Akhirnya saya bisa melanjutkan fic ini dengan pikiran yang pas – pasan karena sering lupa. OK langsung saja.

Pair : SasuNaru , NejiGaa , ShikaKiba , ItaDei

Rate : T

Disclaimer : Naruto©Mashashi Kisimoto.

Warning : OOC , Gaje , AU , Yaoi/Shounen-Ai

DON'T LIKE DON'T READ


NARUTO PoV

KRRIINGG ! KRRIINNGG !

Ugh.. Suara berisik apa itu ? mengganggu tidurku saja, padahal aku masih ingin tidur lebih ! Suara jam weker ku tentu saja. APAA ? Sudah jam setengah sembilan ?. Lebih baik aku segera mandi sebelum si Teme itu datang menjemputku.

Ah! Akhirnya selesai juga. Hm..Jam sembilan tinggal satu jam lagi.

"Naruto !, Sasuke datang menjemputmu !, cepat turun !" Suara kaa-san pasti Sasuke sudah datang, Baiklah aku akan ganti baju.

Baiklah, aku sudah siap. Aku akan menemui si Teme itu di bawah.

END NARUTO PoV

Naruto turun dari kamarnya yang di lantai dua menuju kantai bawah. Ketika sudah mencapai lantai bawah Sasuke terkesiap melihat Naruto yang memakai Kaos berwarna oranye yang ditutupi dengan kemeja berwarna Oranye dan Hitam serta celana jeans biru dan sepatu kest putih yang membuat penampilannya sangat keren hari ini. Simple but perfect.

Naruto pun terkesiap melihat Sasuke mengenakan Kaos putih dengan kemeja kotak – kotak berwarna biru yang sengaja tidak di kancingkan dan celana jeans biru dan sepatu kest putih yang hampir menyamai pakaian yang di kenakan Naruto.

Sedangkan Kushina tersenyum jahil melihat mereka berdua mengenakan pakaian yang hampir sama.

"Pasti kalian mau berkencan, kan ?" Tanya kushina dengan sedikit dengan nada menggoda membuat Sasuke dan Naruto tersadar kembali.

"A-apa maksud, kaa-san ?. Kami tidak berkencan benarkan, Teme ?"

"Y-ya, mana mungkin kami berkencan Obaa-san."

"Kami hanya mau pergi Konoha park, kaa-san. Jangan berpikir aneh – aneh,"

"Kalau kalian berpacaran kaa-san setuju – setuju saja," Setelah mengatakan itu Kushina beranjak menuju dapur dengan senyum jahil di wajahnya. Serta membuat Naruto Blushing sedangkan Sasuke menunduk untuk menembunyikan guratan samar – samar berwarna merah di masing – masing pipinya.

"Lebih baik kita segera pergi saja, Teme. Sekarang sudah jam sembilan,"

"Hn."

"Kaa-san, kami pergi dulu !,"

"Baiklah, jangan pulang terlalu malam ! Tolong jaga dia ya Sasuke-kun !"

"Baiklah, Obaa-san"

Mereka pun meninggalkan kediaman Namikaze menuju rumah Kiba menggunakan mobil Sport hitam milik Sasuke.


-Kediaman Inuzuka-

Ternyata di rumah Kiba semua sudah berkumpul kecuali, Naruto dan Sasuke yang sedari tadi tidak sampai sampai.

"Hah ! Sasuke dan Naruto mana scih kok dari tadi gak dateng dateng ?"

"Entahlah."

"Ck. Merepotkan"

Ternyata mereka telah menunggu Naruto dan Sasuke yang sedari tadi tidak datang – datang padahal sudah jam sembilan lebih lima puluh.

"Oi !" Mendengar teriakan dari seseorang serentak mereka menoleh ke arah suara yang ternyata Naruto dan Sasuke yang sedang berjalan menuju mereka.

"Hei, Naruto kau ini kemana saja ? Lama banget."

"Gomen, Kiba. Tadi ada urusan sedikit."

"Baguslah, kau sudah sampai sekarang kita berang-" Ucapan Kiba terpotong karena melihat Sasuke dan Naruto yang mengenakan Pakaian yang hampir sama, begitu pula dengan Shikamaru , Kiba , Neji dan Gaara. Naruto risih dipandangi seperti itu sedangkan sasuke ? cuek saja.

"Jangan melihat ku seperti itu," Mereka langsung tersadar mendengar ucapan Naruto.

"Osh ! Baiklah, kita berngkat !" Dan yang lainnya menjawab dengan anggukan kecil dan langsung masuk ke mobil, Gaara naik mobil Neji , Kiba dengan Shika , dan Sasuke dengan Naruto.

-Konoha Park-

Sampailah mereka di Konoha Park Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam. Konoha Park adalah Taman Bermain terbesar se-Konoha. Dengan biaya masuk yang tidak terlalu mahal.

"Akhirnya kita sampai,"

"Kau betul, Kiba"

"Sekarang kita pergi membeli tiket yuk,"

"Hei, Sasuke !" Ketika ingin ke loket mereka berhenti sebentar karena mendengar ada orang yang memangil salah satu dari mereka. Mereka berbalik dan mendapati Kakak Sasuke, Uchiha Itachi sedang menggandeng tangan seorang err-pemuda berambut panjang berwarna kuning yang tidak salah orang itu adalh Deidara.

"Baka Aniki" Gumam Sasuke kepada kakaknya itu.

"Kau kesini juga hm, Ototou ?"

"Hn."

"Wah, Ada teman – temanmu juga ya ?," Sasuke mengangguk kecil

"Ohayou, Kiba, Neji, Gaara, Naruto !"

"Ohayou , Itachi-nii !" jawab mereka serentak.

"Kita langsung masuk saja, yuk." Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju loket tetapi yang mengantri hanya Itachi dan yang lainnya menunggu di sekitar Pintu Masuk Konoha Park.

"Wah..Kita mencoba yang mana dulu, ya?"

"Kita coba rolley Coster Dulu saja ?"

"Wah, Ide Bagus Kib. Ayo, Kita ke sana sepertinya antriannya lumayan ramai,"

"Baiklah,"

"Antriannya lumayan panjang, lebih baik kita cepat,"


"Sepertinya Sangat Tinggi," Gumam Naruto yang hanya bisa di dengar Sasuke. Sedikit lagi giliran mereka menaiki Rolley Coster.

"Kau Takut, Dobe ?"

"T-tidak !, mana mungkin aku takut. Mungkin kau yang takut, teme"

"Aku tidak takut apapun, Dobe"

"Baik,"

-Giliran Naruto dkk-

"Ayo, Kita pilih depan, teme"

"Siapa Takut,"

Dan Mereka pun duduk di bangku paling depan, Neji dan Gaara di belakang mereka lalu diikuti ItaDei dan yang terakhir ShikaKiba. Setelah sudah duduk dan memasang sabuk pengaman Keringat dingin meluncur dari pelipis Naruto. Sedangkan Sasuke yang mengatahui itu hanya mengeluarkan Seringainya.

"Kau kenapa, Dobe ?"

"A-aku tidak kenapa – napa kok"

"Tapi sepertinya kamu takut"

"Aku tidak takut, Teme"

"Bagus,"

Kereta pun mulai meluncur orang – orang bersorak. Perlahan lahan – lahan kereta itu naik dan naik, ketika sudah sampai di ujung kereta itu langsung meluncurdengat sangat cepat, Naruto yang sepertinya ketakutan hanya bisa memejamkan matanya dan tidak sengaja dia menggenggam tangan Sasuke. Sasuke yang merasakan sesuatu di tangannya, langsung melihat ke arah tangan nya yang ternyata itu adalah tangan Naruto. Sasuke yang merasakan kehangatan dari Naruto hanya tersenyum, Senyum yang sangat jarang dan bisa membuat Fansgirl nya Mimisan Massal.

Kereta sudah berhenti tetapi Naruto tetap tidak melepaskan nggenggamanya dari tangan Sasuke, membuat Teman – teman Naruto dibuatnya bingung. Naruto sadar akan apa yang membuat mereka kebingungan Narutopun langsung melepaskan pegangan tangannya dari tangan sasuke yang membuat Sasuke Sedikit kecewa tetapi masih dengan wajah stoic nya.

"Sekarang kita copa Rumah Hantu itu, yuk !" Ajak Kiba, yang dijawab Anggukan dari yang lainnya sedangka Naruto ketakutan setengah mati mengingat dia pernah di takuti oleh saudaranya kyuubi. Sasuke yang menyadarinya pun menenangkannya.

"Jangan Takut, Dobe. Ada aku di sini," Naruto mengangguk perasaan takutnya sdikit menghilang karena ucapan sasuke itu. Lalu menyusul teman mereka.

"Di sini gelap, Teme"

"Tenang saja, Dobe" Naruto menggenggam tangan sasuke kaena takut terpisah dari Sasuke, Teman – Teman mereka pun Sudah meninggalkan mereka.

"Gyaa,Teme !"

"Jangan Takut, Dobe"

"T-tapi itu menyeramkan, Dobe"

"Hn." Mereka meneruskan perjalanan samapi mereka menemukan persimpangan.

"Jalannya ada dua, teme,"

Tidak sengaja Sasuke melihat Neji dan Gaara yang sedang berciuman di jalan sebelah Kanan. 'Sepertinya Neji sudah beraksi aku juga tidak boleh kalah,' Batin Sasuke.

"Lewat Sini, Dobe"

Mereka terus berjalan dengan sesekali Naruto berteriak karena di kagetkan atau ketakutan hingga sampai pada persimpangan lagi.
"Sekarang lewat mana, Teme ?"

Lagi – Lagi Sasuke tidak sengaja melihat Shikamaru dan Kiba sedang berciuman di sebelah kiri. Karena tak ingin Naruto tau bahwa Shika dan Kiba sedang berciuman dia memilih jalan di sebelah kanan.

"Sepertinya ada yang baru jadian, Dobe" Sasuke langsung berjalan dengan Naruto yang di sebelahnya.

"Siapa, Teme ?"

"Kiba dan Gaara."

"Dengan siapa, teme ?"

"Tentu saja Kiba dengan Shika dan Gaara dengan Neji,"

Naruto teringat pengakuan Gaara kemarin yang membuat wajah Gaara Bersemu Merah.

"oh.."

Mereka terus berjalan hingga mereka sampai pintu keluar.

"Hey, Lihat, Teme. Itu pintu keluarnya" Sasuke pun berhenti dan melihat ke arah yang Naruto tunjuk dan itu benar, itu adalah pintu keluarnya. Tetapi Sasuke tetap diam tak bergeming

"Ayo, Teme kita cepat keluar," Sasuke tetap diam membuat Naruto bingung.

"Tem-" Ucapan naruto terpotong karena Sasuke memotongnya.

"Naruto, Aku menyukaimu."

To Be Continue

Akh..ternyata bisa Selesai..

Maaf kalo masih ada Typo(s), atau yang lainnya

Tapi jangan lupa RIVIEW ya !

See You minna-san !