a/n: wahahaha, chapter 2 update bersamaan. Sebenernya emang udah bikin. Hohoho... XD
Disclaimer: Bleach sama KHR bukan punya saya, tapi punya para penciptanya. Saya hanya meminjam para chara-nya... =]
Rated: err... K+ atau T? ==" bingung ah
Warning: gaje, abal, banyak typo, humor super gak lucu, OOC (terutama para shinigami), aneh, bahasa seenak author.
~ENJOY~
SHINIGAMI IN NAMIMORI
~Chapter 2. We already arrived at Namimori, but...~
Masih ingat dengan perkataan Mayuri di chapter 1 omake 2? Yup, bagaimana nasib para shinigami yang tidak menyadari kalau senkaimon sedang bermasalah? Mari kita lihat...
=Hitsugaya Toushirou=
Pintu senkaimon terbuka. Dari dalamnya muncul seorang shinigami ber-haori dengan huruf kanji 10 di punggungnya dan memiliki rambut perak. Namun, karena tidak menyadari senkaimon itu terbuka di langit, maka...
BRUKKK!
PRANG!
PRAKK!
DUAKK!
Ia pun sukses terjatuh dan mendarat di pekarangan sebuah rumah dengan posisi muka membentur tanah. *kasian amat dirimu, nak. Jatohnya kagak elit... =3= -dibankai Hitsugaya-*
"Wadaw, kok gue bisa gak nyadar kalo senkaimon bakal ngebuka di langit. Lagian mana jatohnya kayak gini pula," gerutu Hitsugaya sambil memegangi hidungnya yang udah gak jelas bentuk. *wkwkwkwk... XD*
"Hee, suara apa itu?" terdengar suara seseorang dari dalam rumah.
"Aku tidak tahu, tapi terdengar seperti benda jatuh dan suara pot pecah. Bagaimana kalau kita lihat, Juudaime?" terdengar suara lainnya.
Hitsugaya yang sudah bisa mengumpulkan nyawanya (?) akibat rasa kaget karena jatuh tadi, tertegun mendengar percakapan itu. 'Pot...pecah?' batin Hitsugaya. Ia pun membalikkan badannya dan melihat pemandangan yang cukup mencengangkan. Ternyata bukan hanya potnya saja yang pecah, tapi raknya pun ikutan hancur. Melihat hal itu, Hitsugaya hanya bisa sweatdrop sambil membatin, 'Mampus gue!' *baru dateng udah ngancurin rumah orang =="*
Tiba-tiba terdengar suara pintu digeser. Hitsugaya langsung mengalihkan pandangannya. Dalam hati ia menggerutu karena tidak sempat untuk kabur. Namun, pikirnya lagi, memangnya ada yang bisa melihatnya?
Dari dalam rumah keluar dua orang anak laki-laki. Yang satu berambut coklat dan yang satunya berambut putih. Yang berambut coklat menatap keluar dengan pandangan cemas dan bingung, sedangkan yang satunya terlihat bersiaga.
Hitsugaya kaget, namun berusaha tenang. Bukankah tidak ada yang bisa melihatnya kalau orang itu tidak memiliki kekuatan spiritual? Tapi Hitsugaya jauh lebih kaget lagi ketika mendengar teriakan dari anak berambut coklat itu.
"Si-siapa ... kau?" tanya anak itu panik sambil menunjuk Hitsugaya.
"Haa…?"
~a~a~a~
=Kanezaki Haruhiko=
Haruhiko keluar dari senkaimon tanpa masalah karena senkaimon terbuka di tanah. Namun yang mengejutkan laki-laki berambut hijau-abu ini (bisa bayangin gak warna rambutnya? Makanya saya bilang di awal kalau warna rambutnya gaje... =.=") adalah kenyataan kalau saat ini ia berada di rumah seseorang atau tepatnya sebuah dojo.
Mata Haruhiko memandang berkeliling, memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Tapi sedetik kemudian ia malah memegang kepalanya dan berkata, "Ini... di mana? Lagipula... di mana yang lain?"
Sedang enak-enaknya berpikir, tiba-tiba telinganya menangkap suara langkah kaki seseorang. Langkah kaki itu begitu cepat, hingga Haruhiko bingung apa yang harus dilakukannya.
Pintu dojo pun terbuka, dengan keadaan Haruhiko masih berdiri di tempat. Dan dari balik pintu geser itu muncul seorang anak laki-laki berambut hitam yang memakai hakama dan membawa pedang kayu.
Untuk sesaat Haruhiko dan anak itu hanya berpandangan dengan tatapan mata yang biasa saja dan tanpa kata, seolah kehadiran orang yang di hadapannya itu biasa saja. *satu tipe nih... =.=*
"Hee, siapa kau?" tanya anak itu sambil menggaruk kepalanya yang pastinya tidak gatal, murni kebingungan.
Haruhiko membelakakkan matanya, tidak percaya. "Are...? Kau bisa melihatku?"
"Eh?"
~a~a~a~
=Madarame Ikkaku=
Ikkaku keluar dari senkaimon yang terbuka di langit dan sama seperti Hitsugaya, ia pun terjun bebas ke tanah. Namun, yang lebih parahnya, Ikkaku bukan hanya menghancurkan pot saja tapi juga tiang jemuran dan membuat lubang di tanah membentuk dirinya yang terjatuh dengan gaya... katak? *bayangin sendiri aja... XD*
Dan itu pun menimbulkan keributan dengan suara...
HUWAA!
PRAKK!
PRANGG!
DUKK!
BUKK!
JEDUGG!
*author kayaknya lebay ya... Tapi kasian juga kalau Ikkaku jatoh kayak gitu... XD* serta membuat si pemilik rumah berteriak, "Apa itu TO THE EXTREME!"
Ikkaku yang mendengar suara itu cuma bisa cengo sambil memegang bagian kepalanya yang... botak. Belum sempat Ikkaku berdiri, pintu geser di depannya terbuka dan keluarlah seorang anak laki-laki berambut putih dengan plester menempel di hidungnya dan perban yang melilit kedua tangannya beserta seorang anak perempuan berambut pendek berwarna coklat, melihat Ikkaku dengan tatapan heran.
Keheningan melanda mereka bertiga selama beberapa saat, dan anak laki-laki itulah yang memecahnya dengan teriakannya... "SIAPA KAU TO THE EXTREME!"
"Apa?" Ikkaku cuma bisa cengo sambil menutup telinganya yang dikhawatirkannya akan tuli mendengar teriakan itu.
~a~a~a~
=Abarai Renji=
Renji memegangi kepalanya yang baru saja sukses membentur lantai. Bukan. Bukan disebabkan senkaimon yang terbuka di langit karena senkaimon-nya terbuka di tanah, melainkan kecerobohannya yang tidak melihat ada sebatang besi yang cukup besar nangkring di depan kakinya ketika ia melangkah. Dan sudah gampang ditebak, Renji kesandung besi.
Sedang enak-enaknya meratapi nasib, tiba-tiba terdengar suara tawa aneh di depannya.
"Kufufu~ siapa di sana?"
Renji menoleh ke sekelilingnya, masih dengan posisi terduduk, mencari asal suara tersebut. Tiba-tiba dari arah depan, di mana hanya ada tempat yang gelap, keluar sesosok tubuh manusia. Seorang anak laki-laki dengan senyum aneh, memakai gakuran hijau, memiliki bola mata dengan warna yang berbeda antara kanan dan kiri, serta membawa sebuah... Trident. *informasi tambahan, berambut nanas... XD -ditusuk trident-*
Anak itu hanya menatap Renji dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak, mengingatkannya pada Ichimaru Gin, salah satu dari pengkhianat Soul Society. Renji pun balas menatap anak itu dengan raut wajah penuh rasa kaget.
Saat Renji masih menatap anak itu dengan kaget, ia telah berada di hadapan Renji, masih dengan senyum yang sama. Saat Renji telah tersadar dari rasa kagetnya, ujung trident yang dipegang anak itu telah berada sangat dekat dengan lehernya. Mengindikasikan kalau bergerak sedikit saja maka trident itu akan bersarang di lehernya.
"Sekali lagi kutanyakan, kau ini siapa?"
"Kau bisa melihatku?"
"Apa?"
~a~a~a~
=Kurosaki Ichigo=
Ichigo berada di ruangan yang tidak dikenalnya. Matanya memandang berkeliling, melihat setiap sudut ruangan itu. Batinnya, 'Haah...ini di mana? Lalu... di mana yang lain? Kok bisa kepisah sih?'
Belum sempat pertanyaan Ichigo terjawab (lagian siapa juga yang bakalan jawab? =="), tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan muncullah seorang anak laki-laki berambut hitam dengan gakuran hitam yang menempel di pundaknya. Tatapan matanya super-duper-hyper-sangat tidak bersahabat. Seekor burung kecil berwarna kuning bertengger di pundaknya.
Untuk sesaat keduanya hanya bisa diam dan saling bertatapan, hingga...
"Siapa kau?" tanya anak itu sambil mengacungkan sepasang tonfa ke arah Ichigo dan mengeluarkan deathglare yang sukses membuat Ichigo berkeringat dingin.
"Tunggu dulu. A-aku juga tidak tahu kenapa bisa ada di sini. Ka-karena itu bisa kita bicara dengan... tenang?" kata Ichigo berusaha menenangkan anak itu yang entah kenapa terlihat marah hanya karena dirinya berada di ruangan yang bahkan tidak diketahuinya.
Namun, anak itu, jangankan bersuara, ia malah mendekat ke arah Ichigo dengan tonfa yang siap dipukulkannya. Ichigo hanya bisa panik dan keringat dinginnya mengalir jauh lebih deras. Saat ini dalam pikirannya ia merasa lebih baik bertarung melawan Espada dibandingkan dengan anak itu.
'Mampus gue. Kok hari ini gue sial terus ya... Mimpi apa gue semalam sampe harus kayak gini. Udah tadi ampir dihajar sama 3 zanpakutou sekaligus, sekarang berhadapan sama anak yang malah mau bunuh gue cuma gara-gara dia gak kenal gue! Ya Allah, apa salah gue?' batin Ichigo. *sejak kapan Ichigo tobat?*
Tak ada jalan lain bagi Ichigo kecuali kabur dari tempat itu. Maka ia pun meloncat ke luar jendela dan berlari sekuat tenaga tanpa arah tujuan. Namun, saat ia menoleh ke belakang, ternyata anak itu pun ikut mengejarnya.
'Mak jan! Kenapa malah dikejar sih? Daripada kayak gini, mendingan gue ngelawan Grimmjaw atau Ulquiorra aja deh? Sumpah tuh anak nyeremin amat!' teriak batin Ichigo sambil terus berlari.
~a~a~a~
Ternyata para shinigami terpisah satu sama lain dan tiba di tempat yang berbeda. Bagaimana nasib mereka kali ini?
~To Be Continued~
Rei: walah, entah kenapa bagiannya Renji kayaknya agak serius ya? Dan entah kenapa bagiannya Ichigo jadi super gaje plus Ichigonya malah super OOC, ya? Yah, turut berduka cita aja deh buat kalian berdua... XD *digaplok Renji+Ichigo pake harisen*
Renji: sialan! Gue belum mati! Lagian ogah banget kalau gue harus dibunuh sama nanas!
Rei: lo bukannya nanas juga, Ren? =="
Renji: *pundung di pojokan*
Mukuro: *muncul tiba-tiba* kufufu~ sepertinya ada yang membicarakanku ya?
Rei+Ichigo: NANAS! *ditusuk trident*
Mukuro: berhubung author sedang tepar, maka akhir kata, tolong review. Kufufu~ *hilang dalam kabut*
