Kuroshitsuji Part 3
(Author : Hiks...hiks...hiks...huweeee...T_T
Tmn Author : Kenapa? Sakit ya?
Author : -dalam hati- udah tahu nanya! Dasar begoo!
Tmn Author : Kasian...
Author : Dasar...sialan...gw punya temen bego amat sih? *bisik-bisik*
Ciel : Kalian! Jangan ngerumpi aja bisanya! Lanjutin nih fanfict Author!
Author : -dalam hati- ini lagi anak kecil, bisanya nyuruh-nyuruh doang! Sialan...nnt akan kubalas dia!
Ciel : Cepet!
Author : Oke, oke...sabar dong! Baiklah...kita lanjutkan fanfictnya...selamat membaca!)
"Sebastian...mansion ini besar sekali, hebat kau tak pernah kesasar..." gumam Grell, saat berjalan bersama Sebastian.
"Ya iyalah! Sebastian gitu loh! Eh...i mean...tentu saja, aku sudah terbiasa dengan hal ini. Apalagi daya ingat ku kan cukup kuat...(ceileh)" jawab Sebastian enteng.
"Aih...Sebastian...emang aku nggak salah memilihmu..." ucap Grell, bahagia.
"Maksud lo?" tanya Sebastian, nggak ngerti.
"Ah...Sebastian sayangku...jangan malu-malu gitu...hehehehehe..." ucap Grell, genit.
"Hi...hiya! Mending gw ama mayat hidup dari pada ama lo! NAJIS!" Sebastian kabur, menghilang dari hadapan Grell.
"Sebastian jahat!" Grell menangis sampai guling-gulingan di lantai, bikin karpetnya jadi basah...(lebay)
Oke...kita liat keadaan Sebastian...(kyaaa! Sebastian! *plak*)
"Aih...akhirnya gw bisa lepas juga dari dia...syukurlah..." gumam Sebastian, lega.
"Ngapain kau ada disini?" tanya seseorang dari belakang Sebastian.
"Huh?" Sebastian membalikan tubuhnya. "Kau? Harusnya aku yg nanya ngapain kau ada disini? Ini kan mansion tuanku!"
"Huh...kau makin menyebalkan ya Sebastian..." gumam orang itu, Claude.
"Bukannya kamu yg menyebalkan. Dan juga tuanmu itu yg sama-sama menyebalkannya?" Sebastian tersenyum.
"Jangan bawa-bawa tuanku!" bentak Claude. (jangan bentak-bentak Sebastian ku!)
"Tapi...sepertinya aku tak melihat tuanmu...udah mati ya?" Sebastian, polos.
"Sial! Kita berpisah! Katanya karena ini permainanya dengan Ciel makanya aku nggak boleh ganggu!" jelas Claude.
"Ini kan permainan kejar-kejaran...kenapa jadi permainan tuanmu dan tuanku?" tanya Sebastian, tak terima.
"Nggak tau! Pokonya jangan ganggu! Aku akan menghalangimu untuk membantu tuanmu itu!" Claude sudah mengambil ancang-ancang.
"Mengasikan juga tuh...hahahahahaha..." Sebastian masih tetep santai.
"Mati kau! HEAAAAAAAAA!" Claude langsung memburu ke arah Sebatian.
"Kau yang matiiiiiiii!" Sebastian mulai mengambil ancang-ancang.
Dan...terjadilah pertarungan yg cukup rame (?) antara Sebastian dan Claude...
Oke...kita hiraukan mereka berdua dulu...lanjut ke Ciel...
"Dimana sih mereka? Nggak muncul-muncul…padahal ini maen kejar-kejaran bukan petak umpet…" gerutu Ciel.
"Ha! Ternyata sampai saat ini kau masih saja berperan menjadi kucing ya? Hahahahahaha!" tiba-tiba Alois loncat ke depan Ciel, entah dari mana.
"Kau? Cih…habis kalian menggunakan senjata-senjata aneh…sialan…3 pembantu itu…akan kuberi pelajaran mereka…" Ciel bisik-bisik sendiri, kayak orgil. *Dihajar para pecinta Ciel*
"Hehehehehe…itu aku yg suruh tw…" tiba-tiba Alois nyeletuk sendiri, tanpa sadar.
"Heh?"
"Shit! Me and my big mouth(?) lupakan saja yg tadi!" Alois langsung mengedarkan pandangannya.
"Alois…kau…!" Ciel sudah marah sekali ampe matanya merah kayak banteng *dilempar*
"Ahahahahahahhh…"
"Kenapa mereka mau menurutimu? HAH?" bentak Ciel.
"Aku…kan…mengaku…sebagai saudaramu…" Alois berpura-pura tak melihat Ciel.
"WTH?" Ciel tak habis pikir.
"Iya…" Alois sudah mengambil ancang-ancang untuk lari.
"Kau…SIALAN! ALOISSSSSSSSS!" Ciel langsung memburu Alois, ambil megang tombak. (Dari mana tuh?)
"UWAAAAAAAAAAAAAAA!" Alois lari sprint, terjadilah kejar mengejar antara mereka.
"KEMARI…KAU…ALOIS…LIDAH SIALAN!" ejek Ciel.
"KAU JUGA! MATA TERKUTUKKKK! (?)" Alois bales ejek.
Terjadilah ejek-ejekan diantara mereka. Jadi kalau digabungkan kejar-kejaran sambil ejek-ejekan antara Ciel dan Alois.
"Ho…ho…ho…" tawa seseorang menghentikan mereka berdua, membuat keduanya mencari dari mana asal suara itu.
Tiba-tiba muncul dari bawah lantai (emangnya tikus tanah, maksudku…tikus lantai…? …) kepala Tanaka yg bulat itu. (belom kembali jadi Real Tanaka)
"Tanaka? Kau mengganggu saja!" gerutu Ciel, kesal.
"Ho…ho…ho…" Tanaka hanya bias tertawa.
"Dasar orang tua pengganggu…" gumam Alois, pelan.
PRAAAAAAAAAANGGGG!
Tiba-tiba terdengar suara dari lantai bawah yg membuat mereka kaget…
"Apa itu?" Alois kaget, ampe putih semua (?)
"Nggak tahu! Kita liat kebawah!" Ciel langsung berlari kebawah, dilihatanya Sebastian dan Claude bertarung dengan seru.
"Aku tak akan kalah darimu…SEBASTIAAANNN!" tereak Claude sambil menyerang Sebastian.
"Kau akan kalah dariku…CLAUDE!" Sebastian menghindari serangan Claude.
"Cih! Rasakan ini!" Claude melemparkan granat kepada Sebastian. (dapet darimana tuh?)
"Aku juga punya!" Sebastian pun melemparkan granatnya kearah Claude.
Akhrinya kedua granat itu saling bertubrukan…dan…
Dan…
Dan…
Dan…
DUAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRR!
Seabuah ledakan besar terjadi di mansion keluarga phantomhive…
"WTF?" Ciel ternganga melihat rumahnya hancu…cur…cur…berantakan.
"Ah…" Sebastian yg tadi melindungi Ciel hanya bisa bengong.
"Aih…" Claude pun yg melindungi tuannya hanya bisa bengong.
"Glek…" Alois hanya bisa menelan ludah.
Sedangkan keempat pembantu itu teregeletak dengan keadaan yg mengenaskan…(cielah bahasanya) alias gosong hitam.
"Sebastian…apa…apa…yg kau lakukan pada rumahku?" Ciel ngamuk bukan kepalang.
"Maafkan saya tuan muda…" Sebastian hanya bisa bersujud memohon maaf. (jangan sujud nak…berdirilah…XD *dicincang*)
"Aih…CLAUDE! AP…APA YG KAU LAKUKAN?" Alois tampak tak percaya.
"Maafkan saya tu…" belum selesai Claude ngomong, tiba-tiba dipotong oleh Alois, "i…ini…luar biasa! GYAHAHAHAHAHAHA! MANSION PHANTOMHIVE HANCURRR! HAHAHAHAHA!" Alois ketawa kayak orang kesurupan.
"Eh? Tu…tuan muda?" Claude tak mengerti.
"Grrr…jadi ini rencanamu ya Alois…si…sialan…" Ciel saking marahnya tak bisa ngomong apa-apa lagi.
"Eh? Nggak direncanain kok…kebetulan aja…" Alois polos.
"Hah…hah…hah…hah…" napas Ciel tak beraturan.
"…" Sebastian hanya bisa menatap Ciel yg sedang marah.
"Ya ampun jadi seperti ini…mansion phantomhive benar-benar hancur…" tiba-tiba Tanaka sudah berubah lg jadi normal.
"Uhuk…uhuk…lha elah? Ancur? Padahal…padahal kita berjanji untuk melindungi mansion phantomhive smape mati…tapi…tapi…HUWEEEE!" Finnian langsung lari ke dalam hutan terdekat dengan kecepatan max.
"Kau…benar…hiks…hiks…tunggu aku FINNIAN!" Meirin langung membuka kacamatanya dan menyusul Finnian.
"Ga…gagal …SIALLLL!" Brad pun akhirnya ikut-ikutan pembantu yg laen.
Sedangkan Tanaka…
SYUUUUUTTTT…
Balik lagi jadi yg kecil…alah…alah…
"Apa yg kita lakukan sekarang tuan muda…?" tanya Sebastian, ragu-ragu.
"Sebastian!" Ciel langsung mengangkat kepalanya. " BANTAI PEMBANTU ANEH ITU SEKARANG JUGAAAA!" perintah Ciel.
"Yes, my lord…" Sebastian langsung tersenyum lebar dan memburu Claude.
"SIAAALLLL!" Claude hanya bisa kabur dari kejaran Sebastian.
"Heh…sangat menyenangkan…" Sebastian, menyeringai, sambil terus mengejar Claude.
"Dan aku…" gumam Ciel.
"Eh?" Alois bingung.
"AKAN MEMAKANMU BULAT-BULAT! BALIK KE SINI KAU ALOISSSSSSSSSS!" Ciel langsung menghampiri Alois, dengan mata berapi-api.
"Ih…GYAAAAAAAAAAA!" Alois pun lari.
"KAU. TAK. AKAN. BISA. LARI. DARIKU!" Ciel pun berlari dengan kecepatan cahaya.
Dan…akhirnya…walaupun mansion phantomhive itu hancur…permainan kejar-kejarannya masih berlanjut hingga akhir…(Author juga nggak tahu akhirnya gimana :P)
THE END…(?)
"Sialan…gw udah nggak dipake lagi…" gumam Grell, benci. " Aku balik ke duniaku (?) aja! SAYONARA! SEBASTIAN, MY HONEYYYY!" Grell pun menghilang entah kemana.
Sedangkan Tanaka…
"Ho…ho…ho…"
Sudah, lupakan saja Tanaka, kita lihat saja ketiga pembantu itu…
"Kemana sih arahnya?" tanya Meirin ketakutan.
"Perasaan tadi kesini…atau kesini…atau…ARGHH! AKU NGGAK TAHU!" Brad udah mulai stress.
"Maaf…gara-gara aku kita ampe nyasar gini…" sesal Finnian.
"Tak apa-apa! Kita tanggung ini bersama!" dukung Meirin.
"Ayo kita cari jalan keluar!" semangat Brad pun berapi-api.
"YOOOO!" jawab Meirin dan Finnian bersemangat.
Dan akhirnya…HAPPY ENDING…:) *dihajar massa*
Author : Akhirnya tamat…
Tmn Author : Tamatnya kok aneh sih?
Author : Biarin aja! Yg bikin gw ini! :P
Ciel : Apa maksudnya ini? Kenapa mansion ku hancur?
Author : Aku yg bikin…suka-suka dong…
Ciel : Sialan, SEBASTIAN!
Sebastian : Apa lagi?
Author : Eit! Kalian tak akan bisa lagi menghajarku! *mengeluarkan evoker*
Ciel : Hah! Sebastian tak mempan dengan pistol!
Tmn Author : Wah…bahaya nih…
Ciel : Sebastian, hajar dia saja…
Sebastian : Oke!
Author : Hmm…*mengarahkan evoker ke kepala*
Ciel : Dia mau bunuh diri?
Author : HEAHHH! PERSONA! *menarik pelatuknya*
Dan keluarlah Izanagi no ookami…(cie…cie…)
Ciel : Lah? Kok nyambung ke persona? Sial! SEBASTIAN KABURRR! *melesat ngacir*
Sebastian : Yes my lord…*ikutan ngacir*
Tmn Author : Parah! *kabur juga*
Author : GYAHAHAHAHAHA! SEKARANG AKU PENGUASANYA! WKWKWKWKWKW! *jadi stress*
Dan…berakhirlah semua penderitaan itu…
Tolong di review ya! Walaupun ceritanya jelek ataupun hancur…:P…
(maaf, jika chapter terakhir ini kurang memuaskan...pikiran saya tiba" macet di tengah jalan...*hadeuh"* jd begini deh...dan juga kondisi tubuh yg menyakitkan *?*)
