Our Own Fate ch 4
Author: makasih sebesar-besarnya buat review selama ini!
Sakakura Ryosuke: anu... Kalimat yang 'A mysterious voice ring in Minato head...' Itu mestinya 'a mysterious voice ring in Minato's head' gitu... Anyway, thanks udah review!
meshi-chan: oh, jadi, menurut anda, Ryoji gak mungkin ya? Emang sih, dia bakal kayak gitu... *swt* thanks udah review ya!
MiLuSa: ooh, antara Ryoji dan OC? Tebakan anda bagus juga... Thanks ya udah review!
anna: Ryoji? Oho, pinter... Thanks udah mau ngereview fic saya!
Warning: OOC! Abal, gaje, busuk, gila, hancur, bikin mual, pusing-pusing, dll.
Our Own Fate ch 4.
Di kejauhan, tampak seseorang memperhatikan mereka. "Hmp." Orang itu tersenyum.
"KAORI-CHAAAAAAN!" Teriak orang itu sambil melompat dengan biadabnya ke arah jendela yang terbuka.
Sifat siscom-nya Minato langsung meluap, dan dia segera membanting jendela dengan sangat cepat.
'BRUUAAAAAAK!'
Ryoji nabrak jendela... Lalu jatuh merosot... Dengan meninggalkan 'sungai' ingus di jendela kamar Minato.
"Kalau berani mendekati Kaori... KUBUNUH KAU!" Minato memberi peringatan pada Ryoji yang udah lemes di depan dorm gara-gara tadi jatuh.
Souji ketawain Ryoji keras-keras sampe Kaori nutup telinga dan Sou di deathglare ma Minato.
Kaori pun turun, memeriksa keadaan Ryoji.
Pas sampe di bawah, Ryoji udah... Eumh... Sakaratul maut...
"Hei, Ryoji... Bangun dong..." Kaori mengguncang-guncangkan Ryoji.
Ryoji langsung bangun, dan meluk Kaori, "KAORI-CHAAAAN! KANGEEEEEEN!"
Muncul aura kematian dan deathglare dari belakang Ryoji, "eh?"
Ternyata eh, ternyata... "Mi-Minato? Se-se-sejak k-ka-ka-kapan ka-ka-ka-kamu di-di-s-si-si-ni?" Tanya Ryoji merinding, terbata, di ambang kematian, dll, dsb, dst...
"Kak, jangan dibunuh..." Kata Kaori sweatdropped.
Minato berjalan mendekati Ryoji, dan bilang, "kali ini kau selamat karena Kaori yang menyelamatkanmu." Katanya berbisik.
"Jangan begitu dong, Minato~" kata Ryoji menggoda.
Hening.
Hening.
Hening (melulu).
Sebuah tonjokan dengan mulusnya mendarat di muka, tepatnya di hidung Ryoji..
"Kan mulutku yang bicara, kok hidungku yang kena...?" Ryoji tampaknya sangat menderita.
Minato menarik tangannya, dan...
Ada kaki mendarat di mulut Ryoji!
Ryoji pun pingsan.
Kaori menghela napas.
"Kaori, kau tak apa-apa?" Tanya Minato.
Kaori hanya tersenyum, dan menganggukkan kepalanya, "ya."
"Kalau begitu, ayo masuk." Ajak Minato.
"Eh? Ta-tapi, Ryoji..." Kata Kaori cemas.
"Tak apa, biarkan saja dia di sana." Kata Minato. Sebenarnya, Minato ingin bilang S**T ato J*R*, tapi, takut kalo nanti Kaori jadi ikut-ikutan pake bahasa kasar.
Minato pun mendorong Kaori masuk.
Pas sampe di atas, hal yang pertama kali ditangkap oleh mata Minato adalah... "HEY YOU RYOJI! NGAPAIN LO DI KAMAR GUEEE?" Tanya Minato dengan stress.
"Oh! Kaori-chaaaan!" Ryoji langsung nemplok ke Kaori.
Minato masang deathglare. Ryoji merasa sudah di ambang kematian... Eh, kemeninggalan (emang ada? Tapi kan manusia tuh meninggal, bukan mati, mati untuk binatang, tapi wateper deh...).
Souji cekikikan sampe guling-guling.
Ryoji langsung mojok, lalu bilang, "aku di sini buat nungguin Kaori-chan, sekalian ngobrol ma Sou..." Katanya dengan suara kecil, tapi Minato dan Kaori bisa dengerin.
"Oh ya, Ryoji, bisa kita minta tolong?" Tanya Kaori.
"GAK!" Sergah Minato.
"Hei, Kaori, apa memang Minato sikapnya gitu?" Tanya Souji berbisik.
Minato bisa denger, tapi dia diem aja.
"Iya, dia cuma gitu kalau jagain aku, kalau tidak dia molor terus, padahal aku gak perlu dijaga sampai seperti itu..." Kata Kaori sambil menatap Minato dengan tatapan 'Ryoji-ikut-saja-plis?'
Minato pun menghela napas, "baiklah, Ryoji... Kau boleh ikut."
"Benarkah? YIPPIEEEEE! Senangnyaaa!" Ryoji lompat-lompat.
"Tapi... AWAS SAJA KALAU KAU MACAM-MACAM SAMA KAORI!" Ancam Minato dengan suara datar namun horor.
Ryoji ingin keringat dingin, sweatdrop, de-el-el, de-es-beh, de-es-teh (teh apaan? Teh manis? *plak!*), tapi takut dehidrasi trus meninggal, trus gak bisa ketemu Kaori lagi.
"Gi-gimana kalau kita segera putuskan gerakan pertama kita?" Usul Kaori.
"Betul juga..." Minato melirik Ryoji dan Souji, lalu duduk.
"Kaori, sini." Kata Minato, mempersilahkan Kaori duduk di sebelahnya.
Souji pun duduk di sebelah Minato, dan Ryoji dengan ributnya duduk di samping Kaori dan Souji, mereka duduk membentuk lingkaran.
"Gak usah lebay ah! Duduk dimanapun boleh!" Sergah Minato.
Minato pun berdiri, dan duduk di kasurnya, bersama Kaori. Souji duduk di kursi berlajar Minato. Ryoji liat-liat jendela, lalu duduk di lantai sambil meratapi nasibnya yang tidak dapat tempat duduk yang enak.
"Baiklah, kita mulai dari..." Minato melirik Ryoji, "kamu."
"Benar, kamu itu sapa sih?" Tanya Sou dengan bloon-nya *digampar Sou*.
"Ceritanya panjang..."
Kaori pun menceritakan dari awal P3P, P3FES (darimana tau?), dan P3 (kan cuma beda-beda tipis ma P3FES?).
Lalu, Sou lagi yang cerita, sementara Ryoji asyik joget-joget.
"Ah, sudah malam, kita lanjutkan sambil tidur saja." Usul Kaori.
"Ide yang bagus, tapi... Kita berempat tidur sekamar?" Tanya Souji.
"Ya! Aku akan ambil tempat tidur Kaori, dan meletakkannya di tempat kasurku, dan kasurku kuletakkan di sebelahnya. Kalian tidur aja dilantai." Kata Minato dingin.
"Ryoji, aku pake futon." Kata Souji sambil pergi ke Inaba (jauh banget, pak, nih saya ambilin. Sou: makasih!). Dan Sou gak jadi ke Inaba karena udah diambilin ma author supaya cepet.
"Huwaaa~ gue tidur di mana~?" Tangis Ryoji.
"Sudah, sudah, nih, kupinjamkan futonku." Kata Kaori lembut.
Lalu, Minato masuk membawa kasur (kayak di P3P) dan menaruhnya di letak awal kasur miliknya sendiri. Kasurnya pun digeser, tapi dempetan.
Author: ngerti susunannya? Bayangin aja Kaori tidur di kasurnya, tapi tempat kasurnya tuh kayak tempat kasurnya Minato. Trus kasurnya Minato dirapatkan disebelahnya. Kamarnya Minato nyaris penuh, deh...
"Uhm... Kayaknya gak cukup, deh..." Kata Kaori sweatdrop.
"Yaudah, kupindahkan meja, bangku, dan komputer ini." Kata Minato.
5 menit kemudian, 2 kasur dan 2 futon pun cukup... Tapi harus sempit-sempitan, kata Minato, biar bisa agak bebas jalan.
Mereka pun bersiap tidur, dan Kaori memulai pembicaraan dalam posisi terbaring, "hei, kita mau apa dulu?"
"Karena Minato yang menjadi kunci di sini, jadi, kita harus apa?" Kata Ryoji.
"Darimana kau tahu Minato yang jadi kunci?" Tanya Souji (sok) nyelidikin.
"I-itu... Yah, cuma dugaan." Kata Ryoji.
"Oh ya, Minato, sini dulu bentar ya? Pleeeeeasee?" Ajak Ryoji manja.
"Ya, tapi... Kaori, jangan sampai hidung belang (Sou) itu apa-apain kamu, ya..." Saran Minato.
"Ya... Aku gak akan diapa-apain kok, tenang saja...!" Sahut Kaori.
KLAP
Pintu ditutup, Minato dan Ryoji pergi ke comman room.
"Minato, apa kau sudah putuskan apa yang kau mau lakukan pada Souji kalau kau sudah kembali menjadi great seal?" Tanya Ryoji serius.
"... Tentu." Jawab Minato.
Ryoji tersenyum tipis, "aku percaya kau tidak akan mengecewakan kami semua."
Minato agak bingung, karena sikap Ryoji tak seperti biasanya.
Mereka pun masuk, dan melanjutkan pembicaraan.
Pembicaraan di-skip karena author gak mau bocorin fic *author digeplak orang sekampung, digigit anjing segunung, di smack down pemain sumo bejibun, anehnya author baik-baik aja, gak lecet, gak sakit, dll. Kenapa? Karena ini fic punya author! Jadi suka-suka author dong!*
Besoknya...
Kaori bangun pertama, dia mengusap mata, merenggangkan badan, dan menguap.
Kaori pun berdiri dari tempat tidurnya, dan membangunkan Souji dan Ryoji. Sayangnya, mereka semua gak mau bangun. Jadi, Kaori mencoba membangunkan kakaknya.
Merasa ada yang membangunkannya, Minato mencoba untuk mengetahui siapa yang membangunkannya.
"Kaori, ada apa?" Karena sangat menyayangi adiknya, Minato segera bangun.
"Aku mau mandi, apa boleh aku pakai kamar mandi yang di bawah?" Tanya Kaori.
"Ya, boleh, tapi, kutunggu di luar, ya." Kata Minato.
"Kak, aku tak perlu dijagain..." Kata Kaori.
Mereka berdua pun turun.
Dibawah, Kaori membuka pintu kamar mandi dan menyalakan air.
"Aneh. Dorm ini sudah tak terpakai, tapi kenapa masih ada yang mau membayar air?" Kata Minato.
"Iya juga sih..." Kaori ikutan berpikir.
Minato mencoba mencelupkan tangan ke dalam air itu, "hangat." Gumamnya. Lalu Minato mempersilahkan Kaori untuk mandi.
Saat Minato menunggu, Souji turun.
"Loh? Minato? Kok di sini?" Tanya Souji.
"Nungguin Kaori." Jawab Minato singkat.
5 menit kemudian, Kaori keluar.
"Cepat sekali." Kata Minato.
"Yah, memang begitu." Jawab Kaori tersenyum.
Minato langsung mandi secepat mungkin, dan kembali ke tempat Kaori.
"Kaori, apa mereka membuatmu kesal?" Tanya Minato.
"Tidak sama sekali." Jawab Kaori.
Lalu, Ryoji dan Souji udah ngacir duluan sebelum dengar jawaban Kaori.
Kita skip dulu sampai siang.
"Hei, aku lapar." Kata Souji sambil tiduran baca-baca manga Persona 5 (lalu author ambil paksa dan baca... *memangnya manga Persona 5 udah ada ya tahun 2012? Eh, bener gak kalo fic ini dimulai tahun 2012? Anggep aja gitu, dengan catatan umur Minato, Kaori, dan Ryoji setara dengan Souji*)
"Pesen ramen Hagakure yuuk!" Seru Ryoji semangat.
"Iya! Ide bagus!" Kata Kaori tak mengalihkan pandangan dari bukunya.
"Kaori, tugasmu kan menulis, jadi sudah saja dulu, aku saja yang lanjutkan." Kata Minato.
"Sudah selesai, kok! Kan kakak harus mikir ide cadangan!" Kata Kaori, lalu berdiri dan tiduran di kasurnya sambil mendengarkan MP3 Player-nya.
Sekitar 20 menit setelah itu, ramen datang.
Kaori dan Minato segera ke pojok ruangan, dan memakan ramen mereka dengan santai, damai, dan tentram (?) *ditampol karena lebay*
Sementara Sou deket-deket ma Ryoji.
"PUEH! PUEH! Apaan nih!" Protes Ryoji.
"Alasan kami menjauhi Ryoji adalah..." Kaori berbicara.
"Karena kami..." Minato melanjutkan.
"Sudah tau bahwa kalau makan deket-deket Ryoji yang pertama masuk mulut ituh bulu ketek sama bulu idung Ryoji!" Sambung Kaori.
BRUK! Souji pun jatuh ala anime.
Lantai 1...
-Unknown POV-
"Haah.. Hah.." Aku berlari, nafasku memburu.
Sejak 20 menit lalu, saat aku berjalan-jalan di Naganaki Shrine, mataku menangkap seberkas kecil cahaya dari kamarnya. Aku segera berlari, tapi, karena ada kecelakaan di kota ini, aku jadi terlambat. Kuharap aku bisa bertemu dengannya lagi.
Saat aku naik ke lantai 2 dorm ini, aku mendengar suara. Suara gaduh. Sepertinya 4 suara. 3 suara yang kukenal. Aku segera berlari membuka pintu di paling ujung.
-Normal POV-
KREEET...
Pintu terbuka.
Semua orang ber-gasp.
"A-Aigis?" Seru Minato tak percaya.
"Mi-Minato-san?" Aigis berjalan perlahan ke arah Minato.
Minato mengangguk.
... Dan Minato langsung dipeluk oleh Aigis. Baju Minato jadi basah karena air mata bahagia Aigis.
Lalu, Aigis memeluk Kaori juga.
"Mi-Minato-san... Kaori-san..." Aigis menyeka air matanya.
"Minato saja." Kata Minato.
"Kaori saja." Kata Kaori.
"Ba-bagaimana kalian bisa di sini?" Tanya Aigis.
"Ceritanya panjang. Kau sendiri?"
Lalu terjadilah penukaran cerita yang panjang.
"Jadi, rencananya begitu." Kata Minato mengakhiri pembicaraan.
"Aku akan membantu semampuku." Kata Aigis.
"Oke, mulai saja sekarang." Kata Ryoji mengeluarkan benda aneh.
"Itu... Kamu dapat darimana?" Tanya Aigis.
"Nyolong."
Cut! Ulang!
"Itu... Kamu dapat darimana?" Tanya Aigis.
"Merampok bank terus beli."
Cut cut! Ulang!
"Itu... Kamu dapat darimana?" Tanya Aigis.
"Author."
Cuuuut! Ulang!
"Itu... Kamu dapat darimana?" Tanya Aigis.
"Aku mengambil benda ini dari lab Ikutsuki secara diam-diam." Kata Ryoji.
"Siapa yang menjaga Minato?" Tanya Kaori.
"Ryoji. Dia kan tidak punya persona." Kata Souji.
"Siapa bilang! Aku sudah punya Thanatos! Lagian Thanatos-ku ini lebih bagus! Bisa menampung banyak skill!" Kata Ryoji.
"Darimana dapet?" Tanya Souji.
"Dari..."
"Jangan." Sela Minato.
"Kenapa?"
"Mulai saja." Kata Minato.
"Aku saja yang menjaga." Kata Aigis.
Mereka pun membaringkan Minato, dan memasang alat aneh itu di kepala Minato.
Aigis duduk di sebelah Minato yang pingsan.
Lalu, Kaori menekan beberapa tombol, dan Sou, Kaori, dan Ryoji ilang.
-Unknown-
BRUK! BRAK! BRAK!
Mereka bertiga jatuh terpelanting.
"I-ini.. Pikiran Minato?" Souji berusaha berdiri.
"Auch!"
"Ah.. Susah sekali berdiri..." Kaori berusaha berdiri, tapi gagal.
"Tekanan ini... Seperti waktu melawan NYX!"
Kembali ke Minato dan Aigis...
"Ugh..." Minato mengerang.
Aigis menggigit bibirnya, dan menggenggam tangan Minato erat.
Kembali ke Kaori, Ryoji, dan Souji.
BRAAK!
Kaori terlempar jauh, menabrak dinding. Ruangan di sana serba biru.
"Aah!" Kaori terduduk lemas, dan meng-cast diarahan.
BRAK! DUUAAARR!
Souji terlempar ke atas, kemudian dibanting.
"Souji! Diarahan!" Kaori meng-cast diarahan.
"Makasih!" Souji segera bangkit.
Sosok dihadapan mereka tiba-tiba berada di depan Kaori, dan menarik tangannya, kemudian saat sosok itu hendak melemparnya ke arah tembok yang berada 2 meter di belakangnya, Ryoji menahan tangan sosok itu, dan memutarnya, lalu mengambil Kaori.
Pedang Izanagi-No-Ookami berada tepat dibelakang sosok itu. 2 detik lagi akan kena kalau sosok itu tidak menghindar.
Tapi dalam sekejap, sosok itu membanting Souji. Entah kenapa dia bisa secepat itu.
"Sosok itu... Sangat mirip Minato!" Kata Ryoji.
Note: di fic ini TAK ada OC!
"Kelihatannya.. Waktu di sini berlalu lebih cepat dari waktu di dunia asli!" Seru Kaori.
"Thanatos! Brave Blade!"
"Attis! Diarahan!"
Souji pun pulih, dan sosok itu berhasil menghindar.
Serangan sosok itu (SI) berikutnya bisa dilihat oleh Kaori, sehingga Kaori menepis serangan SI menggunakan naginata miliknya.
"Thanatos! Lunar Eclipse!" Seru Kaori.
SI pun jadi melambat, dan melemah.
"Bagus! Helel! Morning Star!" Souji menyummon Helel.
SI sempat menghindar, tapi ada luka terserempet di kakinya, jadi tambah melambat.
Lalu, Kaori sudah menduga SI akan menghindar, jadi dia yang berada tepat di belakang SI langsung menggores kaki SI.
Lalu, Ryoji memakai Megidolaon, dan SI terkena.
SI tampak luka-luka, tapi tidak kelihatan lelah. Sedangkan mereka yang tidak membawa item sudah hampir kekurangan SP.
SI menyummon Infinity Thanatos, dan meng-cast Halo Hades (Halo yang dimaksud adalah lingkaran cahaya di sekeliling bulan).
Dari atas, muncul bola api besar berbentuk cakram. Bola itu memutari sekeliling ruangan sambil menembakkan bola api kecil. SI berdiri di atasnya.
Cakram api itu menyerang Kaori dengan cepat.
Di samping Kaori, ada Souji yang berusaha menolong.
SI segera melompat dari cakram tersebut, dan menusuk Souji, hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
"Aaah..!" Kaori terkena cakram api itu, dan terluka parah.
"Kaori-chan!" Ryoji berlari menghampiri Kaori yang terkulai lemas.
"Attis.. Mediarahan..." Kaori memulihkan Sou, Ryoji, dan dirinya sendiri.
-Flashback-
"Tekanan ini... Seperti waktu melawan NYX!"
"Uargh..."
"Aah.."
"Uh..."
Kaori melihat ada bayangan di atasnya. Tampaknya ada seseorang berdiri tepat di depannya.
Mereka bertiga tampak terkejut, dan sosok itu mengcast heaven's fiddle.
(Fiddle yang dimaksud itu biola.)
SP mereka pun berkurang sampai tinggal 1 per 4-nya.
Mereka bertiga berdiri setelah sosok itu pergi, karena merasa beban mereka sudah hilang, dan mengikutinya masuk ke ruangan tersebut.
-End Of Flashback-
End Of Chap 4~
Author: mungkin ada ya, yang ingin tau list skill Infinity Thanatos? Nih:
-Lunar Eclipse: menurunkan hit, atk, dan def lawan secara drastis.
-Halo Hades: lihat di atas, dan kalau cakramnya kena, men-drain SP.
-Heaven's Fiddle: men-drain HP/SP lawan 3 per 4-nya.
3 dulu saja, ya... Review!
