CHAPTER 6!

Saat yang paling ditunggu-tunggu ma aku.. :D.. ya.. meskipun kuakui..ceritaku ini hampir terbongkar? *kesel ma kurakuta* :

Huufft..==".. setelah menghabiskan waktu entah berapa lama aku mengetik di laptop akhirnya beres juga.. *applause*

padahal di skul aku kebanjiran order pr n tugas.. *wahhh curcol nih..wkwkwkkw*

*author menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya dari bawah*

*semua orang langsung siaga 1..*

*guna mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, semua audience menutup hidung*

(iyalah! masa nutup mata?)

Dari pada makin gaje..nah..baca deh lanjutannya..^^

Tapi yang pasti ini cerita berubah drastis..dari cerita ber-genre humor menjadi cerita misteri.. medh menikmati za yak.. ^^"

1 lagi..seperti biasa ke-khasan ku ialah memotong-motong cerita *khas apa emang kebiasaan?* jadi maaf law gak nyambung, gaje, kurang jelas, aneh dan seterusnya..

okeeehh..jangan berlama-lama..

cekidot


Gon dan Killua berlari menyusul Kurapika.

Aneh… kurapika kan tak bisa berlari secepat ini? Kenapa ia begitu cepat meninggalkan kami..?


Leorio terus memainkan jarinya, "Bosaann! Mereka lama sekali!".

Senrisu yang melihatnya hanya bisa tertawa kecil, "susul mereka saja-lah..", yang dijawab malah membalas cemberut.

"kau gila? Aku tak bisa nen! Bagaimana kalau ada sesuatu yang terjadi padaku?"

"meskipun kau tak bisa apa-apa, tapi kau lebih menghawatirkan mereka kan? Aku tau dari detak jantungmu.."

Leorio terdiam. "ta..tapi.."

"sudah..susul mereka..biar nona Neon denganku saja, Leorio dengan ragu berdiri. Ia merapihkan bajunya.

"Kau yakin tak kan ada apa-apa?" ia kembali bertanya.

"tentu..susul-lah mereka.." Senritsu tersenyum, lalu Leorio meninggalkannya..dan ia melambaikan tangannya. "Hati-hati.."


Kurapika merasa cape luar biasa..ia menengok ke belakang. Aneh..kenapa Gon dan Killua tak bisa mengejarku? . Bukannya ia ingin bermain kejar-kejaran, tapi ia merasa aneh pada tubuhnya. "Ada apa denganku?" Kurapika beristirahat sebentar. Ia duduk di lantai karena merasa lelah.

Suara kaki terdengar jelas. Kurapika senang bukan main, Itu-pasti Killua dan Gon, tiba-tiba Tubuhnya berdiri dan bergerak sendiri lagi. Kumohon jangan! Kurapika terus berjalan lagi.

"Berhenti.." Kurapika mencoba untuk menghentikan kakinya dan tubuhnya. Tapi ia tak bisa. Kurapika pun kehilangan setengah kesadarannya, sementara itu tubuhnya terus berjalan ber mil-mil tanpa tau pemilik tubuhnya sudah cukup lama menutupkan matanya.

Bau ini..DARAH!

Sebuah ruangan pengap penuh bau darah dimana-dimana telah menunggu Kurapika. Bau darah yang sangat menyengat ini membuatnya tersadar..dan ia-mual.

"uugh.." Kurapika menutup mulutnya. Tubuhnya terombang-ambing, kakinya terus berjalan tanpa perintahnya. Tiba-tiba kakinya itu berhenti, Kurapika yang memang sudah lelah dari tadi tersungkur lemas. Ia mencoba tuk bangun, di matanya ada bayangan samar-samar seorang pemuda yang tersenyum melihatnya datang.

"Selamat datang..." Katanya lirih.

Kurapika mengucek matanya. Mungkin-kah ia bermimpi? Ternyata tidak. Ruangan itu nyata, dan pemuda itu pasti nyata juga.

"ada apa? Kau lemas?" pemuda itu menarik Jubahnya sehingga banyak Kelelewar yang keluar dari mantelnya.

Kurapika seketika itu ketakutan melihat kelelawar yang mengurubunginya, tetapi kelelawar itu-lah yang membantunya berdiri. Dan satu hal yang pasti..kelelawar itu-yang bau darah..

Kurapika kini berdiri tegap. Ia melihat pemuda itu jelas. Ya.. dia Kuroro-Lucifer. Pria bersalib-yang tampan dan berhati iblis. Kurapika tak mau melewatkan kesempatan ini. Ia menjadi tipe Tokushitsu sekarang, matanya merah..lebih merah dari pada biasanya. Dan dia cukup sadar sekarang.

"tunggu dulu..jangan penuh hawa nafsu seperti itu..ingatlah tujuanmu kemari.." Kuroro tersenyum sinis.

Kurapika cukup kaget dengan perkataan Kuroro. Bagaimana ia bisa tau tujuanku?, tapi Kurapika bersikap tenang, seolah semuanya baik-baik saja.

"..sok tau.." Kurapika mengeluarkan bandulnya. Ia mengerahkan seluruh nen-nya pada bandul itu.

Dan hasilnya..

Bandul itu tak bergoyang sedikit pun. Aneh!

Kurapika mencobanya lagi, wajahnya tetap tanpa ekspresi, tapi hatinya berkecamuk.

Nihil.

Bandul itu tetap tak bergoyang.

Kuroro yang terus memperhatikannya ia menghampiri Kurapika pelan.

"kenapa? Kau kehabisan kesabaran..? atau mungkin kau berpikir Judgement Chain-mu masih terlilit di jantungku?" untuk kedua kalinya Kuroro tepat menebak pikiran Kurapika.

Kurapika yang merasa terpojok, ia mundur pelan. Matanya merah bagaikan darah..dan tubuhnya gemetaran. Mukanya lebih pucat. Seketika itu Kurapika merasa ketakutan. Ya..ia takut mati.

"tidak mungkin..tidak mungkin.." Kurapika gemetar, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"apanya yang tidak mungkin? Tentu saja mungkin.. Jugdement-chainmu masih terlilit disini.." Kuroro memegang dadanya.

Kurapika terus berjalan mundur. "bohong! Kau bisa saja dengan mudahnya mencari orang yang bisa menghapus nen-ku dari mu? Jangan permainkan aku!"

Kuroro tertawa. "hahaha..mempermainkanmu? itu nanti saja, betul sekali ucapanmu itu ya? Ya benar aku mencari orang yang bisa menghapus nen-ku dari mu," Kuroro menghampiri Kurapika. "dan dia itu payah-"

"pa…payah?" Kurapika berkata pelan

"benar sekali..dia- payah. Aku mau meminta tolong bantuannya, dan ternyata ia sudah mati. Kau tau apa yang menyebabkan kematiannya?"

Kurapika bungkam.

"VAMPIRE….vampire-lah yang membuatnya mati, ia dihisap vampire sampai darahnya habis..khukhu.. tragis ya?" Kuroro tersenyum mengerikan, dan sepertinya ada sesuatu di mulutnya itu..

Kurapika tak bisa mundur lagi, ia sudah berada di dekat pintu, segera saja ia mencoba tuk membukanya. Tapi..

"mustahil..kau tak kan bisa kabur Kurapika.." kuroro menampakan taringnya. Sepertinya..sepertinya..ia VAMPIRE !. Kurapika pucat.

"Ini lah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh ku.."Kuroro sepertinya siap menerkam Kurapika. Kurapika ketakutan setengah mati. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Persaannya berkecamuk antara Benci dan Takut. Tapi ia dikalahkan oleh persaan takut..

Kuroro berada di dekat Kurapika sekarang, Kurapika mencoba tuk menyerang, tapi apa daya, sepertinya ia mempunyai kelemahan terhadap darah. Tubuhnya ia hanya bisa meronta.

"LEPASKAN!" Kurapika meronta sekuat tenaga, tapi Kuroro itu kuat sekali.

Kuroro dengan lembut memegang dagu Kurapika, wajah mereka dekat sekali.. *hei..hei..mau apa nih?* , Kurapika bersemu merah muda, tak disangka-sangka Kuroro berwajah tampan itu memeluknya dan memegang dagunya.

Tunggu dulu! Ini serangan batin!

Kurapika berusaha berpikir jernih. Ia mau mendorong kuroro, tapi sudah dibilangkan, kuroro itu kuat?

Kuroro tersenyum hangat, ia berkata pelan di telinga Kurapika. Suara nafas Kuroro di telinga Kurapika membuatnya berdetak kencang.

"meskipun kekuatan Nen-ku telah direnggut oleh mu Kurapika..tapi aku sudah menemukan kekuatan lain.." terdengar desahan suara Kuroro *author deg-deg'an sendiri*

"kau mau tau kekuatan apa itu? Kekuatannya hampir sama dengan kekuatan yang membunuh orang payah tadi…"

HAH? TUNGGU DULU..! pupil Kurapika mengecil,

Kuroro menjilati leher Kurapika *author tersipu-sipu malu nyeritainnya..*, ia memperlihatkan taring di mulutnya "khu..khu..khu…kekuatan itu adalah vampire…..dan kau akan bernasib sama dengannya…".

JRAAASSHH..! suara taring Kuroro menghisap darah Kurapika, Kurapika menahan sakit yang tertahankan..

"AAARRRGGHHHH.. !" suaranya hampir memenuhi seluruh bagian hotel,

Kuroro tersenyum dengan wajah kemenangan. Sambil menghisap darah Kurapika dengan semangatnya.

"Fufufu….kurapika..matilah di tanganku.."


Huwaaa! Sereeemm!

*author ketakutan sendiri..*

*menengok kebelakang takut ada apa-apa*

huuuh...*biasa menghirup nafas panjang tapi tidak keluarkan* (gak penting!)

wkwkwk

Author note:

kurakuta: teuing ah, kummaha dinya we, ripuh sim kuring ngagawean andika mah..

nada: wkwkkw.. kurapiknya di kendalikan ma kuroro pake kelelawar.. X3


Audience Question:

Vampire..mendengar kata ini..apakah Aulz Chan Kuruta terinspirasi oleh film terkenal yang berjudul Twillight?

jawabannya:

- tidak,

lho koq?

- aku hanya terinspirasi dari...apa ya? law di chapter ini kayaknya terinspirasi dari...eum...vampire knight kayaknya..*padahal blm tau ceritanya*

terus?

-kuq terus? mangnya aku tukang parkir!

ya..gitu deh..selanjutnya tinggal baca aja sendiri...

oh gitu ya?

-iya..mau nanya apa lagi? *author sok-sok'an galak* XD

gak udah deh..

-kalo kurang nambah..! *kuq serasa di warteg?*

wkwkwkwk..

mangga review-na..^^