Tittle :: The way to get your love

Rating :: untuk chapter ini masih T

Type :: genderswitch, romance, family, hurt

Pair :: ZhouKyu, HeiHyuk, YeWook, Broken MinKyu

Disclimer : Kyuhyun punya saya, Zhou Mi punya Kyuhyun, jadi Zhou Mi juga punya saya, sedangkan yang lain punya couple mereka masing-masing, keluarga mereka dan ELF di seluruh dunia (Ha..Ha..Ha..).

Warning :: yang gak suka genderswitch, dan yang gak suka fanfic yang bahasanya gak jelas, alur yang belibet, segera tutup fanfict ini. Judul sama isi gak nyambung..

.

.

Sejak perkenalan itu Zhou Mi dan Kyuhyun seringkali bertemu secara tak sengaja (sengaja ding!) di rumah sakit. Hanya saja mereka selalu bertemu pada saat tidak tepat. Selalu saja ada keluarga pasien yang bersama Zhou Mi saat Kyuhyun melihatnya. Jadi yang bisa mereka lakukan hanyalah sebatas bertukar senyuman.

Seperti hari ini, Kyuhyun terburu-buru memasuki rumah sakit. Dia terlambat mengantar makan siang untuk ayahnya. Jangan sampai ayahnya telat makan karena kecerobohannya. Bisa-bisa mag ayahnya kambuh lagi.

Kyuhyun mengembuskan nafasnya lega setelah memastikan ayahnya makan tepat waktu. Yah, tidak terlalu terlambatlah setidaknya. Dia keluar dari ruangan ayahnya dengan masih membawa sebuah kotak makanan. Ditimangnya kotak itu. "Bagaimana aku bisa memberikan ini pada dokter Zhou?" pikirnya. Tak lucu kan kalau tiba-tiba dia menghampiri Zhou Mi dan memberinya kotak makanan?

Kyuhyun masih berpikir ketika Donghei melihatnya dan menghampirinya.

"Hyunnie? Sedang apa?" tanyanya ramah.

Kyuhyun langsung mengalihkan perhatiannya pada Donghei yang kini telah duduk di sampingnya. "Donghei Oppa? Ah… hanya sedang mengatur nafas. Tadi aku berlari-lari dari lantai dasar."

"Wae?"

"Aku terlambat mengantar makan siang untuk appa."

"Oh… Lalu itu apa?" tanya Donghei sambil menunjuk kotak yang masih ditimang oleh Kyuhyun.

"Ehm… Aku membuatnya kebanyakan. Jadi masih sisa satu kotak." Katanya dengan malu-malu. Dia tak bisa mengakui kalau dia sengaja membuatnya.

"Sayang aku sudah makan siang. Kalau tidak kotak itu pasti sudah aku rebut." Kelakar Donghei.

"Oppa makan lagi kan juga tak apa-apa!"

"Tidak ah. Nanti aku tidak bekerja, malah tidur karena kekenyangan." Donghei menghentikan ucapannya sembari mengingat-ngingat sesuatu. "Hyunnie, bekalmu benar-benar boleh untukku?"

"Tentu saja Oppa!" daripada mubazir pikir Kyuhyun.

"Gomawo. Nanti kuberikan pada Zhou Mi. Sepertinya dia belum makan siang lagi." Donghei menerima kotak makan yang diulurkan oleh Kyuhyun. Gerakan Kyuhyun sempat terhenti setelah bisa memahami makna tersirat dari perkataan Donghei.

"Lagi?"

"Ne… Dia selalu begitu. Kalau sedang banyak kerjaan sering kali sampai lupa makan."

"Nanti dokter Zhou sakit oppa!" Kyuhyun jadi khawatir dengan kebiasaan makan Zhou Mi. Setahunya ayahnya jadi sakit mag gara-gara makannya tak teratur dan sering telat.

"Dia keras kepala sih. Dia tak akan mau mendengarkan omongan orang kalau sudah bekerja. Minimal dia tak mau mendengarkan perkataanku! Atau Hyunnie mau mencoba berbicara dengannya? Mungkin saja dia mau mendengarkan!"

Kyuhyun memikirkan kata-kata Donghei barusan. Bagaimana caranya dia bisa menasehati seperti itu kalau bicara dengan dokter Zhou saja dia tak pernah. "Baiklah Oppa. Nanti kalau ada kesempatan aku akan coba bicara dengan dokter Zhou."

Tiba-tiba terdengar suara dering Handphone. Kyuhyun langsung membuka tas jinjingnya dan menjawab teleponnya. Pembicaraan mereka hanya singkat. Tapi Kyuhyun langsung berdiri dan berpamitan pada Donghei.

"Oppa, mianhe. Sungmin Oppa sudah menungguku di depan. Aku pulang dulu ya?" pamit Kyuhyun.

"Ne. Hati-hati di jalan."

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Dibungkukkannya badannya sedikit sebelum dia berlalu meninggalkan Donghei.

"Lee Sungmin ya? Huh… Saingan yang berat untuk Mimi. Semoga berhasil Mimi-ge!" gumamnya. Donghei beranjak meninggalkan bangku tempat dia duduk bersama Kyuhyun tadi dan menuju ruangan Zhou Mi. Memberikan hadiah yang pasti akan diterima Zhou Mi dengan senang hati.

Donghei berhenti di depan ruangan yang pintunya tertutup itu. Diketuknya pintu pelan. Terdengar suara dari dalam yang menyuruhnya langsung masuk saja.

"Donghei-ah? Ada apa?" Zhou Mi hanya melihat siapa yang masuk ke ruangannya sekilas sebelum kembali memusatkan perhatiannya pada kertas-kertas yang sedang dipelajarinya sedari tadi.

"Mau memberimu hadiah."

"Hadiah? Dalam rangka apa? Jangan bercanda!" Zhou Mi menghentikan kegiatannya dan mengalihkan pandangannya ke Donghei yang telah duduk di hadapannya.

"Ini." Donghei mengulurkan kotak makanan yang tadi diberikan oleh Kyuhyun. Dia tersenyum-senyum saat menyerahkannya.

"Apa ini?" Zhou Mi masih memandangnya dengan tatapan curiga.

"Makan siang."

"Dapat dari mana?" tatapan Zhou Mi menyiratkan rasa curiga. Gimana tidak curiga kalau ada orang yang tiba-tiba memberi kotak makanan, padahal jelas-jelas orang itu gak bisa masak.

"Dari Hyunnie."

Jawaban singkat dari Donghei dengan sukses bisa membuat Zhou Mi menganga tak percaya. Kyuhyun memberinya makan siang?

"Bagaimana kamu bisa mendapatkannya Donghei-ah?"

"Tadi aku bertemu dengannya. Dia bilang dia kelebihan membuat satu kotak makanan dan dia memperbolehkanku saat aku memintanya. Sudahlah Mimi-ge! Tak usah banyak tanya. Kamu belum pernah memakan masakan Hyunnie kan?" Donghei beranjak menuju pintu, dan sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu dia masih sempat berpesan "Kembalikan kotak makanan itu pada Hyunnie ya? Sekalian ucapkan terima kasih."

Terdengar suara debuman pelan saat Donghei keluar dari ruangan itu. Zhou Mi masih memandang tak percaya dengan keberuntungannya hari ini. Sejak berkenalan dengan Kyuhyun, dia belum sempat bicara dengan yeoja itu lagi. Mereka memang sempat bertemu beberapa kali. Tapi tiap kali mereka bertemu, pasti dia sedang bersama keluarga pasien yang ditanganinya, sehingga dia dan Kyuhyun hanya bisa saling lempar senyum simpul. Tapi apa yang didapatkannya hari ini? Makan siang buatan Kyuhyun!

Zhou Mi memakan masakan Kyuhyun itu dengan lahap. Karena selain merasa senang dengan sang pembuatnya, ternyata masakan Kyuhyun memang benar-benar enak. 'Kyuhyun benar-benar pintar memasak. Betapa beruntungnya orang yang nanti menjadi suaminya.'.

.

.

Zhou Mi menyambar kunci mobilnya dari atas meja. Hari ini dia mendapat jatah shift siang dan dia ingin memanfaatkan pagi harinya ini dengan ke pasar. Dia harus membeli persediaan bahan makanan, karena lemari esnya hampir kosong.

Zhou Mi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali dia mengalihkan pandangan dari lalu lintas di hadapannya untuk memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di trotoar. Tiba-tiba pandangannya menangkap sosok siluet Yeoja yang sepertinya dikenalnya. Dilihatnya sekali lagi sosok yang kini berjongkok di trotoar itu. Sepertinya yeoja itu memang Kyuhyun. Dengan tergesa dia membelokkan mobilnya untuk mencari tempat parkir. Sebagai hadiah dari tindakan sembrononya yang belok dengan mendadak dan tanpa menghisupkan lampu sein, dia mendapatkan hadiah berupa makian dan gerutuan dari banyak orang yang semuanya tidak didengarnya sama sekali karena kini dia tengah memfokuskan pandangannya pada sosok Kyuhyun.

Dihampirinya Kyuhyun yang masih sibuk mengambil barang-barangnya yang terlihat berserak di trotoar. Tanpa kata-kata dibantunya Kyuhyun memungut barang-barang itu dan memberikannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun menerima barang-barangnya yang disodorkan oleh seseorang yang membantu memungutnya dengan senang hati. Dia membungkukkan badannya untuk mengucapkan terima kasih dan menaikkan pandangannya untuk melihat wajah orang yang telah menolongnya. Alangkah terkejutnya dia saat dia melihat wajah yang sudah dikenalnya. "Mimi-ge?"

"Kukira kau sudah melupakanku Hyunnie-ah!" goda Zhou Mi dengan memasang sunshine smilenya.

"Aniyo… bukan begitu. Hanya saja aku terlalu fokus pada belanjaanku." Wajah Kyuhyun merona. Malu karena bertemu pada saat memalukan seperti ini dan malu mendengar cara Zhou Mi memanggilnya. Hyunnie-ah? Manis sekali. Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya. "Kenapa Mimi-ge bisa ada di sini? Gege tidak bekerja?"

"Hari ini aku mendapat shift siang." Zhou Mi merasa sangat senang dengan pertanyaan Kyuhyun. Pertanyaan itu boleh diartikannya sebagai bentuk perhatian Kyuhyun kan?

Suasana jadi sedikit canggung karena mereka sama-sama tak tahu mau mengatakan apa. Kyuhyun masih menunduk. Wajahnya masih merona. Sedangkan Zhou Mi berdiri salah tingkah. 'Kenapa aku jadi sulit bicara kalau berhadapan dengan Hyunnie sih?' batin Zhou Mi.

Kecanggungan itu akhirnya dipecahkan oleh Zhou Mi. "Mana mobilmu Hyunnie-ah? Kubantu memasukkan belanjaanmu."

"Aku tidak membawa mobil gege!"

"Eh! Lalu Hyunnie tadi kesini naik apa?"

"Tadi naik bus."

Zhou Mi memandang yeoja di hadapannya dengan pikiran yang bercabang-cabang. "Kuantarkan pulang ya?" tawarnya.

"Ani… Ani… Aku naik bus saja. Aku tak mau membuat gege repot." Kyuhyun merasa tak enak dengan Zhou Mi. Sudah membantunya memunguti belanjaannya sekarang masih mau mengantarnya? Lagian berduaan dengan Zhou Mi di dalam mobil pasti akan berakibat buruk bagi jantungnya yang selalu berdetak dengan lebih cepat tiap kali mereka bersama.

"Tak merepotkan! Anggap saja ucapan terima kasih untuk makanan yang Hyunnie berikan kemarin."

"Gege benar-benar memakannya?" Kyuhyun memandang Zhou Mi dengan mata membeliak. Tak menyangka masakannya benar-benar sampai ke Zhou Mi.

"Tentu saja. Masakanmu enak sekali lho! Ayo! Mobilku di sana!"

Zhou Mi berjalan dengan langkah yang sedikit lambat menuju mobilnya bersama Kyuhyun yang berjalan di sampingnya. Dibukanya pintu belakang untuk menaruh barang belanjaan Kyuhyun dan membukakan pintu depan untuk Kyuhyun.

"Gomawo gege." Kyuhyun memasang senyum manis dan duduk di mobil.

Zhou Mi berputar dan membuka pintu mobil di sisi satunya. Setelah memastikan seat belt sudah terpasang dia menjalankan mobilnya. Suasana kembali sedikit canggung. Mereka berdua sama-sama berdebar dengan keberadaan masing-masing.

"Hyunnie-ah, kenapa ke pasar sendirian? Apa tak ada yang mau menemani?"

"Ada sih… Tadi Wookie-ah sudah siap untuk menemani. Tapi yesung hyung datang. Mereka mau mengantarku, tapi aku kan gak mau jadi obat nyamuk! Lebih baik pergi sendiri. Bisa sekalian jalan-jalan." Kyuhyun sedikit mengembungkan pipinya mengingat kejadian sebelum dia pergi.

"Ow… Wookie itu siapa?" Zhou Mi penasaran dengan nama itu. sudah dua kali mereka berbicara, dan sudah dua kali dia mendengar Kyuhyun menyebut nama itu.

"Wookie itu sesupuku."

"Lalu Yesung hyung?" Zhou Mi terdiam sejenak. "Mianhe kalau aku banyak bertanya. Kalau tak mau menjawab juga tak apa-apa kok!"

"He… He… Gwechana. Yesung hyung itu pacar Wookie. Mereka sudah satu berpacaran. Kadang-kadang Yesung hyung bermain ke rumah kalau dia sedang libur." Kyuhyun menoleh ke arah Zhou Mi dengan memasang sebuah senyum, meyakinkan Zhou Mi kalau dia tak keberatan menjawab pertanyaan yang dilontarkan olehnya. Zhou Mi menjadi sedikit salah tingkah melihat senyum malaikat di hadapannya. Dengan tangan gemetar dirogohnya saku celananya untuk mengambil handphonenya.

"Arraseo. Hyunnie, bolehkah aku minta nomor handponemu?"

"Tentu saja!" Kyuhyun mengambil handphone yang diulurkan oleh Zhou Mi dan mensave nomornya. "Gege, aku minta nomormu juga ya?"

"Ne…"

Kyuhyun tersenyum saat menyimpan nomor handphone Zhou Mi. disimpannya kontak itu dengan nama 'Mimi-ge'. Diulurkannya handphone itu kepada pemiliknya. Zhou Mi melihat layar handphonenya sebentar dan tersenyum. Terlihat kontak dengan nama 'Hyunnie-ah' telah tersimpan di handphonenya. "Gomawo Hyunnie-ah." Zhou Mi memberikan penekanan pada kata Hyunnie-ah untuk menggoda Kyuhyun.

"Nado gege!" Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya karena malu. Kenapa dia menyimpan namanya di handphone Zhou Mi dengan nama 'Hyunnie-ah'? Paboya Kyuhyun.

"Gege, rumah bercat hijau muda itu!" Kyuhyun menunjuk rumah besar dengan cat berwarna hijau muda. Zhou Mi memandang rumah itu takjub. Dia tahu keluarga Kyuhyun pastinya sangat kaya, tapi tak mungkin dia sekaya ini kan?

Ketika sampai di gerbang, Zhou Mi menekan klakson. Nampak seorang berbaju keamanan keluar dari pos penjagaan datang menghampirinya.

"Anda siapa? Dan ada perlu dengan siapa?" tanya ahjussi itu.

Belum sempat Zhou Mi menjawab, sudah terdengar suara Kyuhyun. "Ahjussi, ini aku. Tolong bukakan gerbangnya ya?" Kyuhyun mendekatkan badannya pada Zhou Mi agar penjaga itu dapat melihat sosoknya. Penjaga itu langsung menggumankan 'Ne Nona' ketika menangkap sosok yang duduk di samping Zhou Mi.

Ketika gerbang rumah itu terbuka, Zhou Mi langsung melihat pemandangan halaman depan yang luas dan ditata dengan sangat apik. Dia berdecak kagum dalam hati melihatnya. Diarahkannya mobilnya menuju tempat parkir mobil. Terlihat di dalamnya ada banyak mobil mewah yang terparkir di dalamnya. Kenapa Kyuhyun malah naik bus untuk ke pasar jika ada banyak mobl di rumahnya?

"Hyunnie-ah, kamu tak bisa menyetir?" Zhou Mi bertanya dengan ragu-ragu.

"Aku bisa menyetir gege. Waeyo?"

"Kenapa tak naik mobil saja untuk ke pasar? Kenapa naik bus?" terdengar nada penasaran dalam suara Zhou Mi.

"Aku lebih merasa bebas jika naik bus. Lagipula pasar tak begitu jauh. Aku tak mau menarik perhatian dengan menggunakan salah satu mobil itu."

Zhou Mi mencerna perkataan Kyuhyun itu dalam diam. Dari kata-kata itu bisa disimpulkannya kalau Kyuhyun adalah yeoja yang sederhana walaupun hidupnya bergelimang dengan harta. Dia jadi merasa semakin tak berarti di hadapan Kyuhyun. Apa yang dia punyai? Hanya title dokter.

"Mimi-ge mampir dulu ya?"

Zhou Mi memandang wajah catik Kyuhyun sebentar sebelum menjawab "Jika tak merepotkan!"

"Tentu saja tak merepotkan! Ayo gege!" Kyuhyun tertawa renyah mendengar perkataan Zhou Mi. Dia turun dari mobil dan mengambil belanjaannya di kursi belakang.

Zhou Mi mengikuti di belakang Kyuhyun. Sampai di depan pintu, dua orang pelayan sudah menunggu mereka berdua.

"Ahjumma, tolong bawa belanjaannya ke belakang ya?" pinta Kyuhyun dengan halus. Dia terbiasa menghormati orang yang lebih tua, sekalipun mereka hanya pelayan.

"Ne Nona." Kyuhyun menyerahkan belanjaannya pada pelayannya. Sedangkan Zhou Mi juga sudah menyerahkan bawaannya pada pelayan satunya.

Setelah kedua pelayannya tak terlihat Kyuhyun mengajak Zhou Mi menuju halaman belakang. Di sana Zhou Mi melihat sepasang yeoja dan namja yang tengah bercengkrama. Diamatinya mereka dengan seksama. Yeoja itu sangan manis. Tubuhnya mungil. Wajahnya seperti Kyuhyun. Memancarkan keramahan. Sedangkan namja di sampingnya sangat tampan.

Yeoja yang itu menolehkan kepalanya ketika mendengar suara langkah kakinya dan Kyuhyun. Mukanya terlihat berseri-seri.

"Hyunnie! Sudah pulang? Kenapa lama sekali?" Wookie beranjak dari duduknya dan menarik Kyuhyun untuk duduk.

"Tadi plastik belanjaanku putus di pasar. Jadi aku harus memungutinya satu persatu dulu." Kyuhyun mengedarkan pandangannya dan mendapati Zhou Mi yang berdiri canggung di dekat mereka. "Ah, kenalkan ini dokter Zhou Mi. Tadi dia yang menolongku di pasar."

Zhou Mi mendekat ke arah mereka dan mengangsurkan tangannya untuk menjabat tangan Yesung. "Zhou Mi imnida."

"Kim Jongwoon imnida. Kamu bisa memanggilku dengan Yesung."

"Kim Ryeowook Imnida. Biasa dipanggil dengan Wookie. Aku sepupunya Hyunie. Senang berkenalan denganmu dokter Zhou."

"Jangan memanggilku dokter Zhou. Cukup panggil saja dengan Mimi." Balas Zhou Mi halus.

Setelah perkenalan singkat itu, mereka berempat duduk. Mereka mulai berbincang-bincang ketika tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan pamit meninggalkan mereka. Zhou Mi terus memandang kepergian Kyuhyun hingga menghilang ke dalam rumah tanpa menyadari ada dua pasang mata yang menatapnya dengan intens. Wookie dan Yesung saling lirik setelah melihat tatapan Zhou Mi.

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun kembali dengan membawa empat cangkir teh dan empat potong cake dan memotong obrolan mereka bertiga. Diletakkannya semua makanan itu di meja dengan dibantu oleh Wookie.

"Silahkan dimakan Mimi-ge, Yesung hyung. Maaf kalau rasanya tak enak. Aku tak begitu pintar masak seperti Wookie." Kyuhyun mempersilahkan tamu-tamunya untuk memakan hidangannya.

"Jangan didengarkan omongan Hyunnie! Tidak pintar memasak? Jangan bercanda Hyunie. Masakanmu rasanya jauh lebih enak daripada masakanku!" Wookie sedikit mencibir sepupunya yang terlalu merendahkan kemampuannya itu.

"Itu kan hanya terbatas pada masakan-masakan tertentu saja Wookie ah."

"Sudahlah! Jangan berdebat untuk sesuatu yang tidak penting. Yang aku tahu kalian berdua sama-sama pintar memasak!" Yesung menengahi perdebatan tidak penting mereka berdua. Zhou Mi mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh orang yang lebih tua darinya itu.

Waktu berlalu dengan begitu cepat. Tak terasa hari beranjak semakin siang. Dengan berat hati, Zhou Mi mengatakan pada Kyuhyun kalau dia harus pulang. Dia harus bersiap-siap karena masih punya jadwal shift siang.

Zhou Mi berdiri dan berpamitan pada Wookie dan Yesung. Berjanji kalau lain kali mereka akan melanjutkan lagi obrolan yang tertunda. Dia baru selangkah memasuki rumah ketika dirasakannya tangan Hyunnie meyentuh tangannya pelan.

"Gege, tunggu sebentar!" Kyuhyun meninggalkannya sendirian dan pergi ke ruangan yang dia sinyalir sebagai dapur. 'mau apa dia?' pikir Zhou Mi.

Lima menit kemudian, Kyuhyun kembali lagi dengan membawa sebuah kotak makanan di tangannya. Diulurkannya kotak itu kepada Zhou Mi.

"Gege bawalah ini. Jangan terus-terusan bekerja dan melupakan makan. Nanti gege bisa sakit!"

Zhou Mi memandang tak percaya pada kotak yang kini telah beralih ke tangannya. Kenapa Kyuhyun sangat perhatian padanya?

"Tahu darimana kalau aku sering lupa makan?"

"Donghei oppa kemarin yang cerita."

"Ow… Jeongmal Gomawo Hyunnie-ah." Zhou Mi tersenyum lebar menerima pemberian Kyuhyun. Dia sangat senang! Kyuhyun yang melihat sunshine smile itu seperti biasa, mukanya langsung memerah dan jantungnya berdetak dengan lebih cepat.

Kyuhyun mengantarkan Zhou Mi sampai ke samping mobilnya. Dibungkukkannya tubuhnya untuk sekali lagi mengucapkan terima kasih pada Zhou Mi.

"Mimi-ge, terima kasih sudah mau membantuku dan mengantarku pulang!"

"Gwechana. Terima kasih juga atas cake dan makan siangnya. Aku pulang dulu ya?" Zhou Mi sudah menghidupkan mobilnya ketika Kyuhyun melongok ke jendelanya.

"Gege, mau kubutkan makan siang kalau aku ke rumah sakit lagi?" tawar Kyuhyun dengan wajah yang sudah memerah. Dia sangat malu menawarkan hal seperti itu pada orang yang baru dua kali berbincang dengannya. Tapi mau bagaimana? Dia sangat nyaman dengan keberadaan Zhou Mi.

"Eh, apa tidak merepotkan?" Zhou Mi tak percaya dengan pendengarannya. Kyuhyun mau membuatkannya bekal makan siang? Betapa beruntungnya dia?

"Tidak. Tapi itu hanya pada hari-hari aku harus mengirim makanan untuk appa. Apa tidak apa-apa?"

"Ne. Gomawo Hyunnie-ah."

Kali ini Zhou Mi benar-benar meninggalkan kediaman keluarga Cho. Selama dalam perjalanan dia terus bersenandung dan tersenyum-senyum senang. Untuk sementara dia bisa melupakan kenyataan tentang latar belakang mereka yang berbeda. Yang dia ingat hanyalah perhatian yang ditunjukkan Kyuhyun padanya.

.

.

Tebece

.

.

Gimana? Gimana? Di sini masih belum ada konflik ya? Yah… memang chapter ini masih seputar ZhouKyu yang sama-sama agak pemalu. Kira-kira udah dapat gambaran siapa yang akan jadi orang ketiga di antara mereka?

Kalo belum, baca sekali lagi dan kalian akan tahu. Kwkwkwk…

Buat yang udah nunggu fict ini (Mina kepedean banget) dan yang udah review makasih banget. Jangan lupa review lagi buat chapter ini. OK?