Moshi2 minna!

Update! Wikkey update! Padahal lagi ujian tapi bisa update! Hahaha… *plak* terima kasih atas masukan para senpai… oya Wikkey sama sekali gag ada niat buat hiatus kok… Wikkey bakalan update terus, tapi gag tau kapan (.) oya Wikkey lagi suka nonton sepak bola, tapi nunggu pas gol aja *dilemparin bola* soalnya para pemainnya pasti yaoi-an dulu abis bikin gol! Hahaha… *tawa nista* oke deh new chapter… well, ENJOY

.

.

.

Disclaimer : Kishimoto Masashi

Pairing : SasuNaru

Rated : T

Warning : shounen ai, OOC, gaje, bad boys, don't like don't read

.

.

.

Duk duk, suara bola membentur di lapangan basket, semua hening tidak bersuara sedikit-pun, udara menjadi sedikit pengap. Hanya terdengar suara desahan nafas dari dua orang pemuda yang kelelahan setelah melakukan pertandingan yang spektakuler ini.

"Hey, dia memenangkan pertandingannya tuh!" teriak seorang gadis dari bangku penonton yang memecah keheningan.

"Huwaaaa…"

"Yeah dia menang!"

"Wah kau hebat!"

"YEYYYY…" semua spontan berteriak riuh. Gemuruh para penonton benar – benar mewarnai atmosphere lapangan basket ini.

"HUH…" desah pemuda berambut coklat dengan bola mata bewarna lavender. "Menyebalkan, akhirnya aku terbawa pada suasana pertandingan juga…" ujarnya pelan.

Neji, pemuda itu bangkit dari tempat duduk penonton disambut dengan pandangan nakal para gadis – gadis yang berada di dekatnya. Neji bangkit menuju tangga yang membawanya turun menuju ke tempat duduk pemain di depan lapangan. Ia melirik ke arah pemuda berambut merah yang bernama Gaara yang sedari tadi hanya menatap ke arah lapangan dengan pandangan datar.

"Hey, boleh aku duduk di sini…" sapa Neji kepada Gaara dengan senyum terbaiknya, yang tentu saja dapat membuat semua orang terpesona karenanya, bukan hanya para kaum hawa yang telah sukses ia buat 'ber-blushing' ria, bahkan kaum adam-pun bisa saja ia buat terpikat bila Neji menginginkannya.

"Y… yeah…" ujar Gaara datar.

Gaara agak terkejut dengan kehadiran Neji yang tiba – tiba. Karena sedari tadi pandangan-nya terfokus ke arah lapangan.

'Cih, sama sekali tidak terpengaruh ya?' batin Naji sedikit kesal.

Neji duduk di sebelah Gaara dengan sedikit canggung, namun hanya bisa dirasakan oleh diri-nya sendiri. Hening, tak satu pun dari ke dua orang ini melakukan percakapan. Well, akhirnya Neji mencoba memulai terlebih dahulu untuk melumerkan suasana dingin ini. (?)

"Hey…"

"Uh? Ya?"

"Bagaimana menurutmu tentang pertandingan ini…"

"Lumayan… cukup seru, tidak membuang waktu-ku…"

Merasa suasana sudah lebih baik dari yang sebelumnya maka Neji melanjutkan pembicaraan-nya dengan Gaara.

"Bagaimana mereka menurut mu…"

"Hm… untuk Naruto, aku memang sudah mengenal-nya sejak lama… namun untuk anak satunya lagi…"

"Sasuke…"

"Ya… dia, boleh juga untuk ukuran bukan atlet basket… ia dapat mengimbangi Naruto yang ber-status sebagai kapten basket wilayah Konoha…"

"Ya… dia memang tipe orang yang diam – diam menghanyutkan. Sasuke itu anak kelas 2b disini…"

"Oh… aku jarang melihatnya…"

Merasa mulai nyaman dengan keberadaan Neji yang dengan ramah-nya mau mengajaknya berbincang sedikit, dan sepertinya Gaara tertarik dengan arah pembicaraan-nya, akhirnya Gaara memberanikan diri memandang wajah Neji. Gaara-pun sedikit merasa gugup dihadapkan dengan seorang pemuda yang terlihat hampir sempurna di hadapan-nya ini. Gaara merasakan sebuah desiran aneh saat memandang ke arah bola mata Lavender milik Neji.

"Well, dia mungkin memang jarang di sekolah, setiap hari hanya di habiskannya untuk pergi ke game center, berkencan, dan cari masalah dengan anak sekolah lain… merepotkan…"

"Sepertinya kau mengenalinya dengan baik…"

"Ya… walaupun ia seperti itu, dia adalah sahabatku…" Gaara tersenyum mendengar kata yang dilontakan Neji barusan, membuat Neji saemakin tertarik dengan Gaara.

"Ya… sahabat yang baik itu harus dijaga dengan sebaik – baiknya…" balas Gaara.

"Ya, kau benar. Ngomong – ngomong bagaimana pendapatmu? Hebat juga, tak kusangka ia benar – benar telah memenangkan pertandingan ini…"

"Ya, memang aku telah menebaknya dari awal dan mungkin ini akan menjadi suatu pelajaran baginya agar jangan asal bertanding dan melupakan resiko di akhirnya…"

"Hahaha… ku pikir dia memang tipe orang seperti itu…"

"Ya… lalu… apa yang akan kau lakukan setelah ini, Gaara?"

Gaara menghela nafas ringan seraya menenggak air kemasan yang ia pegang sedari tadi. "Lihat saja nanti…"

Pertandingan telah berakhir, sementara Sasuke dan Naruto masih di tengah lapangan mereka masih diam, sedangkan para pendukung dan penonton sudah berteriak meminta puncak acara untuk segera dimulai.

"Hey! Cepat! Apa yang kau tunggu Naruto! Kau sudah melihat hasilnya!"

"Ayo Sasuke tunjukan! Hahaha!"

"Cih! Mereka itu berisik sekali sih!" keluh Naruto sambil menutupi telinganya dengan kedua tangan-nya.

"Mereka sudah tidak sabar, dobe…"

"Kau memang menyebalkan! Memang sekali – kali perlu diberi pelajaran!"

"Baiklah terserah… sekarang apa maumu dobe?"

"Jadi kau menantangku! Baik! Karena kau memang sombong, dan suka mempermainkan perasaan orang, urakan, tidak bertanggung jawab, seenaknya, serampangan… umphh…"

Sasuke menutup mulut Naruto dengan tangan-nya, "Baiklah dobe, apa mau-mu?"

"Umphh… Lepaskan! Baka!" Naruto menyentak kasar tangan Sasuke dari hadapannya. Kedua alisnya berkedut kesal melihat kelakuan orang yang ada di hadapan-nya. Sedangkan orang tersebut hanya tersenyum senang melihat tingkah Naruto yang seperti itu.

"Baiklah! Aku mau kau mengelilingi sekolah sebanyak tiga putaran…"

"Kau terlalu baik do…"

"Aku belum selesai bakaaa!"

"Oh… baiklah lanjutkan…"

"Aku mau kau mengellingi sekolah sebanyak tiga putaran. Tanpa. Memakai. Sehelai. Kainpun. Alias. NUDE!" ujar Naruto dengan memberi tekanan pada setiap katanya.

TBC

Well, minna! Kayak'a Wikkey lagi butuh spirit! Spirit! Siprit! Hehehe… *gaje deh* Wikkey butuh semangat lebih nih! Uwaaaa capekkk! Yosh! Wikkey selalu mengucapkan terima kasih untuk para reader yang udah baca bahkan ngikutin sampai chapter ini… hontou ni ARIGATOU! Nah… mind to review?