OUR OWN FATE CH 6
AUTHOR: TERIMA KASIH ATAS SEMUA REVIEWNYA, YA. *HORMAT, DILEMPARIN GENTONG BOCOR*. MAAF SAYA TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK MEMBALAS REVIEW ANDA SEKALIAN. JADI MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA ATAS KEJADIAN INI. SAYA HARAP CHAPTER KALI INI DAPAT MEMUASKAN ANDA SEKALIAN. PIHAK KAMI MEMOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN ATAU KEANEHAN DALAM CHAPTER INI. SELAMAT MENIKMATI.
Pintu kamar Minato terbuka dan tampak seseorang memasuki ruangan itu. Seseorang itu tampak berambut hitam. Dia mengenakan scarf kuning yang mirip dengan milik Ryoji. Dia melihat pemandangan di depannya lalu tersenyum kecil. Dia jongkok lalu memegang dagu Minato dan mengangkatnya.
"Hmph…" Dia tersenyum kecil, "bagaimana, apa sudah puas?"
Dia lalu melangkah kearah pintu kamar Minato. Langkahnya terhenti ketika dia menyadari bahwa jari Minato bergerak sedikit.
"Huhuhuhu… HAHAHAHAHAHAHAHA!" Orang itu berjalan mendekati Minato, lalu berkata, "hebat juga kau masih bisa bertahan setelah aku bermain denganmu.
Masih tetap dalam keadaan jongkok, orang itu meng-cast Mediarahan pada semua orang disitu.
Lalu, pandangannya beralih pada Aigis. Orang itu tersenyum kecil.
Dia pun menyentuh dahi Aigis dengan jari telunjuknya, dan kemudian tampak seperti Aigis sedang Overheat.
Setelah itu, dia pun berdiri, lalu meraih gagang pintu, dan berkata, "Permainan yang tadi asyik juga, tapi aku masih belum puas…"
Dia pun membuka pintu itu dan berkata, "Oooh… jadi ini pintu lemari toh…" Aku salah…
CUUUUUUUUUT!
Dia pun membuka pintu itu dan berkata, "Wah, aku sama sekali tidak menyangka kalau diary saja harus dimasukkan dalam ruangan 1x1m."
MANA ADAAAAA! CUUUUUUUUUUTT!
Dia pun membuka pintu itu dan berkata, "Waah… Aku salah lagi, kamar ini aneh, deh… Masa' kasur juga ada pintunya?"
YANG ANEH ITU KAMU, TAHUU! EMANGNYA KAMU GAK BISA NGEBEDAIN MANA PINTU KELUAR MASUK KAMAR, YAAAAA! CCCUUUUUUUUUUUTTT!
"Ya udah deh, karena Author ngambek, aku keluar, ya! Ntar aku bakal balik lagi bikin kamarmyu jadi pinky pinky dengan dekorasikyu. Akyu janji kok, honey!" Kata orang itu sambil monyong-monyongin mulutnya dan kedip-kedipin matanya.
(Note: kata 'kamarmyu' dan 'akyu' itu bukan kesalahan dalam mengetik.)
….
Lalu, akhirnya dia pun berhasil keluar melalui pintu yang benar.
Beberapa saat kemudian…
"Umh…" Souji membuka matanya pertama. Dilihatnya bahwa teman-temannya masih belum bangun.
Dia pun merenggangkan tubuhnya, lalu mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya.
Dia pun duduk di lantai dan terjadi keheningan untuk beberapa saat. Akhirnya, setelah kurang lebih 10 menit, Souji akhirnya mengingat semuanya.
Matanya meneliti seluruh ruangan itu.
'Aneh… ke mana alat yang dipakai Minato agar kita bisa masuk ke dalam pikirannya? Aku tak melihatnya di mana pun…' pikir Souji.
"…"
'KRUUUUUK…'
'Aduh, aku coba cari makanan dulu, deh…' Souji pun turun ke lantai 1.
AUTHOR: MEMANG BIASANYA SOUJI UTAMAKAN TEMAN-TEMANNYA DULU. TAPI DI SINI AGAK BERBEDA BERHUBUNG DI CHAPTER INI PERAN UTAMANYA SOUJI. KARENA ADA YANG BERKOMENTAR BAHWA SOUJI JADI SEPERTI ANAK BAWANG.
Lalu, Souji merasa ada yang aneh. Tapi, dia membiarkannya.
Akhirnya,dia pun ingat apa yang menurutnya aneh. Urusan makan dibatalkan dulu, dan dia memasuki Velvet Room.
"GORGORGOR!" panggil Souji.
"Apa, sih? Aku belum sempat bilang salam, nih…" Keluh Igor.
"Aduh, ini penting banget!" Souji joget-joget di tempat.
"Penting gimana?" Tanya Igor.
"Err… Igor, Ingus GOReng mu jangan ditaruh di hidungmu, dong! Jorok!" Souji langsung berhenti joget-joget dan duduk di kursinya.
"Iya, deh, iya…" Igor akhirnya pasrah juga.
"!" Teriak Souji seenak dengkulnya.
"APA, SIIIIIIIIIIIIHHH! TEREAK-TEREAK TUH GAK BAIK BUAT HIDUNG EKE, TAHU!"
"AAAHH, TERSERAH DEH MAU TAHU TEMPE GORENG PAKE SAMBEL PAKE KECAP PAKE APA SAJALAH, TAPI KENAPA GUE BISA KELILING-KELILING PUAS-PUAS, NIIIIH!"
"GAK TAHU, DEH! UDAH SANA KELUAR!" Usir Ingus GOReng.
Souji pun terlempar keluar. Di luar, dia bertemu dengan orang yang mirip Takaya, Jin, dan Ryoji. Tapi, yang mirip Takaya itu warna matanya berbeda.
Yang mirip Jin warna bingkai kacamatanya putih.
Yang mirip Ryoji warna rambutnya agak pudar.
"Souji Setan…" kata Takaya-look-a-like.
CUT
"SETAN SOUJIIIIIII…"
CUT
"SOk malU JIjik SEtan Tanpa kAki…"
CUTCUTCUT
"Souji Seta…"
PINTEEER… NIH AUTHOR KASIH PERMEN..
"Bergabunglah dengan kami."
"Apa?"
"Lu budeg ya? Ayo, gabung!"
"Apa keuntungannya bagiku?"
"Haaaah…" Yang mirip Takaya menghela napas.
"Apa kau sudah sadar bahwa kau bebas keliling di dorm? Kamilah yang memberimu kebebasan itu. Tapi, hanya sampai batas di dorm saja dulu."
"Ya, dan apa maksudmu 'dulu'?" Tanya Souji.
"Kalau kau mau bergabung dengan kami, kau akan kami beri kebebasan. Bagaimana?"
"…" Souji terdiam.
"Jangan lupa, kalau kau tidak mau bergabung dengan kami, teman-temanmu akan tertimpa musibah besar!"
"Aku…"
-TBC-
AUTHOR: MOHON MAAF KARENA KALI INI CHAPTERNYA PENDEK. DIHARAP DAPAT MEMUASKAN.
