~*Gomen, Sasuke*~
Maaf, kalo update nya lama. Soalnya boleh buka laptop hari Sabtu dan Minggu doank. Jadi, Maaf kalo update nya lama.
Genre : Romance/ Friendship
Disclaimer : NarutoMasashi Kishimoto.
Rate : K
Pair : SasuNaru, NejiGaa , ShikaKiba , ItaDei
Summary : "Gomen, Sasuke. Tapi aku harus pergi" Sasuke terkesiap mendengar itu "T-tapi Kenapa ?" "Karena aku memang tak pantas menjadi milik orang sempurna untukmu, Sasuke" Naruto berkata sambil menahan isakan tangisnya. Dan Sasuke terbelalak mendengar perkataan Naruto.
WARNING : AU, GAJE, OOC, Typo(s), YAOI/Shounen-ai ,
DON'T LIKE DON'T READ
Sasuke PoV
Sial! Shika dan Neji sudah menyatakannya dan sepertinya perasaan mereka terbalas, aku tak boleh kalah dengan mereka. Mana mungkin seorang Uchiha kalah.
Aku ingin menyatakannya tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat, tapi aku sudah tak bisa menahannya, menahan sesuatu yang bisa membuatku terasa sesak terkadang.
Naruto, apakah ketika aku menyatakannya apa kau akan membalas perasaanku padamu? menerimaku menjadi kekashimu? dan menjadi milikku?.
"Hey, Lihat, Teme. Itu pintu keluarnya," dia berkata dan sambil menunjuk ke depan, aku melihat sesuatu yang sedang ditunjuknya. Benar, itu pintu keluarnya. Tapi aku tetap diam tak bergerak sedikit pun. Apa yang harus aku lakukan? keluar dan membiarkan hatiku sakit lagi ?. Mungkin, masih banyak waktu untuk menyatakannya tapi, aku sudah tidak tahan untuk menjadikannya sebagai milikku, milikku seorang.
"Ayo, Teme kita cepat keluar," Aku tetap diam dan kembali menunduk dengan tangan terkepal erat.
"Tem-" dia memanggilku tetapi aku memotongnya dengan sebuah kata yang sangat bodoh.
"Naruto, aku menyukaimu," Ya kalimat itu yang keluar dari mulutku. Aku tidak tahu apa Ekspresi yang ada di wajahnya karena, aku menunduk, menunduk dalam dalam. Bodoh, ya aku Bodoh telah mengungkapkannya sekarang. Lega , ya aku lega karena dapat mengungkapkannya. Tapi, aku belum tahu apa jawabannya dia masih tetap diam. Sampai dia berkata.
"T-tapi, kita ini laki – laki, Sasuke,"
"Aku tidak peduli dengan semua itu! Aku tidak peduli dengan gender, halangan atau apapun! Aku tidak peduli, Naruto!" Aku menaikan sedikit Volume suaraku dan sedikit memperlihatkan Ekspresi karena terbawa emosi. Untung di sini sepi, kalau tidak hancur sudah harga diriku yang sudah lama aku bangun.
"Aku hanya mencintaimu. Mencintai seorang Namikaze Naruto." Dia terdiam entah dengan alasan apa. Tapi aku tidak peduli aku ingin menyelesaikan ini.
"Aku ingin kau menjadi milikku, Naruto," Gumam ku entah dia mendengar atau tidak, tapi sepertinya dia mendengarnya karena dia membalas ucapanku.
"Sa-Sasuke, A-aku" Aku mendongak tetapi tidak terlalu tinggi. Aku takut melihat matanya. Tapi sepertinya aku melihat sesuatu yang samar – samar di sekitar pipinya.
"Sasuke, A-aku juga suka padamu," Aku tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Aku berjalan ke arahnya. Dan bertanya.
"Apa benar?" tanyaku untuk meyakinkannya.
"Ya, Sa-sasuke aku me-menyukaimu." Aku merasa terbang ke langit ke tujuh mendengar jawaban darinya apalagi melihatnya yang sedang bersemu merah, Ugh! sangat manis. Aku langsung memeluk tubuhnya. Aku sangat suka kehangatan ini. Aku suka semua yang ada dalam dirinya.
Setelah ini takkan ku biarkan ada yang memisahkan kami meskipun waktu atau takdir aku akan berusaha mendapatkannya kembali. Karena dia adalah segala – segalanya untukku dan juga Hidupku.
END Sasuke PoV
oOo
"Sekarang kita keluar yuk, Teme. Di sini terlalu gelap."
"Hn." Mereka keluar dengan tangan yang saling bertaut dan senyum terkembang –Kecuali Sasuke yang hanya tersenyum tipis- di wajah mereka.
Tanpa mereka sadari ada 4 orang yang dari tadi memperhatikan mereka.
"Sepertinya Sasuke berhasil mendapatkan Naruto" Kata Seseorang berambut coklat yang mempunyai tato segitiga terbalik di masing masing pipinya.
Ternyata mereka adalah Neji, Shikamaru , Kiba , dan Gaara. Yang sedari pertama menguping pembicaraan Sasuke dan Naruto.
"Hn. Kau benar Kiba,"
"Sekarang kita lebih baik ikut keluar juga. Aku merasa ada hawa tak enak sekitar sini."
"Baik-" Belum Selesai Neji menjawabnya sudah ada yang memotongnya.
"Khi..Khi..khi.." Di saat itu mereka merinding mendengar suara tawa yang aneh itu. Kiba menoleh dan mendapati Seorang hantu KUNTILANAK, Bayangkan seorang hantu KUNTIlANAK bisa pergi ke Jepang, Author aja belum pernah.
"Kun-Kun.."
"Kun apa sich, Kib ?"
"Kun-kun, KUNTILANAK !" teriak kiba dengan sangat keras dan langsung menarik mereka keluar dari tempat itu secepatnya.
"Khi..Khi..Khi.. Dasar anak muda jaman sekarang. Tapi tak apa, lah. Lumayan buat nambah koleksi" Tanpa mereka sadari Kuntilanak itu adalah Seorang Fujoshi yang sedari tadi mengikuti mereka untuk mengambil foto mereka sebagai koleksinya.
"Hosh..Hosh.."
"Kenapa kalian lari – larian begitu ?" Tanya Naruto kepada 4 temannya itu.
"Ta-tadi Hosh..Ada Kun-Kuntilanak. Hosh.." Jawab Kiba.
"Haha! Mana mungkin, Kiba!"
"Kalau tak percaya ya sudah. Kita istirahat dulu ya. Aku sangat capek."
"Ya."
Mereka duduk di bangku tidak jauh dari mereka dan mengistirahtkan tubuh mereka sejenak.
"Aku Haus."
"Ya, aku juga"
"Kalian tunggu sini saja. Biar aku yang membelikannya. Kalian mau apa?"
"Aku Jus jeruk." Jawab kiba.
"Aku jus Semangka"
"Aku juga"
"Aku sama dengan Gaara saja."
"Baiklah. Kalau kau, Teme?"
"Jus Tomat." Naruto tersenyum.
"Jus jeruk 2, Jus Semangka 3 dan Jus Tomat 1. Baiklah. Tunggu di sini ya." Semua menjawab dengan anggukan karena kehabisan oksigen –Kecuali Sasuke tentunya-.
Naruto berjalan mencari stand minuman untuk membelikan minuman teman – temannya. Akhirnya dia menemukannya Naruto berjalan menuju stand minuman itu sebelum ada orang yang menghadangnya.
"Hei, manis,"
"Si-siapa kalian?" tanya Naruto takut. Takut di apa – apain sama kelima orang itu.
"kau tak perlu tahu siapa kami. Sekarang cepat ikut kami."
"Aku tidak mau"
"Cepat ikut!"
"Aku tidak mau!" Akhirnya mereka menarik paksa Naruto untuk ikut mereka. Di situ memang tidak terlalu ramai entah mengapa.
"Lepaskan! Lepaskan aku!" Mereka tidak mendengarkan ucapan Naruto tetap, menarik Naruto .
"Lepaskan! TEME! Tolong Aku!"
"Takkan ada yang bisa mendengarkanmu ! HAHAHA...!"
"TEME!" Setelah itu pandangan Naruto pun mengabur dan jatuh pingsan. Dan kelima orang itu langsung membawa Naruto pergi
"Di mana Naruto itu? Aku sangat haus"
"Entahlah."
"Biar aku yang mencarinya"
"Eh? Baiklah. Sebaiknya cepat Sasuke aku punya firasat tidak enak."
"Hn."
Sasuke mulai mencari Naruto dari tempat ke tempat, tetapi nihil Naruto tidak ada di mana – mana. Sasuke lelah mencari Naruto sedari tadi diapun mengidtirahatkan tubugnya untuk menghirup oksigen.
'Di mana kau, Naruto?' Sasuke khawatir akan keadaan Dobenya itu. Sasuke meneruskan pencariannya.
"NARUTO ! Di mana kau ?" Sasuke berteriak agar Naruto tahu keberadaannya. Tetapi tidak ada yang menyahut. Hingga ia mendengar teriakan seseorang yang dia kenal.
"TEME!" Ya, itu teriakan Naruto. Sasuke langsung berlari menuju asal suara tadi. Dan menemukan Naruto yang tergeletak tak berdaya dan di kerubungi 5 orang berbadan besar.
Sasuke langsung berlari ke tempat Naruto berada dan langsung menghajar mereka berlima. Sasuke menang dengan hanya luka ringan.
"Cepat kalian pergi sebelum aku membunuh kalian. Cepat!" Ucap Sasuke dengan dingin membuat kelima orang itu langsung pergi. Sasuke bernafas lega. Dia dengan sisa tenganya menggendong Naruto dan membawanya ke tempat teman – temannya berada.
"Oi, Sasu-" Ucapan Kiba terpotong karena melihat Sasuke menggendong Naruto di punggungnya.
"Ada apa dengan Naruto?"
"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Yang aku tahu dia sudah seperti ini ketika aku menemukannya"
"Memangnya dia diapakan?"
"Aku tidak tahu. Hanya saja tadi ada 5 orang yang mengerubunginya. Dan aku langsung menghajar mereka karena pandangan mereka terlihat aneh kepada Naruto." Mereka hanya ber-oh ria.
"Biar aku saja yang membeli minumannya."
"Ya. Hati – Hati Shikamaru," Shikamaru hanya mengangguk kecil. Shikamaru pergi untuk membelikan minum.
Beberapa menit kemudian Shikamaru kembali dengan membawa Jus Jeruk 1, Jus Semangka 3, Jus Tomat 1 dan 1 Botol Air Putih.
"Nih." Shikamaru memberikannya kepada teman – temannya.
"Untuk apa air putih itu?"
"Tentu saja untuk Naruto"
"Oh.." Akhirnya Naruto tersadar dari pingsannya.
"Hey, Naruto sadar,"
"Ugh! Kepalaku pusing" Kata Naruto sambil memegang kepalanya.
"Minum ini dulu Naruto,"
"Arigatou, Kiba" Naruto meminumnya sampai tinggal setengah.
"Oi!" Seseorang berteriak dari belakang mereka. Ternyata adalah Itachi dan Deidara.
"Dari mana saja kau, Aniki?"
"Ada urusan sedikit" sambil tersenyum yang bagi Sasuke memuakan itu.
"Lebih baik kita pulang saja. Hari sudah sore,"
"Ya." Yang lainnya menjawab dengan "Hn". Mereka pulang dengan hati senang karena sudah mendapatkan pasangan masing – masing. _
To Be Continue
Waa.. Akhirnya selesai juga Chapter 3 nya. Maaf, kalo lama update nya ya *Bungkuk*
Maaf kalo da typo(s) dan gk menurut EYD
Jangan Lupa RIVIEW ! :DD
