Chapter Filter.

Grave of the Flies

Suatu hari di jepang, tahun 2010..(?) hiduplah sebuah keluarga.. suatu ketika kota itu diserang oleh tentara sekutu. Membuat keluarga ini terpisah dari sang ibu dan sang ayah.. hanyalah seorang kakak dan adiknya.

Suatu ketika mereka harus tinggal bersama paman mereka. Tengkorak hidup, tapi bloon nya wong edan… seorang paman itu tidak punya seseorang, contoh : Istri.

Dia sering sakit (ya iyalah da Cuma tulang doang..) dan sang kakak harus rela mencari nafkah diusia yang sangat muda, 17 tahun (segitu mah udah bisa kerja, sayang).

Di siang hari di sawah... sang kakak menggendong sang adik, berjalan menuju rumah…

Luffy : Oniichan! Oniichan! Lihat!

Sanji : hmm? Ada apa?

Luffy : kupu-kupu!

Luffy.. anak yang masih bermuka tidak berdosa ini, masih bisa tertawa walau ia kehilangan sang ibu dan sang ayah.. tetapi, ia tidak sendirian. Ditemani kakak yang bermuka penuh dosa ini, pasti akan terus berbahagia, bersedih, bertengkar dan bla-bla-blah..

Sanji : ah, iya! Cantiknya!

Luffy : apa aku bisa seperti kupu-kupu disuatu hari nanti?

Sanji : tentu! Tapi, kamu harus mandi dulu nanti kalau kita sampai!

Luffy : horee!

Sesampainya dirumah.. ehem! Kita skip yang ini ya? Soalnya camera, handicam tidak diperbolehkan masuk.


Setelah mandi, sang kakak menyiapkan makanan. Beras hanya tinggal 9 ons dan lauk pauk hanya cabe dan kubis. Tak ada ikan, tak ada daging.. miskinnya..

Brook : yohohohoho~ Luffy, bagaimana tadi jalan-jalannya?

Luffy : Seru!

Brook : yohoho.. sangat senang rasanya.. hatiku sangat gembira… tapi! Saya tidak punya hati untuk nyerap racun! Yohohohoho! Skull—Ohok!

Sanji : Ojii! Udah jangan bikin lelucon lagi! Kamu kan lagi sakit!

Luffy : makan!

Sanji : iya, sebentar lagi.

Setelah masakan selesai.. Sang kakak mendapatkan nasi dan adiknya pula mendapatkan nasi. Sementara pamannya hanya dapat cabe dan kubis rebus. Itu juga setiap hari.

Pagi hari yang cerah.. Innalilahi.. paman brook telah meninggal.. gara-gara mencret lagi.. kedua bersaudara ini tidak punya apa-apa lagi. Akhirnya.. mereka pergi ke suatu tempat, seperti gua.

Mereka bergotong-royong membuat sebuah rumah dari situ.

Sang kakak bekerja mencari makanan, sementara sang adik yang tidak berdosa ini bermain sendirian.

Tiba pada sore hari. Sang kakak akhirnya membawa pulang beras, lobak, telur ayam dan kentang. Akhirnya sang kakak langsung masak untuk makan malam.

Sanji : kakak akan bekerja keras demi Luffy.. supaya kita nanti punya rumah. Kita bisa tidur lebih nyaman.

Luffy : ne ne, Oniichan!

Sanji : hm?

Luffy : ambilkan aku sesuatu yang kecil dan beterbangan, dong!

Sanji : yah.. nanti akan kakak ambilkan.

Luffy : horee!

Sanji : eits! Makan dulu!

Keduanya pun makan malam bersama. Sesuai janji, sang kakak mencari.. sesuatu yang kecil dan beterbangan. Sang adik menunggu di tempat tidur sambil menjahit selimut.

Beberapa menit kemudian..

Sanji : Aaah! Aku pulang!

Luffy : Oniichan! Bawakah?

Sanji : iya.. tidak terang, tapi lucu (?)

Luffy : wah! Matanya besar dan merah! Mereka lincah! Ooh! Ada yang warnanya hijau! Keren!

Sanji : (taulah.. ini binatang apa.. susah ditangkap tahu..!)

Luffy : keren! Bunyi sayapnya merdu!

Sanji : (buatku itu sangat berisik.. apalagi ni binatang membawa penyakit..)

Luffy : aku ngantuk..

Sanji : ya.. kita tidur yuk.

Mereka pun tertidur. Suara yang sangat mengganggu itu, terus membuat sang kakak kesal.

Tunggu.. ini skripsi nya seharusnya sang kakak mecari.. kunang-kunang, bukan? Kok malah laler yang dicari? Ah.. biarlah! Lebih keren nyari laler!


Keesokan harinya…

Sanji : Luffy? Sedang apa?

Luffy : lalat-lalat yang sangat kucintai… mati.

Sanji : . . . ohh..

Luffy : kubuatkan kuburan untuk mereka. Aku janji aku akan terus mendoakan mereka.

Sanji : (lalat didoain…)

Sang kakak pun pergi mencari makanan. Sang adik terus mendoakan lalat-lalat itu.

3 hari.. Sang kakak tidak kembali.. apa yang ia lakukan. Sang adik tertidur lemas di tempat tidur.

Akhirnya, Sang kakak pulang. Tidak membawa makanan atau upah kerja. Melainkan bonyok dimukanya. Ternyata ia habis dipukuli oleh massa karena DIKIRA maling tomat. Tapi, akhirnya dilepas, karena para polisi itu tahu bahwa sang kakak ini adalah putra dari Raja dari bengkel terkenal.. akhirnya dilepas.

Sang kakak pun masuk. Ia juga sangat lemas.. ia melihat sang adik tertidur lemas.. detik-detik sebelum kematian sang adik..

Sanji : Luffy? Kamu kenapa?

Luffy : aku.. lapar..!

Sanji : akan.. aku akan cari makanan dulu.

Luffy : tunggu! Oniichan jangan pergi! Tinggalah bersamaku!

Sang kakak tidak bisa menahan air matanya. Ia pun menemani adiknya tidur.

Keesokan harinya.. sang kakak membawa jasad adiknya ke sebuah bukit dan membakar jasadnya. Tak ada harapan.. sang kakak sudah kurus kulintang, cungkring, tinggi pula.. disaat pembakaran hamper selesai. sang kakak tertidur di sebelah nya agak jauhan sedikit. Matanya mulai gelap.. semua padam.. ia pun tertidur.

Sanji : tak terasa.. waktu begitu cepat.. ternyata ada banyak cahaya dan bangunan yang setinggi langit. Iya kan? Luffy?

Luffy : un! Lebih baik daripada lalat-lalat yang aku kubur kemarin!

Sanji : etto.. ini sudah 15 tahun kemudian..

TAMAT


Ya! Bagaimana Chapter filternya para pembaca—Pendengar Radio FF AM? Terharu? Oh.. saya sangat! Sedih! Sampai-sampai 2 box tissue kuhabiskan! (lebay.. lebay!).

The Disappearance of Sanji

Pagi hari di SMA Grand Line. Duduk manis, tatapan kedepan, buku sudah siap. Itulah namanya murid berprestasi. Itulah Luffy ku sayang~

Duduk ala preman, tatapan menuju jendela, buku belum siap, baju tidak rapih. Itulah namanya murid nakal. ITULAH ciri khasnya Nami!

Pak Marlboro : nah anak-anak! Hari ini tidak ada pelajaran. Kalian bebas. Tetapi, jangan pulang.

Semua murid : horeeeeeeeeeee!

Pak Marlboro : aku pergi dulu, yah! Salam, Darlings~

Sejak kapan Pak Marlboro jadi bencong begini?

Disaat-saat bebas.. ternyata!

Sanji : selamat pagi anak-anak!

Semua murid : pagi kak!

Inomori : nah! Hari ini kita, anak kelas senior disuruh main sama kalian!

KM : beneran?

Sanji : iya, dunks!

Nami : bagus …

Sanji : ni satu cewek kenapa? Belum sarapan?

Nami : bukan itu .. (entah aku masih ingat apa kata-kata Luffy kemarin..)

Sanji : anu! Nona Orange mau kupinjam sebentar, tidak apa-apa?

Semua murid : Silahkan!

Inomori : Anak-anak!

Semua murid : apaa~?

Inomori : Iklan!

Semua murid : Tonjok kak Inomori!

Sebagian murid yang ada di depan pada nonjokin Inomori. Termasuk si Luffy.


Sanji membawa Nami ke sebuah tempat. Yakni, rooftop.

Mereka bermesra? Oh no! bukan-bukan.. ternyata mau ngomong sesuatu. Mereka serius amat seeh~

Sanji : entah.. aku merasa.. kita memang tidak seharusnya pacaran.

Nami : hm? Memangnya ada apa dengan itu?

Sanji : pergilah bersama Luffy. Aku tahu pasti kalian .. lebih.. aduh… gimana yah..? pokoknya kalian serasi!

Nami : senpai..? mendengar?

Sanji : IYA!

Kemarahan Sanji berkobar kemana-mana. Teriakan itu melukai hati Nami. Seperti disilet hatinya. Air mata mengalir di pipi kering Nami.

Sanji : maaf.. kita.. putus saja.

Sanji pergi meninggalkan seorang perempuan menangis. Tiba-tiba Luffy datang dengan wajah riang gembira.

Luffy : Nami~ are? Ada apa? Sanji?

Sanji terdiam dan menabrak bahu kiri Luffy.

Luffy : Nami..?

Nami : Luffy!

BGM : Last night, Good Night by Hatsune Miku.

Nami meluk Luffy. Luffy membiarkan bajunya basah oleh karena tangisan cewek yang ia sangat cintai.

Nami : aku rasa.. kita memang harusnya..

Luffy : jadi kamu terima!

Nami : iya!

Luffy : Yosh! Daisuki, Nami!

Luffy meluk Nami erat. Ia sangat gembira punya pacar. Heh.. bagaimana dengan Sanji?

Sanji : (Arigatou.. Soshite.. Sayonara..)


Sore hari pun datang. Luffy dan Nami menunggu Sanji di depan gerbang. Lama menunggu, Sanji tidak keluar-keluar. Hanya Zoro, Inomori dan Ujang yang keluar.

Luffy : Zoro-senpai! Lihat Oniisan, ga?

Zoro : Oniisan? Emang Luffy punya kakak?

Luffy : loh? Itu! Sanji! Sanji-niisan!

Nami : iya! Sanji-senpai dimana?

Inomori : kalian ngomongin siapa sih? Kita kagak kenal yang namanya… etto.. Sanji, Santo blah blah.. Ah! Gitu deh!

Nami : Ujang! Kamu kan sahabat terdekatnya Sanji! Dimana ia sekarang?

Ujang : Nami-chan.. Sanji itu siapa yah?

Luffy : kalian gak usah bohong! Pasti Sanji yang nyuruh kalian begini kan?

Zoro : heh nak! Sanji tuh siapa? Kita bener-bener kagak tahu tuh satu orang. Apa dia orgil? Apa dia murid sini? Apa dia tukang ojeg? Saya gak tahu.

Luffy : sonna! Sanji kan sahabat kalian bertiga!

Vivi : ada apaan?

Luffy : Vivi! Sanji dimana?

Vivi : Sanji? Hah? Siapa tuh?

Nami : ada yang gak beres..

Apa yang terjadi! Mana Sanji ku tersayang! Sanji nya mana!


Kantor redaksi "Family is Kazoku, Kazoku is family"…

RUU Natsu : Loh! Ini mana Sanjinya? Kok kayak gini! Mana Anton?

Anton : iya bu? Ada apa?

RUU Natsu : Sanji nya mana? Ada yang ngotak-ngatik datanya gak?

Anton : gak tahu bu…

RUU Naghi : ini kok jadi gini ceritanya! Gimana saya bisa mengkomposing!

Hiroshi : aduuuh! Bu Natsu! Trouble! Ada anak kecil yang tidak sengaja mendelete data nya si Sanji!

RUU Natsu : HA! Ada di recycle bin gak?

Hiroshi : gak.. ada bu..

RUU Natsu : kamu coba nge restore lagi! Ntar kita dimarahin Bos Eichiro Oda gimana!

Hiroshi : S-Siap! Semuanya! Restore data Karakter yang bercode "S-4-N-1-I"! dan cepat!

Kantor redaksi "Family is Kazoku, Kazoku is family" selesai…


Di malam hari. Luffy mencoba mengingat kakaknya kepada kedua orang tua nya.

Luffy : Okasan! Sanji mana!

Robin : Sanji? Hah? Sanji? Apa dia Preman! Kamu gak apa-apa nak?

Luffy : dia kakak saya! Okasan gak tahu?

Robin : Luffy.. Sanji itu siapa?

Franky : aku ingat nama itu… Oh iya!

Luffy : apa! Otousan ingat!

Franky : nama kataknya Otousan!

Luffy : hah…?

Brook : Nak Luffy.. akan kuberitahu sesuatu…

Luffy : iya paman!

Brook : Sanji… terhapus.

Luffy : TIDAK !

Brook : Innalilahi…

Luffy : Tidak..!

Brook : kenapa aku bisa tahu? Karena.. aku adalah.. hantu! Segala bisa tahu~ yohohohoho~

*Bletak*


Luffy tidak punya apa-apa lagi.. selain tidur. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi kepada kakaknya itu.. terakhir dia menyenggol bahu kirinya dan pergi. Wajah dan senyumannya masih teringat di pikiran Luffy. Masa-masa nya bersama Sanji, terbuang hanya dalam satu klik yang berbahaya.

BGM : Hatsune Miku no Soushitsu by Hatsune Miku.

Luffy menangis.. ia mengingat semua tentang kakak tersayangnya..

ternyata! Berkat Luffy…!


Kantor redaksi "Family is Kazoku, Kazoku is family" malam hari..

Hiroshi : Bu Natsu! Kita selamat! Kita berhasil merestore datanya!

RUU Natsu : amin…!

RUU Naghi : Oneesan… kita selamat..

Hiroshi : semua berkat data yang bercode "L-0-F-F-3"…

RUU Natsu : Luffy?

Kantor Redaksi "Family is Kazoku, Kazoku is family" selesai..


Malam hari yang ditemani bulan penuh dan bintang-bintang. Luffy beranjak dari tempat tidurnya dan berdoa.

Luffy : oh, kami-sama.. tolong kembalikan kakak ku.. buatlah semua orang mengingatnya. Amin.

Tiba-tiba…

Robin : LUFFY! Kakak mu kemana? Luffy?

Luffy : Oh, Kami-sama! Terima kasih!

Franky : Zoro! Dimana Sanji! *ditelepon*

Zoro : maaf, om! Sanji gak ada disini. Emangnya Sanji kenapa?

Franky : *nutup telepon* dia tidak disini!

Brook : tenang.. dia akan pulang, sebentar lagi..

*kreek…*

Sanji : Tadaima.. ugh! Badan ku.. pegel!

Robin : Sanji ! anak ku sayang! Kamu… bau tong sampah…

Sanji : iya gitu? Setahuku… aku di sekolah.. lalu.. di depan rumah. Udah.

Robin : hah..

Luffy : Sanji-niichan!

Luffy memeluk erat kakaknya yang berbau sampah. Sanji mengusap-ngusap kepalanya Luffy.

Semua terharu melihat mereka berdua. Begitu pula saya. Tahu tidak? Saya habis dimarahin Bos? Aaauugh! *hiks*


Di dalam kamar Luffy..

Sanji : oi..

Luffy : oy~

Sanji : aku mo bicara sesuatu sebentar..

Luffy : apa itu?

Sanji : jaga baik-baik mantan ku, yak!

Luffy : oke!

Sanji : Oyasumi!

Luffy : oyasumi~


Aah.. akhirnya Sanji melepaskan genggaman benang merah cinta itu.. dengan hanya ketidak sengajaan adik gw yang ngehapus datanya si Sanji.. =_=;;

Berita penghancur : Bagi siapa yang mau jadi ceweknya Sanji, silahkan review chap ini. Atau sms ke nomor 081xxxxxxxxx atas nama lumba-lumba. Terima kasih.

To be Continued