Our Own Fate

Author: nyaaa~ sampe di chap 2! *geplak!* oya, di chap ini kupanjangin deh! Jawab reviewers dulu deh!

MiLuSa: nyaha~ thanks udah review! Nanti jawabnnya ada di chap ini kok! Lihat aja!

Ginryuumaru: liat aja jawabannya nanti! Oya, kalo mau review, langsung aja! Kan serumah! Yaaah~ udah tau jawabannya kan? Kan saiah kasi tau!

Meshi-chan: yeeaaay! Thanks banget udah mau review apalagi nge-fave! Waktu tau anda fave, saiah loncat-loncat seneng sambil teriak-teriak gaje, sampe-sampe adikku yang masih kecil bangun, saiah pun dimarahi, saiah jadi lonjak-lonjak sama teriak terus kayak orgil! Ini asliii!

Our Own Fate ch 2: The Great Seal.

"Messiah..." Kata Minato melihat Messiah, "bukan kau"

"Thanatos, apa maksudmu melakukan ini?" Tanya Minato, menghela napas, lalu berjalan mendekati Thanatos.

"Groaaa!" Thanatos sepertinya tidak mengenali Minato, entah kenapa.

"Thanatos?" Minato mencoba menyentuh Thanatos, tapi terhenti ketika ia melihat mata Thanatos menjadi merah, lalu penampilannya banyak berubah.

Minato diam saja, mencoba menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Lalu, setelah selesai, Thanatos tampak menatap tajam ke arah Minato, lalu pandangan Minato pun menjadi gelap.

-unknown-

"Huh?" Mata Minato perlahan membuka, menyadarkan dirinya kalau ia berada di tempat yang ia ketahui... Bahkan mungkin sulit untuk dilupakan.

"Great Seal?" Minato melihat benda besar dihadapannya dengan tatapan bingung, sebab, Great Seal dalam kondisi 'mengenaskan'

Ya, Great Seal yang dihadapan Minato saat itu sudah retak, kelihatannya Nyx sebentar lagi akan keluar. Minato tersentak kaget.

"Souji? Ada apa ini?" Tanyanya.

"Tidak tahu..." Itulah jawaban singkat Souji kepada Minato. Minato manyun, mencoba menahan tonjokan dan tendangan yang sebenarnya ingin ia layangkan ke wajah Souji.

"Hh... Whatever..." Akhirnya Minato nyerah juga~! *digaplok Minato*

"Tapi, gimana cara perbaikinya? Kamu tau gak?" Tanya Souji dari dalam pikiran Minato.

"... Tentu tidak" Minato menjawab santai, tapi terus memandangi Great Seal yang telah rusak parah itu, mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi dengan dirinya sebelum ia bisa sampai ke tempat itu.

Dan lagi, Minato merasa bahwa di tempat itu, dia merasakan seperti ada sesuatu yang lain... Tapi tak ada tanda-tanda yang mengatakan bahwa ada sesuatu disana selain dirinya dan Souji yang ada didalam Minato sejak dirinya hidup lagi.

"Minato?" Tanya Souji pelan. Minato tak menanggapi, terus berpikir tentang mengapa hal itu bisa terjadi. Sampai akhirnya, Minato menatap Souji dengan tatapan angker.

"Souji..." Kata Minato, membuat bulu kuduk Souji berdiri. "Ya?"

"Apa yang kau lakukan sebelum meminta tolong?" Tanya Minato masih melemparkan tatapan itu. "Uhm... Hanya diem, bosen?" Jawab Souji ketakutan.

"Pantesan..." Minato sepertinya udah buang jauh-jauh death glarenya sampe ke sungai, so, ikan-ikan disana pingsan semua deh!

"Apa yang pantesan?" Tanya Souji

"Kekuatanmu tak cukup buat nahan Great Seal tahu! Kan kekuatanmu emang mestinya cuma dibuat hanya untuk mengontrol Izanagi-no-okami, dodol!" Kata Minato.

"Kan, emang udah takdirku menjadi Great Seal, tapi, tugasku itu kupercayakan padamu karena aku percaya padamu! Mestinya kamu bertanggung jawab kan? Biarlah! Yang penting, kamu selamat." Kata Minato mencoba tenang (emang udah tenang dari sononya kan?).

"Nah, sekarang-" belum sempat Minato menyelesaikan perkataannya, dia sudah dikembalikan ke tempat para persona.

"Thanatos? Apa kau... Sengaja memperlihatkan ini padaku?" Minato menatap Thanatos yang sudah berubah tampangnya. Thanatos yang sekarang memiliki warna mata merah darah, membawa sabit raksasa (kok kayak reaper di film-film ya?) Dan bajunya kayak Ichigo Kurosaki waktu bankai dari Bleach.

Lalu, warna baju Thanatos menjadi hitam pekat, sabitnya berlumuran darah, padahal Minato berpikir bahwa Thanatos baru kali ini berubah, tapi darah dari mana itu?

Segera saja, Thanatos menebaskan sabitnya ke arah Minato, dan Minato menghindarinya. Lalu Thanatos mengambil katanya-nya dari balik bajunya, dan menusukkannya ke kepala Minato.

"Wha-?"

Sekejap, tatapan mata Minato menjadi kosong, lalu banyak kejadian masa lalu Thanatos yang dia lihat, yaitu, dulu Thanatos juga pernah berubah wujud menjadi seperti ini, dia membunuh banyak orang, tanpa sadar.

Ketika sadar, ia meraung-raung sepanjang malam. Tak sadar, Thanatos mengeluarkan setitik air mata. Sejak saat itu, Thanatos mencoba menyegel kekuatannya.

"Thanatos..."

Lalu, memberanikan diri, Minato terus mendekat ke Thanatos, menghindari serangan bertubi-tubi dari Thanatos, dan menyentuhnya.

Saat itu, dia merasa mendapatkan persona baru, yaitu Infinity Thanatos.

"Infinity?" Minato terlihat heran.

"Ah iya, ya... Kan kekuatannya memang infinity, tapi untunglah Thanatos udah nyegel 2/3 kekuatannya" kata Minato sambil tersenyum.

"Apa? Segitu kuatnya cuma 1/3 dari kekuatan aslinya?" Souji melongo kaget.

"Darimana kau tahu kalo dia kuat?" Minato nanya, walaupun sebenernya dia juga udah tau kalo Infinity Thanatos tuh sekarang udah kuat banget.

"Well, cuma firasat." Jawab Souji, sementara Minato menahan 'tampolan bolak-balik ala Minato' (?)

"BTW, gimana caranya kita keluar dari saini?" Tanya Minato.

"Mana gue tempe!" Sahut Souji.

Tanpa basa-basi, Minato langsung masukin tahu-nya Marukyu Tofu Shop (Rise) ke mulut Souji ampe penuh banget. Darimana dapet?

"Oargh..." Souji tampaknya bakal pingsan.

"Tunggu, akan kucoba." Tukas Minato.

Minato lalu memejamkan matanya, mencoba untuk berkonsentrasi.

Beberapa saat kemudian, Minato tersadar di suatu tempat, yang tak lain dan tak bukan adalah di...

Iwatodai Dorm! Tepatnya, di kamar lamanya yang entah kenapa masih sangat bersih, walaupun Aigis dan SEES sudah meninggalkan tempat itu sejak kira-kira 2 tahun lalu.

"Dimana ini?" Tanya Souji. Kali ini, Souji sudah berada dalam bentuk manusia.

"Hah? Aku kembali!" Sahut Souji senang.

"Ini dikamarku... Entah kenapa masih sangat bersih... Mungkin Aigis datang setiap hari? Kan dia bisa buka kunci..." Minato pun sweatdropped.

"Hm? Kenapa?" Tanya Souji (lagi)

"Tidak... Daripada itu, kita harus cepat melakukan pergerakan!" Jawab Minato, yang dibalas anggukan oleh Souji. Mereka pun keluar dari kamar itu.

"Loh?" Souji heran, karena dia kembali masuk ke tubuh Minato.

"Oh, jadi begitu... Kau hanya bisa menjadi sosok manusia kalau di dalam kamarku." Jawab Minato, memperhatikan sekeliling.

"Dimana?" Minato melihat-lihat di sekelilingnya, yang ternyata hanya berupa... Umm... Tebing dan... Lautan darah? Well, begitulah keadaan disana. Suhu di situ sangat panas.

"Buseeeeet... Panas bangeeeeeet..." Keluh Souji.

"Kan kau di dalam tubuhku, kok bisa merasa panas?" Tanya Minato.

"Ya bisalah! Masa' gak bisa?" Jawab Souji ketus.

"Biasa aja kalee... Gak segitu panas kok..." Minato dan Souji langsung melihat. Kearah suara itu.

"Kenapa? Tidak biasa dengan suasana disini?" Tanya orang itu lagi.

"Kau...!" Souji berniat menyerang, tapi dihentikan dengan Minato.

Lalu, dalam sekejap saja, Minato dan Souji tersadar lagi di kamar Minato.

"Urgh... Ada apa tadi...?" Souji yang tersadar dalam posisi 'headstand' meringis kesakitan. Sedangkan Minato yang berada di atas kasurnya masih belum bangun.

Minato's dream

Minato's POV

"Ukh..." Aku meringis kesakitan, sial... Tampaknya kaki kananku patah... Sulit berdiri... Setidaknya, masih bisa berdiri.

Lagian... Ini di mana? Hh... Sial banget aku ini... Tadi panasnya super, sekarang malah dinginnya super! Ah, masa bodoh. Jalan saja terus.

Aku pun terus berjalan, tak memedulikan keadaan di sekitarku. Sampai akhirnya, aku menemukan sebuah pintu.

Tanpa ragu-ragu aku membukanya.

Baru membukanya sedikit saja, aku sudah terhempas... Sepertinya ruangan itu penuh angin...

Ah! Sudahlah! Lama! Masuk aja!

Aku pun masuk, tapi dengan bantuan Infinity Thanatos. Dia kan bisa menahan anginnya. Bagus... Sudah ada angin, gelap lagi... Mampus... Mana bisa aku melihat ke depan?

Setelah memakai bantuan Infinity Thanatos lagi (dengan cara memakai skill baru), aku pun bisa melewati ruangan itu...

Arrrghhhh! Kenapa harus pintu sih? Gak ada yang lebih kreatif? Jendela kek! Portal kek!

... Loh? Kok berubah menjadi portal, sesuai yang terakhir kubilang? Ah, masuk aja deh~

Aku pun masuk dengan langkah yang santai.

Saat masuk, aku melihat suatu hal yang mengejutkan...

-end ke chap 3-

Author: pendek yah? Whatever... Tebak deh apa yang Minato lihat!

A. Orang yang waktu itu.

B. Kaori (disini sudah mati karena kecelakaan)

C. Infinity Thanatos lagi ngamuk (tadi pas masuk, Infinity Thanatos ngilang entah kemana)

D. Dirinya sendiri