yang menjadi satu-satunya genre Romance/Hurt/Comfort, sementara yang lainnya Romance/Humor. Kesimpulannya, chapter 2 dan 3 genrenya diganti.

Bagi yang nunggu kemunculan Xarks-nii, dia akan muncul di chapter depan.

Ayo berikan kesan dan pesan kalian!