Chapter 7 updeeett!

Setelah melewati berbagai waktu, mulai ketimpuk berbagai pr dan tugas dari guru maupun sekolah, lalu saya ketimpuk gitar dan bantal dalam waktu yang bersamaan, *waow? Emang bisa ya?* bisa aja..saya kan author ngawur..jadi semuanya bisa kuq! *applause untuk athor ngawur kita ini* = gak penting.


Ok..ok..sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena telatnya saya update cerita ini..hufft..

Jujur..terus terang..., sebenarnya ada lampu merah yang menancap dalam otak saya dan saya jadi susah tuk berkhayal lagi, alias buntu.

Huhu..maaf kalau ada yang gak nyambung..maupun yang bikin pusing, bikin muntah, bikin mules saya harap anda segera ke WC (lho?)

Ah makin gaje aja!

Cekidottt..


Kuroro terus menghisap darah Kurapika yang mengalir deras di lehernya, sementara itu Kurapika makin lemas, karna darahnya terhisap terus, tanpa sadar ia terbaring lemah.

Lidah Kuroro terus menjilati darah Kurapika yang mengalir , Kurapika mencoba mendorongnya. Berhasil, karna Kuroro tak waspada akhirnya Kuroro terpental, ia mengusap-ngusap mulutnya yang penuh dengan darah. Kurapika melihatnya jijik, lalu Kurapika memegang lehernya yang bengkak.

"sakit..? sesak? .." Kuroro melihat Kurapika senang. Kurapika menahan sakitnya yang luar biasa sakit. Ia terus memegang lehernya.

"lebih baik..kau mati saja Kurapika..dengan begitu penderitaanmu akan berkahir kan?.." Kuroro kembali menghampiri Kurapika. Badan Kurapika tak bisa bergerak, rupanya di taring Kuroro ada racun yang menyebabkan ia lumpuh untuk beberapa saat.

Tangan besar Kuroro kembali memangku Kurapika, Kurapika tak bisa berbuat apa-apa, pupilnya mengecil, gemetar pun tak bisa. Ia benar-benar lumpuh. Kurapika terus memegang lehernya.

Melihat kesempatan emas ini Kuroro tak tinggal diam. "tak tau kah kau Kurapika? Darahmu begitu manis..aku tergiur dengan darahmu..kecantikanmu..bibir mungilmu itu… bagaimana..jika kau menjadi milikku saja?..", bibir hangat Kuroro kembali menyentuh leher Kurapika *aduh authornya gak kuat*.

Mata Kurapika hangat,ia ingin menangis. tapi ia tak bisa, Kurapika hanya terbaring lemas dengan Kuroro yang menindih tubuhnya, tangannya yang sejak dari tadi memegang erat lehernya akhirnya terlepas,sehingga Kuroro bisa terus menghisap darahnya. Tragis. *hei..hei..kok jadi begini ceritanya?*


Suara langkah kaki Gon dan Killua berlari terpogoh-pogoh mengikuti asal suara yang tadi berteriak itu.

"yang tadi pasti Kurapika!" Killua berteriak cemas. Ia mempercepat larinya.

"killua! Tunggu aku dong!" Gon berlari secepat-cepatnya di belakang Killua. "Kurapikaaa..ia baik-baik saja tidak ya..?" Gon sama cemasnya dengan Killua,

"entah.." jawab Killua singkat, "stop.." Killua menghentikan lari Gon.

"eeh… ini kan jalan yang kita lewati tadi..? koq jadi balik lagi kesini?" Gon bersuara keras, tapi Killua tak senang melihatnya.

"kita ditipu Gon…." Killua bermuka serius, " Hei kamu! Pemilik Nen-yang bisa mengduplikat sesuatu… cepat keluaarrr!"

Beberapa menit kemudian..

"kita ini nunggu siapa sih..?" Gon mengeluh tak sabar, Killua menutup mulut Gon dengan tangannya.

"….sst! Diam!..." , Killua menatap Gon kesal. "..eh..kau dengar sesuatu tidak….?".

Kepala Gon menggeleng. Killua kembali berteriak,

"hoiii…!". Mereka berdua kembali menunggu sesuatu.

Gon melepaskan tangan Killua dari mulutnya, "..gak bisa napas..!...", Killua baru sadar kalau ia dekat sekali dengan muka Gon. *killua blushing*

Tangan Killua tanpa sadar mendorong muka Gon dari pandangannya.

"..sialaaan!" Gon menangkis tangan Killua yang baru saja mendorongnya . Killua nyengir malu-malu.

"hehehhe..maap…"

TAP..TAP..TAP..

"dengar sesuatu sekarang?" Killua bertanya pada Gon.

"Suara langkah kaki!" kata mereka bersamaan. Mereka pun mempersiapkan kekuatan Nen-nya.

…..

"Leorio..?" Gon melotot tak percaya. Leorio berjalan dengan muka tanpa dosa di hadapan mereka.

"hai..kalian disini juga..?" sapanya.

"jiaaah..ternyata Leorio.." Keluh Killua kesal, Leorio bingung.

"ada apa ya..?" tanyanya polos.

Killua dan Gon pun menggeleng. "ah..gak kok, ayo jalan Gon!" Killua menarik tangan Gon, dan berjalan bersamanya.

"hoi! Tunggu aku!" Leorio berlari menyusul Gon dan Killua yang berada di depannya.


Seorang pemuda berambut panjang dan berambut biru muda masuk ke Ruangan yang penuh dengan bau darah.

"sedang bersenang-senang ya Danchou..?" Suaranya serak, pemuda itu mengelus rambut kuning si korban.

"begitulah..fufufu,,,," Kuroro terus menghisap darahnya tanpa melirik si pemuda berambut biru itu. "ada apa kau kemari Kurotopi..?.. mengganggu pesta-ku saja.."

Kurotopi terkekeh, "kha..kha.. aku hanya ingin bertanya, bagaimana dengan teman-temannya..? kubunuh atau dibiarkan mati secara perlahan..?"

Seekor kelelawar terbang di pundak Kurotopi, Kurotopi mengangguk, (kayak limbad..wkwkkwkwkkw *author di lempar baskom*)

"baik..teman-temannya akan mati menyusulnya juga.." Kurotopi melirik Kurapika yang terbaring lemah.

"maaf..telah mengganggumu danchou.. silahkan lanjutkan saja pesta-mu..khu..khu…" Kurotopi menutup pintu tua itu.


"hei..hei..ini kan jalan yang tadi.." Leorio sudah mengeluh ke 24 kalinya.

"kamu jangan ngeluh terus dong! Mikir dikit!" Killua mengejek Leorio yang hanya mengeluh saja. Leorio sepertinya sudah siap menyeruduk Killua.

"aaappaa kau Killua..? bukan-kah kamu yang menyuruh kita jalan ke kiri tadi hah..?"

"SUDAH!" Gon mulai melerai mereka. "perjalanan ini tidak pernah selesai kalau kalian bertengkar terus! Cukup! Kita pikirkan cara lain!".

Mereka bertiga duduk dilantai dengan bersila, seakan memikirkan sesuatu, Leorio bertanya.

"hei..jadi..bagaimana rencananya..?" Leorio mulai membuka percakapan.

"bagaimana jika dengan instingmu Gon..? tadi Kurapika teriak di arah sebelah mana..?" Killua melirik Gon. Ia mengacangi Leorio yang bibirnya tertarik maju alias manyun.

"apa salahku padamu sih lukia!" Leorio mulai menjewer Killua,

"aduduh..kamu cari mati ya Yorio..?" Killua balik menjitaknya.

"Sudah! Kalian bisa diam gak sih!" gon berdiri dan berjalan sendiri, meninggalkan mereka berdua.

"Gon..? kau mau kemana..? aku ikut dengan mu..!" Killua menyusul Gon, begitu juga Leorio.

"dasar ! ngikutin orang aja!" Killua kembali mengejek Leorio.

Leorio pun tak mau kalah, "kamu juga kakek! Huuuuhh!" sepertinya ada percikan api diantara Leorio dan Killua.

"…. Lihat matahari terbenam itu..!" Gon menghentikan pertengkaran mereka berdua, ia menatap jendela.

Killua dan Leorio juga ikut-ikutan menatap matahari yang terbenam.

"entah sudah berapa hari kita terkurung disini..nah ayo lanjutkan perjalanan sebelum hari semakin Gelap.." Gon lagi-lagi berjalan mendahului mereka berdua.

"Gon! Aku ingin berjalan di dekatmu..!" Leorio menyusul langkah kaki Gon,

Killua menatap Leorio sinis, "dasar manja!", Killua cemerut. Ia tak senang melihat Gon berjalan dengan orang lain.

SRAAAK…!

Suara Gorden menutup secara tiba-tiba, mereka bertiga kaget.

Ribuan kekelawar terbang di Lorong mereka berjalan tadi. Leorio semakin ketakutan.

"..hi…hotel berhantu…" Leorio bergeridik ,

Gon menghirup nafasnya secara perlahan, "Killua..tercium bau sesuatu..?".

Killua langsung menghirup udara di sekitarnya. "ya..bau darah yang terasa tengik-" Killua memperlihatkan ekspressi wajah jijiknya. "Gon…ba..bau darah ini…" ia menatap lekat Gon.

"bau darah para Ryodan..mungkin kah kelelawar ini…menghisap darah mereka…?" Gon mencoba menguak misteri yang berada di Hotel ini.

"vampire! " Leorio mencoba menjawab juga.

"memangnya ada ya…?" Killua mengerutkan dahinya.

Belum saja Leorio maupun Gon yang menjawab pertanyaan Killua, mereka semua sudah dikerubungi ribuan Kelelawar.

"….AKU BELUM MAU MATI…" Leorio berkata lirih, ia tak bisa lagi melihat Gon maupun Killua yang sama-sama dikerubungi mahluk kecil bersayap ini. Leorio pun sudah tak bisa lagi mendengar atau pun melihat semua situasi ini, pandangan dan pendengarannya semuanya hanya terdengar suara decitan Kelelawar.


Ow..ow…semakin sini sepertinya semakin gaje.. *maap..*

Huhuhu..aku mohon maaf sebesar-besarnya kalau emang iya gak nyambung… T.T

Maklum…saya sebagai author harus mulai belajar gitar yang susahnya bukan main dan malah menguras otak dan khayalan saya.. T.T

Terimakasih buat semuanya yang masih mau menunggu ceritaku…^^

Apa artinya aku tanpa kehadiran kalian para audience.. :D

Note:

Nada Salsabila Kuruta: iya..ini dah di updeett..maap lama.. :D

Oh iya..makin sini emang makin serem..jadi hati-hati ya di belakangmu 'ada siapa'..? wkwkwk

imappyon: horeee dah ku updeet.. :D maap lama…

Se.7! kuroro emang kakek mesum luar biasa.. apa lagi di chapter ini… XPP *author langsung lari tanpa tanggung jawab*

oia kak..typo itu apa ya...? *bletaaak!*

kurakuta: harus nya kamu berterimakasih! Pertanyaanmu dah kumuat dalam chap 6 kemareeen! Mana baso 5 mangkuknya..? katanya kau bakal menetraktir aku… XD

SIAPA yang jorok..? pikiranmu tuh ngeres terus..! huuuh!

Jane Kuruta Z: setuju! Kuroro emang mesum! *sambil bawa bendera merah-putih* (PLAK!)


Ok semuanya..silahkan review-nya.. :DD