I LOVE HER
Konohamaru's POV
Sampai sekarang, aku tidak bisa melupakan kejadian itu. Saat pertama kali melihat gadis itu, aku sudah tertarik hanya karena nelihat pandangan mata lavendernya.
"Ini...untuk hadiah selamat datang. Rumahku ada di depan,"ucapnya seraya menyodorkan sekotak kecil kue. Saat itu ia hanya datang seorang diri.
Kakek tersenyum ramah dan menerima kue itu.
"Terima kasih, ya. Siapa namamu?"tanya kakek.
"Hyuuga Hinata!"serunya.
"Nah, Hinata-chan. Kau boleh datang kemari kapan pun dan bermainlah bersama cucuku ini."
"...?"
Mata lavendernya yang tertuju padaku ketika itu seolah menyihirku saat itu juga. Aku takjub pada mata yang terlihat lembut dan indah itu.
Lalu sejak saat itu, ia selalu datang dan bermain denganku. Kami menghabiskan waktu bersama. Kadang ia juga membawa kue kering untuk kami makan bersama. Setelah puas bermain hingga sore, ia pamit untuk pulang dan kembali lagi esoknya. Karena itu, aku tidak pernah merasa kesepian.
Lalu sekarang, sosok gadis kecil itu telah tumbuh menjadi gadis remaja dengan kepribadian yang membuatku sangat menyukainya, kepribadian yang membuatku ingin terus bersamamnya, dan memonopolinya untuk diriku sendiri.
Tapi...perbedaan usia yang cukup jauh seperti membentengi perasaanku. Aku selalu merasa hanya pantas menjadi seorang adik baginya. Apa perasaan sukaku tidak pantas dalam hubungan seperti ini/
Aku...selalu mencari jawaban itu.
xxxxxxxxxxxxxx
Malam itu, aku keluar rumah untuk membeli obat sakit kepala untuk kakek. Tapi kemudian mataku menangkap sosok yang tidak ingin ku lihat sedang berdiri di samping motornya di depan rumah gadis lavender-ku.
Menyadari keberadaanlu, sosok yang kemarin bergandengan dengan gadis lain itu memandang ke arahku.
"Kau...jangan-jangan Konohamaru yah?"tanyanya dengan sok cool.
"Memangnya kenapa?"jawabku ketus.
Sekarang, aku benar-benar panas. Padahal tadi sore aku melihatnya pergi bersama gadis manis berambut pink yang entah siapa dia, lalu sekarang dia ingin menjemput kak Hinata dan mengajaknya pergi. Aku benar-benar akan memukul wajahnya kalau itu benar-benar terjadi.
"Ternyata kau benar-benar masih SMP."
Darahku serasa bergejolak saat mendengar itu. SMP, memangnya kenapa kalau aku memang masih SMP?
"Hinata selalu mementingkanmu daripada aku. Jujur saja sebagai orang yang menyukai Hinata, aku iri denganmu."
Sebagai orang yang menyukai kak Hinata, kau justru terlihat tidak pantas daripada aku, jerit Konohamaru dalam hati.
"Dan aku tidak meyalahkan kalau suatun saat kau jadi menyukai Hinata,"lanjutnya.
GLEK! Bagaimana...bagaimana dia bisa tahu itu?
"Tapi kalau itu benar terrjadi, sepertinya kau harus membuang persaanmu itu, karena Hinata hanya menganggapmu sebagai adik!"
Gelap! Aku sudah tidak bisa mengendalikan emosiku lagi. Tanpa ku tahu apa yang akan kulakukan, kakiku tiba-tiba bergerak cepat ke arahnya dan tinjuku siap melayang. Tapi kemudian...
"Maaf, membuatmu menunggu lama, Sa.."
Gerakanku pun terhenti dan laki-laki itu sepertinya masih terkejut dengan tindakanku yang tiba-tiba itu. Suara itu seperti menerangi emosi gelapku.
"Eh,,Konohamaru? Kenapa ada di sini?"tanya Hinata yang baru saja muncul.
"Ti...tidak apa-apa,"aku segera memalingkan wajahku dan pergi dari sana. Aku tidak percaya aku hampir saja memukul laki-laki itu. Tentu saja, ini karena kata-katanya yang tidak bisa kuterima.
"Konohamaru, ada apa dengannya?"
"Sudahlah,,tidak perlu khawatir,"kata Sasuke menenangkan. Ia kembali menguasai dirinya setelah cukup tidak menyangka ia hampir saja akan mendapat bogeman di wajahnya. "Lalu, kita jadi pergi?"
"Maaf,,aku tidak bisa,"lirih Hinata.
"...?"
"Ayah tidak mengijinkanku pergi. Maaf yah,"
Sasuke hanya tersenyum lembut.
"Tidak apa-apa."
Ia kembali memasang helm dan menghidupkan motornya.
"Kalau begitu, sampai ketemu besok pagi."
"Ia,"ujar Hinata senang.
xxxxxxxxxxxx
Aku membanting pintu dan menghempaskan tubuhku ke tempat tidur. Aku merasa perasaanku tercabik-cabik dan dadaku sesak. Apa yang baru saja terjadi seperti pukulan berat bagiku. Aku tidak mungkin membuang perasaanku. Tidak mungkin!
'Apa benar aku tidak boleh menyukaimu, kak Hinata?'
Bersambung...!
