Udah ah malah banyakan A/N-nya (atas nama?).
=)) chapter ini isinya sehari dirumah Russia.
Cekibrot gan~ saya ndak punya apa2 di fic ini, hanya ide gila saya.
APH (C) Himaruya.
-x-x-
Hari berganti malam. Mentari menyembunyikan senternya. Giliran ronda si Rembulan.
"Selamat malam, Canada-san" ucap Lithuania sambil menutup pintu kamar dimana Canada bersemayam(?).
Ia ngantuk tapi gak bisa tidur. Banyak kejadian yang nongol silih berganti di otaknya. Macem komidi puter. Yak, Canada galau lagi.
Duduklah ia disamping jendela, memandang keluar, melihat Rembulan yang lagi ronda. Kebetulan si Purnomo yg jaga.
"...seandainya gue ada dirumah sekarang.." Canada bergumam despo sambil menghela napas.
Ia menyilangkan tangannya di pinggir jendela, lalu merebahkan kepalanya. Ada yang netes dari mulutnya. Canada ngeces. Ketiduran.
Beberapa menit kemudian Russia masuk ke kamar tempat Canada bobok.
"ee.. bocah. Kek maling aja u, jendela kebuka gini.. Ngeces pula. Masup angin kerok sendiri..." Russia sweatdrop lalu mindahin Canada ke kasur.
"спокойной ночи" Russia menutup jendela lalu keluar kamar.
-x-x-
Sudah pagi. Canada ngucek2 mata seiring sinar mentari yang melewati pepohonan mengenai wajahnya.
Terlihat sesosok pria(?) seukuran dirinya sedang merapikan gorden di kamar itu.
"ah, udah bangun. Selamat pagi,Canada-san. Sarapan delele sudah siap" Lithuania menyapa(?).
"U...uhm.. terimakasih.. Ane permisi, ya.. Liet-san" Canada tersenyum lalu beranjak keluar kamar.
"Selamat pagi~" diluar ada Estonia lagi utakutek lampu. Lampune pedot.
"Oh selamat pagi, Estonia-san" Canada membalas.
'Ternyata ga seburuk yang gue kira... Setau gue Russia kan...sadis. 3 baltik(?) aja ngeri ngadepinnya.. Tapi kok? :/ wah patut curiga nih' Canada jalan sambil bengong. Nyaris nabrak pilar. Beruntung ada yang narik tangannya. Yak, ia merasa tangannya cenatcenut. Ga salah lagi, pasti Russia.
"Kalo jalan ati2 dong... доброе утро~" Russia mengingatkan.
Canada terbangun dari bengongnya.
"B-B-Bonjour..a..adadah.." Canada meringis(?).
"Hm? Kok muka u ngenes gitu? Kenapa?" Russia bingung.
"K-ka-kakiku keinjek.." Canada nunjuk kakinya.
"Ooh...maap. Ga liat.."
'Ga liat' oke bagus, emang nasib gue inpis. Apa boleh buat, nasri telah menjadi brubur. Canada agak kesel kalo ada yang ngungkit-ngungkit 'ga keliatan' dan semacamnya.
Kruyuuuuuk~ perut Canada bunyi.
"ea..laper ya? Hahah sarapan dulu sana" Russia nyuruh Canada sarapan(?).
"Etto..tunggu. Boleh masak ndak?" Canada kangen makan pancake lol padahal baru sebentar.
"Whoa dengan senang hati~~ mau bikin apa?"
"Pancake.."
"Apa itu...?"
"Semacam serabi..."
"SERBIA?" Щ(ºДºщ)
"SERABI..! Makanannya Indonesia-san. Enak loh~"
"Щ(ºДºщ)"
"Lah? Kenapa?"
"Ga apa-apa... Sana ke dapur;;; "
Sebenernya pas Russia pasang muka щ(ºДºщ) , dia lagi mikir Indonesia itu siapa. Tapi itu urusan nanti, gugurekasu aja /plak.
di dapur ada Latvia lagi... Gatau ngapain /LAH.
"Err.. Latvia-san.." canada manggil(?) Latvia.
"Ya, ada apa?"
"Ane mau tanya sesuatu..."
"Oh, dengan senang hati~ ada apa Canada-san?"
"...Russia sebenernya serem ga sih?"
Latvia terdiam sebentar. Gemeteran. Ia bingung mau jawab gimana. Apa iya Canada ga lihat ke-seram-an yang ada di Russia? (?).
"Latvia-san? Kok diem?" Canada bingung liat Latvia bengong.
"E-eh maaf maaf! Ya..uhhm..."
"Ahaha ga apa2, kalo ga mau dijawab ya ga masalah, maaf tadi nanya aneh-aneh.." Canada senyum kicep.
"Ehehe..maaf ya Canada-san... Oya, aku mau ke ruang tamu, kalau ada apa-apa panggil aja" Latvia minta ijin. Kalo ga ijin ntar alpha.
"Oke~"
Canada mulai masak. Ia nyari bahan-bahan buat bikin pancake. Telor...tepung...margarin..kecap..sambel...kaldu...cabe.. Oke yang 5 terakhir ga termasuk.
Setelah semua ketemu, baru deh dia bikin.
...Loading... - buat apa.
"Nah, udah jadi!" Canada menaruh tumpukan pancake diatas piring.
Sayangnya ada yang kurang...ya, sirup maple. Pancake tanpa sirup maple bagaikan sayur tanpa garam, kurang enak kurang sedap.
sMakanya inul bergoyang~/s
Ia makan sendiri. Soalnya yang lainnya udh mam tadi.
Setelah selesai sarapan, ia mencuci peralatan masak dan piring. Istilahnya ya nyuci piring sih;; /plak.
"Huh.. Yakali kalo ini dirumah. Kangen kuma..apalah, kangen main hockey, kangen...banyak... Mau pulang.." Ia ngambek sembari nyuci piring.
"Kenapa buru-buru, da?" Tiba-tiba terdengar suara yg..khas(?).
"E-EEH? R-Ru-Russia-san? Canada kaget. Lagi enak2 ngambek, eh orangnya dateng.
Antiklimaks.
"Uuum...b-bukan be-begitu, tapi..." ...
"Hmm?"
"Uuh... Pengen pulang.." Akhirnya Canada ngaku(?)
"Kenapa?" Russia bertanya sambil pasang muka sok inosen.
"ee...mm...b-bu-bukan.." Canada makin bingung.
"Lalu? Udahlah pasti dari lubuk hati anda yg paling dalem masih betah disini kan?" Russia mencoba meyakinkan canada.
"N-ngga... Saya..."
"Sudahlah akui sajaaaa.." ¬_¬
"NGGAAAAAAK.. SAYA PENGEN PULANG.."
"Huh...padahal masalah pentingnya belum sempat kita bicarain, anda buru2 pulang" Russia menghela napas.
Canada ceming bentar sambil ngerapiin piring.
"Ha? Masalah penting apa? Ane mau mandi aja dulu. Baru nanti kita omongin.." Canada lupa kalo dia dibawa pulang(?) gara2 ada masalah penting apalahitunamanya.
"Oke, kamar mandi disono"
"Sono mana?"
"Ya sono..."
"Ih gaje...sebagai tuan rumah, harusnya bisa dong tunjukin..." Canada minta ditunjukin kmr mandi karena dia emang ga tau tempatnya. Rumahnya Russia gedebanjet cuy.
"Oke... Dari sini jalan aja kira2 100m sampe perempatan, sambung angkot C4N, berhenti di depan gang" russia menjelaskan dengan panjang lebar dan ga jelas.
"...bener itu?" Canada curiga. Ke kamar mandi jauh amat.
"bohong"
"IIIIIIH NYEBELIIIIN" Canada nonjok-nonjok lengan russia tapi russia ceming.
"...UDAH UDAH SINI TAK ANTERIN =)) " Russia mengangkat Canada seakan Canada itu karung beras yg siap dioper kuli dari kontener ke teras toko.
"EH NGAPAIN U...?" Canada-nya kaget.
"Gendong"
"Gendong? 'GOTONG' IYA... TURU-" pembicaraan Canada terpotong.
"Udah sampe. Mandi sana uuu..jorok dari kemaren belom mandi wekwekwek" Russia kabur.
"...auk ah gelap" Canada pun mandi.
Diluar, Russia sedang leyeh2 sambil memikirkan cara agar si Canada mau gabung. Sepertinya selama ini monoton dan kurang 'ngajak'.
Tapi, di saat yang sama, dan lokasi yang berbeda… Amerika merencanakan sesuatu.
-x-x-
UHOOOOOOO CHAP 3 MATANG ! Tapi ga fresh from the oven.
Perjuangan berhari-hari lamanya, ketutupan tugas dan PR yg menderuderu membabibuta. Belum lagi kalo stuck.
Bbrp kali nyoba ngelanjutin chap ini tapi cuma nambah beberapa kalimat trus ketiduran wkwkwkwk.
Oke, selamat menunggu chap 4~ ;w;
