Fast updatee,,

Nyahahahaha,, XD

Makasih ya yang udah rippiuw,,

Padahal saiia hanya author baru yang geblek,, *huhuhu,, T.T*

Nie balesan rippiuwnya..

Kira Ketsueki: iya,, yang bener ENTERTAINMENT..

Hehehe.. :D

Arigato,, ^^

Fuyuzakura-hime: iya.. aku baca di nakayoshi lovely. Hehe.. :D! Sorry ya deskripkinya kurang, coz mau aku buat agak beda ama yang di komik, tapi gag berhasil ya? Huhuhu,, T.T iya,, diakhir-akhir bakal ada kissing yang ehm- banget.. ckckckck,,, XD

Arigato atas sarannya,,, XD

Tini N'WhiteOnyx: iyaa.. maap ya?

Arigato udda mau rippiuw,, ^^

: ogke dahh! Ntar aku panjangin,, ;) eh, ntar dichap akhir bakal dicium beneran lhooo,,

Tunggu yaa? ^^

UchiRansen: ogke dhe... nie udda di update. Jangan panggil senpai dunk~~ kan aku author baru.. hehehe.. :D

Misa UchiHatake: iya Sakura lebayyy tuhh~~! *dibogem Sakura*

Iya.. bissa...bissa.. :D

Ntar aku kasih SaiSaku deh. Tapi di chap akhir ya? ^^

Arigato,, ^^

FrenziRenzi-Ren.9x'y: iyaa,, ^^

Arigato gonzaimasu..~ ^o^

Amber-violet: Iya~ terinspirasi dari situ.. ^^

Kaze or wind: ini udda apdet.

Arigato.. ^^

Sweet's Strawberry: nie udda apdet kok,,

Cepet kan?

Nyahahahaha,, XD

Hoshirin Hyuunma: Arigato hyu-san,, ^^

Lets go to story~~~

**** Idol! ****

Naruto POV

'Haaaa? Appa dia bilaangg?'

'Ini bohongankaann?'

'Enggak mungkinnn~~!' kataku dalam hati

Akhirnya fansnya dia pada speachless semua, dan siap untuk menjerit dan protes. Tapi kenapa Sasuke biasa-biasa saja ya? Apa dia sengaja? Aduh bingungg~~~!

Normal POV

"Bohong! Itu nggak benar!"

"Di majalah kan ditulis kalau Sasuke-sama benci cewek!"

"Tidak mungkin Sasuke-sama pacaran sama.."

"Bocah!"

"Gembrot!"

"Dan jelek begini!"

Begitulah teriakan dari fans girlnya Sasuke Uchiha. Yang sukses membuat Naruto kesaaall!

"Nggak usah bilang sampai begitu dong! Aku sendiri juga mana mau sama orang nar..." kata Naruto terpotong karena dibekap oleh Sasuke.

"Diam." Kata Sasuke sambil masih membekap mulut Naruto dengan tangannya.

'Di...! diam...? mana mungkin aku bisa diam kalau diejek seperti ini!' kata Naruto dalam hati.

"Mmh!" Kata naruto protes karena masih dibekap oleh Sasuke.

"Pokoknya kami sedang kencan, jadi jangan ikuti kami." Kata Sasuke dingin kepada para fans girlnya.

"Ayo lari!" kata Sasuke sambil menarik tangan Naruto.

"Ehhhhh! Aku mau dibawa kemana?" tanya Naruto yang masih ditarik oleh Sasuke.

"Sudah laaahhh! Ikut saja!" kata Sasuke dingin.

"Tapi aku sudah tidak kuat berlari lagi.. hah..hah..hah.. capekkk~~! Aku bisa mati!" kata Naruto yang sukses membuat Sasuke berhenti berlari.

"Nggak bakal mati tau! Kamu enggak bisa lari lebih cepat lagi ya? Lemes amat. Dasar dobe!" kata Sasuke yang sukses membuat dahi Naruto berkedut.

"Tunggu! Kenapa aku yang dimarahin? Dan apa? Kau memanggilku dobe? Dasar teme!" teriak Naruto protes.

"Aah,,, Benar juga, makasih ya? Berkat kamu aku jadi tertolong dari fans girlku yang berisik itu." Kata Sasuke berterima kasih tapi tanpa senyum. *Dasar Uchiha*

"Makasih? Bukan itu maksutku. Yang tadi itu apa? Tiba-tiba langsung. La, langsung,,, ci,,, ci,," kata Naruto enggak bisa diteruskan gara-gara langsung blushing.

"Ha? Hmph.." kata Sasuke yang langsung mengerti apa maksut Naruto. Dengan seringaian khas Uchiha yang langsung bisa membuat cewek-cewek klepek-klepek. Sasuke pun mendekati Naruto.

"A,,apaa?" kata Naruto blushing.

"Ahh. Maksutmu karena tiba-tiba? Nggak apa-apa kan? Kita kan nggak ciuman beneran." Kata Sasuke yang menggoda Naruto dan memperkecil jaraknya dengan Naruto.

"Tu,,tunggu! Makanya,, menjauhlah sedikit~~!" kata naruto sambil mendorong tubuh Sasuke.

'Ugghh! Inni anak beraninya menggoda saja!' kata Naruto dalam hati.

"Atau~ jangan-jangan kamu ingin beneran dicium? Mau kucium sekarang~~? Kata Sasuke yang menggoda Naruto.

Naruto pun blushing. Jantungnya berdebar-debar. Saat Sasuke mulai memperkecil jarak. Naruto menutup matanya.

1...

2...

3...

4...

5...

.

.

10 menit.

'Kok enggak nyium-nyium see?' kata Naruto dalam hati dan langsung membuka matanya.

"Bohong kok!" kata Sasuke yang langsung membuat dahi Naruto berkedut.

"BODOOHH!" teriak Naruto yang sukses membuat Sauke menutup telinganya.

"Bisa-bisanya Cuma mempermainkan orang! Aku ini beda dengan kalian semua tau! Mungkin yang namanya artis semuanya melakukan yang semacam ini! Tapi,, Aku,,, aku,,,!" kata Naruto yang hampir mengeluarkan air matanya dan langsung menonjok Sasuke, tapi Sasuke langsung menghindar.

"Mahluk PeDe! Narsis! Bodoh! Tiang listrik! Aku mau pulang! Aku benci sekali dengan artis! Dasar Sasuke mesum!" kata Naruto sambil mengambil kertas yang ada dikertasnya, meremasnya dan langsung melemparkannya, tepat terkena dahi Sasuke. Dan Naruto berjalan meninggalkan Sasuke.

"Mesum? Anak ini menarik sekali." Kata Sasuke pada dirinya sendiri. Dan membuka kertas yang tadi dilemparkan Naruto.

'Tttrrrrrrrrr... pip...pip...' HP Sasuke pun berbunyi. Ada telpon masuk dari managernya. Akhirnya dengan setengah malas, dia mengangkat telpon tersebut.

"Sasuke, besok ada pemotretan." Kata managernya dalam telpon.

"Iya. Tapi besok aku juga akan berangkat sekolah. Pemotretan itu bisa dibatalkan tidak?"

"Haa? Apa katamu Sasuke?Tumben kau ingin berangkat sekolah?" Tanya sang manager heran.

"Aku ingin memprioritaskan sekolah. Lalu mengenai iklan yang itu, aku akan menerimanya kalau mereka mau menerima syarat dariku. Begini, yang menjadi lawan mainku bukan telent itu. Tapi aku akan memilih sendiri lawan mainku. Oke?" kata Sasuke ke pada managernya dalam telpon.

"Iya, baiklah. Pip." Sambungan telpon pun ditutup.

Pagi harinya. Di sekolah.

"Pagi Sakura-chan. Ini untukmu." Kata Naruto saat bertemu dengan Sakura sambil membawa banya bekal kue.

"Waaa! Ini kue semua? Kamu kenapa sih?"

"Aku bikin kebanyakan saking semangatnya." Jawab Naruto lemas.

"KYYYAAAAAA!" jerit Sakura.

"Eh? Apa?"

"Bo,,bohong,,,! I,,itu... SAI-SAMA DAN SASUKE-SAMA!" jerit Sakura.

"Tidak mungkin! Tuan Sauke dan tuan Sai datang ke sekolah 2 hari berturut-turut"

"Tidak mungkin!"

"Bahagianya~~"

"Aku bersyukur masuk sekolah ini!"

Kalaupun sudah lulus aku nggak akan menyesal!"

Begitulah jeritan para siswi saat melihat Sasuke dan Sai. Sasuke pun mendekat ke arah Naruto.

'Gawat! Itukan Sasuke! Ngapain dia kesini! Aduhh! Mati aku!" kata Naruto dalam hati.

"Naruto." Kata Sasuke.

'Ekkhh,, kenapa dia bisa tau namaku?'

"Kamu menjatuhkan ini kan?" tanya Sasuke sambil memperlihatkan kertas yang dilemparkan Naruto kemarin.

'Yang kemarin? Ternyata itu hasil pemeriksaan kesehatan? Gawat? Kenapa aku harus melemparkan kertas yang ini? Yang jelas-jelas tertuliskan ukurang tubuhku. Kenapa ukuran tubuhku harus diketaui cowok macam begini? A, aku malu,,!" jerit naruto dalam hati.

"Ke,,kembalikan!" Naruto langsung merebut kertas tersebut.

"Ternyata kamu 'punya' dibanding kelihatannya, ya?" kata Sasuke pas disamping telinga Naruto.

'paaaaaatttssss' muka Naruto memerah. Entah karena malu atau malu.

"Kyaaaaa! Tuan Sasuke mengembalikan barangnya yang jatuh!"

"Baik sekali dia~~"

"Anak itu beruntung sekali!"

"Aku juga mau menjatuhkan sesuatu,,!"

"Aku juga!"

"Aku jugaaa~~~"

Teriakan siswi langsung menggema. Padahal naruto menyumpah nyerapahi Sasuke dalam hati.

"Hei Naruto! Hebat sekali kau bisa ngobrol dengan tuan Sasuke! Tadi itu apa?" Kata Sasuka menggebu-gebu.

"Bu,,bukan apa-apa!" jawab naruto

'Memang biasanya ada orang yang langsung baca seenaknya? RENDAHAN sekali diaaa! Dasar temee!" kata Naruto dalam hati.

Di kelas Sasuke dan Sai

"Sasuke, kalau ingin datang ke sekolah, kenapa nggak datang sendirian saja sih? Kenapa aku juga harus menemanimu?" tanya Sai.

"Nggak apa-apa kan? Toh pemotretan hari ini juga batal."

"Makanya itu~ kita kan sudah lama nggak libur, aku ingin pergi belanja nih!"

"Iya,,iya. Aku minta 1 permintaan lagi deh sama kamu."

"Eeehhhh? Sasuke dari dulu mau menang sendiri niihh~~!" rengek Sai.

"Sudahlah~ begini..." Sasuke menjelaskan pada Sai apa yang dimintanya, dan Sai akhirnya menurut saja.

Di atap sekolah. Saat istirahat.

Naruto dan Sakura sedang makan bekal buatan Naruto.

"Hmm. Enaakk! Kue buatan Naru-chan memang nomer 1 sedunia!" kata Sakura menggebu-gebu.

"Eh? Syukurlah, soalnya aku membuatnya tanpa mencicipinya dulu." Naruto sweatdrop.

"Kamu makin pandai ya? Kuenya semakin empuk dari biasanya."

"Benarkah?"

"Iya. Ben.. brruuusshhh" Kata Sakura yang tidak sengaja menyemburkan makanannya.

"Haa? Kau kenapa Sakura?"

"I..itu! jangan-jangan Sai-sama?" Kata sakura masih tidak percaya pada penglihatannya saat ini.

"Selamat siaaangg~~~!" kata Sai sambil mendekati Sakura dan Naruto.

"Be..beneran dia!"

"Ah! Maaf permisi! Kayaknya ada kue enak nih? Aku minta ya?" kata Sai sambil mengambil kue tersebut.

"Enaakkk~~~" kata sai berbinar-binar.

"Te..terima kasih. Kamu anak jurusan entertainment kan? Kenapa ada disini?" tanya Naruto.

"Ya,,ada perlu sebentar." kata Sai dan dia tidak sengaja melihat Sakura. Sakura pun blusing plus bonus deg-degan.

"Waaaa..! ikat rambutmu bagus sekali! Kamu beli dimana?" tanya Sai pada Sakura.

"Di toko langgananku, nih kalau kau suka untukmu saja."

"Untukkuu~~? Kamu baik sekali~~! Siapa namamu?" kata Sai dengan senyuman mautnya.

"A..aku sakura.." jawab Sakura yang wajahnya meraaahhh~~ sekali.

"Sakura-chan? Cocok~~?" tanya Sai yang sedang memakai jepit rambut tersebut.

"Co...cocok sekali!" kata Sakura gugup.

"Ini Sakura-chan. Lalu ini Naruto?" tanya Sai sambil menunjuk Naruto.

"Eh?Ah? Iya. Benar."

"Ini! Aku sudah menyerahkannya ya? Bye~!" kata Sai memberikan sebuah kertas pada Naruto.

'Apa ini? Memo?'

Naruto langsung membuka memo tersebut. Dan ternyata dari Sasuke!

Kalau kamu tidak mau foto copy hasil pemeriksaan kesehatanmu tersebar, datanglah ke gedung olahraga pukul 13.00

PS: Datang sendiri.

'PeDe sekali dia! Sampai berani menyerahkan ini! Kalau begitu aku akan bertempur sampai titik darah penghabisan!' kata Naruto dalam hati dengan semangat yang menggebu-gebu.

Di Gedung olahraga, jam 13.00

"Sudah manggil orang kesini, tapi kenapa dia sendiri malah ga adaa? Dasar artis egois! Teme! Hmph!" Tiba-tiba Sasuke membekap mulut Naruto.

"Yak cukup sampai di situ saja." Kata Sasuke berbisik pas ditelinga Naruto.

"Caacuke(Sasuke)..!" kata Naruto yang masih dibekap oleh Sasuke.

"Heh, jangan teriak-teriak!"

"Kamu benar-benar datang? Ja..jangan salah paham! Mungkin kamu pikir sudah memegang kelemahanku. Tapi aku ini.."

"Sebenarnya aku nggak memfoto copy-nya kok." Kata Sasuke menyela omongan Naruto dengan entengnya sambil menjulurkan lidahnya.

'Aa..apaa? dia menggodaku lagi?'

"Apa-apaan sih kamu? Siakpmu yang memperlakukan orang seenaknya sangat menyebalkan tau! Mentang-mentang artis! Jangan belagu! Aku sangat membenci artis!" teriak Naruto.

"Naruto" kata Sasuke sambil menarik tangan Naruto.

"Hentikan! Lepaskan aku!"

"Hei naruto!" kata Sasuke yang langsung memeluk Naruto dari belakang.

"Apa kamu tidak mau melakukan hal yang lebih mendebarkan daripada ciuman?" kata Sasuke.

'Ehhhh?'

"Maukan? Tuh kan kamu tertarik?" kata Sasuke menggoda.

"Bo..bodoh! bicara apa kamu?" kata Naruto plus blushing.

"Oke! Ayo!" kata Sasuke sambil menarik Naruto ke dalam taksi.

"Tu..tunggu! aku mau dibawa kemana?"

"Sudahlah~! Ayo cepat naik! Tolong ke Shibuya. Yang cepat ya?" kata Sasuke kepada supir taksi tersebut.

"Baik" dan taksi pun melaju kencang.

"Tunggu dulu. Apa maksutnya ini?" tanya Naruto gugup.

"Kamu sudah nggak bisa lari lagi"

"Ki,,ki,,kita mau kemana? Bagaimana dengan sekolah?"

"Sudah kubilang, kan? Kita akan melakukan hal yang lebih hebat dari pada ciuman." Kata Sasuke datar.

'I,,,itu,, jangan-jangan? Wwwaaa!' kata Naruto dalam hati dan membayangkan hal-hal yang ber rate M.

Akhirnya taksi sampai di tujuan. Sasuke pun langsung mendorong Naruto.

"Oke! Ayo turun. Cepat lari!" kata Sasuke sambil menarik tangan Naruto.

'Kenapa orang ini selalu memaksa? Padahal kita nggak pacaran. Tapi dia selalu menggenggam tanganku tanpa ragu-ragu~dengan tangannya yang hangat. Eehhh! Apa sih yang kupikirkan?''

Disebuah Gedung di Shibuya

"Wajahnya jangan terlalu dipoles ya? Bagus. Yang biasa saja. Tapi tolong urus rambutnya ya?"

"Oke!"

"Pakaiannya yang itu saja."

"Baik"

'Apa yang sedang dia rencanakan?'

"Apa maksutnya ini?" tanya Naruto.

"Hmm. Kamu itu sudah seperti cinderella tau."

'Bo..bohong..'

Sekarang Naruto sedang memakai baju ketat yang super~ manis. Dan rambutnya yang panjang diikat kesamping dengan ikat rambut berbulu.

"Oke! Ayo kita mulai!" kata sang fotografer.

Lampu sorot pun dinyalakan.

'Hah? Silau,,! Lampu sorot?'

"Sasuke.. aku harus bagaimana?" kata Naruto gugup.

"Ayo lihat kedepan yang benar"

"Depannya dimana?" kata Naruto clingak-clingukan karena lampu sorotnya terlalu silau.

Ckrek,,ckrek,,,.! bunyi kamera pun bergemuruh.

'Hah? Aku sedang dipotret?'

"Mungkin memang panas, tapi jangan sampai keringetan ya? Lampu yang kuat dapat memperlihatkan indahnya kulit. Bersabarlah~" kata Sasuke panjang lebar.

'Mana mungkin? Daripada itu, pemotretan apa ini?' kata Naruto dalam hati.

"Naru-chan, ayo tersenyum!" kata sang kameramen.

"ehh?"

Akhirnya Naruto pun mencoba tersenyum.

"Buph!"

"Apa?" kata Naruto sambil menggembungkan pipinya.

"Matamu sudah terbiasa kan?" kata Sasuke.

"Ah! Benar. Eehhh? Yang menonton sebanyak inii?"

"Bagaimana perasaanmu? Enak?"

"Nggaklah! Uhh~ aku nggak bisa Sasu! Aku kan enggak cantik, tapi kenapa?~" kata Naruto nelangsa.

"Iya juga sih." Jawab Sasuke datar.

"Gggrrrrrr! Nggak usah jujur begitu dong! Disangkal dikit kek!" teriak Naruto pada Sasuke.

"Habis kamu sendiri yang bilang kan?"

"Uuuhhh! Iya juga sih."

"Tapi kamu tidak memperlihatkannya dan percaya kalau memang begitulah kamu."

"Ehhh! Jangan-jangan Sasuke juga..."

"Jangan menghancurkan mimpi orang yang bermimpi. Kalau mau, maju saja langsung. Akulah yang telah menemukanmu." Kata Sasuke sambil menggenggam tangan Naruto.

'Ahh lagi-lagi tanggannya yang hangat'

Kemudian Sasuke dan Naruto berpelukan dengan tangan yang masih perpegangan.

"! Putar kameranya sekarang! Buat filmnya juga!" kata sang kameramen. Sang kameramen langsung tertegun saat melihat Naruto.

'Apa? Anak itu tiba-tiba bersinar! Jangan-jangan anak ini.. dia,, sama seperti Sasuke. Yang dapat membuat kita merasa tertekan?' kata sang produser dalam hati.

Diakhir pemotretan, Naruto dan Sasuke langsung berakting. Naruto memegang pipi Sasuke. Dan mereka berpose menghadap kamera. Semua orang yang berada disana tertegun. Daaann~~.

"Cut!" teriak sang kameramen.

"Hebat! Siapa anak itu?"

"Bagus sekali!" kata orang-orang yang sedang melihat pemtretan tersebut.

'Hahh! Hosh..hosh...! akhirnya pemotretannya sudah selesai.' Kata Naruto dalam hati.

"Kalu kamu mau bisa juga kan?" kata Sasuke tiba-tiba.

"Sa..sasuke..! hei! Tunggu jangan-jangan pemotretan ini akan dipakai sesuatu ya?"

"Iya. Untuk iklan merk terbaru yang tayang mulai tahun baru. Nanti di stasiun juga bakal banyak ditempeli poster. Di majalah juga, katanya akan menjadi iklan membuka." Kata Sasuke.

"Ekkhhh?"

"Selamat! Mulai hari ini kamu juga sudah menjadi artis!"

'Apaa? Bohoongg!' Naruto masih syok dan tidak percaya.

-TBC-

Akhirnya~

Selesai juga chap 2 nya.

Please rippiuw,, ^^