Our Own Fate ch 5
Author: seperti biasanya, terima kasih sebesar-besarnya untuk review-review anda sekalian!
panthera master: maaf kalau Sou jadi kayak anak bawang.. Lalu, memang Sou kuat, tapi.. NYX emang gak bisa dikalahkan. Lawan NYX tuh udah bukan masalah kuat tidaknya. Makanya hanya disegel...
Sakakura Ryusuke: memang, Minato banyak deathglare karena dia sangat siscom. Akan kujelaskan lebih lanjut. Tunggu aja!
Shiney moon: makasiiih~ suka bagian Ryoji dijailin? Saya kasih agak banyak deh..
meshi-chan: makasih~ tulisannya 'Abyss of Time', bukan 'Abbys of Time'. Makasih~
Anna: kurang penjelasan? Maaf deh~ nanti saya jelaskan lebih lanjut. SI itu singkatan dari 'sosok itu'.
Chapter 5.
Setelah Kaori menyembuhkan semuanya, dia merasa akan pingsan. Ryoji dan Souji yang memang stamina-nya masih agak banyak, masih sanggup bertarung.
"Ryoji! Kau lindungi Kaori!" Kata Souji sambil beradu pedang dengan SI. SI tampak tidak kelelahan ataupun kesusahan. SI melempar Souji, dan untungnya Souji sempat bertahan dengan menggenggam lantai. Kuku Souji berdarah.
Souji segera menyummon Helel, dan meng-cast morning star. SI dapat menghindari morning star itu dengan mudah. Tapi, ternyata wajah SI sedikit tergores.
Tanpa diduga, gerakan SI terhenti sejenak. Sekitar 2 detik. Souji memanfaatkan kesempatan itu untuk memulihkan dirinya. Sempat, tentu saja.
Setelah Souji pulih, pandangannya kacau, buram. Dia memandangi sosok yang sedang dilawannya. "Ugh..." Pusing, dan sakit. Itulah yang dirasakan kepala Souji.
Bersamaan dengan menyentuhnya punggung Souji dengan lantai di situ, pedang SI sudah ada tepat di depan mata Souji.
'DOOR!'
Pedang SI terlempar jauh ke samping. Souji selamat. Tak terluka sedikitpun.
"Jangan sakiti temanku!"
Mata Souji menangkap sosok Aigis dari kejauhan.
"Aigis! Kenapa kau..."
Aigis membeku. Membeku menatap sosok yang seperti Minato, sedang berdiri di hadapannya, bersiap untuk membunuh semua teman Aigis dan memberi Aigis mimpi buruk.
Sosok yang ditatap Aigis sangat mirip dengan Minato. Sosok itu menyeringai.
Tiba-tiba, tubuh mereka semua terasa mengalami tekanan yang sangat berat.
"Aah.."
Kaori dan Souji sudah pingsan. Yang tertinggal hanya Aigis dan Ryoji. Mereka berdua merasa sesak, buram, pusing, sakit di sekujur tubuh, dll. Tiba-tiba, sosok itu menengadah ke langit, dan meraung-raung. Kelihatannya sangat kesakitan.
"A-ada apa?" Tanya Aigis. Aigis hampir pingsan, tapi sosok itu menghilang.
Ryoji berdiri, dan mengangkut Souji.
"Ah, biar aku yang membawa Kaori-san.. Eh, maksudku Kaori." Kata Aigis.
Mereka pun segera keluar dari ruangan itu, dan tepat saat kaki Aigis menginjak lantai, shadow kacangan muncul. Walaupun kacangan, jumlahnya sangat banyak. Cukup untuk menghabiskan energi seorang dewasa.
Pasti kalau Aigis dan Ryoji gabung akan selesai dalam beberapa menit saja, tapi sayangnya, Aigis langsung pingsan tepat pada saat shadow-shadow itu muncul.
"Ugh... SP-ku tinggal sedikit..." Ryoji menurunkan Souji.
Ryoji pun bertarung menggunakan tangan kosong.
Shadow: 1000
Ryoji maju, dan menendang 4 shadow kecil sekaligus. 5 shadow minotaur langsung menerjangnya. Ryoji lari dengan cara menginjak-injak 42 shadow maya. Shadow minotaur yang pertama melemparkan bola besi. Ryoji menghindari serangan itu dengan melompat ke shadow maya lainnya. Serangan minotaur menghancurkan 3 shadow maya.
Shadow: 951.
Minotaur yang kedua meng-cast agidyne. Minotaur yang ketiga berniat untuk men-tackle Ryoji.
Semuanya Ryoji hindari dengan menyummon Thanatos lalu menghindar dari area itu. Shadow maya yang terkena amukan para shadow Minotaur tadi musnah 39. Ryoji sekarang berhadapan dengan 6 shadow elang. Ryoji dengan cepat menyummon Thanatos dan menebas semuanya sekaligus. Dari belakang, Ryoji ditusuk oleh pedang.
"Ugh..." Ryoji memegangi lukanya, dan melihat ke belakang.
Tampak satu shadow Musha.
Thanatos beradu pedang dengan shadow Musha. Ketika shadow Musha kalah, shadow musha lain bersiap-siap untuk menyerang Ryoji. Ryoji berbalik, dan melihat Izanagi-No-Ookami melindunginya, dan memusnahkan shadow Musha itu.
Shadow: 904.
Souji sudah bangkit kembali. Sekarang, SP-nya hanya 5. Jadi, Souji tak bisa menggunakan skill kecuali skill rendahan.
4 shadow Musha dan 5 shadow Minotaur yang tadi menghadang mereka dari sisi yang berlawanan.
"Ini buruk.. SP-ku tinggal 20. Kau berapa, Sou?" Tanya Ryoji.
"5." Jawab Souji singkat.
Hening.
"Siap?" Tanya Ryoji.
Souji hanya mengangguk tanda mengiyakan.
Mereka berdua menerjang shadow musha. Souji melompat ke atas, berniat melakukan tendangan cangkul dari atas. Shadow Musha menyadarinya, dan berniat menebas Souji. Ryoji memberikan upper punch pada kepala Musha. Sehingga pedangnya lepas dari genggaman shadow Musha itu. Souji sukses melakukan tendangan cangkul di leher shadow Musha.
Souji yang menginjakkan kakinya di leher shadow Musha itu melanjutkan serangannya pada shadow Musha lain, dan Ryoji mengambil pedang shadow Musha yang tadi dikalahkan.
Souji memukul tangan shadow Musha, sehingga pedangnya lepas dari genggaman shadow Musha. Lalu, dia mengunci kedua pergelangan tangan shadow itu, dan berdiri dengan tangan di kedua tangan shadow Musha, sementara Ryoji menebas shadow Musha itu dari depan, tapi Sou tidak kena karena dia salto.
Dari belakang mereka, kelima shadow Minotaur itu berniat menyerang mereka.
Minotaur pertama meninju Ryoji, tapi berhasil dihindari oleh Ryoji dan malah mengenai salah satu shadow Musha di belakang Ryoji.
"Sou! Mereka sangat merepotkan! Bawa Precious Egg 1 aja gak?" Tanya Ryoji sambil terus menerus menghondari serangan gila-gilaan dari para Shadow.
"Bawa! Hanya 1, sih. Tadi, Aigis memberiku satu!" Jawab Souji.
"Minta!"
Entah salah tingkah atau apa, Sou ngelempar Precious Egg itu ke Ryoji.
"Thanks!" Ryoji langsung memakainya.
"Hei, Sou.."
"Apa?"
"Jangan beritahu tentang ini, ya..."
Ryoji tampak konsentrasi penuh, dan..
"Armageddon!"
Semua shadow musnah.
"Kok kau bisa gunakan?" Tanya Souji.
"Yah.. Itu rahasia..." Jawab Ryoji.
(Entar author jelasin semua.)
Setelah itu, Ryoji langsung tumbang, Souji menangkapnya.
"Duh.. Susah nih mau ngangkut 3 orang..." Keluh Souji.
"Biar aku bantu..." Aigis berdiri dengan susah payah.
"Jangan! Badanmu berasap gitu, lebih baik kamu tetap beristirahat!" Cegah Souji.
"Tidak apa, Souji-san. Aku bisa." Aigis lalu mengangkat Kaori.
Tiba-tiba, pandangan Souji buram sekali lagi dan bersamaan dengan itu, sebuah portal berwarna ungu kebiru-biruan muncul di depan Souji. Souji dan Aigis melangkah masuk dengan susah payah.
Di kamar Minato...
Souji langsung ambruk ketika kakinya menyentuh lantai kamar Minato.
Mata Aigis pun jadi hampir rusak. Tapi, alangkah terkejutnya dia ketika dia mendapati sesosok pemuda berambut biru tergeletak berlumuran darah segar.
"Minato!" Jerit Aigis.
Aigis hendak berjalan ke arah Minato yang tergeletak, namun, tubuhnya berasap sangat banyak. Dia memaksakan diri untuk melangkah. Akhirnya, dia terjatuh di samping Minato. Kepalanya terletak di bahu Minato.
End chap 5..
Author: maap pendek... Lagi ingin cepet-cepet...
Oya, maap untuk Sakakura Ryusuke. Penjelasan untuk semuanya akan dijelaskan beberapa chap lagi.
Maap juga untuk Anna, karena penjelasan skill-nya kurang jelas. Kapan-kapan bakal diperjelas deh!
Sekian. Mohon review-nya!
