Moshi – moshi minna!
Akhirnya Wikkey update juga! Aduh tinggal menghitung hari nih… EBS akan datang OH TIDAK ! minna mohon doa-nya ya!
Taukah kalian bahwa sekarang ini Wikkey dan salah seorang teman Wikkey (yang baru2 ini ikut2an menjadi fujoshi) *karena kuracuni pikirannya, hahaha... tawa nista* sedang sering2nya ber-fantasy tentang dua asisten praktek di lab klinik?
Hahaha… habis salah mereka sih! Dua – duanya imut sih, mereka berdua COWOK ! hahaha… bayangkan! Sama2 populer, keren , ganteng, selama 6 TAHUN BERSAMA! jadi asisten di lab klinik! Hooo… yang ingin tahu lebih lanjut, mungkin nanti akan Wikkey bahas tentang mereka berdua, hahaha *tawa nista*
Well, this is the chapter 3, ENJOY
.
.
.
Disclaimer : Kishimoto Masashi
Pairing : SasuNaru
Rated : T
Warning : shounen ai, OOC, gaje, bad boys, don't like don't read
.
.
.
"Hn… baiklah… aku menantang kalian bertiga untuk bermain basket, 3 point, jika aku kalah kalian boleh berbuat apapun pada ku, menelanjangiku, memukuliku, lakkukan yang kalian suka, namun jika aku yang menang… aku ingin kau… Naruto… memundurkan diri sebagai ketua klub basket, bagaimana?"
Hening. Sasuke dan Naruto diam, mereka saling pandang dan saling bertukar death glare. Naruto tersenyum tipis, ia maju satu langkah menghampiri rival-nya, Sasuke.
"Percaya diri sekali! Apa kau yakin?"
"Hmmm… tentu saja," ujar Sasuke mantap, Naruto mendengus kesal.
"HUH, kau selalu se-enaknya ya? Sasuke! Baiklah, aku menerima tantanganmu, tapi aku ingin kita bertanding dengan seimbang, jadi hanya kau dan aku, just one by one."
Kiba dan Gaara tercengang, aduh… kenapa sih Naruto mau – mau saja ditantang dengan mempertaruhkan gelarnya sebagai kapten tim basket yang sudah susah payah ia dapatkan dan telah menjadikan klub basket Konoha High School menjadi klub yang ternama di wilayah Konoha ini.
"Hey… hey… jangan membuat keputusan gegabah seperti itu Naru!"
"Benar apa kata Kiba, Naruto… tolong pikirkan baik – baik!"
Naruto tersenyum, ia melemparkan bola basket itu kearah Kiba.
"Tenang saja! Percayalah padaku… mohon bantuannya ya, Kiba!"
"Tapi Naru!"
"Hn…" Gaara menepuk bahu pemuda berambut coklat itu dengan lembut, "Percuma kau mencegahnya bila ia sudah membuat keputusan seperti itu,"
"Tapi…"
"Sudahlah, kita lihat saja nanti, kau percaya pada Naruto kan?"
"…ya."
Gaara tersenyum seraya meninggalkan area lapangan menuju ke tempat duduk pemain. Sedangkan Sasuke dan Naruto berhadapan di tengah – tengah lapangan dan Kiba menjadi wasitnya.
Terdengar riuh sorak – sorai dari area bangku penonton yang nampaknya sudah hampir penuh terisi para siswa - siswi Konoha High School yang nampaknya sengaja tidak langsung pulang demi menonton pertandingan ini.
Para gadis sibuk meneriakkan nama jagoan mereka masing – masing, baik itu Sasuke atau-pun Naruto. Sedangkan pada siswa laki – laki sibuk memikirkan siapa yang akan menang, dan apa yang kira – kira akan Naruto atau Sasuke lakukan bila memenangkan pertandingan ini.
Kiba melangkah menuju tengah lapangan sambil memegang bola basket. Lapangan tersebut bertambah ramai dengan sorakan pendukung masing – masing.
"Bermainlah dengan sportiv, tunjukan yang terbaik… siapa yang lebih dahulu dapat memasukkan bola sebanyak tiga kali ke keranjang lawan, dialah pemenangnya…"
Kiba mengangkat bola itu tinggi – tinggi dan bersiap melemparnya, "Siap… YA!" bola dilempar tinggi.
Syut! Sasuke dan Naruto sama – sama melompat berbarengan, mereka berdua mencoba menjangkau bola tersebut. Sayangnya postur tubuh Naruto yang sedikit lebih rendah dari Sasuke kurang menguntungkan. Sasuke berhasil menyentuh bola tersebut dengan jarinya.
Sasuke mendapatkan bolanya, 'sial!' umpat Naruto. Dengan segera Sasuke men-dribble bola menuju ke keranjang bola Naruto. Naruto-pun tak membiarkannya, ia mengejar Sasuke dengan lincah dan berhasil menghadangnya.
Mereka berhadapan selama beberapa detik dan Sasuke telah mencoba beberapa gerakan untuk mengecoh Naruto. Namun dengan cepat Naruto berhasil merebut bola dari tangan Sasuke. Naruto segera mendribble bola, namun Sasake memotong dribble bola Neruto dan berhasil mendapatkan bola lagi.
Ini kali ke dua Naruto menghadang Sasuke, namun kali ini Sasuke lebih lincah mengecoh Naruto. Sasuke mengecoh Naruto dengan berputar dan langsung menembakan three point shoot yang nyata-nya berhasil menembus keranjang bola Naruto yang membawa Sasuke mendapatkan satu point.
"Satu point untuk Sasuke!"
KYAAA! Para penonton berteriak histeris melihat dua pemuda sexy yang bermain disana. Sasuke tersenyum menyeringai.
'Cih! Sial!' batin Naruto.
"Bagaimana Naruto? Masih Ingin melanjutkan-nya?"
Sasuke tersenyum menerinagai ia men-dribble bola dengan santai dengan Naruto di hadapannya.
"HUH, maaf saja ini baru saja dimulai…"
TBC
So… gimana? Puaskah dengan chapter ini? Wikkey selalu mohon bimbingan dan bantuan dari semuanya! Dan Wikkey sangat berterima kasih unuk semua yang udah ngikutin dan baca fict Wikkey sampai chapter ke 3 ini, maaf kalo selama ini fict Wikkey ini dibikin pendek ya! Aduh Wikkey ga tau harus ngomong apa lagi, soalnya pikiran Wikkey sekarang lagi terarah ke 2 orang asisten lab itu sama EBS hehehe… so mind to REVIEW?
