Disclaimer naruto punya Mashashi Kishimoto
Rate T dan semi M mungkin yntyk kata - kata yang mungkin agak kasar dan bahasa juga tingkah laku
Genre Family friendship
Fic by S.A
Chapiter 2 Rapat yang bukan seperti rapat.
Siang hari menjelang mendekati ke sore, suasana kost Akatsuki sedang tenang – tenangnya, dikarenakan memang penghuninya sedang pada ada diluar semua, ah gak semua ternyata ada salah satu penghuni Akatsuki kost ini sedang bersantai di depan kamar kost nya, dia yang berambut merah dengan mata berwarna cokelat yang memiliki wajah seimut bayi (katanya cewek - cewek dan ibu – ibu arisan) duduk bersila dengan memegang gitar dipangkuannya. Terlihat dan terdengar ia sedang bernyanyi. Dengan suaranya yang lumayan bagus (menurut Deidara tidak untuk penghuni lain).
Aku mau makan, gak punya duit (ngelirikin dompetnya yang amblas blas kosong)
Aku mau minum, males isi gallon (ngelongok ke dalam ngeliat dispenser yang gallon airnya kosong)
Mau telefonin cewek, gak punya pulsa ( sambil liat screen hp nya yang nampilin sisa pulsa )
Mau internetan modem nya disita Sasu Gay (ngebayangin Sasuke yang pacaran ma Naruto )
"Woy loe nyanyi gak usah bawa nama gue segala, dan gue bukan gay sialan loe."teriak seseorang yang ternyata baru datang. Sasori pun melirik melihat kebawahnya, dan ia lihat Sasuke sedang membuka sepatunya didepan kamarnya. "Okaeri Sas, tumben loe sendirian nih, Naru mana?"tanya Sasori. "Dia gue suruh beli sayuran + bahan makanan juga."jawab Sasuke. "Loe mau masak lagi Sas, trus si Naru belanja pake duit siapa?"tanya Sasori berdiri masuk ke dalam kamarnya menyimpan gitarnya. "Loe semua pada harus bayar ntar, itu duit gue tau."jawab Sasuke dari bawah dengan menenteng sepatunya masuk kedalam kamarnya. "Kalo gitu uang kas kita yang waktu itu loe kemanain, kan yang pegang loe."ujar Sasori duduk dipinggiran selusur tembok dan melihat Sasuke yang keluar dari kamarnya dengan hanya menggunakan kaos tanpa lengan warna merah.
"Gue pake belanja lah, tuh yang dibawa Naru duit kas kost kita + duit gue nambahin."ujar Sasuke dengan mainin hp nya sambil sedikit cengiran. "Oh gitu toh, Sas gue minjem duit dong, buat isi pulsa hp nih." "Loe minta Naru aja napa, dia kan Konter Pulsa Berjalan." "Nyang bener, sejak kapan tuh?" "Sejak kemarin malem, dia ngambil tawaran yang dikasih ma Neji si Bandar Pulsa."
"Tadaima."ucap seseorang dari arah pintu masuk kost yang terbuat dari besi itu. "Ah okaeri Gaara, Shikamaru."ucap Sasori membalas salam Gaara. "Saso, loe bantuin gue bikin puisi dong, gue kagak bisa begituan."pinta Shikamaru. "Kenapa gak Bee aja, dia lebih pandai merangkai kata dari ku."ucap Sasori yang sebenernya males buat ngebantuin bikin puisi gituan. "Kalo Bee yang bikin ntar ada nada nge rap nya, gue males harus begituan."
Shikamaru dan Gaara pun naik keatas kekamar mereka. Tak lama Gaara pun keluar dari kamarnya hanya memakai boxer dan kaos dalam putih polosnya. "Sasu, loe nyuruh si Naru belanja kan?"tanya Gaara. "Yoi, kayakna lebih hemat kalo gitu aja, daripada kita makan diluar."jawab Sasuke.
"Emang gitu yang lebih baik, kita lebih baik rapatin hal ini saat nanti malem."ucap Shikamaru nguap keluar dari kamarnya dengan membawa buku diary (yang dia sebut buku coret – coret penghasil karya ). "Memang itu dia, kita rapatin nih dengan mereka pada, sekalian deh kita rapatin tentang tetangga sebelah kita semua."ujar Sasori. "Bilang aja loe lagi naksir anak cewek disebelah."ucap Gaara meyindir. "Gak tuh, loe tau sendiri kan gue tuh gimana kalo tentang cewek."jawab Sasori ngeles.
"Tadaima."ucap seorang dari luar masuk kedalam dengan tampang lesu. "Ah okaeri senchou."ucap Sasuke saat Pain berjalan menuju kamarnya. "Sas, gue pinjem duit lagi ya, gue gak da buat makan nih."pinta Pain "Gak usah beli diluar kok senchou, si dobe udah gue suruh beli bahan – bahan. Buat ntar malem masak."ucap Sasuke membuat Pain nyengir,. "Loe mau masakin kita – kita lagi Sas, bagus banget dah."ujar Pain tiba – tiba dengan raut muka santai dan cengiran gak jelas. "Ntar malem kita rapat senchou. Loe yang pimpin ya."ucap Sasuke.
"Permisi hello punten mas – mas didalem semua."teriak seseorang dari luar, suaranya terdengar suara cewek. Lalu Sasuke pun berjalan kearah gerbang, Membukanya dan "Hai Sasuke kun."teriak cewek tersebut didepan muka Sasuke dengan keras. "Sakura, jangan teriak didepan muka gue, udah berapa kali gue bilang. Mau ada apaan?"tanya Sasuke. "Ih darling galak bener dah, itu Obita san ada gak?"tanya cewek bernama Sakura itu.
Sakura Haruno
Umur 17 tahun
Mata beriris Hijau emerald
Rambut Pink pendek sebahu
Tinggal di kost sebelah Kanan Akatsuki kost (Kost nya dinamakan Kost Cewek centil)
Menyebut diri calon suami Sasuke dimasa depan
"Gak ada emang mau apaan?"tanya Sasuke agak ketus. "Itu deh, Ino minta di editin foto – fotonya kita sekost. Kan kita – kita gak bisa."jawab Sakura centil yang bikin Sasuke merinding dan bersin – bersin. "Hatchi, ntar deh gue sampein. Bye."ucap Sasuke sambil menutup pintu besi itu didepan Sakura. "Uh Sasuke kun, sakit nih jidat kejedut pintu nya. Sampai nanti Sasuke kun."teriak Sakura dari luar.
"Sopo Saske?"tanya Sasori. "Si Sakura, dia minta Obito niisan buat ngeditin foto – foto anak kost mereka."jawab Sasuke masuk duduk di lantai depan kamarnya sambil mainin hpnya. "Wah berarti mungkin mereka ada foto pakaian dalam lagi nih."ucap Pain. "Senchou pikiran mu itu hanya HuAAHH, senchou pakai celanamu."teriak Sasuke. "Hee, sory Sas gue lupa pake celana."ujar Pain nyantai bener.
SKIP ke malem
9 orang pemuda, penghuni Kost Akatsuki, sedang berkumpul di halaman tengah kost mereka, dengan 3 orang duduk didepan penghuni yang lainnya. "Baiklah para saudara gue sekalian, gue disini ditunjuk untuk mimpin rapat Akatsuki Kost ini, yah sebenernya gue males sih, sekarang tuh jamnya ngintipin kost sebelah yang biasanya mereka suka ngumpul diteras cuman pake hot pants doing."ucap Pain ngalor ngidul. "Haa kelamaan loe, senchou buruan napa dibuka nih sidang rapat."ucap Gaara. "Iya – iya, dengan mengetuk palu ini 3 kali, sidang saya buka."ucap Pain keras dan mengetuk palu dengan sangat keras. (TUKK, TIKK,TAKK). "Suaranya kok aneh ya."komen Sasori
"Ok dah, malam ini kita ngebahas tentang (Pain baca rancangan) hmm tentang uang kas kost yang terhambat juga tentang tugas beres – beres kost ni, berhubung yang punya ni kost maennya jalan – jalan mulu. Ok loe semua udah pasti tau lah."ujar Pain ngebaca topic rapat ini.
"Masuk presidium, nie kita ada minumnya gak?"tanya Naruto. "Masuk presidium, ada cemilannya juga gak."teriak Sasori. Ni anak dua malah becanda cengengesan. "Haa masuk presidium, Haaa loe berdua tuh apaan, nie kita lagi rapat jadi jangan becanda."bentak Gaara. "Maaf Gaara."ucap Sasori dan Naruto barengan. "Haa bagus masuk presidium, boleh sambil dengerin mp3 gak."Gaara nyari masalah. "Asem loe sialan."ucap yang lainnya ngelemparin sandal ke Gaara. "Tak bletak tak tak(suara palu diketok), woy kita nie lagi rapat tau, tolong tenang."ucap Pain tenang. "Ada juga loe yang harus diperbaiki senchou sialan, masa ada rapat pemimpin sidangnya gak pake celana."teriak Sasuke nunjuk muka Pain. "Aih kalian ini, ekye harus tidur cepet nih, untuk kecantikan kulit dan tubuh ini."ujar Deidara dengan nada lenjehnya.
"Maa udahlah, gak usah pake cara beginian segala, kita rapat gak kayak dipodium beneran ini, gak usah berlebihan. Ok."ucap Obito dan klik ia memfoto para penghuni lainnya itu yang sudah memasang pose menjijikan mereka.
"Ah lamaaaaaaaaaaa. Meningan gue tidur aja deh."ucap Shikamaru ngeloyor. "Woy Shika, gue gatak loe kalo mabur kekamar sebelum nie rapat beres."ucap Sasuke mengancam membuat Shikamaru duduk lagi ditempatnya. "Ok deh jadi begini, kost kita ini terletak dijalan Sering Makmur No 13, Konoha West. Kost khusus pria ini berisi laki – laki yang bermacam – macam. Ada yang Homo, (nunjuk Sasuke dan Naruto kemudian digatak), ada yang lolicon akut (nunjuk Sasori), ada yang jadi brondong (nunjuk Gaara), ada yang banci juga (nunjuk Deidara), ada yang apa ya, tekanan darah rendah, mau diapain juga pasti senyum gak jelas (nunjuk Obito), ada yang pemalas gak ada semangat hidup (nunjuk Shimaru), ada juga babi hitam besar tukang nge rape (nunjuk Bee), dan ada ….
"Orang mesum tingkat akut yang suka pamerin senjata perangnya."koor 8 penghuni lainnya mengejek Pain dengan suara keras yang hingga sampai terdengar ke kost tetangga mereka. "Hehe makasih gue lanjutin deh." "kita gak muji loe sialan dan jangan jadi ngejekin kita – kita semua baka senchou."Koor mereka lagi. "Haha, jadi kost Akatsuki ini kost yang sangat strategis untuk ngintip, karena apabila ada sebuah Negara yag diapit oleh 2 benua yaitu Negara Indonesia, maka Akatsuki kost ini diapit oleh dua kost putri / cewek sehingga memungkinkan bagi kita khususnya gue buat ngintipin mereka, dan juga …."ucapan penjelasan Pain dipotong. "Baka senchou jangan jadi ngejelasin keadaan wilayah kost kita, buruan ke masalah sialan senchou baka."ucap mereka ber 8 koor lagi dengan keras. "Hahaah, ok sory, jadi gimana nih, buat uang kas apa mau kayak dulu lagi aja?"tanya Pain.
"Haa, menurut gue lebih baik sekarang sistemnya bayar 1 minggu sekali ja, kalo satu bulan gue kasian ma Sasuke yang selalu nombokin terus."ujar Gaara yang tumben – tumbennya kasian ma orang lain. "Maa ya udah meningan gitu aja deh, dan berapa yang harus dibayar buat kas ini?"tanya Obito. "Menurut gue aw yeah ow keren diriku ini, lebih baik 50000 ja ah dalam ah satu minggu ow yeah."usul bee dengan nada rape lagi. "Loe ngomong udah kayak diranjang aja pake ah ah segala."komentar Sasori. "Itu aw yeah hanya karena pikiran loe aja yang ngeres banyak pasir nya."balas Bee
"Maa loe semua ini gak da seriusnya, gak bakal kelar kalo gini terus."ucap Obito yang sebenernya udah mau kabur lantaran udah dapet sms dan miss call dari Ino buat ke sebelah. "Haa buruan napa, gue mau liat anime DMWD nih."rutuk Gaara. "Ok dah jadi nih kemungkinan kalo uang kas kita tetapin 50000 bayar tiap satu minggu sekali."ucap Sasuke. "Kehela atuh Sas, loe sih pada punya duit, lah gue macem pengangguran gini. Duit darimana buat bayar kas begituan."ucap Pain. "Mangkane atuh senchou, loe cari kerja ke, gue tanya nih darimana loe bayar kost nie,?"tanya Sasuke. "Gue minjem duit ma Dei, dia kan anak baik juga cantik ya kan Dei."ucap Pain yah sekaligus merayu Deidara gitu supaya Dei gak nagih hutangnya Pain. "Aih senchou bisya ajya."ucap Deidara tersipu – sipu. "Haa langsung ja lagi nih, gimana kalo kita bagi tugas – tugas lagi, dari senin selasa rabu kamis jumat sabtu minggu kita – kita bertugas."Gaara malah nyarnyi nama hari. "Sem dah, gue ada tugas nih, numpuk nih, gue duluan ya."ucap Naruto seraya berdiri mau kabur. "Jangan kabur loe, tugas dari mana, gue tau itu akal – akalan loe doing Naru dobe."kata Sasuke menghentikan langkah Naruto. "Eadah sumpe deh tugas bikin puisi buat nembak Sakura chan besok."ucap Naruto cengengesan. "Gak da, duduk sampe nie rapat laknat beres."perintah Sasuke membuat Naruto duduk kembali. "Haa uke nya ngamuk niee, cemburu ey."goda Gaara.
"Ribut mulu loe semua, udah lah. Gue udah bikin, nih gue udah atur sedemikian rupa, dengan mempertimbangkan kebiasaan kalian mungkin."ucap Pain dengan menyerahkan kertas yang sudah dia tulisi dan coreti berisi nama – nama mereka yang telah dibagi untuk tugas. "Hmm lumayan juga, masak tetep gue ya. Ok dah."Aiah kenapa ekye kebagian tugas ngepel, gak baik buat kulit tangan ku kan."ucap Deidara mengeluh dengan lenjehnya.
"Udah deh diem aja gak usah banyak nanya, gue udah telat banget nih."ucap Gaara dengan melihat jam di handphone nya. "Mau kemana loe Gar."tanya Sasuke. "Gue mau nonton DMWD lah."jawab Gaara. "Blah anime mulu loe."ejek Sasori. "Teserah gue lolicon barbie."balas ejek Gaara.
"Udah lah, nih daftar jadwal mandi kita bulan ini."ujar Pain menyerahkan kertas ke Sasori. Gue harap loe semua bisa menerima."tambah Pain
"Ma ague duluan, para ladies telah menunggu kasian."pamit Obito berdiri. "Yaw, gue juga ya bye."Pain langsung mabur setelah nyerahin coretan dia ke Sasori tadi. "Woy jangan mabur dong."protes Sasuke. "Yah memang begini lah, rapat yang terlihat bukan sebagai rapat."ucap Naruto kemudian berdiri. "Tapi Naru, rapat kost ini…."omongan Sasuke dipotong. "Udahlah Sas, ini hanya keinginan mu saja untuk melakukan hal semacam rapat begini. Kau ingin menyatukan kita semua yang yah akhir - akhir ini gak ngumpul, tapi kau tau gak, tanpa hal ini kita semua bisa menyatu bersama kok."ucap Naruto tersenyum. "Haa memang, kau tau Sas, yah karena loe yang paling baru disini, tapi banyak hal yang menyatukan kami, kau akan merasakannya, dan kau sudah kurasa, dua tahun gabung disini kukira kau sudah tau bagaimana kebersamaan kita."ucap Gaara mengambil hp nya yang ketinggalan.
"Aw, saat ini kita hanya sibuk ow dengan kegiatan masing – masing, yah kau tau dengan itu Sasuke kun."ujar Bee tetap ngerape. "Tapi kita tetap lah keluarga, haha."tawa Shikamaru. "Sesibuk apapun kita, gue tau loe semua akan bisa membagi kebersamaan ini dengan semua."ucap si baby pace Sasori. "Aih ekye juga, duluan yeey. good nite,"Deidara pamit tidur pergi kekamarnya dengan jalan lenggak - lenggok.
"Pada ngemeng loe semua, kata – kata loe semua gak da yang nyambung toh."ejek Pain dari atas genteng. "Biarlah, memang gini kan kita semua."Sasuke senyum dengan manisnya. "Huuh, loe semua dasar aneh."ucap Pain. "Loe semua keluarga gue minna."ucap kesembilan orang ini dalam hati dalam tempat berbeda dengan senyum mereka.
"Naru, Sakura lagi ganti baju, sini deh."teriak Pain dari genteng. "Hue senchou jangan ngintipin Sakura chan, tapi ok deh gue liat dong."ucap Naruto menyusul ke genteng dan ternyata malah dihadiahi oleh Sakura yang mengetahui mereka berdua mengintip dengan lemparan panci yang telah menghitam bawahnya.
"Thanks banget deh, senchou."ucap Naruto mengaduh kesakitan di atas genteg dengan Pain. "Haha, nyantai deh. Naru kenapa gue disebut senchou, Sasori lebih tua dari kita semua, seenggaknya dialah mungkin yang harus disebut ketua kost ini."ujar Pain dengan herannya. "Gak tau juga, awalnya kan Gaara yang nyebut loe gitu. Tapi tau gak sih senchou, entah kenapa sadar gak sadar omongan loe tuh didenger ama kita semua dan dilakuin. Dan lagi loe kayak nya punya jiwa pemimpin."ucap Naruto. "Haa mungkin ya, gue mantan Ketua Osis sih, haha."tawa Pain. "Gue masih penasaran kenapa loe gak kuliah senchou."ucap Naruto yang memang penasaran dengan hal itu. "Lain kali gue cerita, saat ini gue lagi gak ingin cerita atau nginget hal itu."ujar Pain dengan sendu. "Gue dukung loe apa pun itu pilihan loe niisan."ucap Naruto menepuk bahu Pain dan pergi beranjak turun.
"Haha, thanks Naruto. Lanjut ah."
BLAM *sound effect* T B C
Ok dah ini lanjutan fic abal gaje (banget dah koor tuh 9penghuni sialan) dan juga (kelewat nista koor lagi) loe pada diem ngapa, gue bata loe semua lama - lama.
Thanks banget dah yang udah ngasih review dan komennya, haha kami seneng ternyata fic ini ada yang yah sudi untuk mereviewnya.
Oh ya untuk Lovely Orihime san, kami / saya bisa dibilang 2 orang mungkin. Haha
Untuk Ichsana pairingan ya, mungkin ada dan memang udah kepikiran juga sih, SasuHina ya, ntar dicoba deh.
See ya mata ashita, kami mengharapkan kembali review kalian para readers dan author senior semua. Ja bye .
