Chapter 8 updeet!
Maap lamaaaaaa... T.T
Sebenarnya dari mulai chap.7 kemaren aku dilanda berbagai macam musibah..
Aku kehilangan raport..T.T, tapi untungnya ketemu...alhamdullilah... =D
oh ia..
semakin kesini...aul jadi di-cap "ngeres"
haduh! aul bukan orang yang demen begitu kok! (masa..?) *PLAK!
dah lah..gak penting oke..?
Cekidooot… XD
Leorio semakin lemas, kelelawar semakin membuat indranya melemah. Tiba-tiba terlintas di pikirannya sebuah seyuman Kurapika.
"aku harus membalaskan dendam ku pada laba-laba!" masih teringat kata-kata Kurapika saat ujian terakhir Hunter. Leorio kembali mengingat-ngingat masa-masa dia saat bertemu kurapika, yang membuatnya semangat.
1 senyuman special dari Kurapika terlintas di pikrannya. Senyuman itu ketika ia menelepon Kurapika di telpon seluler , saat di taman Yorkshin City. Semangatnya mulai membara. Ia mulai bangun dan melawan para kelelawar.
Mana mungkin aku merelakan orang yang dapat membuatku merasa semangat..? Leorio terus melawan kelelawar sambil menghentak-hentakan tas dokternya. Ia juga mengusir kelelawar yang menempel pada tubuh Gon.
"Gon..? bangun!" Leorio terus menggoyang-goyangkan tubuh Gon. Baru pertama kali ia melihat wajah Gon begitu pucat. Leorio khawatir, ia langsung meminumkan berbagai macam obat pada mulut Gon. Tapi tak terjadi apa-apa.
Sial!
Leorio terus membangunkan Gon. Entah bagaimana seakan semua ini hanyalah sebuah mimpi. Kelelawar itu pun hanya membuat pening saja. Bagi-Leorio. Matanya kembali mencari-cari tubuh Killua.
DRASSH..DRASSH..!
Darah berceceran di mana-mana, kelelawar yang tadinya mengerubungi tubuh Killua pun menjadi setengah bagian. Killua kembali menjadi pembunuh, matanya hitam. Dan membuat siapa saja yang melihatnya akan ingat pada lorong yang gelap dan panjang.
"Killua..?" Tanya Leorio gemetar. Killua menatapnya tajam.
Kelelawar bukannya berkurang, tapi malah bertambah. Killua terus memotong kelelawar itu menjadi 2 bagian. Leorio membantunya membunuh kelelawar,.
"um..Leorio..?" suara kecil dan pelan terdengar di telinga Leorio.
"Gon..!" Leorio sedikit berteriak. Ia gembira Gon sudah siuman. Gon bangun. Mencoba tuk memegangi kepalanya dan ia menutup mulutnya.
Bau darah membuat semua orang mual. Termasuk Gon, ia pun berlari ke sudut dan mengeluarkan isi perutnya dari mulutnya.( ueek..kayaknya gak usah di certain ya..?)
Setelah muntah, Gon mencium darah yang tak seperti biasanya. Darah Kurapika!. Gon berteriak pada Killua.
"Killua ! jangan bunuh semua kelelawar! Sisakan lima ekor kelelawar yang masih hidup..!"
Sepertinya hanya Gon yang dapat membuat Killua sadar kembali. Ditangkapnya 5 ekor Kelelawar yang masih hidup, dan sisanya dibiarkan terbang memenuhi lorong. Gon mencium satu-satu kelelawar yang ditangkap Killua.
"Killua..3 dari kelelawar ini baunya sama seperti bau yang kita cium di lorong sebelah.."
"da..darah Kurapika..?" jawab Killua mencoba menebak. Gon mengangguk. Kelelawar itu pun di ikat memakai tali, seperti saat ia menangkap Kupu-kupu darah yang menunjukan tempat hisoka berada. Gon pun melalukan hal yang sama.
"mungkin..kalau kita mengikuti kelelawar ini kita akan menuju tempatnya Kurapika.."
"kau yakin Gon..?" Leorio berdiri dan membetulkan bajunya.
"50 %..soalnya waktu ujian terakhir hunter, aku mengikuti Kupu-kupu darah untuk mengetahui dimana Hisoka berada…." Gon menjawabnya panjang lebar. Leorio dan Killua pun manggut-manggut.
Dicobalah kelelawar itu terbang dan mereka bertiga mengikutinya. Ternyata mereka pergi ke suatu ruangan paling sudut di lantai 13.
Ruangan gelap dan bau membuat Leorio menutup hidungnya untuk beberapa waktu. Killua dan Gon sudah beradaptasi dari tadi. Kelelawar itu pun tiba-tiba lenyap dan menjadi gumpalan darah di hadapan mereka. Menjijikan.
"ueekk.." Killua mengerenyitkan hidungnya. Gon memegang gumpalan darah itu. Diciumnya dan tak lain dan tak bukan itu adalah darah Kurapika.
"Killua coba kau cium ini,.." Gon menyerahkan gumpalan darah itu dan memberikannya pada Killua. Killua mengambilnya dengan jijik (iyalah..ngebayanginnya aja dah jijik..ueek..). untuk beberapa saat Killua menciumnya dan ia tak yakin kalau itu memang darah Kurapika. Leorio merebut gumpalan darah itu dan tercium bau amis dari tangannya.
"ini bukan darah asli Gon.." Leorio sedikit mengerutkan dahinya. Ia meremas gumpalan darah itu, dan ternyata darah itu pun seperti saus tomat yang meleleh di tangan Leorio.
"co..coba jilat.." Killua masih memandang jijik 'darah' itu. Leorio menjilat darah itu.
"saus tomat..sialan…" Leorio menjelaskan pada Killua dan Gon.
"tapi kuq bisa bau darah Kurapika sih..?" Gon menatap Leorio serius.
"sudahlah..kita masuk saja ke ruangan itu…." Killua menenangkan mereka. Mereka pun berjalan dengan hati-hati menuju ruangan itu.
Rambut kuning keperakan menyambut mereka di mulut pintu. Mata Killua, Gon, maupun Leorio terbelalak melihatnya. Teman seperjuangan mereka terbaring lemas dengan seseorang yang berambut hitam legam mendudukinya.
"Kurapika!" Leorio tanpa ba-bi-bu langsung menyerang si pemuda bersalib. Pemuda itu mengusap mulutnya yang penuh dengan darah. Dan sedikit berteriak.
"kenapa kau mengajak mereka kemari Kurotopi..?" Tanyanya pada kegelapan. Di balik kegelapan itu munculah seorang pemuda berambut biru muda. Tampak mata yang besar dari rambutnya yang menutupi wajahnya. Ia berjalan pelan dan memegang korban yang tadi dihisap darahnya oleh si pemuda bersalib.
"oh..kasian sekali…" Kurotopi mengusap leher Kurapika.
Kalau saja Gon punya mata scarlet eye's, mungkin sekarang matanya sudah semerah api yang panas-membara.
"KAU APAKAN TEMAN KAMI!" Gon berusaha mengendalikan amarahnya. Killua juga sudah dalam mode 'Zeoldyeck',
Leorio mencoba mengambil jasad Kurapika yang terbaring lemas. Ia berhasil, dilihatnya bekas gigitan yang tidak biasa di leher temannya berharganya.
"ku..kurapika..?" Leorio mengusap kepalanya, tapi tidak suara yang menjawabnya. Leorio mengecup kening Kurapika. Tapi tak ada suara yang dapat menjawab pertanyaan yang bergejolak di hati Leorio maupun Gon dan Killua.
Kurapika..kau…apakah kau sudah mati…..?
Leorio sibuk mengeluarkan berbagai obat dari kopernya. Mulai dari obat maag sampai obat keracunan ia keluarkan satu persatu. Dioleskan lah obat salep (bukan buat kutu air.. XD) pada lehernya yang bengkak. Sambil terus berdo'a agar temannya yang special itu bangun.
Mata redup yang kemerahan bagai senja akhirnya terbuka pelan. Mata Kurapika menangkap bayang-bayang Leorio. Seulas senyum terukir di muka Leorio.
"ku..Kurapika..?" katanya pelan. Ia bahagia sekali. Disuruhnya Kurapika memakan obat tablet penambah darah.
"…Leorio.." Kurapika menjawabnya pelan "ini dimana…?" Kurapika memegang pundaknya yang bengkak. Bangun dan duduk. Leorio membantunya berdiri. Kurapika masih berdiri dengan sedikit terhuyung. Akhirnya Leorio menyuruhnya duduk lagi (karena Kurapika masih belum kuat) . Leorio terus mengusap leher Kurapika dengan mengolesinya. Lalu menutup bekas gigitan itu dengan perban elastis.
"Sakit..?" Tanya Leorio pelan dan lembut pada Kurapika.
Tak terasa air mata berlinang di pipi Kurapika, Kurapika mengangguk, tangannya bergetar sambil memegang lehernya.
"maaf kan aku..gara-gara aku..kalian jadi begini…." Katanya terisak. Leorio hanya menepuk pundak Kurapika.
"tenanglah..semuanya kan baik-baik saja..kami ini kan sahabatmu..?"
Rasanya air mata Kurapika pecah. Kurapika mencoba menahan air matanya itu. Matanya hangat dan berkaca-kaca. Mungkin kalau tak ada teman-temanku, aku akan mati di tangan Kuroro, Mungkin kalau tak ada teman-temanku, aku..aku tak kan ada disini..dan tak mengenal arti persahabatan..?. Semua moment bersama Killua, Gon dan Leorio terlintas di pikirannya.
Aku..hanya bisa merepotkan mereka semua.. aku.. memang tak berguna..buat apa aku hidup..kalau hanya bisa bergantung pada orang lain..?
Leorio sepertinya dapat memahami perasaan Kurapika. Meskipun Leorio tak becus dalam soal –Nen, tapi kalau perasaan, hati, dan pikiran, sepertinya dia bisa memahaminya. Hati seorang dokter..pastilah sensitive.
Sebaik-baiknya Manusia..ialah Manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Suara hati Leorio terus menyemangati Kurapika yang entah mendengarnya atau tidak..
Continued..T.T
audience: "AUL! SUMPAH JIJIK TAU BACANYA..!"
author: "wuiss...tenang..emangnya aul gak jijik apa nulis yang beginian!"
audience: "ta..tapi..jangan diceritain apa yang itu..."
author: "..."
Sekali lagi..maaf kalau gak nyambung..huhuhu..
Itu yang kata-kata terakhir menggambarkan suasana hatiku. Aku ngilangin raport..bikin susah orang aja…hiks…aku bukan Manusia yang baik… T.T
Ada yang bisa bantu saya..? TTATT
Silahkan reviewnya…..
nada salsabila kuruta: wuih... (aul merasa hebat menjadi atlit sendal) *PLAK!
hehehe..maap lama ya nada... :D
jangan berpikiran yang ngeres lho..! awas!
Rara Lucifer: hehehe..gatau.. (aneh!)
nanti ada kelanjutannya kok tenang aja yak.. :D
eum...
gimana ya..pinginnya sih kurapikanya jadi vampire juga (lha..jadi bocoran) tapi gak rela..jadi..gak tau deh...
hehehe.. *dilempar batu*
Jane Kuruta Z: halaaahhhh! aku jadi di cap begitu..!
maksudnya pesta meminum-minum darah gitu..asyikkan..? (hah? kok asik? kelainan nih author)
bwahahahhaa.. (makin stress), oh ia...aku bukan senpai.. T.T aku amatirannnnnn.. TTATT
eh..nama kepanjangan neon..? eum..yang aku tau lampu "neon" yang 25 watt.. *PLAK!
gatau..hehehhehe
Kuropika Z: Hyaaaaa! ada orang yang lebih parah dari aku! *BLETAKKKK!
setuju sih...pinginnya kurapika tiduran bersama kuroro di... *toootttt* (aul kembali...ke mode...)
haaaaahhh!
tidak..tidak!
aul sadarlah! (riweuh:mode:on)
