Semua hitam.

Setitik pun tak dapat kutemukan apa yang disebut putih.

Hitam… Sungguh tempat ini atau mataku yang mulai senja…?

Apa sampai disini saja dan aku harus menutup usia?

Aku tidak bisa.

Aku memiliki sumpah.

Sumpah yang keluar dari mulutku sendiri.

Aku geli sendiri mengingatnya. Untuk apa aku membuat sumpah serapah seperti itu?

Ah, tentu saja…

Madara…

Menundukkan kepala pun sama saja.

Aku yakin itu suara malaikat yang nantinya akan mengambil ruh di jiwa renta ini.

Madara…

Apa itu? Apakah mataku kini mulai melihat dunia di atas karena melihat cahaya menyilaukan yang mulai menghampiriku?

Madara...

Sudahlah, aku pasrah walaupun ingin sekali memenuhi sumpahku dulu… walau aku tahu itu tak masuk akal, tapi…

Madara…

Aku tahu…

Madara! Kau belum mati jadi berhenti mengoceh tentang kehidupanmu yang penuh kesialan karena mulutmu yang ceroboh mengucapkan sesuatu itu!

Iya…aku… EHH! APA? AKU BELUM MATI?

.

.

.

.

Young Newly-Married

Disclaimer : kalo punyaku, aku udah kaya dari dulu dong! *digantung Masashi Kishimoto*

Rated : T

Genre : Romance, Family, Drama, terserah readers lah!

Pair : SasusakuNeji slight other pair.

WARNING : AU, OOC, Gaje, abal, misstypo (maybe), dll.

.

IF YOU DON'T LIKE, DON'T READ PLEASE

but…

HAPPY READING!


Chapter 2 : The Girl Who Have A Pink Hair

Keluarga Uchiha segera menuju ke Rumah Sakit Swasta Internasional Konohagakure begitu tiba di Konoha. Mereka segera memesan kamar VVIP di rumah sakit itu untuk Madara. Dan langsung mencari dokter yang dimaksud Chiyo,

Kepala Rumah Sakit Swasta Internasional Konohagakure, Senju Tsunade.

Keberuntungan berada di tangan Keluarga Uchiha. Tsunade yang biasanya menolak tawaran merawat pasien itu mau menerima Madara dengan senang hati. Di luar dugaan, Tsunade cukup mengenal baik Madara.

Setelah mengurus Madara, Fugaku dan keluarganya langsung menuju Uchiha Mansion yang berada di Konoha. Tolong jangan tanya mengapa Uchiha memiliki mansion dimana-mana. Uchiha Mansion yang berada di Konoha memang lebih tradisional dibandingkan di Kiri. Jika di Kiri arsitektur gaya eropa mendominasi, maka di Konoha arsitektur gaya Jepang Kuno lah yang mendominasi.

Kini Fugaku, Mikoto, dan Sasuke tengah melepas lelah di ruang keluarga. Hm, mansion yang menipu. Arsitektur bangunan bagian depan sungguh terlihat Jepang sekali. Namun di ruang keluarga itu, terlihat sofa mewah berwarna paduan cokelat tua dan cokelat cream. Sebuah ukiyo-e bergambar wanita berkimono yang tengah memetik kecapi khas Jepang. Guci-guci kuno tergeletak rapi di setiap sudut ruangan itu. Ada etalase berisi barang-barang mudah pecah dengan berbagai bentuk. Karpet merah marun bermotif merak yang terlihat tebal itu setia berdiam di bawah sofa. Di kiri ruangan, dindingnya berbentuk kaca dan tereksposlah halaman 'kecil' Uchiha yang terdapat juga patung Dewi Athena di atas pancuran air. Di belakang sofa dindingnya terbuat dari bata merah yang tersusun rapi dihiasi sebuah foto king size Keluarga Uchiha.

Cukup sudah pendeskripsian tentang ruang keluarga ini dan mari kita fokuskan cerita pada sosok laki-laki yang berjalan mendekati Fugaku.

"Maaf bila saya mengganggu." ucap Gekkou Hayate, selaku Kepala Divisi Keamanan Keluarga Uchiha.

"Hn, ada apa?" Fugaku menanggapi dengan malas-malasan. Ia pun mengambil sebuah koran di atas meja sofa.

Mikoto tak peduli, ia sibuk menikmati lemon squashnya. Sasuke masih sempat-sempatnya membaca buku. Lho? Itachi? Dia memang selalu misteri. Ehm, Itachi sedang mengambil laptopnya di kamar.

"Anu, sebenarnya yang saya katakan ini ada hubungannya dengan Madara-sama." tutur Hayate.

"Ya, ada apa?" kali ini Fugaku menaikkan suaranya.

Mikoto dan Sasuke masih sibuk dengan pekerjaan mereka.

"Saya baru ingat. Mungkin kejadian yang menimpa Madara-sama ini ada hubungannya dengan sumpah Madara-sama pada Kami-sama yang belum dipenuhi itu." kata Hayate pelan.

Fugaku menaikkan alis. Ia taruh kembali koran yang pura-pura dibacanya tadi—agar terlihat cool—dan menatap Hayate bingung. Pernyataan Hayate tadi… membingungkan dan aneh. 'Sumpah pada Kami-sama? Cih, yang benar saja.' batinnya menyepelekan.

"Mungkin Fugaku-sama bingung dengan perkataan saya tadi."

Fugaku terdiam. Padahal dalam hatinya ia mengumpat, 'Kok bisa tahu sih?'

"Tapi saya berkata benar dan mungkin saja ini memang ada hubungannya dengan musibah yang Madara-sama alami sekarang." ujar Hayate meyakinkan.

"Mau bilang apa? Jangan berbelit-belit." Fugaku tahu kalau Hayate ingin menyampaikan sesuatu.

Hayate terdiam. Ia mengingat-ingat kembali masa-masa dimana ia masih 'baru' bekerja di Keluarga Uchiha dan dipercaya untuk berjaga di Rumah Sakit. "Dulu, ketika Mikoto-sama koma akibat kecelakaan pesawat…"

Merasa namanya disebut, Mikoto ikut nimbrug.

"Madara-sama pernah berkata, ah bukan, bersumpah pada Kami-sama sebelum Mikoto-sama sadar, 'Madara-sama akan menikahkan Sasuke-sama dengan gadis berambut pink ketika berumur 15 tahun jika Mikoto-sama bisa sadar dari komanya hari itu juga'."

Fugaku dan Mikoto mendelik kaget. Sementara Sasuke yang wajahnya tertutup buku bacaan, terlihat kaget nyaris jantungan + paru-paruan.

BRAKKK

.

.

.

Itachi yang baru datang pun menjatuhkan laptopnya. Untung jatuhnya di karpet bulu tebal. "Hah? Nikah? Sasuke? 15 tahun? Pink?"

"Mungkin kedengaran sangat tidak masuk akal, tapi itu kemungkinan juga karena… tepat saat Sasuke-sama berulang tahun yang ke-15…"

"HAHAHAHAHA! SASUKE BAKAL NIKAH! NIKAH NIKAH NIKAH! HEBAT SEKALI SUDAH SMA…"

"Itachi! Diam!" bentak Fugaku yang membuat Itachi menciut. "Sasuke." panggil Fugaku. Sasuke pun menoleh ke arah ayahnya takut-takut. "Apa Opamu benar-benar bilang begitu? Kenapa Ayah tidak tahu?"

Sasuke meneguk ludahnya. "Y-ya… Ayah tidak tahu karena waktu itu Ayah sedang mengantar Kakak pipis…"

Itachi mendelik mendengar namanya disebut untuk hal yang tidak elit.

"Haha, itu tidak mungkin. Mmm, mungkin hanya firasatmu saja Hayate." Kali ini Mikoto angkat suara. "Lagipula…'Gadis Berambut Pink'? Mana ada yang seperti itu di dunia ini. Haha… " Mikoto tertawa hambar. Ia merasa paling bersalah karena mengira Madara bersumpah karena dirinya.

"Dan Sasuke juga tidak mungkin menikah di umur 15 tahun." gumam Fugaku.

-o0o-

Sudah 5 hari Madara dirawat di Rumah Sakit dan sampai saat itu pula ia masih juga belum sadarkan diri. Sasuke masih izin sekolah. Rencananya, ia akan masuk sekolah seminggu setelah ia sampai di Konoha. Ia akan bersekolah di Shippu Konohagakuen Den. Dan hari ini Sasuke sedang mengantar Mikoto mengunjungi Madara.

"Sudah hampir seminggu Madara-sama belum sadarkan diri juga. Saya pikir, Beliau memiliki tekanan batin dan mental." gumam Tsunade meratapi tubuh tak berdaya Madara.

Mikoto menunduk. Ia jadi lemas sendiri. Tiba-tiba ia ingat perkataan Hayate 5 hari yang lalu. 'Apa tentang pernikahan itu benar?' batinnya berkecamuk. Ia melirik Sasuke yang dengan tidak sopannya malah duduk di sofa sambil mendengarkan i-pod dan mengemut lollipop, hm, tumben.

Drrrt…Drrrt… Ponsel Tsunade bordering. "Ah, maaf…"

Mikoto mengangguk seakan mengerti maksud Tsunade. Tsunade pun segera keluar ruangan. Setelah itu Mikoto menghampiri Sasuke. "Sasuke…" panggil Mikoto.

Sasuke tidak bergeming karena ia memejamkan mata dan menyumpal telinganya dengan headset.

"Sasuke!" Mikoto mengambil paksa headset di telinga Sasuke dan itu membuat Sasuke meringis karena telinganya ikut tertarik.

"Iya, iya Bu!" gerutu Sasuke.

"Sasuke… Ibu pikir…tentang pernikahan itu…"

Sasuke menaikkan alis. "Jangan bilang Ibu percaya!"

Mikoto menggigit bibir lalu menarik Sasuke ke sisi ranjang Madara. "Sasuke…," Mikoto mulai berkaca-kaca. "kau lihat keadaan Opa tersayangmu? Dia menunggu! Dia menderita! Tolong jangan siksa Opa, Ayah, Ibu, Itachi, yang lain, juga dirimu sendiri Sasuke!"

"Aku masih 15 tahun Bu!"

Mikoto pun menangis. Lalu ia memandang Sasuke mantap. " Ibu harus melakukannya Sasuke! Ibu harus menikahkanmu dengan gadis pink!"

"Aarrr-aarrr…"

Sasuke dan Mikoto mendelik bersamaan. Mereka langsung menatap Madara. " AYAH—OPA"

"Maaf, tadi cucuku datang…" Tsunade yang baru masuk pun membulatkan matanya.

"KYAAAAAA"

-o0o-

"Syukurlah Ayah sudah sadar! Kau membuat kami khawatir!" Mikoto nangis bombay di pelukan Madara. Inilah salah satu alasan mengapa Madara sangat menyayangi Mikoto.

Madara tersenyum. "Ini…dimana?"

"Ehm. Ini di Konoha." jawab Fugaku. Yap, Fugaku dan Itachi sudah ada disitu.

Tanpa babibu, Madara langsung mencari sosok Sasuke. "Sasuke…"

DEG! Firasat Sasuke buruk. Bukan karena ia takut dimarahi sebab lollipop yang tadi diemutnya tak sengaja jatuh ke mulut Madara saat reflek ia menjerit karena terkejut Madara tiba-tiba bangun. "Y-ya… Opa…"

"Kau masih ingat dengan sumpah Opa 10 tahun lalu?"

DEG! TIDDAAAAAAAK! FIRASAT INIIIIIIIII!

"Maksud Opa, tentang Sasuke yang harus nikah sama cewek pink saat 15 tahun?" tanya Itachi langsung.

Semua menatap Madara bingung kecuali Sasuke—harap-harap cemas.

"Ya…" jawab Madara lemah.

"Itu tidak mungkin!" tolak Sasuke langsung. "Aku masih 15 tahun, Opa!"

"Maafkan Opa Sasuke… tapi sewaktu Opa tak sadarkan diri, Opa bermimpi ada malaikat yang memberitahu, kalau Opa akan mendapat hukuman yang berat kalau Opa tidak menepati sumpah Opa…"

Sasuke seakan mendapati ruhnya sedang dipaksa keluar dari tubuhnya mendengar penuturan Madara. "Tapi, tentang gadis pink itu! Mustahil!" Sasuke tidak mau menyerah.

"Ekhm!" Itachi berdehem. Itu membuat semua menoleh kepadanya. "Itu gampang 'kan Sasu-chan? Suruh saja pacarmu menyemir rambutnya!" usul Itachi asal.

"Aku tidak punya pacar!" Sasuke merasa disindir.

Itachi menyeringai seram. "Sudah kuduga! Aku sudah mempersiapkan kemungkinannya!" kata Itachi. Semua dibuat bingung olehnya. Lalu Itachi menyentikkan ibu jari dan jari telunjuknya. TIK!

Pintu terbuka. Semua yang disitu dibuat melongo dengan munculnya 3 wanita sexy berambut pink + dandanan menor mereka.

"Hai, namaku…" saat wanita pertama hendak mengenalkan diri dengan nada menggoda, Sasuke yang geram segera menjambak rambut wanita itu. Dan rambut pink wanita itu pun terlepas dari kepalanya. Wig.

Itachi menggigit bibir, rencananya…

"Cepat lepas wig kalian!" perintah Sasuke. Wanita kedua melepas wignya dan wanita ketiga diam. "Kenapa tidak dilepas!" geram Sasuke sambil menjambak rambut wanita ketiga dengan beringas. Namun tidak copot, malah wanita itu mengaduh kesakitan. "K-kok tidak lepas sih?"

Itachi menunjuk rambut wanita ketiga takut-takut. "Ng, sebenarnya itu disemir…tapi…," Itachi pun menatap Madara yakin "boleh 'kan Opa?"

Sasuke mendeathglare Itachi.

"Tidak… rambutnya tidak boleh disemir… dalam mimpi Opa…rambutnya…tidak boleh…"

Dan langsung saja ketiga wanita itu mendekati Itachi dan mencengkeram kerah Itachi. "Kau harus membayar semuanya…" ancam mereka. Lalu mereka meninggalkan ruangan itu.

Semua cengo kecuali Itachi yang mencoba mencari nafasnya yang sempat ia tahan.

Sasuke mendengus kesal. "Tidak masuk akal. Mencari sampai mati pun, 'rambut pink' di dunia ini tidak akan ada."

"Tapi, Sasuke… kau harus menikahi…kalau tidak…" ucapan Madara terhenti saat Sasuke keluar dari ruangan itu. Ia pun menunduk. "Sudahlah… sepertinya, hidupku memang sampai disini saja…"

-o0o-

'Sialan, kenapa mesti aku sih? Lagian sumpah gituan aja ditagih!' Sasuke merasa Kami-sama sungguh-sungguh-really-very-sangat tak adil padanya. 'Masalahnya, aku yang dilibatkan! Ini gila…dan juga…'rambut pink'? menggelikan.'

"Teme?"

Sasuke berhenti berjalan. 'Teme'? di dunia ini hanya 1 orang yang memanggilnya 'Teme'. Saat Sasuke membalikkan badan,

"KAU BENAR-BENAR TEME!" sosok di belakang Sasuke pun langsung memeluk Sasuke dramatis.

"Hn, dasar Dobe."

-o0o-

Di taman belakang Rumah Sakit, terlihat dua pemuda duduk di kursi dekat pohon ek. Yang satu berambut emo dengan ravennya berwarna biru donker, bermata onyx, berkulit merona bersinar. Dan yang lain berambut kuning jabrik, bermata biru sapphire, memiliki 3 goresan di setiap sisi pipinya, dan berkulit agak kecoklatan. Uchiha Sasuke dan Uzumaki Naruto.

"Hehe, nggak nyangka kamu ke Konoha. Kok bisa?"

"Hn, rahasia Dobe."

Naruto sweatdrop. "Gila ya, Teme makin hari makin dingin."

"Kau yang gila Dobe."

Naruto menggeram. Tiba-tiba ia menepuk jidatnya. 'Loh? Teme 'kan baru ulang tahun!' batinnya lalu memandang sekeliling. Dan matanya tertuju pada bunga mawar merah di belakang kursinya. "Ng, by the way, sedang apa kau disini?" tanya Naruto sok Inggris. Ia menatap Sasuke padahal tangannya mencoba mencabut setangkai mawar diam-diam.

"Opa sedang dirawat disini."

Naruto mendelik. Dan pikirannya membayangkan wajah Madara yang sedang menyeringai dengan background amaterasu. 'Opanya Sasuke yang keras kepala sama suka maksa itukah?' ia ngeri sendiri membayangkan bertemu Madara, sampai tangannya yang usil mencabut mawar, tertusuk duri di tangkai mawar. "AAAU!"

Yap, Sasuke dan Naruto adalah BFF. Mereka bersahabat dari lahir sampai umur Sasuke 4 tahun dan ia pindah ke Kiri. Sasuke, lahir di Konoha. Pada umur 7 tahun, Sasuke ke Konoha lagi namun pada umur 11 tahun, ia ke Kiri lagi. Yah, walaupun sering pindah, tapi persahabatan mereka lengket banget.

"Kenapa kau?" Sasuke curiga melihat tingkah Naruto.

Naruto menggigit bibir, jarinya sakiiiiiiit sekali. Tapi, demi BFFnya… "TARA! OTANJOUBI OMEDETOU TEME!" tiba-tiba Naruto memberikan mawar curiannya tepat di depan wajah Sasuke. "Hehe, maaf telat…"

Sasuke panik. Ia memandang sekeliling. Tidak! Ada suster yang sedang mendorong aki-aki di kursi roda sedang menatapnya tajam. Ia dikira YAOI! Tanpa babibu, Sasuke merebut mawar di tangan Naruto dan membuangnya asal. Lalu mendeathglare Naruto. "Kau gila! Nanti aku dikira yaoi, baka!"

Naruto meratapi mawar yang ia ambil dengan susah payah terinjak oleh suster yang mendorong kursi roda aki-aki tadi. Padahal pengorbanannya… "Teme…jahat sekali kau… Lagian aku ini sudah punya pacar! Sekarang aku sedang menjenguk pacarku yang sakit!" Naruto nangis rawit.

Sasuke menaikkan alis. "Kau? Pacar? Meragukan sekali."

Naruto berjengit. "Apa maksudmu Teme! Gini-gini aku banyak yang naksir tahu!" kata Naruto PD.

"Siapa sih orang bodoh yang mau menjadi pacarmu? Kasihan."

Perempatan merah muncul di dahi Naruto. "Dia itu putri dari Keluarga Hyuuga tahu! Hebat 'kan? Namanya Hyuuga Hinata!"

Sasuke mengerutkan dahi. Hyuuga? Itu bukannya salah satu partner penting Uchiha Corp? Hyuuga juga salah satu keluarga paling berpengaruh di perekonomian Jepang. Kok bisa ya?. "Hn, terserah."

"Kau bagaimana? Jangan bilang kau belum laku, come on Teme!"

"Hn."

"Eh, Teme! tahu tidak? Hinata punya 'kakak sepupu' yang KILLER bangeeeetz! Dia sempat tidak merestui hubungan kami! Bahkan ia sempat mencuri bekal ramenku hanya karena aku memeluk Hinata!"

"Hn." Sasuke tahu. Naruto memulai sesi curcolannya.

"Dan sialnya, 'sahabat baik'ku, malah pacaran sama 'kakak sepupu' Hinata! Katanya 'kakak sepupu' Hinata itu adalah orang terbaik di dunia! Dunia sudah gila! Kalau saja tidak ada 'kakak sepupu' Hinata, mungkin 'sahabat baik'ku sudah jadi pacarku…hehe… dia cakep banget, hehe." cengir Naruto.

Sasuke simpulkan. 'Kakak sepupu' Hinata itu laki-laki, 'sahabat baik' Naruto itu perempuan, dan Naruto itu bodoh.

Naruto terus mengoceh. Sasuke tidak menghiraukannya, ia malah memandang sekeliling. Ia berjengit ketika matanya menagkap sosok seorang gadis bertubuh langsing, memakai kaos abu-abu, vest putih, celana olahraga putih ¾, dan tas selempangan abu-abu. Tapi yang membuatnya tak bisa berkedip karena RAMBUTNYA PINK! Hohoho! Pasti itu wanita suruhan Itachi! Menggelikan!. Sasuke pun membekap mulut Naruto yang masuh nyerocos. "Dobe, lihat. Wanita yang berdiri di dekat patung singa." Sasuke mengarahkan kepala Naruto ke objek yang dimaksud. "Lihatlah, kau lihat apa warna rambutnya?"

Naruto memicingkan mata. "Pink?"

"Aha! Aku memang benar! semir rambut kok pink!" geram Sasuke. Sungguh, ia trauma dengan hal berbau 'pink'.

"Bicara apa sih Teme? Itu asli tahu!"

Sasuke mendelik. "Hah?"

" Dia itu 'sahabat baik' yang kuceritakan tadi!"

Mata sasuke membulat. Pink…pink…pink… pandangan Sasuke penuh warna pink. "Jadi…warna rambutnya…"

"Kuingatkan saja ya, kau jangan membahas soal warna rambutnya atau kau akan berakhir di UGD!"

Sasuke masih memandang kosong. Pink…pink…pink…

"Kupanggilkan ya!" Naruto berdiri dan menarik nafas. "SAKURA-CHAAAAAAN!"

"Impossible."

-o0o-

Gadis yang sedang sibuk menelepon itu merasa namanya dipanggil. Dan suara cempereng itu… Naruto.

"SAKURA-CHAN! SINI! SINI!"

Gadis yang dipanggil Sakura itu tersenyum melihat sahabat baiknya yang super duper berisik itu sedang melambaikan tangan padanya. "Ng, Neji-kun. Nanti aku menyusulmu…bye…" dan ia menyudahi acara telepon-teleponannya lalu berlari menghampiri Naruto.

-o0o-

Sasuke mendelik ketika sadar Naruto memanggil 'gadis pink' itu. "B-bodoh…"

Terlambat. Sakura sudah sampai di depan Naruto.

"Mau menjenguk Hinata ya?" tanya Naruto dengan suara menggelegar.

"Ahaha, sebenarnya sih cuma mengantar Neji-kun, sekalian berkunjung. Tapi aku sudah menjenguk Hinata kok!" jawab Sakura dengan suara tak kalah gelegar. Lalu matanya menangkap sosok asing di sebelah Naruto.

Kulit pucat yang merona…

Mata onyx yang berkedip-kedip ragu…

Bibir pucat yang aslinya berwarna merah muda…,

Ng, rambut emo…raven…biru donker…pantat…ah. Sudahlah.

"Siapa dia?" tanya Sakura.

"Oh! Aku lupa! Dia ini BFFku yang ada di Kiri! Katanya dia penasaran dengan rambutmu!" kata Naruto yang langsung mendapat deathglare telepati dari Sasuke.

Sakura memegang rambutnya dengan dahi berkerut. Lalu ia menoleh ke Sasuke. Sasuke pun menoleh ke Sakura.

Pink…

Emerald yang berbinar cerah…

Jidat lebar… Lho? Jangan-jangan Sasuke benar-benar kualat sama Itachi dan… jodohnya…

Tidak…

"Ah, aku pernah lihat. Di albummu yang ramen itu 'kan?" tanya Sakura. Ia merasa tak enak dipandangi Sasuke begitu.

Naruto curiga melihat gelagat aneh Sasuke yang tak biasa. "Y-ya… kau benar…"

"Ah, iya. Perkenalkan. Namaku Haruno Sakura. Salam kenal." Sakura membungkuk ke Sasuke.

Sasuke tetap diam dan itu membuat Naruto menyikut Sasuke. "Oi, perkenalkan dirimu, Teme…" bisik Naruto.

"Ah, i-iya… Uchiha Sasuke. Salam kenal juga." Sasuke pun membungkuk kecil.

Sakura tersenyum tulus. "Ng, anu… rambutku… bukan disemir kok… mungkin kau sulit percaya! Tapi sungguh! Aku bukan anak-anak nakal yang suka menyemir rambutnya!" ujar Sakura meyakinkan.

"I-iya…" jawab Sasuke, terdengar ragu.

"Ng…kalau begitu…aku izin pergi dulu ya… Aku harus ke Ruangan Nenek…" pamit Sakura. Ia merasa tidak enak. Sepertinya Sasuke tidak percaya. "Sampai jumpa Uchiha-san, Naruto…bye…" Sakura tersenyum lalu berlalu.

Sasuke hanya memandang punggung Sakura. Manis… Dan tentu saja itu mengundang kejahilan Naruto.

"Ah…suka Sakura-chan ya? Tidak kusangka…"

Sasuke blushing. "A-apa? Belum kok!" bantahnya.

"Aaaaaa….." Naruto tersenyum jahil. "Kok jadi gugup gitu? Dan…'belum'? Ah…"

"Sial kau Dobe!"

"Tapi jangan sampai kau menyukainya!" Naruto menjadi serius. Sasuke mengangkat alis. "tadi aku sudah bilang 'kan? Sakura-chan sudah punya pacar. 'Kakak sepupu'nya Hinata yang SUPERRRR MENYEBALKAN!" Naruto berapi-api."namanya Hyuuga Neji."

Sasuke terdiam. Entah apa yang dipikirkannya.

"Aku tidak percaya Sakura-chan akan jadi kakak iparku nanti! Oh Kami-sama!... Bagaimana caranya si Neji itu merebut hati Sakura-chan?" Naruto autis.

Tiba-tiba Sasuke terlonjak. Matanya membulat. Badannya kaku. "Tunggu dulu. Jangan sampai Opa melihatnya!"

T_B_C


A/N

Konnichiwa!

Hoshi Yamashita disini…

Sebelumnya, saya sungguh-sungguh terharu dengan review yang saya dapatkan di chapter 1 kemarin. Terima kasih… terima kasih… *nangis buncis*

Saya akan menjelaskan sedikit kenapa saya memilih umur 15 tahun. Itu karena saya baru berumur 15 tahun bulan Desember kemarin, maka dari itu saya selalu mengait-ngaitkan angka 15. Kalau saya 16 tahun, ya mungkin saya bikinnya Sasuke 16 tahun. Begitu…

Saya tidak tahu, ini chapter terlalu panjang atau tidak. Saya hanya mengusahakan agar saya tidak membuat chapter yang terlalu banyak, jadi saya tidak memotong cerita untuk 2 chapter. Dan soal genre 'humor', saya benar-benar tidak bermaksud lo. Nggak nyangka kalau banyak yang bilang ini fic humor. Saya hanya takut karena saya sudah memikirkan ke depannya dan saya rasa malah mendekati hurt/comfort. Entahlah… tapi humor boleh juga…

Sebelumnya, saya sangat senang dengan review readers semua, sungguh… gara-gara review itu, saya semangat membuat fic. Saya ngetik, disambi liat2 review. Hehe… Dan saya berharap kalau chapter ini cukup memuaskan bagi readers. ^.^ Oh iya, saya tidak tahu bakal update chap 3 cepat atau tidak karena saya baru ingat kalau BESOK SEKOLAH! T.T . OSIS di sekolah saya akan mengadakan kegiatan besar. Saya adalah anggota OSIS dan sialnya kegiatan itu adalah proker seksi 4, seksi saya! T.T, makanya mungkin saya bakal sibuk ketika sekolah. Tapi, saya akan usahakan untuk update sekilat-kilatnya! Mohon bantuannya ya readers… Oh iya, baca fic saya yang We Like Stone and Sand dong… *promosi* SasuSaku cuma lebih fokus ke SasuNaru friendship, tapi ada chara deathnya…hehe…

HARGAI KARYA ORANG LAIN SEBELUM KALIAN INGIN KARYA KALIAN DIHARGAI ORANG LAIN

Itu adalah semboyan yang menjadi acuan hidup saya.

Dan saya menganggap kalau 'review' adalah salah satu bentuk/cara orang menghargai karya orang lain. Karena itu, sebisa mungkin, saya akan membalas penghargaan karya sekecil apapun yang diberikan kepada saya.

Special thanks to:

Thia2rh, risle-coe, Meiko Namikaze, cherry blossom, ss cholich, cherrysakusasu, Kazuma b'tomat, Kurosaki Naruto-nichan, Hiru no akuma, Inori-chan, Erina Uchiha, Michi-chan Phantomhive626, cherryharuno, Xia-Sen'ryaku, Maya, Just Anaga login, Pink Uchiha, Just Ana, Fae-chan, 4ntk4-ch4n, Shadow, Musuko-kun, senayuki-chan, Hikari Shinju, Namikaze Sakura, Nakamura Kumiko-chan, Soraka Menashi

Balas review gak login:

risle-coe : Makasihbanyak. Ini sudah update. RnR lagi ya…

cherry blossom : Hehe, makasih banyak. Dokternya bukan Sakura lo… RnR lagi ya…

ss cholich : Makasih banyak. Ini termasuk update kilat bukan ya? Tapi ini udah update kok. RnR lagi ya…

Kazuma b'tomat : Makasih banyak. Hehe, saya tidak tahu harus berkata apa. Saya juga suka tentang child Fugaku. Ini udah update, RnR lagi ya…

Hiru no akuma : Makasih banyak. Saya kenal kok. Kamu bukankah teman sekelas saya yang menyukai Hiruma? (namanya ngetarani). Hehe, karena sedikit masalah, saya publish telat. Saya juga suka kisah child Fugaku. (?) ini udah update, tolong saya jangan digantung… RnR lagi ya…

Inori-chan : Makasih banyak. Ya, tapi boleh dong nebak-nebak. Hehe… RnR lagi ya…

Maya : Makasih banyak. Ini sudah update. Apakah kilat? Hehe… RnR lagi ya…

Just Anaga login : Makasihbanyak. Ana-san juga sudah login kan? RnR lagi ya…

Fae-chan : Makasih banyak. Saya juga tidak bermaksud berhumor ria lo. Tapi semoga kalau ada humornya, bisa menghibur. Sasu gak bakal dinikahin secepet itu kok. Tunggu tanggal mainnya…*ktawa nista*. Mungkin romancenya belum kelihatan. Tapi, nanti pasti ada! RnR lagi ya…

Shadow : Makasih banyak!. Yokai, Neji saingan ma Sasu… Saku kasian juga jadi rebutan. Ini udah update. RnR lagi ya…

Hikari Shinju : Makasih banyak!. Yap, Uchiha? Mendokusai…hehe… ini udah update. RnR lagi ya…

Namikaze Sakura : Makasih banyak. Tau tuh, Madara geblek! *dijotos Madara*. Ini udah update. RnR lagi ya…

Soraka Menashi : Makasih banyak. Ini udah update, RnR lagi ya…

.

Akhir kata,

Kritik, saran, pujian *ngarep*, masukan, sepatah dua patah kata penyemangat, atau apa saja yang termasuk kategori REVIEW (terkecuali flame), sangat saya harapkan! ^.^

.

Dan saya perjelas lagi, tidak menerima flame dalam bentuk apapun karena saya yakin para flamer cukup cerdas untuk mengetahui arti kalimat "Don't like? Don't read"

.

Hehe, REVIEWnya please…