You n' Me is Different
Konnichiwa~moo… ^o^
Akhirnya bisa kuedit jugaa…. ^-^
Pasti banyak bisa ngira-ngira fanfic ini..hahahay…, iyalah ini kan fanfic pertamaku di fb..jadi udah agak-agak pasaran.. =='' . tapi-nya lagi nih… fanfic nie gak pernah beres… cape aku mikirnya..hoho..
terus nih... maaf ya.. law baca fanfic nie katanya suka bikin pusing..cz alurnya acak-acak-kan
Gomenne.."W" aku masih pemula n ancur bgt ceritanya.. trus kyk.a gk bsa diperbaiki deh.. *dilempar jepit swallow
law gtu.. saya mau memberi anda peringatan:
- MINUM AIR PUTIH TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA FANFIC INI..
- MAKAN OBAT PANADOL DULU..
- SIAPKAN UUD 1945 AGAR ANDA DILINDUNGI OLEH NEGARA(?).. *jiaahh mang mau diapain?
*makin ngawur*
Yo! Chapter 2 dah update.. meskipun dah pasaran n musingin..nikmati za yokk..
Kurapika & Leorio masih di SPBU, karna mobil mreka mogok.., dan saat mobilnya telah selesai diperbaiki..Leorio berkata;
"Hebat kau Kurapika..! Dengan Tenagamu & Doronganmu mobil ini….."
"Stop.. aku tdk mau mendengarnya lg..!" kata Kurapika marah
"ahahaha..kau marah ya.. peace..!"
"ah! Sudahlah..! aku tidak mau membahasnya! Leorio sekarang dengar.. aku yg menyetir, jadi jika mogok lagi..kamulah yang harus mendorongnya..!" kata Kurapika napsu
"iya..iya…!" jawab Leorio
"Kurapika?"
Kurapika menengok,
"ya? Siapa itu?" Kata Kurapika menyipitkan matanya. Silau.. Ia tak bisa melihat jelas.
"hai..Kurapika.. masih ingat aku?"
"ah..kamu..yang waktu itu…." Kata Leorio kata leorio mengacungkan jarinya.
"Senritsu..! hai..! apa kabar! Lama tak jumpa..!" jerit Kurapika, sambil melambaikan tangannya.
"hahaha…kau masih ingat ya? ngomong-ngomong kenapa kau berhenti dari pekerjaanmu? Ah..suara detak jantung ini.. kau mau menangkap Genei Ryodan lagi ya?" kata Senritsu beruntun
Kurapika hanya tersenyum. " kau makin hebat Senritsu.. detak jantungku saja kau masih ingat" senyum Kurapika.
"terimakasih Kurapika, kalian mau kemana? Boleh aku ikut? Mungkin aku bisa bantu" seru Senritsu.
Senritsu pun ikut ke Mobil Leorio, ia bercakap-cakap dengan Kurapika yang menyetir *emang bisa ya?.
"bodoh sekali… kenapa Nona Neon kabur ke tempat seperti ini?" Tanya Kurapika pada Senritsu
"karena ia mau menangkap pimpinan Genei Ryodan" jawab Senritsu sambil tersnyum
Kurapika tancap gas..matanya merah..
"he..hei Kurapika! Hati-hati..! , sudah biar aku saja yang menyetir..! " kata Leorio, ia cemas..karena mata Kurapika sudah berwarna merah..Kurapika tak bisa lagi berfikir jernih.
Mereka pun bertukar tempat, lalu Kurapika melanjutkan perkataan tadi.. kali ini ia sudah tenang.
"Apa maksudmu Senritsu? Nona Neon kesini bukan untuk menjemputku kan?" Tanya Kurapika tak sabar,
"sepertinya itu salah satu alasan dia kemari.. tapi alasan terpentingnya ialah.. Nennya tercuri oleh pimpinan Genei Ryodan, kau tau kan Kurapika? Ramalan tepat sang Nona Neon..,telah jatuh ke orang yang salah.." Senritsu melanjutkan perkataannya lagi "Lalu, kekuatan yang sekarang Nona Neon punya ialah ramal-meramal hal tentang masa lalu dan masa sekarang.., dan ia pun tau kau disini Kurapika.."
Kurapika tercengang.. saat ia mau bertanya lagi, tapi didahului oleh Senritsu,
"apa kau tau apa rencana dia sekarg?" Tanya Senritsu
Kurapika menggeleng, ia tak tau..
"membunuh Pimpinan Genei Ryodan dan mengambil sesuatu darinya.." jawab Senritsu tenang
Kurapika melotot..hampr matanya menjadi merah lagi, tapi ia menahannya "mengambil apa?" Tanya Kurapika yg hampir kehilangan kendalinya.
"buku..sebuah buku yang aneh, yang berisi teknik-teknik yang ia curi mungkin" jawab Senritsu lagi
"teknik yang kuroro curi?" Tanya Kurapika bingung
"begini rupanya kau tidak tau ya Kurapika, Kuroro yg mempunyai nen untuk mencuri kemampuan seseorang lalu menyegelnya di buku-itu dan mempergunakannya sebagai kekuatannya"
"oke..kita sampai Kurapika, di Capitol City" kata Leorio yg mngagetkan Kurapika .
"ya..akan ku telpon Gon" kata Kurapika gemetar
{…..tuut..tutt….klik}
"yo..! Gon dsini"
"kau dimana Gon?, kami sudah smpai.."
"tunggu aku kesitu..oh ya.. ada yg ingin brtmu dengan mu kurapika.."
{tuutt….tuuutttt…..tuuuttt….(terputus)}
"ada yang kesini.." kata Senritsu,
"ah..itu Gon" jawab Kurapika enteng.
"suaranya …sepertinya ada dua orang" kata Senritsu cemas
"tentu saja..itu kan bersama Killua" kata Kurapika menenangkan senritsu.
"tidakk..suara berjalan ini…seperti perempuan….!" Kali ini Senritsu teriak.
"KURAPIKA!" Sesesok gadis berambut pink ygan terurai meneriaki Kurapika.
Kurapika menegok, yang dilihatnya ialah Gon dan Killua-bukan, bukan… itu bukan killua.. rambutnya killua tidak panjang dan tidak berambut pink .*iyalah!* .itu…..Neon..!
Neon brjalan dengan cepat menghampiri Kurapika lalu..
PLAAKKK..!
Kurapika mengusap bibirnya yang bedarah.,. mukanya pucat.,.pipinya merah,..ia baru saja pertama kali ditampar oleh seorang gadis..
Dan Gadis itu..
Neon Nostard.
Kurapika mengusap bibirnya yang berdarah, ia tak menyangka akan ditampar oleh seorang gadis.
"KURAPIKA!" kata Neon teriak, "Kenapa kau tidak bilang kepadaku kalau kamu mau berhenti dari pekerjaanmu..! Kenapa Kurapika? Jawab!" kata Neon beruntun, matanya berkaca-kaca.
"Maafkan aku Nona,….." Jawab Kurapika santai,
"Jangan panggil aku nona…! Panggil aku Neon saja!" kata Neon yang mulai hampir menangis.
Kurapika melihat Neon iba, ia membuang wajahnya,
"Nona sebaiknya Nona pulang saja!" kata Kurapika membalikan badannya.
Neon yang tadi hampir menangis, mulai menampakan kemarannya lagi,.
"AAPA? JADI UNTUK APA AKU KESINI?" kata Neon marah, ia bersiap menampar Kurapika lagi,
Leorio menahan tangan Neon, lalu Leorio berkata;
"sudah! Jangan bertengkar lagi..! Hei Kurapika! jelaskan sesuatu padanya..!"
"Tidak Usah..!" kata Kurapika cepat, "dia sudah bisa meramalku, apa yg kupikirkan, apa yg kulakukan sekarang, dia bisa meramalnya..! jadi untuk apa aku menjelaskannya..!" kata Kurapika marah juga.
"Kau menganggapku apa hah?" Kata Neon gemetar..amarahnya hampir meledak
"KAU MENGANGGAPKU APA ?" Aku ini Manusia..! aku punya perasaan! Aku punya hak untuk dihargai…! Jadi kau menganggapku apa?" Kata Neon berteriak, ia mulai menangis.
"Kurapika!" kata Leorio tak sabar., ia masih mencengram kuat tangan Neon yang meronta.
"Kau mau tau aku menganggapmu apa Kurapika?" kata Neon melanjutkan, "aku menganggapmu sebagai TEMAN..! " Kata Neon menangis, "Aku menganggapmu sebagai teman yang berharga..! saat meramal masa lalumu..aku merasa kau kesepian! Kau sama denganku..kita sama-sama kesepian!" kata Neon lemas, ia tak meronta lagi..sehingga Leorio melepaskan cengkramannya.
Kurapika yg tadinya marah..ia mulai merasa sedih terhadap Neon, matanya jelas menunjukan ia menunggu kata-kata apa lagi yang akan keluar dari mulut Neon.
"Apakah Kamu tau..aku sejak kecil sudah mengenal apa itu kesepian…? Aku ditingal di rumah dengan kekayaan berlimpah..tapi tak teman! Bahkan aku tak tau ibuku sendiri! Ayah hanya memanfaatkan aku saja! tapi, saat melihatmu(masa lalumu) aku lihat kau begitu gigih melewati lubang yg hitam itu(kesepian)…,.. dan berhasil keluar dari kesepian..hatiku tergerak..aku berpikiran aku sama denganmu…aku juga bisa sepertimu..aku juga bisa keluar dari kesepian ini..tapi ya..kuakui..kita berbeda.. kau menanggung beban yang berat..sedangkan aku tidak..tapi kita punya 1 beban yg sama..yaitu kesepian..aku merasa kita bisa berteman, tapi sekarang aku melihatmu dengan mata kepalaku sendiri..aku mengutarakan apa yg selama ini ingin kukatakan kepadamu Kurapika..dan kau tau apa jawaban yang kulihat padamu?" kata Neon sedih.
Hening… semuanya Diam, Gon, Leorio maupun Senritsu tidak berani ikut campur
"KAU BEGITU JAUUUUHH..! Aku tak mungkin bisa berteman denganmu!" Kali ini Neon benar-benar menangis, ia membalikkan badan dan berlari meninggalkan Kurapika dkk.
Senritsu berlari mengejarnya dan berkata;
"Nona..tunggu .. ! ayo kita pulang Nona..tuan besar sudah mencemaskan anda.."
Neon tak menjawab..ia malah semakin cepat berlari meninggalkan Senritsu yg berada jauh dibelakangnya.
Gon menepuk bahu Kurapika yang bengong, ia berkata dan berbisik pada telinga Kurapika;
"Kejarlah dia..dan ungkapkan apa yg berada di hatimu Kurapika! Aku, Leorio, Killua akan membantumu sampai akhir..!" ia mendorong Kurapika.
Kurapika menatap lekat Gon, lalu Gon mengacungkan jempolnya seakan berkata "Ayo kejar dia..!"
Kurapika mengejar Neon, ia mengcengkram tangan Neon untuk berhenti, lalu berkata padanya;
"aku tidak mengatakan anda begitu jauh, tapi maafkan aku nona..bila aku lancang.." Kurapika merangkul pundak Neon dan berkata lagi "Maafkan aku Nona.. maafkan saya karena saya begitu menutup diri sehingga anda mnganggap saya begitu jauh..tapi walaupun itu benar..ada sebuah Jembatan kecil tapi jasanya luar biasa sekali Nona…Jembatan itu ialah PERSAHABATAN" kata Kurapika tersenyum. *awawaw*
Neon mendengarkannya dengan senyum yang mengambang lalu ia merangkul pundak Kurapika juga (mereka berhadapan lho..!)
" ..Terimakasih..terimakasih..telah memahami perasaanku…"
Mereka berdua menangis terharu.
Gon, Leorio, & Senritsu hanya tersenyum. Lalu Gon begumam pelan..:
"bagus Kurapika..kau melakukannya sesuai dengan keinginanmu..dan yg plg pnting ialah kau tak mengecewakanku.." kata Gon tersenyum.
"Sudah..sudah…" Leorio memisahkan Kurapika dan Neon.
"jangan bikin cerita sedih…." Kata Leorio mengusap air mata di sela-sela matanya.
"ih.. siapa juga yang bikin cerita sedih.." Neon mencibir, ia melempar senyum termanisnya pada Kurapika. Kurapika membalasnya. Lalu ia melirik Gon dan berkata;
"Killua mana Gon? Jangan-jangan dia…"
"Killua diculik…" jawab Gon lesu. " …oleh Genei Ryodan lg…"
"kapan? Kuq bisa?" Kurapika kaget, tak disangka Killua disandra.
"mungkin saat aku lengah.." kata Gon cemberut "saat ku telfon kalian"
"ini gawat.. tidak sesuai dengn perkiraanku, kita ubah rencana sebelumnya. Kita selamatkan Killua" kata Kurapika berpikir.
"eeh? Tunggu dulu..! bagaimana dengan Pimpinannya? Apa kita jadi menangkapnya?" kata Neon kaget.
"tentu saja sesudah menyelamatkan Killua," jawab Kurapika singkat.
"ta..tapi kenapa? Kenapa kau tidak menyelesaikan tujuanmu dulu?" Neon tak mengerti.
"karena mereka semua ini.." Kurapika memperlihatkan Expresi senangnya, "teman pertamaku dan mereka merimaku apa adanya…" Kurapika tersenyum semaaaaanniiiiissss mungkin.. *gula kali* :pp
"ka..kalau begitu… aku tak dianggap? " kata Neon sedih.
"ya… kira-kira.. begitulah….. kau kan berbeda dengan mereka.." kata Kurapika pelan. "Kau… kan teman sejenisku… iakan..?" ^_^ sekarang Kurapika yang mengeluarkan senyuman termanisnya pada Neon.
"eh… iya..iya…" kata Neon mengalihkan wajahnya… wajahnya bersemu merah muda.
"Nah ayo kita jemput Killua, Gon" kata Kurapika melirik Gon.
"tentu saja..!" kata Gon berlari mendahului Kurapika yang berada di belakangnya. Mereka berdua lari-larian menuju Hotel Capitol city, dan kemudian disusul oleh Senritsu.
Leorio yang mau menyusul Senritsu, tiba-tiba terhenti langkahnya, ia melirik Neon.
"kau tidak ikut?" Leorio membuyarkan lamunan Neon.
"a..aku ikut..!" kata Neon kaget "tentu saja aku ikut..! kenapa?" kata Neon yang belum puas dengan perkataanya tadi.
"sebaiknya kamu disini saja! Didalam itu berbahaya tau.! Kau bisa merepotkan kami..!"
"enak saja..! lagi pula aku punya jurus bela diri kuq..! ya.. meskipun tidak bnyak.."
"makanya..! sudah kubilang sebaiknya kau tidak usah ikut..! kau akan merepotkan kami.!"
"aku tidak akan merepotkan mu..! week =P, lagi pula kau kan baru bisa Ten, kamu belum bisa menguasai Nen..!" kata Neon mencibir.
"apa…? Bagaimana kau bisa tau? " kata Leorio terkejut.
"kaa~~~lian…. Aku duluan ya..!" Senritsu teriak di dekat lift.
"tunggu aku..! " Neon berlari secepat-cepatnya.
"aa… ! kalian meninggalkanku..!" sekarang Leorio yg berlari terbirit-birit mengejar Neon.
Leorio dan Neon sampai di lift. (untung pintu Liftnya tdk langsung menutup).
"hosh…hosh…hosh….larimu hebat juga…" kata Neon ngos-ngosan.
"kau terlalu meremehkanku sih… hosh…aku ini juga hebat, aku ini hunter tau.!" Kata Leorio menjawab sambil ngos-ngosan. #bangga mode:on
"kalian berdua..sudah hentikan bertengkarnya!, ada yang mau naik Lift ini, bersiap-siaplah!" Senritsu langsung menyiapkan serulingnya.
"Paling-paling, Kurapika dan Gon yang menunggu kita" kata Leorio asal nebak.
"tidak..aku merasa memang ada yang mau meyerang kita..orang itu…." Neon kehabisan kata-katanya. Tiba-tiba ia pingsan.
"hei..hei.. kau tidak apa-apa?" Leorio mengoyang-goyangkan badan Neon yang pingsan.
"ia terkena Nen, tentu saja ia belum bisa belum bisa menggunakan Ten." Kata Senritsu yang Cemas juga. "kau merasakan aura yang hebat ini?" Senritsu sekarang benar-benar cemas.
"tentu, aku sedang menggunakan Ten, jadi aku tidak apa-apa." Jawab Leorio yang sama cemasnya.
Pintu Lift terbuka, Lalu ada yang masuk dan dengan cepatnya dan langsung memukul belakang leher Senritsu dan Leorio. Mereka berdua pingsan tak sadarkan diri.
"zetsu-mu bagus! Mereka bahkan tidak merasakannya.." Shanarlk mengacungkan jempolnya pada Machi. "aku harus segera mnyelipkan antenaku pada mereka..minggirlah..!"
"cih.. mereka meremahkan kita.." kata Machi, "kita bahkan membiarkan lolos si pengguna rantai dan temannya yg jabrik itu." Machi menggurutu.
"tenang saja.. kita akan membalas mereka.. " Shanalrk bernyanyi riang.
Leorio, Senritsu dan Neon bangun. Mereka bukannya sadarkan diri..tapi mereka sedang dikendalikan Shanalrk.
"saatnya beraksi.~~ aku sembunyi ya..:DD " kata Shanalrk melambaikan tangannya pada Machi. "eits…oh ia.. Machi-san tolong antarkan Mereka ya! setelah itu, tenang saja biar aku yg beraksi.. ya..? ya..?" kata Shanalrk beruntun.
"ia..ia…dasar kau.. merepotkan ku saja-" Machi mengantarkan Leorio dkk, menuju lantai 2, dmana si pengguna rantai dan teman-nya (Gon) sedang menunggu mereka.
Machi yg sedang berada di Lift bersama Leorio dkk. Yang telah dikendalikan oleh Shanalrk,.
Sementara itu di lantai 2 sendiri, Gon dan Kurapika resah menunggu Leorio, Senritsu, dan Neon.
"mereka lama sekali" Gon membuka percakapan, "Kurapika, kita tunggu di depan Lift saja deh!"
"iya…ayo kita kesana" Kurapika dan Gon berjalan mendekati Lift.
"apa kau dengar suara krasak-krusuk itu?" Gon bertanya lagi.
"apa? Maaf? Aku tak mendengarnya?" Kurapika menjawab bingung
"apa kau dengar suara krasak-krusuk itu?" Gon bertanya dengan suara yang keras.
"tidak, aku tak mendengar apapun, instingmu masih bagus ya Gon?" Kurapika memuji Gon dan mengalihkan pembicaraaan mereka.
"aku merasa ada yang aneh.., masa tak terdengar sih?" kali ini Gon bertanya lagi.
"mungkin yang grabak-grubug itu Leorio" Kurapika menjawab asal,
"hm… bisa jadi.. dia kan agak kampungan, wajar belum terbiasa dengan Lift, hahaha" Gon menghibur dirinya sendiri dan Kurapika. Kurapika tak membalas candanya itu, dahinya berkerut,
"Gon, sekarang aku merasakannya…," Kata Kurapika deg-degan,
"iya..," Gon menjawab deg-degan juga ,Pintu Lift pun terbuka, Kurapika dan Gon langsung melompat mundur.
Machi mengendalikan Leorio, Senritsu dan Neon (sambil mengendalikan dengan benangnya, jd seakan-akan machi lah yang mngendalikan mereka) langsung meyerang Gon dan Kurapika.
"AWAASSS!"
Yoo! Akhirnya beres…hohoho.. tapi ini belum tamat lho! *masih panjang bo!*
Nah silahkan reviewnya… ^^ *ngareppp bgt*
jangan lupa kritikannya! hahhay..
*ditimpuk ma maling(?)
