Halo! Ketemu lagi. Di chapter 2 nih aku bingung. Nah, penasaran? Baca!
Chapter 2: Apa?
A... Apa? Aku berdebar? Kata Kanone dalam hati.
Kanone terdiam. Dia hanya bisa menatap Narumi yang ada di dekatnya. Narumi berdiri. Kanone pun lega dan hilang dari gugupnya.
"maaf, ya," kata Narumi.
"ah, gak apa-apa, kok," kata Kanone.
Keesokan harinya, Kanone datang lagi ke rumah Eyes untuk curhat...
"Eyes...,"
"?"
"gimana nih?"
"gimana apanya?"
Kanone menjelaskan kepada Eyes...
"WUAAAH, MASA?" kata Eyes teriak sekeras-kerasnya.
"yah... gimana?"
"jatuh cinta~" (jail)
"...aku cari tips," (nyesal)
"yah... kamu harus pastikan dulu, kalau kamu suka sama dia," (serius)
"lalu, ng... ciri-ciri orang yang jatuh cinta... selalu gugup kalau dekat dia... selalu senang atau... lupa!"
"hh... nanti aku curhat lagi, deh...," (bingung)
Akhirnya Kanone keluar dari rumah Eyes...
Di perjalanan...
Gimana, nih? Tips Eyes gak jelas... kata Kanone dalam hati.
Lho? Kanone melihat seseorang yang dikenalnya... Kousuke!
"Kousuke!" kata Kanone memanggil Kousuke yang berada di depan sebuah restoran (sepertinya ingin masuk).
"hah? Kanone?" tanya Kousuke.
"ikut aku! Nanti kutraktir!" kata Kanone menarik tangan Kousuke.
"benarkah? HOREE!" kata Kousuke gembira. Ternyata Kousuke itu rakus, dan sedikit lapar saja parah. Kelemahan: makanan, ditraktir
Akhirnya Kousuke ditraktir Kanone makan di restoran...
Setelah dijelaskan...
"oh... jadi gitu. Kamu berdebar saat di dekat perempuan bernama Narumi?" kata Kousuke.
"ya... aku harus gimana?" tanya Kanone.
"ha... aku bukan ahli cinta, apalagi psikikolog," kata Kousuke.
"...,"
"kalau sudah yakin, ya tembak saja," kata Kousuke lagi.
Kanone tersipu malu.
"er... emangnya segampang itu, nembak?" kata Kanone (agak marah).
"nggak,"
"ya, terus? Gimana aku?"
"tanya ke yang berpengalaman cinta aja...," kata Kousuke.
Akhirnya Kanone pergi. Kousuke pun gak jadi ditraktir. Kousuke nyesal, karena makanan sudah dipesan dan dia harus bayar sendiri...
"haaah, gimana ini...," kata Kanone menghela napas.
Siapa yang berpengalaman dalam hal itu? Kalau Eyes, gak, ah... Ah! Tapi, Narumi 'kan belum tahu, aku Blade Children...
Beberapa hari kemudian...
"KANONE!" teriak Narumi mendobrak pintu mansion Kanone.
"?"
"ng... ng... kamu mau ikut aku pas hanami*?" tanya Narumi.
Kanone terdiam sebentar. "boleh saja," jawab Kanone.
"hanami 'kan tinggal 5 hari lagi... jadi, siap-siap saja, ya!" kata Narumi lalu pergi.
"huh...," kata Kanone bingung sendiri.
Di lain pihak...
"hmm... akhirnya!" kata Narumi senang sambil berjalan.
Apa yang terjadi?
To be continued. Please wait!
*melihat sambil piknik bunga sakura yang berguguran, kebiasaan Jepang.
Chapter ini pendek banget, ya. Chapter terakhir... chapter 3? Gak romance-banget, ya... Tapi, ada romance di TRAGEDY AT THE SCHOOL! Akan diluncurkan! Tunggu ya!
