Haloooo!Berjumpa lagi dengan saya,Mii Saginomiya dalam fic Mii Saginomiya yang berjudul 'My Icy Prince' karya Mii Saginomiya *d geplak readers gra" berlete-lete

Ok, dah apdet yg chap 3 ni! (cpet amd yha)

Mii cma mo ngomong 3 kata aj..

READ AND RIPIU!!!

WARNING!:AU + OOC

Disclaimer

Bleach (c) Tite Kubo

Klo Bleach menjadi milik Mii, niscaya gx ad yg bca/nntn sma skali

My Icy Prince (c) Mii Saginomiya

-Chapter 3-

Closer and Closer

"Butuh bantuan?"

Rukia melihat pemilik tangan tersebut. Tentu saja dia kaget karena pemilik tangan tersebut….

"I-Ichigo?" Kata Rukia tak percaya. "Kenapa? apa ada yang aneh denganku?" Tanya Ichigo. Rukia menggeleng dan menyambut uluran tangan Ichigo.

"Ichigo… Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Rukia. Karena seingat dia, Ichigo baru keluar dari toilet cewek.

"Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu. Ini kan toilet cowok". Kata Ichigo sambil menunjuk stiker di pintu di belakangnya. 'Gentleman'.

Rukia yang dah ngeblush gak karuan langsung pergi ke toilet di sebelahnya. Ichigo yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.


"Hei Kuchiki, kenapa tadi kau lama sekali di toilet?" Tanya Arisawa kepada Rukia yang baru saja balik dari toilet. "Tadi ramai…"

"Ooo.. Hei Orihime, apa yang kau lihat?"

"A-Ah, tidak Tatsuki-san" Muka Orihime terlihat nge blush. Rukia melihat ke arah yang Orihime lihat tadi.

"Ichigo?" Kata Rukia pelan. Ya, Rukia sudah tahu kalau sejak dulu, Orihime memang memendam rasa sama Ichigo. Pertama kali Rukia tidak percaya kalau temannya tersebut bisa jatuh hati dengan pria.. err… ya, pada tahu sendiri lah. Padahal banyak sekali siswa di sekolahnya yang mengejarnya. Tetapi Orihime lebih memilihnya… Kurosaki Ichigo..

Saat Rukia dkk keluar dari café tersebut, tak di duga ada 3 preman menghalangi jalan mereka. Orihime terlihat ketakutan, Momo sudah pucat pasi, Tatsuki, sudah memasang kuda-kuda, dan tanpa diduga, Rukia menonjok preman yang ada di tengahyang sepertinya ketua dari antara mereka ber-3. Ketika salah satu preman tersebut mendekati dan hendak memukul Rukia karena Rukia menonjok wajahnya, tiba-tiba..

BUAKK!! Preman itu terhempas beberapa meter dari tempatnya berdiri.

"Jangan beraninya sama cewek. Dasar banci!" Tanpa mereka semua duga, Ichigo yang memukul preman itu.

Preman tersebut merasa marah dan segera bangkit berdiri

"Kurang ajar kau bocah tengik!!" Preman itu hendak menghajar Ichigo, namun dengan cepatnya, di tahan tonjokkan preman itu dengan 1 tangan Ichigo. Ichigo menariknya dan memelintir tangan preman tersebut. "Pergi atau Mati." Kata Ichigo dengan angkernya. Tampak jelas preman itu ketakutan dan kabur bersama 2 orang temannya.

"Cih, dasar banci!" Kata Ichigo setelah 3 preman itu pergi.

"Ano… Kurosaki-kun,Arigatou.." Kata Orihime dengan muka yang rada nge blush.

"Ah, tidak apa-apa, Inoue. Lain kali kalian hati-hati saja." Ichigo berjalan pergi dari mereka.

"I-Ichigo! " Ichigo yang tengah berjalan itu, langsung berbalik ke arah mereka.

"Ng.. Arigatou.."Ichigo tersenyum dan berbalik sambil mengangkat tangannya seperti bicara 'Tidak apa-apa'


Momo sampai di depan rumahnya ,sampai tiba-tiba, penghuni rumah di sebelah rumah Momo keluar. Dari raut wajahnya, terlihat bahwa ia khawatir dengan Momo.

"Hinamori. Kenapa kau baru pulang jam segini? Ini sudah jam 9 malam!" Kata orang itu.

"Ah,tadi sehabis pulang dari café, aku ke rumah temanku dulu. Jadi aku pulang telat hari ini."

Orang tersebut menarik nafas panjang. "Hinamori, lain kali aku tidak mau lagi kau pulang sampai selarut ini!"

"Tenang saja Shiro-chan, kau tidak perlu mengkhawatirkanku sampai seperti itu. Ya sudah, aku mau tidur dulu ya. Oyasuminasai!" Konde Momo lama-lama semakin mengecil dan akhirnya menghilang dari pandangan orang itu.

Sehabis menutup pintu, ia duduk bersandar di pintu masuk rumahnya .Ia mengalungkan tangannya pada dengkul kakinya. Air matanya mulai keluar membasahi pipinya.

"Shiro-chan.. Maaf, aku selalu merepotkanmu.."


Dan di setting tempat yang berbeda di waktu yang sama, Rukia sudah siap dengan piyama tidurnya dan melompat ke ranjang empuknya tersebut. "Hmm..Ternyata Ichigo tidak seburuk yang ku bayangkan. Pantas saja Inoue menyukainya." Oceh Rukia sambil membayangkan kejadian di café tadi. "Aneh.. Padahal tadi di sekolah ia menatapku dengan tajam.. Tapi kenapa tadi dia sangat ramah ya?? Aaaahh! Sudahlah.. Aku mengantuk"

Rukia pun terbang ke alam mimpi…


Rukia melihat di depannya ada ninja yang siap menyerangnya. Rukia yang tidak siap hanya berteriak dan melindungi dirinya sendiri dengan memejamkan matanya dan menaruh kedua tangannya di depan wajahnya.

Sudah cukup lama ia menutup mata. 'Lho?kenapa tidak sakit?' Rukia membuka matanya dan melihat seorang pangeran(.. tapi… di sensor??? ) sedang menahan serangan ninja tersebut dengan pedangnya.

Rukia melongo dengan mulutnya yang membentuk huruf 'O'. Lalu pangeran tersebut menebaskan pedangnya pada ninja tersebut. Alhasil ninja tersebut terlempar ke laut???

Rukia hendak mengucapkan terima kasih pada pangeran tersebut. Namun Rukia tidak mendengar suara apapun dari pangeran itu. Mulutnya saja tidak kelihatan. Di sensor sih.. (author maksa!)

"Rukia… Rukia.. Rukia.. RUKIA!"

Rukia yang kaget sontak terlonjak dari tempat tidurnya. "Hi-Hisana-nee,kenapa??" Tanya Rukia masih setengah kaget.

"Kau harus bangun, kalau tidak nanti kau akan terlambat. Cepat, Byakuya-sama menunggumu di mobilnya." Begitu mendengar Hisana, Rukia segera ngibrit ke kamar mandi pribadinya.


"Nii-sama, aku turun di sini saja". Rukia dan Byakuya sedang berada di mobil Byakuya yang pasti, sangat amat mewah tersebut.

"Kalau kau turun di sini, hanya akan membuatmu lelah karena berjalan terlalu jauh." Rukia menarik nafas panjang. Ia paling tidak mau di turunkan di pintu masuk utama sekolahnya, karena pasti akan banyak siswa dan siswi, tapi lebih banyak siswi yang menggeromboli mobil Byakuya. Bersikap pura-pura manis pada Rukia agar mendapat simpati Byakuya. Itu sangat membuat Rukia eneg melihatnya!

"Wah, lihat itu mobil Kuchiki Byakuya!!" Teriak seorang cewek dan alhasil massa pun menggeromboli mobil Byakuya seperti biasanya. Rukia turun dari mobil tersebut dan mengucapkan terima kasih pada Byakuya, lalu ia pergi ke kelasnya tanpa menghiraukan orang-orang munafik itu.


"Hei Toushirou, kau mau ini?" Tanya Rukia menawarkan pie apel pada cowok berambut putih itu.

"Boleh, dan jangan panggil aku seperti itu!" Kata Toushirou ketus.

"Lalu aku harus memanggilmu apa? Toushirou-kun?" Tanya Rukia sambil melahap pie apel jatahnya.

"Tentu saja tidak!"

"Kalau begitu.. Toushirou-san?"

"Tidak."

"Toushirou-sama?"

"Terlalu berlebihan."

"Hei.. sepertinya tidak mungkin kalau aku memangilmu Toushirou-koi."

"Terlalu menggelikan."

"Toushirou-chan?"

"Cukup! Panggil aku Hitsugaya! Jangan panggil aku dengan nama panggilanku, apalagi di tambahi kata-kata panggilan menggelikan itu!"

'Hahh… Dasar, masih adik kelas saja sudah menyuruhku memanggil nama keluarga. Sok dewasa banget nih anak' , pikir Rukia dalam hati.

Toushirou terlihat marah-marah, tapi entah mengapa itu terasa lucu bagi Rukia. "Hei Hitsugaya, kenapa kau setiap istirahat selalu datang ke atap ini?" Tanya Rukia sambil mengunyah pie apel.

"Aku hanya ingin menyendiri. Bebas dari mereka semua yang memakai kedok seakan mereka orang baik. Padahal tak lebih dari orang munafik!" Kegiatan mengunyah Rukia terhenti. Rukia tak percaya bahwa alasan Toushirou datang ke atap sekolah setiap istirahat juga sama dengannya. 'Benci dengan mereka semua, orang munafik!"

"Mengapa kau bilang mereka munafik?"Tanya Rukia di sela-sela makannya.

"Tidak tahu. Aku hanya merasakan seperti itu."

"Wao, kau bisa mengetahui isi hati orang?" Tanya Rukia takjub.

"Hampir bisa di bilang begitu. Perasaan orang dengan jelas akan terpampang di wajah orang tersebut. Aku mengetahuinya dari wajah mereka semua."

Rukia dan Toushirou terus berbincang-bincang sambil terus mencomot pie apel yang tadi di bawa Rukia. Hingga saat bel pertanda istirahat berbunyi. Rukia entah mengapa merasa tidak mau kalau ia dan Toushiou harus berpisah sekarang karena ia merasa sangat nyaman ketika berbicara dengan Toushirou.

"Ya sudah, aku balik dulu" Toushirou meninggalkan Rukia yang baru saja berdiri. Di saat Rukia ingin berdiri, tanpa di sengaja oleh Rukia, ia menginjak kotak yang tadinya berisi pie apel tersebut. Dan ternyata alas kotak itu sangat lincin hingga membuat Rukia tergelincir dan hendak menabrak Toushirou dari belakang.

"KYAA!!" Toushirou yang mendengar teriakan Rukia berbalik ke belakang dan..

Brukk…

"A-Aduh…." Rintih Rukia kesakitan, tapi ketika ia menaruh tangannya di sebelah tubuhnya, 'Lho?kok empuk?Lantai bukannya keras ya?'

Rukia membuka matanya dan betapa kagetnya ia, ternyata ia tadi jatuh menimpa Toushirou, dan lebih kagetnya lagi, jarak antara wajahnya dengan Toushirou hanya 3 cm! Alhasil muka Rukia bukan ngeblush lagi, tapi dah kayak kena cat tembok warna merah!

'Oh Kami-sama… apa-apaan ini? Wajahku dan wajahnya.. begitu dekat! Dan… Matanya… Mengapa terlihat tenang melihat wajahku? Baru ku sadari, mata emeraldnya sungguh menyejukkan.. Aku salah jika bilang itu adalah mata yang sangat dingin. Tetapi mata itu sangat tajam.. Seakan menusuk mataku…'

"A… GOMENASAI!" Teriak Rukia sambil cepat-cepat berdiri. Toushirou juga berdiri dan pergi ke kelasnya dengan tangannya yang di taruh di saku , terlihat wajah Toushirou yang juga tidak kalah merahnya dengan Rukia.


Rukia terus kepikiran akan kejadian siang tadi. Ia dari tadi terus mondar-mandir di kamarnya.

'Aduuhh… kenapa aku jadi kepikiran terus sih??! Uh.. Aku takut Kalau Toushirou marah padaku.. karena tadi ia langsung pergi meninggalkanku begitu saja.. Ini salahku juga sih.. Dasar baka!'

Dengan langkah gontai, ia pergi ke supermarket setelah minta ijin pada Hisana, sang kakak. Tadinya Hisana mau menyuruh pelayannya saja, Nemu membelikan cemilan untuk Rukia. Namun karena Rukia bersikeras, akhirnya di perbolehkan oleh Hisana.

"Hmm… aku ingin beli Lays yang besar, lalu marshmallow, lalu pocari, lalu.. ah! Aku ingin beli takoyaki di depan supermarket!" Kata Rukia selama perjalanan ke supermarket. Ketika ia baru ingin mencomot Lays, terdengar suara yang familiar dengannya.

"Shiro-chan, aku ingin beli keripik ini!"

"Ya sudah, asal kau jangan menghabiskannya dalam waktu semalam atau kau akan batuk!"

'Hei, i..itu….'

Rukia akhirnya melihat ke asal suara. Momo dan Toushirou.

'Apa yang sedang mereka lakukan di sini? Hanya berdua lagi… Jangan-jangan mereka… Pacaran? Mengapa.. Aku merasa aneh? Sakit..'

TO BE CONTINUED

***

OMAKE!

MAKAN

Kta kembali ke scene saat Momo dan Hitsu di suermarket..

"Shiro-chan, aku ingin beli keripik ini!"

"Ya sudah, asal kau jangan menghabiskannya dalam waktu semalam atau kau akan batuk!"

"Aku juga mau beli yang ini, Shiro-chan!"

"Ya sudah, asal kau jangan menghabiskannya dalam waktu semalam atau kau akan batuk!"

"Ah! Aku juga mau yang ini!:

"Ya sudah, asal kau jangan menghabiskannya dalam waktu semalam atau kau akan batuk!"

"Aku juga mau ambil yang ini tiga!"

"Ya sudah, asal kau jangan menghabiskannya dalam waktu semalam atau kau akan batuk!"

Dan setelah 1 jam kemudian~

"Total semuanya Rp 250.000,00. " Kata penjaga supermarket.

"Hei Hinamori, kenapa kau diam saja? Cepat bayar."

"...Shiro-chan, aku mau ke toilet dulu ya." Momo segera berlari ke luar supermarket seperti di kejar setan.

"Maaf dik, kapan adik akan membayarnya?"

"Sial..... dan... AKU BUKAN ANAK KECIL! JANGAN PANGGIL AKU ADIKK!!~"


Gaje skali crita x in :p

kta balas" ripiu

Rizu Auxe09

Thx bwt dah nge ripiu fic Mii lgi yaaa ^^

Yg nolongin Ruki, ya bgitula ^^

Jngn bgitu Rizu-chan, Mii liad fic-mu baguuuzz kug

Ng, sbener'a si masi lnjut lebi dri chap 5.. Mau'a si cuma ampe chap segitu aj..

Tpi nma'a jga otak, ssh d ajk kompromi XP

Ripiu jga yg chap in y ^^

Zheone Quin

bnar kahh??? *masang puppy eyes

arigatou gozaimasu! *bungkuk"

Akn Mii usahakan apdet scepat'a!!Ripiu chap in jga yaa ^^

Kuchiki Rukia-taichou

Gx papa kug ^^

Yg d tabrak Ruki dah tau sapa kan?heheRipiu yg in jga yaaa ^^

Aya-na Byakkun

Gx papa ko nee-chan, yg pnting skarang jga dah nge ripiu,wahaha

Gmana skrang nee-chan? Masi skit jga kah?

Yg soal yg d tabrak Rukia it dah tau kan, hehe

Maap y klo chap in sma skali tdak mnarik T.T

Tpi Mii usahakan chap slanjut'a bakal lebi bgus dri ini!Ripiu yg in jga ya!^^

Sora Chand

Okok, dah Mii apdet.

Ripiu y~

Skali lagi Mii ucapkan trima kasih yang sebesar"nya kepada apara author tangguh yang dah nge ripiu fic abal milik Mii in :). Mii jga memohon, meminta,meronta, pada siapapun yang membaca fic in buat nge ripiu fic in :)

Tinggal ke bawah,pencet yang ijo,nulis,di ok-in de hahaha----gajeee~