Akhirnya CHAPTER 3 UPDATE! *gembira* Ini cerita makin berkembang, kali? Ah, ya, akhir cerita bukan chapter 3-tapi 4 atau 5.
Chapter 3: Kampung Halaman
Akhirnya, hari yang ditunggu Kanone untuk "mengetahui perasaanya" datang. Yap! Ini adalah hari ke-3 sebelum hanami. Narumi sudah bilang, sih, saat hari ke-3 sebelum hanami, dia akan datang.
Tiba-tiba, handphone Kanone bergetar. Ada telepon. Kanone pun langsung mengangkatnya.
"halo, ini siapa?"
"ini aku, lho!"
"ah, Narumi?"
"sudah bersiap, belum?"
"sudah, sih... tapi, ketemuannya dimana?"
"ehem...aku jemput kamu!"
"he?"
"tunggu, ya!" kata Narumi lalu mematikan handphone-nya.
Kanone tersipu sendiri. Emangnya mau kemana? Ujarnya dalam hati.
Beberapa menit kemudian...
Kanone sudah menunggu di depan mansion (tepatnya mungkin luar).
Lalu, datanglah mobil yang cukup besar + cukup mewah.
Kaca jendela mobil itu dibuka. "Kanone! Ayo masuk!" kata Narumi melambaikan tangan.
Kanone pun masuk ke dalam mobil itu.
"eh, Narumi, memangnya kita mau kemana?" tanya Kanone.
"...kampung halamanku di Inggris!" jawab Narumi.
"he?"
Narumi hanya tersenyum.
"..."
Selama di perjalanan, mereka berdua hanya berdiam diri melihat keluar kaca jendela mobil.
Sudah memasuki daerah yang masih asri-sejuk-dan indah tentunya.
Beberapa menit kemudian, muncullah sebuah bangunan-bangunan.
"sudah sampai," kata Narumi.
"eh?"
Saat keluar, sudah disambut dengan pemandangan yang indahnya luar biasa. Padang rumput yang sangat hijau dan luas, banyak pohon, ada bunga dan tumbuhan lain, asri dan sejuk.
"ini...,"
"ya... kampung halamanku, Hanasogen... di sini banyaknya orang dari Jepang," kata Narumi.
"keren...,"
"yah... memang indah, 'kan? Di dekat rumah yang ditengah itu, ada pohon sakura. Biasanya, hanami dilakukan di situ," kata Narumi.
Narumi menunjukkan jalan ke rumah di tengah.
Semua orang di situ mengenalnya, dan hanya mengucapkan "lama tak jumpa,", "akhirnya datang lagi," , dsb.
Akhirnya mereka berdua sampai di rumah tengah, rumah pertama yang besar di sana.
"lihat beranda itu?"
"ya..."
"dulu, aku sering duduk di atas pagar itu, hingga membuat orang khawatir. Tapi, dari situ, aku bisa melihat hampir semua tempat di Hanasogen ini,"
"... dan, rumah tengah itu adalah ... ng... mirip apartemen, tapi tak ada pemilik bangunan. Jadi, gak mirip apartemen. Lebih mirip tempat pengungsian sementara, walaupun bukan,"
Setelah menyimpan barang-barang dan melihat kamar-nya, Narumi mengajak Kanone ke sebuah tempat.
"waw...," ucap Kanone.
"ini adalah tempat biasa aku bermain dengan yang lain, juga tempat yang tenang, dimana aku bisa bersantai...,"
"dulu, tempat ini adalah tempat yang sangat bersahabat..."
"tapi,"
"sejak ada kasus pembunuhan 5 orang dengan masal dan brutal, terkadang tempat ini menjadi tak bersahabat lagi. Hampir selalu ada kecurigaan antar warga sini...," ucap Narumi panjang, dengan nada yang suram dan makin dramatis dengan angin yang berhembus.
Lho? Kok, rasanya gaya bicaranya... kayak... khas Blade Children? Kata Kanone dalam hati.
Hembusan angin makin cepat. Daun-daun berterbangan. Rasanya sepi sekali di situ.
"yah... sudah lama, aku tak pernah ke sini. Sejak aku direkrut. Atau... sejak "perempuan itu" dan "dia" datang... mungkin, tepatnya...," ucap Narumi.
Sebenarnya, Kanone ingin nanya tentang siapa "perempuan itu" dan "dia", namun, ia tak mau mencampuri urusan orang lain.
Tiba-tiba, ada SMS. Kanone pun membacanya.
From: Eyes Rutherford
To: Kanone Hilbert
Kanone, kamu lagi dimana, sih? Padahal aku lagi ingin ngasihtahu tentang TIPS waktu itu!
Hah... Eyes, toh... Kata Kanone dalam hati. Akhirnya Kanone pun menjawab SMS Eyes.
From: Kanone Hilbert
To: Eyes Rutherford
Yah... lagi kampung halamannya Narumi... aku diajak, sih. Aku terima aja. Oke, TIPS-nya apa?
Lalu, Eyes menjawab:
From: Eyes Rutherford
To: Kanone Hilbert
Ya, ya... TIPS-nya... oh, ya, pas, nih, kamu 'kan lagi ada di kampung halamannya Narumi, dan yang jelas, Narumi pasti ada. Kayaknya, ini udah bukan TIPS. Di sini, misi kamu itu mengetahui perasaan kamu sebenarnya.
Kanone kaget saat melihat SMS di atas (SMS balasan Eyes).
From: Kanone Hilbert
To: Eyes Rutherford
Eyes... hmm, ada benarnya... kalau aku berdebar, 'kan? Akan kucari. Oh ya, kok Eyes sifatnya berubah? Note: jangan balas!
Di lain pihak, Eyes yang melihat balasan Kanone:
Kenapa... gak percaya padaku? Sifatku berubah? Masa, sih... (pundung)...
Kembali ke Kanone, dia tenang saat Eyes tak membalasnya.
"huuf...," Kanone menghela napas.
Sedangkan itu, Narumi masih diam berdiri di tempat yang sama, dengan tatapan kosong.
Kanone pun masih penasaran dengan kata-katanya Narumi...
To be continued. Please wait!
Review chapter 4: hari ini pun Kanone belum mengetahui perasaannya yang sebenarnya. Tapi, seperti apa yang dibilang Eyes, dia memang harus mengetahui perasaanya. Hingga pada puncaknya, Kanone pun akhirnya mengetahui perasaanya yang sebenarnya... Bagaimana kelanjutannya?
Haha... chapter paling panjang+paling gaje, deh... gak ada romancenya... tapi misteri... waduh, ganti genre, deh! Gara-gara kenafsuan pas masukkin cerita, jadi lupa TUJUAN aslinya... bukan drama, tapi MYSTERY! GYAAA GYAAA *teriak* Ada SMS gaje-nya... sifat OOC-nya Eyes kluar, deh! Tapi Eyes-nya gak sadar udah diutak-atik sifatnya sama aku *haha* (ditusuk Eyes). Tapi juga gak sadar sifatnya dah kayak gitu... HAHAHA! (makin ditusuk). Oh ya, Ryoko-nya gak bakal ada, soalnya pasti masih di Jepang. Jadi, kalau Rio mungkin ada, soalnya Rio habis dari Inggris (lihat Spiral Alive). Trus kejar-kejaran sama Kousuke yang GAK SUKA/BENCI sama Rio. Aku pikirin, deh! TERAKHIR: REVIEW; berupa saran, kritik, atau komentar lainnya. Sampai jumpa!
