Mou ikanakucha Time to say Goodbye. Arigatou for reading it.. *Hiks* *Cries*. Ini last chapter of the Geje story of Family is Kazoku, Kazoku is Family. Saya harap.. pemirsa Radio tidak nangis juga karena ditinggal saya. Begitu pula saya sekarang sedang menangis.. *Alay Lebay*
If it's Spring, Someday we'll meet again
Happy Ending Epilogue
UN SMA pun telah usai. Kami tidak sempat mengambil gambar karena dianggap mengganggu proses UN. Ya.. sekarang adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh murid. Hidup mereka hanya bisa ditentukan oleh mesin canggih yakni Scanner.
Ya.. Sanji bercita-cita menjadi dokter sekaligus chef di salah satu restoran atau café. Dia sudah memimpikan itu sejak kecil. Namun, entah kenapa sang Ayah menolaknya. Ia lebih baik memiliki seorang anak yang karirnya adalah Tukang Bengkel. Luffy juga harus jadi Tukang Bengkel, agar generasi tukang bengkel tidak punah.
Sanji tengah berdiri menatapi papan putih bertulis nama-nama orang yang lulus. Di sekitarnya banyak sekali murid kelas 3 yang sedang berbahagia, bersedih dan putus asa. Sanji mengacungkan telunjuk dan mencari namanya. Ada.. Sanji vi Robin. Nilai tertinggi bahasa inggris, bahasa Jepang, Matematika, Ipa, berhasil ia capai.
Sanji : YES! YES! *jingkrak-jingkrak*
Zoro juga sedang melihat nilai. Sayangnya ada yang nilai 7. Tapi, itu masih bagus.
Inomori lebih hebat. Dia dapat 10 di Matematika. Bagaimana dengan Cynthia? Tentu saja dia lulus. Dan untuk Ujang, It's a Miracle to him. Dia berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan. Jang? Apa kau ke orang pinter?
Nami dari kejauhan hanya bisa menatapi pacarnya itu. Apa dia akan pergi jauh? Apa dia akan kembali?
Sanji : Nami! Aku lulus!
Nami : Omedetou!
Sanji : mungkin aku akan pergi ke Jakarta, UI untuk bersekolah disana.
Nami : *Ziing* sou.. desuka..?
Sanji : kenapa?
Nami : apa kita bisa bertemu lagi?
Sanji pun terdiam. Apa yang harus diucapkan oleh si bule ini?
made o ai shita
Kono jinsei wa kawarimasu ka?
Anata wa watashi no kichōna hana o ataeta made
Kono toki made. Karera ga shin'nari shite iru
Namida ga watashi no me kara nagare hajimeru
kore made, yowai egao o,
Anata wa dakishime bakku watashi nodarou?
Jikan ga maki modosa reru,
Anata wa watashi o oboete ima made nodarou?
Oboete? Saigo no Kotoba wa Kimi ga itta no?
" Itsuka, mata aeru yo"
( Lagu buatan saya sendiri. Judulnya If I ever.., Ima Madenara.. terinspirasi dari KOKIA – Time to say Goodbye )
Dengan Amorous nya, Sanji memeluk Nami. Air mata pun mengalir dari matanya. Iya juga yah.. bagaimana mereka bisa bertemu kalau Sanji setelah selesai kuliah, dia akan langsung bekerja di suatu RS dan di Café atau Resto. Sementara Nami akan menjadi Rentenir. Tapi, tidak jadi. Dia akan menjadi ahli membuat peta dan menjadi seorang guru geografi di SMP.
Luffy? Ya.. dia sekarang bersama dengan Bu Boa Hancock. Mereka berpacaran tanpa sepengetahuan sang Ibunda dan Ayahanda. Oh iya.. bagaimana dengan Paman Brook? Apa dia baik-baik saja? Akhir-akhir ini gak kelihatan.
Sanji : *Sniff* kalau musim semi, suatu saat kita akan bertemu lagi. Janji?
Nami : Janji!
Keduanya pun melakukan pinky swear. Suatu ikatan janji yang paling kusukai. Zoro dengan antengnya, mengganggu situasi romantis ini.
Zoro : Jang! Mau ikut tak?
Sanji : Kamana?
Zoro : Let's have fun! *nyengir*
Sanji : Aku sudah muak dengan seragam ini! *mencoret-coret baju*
Keduanya (Zoro dan Sanji) pergi untuk bersenang-senang.
Selamat Jalan Paman Brook. Loh? Di taman makam. Robin dan Franky tengah menangis tersedu-sedu. Melihat kepergian sang Paman. Dia telah kembali ke alamnya karena sudah waktunya.
(Speak-Speak : Sanji)
Akhirnya.. aku bisa bebas dari tahanan Ilmu itu. Tapi, kalo ga disana, gimana bisa jadi dokter atau chef? Ingatan-ingatan itu akan terus berada di kepala ku (emang mau dimana lagi?). Luffy.. jaga dirimu baik-baik. Adek ku yang autis silahkan mau pacaran ama guru. Yang penting tau resikonya. Zoro.. kau menjadi sahabat dan temen berduel saya selama ini. dari semenjak kita SD kelas 3, kita sudah berteman baik. Ujang.. No Comment. Inomori.. Jadilah orang yang berguna bagi bangsa. Awas korupsi. Nami.. Jangan pacaran ama orang lain dulu. Ingat janji kita. Saya berjanji.. saya akan kembali lagi.
Terlalu melankolis lu..
Itsu demo watashi wa benchi ni suwaru
wareware no warai o oboete iru.
Sore ga owaru nodarou?
Jikan wa watashi o shōkyo sa reru koto.
saigo ni anata ni kisu o
Ima de wa ichibu no jikandesu
" Sayonara, Goodbye "
Kotoba ga watashi no kuchi kara dete kita
to iu baai demo, Watashi no kokoro wa mada itai yo
Sore wa sen toge no yōdatta,
Watashi no karada no zentai o baindo.
Soshite kudasai…
" Itte Inai.. "
…
…
…
Ga tau tahun berapa. Pokoknya beberapa tahun kemudian…
Kota Jedung (Jepang Bandung), RS KISEKI. 6 tahun kemudian..
Akhirnya Sanji bisa memulai karirnya dengan sempurna. Bahkan dia sempat melakukan kesalahan dalam operasi yang lalu. Yakni.. menjatuhkan pisau ke dalam organ tubuh pasien yang sedang di operasi.
*Play*
Sanji : Ini.. ini! tolong ambil jepitan.
Suster : Baik dok.
*Duk!*
Sanji : Ite Ite!
*Plung* *Tinit! Tinit! Tinit! Piip…*
Sanji : AAH! PASIEN NYA! –
*Stop*
Ya.. kita tidak usah melihat kesalahan geje itu. Salah si Suster Ganjen nya. Sanji juga punya banyak sahabat. Bahkan ia satu tim dengan dokter yang sekiranya tingginya selutut Sanji dan memiliki tanduk. ..tidak salah lagi.. itu Chopper.
Selesai kerja, biasanya dia selalu berada di Café. Tugasnya masak. Dia berhasil meraih menjadi five star chef di restoran yang paling saya sukai.
Pelanggan : Aku minta Sustromming.
Pelayan : Baik. Chef-san! Sustromming!
Sanji : Hai!
Nagi : Working hard?
Hiroaki : Guess so..
Nagi : Kita kembali kerja juga. Ayo ke kantor.
Hiroaki : Tunggu! Katanya mau benerin gitar ku!
Nagi : Bisa ditunggu 2 minggu kemudian.
Hiroaki si Pamannya Sanji ada disini? Well.. dia suka datang kemari karena restonya tidak jauh dari kantor.
Akhir-akhir ini Sanji masuk Koran (Bagus.. Bagus..). ya.. menuju puncak lah, ke TV. Awas saingan sama Ferah Queen sama Goro Patirajawane (Maaf di samarin namanya.)
Pukul 18.12. waktunya Sanji pulang. Ia memiliki sebuah rumah yang menurut kita sangat simpel. Karena kalo gede-gede susah ngurusnya. Ya.. rumah ini berbentuk kamar dan dapur dan ruang tamu dan kamar mandi. Tempatnya tinggi banget. (Sebut saja apartemen!)
Sanji menjatuhkan dirinya ke sofa dan mengambil remote tv. Mencari channel yang rame.
TV : Museum Geologi Sedang mengadakan - Dora the Explorer! Tu tu ru tut tu ru tut – Spngebob~ Squarepants – Pengungsi gunung merapi akhirnya bekerja menjadi ojeg – So! Kita pake crot-crot vanilla essence – Andrii! Tunggu! – Tooi Tooi waraenai hanashi – Bzzzt..
Sanji : hah sial.. bosan! Pulang ke rumah..
Sanji menyalakan TV nya kembali dan melihat ada iklan reuni. SMA Grand Line angkatan ****. Silahkan hubungi Amanda Roji dan Kiku Ohtani.
Kepikiran di benak Sanji. Itu kan tahun angkatan Sanji. Kenapa cepat-cepat sekali? Kangen ama si ganteng? Tanya Sanji dalam hati.
Sekejap, pantat Sanji pun pegal dan Ia langsung berdiri dan menelpon sang OSIS.
Keesokan hari. Sanji menyempatkan diri cuti satu hari di dua karirnya itu. Sangat Nostalgia.. dulu ia pernah main detektip-detektip an sama Inom, Zoro, Ujang. Aah.. SaNoRo Wijoyo.. keman engkau pergi..?
Sekejap ia melihat sang Adik sedang berdiri di depannya. Luffy pun menangis. Dengan cepat ia memeluk sang Kakak yang ia sayangi itu.
Luffy : Oniisan!
Sanji : Luffy!
Sanji & Luffy : Aitakata!
Sanji : Bagaimana kabar mu dek?
Luffy : Kita akan menikah!
Sanji : *Doong* (saya aja acan kawin. Kumaha elu..?) err.. gitu..? Omedetou! (?) ahaha?
Boa H. : ara..? My Brother-in-Law, alias murid ku. Apa kabar?
Sanji : *Ziing* Oh.. iya.. Uhm..
Zoro : Bule Kampret!
Zoro dari belakang langsung 'nga cleung' ke Sanji. Diikuti oleh Inomori dan Ujang. Udah.. ga usah ditambah Bu Mingkem.
Sumingkem : a'I d'e Nahi ma da 'itu.. yadi budag teh meuni ki'u ki'u 'euing..
Robin dan Franky. Sudah lama mereka tidak melihat putra pertamanya itu. Hah.. betapa indahnya Ayah, Ibu dan anak pertama.
Luffy : Saya?
Dibelakang Sanji terdapat musuh bubuyut nya. Ya.. Kohza. Kohza dan Vivi. Tapi, anehnya ia malah memberi sambutan. Begitu pula Vivi.
Ada sesuatu di balik tebaran bunga sakura. Sanji membalikan badannya dan mendapati seseorang sedang melihatnya.
Sanji : Nami?
Nami : Sanji-kun!
I LOVE YOU~ ett.. tunggu dulu..
Nojiko : Eit! Tunggu dulu! 100 ribu buat pegang-pegang adik saya.
Sanji : 2 juta mau?
Nojiko : mau pergi ke hotel toh?
Sanji : sori.. gua bokek.
Gimana sih? Orang ni karirnya punya dua tapi ga ada duit. Lebih baik saya. Sekali ngetik dapet cepe (Comment : Pa Ogah kali..)
Nami : Genki?
Sanji : un! Genki! Aku kerja jadi Chef dan Dokter!
Nami : oh ya? Aku jadi guru di SMP Grand Line. Tapi..
Sanji : Demo..?
Nami : KENAPA SAYA DAPETNYA BAGIAN EKONOMI ? !
Sanji : makanya.. jangan berdoa jadi Rentenir..
Robin datang sambil meluk-meluk tangan kanan Sanji. Entah ada maksud apa dia seperti itu.
Robin : Kapan Kawin?
Sanji : Maybe Yes? Maybe No.
Robin : Kapan punya anak?
Sanji : 30 an aja dah.
Robin : Kapan yah.. punya adik.
Sanji : Mah! Pertanyaan macam apa itu? Punya anak aja belom! Boro-boro kawin!
Robin : Paman mu itu, udah kawin. Jeung punya anak. Kapan kau?
Sanji langsung nangis. Entah itu nangis beneran atau hanya.. nangis karena di ejek belom kawin?
Robin : Ibu melihat mu di Koran (ya.. baru di Koran.) ada rencana mau bikin apa di TV? Semacam iklan atau err.. ya, kaya acara masak memasak gitu loh..
Sanji : Mungkin Interview aja. Katanya sih ada sedikit acara masak memasak. Mungkin aku mau bikin Ratatouille.
Semua bengong mendengar apa yang direncanakan oleh Sanji ini. pria super workaholic. Kapan bisa kawin? Hidupnya tergantung oleh piring.
Sanji : yah.. bagaimana Nami? Can we marry?
Nami : ga.
Sanji : Hiksu.. Zurui.. kono zetsubou sekai—
Nami : apaan Zetsubou sekai? Hah.. kalau mau tunangan ama saya, siapin cincin yang ada berliannya dulu.
Sanji : err.. saya tidak sekaya itu, nak. Kalau kau mau menerima saya apa adanya..
Nami : Aku mau nikah ama Presiden!
*tet teret tet tereet~*
Sanji : bener mau nikah ama Oyaji?
Nami : asalkan kalau berduit.
Sanji pun langsung lesu. Tidak salah pacaran sama Nami. Ya sudahlah.. nabung berapa tahun itu? Atau Sanji harus menggelar acara sedekah untuk cincin berlian?
Nami : Tapi.. sekarang, yang ku inginkan adalah seorang pria dengan hati berlian. Hati yang tulus mencintai ku..
Sanji : Nami-san…
Luffy dan Boa H. : *Ngupil pakai kelingking* baah..
Tiba-tiba datang seorang tukang benerin AC. Wajahnya identik dengan idungnya seperti pinokio. Tidak salah lagi.. itu pasti…
Luffy : USOPP!
Usopp : LUFFY!
Nami : USOPP!
Tiga sahabat : Berpelukan~
Sanji : udah pernah ketemu ama Chopper, belum?
Nami : Hontou? Senpai udah pernah?
Sanji sambil nunjuk ke arah meja penuh makanan..
Chopper : Ini enak sekali!
Semua sweatdropped. Sejak kapan si kecil jadi gemuk seperti itu? Jadi laper.. *hey..*
Luffy : Chopper!
Nami : Chopper!
Usopp : Chopper!
Chopper : Siapa ya?
*Gubrak*
Sanji : Gak kenal? Ente ente ini adalah teman SMP mu.
Chopper : *Gasp* Luffy! Nami! Pinokio-chan!
Usopp : apa itu..?
Rasanya senang bisa bergabung kembali. Tapi, Usopp sama Chopper kan bukan lulusan SMA sini. Ato ada maksud lain? Ya.. senangnya bisa kembali bersama lagi. Luffy akan selalu bersama dengan abang tersayangnya. Dari tadi dia meluk-meluk terus. Kangen banget kali ye..
Bagaimana dengan pernikahan Boa Hancock dengan Luffy? Bahkan umur mereka jauh banget. Tapi, yang namanya cinta gak dilihat dari umurnya. Mau kita kawin ama emak-emak oge teu nanaon. (Comment : Apasih?)
…
…
…
Beberapa tahun setelah acara Alumni SMA Grand Line..
Sanji sedang duduk di kursi meja makan. Menghisap kopi pahit nya. Membuka lembaran Koran dan ternyata ada bekas gigitan si Moondance. Loh.. siapa Moondance?
Sanji : dasar anjing gila. Wong saya mau baca malah ditelen iki..
Ternyata Sanji punya doggie? Yah.. daripada dia harus punya kucing terlebih lagi Nami phobia kucing.
Nami : ini sarapan mu sayang.
Apa..? sayang..? maksudnya..? *mangap*
Sanji : Arigato.
Sanji menerima sarapannya tanpa melihat ke ISTERI nya.
Shin : Papa! Papa! Minta duit!
Sanji : *Bwoosh* who said that?
Nana : Mama! Mama! Nanti kita ke rumah Nenek lagi, yuk~
Nami : iya. Jangan lupa kuenya!
Sesaat keluarga hangat ini sedang menikmati hari, sang penghancur pun datang. Ya.. Paman berambut hijau macho itu datang membawa pipa dan obeng. Apa? Dia jadi tukang ledeng?
Zoro : Mana yang rusak?
Nami dan Sanji hanya mengancungkan jempol mereka sambil digoyang ke arah kamar mandi. Ternyata shower mereka rusak?
Zoro : Tiis sekali.
Nami : Gas nya habis, mas.
Sanji : (hiks.. ga ada uang..)
Shin dan Nana : Papa! Mama! Kami pergi sekolah dulu, ya!
Sanji : oh iya! Sayonara!
Nami : hati-hati di jalan!
Sesaat kedua anak itu pergi, Sang paman Oba Complex pun datang. Luffy dan Boa Hancock pun datang. Mereka membawa beberapa kardus. Apa isinya? Kado buat saya?
Luffy : Niisan! Ada bingkisan!
Sanji : Apa itu barang yang saya pesan? Maksud saya resto saya pesan?
Boa H. : Semoga suami mu sukses, ya.
Nami : A-ri-ga-to Boa sensei.
Zoro : UWAA! TIIS! Air macam apa ini!
Sanji : Hachin! Luffy? Pekerjaan anda sekarang apa?
Luffy : Sesuai perkataan Otousan. Jadi tukang bengkel! Untuk meneruskan generasi tukang bengkel agar tidak punah!
Sanji : ada pekerjaan yang lebih baik diluar sana..
Nami : Ya.. biarkan lah. Terserah Luffy mau kerja apaan. Yang penting cocok. Oh ya! Luf? Kamu bisanya apa di Bengkel?
Luffy : Buka tutup oli.
*Kriik.. Kriik..*
Boa H. : Itu pekerjaan yang mulia! Jangan menyerah, sayang ku~
Sanji & Nami : (Dasar Ganjen..)
Beginilah kehidupan sehari-hari keluarga baru dari generasi Robin dan Franky. Apa mereka sudah berambut putih? Tidak tahu. Yang pastinya Robin masih cantik dan muda seperti dulu. Kalau Franky saya gak mau komentar.
Luffy dan Boa udah punya anak? Ya.. tapi Cuma satu. Begitulah anaknya shota seperti Len atau Misaki. Tsundere pula. *mimisan*
Happy ending for an Idiotic family and a geje story. Well.. this is the happy ending. And happy ending. Happy happy ending I guess..
THE END
Bagi Pemirsa. Maafkan saya jika saya banyak salah. Selamat tahun baru, selamat hari ibu, selamat natal, selamat hari lebaran. Terima kasih sudah membaca fanfic aneh ini, jika anda senang, saya ikut senang. Err.. saya tidak akan menambahkan lagi melankolisnya. Kita sudahi saja.
An Epic Epilogue ?
"Bonjour" suara itu sangat-sangat saya benci. entah kenapa kalau pria di perancis begitu (Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sengat! Sangat) Romantis. (AWAS BACA SANGATNYA JANGAN KECEPETAN. DI CEK DULU ADA YANG SALAH GA?).
Seorang pria berambut pirang dan beralis keriting sedang mendapati dirinya duduk ngampari di dekat sungai. tangannya sedang mengepal-ngepal nasi. betapa ia menikmati momen tersebut. duduk.. melihat pemandangan.. perasaan bau pete.. IYA! Welcome to Parapatan Ciamis!
Sanji : Hiji! Jengkol na!
Zoro : Hayoo.. Awas jangan lupa minum coca cola.
Chopper : Kata guru fisika saya, kalau makan pete dan jengkol, terus minum coca cola, dijamin gak akan bau kalau sendawa. 100% dari Authornya.
Apa ini? apa ini sebuah epilog yang epic? aku suka katanya tapi ga tahu artinya. sudah sudah.. Lihat, ada cewek cantik lewat. rambutnya oranye bagaikan citrus (Hayang di peureus ku ku abdi? Mau diperes sama saya?). dari pakaiannya sudah tidak usah ditanya lagi. tu cewek tidak tahu aturan.
Zoro : Anjir bo! *tuit tuit* Cewe~
Sanji : Marim.. sejak kapan kau jadi OC seperti itu? saya seharusnya yang begitu!
Usopp : Neng.. minta duit neng.. udah seminggu ga makan. neng, 1000 aja neng.
Nami : maaf ya. ga ada kembalian.
Usopp : lima puluh ribu juga ga apa-apa dek..
Nami : ya udah..
Cewe itu beneran ngasihin dia duit lima (ilang satu nolnya) ribu. hah.. kemana satu lagi telornya? Sanji, Zoro dan Chopper bengong menatapi si pengemis itu bisa dapet lima (ilang satu nolnya) ribu dalam sehari. Si pengemis itu akhirnya ngibrit entah kemana.
satu lagi. Si cewek itu datang menghampiri Sanji sambil membawa katel sambil tersenyum manis cantik.
Nami : Wake Up! Suami Bodoh!
*Bletak!*
Nami : Wake Up! Suami Bodoh!
*Bletak!*
Sanji : Ita!
Nami : Sanji-kun! udah jam berapa ini? kapan kerja!
Sanji : Hachin! err.. ga bisa kerja, yang..
Ini sangat rare sekali.. sejak kapan Sanji sakit? perasaan dia selalu aktif dan senang dalam bekerja.
Nami : Pasti showernya. Oh iya! maaf aku belum beli gas nya!
Shin : Papa.. Papa sakit ya? Shin mau belajar keras biar bisa jadi dokter *narik nafas* terus bisa nyembuhin Papa..
Sanji : *blush* Shin-kun.. *mimisan* (Anak saya Shota amat sih? kaya saya gitu..)
Nami : Aaah! Kau mimisan! Shin bantuin Mama ambilin tisu sama es!
Shin pun pergi ke dapur dan ke kamarnya untuk mengambil es dan tisu. Dia pun kembali sambil membawa es di tangan kiri dan tisu di tangan kanan.
Shin : Ini Mah!
Nami langsung menggulung tisu itu dan menyumpelnya secara kasar ke hidung Sanji. Untung saja Sanji ga nangis.. sakit sekali pasti. Lalu Nami menyimpan es itu DI matanya Sanji. Mungkin pas nyimpennya ga liat.
Sanji : Ti - Ti - Ris.. *Benerin lokasi Es)
Nami : Sanji-kun, aku tinggal sebentar mau jemput Nana-chan di TK. Shin, jaga Papa mu yah!
Nami pun pergi.
keheningan pun datang. entah apa yang akan terjadi. Seorang anak jago karate.. itu pasti bagus sekali. Shin pun membawa buku cerita dan membacakan cerita kepada sang Ayah. *mimisan* anda bisa melihat sendiri, bagaimana seorang anak melakukan hal yang terbalik kepada ayahnya.
Sanji : Shin.. Papa bangga punya anak seperti mu. Tolong dipertahankan.
Shin : Papa!
Sang Anak memeluk Sang Ayah. aku sih lebih sukanya kalau anak perempuan nempelnya ke ayahnya. tapi.. aku lebih suka ini.
*Ting Nong~* Seseorang datang, TANPA bilang assalam, TANPA mengetuk (da udah bel mah), TANPA Melepaskan alas kaki.
Luffy : Niisan! aku dengar kau sakit! ada apa?
Sanji : paling cuma flu biasa.
Luffy : mau kubelikan Kiranti?
Sanji : SAYA bukan WANITA, Luffy. Terima kasih sudah menanyakan. Err.. belikan saya Neozep saja. paling harganya 4000 an.
Luffy : Siap!
Luffy pun pergi. Lupa bawa duitnya. betapa bodohnya.. terlebih lagi dia tidak kembali untuk meminta uangnya.
Shin dan Sanji : Bakka Ojisan..
A REAL END
