Ciaossu! Tiba2 dpt inspirasi bikin omake. 'kay, here we go! Sekali lagi, maaf kalo ancur xD
Disclaimer: sayang sekali saudara, KHR itu punya Amano Akira-san. Kalo punya saya, pasti genre-nya udah nambah Shounen-ai.
Pairing: All Hail 6918.
Warning: BL, berdoalah semoga tidak OOC. Kalo iya, maafkan saya. Oh iya, satu lagi warning yang lupa saya taro kemaren. Ini fic AU.
Sepi. Tidak ada siapa-siapa di Kokuyu High School. Ken, Chikusa, dan Chrome sedang pergi untuk membeli camilan. Hanya ada seorang laki-laki dengan rambut nanas disana—Rokudou Mukuro.
"Kufufu," ia tertawa sendiri. Jika ada yang melihatnya sekarang, pasti langsung mengira bahwa ia adalah orang gila. Dan sesungguhnya perkiraan mereka itu benar. Karena Mukuro sedang tergila-gila dengan seseorang, siapa lagi kalau bukan Hibari Kyouya.
Mukuro sedang merebahkan tubuhnya di sofa yang sudah dekil dan lapuk. Matanya menerawang ke langit-langit yang penuh dengan sarang laba-laba.
"Aku kangen Kyouya," rengeknya tiba-tiba. "Apa sebaiknya aku ke Namimori saja?" tanyanya pada angin. Setelah berpikir selama 10 detik, ia berdiri, dan menghilang beberapa detik kemudian.
Seperti biasa, Hibari Kyouya sedang duduk di sofa kesayangannya di Ruang Ketua Komite Kedisiplinan Namichuu. Ia sedang berusaha memejamkan matanya, sampai ada suara pintu yang diketuk. Hibari ber'tsk' dan berseru kepada seseorang dibalik pintu. "Masuk,"
Kenop pintu berputar, dan seorang berjambul muncul di belakangnya, membawa tumpukan kertas. Kusakabe Tetsuya.
"Iinchou, ini laporan mingguan Namichuu. Tolong semuanya di tandatangani," ujarnya. Hibari menghela nafas, dan beranjak dari sofanya dan duduk di kursi kerjanya. Ia pun mengulurkan tangannya ke Kusakabe. Kusakabe memberi tumpukan kertas tersebut—kira kira ada 500 lembar.
"Ah, iya, ini harus selesai sebelum jam pulang," tambah Kusakabe. Tapi saat melihat Hibari mengirimnya death glare, Kusakabe menelan ludahnya. "Le-Lebih sedikit juga tidak apa apa.."
"Hmph. Sekarang, keluar." Perintah Hibari tanpa melihat. Kusakabe menunduk sedikit, lalu menghambur keluar pintu.
"Cih," gerutu Hibari seraya mengambil lembar paling atas dari tumpukan tersebut. Saat ia akan mencoretkan tanda tangannya, seseorang muncul di depannya secara tiba-tiba.
"Yo, Kyouya-chan~" sapanya dengan nada genit. Hibari terlonjak dan berdiri dari kursinya.
"Apa kali ini, Rokudou Mukuro?" tanyanya dingin. Namun terlihat beberapa sirat pink di wajah tampannya. Mukuro terkekeh.
"Kufufu, Kyouya-chan, jangan sedingin itu dengan kekasihmu~" rayu Mukuro sambil mengelus pipi Kyouya. Wajah Kyouya memerah, dan ia pun menepis tangan itu.
"Cukup main-mainnya, Herbivore. Jangan mengganggu, aku mau kerja," ucapnya sambil kembali duduk di bangkunya. Namun, saat bokongnya hendak menyentuh jok kursinya, Mukuro menjentikkan jarinya, dan kursi tersebut malah bergeser jauh ke belakang, menyebabkan Hibari jatuh di pantat dengan indahnya. Mukuro tertawa kencang.
"Hahahaha! Kyouya, kau sangat lucu~!" ujarnya di sela-sela tawanya. Wajah Hibari makin memerah karena malu, marah, dan kehilangan kesabaran akan lelaki berdarah Italia itu. Dengan cepat ia mengeluarkan tonfa dari lengan kemejanya.
"Jangan main-main denganku, nanas… Kamikorosu," ancamnya disertai death glare. Mukuro mengangkat kedua alisnya, dan tertawa kecil.
"Kufufu~ sabar, Kyouya. Aku kesini bukan untuk menjahilimu. Aku hanya ingin bertemu denganmu, itu saja," Mukuro tersenyum dan mengusap kepala Hibari, membuat jantungnya berdegup.
Lalu hening.
Dan keheningan tersebut pun berhasil dipecahkan oleh Hibari yang memajukan kursinya dan duduk kembali. Tangannya mengambil pulpennya, dan ia pun kembali bekerja.
"Hee, contoh ketua kedisiplinan yang baik, ya," gurau Mukuro, dan diabaikan oleh Hibari. Mukuro pun berjalan ke samping Hibari dan menunduk untuk menyamakan kedudukan kepalanya dengan Hibari. Mukuro mengambil selembar kertas yang sudah ditanda tangani oleh Hibari.
"Hn? Apa maksud lembar ini, Kyouya?" Mukuro mengangkat sebelah alisnya. Hibari mengambil nafas dalam.
"Nanas bodoh. Itu namanya laporan mingguan sekolah," katanya tanpa menoleh ke Mukuro. Mukuro mengangguk kecil, dan menunjuk ke tabel berisi laporan keuangan.
"Bagaimana kau menghitung ini, Kyouya?" tanyanya lagi. Hibari menoleh ke Mukuro.
"Bodoh, masa kau tidak—" Hibari berhenti bicara setelah ia menyadari betapa dekatnya jarak antara wajah mereka berdua. Menyadari Hibari yang berhenti bicara, Mukuro pun menoleh kearah Hibari.
"Kenapa, Kyouya?"
Hibari tidak menjawab. Wajahnya seperti udang rebus—merah merona. Jantungnya berhenti berdetak untuk sejenak.
Lalu, entah setan apa yang merasuki Hibari, ia membuat pergerakan yang aneh. Ia memajukan wajahnya dengan cepat, dan menempelkan bibir lembutnya di pipi Mukuro dengan malu-malu.
Mukuro yang nge-blank, lagi-lagi tidak tahu harus apa selama beberapa detik. Namun, detik-detik berikutnya, dia malah menyeringai.
"Aduh~ Kyouya-ku ini sangat pemalu~" ucapnya sambil memeluk dan mencium pipi Hibari. Hibari mematung dan tersipu. "Aku makin cinta~"
Hibari tidak menjawab apa-apa selain "Minggir kau nanas, kamikorosu," dan ini membuat Mukuro menyeringai makin lebar. Ia pun menarik wajah Hibari dan mencium bibirnya. Di sela-sela ciumannya, Mukuro berbisik, "Ti amo, amore mio,"
Setelah menarik diri masing-masing, Hibari berbisik, namun cukup untuk didengar Mukuro. "Ore, mo,"
Mukuro tersenyum kemenangan dan mendorong Hibari ke lantai.
STOP~~~ kalau lanjut, ntar jadi ganti rating xD *plak* dan selain itu saya ngga handal nulis lemon =w= *shot* yosh, omake selesai! Saya dapet inspirasi waktu lagi nonton film Spaceball. Padahal ga ada romance-nya kan? (ada sih, Cuma dikit, banyakan lawak) dan gimana? Gaje? Ancur? Silahkan kritik ataupun kasih saran~ :3
Lalu, entah kenapa, saya menghancurkan image Mukuro-sama disini. Entah kenapa. Padahal saya 'lumayan' yakin kalo itu emang sifatnya… oke. Dan Hibari? Mudah-mudahan ngga OOC disini OwO
Dan beberapa ungkapan dalam bahasa asing disini, mungkin beberapa udah tau, malah lebih jago dari saya, saya Cuma amu ngasih tau aja, kali aja ada yang gatau X3 Ti amo, amore mio itu artinya 'Aku cinta kau, cintaku,' *nah lo?* itu bahasa Itali, kalo Ore, mo itu bahasa jepang untuk 'Aku juga' xD
Yosh, doakan saya punya inspirasi bikin fic KHR lagi. Arrivederci!
