Chapter 4..~~~! *bingung judulnya appa… ==''*

Horee! Setelah melewati berbagai tugas di sekolah, akhirnya chapter 4 update juga.. o

mana harus ikut pemantapan lagi..=="..emang susah kalau sudah kelas 3 smp ya? T.T.. udah ceritanya gaje..lebay..bla-bla-bla..

mohon maaf ya minna.. w

okkelah..dari pada nyeritain hidupku..mending baca kelanjutannya..


"hoi..! kamu gak apa-apa kan Kalluto..?" Killua menguncang-guncangkan badan Kalluto yang berdiam seperti patung. "?... Kalluto? Kamu gak jantungan-kan?" Killua masih saja iseng menjahili Kalluto. *yang iseng author pa Killua?*. "ah..kamu kayaknya terkena gejala-epilepsi..okelah kalau begitu..aku duluan ya! Salam buat ibu, kakak, ayah, kakek ya! Oh ia..sama si gendut Milluki.. ok sampai jumpa Kalluto!" Killua berlari menjauhi Kalluto.

"genderku terkuak..genderku terkuak..genderku terkuak.." Kalluto *author tersenyum puas* "ok..kakak..! T T.D J. ya..!" Kalluto dengan lemas melambaikan tangannya.

"hah? Apaan tuh T T.D J? " Killua bingung.

"jiaahh..kakak gak gaul! *author dicambuk killua* XD, T T.D J itu haTi-haTi Di Jalan!" Kalluto dengan kesal menjawab kakaknya yang iseng itu.

"hooo..~~~ ya.. terserah deh kamu mau ngomong apa..yang penting aku menang doo~ng sama pertarungan kita tadi..!" X33

"hih! Menang apanya? Dasar kakak sialan!" Kalluto mengutuk-ngutuk Killua.

Killua berjalan riang melewati koridor yang panjang. Ia puas sekali setelah menjahili Kalluto habis-habisan. Sekarang ia harus menemukan teman-temannya, killua pun mengeluarkan hp kecoa andalannya.*hi…author lari ketakutan coz takut kecoa*. Ia mau menelepon Gon

[..trrrt…trrt…trrrt..Klik!]

"Gon! Kau dimana?" Killua teriak-teriak di handphone,

"duuhh! Killua ini bukan waktu yang tepat untuk meneleponku..!"

"kau dimana? Biar aku yang kesana..!"

"aku di lantai 3,,!"

"ok!" Killua menutup handphonenya.


"Leorio! Sadarlah!" kurapika terus menampar Leorio yang sudah babak belur dari tadi.*author dibanting ma kopernya leorio*. "Sial! Gon kamu tak apa-apa?" Kurapika terus menangkis serangan Leorio.

"ya..begitulah aku tak apa-apa kuq!" Gon juga menangkis serangan senritsu dan Neon,

PLUKK..Seruling Senritsu jatuh dari bajunya, Kurapika yang melihatnya langsung berlari dan memungutnya.

"Dulu..senritsu pernah membuatku tenang dengan ini..semoga saja aku juga bisa.." Kurapika mencoba menahan nafas dan meniup seruling itu. Gon yang melihatnya berdecak kagum. Ia kaget Kurapika lebih terlihat seperti Kabayan dari jawa barat ketimbang seorang blacklist hunter,*author di cekik kurapika*

"waah..kurapika hebat.." gumam Gon.


GAME OVER

Shanalrk lesu, "huu..cepet banget aku kalah..ya..terpaksa deh membantu machi-san.." Shanalrk berjalan pelan menuju lift ke lantai 3.


"GOOONN!" suara nyaring Killua memenuhi lorong lantai 3. "GOONN! KAU DIMANA?".

"berisik bocah!" suara serak-serak basah menjawab suara nyaring Killua.

"ka..kamu.!" Killua melompat mundur ke belakang.

"kenapa? Kau takut padaku, bocah?" machi dengan sigap mengeluarkan benang-benangnya.

"MACHIIIII-SAAAANN!" kali ini Shanalrk yang teriak-teriak. Ia berada di lorong yang sama dengan mereka.

"BERISIK! Teriak-teriak aja kau dari tadi!" Machi marah-marah,

"hee.. :p maaf..maaf..aku kan kesini mau bantu machi-san.." *blushing* shanalrk memainkan jari-jarinya.

"? Apa sih? Kamu bukannya ngebantuin! Kamu malah nyusahin!" kata machi sambil berkacak pinggang.

"eeuumm…..MACHI-SAN , JAAHHAATT!" Shanalrk nangis…=="

"BWEEEHH..TIPE SHIZUKU NIH KALAU BEGINI…" machi bergumam pelan.

"kalian… jangan ngobrol terus! Bocah ber-uban ini hampir saja kabur! *author ditampar killua* kali ini si rambut dikucir nimbrung. "rupanya kalian mengejar kami lagi..khu..khu.." Nobunaga mencekik Killua keras.

"uukhh.." Killua terus meronta.

"hei bocah! Mana temanmu yang bertipe kyouka itu? " belum saja Killua menjawab,

"AKU DISINI!" Gon dengan kerennya maju kehadap mereka.

"Gon!" kata Killua senang. Nobunaga yang melihatnya jadi semakin jengkel, ia mencekik Killua lebih keras lagi.

"jangan senang dulu bocah.." Nobunaga memperlihatkan pedangnya.

Kurapika yang membenarkan posisi Neon yang pingsan, entah kenapa ia merasa cemas terhadap Neon.

"eum..Kurapika?" Leorio bangun, ia memegang wajahnya. "kenapa wajahku babak belur begini?",

Kurapika yang melihatnya memalingkan wajahnya..ia malu, kalau dialah yang menampar Leorio sampai begitu..XD

"apa yang terjadi sih Kurapika?" Leorio mengulang kembali pertanyaanya.

"a..aku pusing.." Senritsu juga bangun.

"kalian istirahatlah dulu.." Kurapika berdiri, "Leorio! Tolong jaga mereka ya!" Kurapika langsung berlari meninggalkan Leorio dkk.

"hei..hei! tunggu dulu! Kau mau kemana? Kau belum menjawab pertanyaanku Kurapika!" Leorio mengeluh, lalu ia menoleh ke Senrisu sekarang.

"mau merawat mereka bagaimana? Tubuhku saja babak belur.." Leorio terus menggerutu.


Haahh.. kuq kayaknya semakin sini semakin dikit ya humornya..padahal Genrenya kan Humor..==" oh ia.. kayaknya makin gaje n keluar jalur..

hwaa! gimana donk? *nangis atau apa nih?*

Gomenne ya semua.. coz gak ada humornya kayaknya.. makin gaje.. maaf..maaf.. aku juga merasakannya kuq! huhuhu.. *meratapi nasib*

Ok deh..silahkan reviewnya..^^ *pasrah*