Our Own Fate
Author: well... Saya update! Hmm... Ada beberapa reviewers! Senangnya~ *dilempar kurcaci(?)* Jawab dulu saja reviewers kita yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng! *dilempar telur busuk*
ginryuumaru: ya, ya, Kaori saya ikut sertakan kok... Thx udah review!
Milusa: Kaori-chan itu option B (bener ga? *dilempar kulit kacang*) thanks banget ya udah mau review fic abal, gaje, dll ini!
meshi-chan: lihat jawabannya di fic ini ya! Thanks udah mau review! Lanjut baca terus ya! *di lempar beruang (!)*
Sakakura Ryosuke: 80% dan 20%? Ooh, jadi, anda masih dikit ragu ya, dengan option D? Thanks banget ya, udah mau review fic yang ancur, OOC, abal, gaje, dll ini!
Anna: belum yakin ya dengan option D? Thanks ya udah mau review! Lanjut baca ya! *dilempar gentong*
Our Own Fate ch 3
"I-ini..." Mataku terbelalak.
(A/N: masih inget kan kalo lagi POV-nya Minato?)
"Amburadul..." Kataku, sweatdropped.
"Hai!" Sapa orang yang rasanya pernah kutemui.
"Kau... Yang waktu itu kan?" Kataku sedikit waspada.
"Ya, tapi, Infinity Thanatos-mu itu bandel banget ya? Tuh ngamuk melulu." Kata orang itu sambil nunjuk-nunjuk ruangan dengan pintu besi dirantai sampai bejibun, dan di gembok 1000000 kali.
Tapi, pandanganku langsung beralih ke seorang perempuan seumuran denganku. Rasanya aku kenal dia dengan sangat baik.
Orang itu senyum.
"Aku Ryoji Mochizuki. Maaf menyamar." Kata Ryoji sambil merobek kulitnya yang ternyata adalah topeng. "Aku berusaha mengubah sikap sebisa mungkin, agar kau tidak mengetahuiku." Kata Ryoji, masih dengan senyumnya.
Aku diam.
"Ah! Kau pasti tau dia, kan? Kaori-chan imut banget loh!" Kata Ryoji sambil megang-megang tangan Kaori.
... Ryoji langsung kusepak eh, maksudku kutendang.
"Kau apakan dia!" Teriakku yang ingatannya sudah mulai pulih.
Tapi, aku langsung jatuh mengingat kakiku patah waktu awal kesini.
"Aku gak apa-apain dia kok! Iya kan, Kaori-chan?" Tanya Ryoji.
Hening, tak ada jawaban dari Kaori.
Aku pun mulai geram, dan Ryoji membawa Kaori untuk menyingkir.
Aku tersentak kaget melihat ada cermin dibelakang Kaori dan Ryoji.
"Minato, langsung tudepoin (baca: to the point) saja. Kau lihat bayanganmu di cermin?" Tanya Ryoji yang emang bahasa inggris-nya lumayan ancur.
Aku terdiam sesaat, "...tidak."
Ryoji tersenyum.
"Baguslah, itu berarti bahwa kau masih mempunyai kesempatan untuk menyegel ulang NYX." Kata Ryoji.
"Lalu, bagaimana dengan Souji?" Tanyaku.
Ryoji terdiam sebentar, "... Itu terserah kamu." Jawabnya, lalu dia melempar Kaori kearahku.
Aku menangkapnya.
Pandangan Kaori yang tadinya kosong, langsung kembali normal begitu aku menangkapnya.
"Onii-chan?" Sapanya lemah.
Aku tersenyum, "kau tidurlah dulu." Kataku, masih tersenyum.
Lalu, dia pun tersenyum, dan memejamkan matanya. Aku tersenyum ke arahnya.
"Hei, Ryoji..." Aku memanggil Ryoji, tapi dia sudah menghilang.
End of Minato's dream and POV.
"MINATOO!" Teriak Souji sekeras mungkin.
"Hm? Apa?" Tanya Minato yang akhirnya bangun.
"Huff... Akhirnya kau bangun juga..." Kata Souji sambil mengelap keringatnya.
"Kaori?" Minato mencari-cari Kaori di sekitar kamar itu.
"Kaori? Oh, maksudmu cewek itu? Dia tertidur pulas daritadi." Kata Souji sambil nunjuk-nunjuk Kaori.
"Tadi sudah kuperiksa, dia baik-baik saja..." Souji langsung di bogem Minato.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAORI, HAH!" Minato teriak dengan sangat keras.
"Ti-tidak apa-apa! Aku cuma merasakan nafasnya ada ato tidak!" Kata Souji sambil mundur beberapa langkah.
"Kumaafkan kau kali ini, tapi kalau kau melakukan itu sekali lagi, jangan harap bisa selamat." Kata Minato, memberi deathglare pada Souji.
Souji langsung mengeluarkan keringat dingin, "i-iya..."
Minato lalu mendatangi Kaori, dan mengguncang-guncangkan tubuh Kaori pelan-pelan.
"Hm?" Kaori membuka matanya.
"Uhm, maaf membangunkanmu, tapi, ada hal penting..." Belum selesai kalimat Minato, Kaori cepat-cepat mengatakan, "kak, aku sudah tau, kok..."
Mata Minato terbelalak, "tau darimana?"
"Ryoji."
Hening.
Hening.
Muncul aura hitam di sekitar Minato, lalu Minato bergumam, 'mati kau, Ryoji...' Berulang kali.
Souji ketakutan, merinding, berkeringat dingin, dll.
"Lagian, apa pergerakan kita selanjutnya?" Tanya Kaori.
"Kita?"
"Yup, aku ikut kan?" Kata Kaori polos.
Minato langsung merobek-robek foto Ryoji.
(Me: dapet darimana foto ntuh? Minato: ga tau, udah ada. Souji: gua dapet dari fansnya. Me: kok mereka ngasih yang gituan? Souji: mereka aja yang sarap. Ada yang ngasih ulet, ada yang ngasih bulu babi, ada yang ngasih hiu (?), dll lah.)
"Ki-kita coba masuk ke velvet room yuk?" Usul Souji.
Minato langsung ngelempar death glare ke Souji.
"Ya udah! Kita masuuk!" Teriak Kaori bersemangat.
Minato langsung pasrah, dan berjalan masuk ke velvet room. Souji yang pundung daritadi gak nyadar kalo mereka masuk, jadi dia ditinggal.
-velvet room-
"Welcome to the velvet room..." Sambut Igor.
"Gor, kok Elisabeth jadi tua gitu?" Tanya Minato.
"Mana Theo?" Tanya Kaori.
"Oh, Margaret, lu salah tempat! Panggil tuh Elis ma Theo!" Perintah Igor.
"Siap, master." Lalu Margaret keluar ruangan sambil joget-joget.
Hening.
Hening.
Hening.
"Taraaaa!" Elisabeth langsung masuk, trus joget-joget.
Lalu, Theo masuk sambil lompat-lompat... Tentu dengan 2 buku compendium di kepalanya.
"Kok elu aja yang bawa compendium?" Tanya Igor.
"Kakak (Elis) bilang dia mau joget-joget dulu, jadi dia minta aku pegangin dulu buku compendium milik Minato-sama..." Jawab Theo santai.
Lalu, Elis langsung berdiri di samping Igor dengan super cepat. Theo yang lagi ngangkat buku compendium ala penjual sayur sambil nari compendium (plesetan dari tari piring), langsung berdiri disamping Igor dengan super cepat juga. Minato dan Kaori sweatdropped.
"Yah, aku mau ambil... Thanatos aja deh!" Sahut Kaori riang.
"Aku gak ada urusan, cuma nemenin Kaori saja." Kata Minato.
"Oh, yawda, gratis aja dulu deh..." Kata Igor sambil memolesi idung panjangnya.
"Yeeeey! Gratis!" Kaori lompat-lompat saking senangnya.
"Ini, Kaori-sama." Kata Theodore sambil membuka buku compendium milik Kaori.
Kaori pun melihat-lihat skill personanya.
"Hmm... Ada megidolaon, morning star, salvation, victory cry, brave blade, unshaken will, null light, dan... Huh? What the-?" Kaori terbata.
(A/N: megidolaon, morning star, victory cry, unshaken will, null light, adalah skill warisan. Caranya gampang. Fuse Helel yang mempunyai victory cry dan salvation, juga morning star menjadi salah satu bahan dari Thanatos, lalu wariskan ketiga skill itu. Wariskan juga skill lain ke Thanatos melalui bahan untuk fuse Thanatos. Saya juga pakai cara itu untuk dapet persona kuat!)
"Khe khe khe... Ya... Kuberi dia skill milik Infinity Thanatos... Yah, hanya satu, sih..." Kata Igor.
"Kau ganti Evil Smile? Baguslah!" Sahut Kaori seneng.
"Skill apa yang kau dapat, Kaori?" Tanya Minato lembut. (Me: mentang-mentang sister complex... Minato: *ngelemparin tai kebo ke arah Author*).
"Uhm... Lunar Eclipse!" Sahut Kaori riang.
Minato langsung mengecek personanya, Infinity Thanatos. (Me: nama Infinity Thanatos norak tuh... *di bantai Infinity Thanatos dan Minato* Me: *pake Moon Tsukubame*)
"Hm... Lunar Eclipse, menurunkan semua status lawan secara drastis ya?" Kata Minato.
"Wah! Berguna tuh!" Kata Kaori.
Minato hanya senyam-senyum.
"Nah, kita keluar yuk." Ajak Minato.
Mereka berdua pun keluar dari velvet room.
Kamar Minato...
Souji yang lagi enak-enak makan cup ramen, langsung dikagetin sama Kaori, padahal cuma dipegang aja.
"Secara tak sengaja, Souji langsung bilang, "S**T! FU**! B**C*!"
Kaori udah mau nangis.
"Eh? Ma-maaf, tadi gak sengaja..." Souji minta maaf.
Bulu kuduk Souji berdiri, dia gemetar, merinding, keringat dingin, dll, dsb. Pas dia lihat ke belakang...
Tampak Minato men-deathglare Souji.
"Kau kubebaskan, karena permohonan Kaori. Kalau tidak, lehermu pasti sudah kugorok!" Kata Minato sambil menodongkan pisau.
Souji langsung sujud-sujud ke Minato dan Kaori.
"Kaori, ikut aku." Kata Minato sambil berjalan ke arah pintu velvet room.
"Huh? Lagi?" Kaori mengikuti Minato ke velvet Room.
-velvet room-
"Welcome to the velvet room..." Sambut Igor.
"Gini, Gor, kok lu tau tentang Infinity Thanatos?" Tanya Minato langsung.
"Oh, itu, si Ryoji yang ngasih tau..." Kata Igor.
Salah! Ulang!
"Oh, itu, si Tukul yang tadi ngasih tau..." Kata Igor.
Cut! Cut! Salah! Ulang!
"Oh, itu, tadi si NYX yang ngasih tau..." Kata Igor.
Cut! Salah, Igor bin Ingus GOReng!
"Oh, itu, aku emang dah tau sebelum kamu tau kok..." Jawab Igor sambil makan nanas, trus air nanas-nya dipake buat molesin idungnya. *author muntah-muntah*
"Kasi tau aku selengkapnya!" Kata Minato sambil agak berdiri dari kursinya. (Kok selengkapnya? Emangnya berita? *di lempar panci isi taI GOReng*)
"Anakku, kamu lebih tau daripada aku." Jawab Igor.
"Kok bisa? Kan kamu selalu lebih tau." Tanya Kaori.
"Aku juga tidak tau, anakku, aku tidak terlalu tau tentang Infinity Thanatos." Jawab Igor.
"Well then, farewell..." Lalu Igor mengeluarkan mereka berdua.
-kamar Minato-
"Ouch!" Erang Souji yang tertimpa Kaori.
Kaori segera berdiri, "e-eh, maaf! Kamu tak apa?" Kaori megang-megang Souji.
'Wah, lembut... Cantik juga... Tidak! Apa yang kupikirkan! Hanya Yukiko saja yang kusukai! Tapi... Ah, tidak! Oh, Yukiko... Di mana kamu? Rasanya jadi inget kamu terus kalo liat Kaori...' Pikir Souji.
"He-hei! Kamu tak apa?" Kaori tambah mengguncang-guncangkan tubuh Souji.
Minato langsung memberi deathglare ke Souji. Dan memberi tatapan 'kalo-kau-berani-macam-macam- ke-Kaori-akan-kugorok-lehermu-sampai-ke-sumsum!'
Kaori yang menyadari hal itu langsung bilang "kak, tolong dia jangan dibunuh."
Minato pasrah saja, lalu mendekati Souji, dan berbisik ke telinganya, "kau beruntung."
Bulu kuduk Souji langsung berdiri.
Di kejauhan, tampak seseorang memperhatikan mereka. "Hmp." Orang itu tersenyum.
-end chap 3-
Author: gaje? Abal? OOC? Busuk? Emang! Maaf ya, kasih pilihan terus, tapi tebak deh, siapa yang ngintip mereka! Oya, jadi, intinya yang muncul di chap ini itu Kaori, orang yang waktu itu, dan Infinity Thanatos yang ngamuk. Tebak deh siapa yang ngintip!
A. Metis.
B. Ryoji Mochizuki.
C. OC punya Author.
