Ah, lama gak update (yaya lama bener) akhirnya bisa juga. Setelah dengan sibuknya kami, akhirnya bisa ngeluangin buat update fic nista ini yang pemerannya aneh - aneh. (Iyalah yang bikin nya author kayak loe mana mungkin gak aneh sialan)koor pemain nie fic kompak bener kalo ngejelekin orang. Ok dah males buat basa - basi langsung ja dah.
Disclaime Naruto punya nya Mashashi Kishimoto
Kami anak Kost punya S.A
Genre Frienship dan Family
Rate T sampai semi M buat sedikit tingkah dan kata - kata yang mungkin keluar di fic ini
OK nie dah
Chapiter 3 : Hari ini pun kami tetap Begini (?)
Ahh Rabu pagi yang indah, terjadi di West Konoha dijalan Sering Makmur No 13 tempat nya Akatsuki kost berada, sunyi dengan tenang bunyi kicauan burung terdengar indah. Yah hingga sebuah suara menginterupsi yang membuat para burung itu kabur
"Tidak hei tunggu, Sam chan jangan tinggalkan aku Sam chan."teriak sebuah suara yang membuat Naruto dan Sasuke keluar dari kamarnya berbarengan. "Sas ohayou."salam Naruto berucap. "Hn ohayou Nar, ah suara siapa tadi."ucap Sasuke dengan suara agak keras. "Itu kan senchou."ucap Naruto.
Mereka berdua pun menggedor pintu kamar Pain. "Senchou hai senchou kau baik – baik saja?"Tanya Naruto menggedor – gedor pintu kamar Pain. Tetapi suara teriakan Pain tak kunjung berhenti yang memanggil – manggil nama Sam Sam Sam. "Haa NaruSasu ada apa dengan senchou."teriak Gaara dari atas yang memang mendengar keributan itu. "Gak tau dia teriak – teriak gitu dah."teriak Naruto juga dari bawah.
"Maa senchou kenapa lagi?"Tanya Obito. "Ya elah baru gue jawab, gak tau gue juga."jawab Naruto sewot. "Sam chan please don't go."jeritan Pain diselingi bahasa asing. "Hah, tuh sempet – sempetnya pake ada bahasa asing nya segala."komen Gaara yang ikut – ikutan ngegedor pintu kamar Pain.
"Woy senchou buka bangun buruan, loe kenapa."teriak Sasuke dengan suara naik 3 oktaf. "SENCHOU hoooy."teriak mereka barengan. Tak lama dari itu terdengar lah suara Brak keras dari suatu pintu, tetapi bukan pintu kamar Pain yang terbuka melainkan pintu kamar mandi kost. Naruto Sasuke Gaara dan Obito pun cengo melihat pintu kamar mandi yang telah menampakkan orang yang keluar dari dalamnya.
"Aha, loe semua kenapa pada ngumpul didepan kamar gue?"Tanya orang tersebut yang ternyata Pain. Keempat orang didepan kamar Pain pun makain drop, hingga "Senchou jadi daritadi loe teriak – teriak dikamar mandi?"Tanya Naruto dengan tampang aneh. "Ah gitu deh aha, gue ketiduran tadi pas gue ke kamar mandi karena mules."jawab Pain dengan cengengesan. "Haaa jadi kita dari tadi kenapa ngegedorin nih kamar."ujar Gaara dengan muka cengo.
"Senchou pakai celana muuuuu."teriak Sasuke melihat penampilan Pain yang keluar dari kamar mandi hanya memakai kaus tipis saja. "Ahaa sory deh Sasu chan, gue emang udah pw begini."Pain cengengesan terus bawaannya. "Ahaa lebih baik loe bertiga buruan siap – siap, udah jam 6 loh."sambung Pain berjalan ke kamarnya. "Ah ya hamper lupa."ucap Naruto lari kekamar dan keluar kembali membawa peralatan mandi. Sasuke dan Gaara pun melakukan hal yang sama.
"Maa senchou kun, mimpiin gadis mu lagi ya?"tanya Obito dengan kamera bertengger di tangannya. "Aha, begitulah."jawab Pain pendek. "Gak bisa dilupain ya, mau lihat fotonya, gue ada nih."tawar Obito dengan menyodorkan kameranya. "Gak usah deh, simpan aja dulu."tolak Pain. "Tenang, loe pasti bakal ketemu lagi dengan dia."ucap Obito memberi semangat.
Samar – samar gak samar – samar sih, terdengarlah nyanyian kamar mandi, dan kali ini suara Gaara yang terdengar. Dengan keras Gaara menyanyi lagu yang kata dia cocok dengan kondisi dia.
Gak tau kenapa darimana asalnya
Selera mesum ku terhadap wanita
Tercipta agak sedikit berbeda
Dimana ku melihat gadis SMA
Burung ku berkicau hanya biasa aja
Tapi kalo ngeliat tante – tante
Suka pengen langsung keluar dari sarangnya
Sakura Haruno Ino Yamanaka tak membuat otak cabul ku aktif seharian
Tapi hati ini gimanaaaaaaaaaaa gitu
Kalo udah ngebayangin Tsunade Senju dan Mami Konan
Yah seperti itulah sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan oleh Gaara dengan suara merdunya yang membuat nenek – nenek tua menjadi muda kembali. "Nyanyi loe lagu itu mulu loe Gaar."komen Sasori dari luar kamar mandi yang menunggu giliran mandi. Dan tak lama keluar lah Gaara dengan handuk melilit dipinggangnya dan tangan nya membawa gayung berisikan alat mandi milik Gaara.
"Haa gimana gue aja napa, tuh kan lagu gue banget."ucap Gaara ngeloyor naikin tangga menuju kamarnya. Dan Sasori pun masuk kekamar mandi dan tak lama terdengarlah nyanyian kamar mandi kedua. Kali ini Sasori menyanyikan lagu yang menurut dia sesuai dengan dirinya juga.
Gak tau kenapa darimana asalnya
Selera mesum ku terhadap wanita
Tercipta agak sedikit berbeda
Dimana ku melihat gadis SMA
Burung ku berkicau hanya biasa aja
Tapi kalo ngeliat anak – anak kelas 2 SMP kebawah
Suka pengen langsung keluar dari sarangnya
Sakura Haruno Ino Yamanaka tak membuat otak cabul ku aktif seharian
Tapi hati ini gimanaaaaaaaaaaa gitu
Kalo udah ngebayangin Hanabi dan teman – temannya
"Haa asem loe Saso, itu mah sama aja lagu gue, cuman loe rubah aja liriknya, sialan loe."komentar Gaara dari luar saat mendengar nyanyian Sasori. "Abisnya tuh lagu gue juga Gar."balas Sasori dari dalam. "NaruSasu loe pada mau barengan gak. Gue jam pertama ada Asuma nih, jadi loe berdua buruan."teriak Gaara sambil menalikan sepatunya. "Iya gue bareng dah, Sasu chan juga."ucap Naruto keluar dari kamarnya dengan seragam yah gak rapih seenggaknya gak kayak dichapter pertama. "Jangan panggil gue dengan panggilan menjijikan gitu napa, geli gue dengernya."sewot Sasuke yang keluar juga dari kamar nya. "Maa Naru kun, gue pinjem motormu ya, gue ada order nih di SD daerah Suka Maju."pinta Obito pada Naruto dengan membawa kameranya dan dengan pakaian rapih dengan tetap Google yang bertengger di kepalanya. "Ok dah, nih kunci nya."Naruto nyerahin kunci motornya. "Dobe ayo buruan, udah mau telat."teriak Sasuke.
"Maa senchou mau keliling lagi kah?"Tanya Obito ngeliat Pain keluar kamar dengan pakaian lumayan agak rapih. "Yah gitu dah, doain aja ya, moga hari ini gue dapet kerjaan."ucap Pain dengan suara agak serak. "Kau kenapa senchou, keinget Sam chan mu itu ya."goda Obito dengan senyum aneh."Haah kau tau kan dia gadis gue yang paling gue sayang, sampe karang juga deh."Pain bermuka sedih. "Yaudah lah, yuk barengan keluarnya."ajak Obito dengan cengiran super lebar.
Konoha High School jam istirahat.
Kantin KHS, adalah sebuah tempat dimana para anak – anak murid siswa – siswi KHS mengisi tenaga mereka. Setelah lelah dengan pelajaran – pelajaran, setelah berolahraga maupun setelah dihukum guru. Dan ternyata Pak Kepsek KHS Hiruzen Sarutobi telah melakukan survey terhadap siswa – siswi KHS tentang tempat favorit mereka di KHS ini, dan peringkat pertama adalah Kantin disusul oleh Perpustakaan dan disusul kembali oleh WC KHS (anak – anak KHS suka ngumpul di WC juga). Termasuk bagi keempat penghuni Akatsuki kost yang menjadi siswa KHS ini.
"Kan udah gue bilang Gaa-on, harus nya loe kuadratin dulu tuh bilangan trus dikali dan dibagi dengan hasil dari soal sebelumnya lalu loe bagi lagi perbilangannya."jelas Sasuke pada Gaara yang tadi telah ulangan Matematika dikelasnya. Gaara yang ngedengerin penjelasan itu pun manyun dengan indahnya yang membuat Kurenai sensei yang kebetulan lewat dikantin buat beli bakwan blushing berat (nah loh kan). "Haa iya gue udah ikutin tuh kayak cara loe tuh, tapi kok hasilnya beda ama yang loe lakuin sih."ucap Gaara dengan frustasi karena tadi dia dibuat pusing ama tuh rumus. "Makanye loe tuh harus lebih asah lagi tuh kemampuan loe tuh."ujar Sasuke dengan sombongnya. "Haa bae biar lah, gue emang males ma matematika, enakan ngurusin akuntansi dah."ujar Gaara dengan lirikan mata melihat Shikamaru yang tertidur.
"Woy nih dah, lagi antri tuh, ntar dianterin ma Ayame neechan."kata Naruto yang baru selesai mesen makanan buat mereka berempat. "Ok dah, loe mesenin gue yang tomatnya banyak kan Dobe."ucap Sasuke mastiin pesenennya. "Yaya, gue hafal betul dah makanan loe."jawab Naruto duduk disebelah Shikamaru. Saat menunggu pesanan mereka, tanpa disengaja mereka mendengar obrolan anak – anak adik kelas mereka.
"Eh eh, loe tau gak, manga baru buatan KB, beh seru loh gue ketawa mampus baca tuh manga."ucap siswa pertama. "Oh itu ya, manga yang ada kata – kata kayak nyanyi ngerape dari tokoh utamanya."kata siswa kedua. "Hooh bener tuh, mantep kan. Gila gue dimarahin kaasan gue gara – gara gue ketawa malem – malem. "kata siswa pertama lagi.
Ketiga anak Akatsuki kost ini pun agak cengo mendengar kata mereka. "Ah manga, kata – kata kayak nyanyi ngerape."Naruto berujar dengan muka seperti gak percaya. "Loe ngerasa gak kayak punya siapa tuh cerita."sambung Sasuke. "Nick nya gak asing banget dah KB."sambung Gaara."Kok pada heran gitu, Bee kan udah ngeluncurin cerita pertama nya di manga indie 3 hari kemaren."ujar Shikamaru dengan mulut menguap. "Haa kok dia gak ngasih tau kita – kita.?"Tanya Gaara pada Shikamaru. "Oh katanya ntar aja, Bee lagi sibuk nulis ampe belum keluar kamar dari 2 hari kemaren setelah liat komentar anak – anak manga indie tentang manganya ditanggapi positif."jawab Shikamaru.
Mereka pun tanpa sengaja mendengar obrolan 3 orang cewek, yang membicarakan rambut mereka. "Eh tau gak, rambut gue kemaren ditata ma Deidara chan dari salon Beauty kemaren."ucap cewek pertama yang memamerkan rambut indahnya. "Oh penata rambut dari salon itu ya, yang natanya cantik banget kan."tanya cewek kedua. "Iya."jawab cewek pertama singkat. "Oh, kakak gue ampe keranjingan terus – terusan ke salon itu buat nata rambutnya sejak rambutnya ditata waktu pernikahannya oleh penata rambut itu."kata cewek ketiga.
"Kayaknya, bakal ada 2 orang teman kost kita yang terkenal nih."ujar Sasuke dengan anggukan ketiga sahabatnya.
Beauty Salon
"Hacthi, ew ekye bersin deh."ujar seorang er laki – laki berambut kuning panjang sedang memegang gunting. "Kenapa Deidara chan?"tanya kliennya yang sedang ia urus buat dirapihin rambutnya yang panjang. "Eh ekye juga gak tau deh, kayaknya sih ekye ngerasa dibicaraiin gitchu dah, hihi, ekye kan terkenyal."ujar Deidara dengan suaranya yang dibuat seperti perempuan. "Eh terkenyal?Apanya Deidara chan?"tanya gadis tersebut. "Maksud ekye terkenal gitu deh boo, masa gitchu ja gak tau sih. Hihi, sekarang keramas dulu."Deidara berjalan meyiapkan alatnya.
Akatsuki Kost
"Aw yeah, gue merasa dibicarakan dah. Kuping kanan ku aw yeah berdengung dengan tiba – tiba baby."Bee teriak – teriak didalam kamarnya. Ia pun keluar kamar sejak ia mendekam 2 hari dikamar untuk mengerjakan manganya. "Yo, Om Bee, Konbanwa."ucap suara seorang anak kecil memanggil nama Bee. Bee melirik ke bawah dan melihat nya. "Oww you sudah pulang BEBE, dan yang benar itu konichiwa bukan konbanwa BEBE."ucap Bee ngerape pada anak itu. "Yoyoyoy, Om Bee."balas anak itu ngerape. "Bebe, berarti ah Mami dah balik dong yeah?"tanya Bee pada tuh anak. "Yaw om Bee, Mama udah ada, tuh didepan lagi istirahat."jawab anak itu.
Studio Musik Sering Makmur Konoha
Terdengar alunan melodi gitar yang dimainkan secara asik (?), dan terdengar sebuah suara vocal dari sang vokalis merangkap sebagai melodi dan rythem ini tersebut yang diiringi gebukan drum dan petikan bass.
Kelly doesn't know that I'm an evil genius
With a sidekick dog named grover cleveland.
And she'll never know that
We can take over the world
With cyborg robot squirrels.
Yap suara nya memang suara si Baby Face Sasori dengan grup bandnya Satetsu. Satetsu adalah band indie yang dibentuk Sasori 2 tahun lalu. Dengan personil yang 3 orang ini, mereka menjadi band yang lumayan dikenal di Konoha. Tidak banyak dan tidak sedikit juga tawaran manggung kepada mereka, entah acara sekolah atau acara ultah juga acara pernikan. Besar kecil nya honor, bagi mereka tidak masalah, yah karena pada dasarnya mereka dari orang – orang yang serba berkecukupan. Apalagi si Sasori, berasal dari Akasuna keluarga yang masih berikatan darah dengan Sabaku yang tidak kalah kayanya.
'Cause I've been looking for an evil genius
With a sidekick dog named grover cleveland
And now that I've found you
We can take over the world
With cyborg robot squirrels.
With cyborg robot squirrels.
Sasori mengakhiri nyanyiannya diiringi gebukan drum dari Darui yang digebuk dengan lembut. "Ok dah, lumayan juga nih, loe udah bagus gebukannya Darui."ucap Sasori mengomentari permainan drum dari Darui.
Darui
Umur 19 tahun
Warna Rambut Putih
Warna Mata Kuning
Laki – laki berkulit hitam, anak pengusaha sukses di konoha
"Haha, thanks Sasor, gue latihan semaleman tadi malem di kamar mandi bawah ngegebukin ember – ember buat cucian ampe bolong – bolong."kata Darui membuat Sasori drop ditempat. "Loe enak, loe yang ngancurin gue yang disuruh beli lagi."ujar cowok berkulit hitam satu lagi. "Gomen gomen, gue kan lakuin ini buat kita sukses juga."ngeles si Darui.
Omoi
Umur 18tahun
Warna rambut putih
Warna mata hitam
Laki – laki berkulit hitam seperti Darui, dianggap adik oleh Darui karena Omoi anak almarhum pembantu di rumah Darui.
"Lagian gak beda jauh juga ama loe yang ngebetotin tambang jemuran di belakang."ejek Darui membuat Sasori drop kembali. "Ah kan mirip senar bass tambang jemuran dibelakang rumah tuh."elak Omoi. Dua orang yang selalu membuat Sasori drop dan heran dengan mereka berdua."Ah oi, ayo latihan lagu berikutnya lagi."ajak Sasori dan ditanggapi oleh mereka dengan kembali ke posisi masing – masing.
Perempatan Sering Makmur
Obito yang telah selesai melaksanakan tugasnya yaitu motretin kegiatan di SD tadi, sedang beristirahat menikmati es kelapa muda. Dengan senyuman nya saat minum ini, membuat beberapa pejalan kaki bergender wanita menganga, pasalnya senyuman Obito itu sangat bagus begitu lah dan indah dipikiran para wanita. Obito pun memalingkan kepalanya ke kanan dan ia melihat sesuatu yang membuat dia bergetar, tertarik dan ingin mengahampirinya. Ia pun berjalan kea rah yang ia lihat tadi dan "Cantik."ujar Obito takjub pada seorang gadis dihadapannya. "Hah."heran gadis didepan Obito itu."Sungguh cantik, sempurna, sangat sangat sangat sempurna."Obito berkata kembali dengan mata berbinar – binar. Perkataan Obito telah menimbulkan suatu reaksi persemuan merah pada gadis itu. "Bolehkah aku men…. "belum selesai Obito bicara sudah dipotong. "Tidak, kau bercanda, kita bahkan baru bertemu selama beberapa detik dan kenal aja belum, mana ada orang langsung mengajak pacaran."tolak gadis tersebut.
"Maa, maaf kita baru bertemu 30 detik lalu dan namaku Obito Uchiha seorang fotografer dan aku bukan mengajakmu untuk berpacaran tetapi bolehkan aku memotret dirimu yang indah ini."jelas Obito sekaligus meminta izin memfoto gadis tersebut. Hal ini membuat sang gadis bertambah merah, salah faham begitu. "Ah maaf sudah salah sangka pada err tadi siapa namamu?"tanya Gadis tersebut. "Maa Obito Uchiha, fotograper."ucap Obito dengan senyuman yang cerah sekali membuat gadis itu blushing lagi dan lagi. "Ah maaf saya sudah dipanggil tuh, permisi."ujar Gadis tersebut buru – buru. "Ah, tunggu."ujar Obito mau mengejar tapi dicegah oleh "Maaf mas, uang es kelapa mudanya belum dibayar."ujar si abang penjual es kelapa muda. "Maa maaf lupa."ujar Obito tersenyum atas dirinya yang lupa membayar. "Hmmm gadis manis menarik, perfect dah. Ketemu lagi gak ya."pikir Obito
Jalan menuju Akatsuki kost
"Akh sulit banget, gak dapet kerjaan lagi."Pain berujar dengan lesu. Ia baru pulang dari nyari kerja kesana kemari, tapi tetap tidak dapat pekerjaan (yah nasib loe jadi pengangguran tuh Pain). Ia pun terus berjalan melewati jalanan sepi dan tanpa sengaja ia melihat hal yang tidak terduga (baginya), apakah itu. Bukan – bukan uang yang dia lihat ataupun seorang bos perusahaan besar nawarin kerjaan pada Pain melainkan "Yagura loe ngapain dipojokan gitu ma cewek bohay 2 mahasiswi kayaknya nih."ujar Pain pada seorang bocah yang berdiri bersama 2 cewek bohay yang ketakutan. "Owaw, Senchou sini – sini deh gue lagi ngelindungin kakak – kakak ini dari preman itu."teriak bocah Yagura pada Pain yang berjalan kearah mereka. "Hah preman mana?"tanya Pain dan ia melihat 3 orang sedang berdiri dihadapan Yagura dan 2 cewek bohay itu.
"Mau apa loe hoy, mau bantuin nie bocah ngelindungin cewek – cewek itu?"tanya preman 1. "Er iya, gitu deh haha."jawab Pain cengengesan. "Malah cengengesan loe minta dihajar, woy kalian keluarin senjata loe."ucap preman 1 pada 2 temannya yang ngeluarin pisau dari saku mereka. "Ne ne senchou senjata gue bagus kan inarizushinya."ujar Yagura pada Pain memamerkan sesuatu yang membuat 2 cewek dan preman – preman itu terdiam. "Wah loe gambarin gajah, bagus juga tapi nih liat punya gue lebih mantep Yagu."komentar Pain membuka celananya dan mengeluarkan senjata nya perangnya dan membuat 2 cewek bohay tersebut menjerit."Wuih senchou biar gede gitu gimana caranya?"tanya Yagura. "Loe masih kecil tau, tar udah gede gue ajarin deh."jawab Pain yang membuat sekitarnya berpikir ini cowok dewasa kurang ajar banget ngajarin hal begitu ke anak kecil.
"Woy loe ngapain malah ngeluarin barang loe hah."tanya Preman 2. "Kan kalian semua bilang keluarin senjata ya, gue dan senchou ngeluarin gitu loh. Hehe bagus gak punya Yagura wah wah."ucap Yagura dengan tawanya yang keras. "Bacot loe bocah, serang mereka."perintah preman 1. "Yagura, lindungin kakak – kakak cewek dibelakang ya, gue mau main – main ma mereka dulu."ujar Pain dengan santai ngelepas kemeja nya dan hanya tersisa kaos polos warna hitam ditubuhnya dan mulai bermain.
Plak Blek Bluk aw "Sialan", cih cuit "AHA" Dum Dum Dum Blaar. "Waw, senchou ok banget, jadikan aku murid mu."teriak Yagura. Pain pun berbalik dan "Kyaaaaaa besar."jerit dua Cewek bohay tadi. "Ehe, sory gue pake celana deh."ucap Pain memakai celananya. "Arigatou sudah menolong kami."ucap Cewek bohay pertama. "Ehehe, tidak apa sebagai ucapan terima kasih, kalian boleh kok telanjangin gue."ujar Yagura dengan tersipu – sipu. "Anak ini nyeremin."pikir 2 cewek bohay itu. "Heh Yagura, sudah ya, kami pulang kalian hati – hati ya."ujar Pain pergi beranjak pergi menyeret Yagura.
"Hoi Yagu, kalo loe dah ada dikost berarti mami dah balik dong?"tanya Pain sambil menggendong Yagura. "Hoho, mama ada dirumah lagi istirahat."jawab Yagura.
Hoshigaki Yagura
Umur 5 tahun
Warna rambut abu – abu
Warna mata Ungu
Anak dari pemilik Kost, yang nakal minta ampun. Keahlian dapat memperdaya orang dewasa.
Akatsuki Kost sore hari menjelang maghrib
Para penghuni kost Akatsuki sedang santainya, ada yang sedang makan gorengan ada yang sedang minum ada yang sedang adu mulut ada yang sedang bermusik. "Hei Deidara belum balik ya?"tanya Sasori pada mereka. "Belum sepertinya dia sedang laris tuh, salon nya pasti rame, dia ampe dibicarain di skula tadi."jawab Sasuke sekalian ngasih tau berita?. "Woo mantep juga, dia jadi tambah duitnya dong, gue minjem duit ah."ucap Shikamaru.
"Maaf permisi."teriak suara permisi dari luar Akatsuki kost. "Sasu buka gih."perintah Sasori. "Kok gue, loe aja sana."tolak Sasuke dengan keras. "Loe paling deket banget ama pintu keluar, so loe yang bukain sana."Sasori masih memberi perintahnya. "Cih iya – iya."Sasuke berdiri menuju pintu keluar. "Maaf pak kalo minta sumbangan jangan jam seg, ah Deidara kenapa loe." Teriak Sasuke didepan pintu saat melihat bapak – bapak polisi kayaknya bersama Deidara yang luka – luka. "Ah hai Sasu, terima kasih pak sudah nganterin, ntar ekye temenin deh."sempet – sempetnya lagi luka gini juga bilang gitu.
Deidara pun dipapah oleh Sasuke menuju kamarnya, di dalam kost penghuni lain langsung histeris tuh. "Haa Dei loe kenapa, udah kayak banci digebukin preman."teriak Gaara dari atas sambil turun kebawah lari lewat tangga. "Emang bener, ekye dikeroyok preman di depan perempatan sana."ucap Deidara kesakitan. "APAAAAAAAAAA."ujar lainnya.
BLAM, TrekTrek Trek (suara sound efek pengetikan ) TBC
"Aha, udah gue kira gue pasti disuruh buka celana mulu." gerutu Pain soalnya dia buka celana mulu didepan umum lagi didepan cewek bohay lagi.
Err ok dah sory Mata melingkar, ehh thanks banget buat Orihime, aha sedikit nya paling iya dari kisah kami yang anak kost, tapi kebanyakan bkan kisah nyata.
Thanks yang udah ngereview fic nista kami, yah kami bener benar bener tersanjung banget. Maaf untuk Dei yang merasa tersinggung mungkin karena Deidara kami giniin. Gak kok sih, kami bukan gak suka Deidara, cuman pengen aja buat dia jadi gitu ah diakhirnya gak bakalan begitu dia nya kok.
Ok dah berhubung batere lappi victoria kami mau abis lagian nie WP udah serem lantaran pada balik, kami undur diri Thanks untuk kaliab semua readers dan para senpai sekalian. Please Review again ya, saran nya, ok Ja mata ASHITA.
