Hallooooo semuaaaaanyaaaaaaa*di sumpel pake scone Iggy.

Ehehehe.. Maapkan kesalahan Mii di fic kemaren ya

maklum, masi amatir, banyak kata yang ilang gtu.

Jadinya kalo di baca jadi gaje gitu jalan critanya. Mii coba baca ulang fic Mii yang chap 1, Mii jadi puyeng sendiri gara-gara banyak kata yang ilang+tanda baca yg ilank.

Mii jadi tau sesuatu, ternyata author di FFn tuh tahan banting semua.. Mii aja ampe depresi ngedit fic chap 1 Mii...dari jam sembilan malem ampe jam 12 teng..

Tapi Mii bakalan usaha terus dan di chap ke-2 ini, Mii berusaha memperbaiki fic Mii yg sebelomnya :))

Oh iya, yang pertamanya masih Rukia's POV ya, ngelanjutin yg kmaren :).

Read please!

WARNING!:AU

Disclaimer

Bleach(c) Tite Kubo

Bleach menjadi milik Mii?Critanya bakal melenceng jauuhhh dari kenyataan

My Icy Prince(c) Mii Saginomiya

-Chapter 2-

The New Member

"Kau… Kuchiki Rukia?" Mengapa orang itu bisa tahu namaku?

"Ya, aku Kuchiki -." Baru saja aku berbicara, tetapi orang itu memotong pembicaraanku.

"Ya ampun, ternyata benar! Um, salam kenal! Aku Hinamori Momo. Aku bisa di bilang fans dari anda, Kuchiki-sama. "

Aku sungguh terkejut. Apa katanya? 'Fans'ku? Aku sungguh tak percaya orang sepertiku memiliki fans.. Aku lebih kaget lagi saat ia membungkukkan badannya, rasanya aku seperti orang yang sangat di hormatinya.

"Ah, Hinamori, tak usah terlalu formal seperti itu." Aku menjadi malu, karena aku dan dia sudah menjadi pusat perhatian di kelas.

"Ah, sumimasen! Aku tak mengira saja bisa satu kelas dengan anda. Jadi aku terlalu… bahagia." Terlihat senyum manis di wajah anak itu. Inoue dan Arisawa, mereka juga merasa kaget akan ucapan Hinamori .. Hidupku memang sudah berubah!

"Ah, Kuchiki-sama, aku ingin bertanya.. Eto… Kapan anda merelease album anda?"

Aku membelalakkan mataku. Dari mana dia tau kalau aku di tawari oleh pemilik dapur rekaman teman Nii-sama untuk membuat rekaman?

"Kuchiki-san.. Benarkah itu?" tanya Inoue. Kulihat wajahnya juga sedikit tidak percaya akan hal barusan yang ia dengar.

"Ah itu.. Itu baru tawaran, aku juga belum menerima tawaran itu," Kataku dengan sedikit tawa.

"Wah Kuchiki, hebat. Kau sudah mempunyai fan fanatic seperti ini." Kulihat Arisawa yang mendekati Hinamori.

"Hei, mau menjadi teman?" tanya Arisawa pada anak itu.

"Tenang saja, aku ini teman Kuchiki kok," sambung Arisawa ketika melihat kedua alis Momo berkerut tipis. Momo melirik ke arahku dan aku memberikan anggukan yang berarti 'ya' . Ia tersenyum sangat lebar.

"Arigatou gozaimasu!" Kata anak itu sambil membungkukkan badannya. Kami pun tertawa atas tingkahya tersebut.

End of Rukia's POV

Rukia berjalan ke atap sekolahnya untuk memakan bentonya. Yap, ini sudah menjadi kebiasaan Rukia. Walaupun sekarang hidupnya sudah berubah, ia lebih memilih untuk menyantap bentonya sendirian dari pada bersama teman-temannya.

Saat Rukia membuka pintu menuju atap sekolah tersebut, ia menuju tempat biasa dia menyantap bento. Tanpa ia sadari, sejak ia memasukki atap sekolah tersebut, ada sepasang mata yang mengawasinya dari tadi.

"Hey kau." Rukia kaget sampai-sampai air minumnya yang hampir ia telan, ia sembur kesembarang arah. Karena merasa di panggil, ia menengok ke asal suara tersebut. Ia membelalakkan matanya seakan tidak percaya.

"Kau.." Keringat dingin mengucur di pelipis Rukia. Ia melihat orang itu berada di atap bagian atas dan sedang duduk di genteng(susah nih jelasinnya). Ia sangat gugup melihat pandangan mata orang itu. Sangat tajam, dingin, dan.. sangat serius.. Padahal ia sudah biasa menghadapi tatapan kakaknya yang lebih dingin dari itu.. mungkin karena pemilik matanya berbeda yah..

Tanpa banyak ba-bi-bu lagi, Rukia membungkukkan badannya. "Sumimasen!" Orang tersebut terkejut akan sikap Rukia. Ia pikir Rukia akan kabur lagi seperti tadi.

"Maafkan aku, tadi aku sedang terburu-buru dan tidak sengaja menabrakmu!"Rukia takut kalau kejadian yang dulu akan terulang lagi.. Di suruh berlutut dan mencium kaki!

"Haahh.. Ya sudah. "

Rukia membuka matanya. ' Ha? Tadi apa yang dia bilang? ' Rukia mulai menegakkan badannya.

"Hei, kau tidak marah? " kata Rukia pada orang itu. Orang itu sekilas melihat ke arah Rukia, lalu wajahnya melihat ke arah langit dan melanjutkan tidur siangnya.

"Sedikit. Tak usah di pikirkan," kata orang itu singkat, padat dan jelas. Rukia terdiam. Ia merasa bersyukur karena orang ini tidak seperti senpai bau kaki itu. Tadi ia sudah membayangkan bagaimana rasanya berlutut dan mencium kaki orang itu. Hampir saja tadi Rukia berpikir bahwa ini seperti 'De Javu'.

Hening tercipta di antara mereka. Orang itu terus melanjutkan tidur siangnya sambil mendengarkan ipodnya, sedangkan Rukia duduk membisu. Orang itu merasa Rukia tidak memakan bentonya tersebut, lalu ia bangkit duduk dan melihat Rukia.

"Hei, kau tidak jadi memakan bentomu?" Rukia melihat ke arah orang itu, lalu melihat ke arah bentonya.

Orang itu yang sepertinya mengerti apa maksud Rukia, lalu berkata, "Kau merasa terganggu aku berada di sini?"

"Tidak," jawab Rukia singkat. Padahal di dalam hati, ia bilang 'Tentu sajaa! Setiap hari kan aku selalu menghabiskan bentoku sendirian di sini! Aku selalu berbicara sendiri, berteriak-teriak jika aku sedang kesal, dan secara tiba-tiba ada makhluk asing yang mengganggu acara makan siangku! Huh!'

Orang itu tidak kembali menikmati tidur siangnya. Ia duduk dan mengamati Rukia. Rukia yang merasa tidak nyaman karena di pelototi, langsung melihat ke arah orang itu . 'Ukh.. lagi-lagi mataku dan matanya bertemu..' Rukia yang tadinya ingin bilang kepadanya kalau ia tidak suka dilihat seperti itu mengurungkan niatnya karena merasa gugup akan tatapan mata orang tersebut.

"Hei, kau tidak makan?" Kata Rukia membuka pembicaraan.

"Aku tidak lapar." Tidak lama kemudian, terdengar suara perut orang itu seperti sedang memukul bedug. Rukia sweatdrop dan orang itu nge-blush. Orang itu berusaha menutupi wajahnya agar tidak terlihat oleh Rukia.

"Ini," kata Rukia kepada orang itu seraya menyodorkan onigiri kepadanya. Orang itu menatap dengan ragu onigiri itu, lalu dengan langkah cepat, ia mengambil onigiri tersebut dari tangan Rukia.

"Arigatou.." Rukia samar-samar mendengar suara orang itu, lalu tersenyum.

"Kau anak baru ya? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya di sini." Orang itu menghentikan kegiatan makannnya sejenak.

"Aku anak kelas 10 di sini".

'Ooh.. jadi dia ini adik kelas?' kata Rukia dalam hati.

Rukia melihat ke arah lapangan basket. Disana berkumpul semua anak kelas 10 yang sedang menjalankan MOS. Rukia sweatdrop.

'Kalau dia anak kelas 10, kenapa dia tidak ikut MOS?' Seperti bisa membaca pikiran Rukia, ia langsung berkata, "Aku malas mengikuti kegiatan seperti itu. Hanya menguras energi saja."

"Dasar… Kalau ada guru yang mencarimu bagaimana?" tanya Rukia padanya. Tapi orang itu terlihat tidak memperdulikannya.

"Tidak akan."

Lalu, ia pergi menuju pintu untuk turun dari atap sekolah.

"Hei, kau mau ke mana?"

"Aku mau ke toilet. Kau mau disini terus? Bel sudah berbunyi 2 menit yang lalu. "

"Nani?" Rukia cepat-cepat membereskan bentonya dan hendak berlari turun dari atap tersebut. Ia berhenti sejenak dan menengok ke arah orang itu.

"Hei, siapa namamu?"

"Aku, Hitsugaya Toushirou."

"Ayo bersulang untuk masuknya Hinamori ke kelompok kita! Cherrs!"

Kata Arisawa kepada Rukia, Orihime dan Momo. Pada saat itu, mereka berada di sebuah café langganan mereka. Mereka masih mengenakan seragam sekolah karena sehabis pulang sekolah, mereka langsung pergi ke café untuk merayakan masuknya momo ke kelompok mereka.

"Ah, Kuchiki-sama, Inoue-san, Arisawa-san... Arigatou gozaimasu," Kata Momo dengan senyum mengembang di wajahnya.

"Hei Hinamori!" Bentak Rukia tiba-tiba. Momo tersentak kaget mendengar bentakkan Rukia.

"Jangan pernah memanggilku dengan Kuchiki-sama. Panggil saja aku 'Rukia'. "

Orihime dan Tatsuki yang tadinya juga terlonjak kaget dan takut kalau Rukia akan memarahi Momo tanpa alasan, bernafas lega. Begitu juga dengan Momo.

"H-hai, Kuchiki-sam.. ah, maksudku Rukia." Rukia tersenyum, namun tiba-tiba Momo melanjutkan pembicaraanya lagi.

"Ah, tapi aku merasa tidak enak memanggilmu dengan nama panggilanmu… bagaimana kalau… Kuchiki-san?" Momo menundukkan wajahnya, takut kalau Rukia akan membentaknya lagi.

"Hhh, ya sudah. Pokoknya, jangan panggil aku lagi dengan tambahan '-sama'. Aku jadi seperti orang terhormat saja."

Perbincangan dan suara tawa khas anak ABG terdengar terus dari meja mereka.

"Eh, aku mau pergi ke toilet dulu ya!" kata Rukia seraya meninggalkan bangkunya. Ia terus berjalan melewati tikungan sebelah kiri dan ketika hendak masuk ke toilet tersebut..

BRAKK! Sialnya Rukia menabrak orang lagi.

'Aduh.. sial sekali aku hari ini… hari ini aku sudah menabrak orang lain lebih dari sekali'.

"U-uhh…" Rukia mengelus-elus kepalanya yang cukup sakit akibat terjatuh. Namun, ia melihat sebuah tangan terulur kepadanya.

"Butuh bantuan?"

TO BE CONTINUED..

OMAKE!

Menyanyi

Kita kembali ke scene saat Momo membicarakan album Rukia...

"Ah, Kuchiki-sama, aku ingin bertanya.. Eto… Kapan anda merelease album anda?"

Rukia membelalakkan matanya. Seakan ia berkata, 'Dari mana dia tau kalau aku di tawari oleh pemilik dapur rekaman teman Nii-sama untuk membuat rekaman?'

"Kuchiki-san.. Benarkah itu?" tanya Orihime. Wajahnya juga sedikit tidak percaya akan hal barusan yang ia dengar.

"Ah itu.. Itu baru tawaran, aku juga belum menerima tawaran itu. " Kata Rukia dengan sedikit tawa.

"Kuchiki-sama.. Bolehkah aku ikut dalam proses pembuatan rekaman anda? Ng.. Aku juga bisa bernyanyi lho! (PD jaya amat si Momo *Di shikai)

ehem, ehem! One... Two... Three..."

Suasana hening sejenak...

...

"TAK GENDONG, KE MANA-MANA. TAK... "nyanyian indah nan merdu milik Momo berhenti karena ada yang menyumpal mulutnya dengan pluit?

Nyahahaha,chap 2 kluar jga!mngkin kcepetan x y..

Soal'a... Mii dah nyiapin crita in dr sblom Mii gbung d FFn :)

Dah ampe chap 5 lgi,nyahahaha

Tp gx mngkin Mii lngsng apdet s'mua. Sapa tau nnti mau Mii rombak dlu jlan crita'a x)

Ucpan trima ksih sbsar"na Mii panjatkan kepada..

Ayana-Byakkun

(Thx bngt Ay nee-chan dah mao nge ripiu fic gaje Mii jga udh nyemangatin Mii.. Mii... sungguh... sangat... TERHARU! HWAAAAA *Nangis gaje di pojokan kamar. Mii harap Ay nee-chan mao nge ripiu fic Mii lgi y :).)

Zheone Quin

(Thx dah ngemuji fic Mii yg gaje abz xD. Gomen, tpi d fic chap in blom ad Ichiruki'a... Tapi dah yg kyk Mii blang d ats, kan dah ad ampe chap. 5 tuh, bkalan ad Ichiruki'a kug x). Bca+ ripiu truz y *ngarep)

Yuinayuki Hinariyoshi

(Okok,thx bngt bwt saran'a :).)

Rizu Auxe09

(Waahh,sankyuu Rizu-chan :)). Thx jga bwt saran'a, Mii bkal berusaha lgi!Ganbatte!)

shiNomori naOmi

(Thx bngt buat saran"na!:))Ini Mii dah apdet ni, jangan bosen nge ripiu fic Mii yg abal in y ^^)

Bgi yg dah bca fic in,harap memencet button blue-blue di under ini ya! * Inggris ngaco!