Chapter 9 Update..! :DD
Horee!
Alhamdulillah raportku kembali… ;D, Alhamdulillah… :D
Makasih atas dukungan Nada Salsabila Kuruta, Hitsugaya Bintang Zeoldyeck, Dan semuanya.. :33
Makasih yang udah kasih aku semangat! :D karena kalian aku bisa kembali melanjutkan fanfic-ku ini..
Hehehhe.. :333
Sekali lagi maaf telat updet (bukan telat tapi lama)
Karena aul sekarang harus pemantapan..Doakan aul biar lulus U.N ya! X33
Cekiddoooot
Kurapika memegang tangan Leorio.
"maaf..telah merepotkan.." mata sendunya memperlihatkan bahwa ia sangat menyesal. Leorio menepuk rambutnya.
"tak apa.." raut mukanya sangat hangat, siapa pun yang melihatnya mungkin akan merasa aman. Tiba-tiba pipi Kurapika merasakan panas.*blushing*
Killua menghampirinya. Kurapika tersentak kaget. "kau tak apa-apa..?"
"ti..tidak apa-apa kok!" Kurapika benar-benar merasa malu sekarang, ia seperti seorang putri saja, dicemaskan setiap orang.
Killua menghembuskan nafas lega. "untunglah..eung..kenapa dengan lehermu itu..?" Killua menunjuk leher Kurapika yang bengkak-merah-
"ti..tidak kenapa..kenapa..tenang saja..ia kan Leorio..?"
Leorio melirik Kurapika bingung, "ya…ya.."
"bohong! Aku tau kamu bohong Kurapika!" Killua menaikan tangga suaranya. Mulut Kurapika menutup rapat, membuat Killua semakin kesal.
"ikut denganku! Aku akan melindungimu!" Killua mencengkram tangan Kurapika, "kita akan pergi dari tempat ini!" .
Mata Leorio membesar, "apa..? apa maksudmu..? Kurapika punya urusan disini! Ia tak bisa meninggalkan masalah ini begitu saja!"
"apa kamu bodoh Leorio? Kita semua begini karena Dendam Kurapika yang berlebihan! Akibatnya banyak korban yang berjatuhan! Harusnya yang mengatasi masalah ini kan cuma Kurapika, kita tak punya urusan! Kita hanya mendukungnya dari belakang!..."
"jadi semua ini salah Kurapika, begitu..?"
"CUKUP!" Kurapika melerai mereka. "Killua benar, yang punya urusan itu aku, yang punya masalah itu aku..! Killua, bawa Leorio, Gon, Neon, Senritsu keluar dari gedung ini!.."
Killua terdiam. "jadi..kau menyalahkanku Kurapika..?kenapa kau tak mengelak perkataanku tadi? Bukannya kamu telah terluka parah? Luka yang ada di lehermu itu..?"
"aku sudah bilang ini bukan apa-apa,.."
Gon menghampiri mereka, "kalau semua menyalahkan begitu..bagaimana kalau aku saja yang membawa Kurapika keluar..?"
Mereka semua terbelalak ,
"kenapa harus aku yang keluar..? aku punya urusan Gon! Keluarlah bersama yang lainnya! Jangan aku.."
PLAAK!
Darah segar mengalir derah di bibir Kurapika.
"kenapa..?" Kurapika menjilati darahnya yang berlumer di mulutnya.
Tangan Gon gemetar, "BODOH! BODOH! KURAPIKA..? KAMU BODOH..!"
"…?"
"kami semua mencemaskanmu! Mungkin kamu menganggap sepele..mungkin ini memang masalahmu.." Gon mendelik tajam ke arah Killua. Killua membuang tatapan Gon yang tak mengenakan hatinya itu. "pokoknya kau harus keluar..! tak ada alasan..!" kali ini Gon yang mencengkram lengan Kurapika. Kurapika tak banyak bicara. Kali ini menurut saja.
PLOK..PLOK..PLOK..
"mengharukan ya..?.. perpecahan sahabat yang sudah terjalin sejak lama…? Khu..khu.." Kuroro bertepuk tangan dan duduk berbaring di lantai. "jadi kalian hendak kabur dan menyerah ya..? sayang sekali..permainannya kan belum berakhir…."
"mereka sepertinya tak tertarik dengan permainan-mu Danchou.." Kurotopi menambahi.
Kepala Kurapika panas mendengarnya, "permainan apa Bedebah..?"
"kasar sekali perkataanmu itu, Honey.." Kuroro masih duduk santai. Sementara Kurapika terus mengepalkan tangannya, hingga berdarah..
Mata Kurapika bagaikan permata merah yang dibasahi darah, ia menatap tajam Kuroro. Tangannya yang berdarah itu ia buka dan membiarkan darahnya menetes pelan,
TES..
TES..
PLUK!
Rantai yang panjang ter-urai dari tangan Kurapika, darah yang mengalir deras tadi telah menjadi rantai.
RANTAI DARAH..
Rantai yang berkilauan berwarna merah..
Terbuat dari kebencian dan keputus-asa-an..
Tak pernah bisa putus,..
Bening..sebening darah..
Kau harus membayarnya..
Dendamku..
Nyawaku…
Harapanku…
Impianku…
Sedih..Tragis… air mata tak mungkin bisa membayar semua ini..
Bayar semua kesedihanku dengan nyawamu…
Berikan semua kebahagianmu padaku..
Lubang gelap penuh darah..kan menjadi surgamu..
Aku akan mengirimu kesana..
Dunia kegelapan yang tak ada siapa-siapa…
Penghuninya..
Hanyalah..
Para penguasa darah….. yaitu kita berdua…
Kurapika terus mengubah darahnya menjadi rantai.. Gon, Killua dan Leorio menghadangnya.
"Hentikan Kurapika!"
"Kurapika!"
Melihat teman-temannya Kurapika agak melunak, "aku…akan mengirimnya ke Neraka.."
Killua menyangkalnya,, "kau bukan malaikat! Kau juga bukan tuhan!"
"aku memang bukan malaikat..apa lagi tuhan.., aku..hanya seorang iblis..bermuka dua.."
"apa maksudmu..?.."
"aku akan mengirimnya ke Neraka.."
"kami sudah tau..hentikan Kurapika..aku tarik kembali perkataanku tadi tentang semua ini salahmu.."
"aku tak menyalahkanmu Killua..ini memang kemauanku..jadi minggirlah kalian.."
"…Kurapika…jangan..kumohon.."
"tidak..pendirianku sudah bulat….minggirlah.."
"eung…?"
"Nona! Anda sudah bangun…?
"jangan panggil aku Nona..hmmm..hmm.."
"jiaaah..? Nona tidur lagi…?.."
"..tidak…aku tadi bermimpi, Senritsu,,mimpi aneh..yang sepertinya akan menjadi kenyataan.."
"..? mimpi apa Nona..?"
"dimana yang lain..? aku tak melihatnya…"
"..mereka..sedang menyelamatkan Kurapika . Nona, tadi anda belum menjawab pertanyaan saya.."
"..kita harus cepat Senritsu..aku takut mimpi itu menjadi kenyataan…"
"…Nona..?"
"Senritsu..aku bermimpi Kita semua akan mati di tempat ini.. Kita semua..ayah..aku..kamu..dan mereka.."
"Nona..itu hanyalah Mimpi bukan..?"
"ya…kau tau apa yang menyebabkan mereka mati..?"
"..Monster, Nona..?"
"bukan..hampir mendekati… yang membunuh mereka.. " Neon tercekat ucapannya. "yang membunuh mereka… para penguasa darah…."
"siapa itu…Nona?"
"entah…. Tadi aku samar-samar melihatnya… mereka sepertinya ada sangkut pautnya dengan Kita, Senritsu…"
"sebaiknya kita harus cepat Nona.."
"dari tadi juga aku sudah bilang kan..?"
Kubuka jendela kegelapan..
Dan dosa pun menghampiri..
Suara ….jerit hati kubingkari..
Nafsu jiwa yang memuncak,..
menutupi mata hati …
seperti terlubang bawa nafas kan terhenti…
"Kurapika!" Neon datang dengan muka yang merah berkeringat. "kau tak apa-apa..?"
Kurapika kaget , ia lalu menghentikan jurusnya, "Neon..? kenapa kamu kesini..? apa kamu gila..?"
"tidak aku gila... kau lah yang gila Kurapika..!"
"heeeeh...?" [bukannya yang gila itu author...?} *plak!
walah..ending yang gaje...=="
maap..maap semua..tiba-tiba khayalan aul buntu!
gomenne... .
The Fallen Kuriboh: wohoo kakak kembali datang menceriakan suasana! XDD
CuraQnDC10 : masa..? kok bisa suka..? padahal aul bikinnya tersendat-sendat gitu..
Nada Salsabila Kuruta: maap lama Nada..^^ hehehhe.. kebetulan aul lagi krisis sendal.. *plak!
kurapika kuruta: walah... kurakuta gila..? EMANG!
Jane kuruta z : marah..? ah tidak..aul gak marah kok! siip maap ya aul lama updet.,.. :DD
