CHAPTER 5 UPDATE!

yowisss...berjam-jam aku ngetiknya..hahahha.. *error mode on*

sepertinya semakin sini humornya benar-benar gak ada!jadi aku ganti genre-nya deh... =="

mohon maaf jika ada kata-kata yg kurang dimengerti, bahkan gaje, lebay..dll... aku memang baru pertama di fandom ini..huhuhu.. TT^TT

kurakuta: maaf! gak bisa bales lewat fb..aku males membalasi mu? hehehhe... bikin akun disini atuh! cape aku bales reviewmu di DM! WAJIB BIKIN! *maksa*

==' oke deh..seperti biasa selalu ngawur...nah baca z ya kelanjutannya.. :D


Kurapika terus berlari..entah apa di pikirannya, tapi ia berniat untuk menyusul Gon.

Sementara itu, Kedudukan berpihak pada Nobunaga dan teman-temannya.

"2 lawan 3" kata Nobunaga bangga,

"kalian tak mungkin menang bocah.." kata Machi besar kepala juga. *author di cekek*

"matilah yang tenang di tangan kami.." Kata Shanalrk dengan gayanya yang khas sambil mengeluarkan Black-berry andalannya (hah?).

Killua dan Gon terdesak, keringat mereka bercucuran karna takutnya.

"3 lawan 3.." Kurapika tiba-tiba ada di samping Gon.

"Kurapika! Untung kau disini!" Killua senang dengan kehadiran Kurapika, tapi Gon tidak.

"Kurapika..bagaimana dengan keadaan Leorio dan yang lainnya?"

"..mereka baik-baik saja" Kurapika mengeluarkan pedang tantonya yang dahulu kala.

-tunggu..kenapa Kurapika menggunakan senjata itu? Kemana rantai-nennya?

Gon melihat Kurapika dengan bimbang. Sejenak saat bersamanya tadi-di ruangan yang saat mereka dijebak, ia melihat Kurapika baik-baik saja, tapi sekarang…sepertinya tidak.

"Jangan senang dulu bocah..hei kau si pengguna rantai..ah bukan , Kurapika..meskipun kau memakai senjata yang berbeda..tapi kau tetap si pengguna rantai.." Nobunaga mengeluarkan pedangnya.

Gon melihat pertarungan ini dengan serius. Apakah karena Kurapika tak mau diketahui –bahwa ia adalah si pengguna rantai..? sehingga ia menggunakan pedang tantonya lagi? , Gon terus melamunkan hal ini.

"aku..akan menjadi lawanmu bocah rantai.." Nobunaga mengeluarkan En-nya. Kurapika tetap tidak bergeming.

"kalau aku yang berambut putih ya..^^" Shanalrk dengan entengnya menantang Killua. Killua merasa senang. Sepertinya pertarungan ini ada di pihaknya.

"aku si jabrig kalau begitu..fufu..jika kuambil kepalanya..pasti Hyosoka akan senang.." Machi dengan sigap mengeluarkan benangnya.

"tunggu..itu tidak adil.." Fhinks menghancurkan lamunan Gon. "Mereka ini bukan orang biasa..bagaimana jika kita berempat yang melawan mereka sekaligus?"

"boleh juga.." Shanalrk polos menerima tawaran Fhinks.

"hm….m.." Machi masih berpikir, "terserahlah.."

"aku tak mau.." Nobunaga dengan tegas menolak ajakan Fhinks. "-dia mangsaku..aku tak mungkin melepaskannya."

"terserah kau lah! dasar bodoh..!" Fhinks menggaruk-garukan kepalanya. Nobunaga marah karena telah di sebut bodoh.

"apa? Tarik kata-katamu barusan!" ia mencekik Fhinks.

Kurapika tanpa pikir panjang ia berlari cepat ke arah Nobunaga, dan ia memotong lehernya. Darah mengucur deras di kepala Nobunaga. Killua dan Gon kaget, karena..ini tak biasa..

"KURAPIKA!" Gon tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya kali ini..Killua begeridik gemetaran. Ia takut masa lalunya berulang kembali..

Kurapika tak menghiraukan panggilan Gon, ia malah mengasongkan pedangnya pada-Fhinks.

"majulah.."

"cih..kau sok jago ya? Rasakan!" Fhinks mengepalkan tangannya dan ia siap untuk menonjok Kurapika, Kurapika bukannya menangkisnya ia..memotong tangan Fhinks. Lalu ia memotong kepalanya juga..sehingga Fhinks tak bisa bangun lagi..

"ADA APA DENGAN MU KURAPIKA!" Gon marah kali ini, ia menyeret Kurapika mundur. Killua menunduk, keringat dinginnya bercucuran, sambil gemetaran ia memalingkan wajahnya dari semua darah yang mengalir itu..

"Kamu ini kenapa Kurapika? Sadarlah!" Gon mengguncang-guncangkan badan Kurapika. Yang mau disadarkan malah tersenyum sinis. Ia mengacungkan tangannya pada –Machi.

Machi yang memang hendak meyambungkan kembali tangan Fhinks, beserta kepalanya, terdiam. Ia mendengar suara rantai yang beradu dengan kemarahan..dan sumber suara itu dekat sekali dengan dadanya-ah..bukan tapi jantungnya. Machi tersungkur..darah segar mengalir lewat mulutnya.

Gon yang memang bingung setengah mati berusaha untuk menyadarkan Kurapika. –ia tak mau melihat Kurapika bertarung dengan mereka lagi.. Gon melihat Killua untuk beberapa saat, ada apa dengan semua teman-temanku?

Kurapika tertawa mengerikan. Aliran detak jantungnya tak beraturan. Mukanya pucat, matanya? Tidak lain dan tidak bukan, merah, ia seperti dirasuki oleh sesuatu. Oh..ada apa denganmu Kurapika?. Gon meninggalkan Kurapika sejenak, ia mau menenangkan Killua dahulu. Gon berlari-lari kecil menuju Killua.

Killua yang dihampiri Gon bukannya tersenyum..tetapi ia malah semakin ketakutan..

"Go..on..?" Killua terbata-bata menunujukan sesuatu.

Gon menoleh ke arah yang ditunjukan Killua, Oh! Kurapika berulah lagi..!

Shanalrk terbaring lemas, ia baru saja dipenggal oleh Kurapika.

Mahluk Setengah Malaikat..Setengah Dewa Kematian..

Kurapika terkekeh sendiri..ia jadi-Gila, Gon hendak menyusul Kurapika lagi, tapi ia dicegat oleh Killua.

"tetap disini…." Killua memegang tangan Gon, seakan Killua tak mau kehilangan Gon. "temani aku disini gon…" Killua memohon. Gon jadi bimbang..apakah ia harus menemani Killua atau malah menyelamatkan Kurapika?

"Killua..kau kenapa?" Gon dengan lembutnya menyentuh dahi Killua. Apa boleh buat, ia harus menemani Killua dahulu.

Killua senang. "aku takut…kenangan ku yang dulu.." Killua sedikit gemetar mengucapkannya. Gon mengangguk mengerti. "oh.." Gon pun mengusap-ngusap rambut Killua.

"tenang saja..selama ada kami disini..kau akan baik-baik saja Killua.." gon berusaha senyum semanis mungkin. Killua sedikit bisa mengatasi ketakutannya. Ya..ia selalu terlihat lemah jika tak ada Gon disampingnya.

"Kita harus menyelamatkan Kurapika.." kata Killua akhirnya.

"itu kata yang kutunggu-tunggu darimu.." Gon membalasnya.

Killua dan Gon pun menghampiri Kurapika yang berdiri seperti patung di hadapan semua mayat.

"kurapika.."

Kurapika tersadar kembali..ia mundur beberapa langkah..menjauhi Gon dan Killua yang berada di sampingnya,

"a..apa yang terjadi barusan?" Kurapika gemetar. Ia melihat mayat Gen-ei Ryodan yang besimpahan darah di lantai..

"aku yang melakukannya?..." Kurapika mencoba untuk menjelaskan Sesuatu, Gon dan Killua saling mengangguk-nganggukkan kepalanya.

"tak..tak mungkin..aku melakukannya..tak mungkin aku..!" Kurapika terus berjalan mundur, ia seperti sudah melihat setan. Gon dan Killua bertatapan bingung.

Kurapika yang sudah kehilangan akal sehatnya, ia berlari menjauhi Killua dan Gon. Ia..ia..berlari terpincang-pincang..berlari terseok-seok...seakan melihat sesuatu.

Bau ini...

DARAHH!

Gon dan Killua hanya bisa diam..mereka semua bingung setengah mati.

ADA APA DENGANMU KURAPIKA?


Hyyaaa! makin sini semakin kayak cerita berhantu! *author gemetar*

nah, silahkan reviewnya..^^