Sekali lagi, saya ndak punya apa2 di fic ini. Hanya ingin mengeluarkan ide absurd saya yang telah lama terpendam (ya ga segitunya kali..)

APH (C) Himaruya Hidekaz

-x-x-

Sampailah mereka di rumah Russia. Cuma 5 menit lewat jalan tol.

Canada terkesima. Ternyata rumah Russia besar dan megah. Membayangkan, kira-kira ada apa didalamnya.

"Keren kan rumahku~?" Russia memecah suasana. Lebih tepatnya 'ngebangunin' Canada yang lagi bengong.

"E-eh? I-iya...besar...dan mangstab. Gak kayak rumahku, kecil..." Canada minder, sekaligus gugup. Dia sebenernya ga mau kesitu.

"Udah jangan malu-malu, ayo masuk.." Russia mempersilakan Canada masuk ke rumahnya. Kolkolkolkolkol (ini apa).

Canada heran, sebenarnya apa maksud dan tujuan Russia. Ia terus2an nanya padahal Canada sudah bersikeras menolak tawaran merger dari orang itu. Baru kali ini ada 'penawaran' yang lebih maksa. Canada khawatir..

Mereka menuju ruang tamu. Secara garis besar(?) rumah Russia indah memang. Walaupun agak suram di beberapa sudut. Ada sarang laba-labanya (itu mah tiap rumah ada kali..).

"...silakan duduk, eh.. Bengong mulu daritadi? Kenapa sih?" Russia heran

"He? Uh oh...nggak, ngga apa-apa ahahaa.. Makasih.." Canada senyum kicep lalu duduk, masih khawatir. Sofanya berasa kek mo makan dia. Ya ga sampe sih.

"Mau minum apa? Biar ga seret pas ngobrol~" Russia nawarin minum.

"Esteh dua galon"

"Onta..."

"Hahah, b-bercanda... Apa aja deh gapapa"

"Vodka?"

"Eerr-boleh lah ehee..." Canada penasaran rasanya vodka kayak gimana. Apa sekuat wine apa ngga. Apa iya? Ngga apa iya? Ya ngga? Ngga? Ih gimana sih lu (HEH UDAH).

"Jadi gimana? Mau gabung ngga? Keuntungannya banyak loh.." Russia masih aja ngotot.

"Tapi... Tapi ane ngurus satu aja ribet, gimana kalo digabung gitu.."

"Ah itu mah cipil. Nanti 90% wilayahmu buatku. Enak di kamu kan cuma ngurus 10% ? " Russia mencoba strategi yang agak menyesatkan.

'IH DIKIRA GUE GATAU. Gak ya, makasih. Gue masih punya harga diri щ(°Д°щ) ! Ga bakalan gue biarin harga diri gue terinjak-injak! Tolak! Tolak! Demi abang juga yang udah berusaha nyelametin gue...'. Canada terus berpikir. Bengong sambil mainin jari.

'Gila ni orang bengong mulu. Mikirin pekob kali yak'. Russia mikir hal yang lain. Totally different from the reality.

"Halo~ oi.." Russia melambai-lambaikan tangan didepan muka Canada.

Canada terperanjat(?), orang lagi bengong diganggu. Ya jelas.

"Gimana~? Mau nggak..?" Russia pake nada menggoda gitu hahah /plak.

"Maaf harus ane tolak mentah-mentah. Sebenernya ane udah tau. Pasti kamu mau menguasai harta keluarga Williams! IYA KAN?" Canada menuduh Russia yang enggak-enggak. Tipikal sinetron lokal.

"Apa? Ngapain aku nguasain harta keluargamu? Aku ngajak merger tulus pengen kerja sama aja.. Kenapa jadi kamu yg sewot?" Russia mbales masih a la sinetron.

"Ya habisnya gitu sih!"

"Gitu apa?"

"Ya gitu aje cuy"

"Ih gajelas deh kamyuh(?)"

"Embhuer~"

"By the way.."

"Ya?"

"Kok gaya ngomong kita ga konstan ya?.."

"Biarin, author gendeng"

Merasa diomongin, author misuh-misuh щ(ºДºщ) lalu megembalikan jalan cerita seperti semula. Tapi tadi sampe mana ya? /bletak.

Sampe sini.

"Pokoknya ane ndak bisa terima tawaran ente" Canada bersikeras mempertahankan wilayahnya.

"Huh, okelah kalo kamu ngotot. Liat aja, nanti kau jua yang akan takluk di hadapankuu..! ahahaha~!" Russia ketawa ala tokoh antagonis di film2 fiksi. Ya sudahlah.

"Hah, gak! Permisi, mungkin ini agak ngga sopan.. Saya pulang" canada bangkit dari sofa lalu beranjak pergi.

Sekali lagi, ia selalu merasa badannya kaku cenatcenut gimana gitu tiap mau kabur dari Russia. Benar saja, Russia mendekap badan Canada dari belakang.

"M-mau apa lagi hah? The answer is obvious...!" Canada ngeyel, meronta.

"Ga semudah itu... Contoh udah ada.. Abangmu" Russia berbisik di telinga Canada, membuatnya bergidik ngeri~

"Hah? M-maksud?" Canada ga ngerti.

"Tau kan konsekuensinya kalo cobacoba ngelawan..?" Russia tersenyum mencurigakan. Lagi2 ga friendly. Sangat tidak cocok untuk menjadi sales promotion boy.

Deg. Teringat kejadian ngenes yang menimpa abangnya. Abangnya...yang bisa dibilang lebih kuat daripada dia aja, K.O. dengan cipilnya. Gimana kalo dia? Canada terdiam sebentar.

"Hmm..? Kenapa diem?" dekapan(?) Russia makin erat, membuat Canada hampir kehabisan napas.

Canada masih terdiam seribu bahasa. Wajahnya tertunduk, air mata menetes menuruni pipinya. Nangis lagi...;

"Oke, oke.. Kukasih 2 pilihan. Ikut aku atau kamu ndak bisa liat matahari pagi besok" Russia ngasih pilihan.

milih 'atau' ga bisa ya? Hergh. Yak, Canada galau.

"...oke, ikut" akhirnya Canada memutuskan utk ikut Russia. Wah...WAAAAAH! Щ(ºДºщ) (?).

"Ahaaa~ sudah kuduga.. Makasiiiih~~" kata Russia sambil mengacak2 rambut Canada lalu melepasnya. Canada ngos2an cari oksigen, pelukan Russia keras banget kek kehimpit batu.

'AAAAAH KOK GUE MILIH IKUT SIH..? Russiagendeng meluknya keras banget, gabisa napas gue, menghancurkan konsentrasi. Akhirnya gue milih untuk ikut. Aaah mau ditaro mana muka gueeee..' Canada masih galau. Ia bener2 bingung sekarang. di satu sisi dia ga suka ngikut ama Russia, tapi udah telanjur bilang. Nah loh.

"Kolkolkolkolkolkolkolkolkol~" itu lagi.

"Mon Dieu..." Canada despo. Yak galau. Diam2 ia memikirkan cara supaya bisa kabur, secepatnya.

-x-x-

To be continued... Kok garing ya di chapter ini... :/

chapter 3 masih dalam proses hahah...maklumin kalo pendek-pendek, diketik langsung di hengpon =u="

* Mon Dieu: OMG