Hahai~Berjumpa lagi dengan Mii dalam fic gajebo in!

Mii ucapkan trima kasih se banyak-banyak,se dalam-dalam, se lebar-lebarnya kepada orang-orang yang dengan rela hati (walaupun terpaksa) kepada orang yang telah membaca/ me ripiu fic Mii ini.

Mii akan semakin senang, bahagia, selamat sentosa, kalo chap ini juga di ripiu .Tau gx, wktu Mii liad ripiu'a dah nambah 5, Mii gemeteran ngeliad'a, grogi!

Tapi setelah nge liad ripiu'a… MII BAHAGIA SEKALI.. Ampe guling"an tau gx! -----(Author gila).

Okok, lngsng aj, in crita'aa!! :D

Warning!:AU + rada OOC

-Chapter 4-

Sorry..

Disclaimer:

Bleach © Tite Kubo

Bleach milik Tite Kubo forever. Sebenarnya milik Mii, tapi Tite Kubo nyolong ide'a Mii *Di bakar Om Tite

My Icy Prince © Mii Saginomiya

"Uh…. sebaiknya aku pergi saja dari sini.." Tanpa sempat membeli apa-apa, Rukia segera cabut dari supermarket itu. Perginya juga sambil sembunyi-sembunyi karena nggak mau kalau Toushirou atau Momo menyadari keberadaannya. Sampai-sampai, satpam supermarket ngira dia habis nyolong barang dari sana.

"Rukia! Ada apa denganmu! Ayolah, memangnya siapa dia bagimu? Mengapa kau merasa sakit seperti ini?! Kuso!" Teriak Rukia memaki-maki dirinya sendiri sambil guling-gulingan di tempat tidurnya. Kejadian tadi terus terngiang-ngiang di ingatannya. Seribu pertanyaan bermunculan di kepalanya.

"Ah! Aku pusing! Aku ingin tidur dan melupakan semuanya!!!" Teriak Rukia yang menyebabkan Hisana yang sedang membalikkan pancake di dapur terkejut, alhasil pancake malang itu nempel di langit-langit rumah.


Rukia berjalan di suatu tempat. Ia menuju ke danau yang tepat berada di depannya.

"Waaahh, danaunya indah sekali! Sejuk lagi!" Komentar Rukia sesudah ia sampai di danau itu.

Samar-samar, Rukia mendengar derap langkah kaki orang dan sedang berteriak. Ia mencari-cari asal suara itu. Orang itu terus mendekat, mendekat, dan mendekat. Sekarang orang itu tampak jelas oleh Rukia. Memakai baju tentara yang sudah sobek-sobek, mukanya cemongan, dan membawa bambu runcing dan bendera merah putih? Rukia menyadari bahwa itu adalah pejuang Indonesia. Rukia yang sweat drop langsung berlari mundur.

"Ja-jangan bunuh aku! Negaraku memang pernah menjajah negaramu, tapi aku tidak ikut serta!!!" Kata Rukia dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya.

"Penjajah harus matii!!!" Kata pejuang Indonesia itu.

"KYAAAA!!!"

Tiba-tiba muncullah pangeran (lagi??!!) dan tetap di sensor. Tapi yang bikin Rukia sweatdrop lagi, pangeran itu tidak menebas pejuang itu seperti ninja yang tadi. Tetapi malah membungkuk kepada pejuang itu. 'Sepertinya ia meminta maaf..' Komentar Rukia dalam hati.

Pejuang itu tersenyum lebar dan berkata, "MERDEKA!" dan kembali ke tempat asalnya. Rukia lagi-lagi sweatdrop.

"Daijoubu?"

Rukia yang mendengar suara tersebut segera melihat ke arah pangeran itu. Sekarang, suara pangeran tersebut sudah terdengar oleh Rukia.

"Kau…"


(Buat nyingkatin cerita, sekarang ceritanya Rukia dah ada di sekolahnya)

"Pokoknya aku harus meminta maaf padanya hari ini… Dan.. Aku ingin menanyakan hubungan antara ia dan Hinamori!" Kata Rukia saat berada di tangga, akses satu-satunya untuk menuju atap sekolah.

"Ng..Hitsugaya?"

Rukia celingak-celinguk mencari keberadaan cowok rambut putih itu. Akhirnya, ia menangkap sosok yang ia cari. Toushirou sedang duduk di pagar besi pembatas di ujung atap, berarti kalau Toushirou jatuh dari pagar besi itu, ia akan terjun bebas dari lantai 3.

"HU-HUWAA, HITSUGAYA! APAKAH TIDAK BERBAHAYA JIKA KAU DUDUK DI SITU?" Rukia yang kaget dan takut kalau Toushirou sampai jatuh langsung berlari ke arah cowok itu. Apalagi mengingat badannya yang sangat kecil dan sangat ringan, bisa terbang di tiup angin(di tampol Hitsu).

Toushirou tetap tidak bergeming dari tempatnya. Rukia yang merasa ada sesuatu yang aneh dari Toushirou ini, segera meminta maaf atas kejadian yang kemarin.

"Hitsugaya… Maaf yang kemarin.. Aku tidak sengaja. Sumpah!" Kata Rukia bersungguh-sungguh dan dapat dilihat wajah Rukia yang rada nge-blush.

"Sudah ku maafkan. Sekarang pergilah dari sini."

Kata orang itu dengan tenang. Tapi dapat terlihat nada yang sangat serius dari cowok itu. Rukia terkejut. Tak biasanya Toushirou seperti ini, begitu pikirnya.

"Hitsugaya, hari ini kau aneh sekali? Ada apa? Oh ya! Hari ini aku membawa pancake, kau suka tidak?"

"Pergi… "

"eh? "

"KUBILANG PERGI, YA PERGI! "

Rukia sangat terkejut di bentak oleh Toushirou. Ia sebelumnya tak pernah melihat wajah Toushirou saat marah.. Malah ini bisa di katakan sangat marah.. Seluruh badan Rukia gemetar. Ia berusaha menenangkan dirinya dan membungkuk.

"Gomenasai.." Bisik Rukia.

Setelah itu, Rukia berlari meninggalkan Toushirou sendirian. Air mata menetes dari pelupuk matanya. Seumur-umur, ia belum pernah dibentak sekeras itu. Apalagi oleh orang yang dekat dengannya. Ya, walaupun ia baru mengenal Toushirou 3 hari, namun Rukia merasa sangat mengenalnya dan sangat merasa nyaman ketika dekat dengannya. Tentu saja Rukia sangat terpukul jika Toushirou sampai membentaknya seperti ini.

Ketika Rukia baru turun dari tangga itu, di cobanya menghapus air matanya yang terus mengalir itu.

"Kuchiki-san? "

Rukia menengok ke arah suara tersebut.

"Hinamori? "


"Oh, jadi begitu…"

Saat ini, mereka sedang berada di kelas mereka. Rukia menceritakan kejadian yang baru di alaminya tersebut pada Momo karena yang lainnya sedang ada di kantin. Momo mendengarnya dengan seksama dan akhirnya mengerti inti permasalahan tersebut.

"Jadi kau sudah mengenal Shiro-chan?"

"Ya, begitulah. Kami bertemu saat hari pertama masuk sekolah di atap sekolah".

"Haahh… Tolong maafkan dia ya, Kuchiki-san. Hari ini.. dia tidak bisa di ajak bicara dulu. Tolong beri dia waktu untuk menyendiri dulu." Kata Momo.

"Memangnya ada apa dengannya hari ini?"

"… Hari ini… genap 3 tahun ibunya meninggal dunia.."

Rukia membelalakkan matanya tanda tak percaya.

"Apa????"

"Ya… 3 tahun yang lalu, sewaktu hari pertama dia masuk SMP, ibunya meninggal karena kecelakaan.. Waktu itu, ibunya ingin membelikannya hadiah karena ibunya merasa bahwa Shiro-chan sudah beranjak dewasa.. Tapi sayang, niat baik itu ternyata adalah jalan menuju akhir hidupnya… Ketika ingin menyebrang jalan, ia di tabrak oleh truk yang di duga pengemudinya mabuk…"

Rukia terdiam mendengar cerita Momo.

"Setelah mengetahui kabar kematian ibunya, Shiro-chan sangat terpukul. Sikap cerianya yang selalu ia tunjukkan setiap hari, berubah menjadi… sangat dingin.. Selalu.. Setiap pada hari kematian ibunya, ia selalu ingin menyendiri… Dan menjadi sangat dingin.."

Mata Rukia menerawang jauh ke langit yang biru. Di bola matanya, terpancar tatapan yang penuh rasa bersalah.

"Hinamori, boleh aku tanya 1 pertanyaan lagi?" Tanya Rukia ragu.

"Silahkan, mau bertanya apa, Kuchiki-san?"

"Umm… Apa hubunganmu dengan Hitsugaya?", tanya Rukia ragu.

Momo tertawa kecil mendengar pertanyaan Rukia. Saat Rukia melihat Momo seperti itu, muncul 1001 hipotesis di kepala Rukia tentang apa yang akan di katakan Momo selanjutnya.

Hipotesis pertama

'Aku dan Shiro-chan berpacaran'

Hipotesis ke-dua

'Aku dan Shiro-chan sudah bertunangan'

Hipotesis ke-tiga

'Aku dan Shiro-chan sebentar lagi akan menikah'

Hipotesis ke-empat

'Aku dan Shiro-chan sudah menikah'

Hipotesis ke-lima'

'Aku dan Shiro-chan sebentar lagi akan memiliki bayi'

"AARRGGHHHH!!!!" Rukia teriak membayangkan hipotesis-hipotesisnya tersebut, sontak membuat Momo dan beberapa murid di kelasnya kaget.

"Kau tidak apa-apa, Kuchiki-san?" Tanya Momo khawatir melihat keadaan Rukia.

"Y-ya…." Terlihat keringat dingin keluar dari pelipis Rukia.

"Umm.. hubunganku dan Shiro-chan hanya sekedar tetanggaan dan teman sejak kecil. Tidak lebih."

Rukia yang mendengar angin segar dari Momo tersebut langsung berubah menjadi bersemangat. 'Ternyata tidak ada hubungan spesial antara Hitsugaya dengannya!'

Momo menjadi lebih khawatir dari yang sebelumnya karena melihat Rukia yang senyam-senyum sendiri. Ia melihat Rukia seperti melihat pasien RSJ yang lepas dari kandangnya.

"Daijoubu, Kuchiki-san?"

"A… Aku baik-baik saja kok, hehehe. " Menyadari tingkahnya yang seperti orang gila, Rukia hanya memasang senyum seadanya.


"Uhh… sial, mengapa aku harus mengerjakan ini… Hanya gara-gara aku tidak mengerjakan PR.. menjengkelkan sekali…" Kata Rukia, masih di tempat duduknya sedang menulis kata-kata

'Aku berjanji tidak akan lupa mengerjakan PR lagi' sebanyak 200 kali.

Kreettt

Ada yang menggeser pintu kelas, Rukia melihat siapa orang yang datang tersebut.

"Ichigo?" Kata Rukia

"Yo, Rukia." Ichigo masuk ke dalam kelas dan mengambil gitarnya yang ketinggalan di sebelah bangkunya.

"Kau sedang apa di sini?" Tanya Rukia.

"Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau di sini. Kalau aku sudah jelas ingin mengambil gitarku yang ketinggalan. Kau sendiri?"

"Hhh.. aku di suruh menulis ini 200 kali gara-gara tidak mengerjakan PR! Menyusahkan!" Kata Rukia memasang tampang cemberut.

Tanpa di duga Rukia, Ichigo tersenyum melihat Rukia yang cemberut seperti itu.

"Kenapa kau tersenyum? Udah tau orang lagi menderita juga!" Protes Rukia.

"Dasar, kalau kau memasang wajah seperti tadi, jadi aneh tahu!" Balas Ichigo yang mengakibatkan munculnya 4 garis melengkung di kepala Rukia.

"Siapa yang kau bilang aneh, hah! Strawberry!", Ledek Rukia tiba-tiba.

Ichigo yang tak menyangka kalau Rukia akan berbicara seperti itu, tanpa sadar, ia membalas ledekan Rukia. "Apa?! Dasar midget!"

"Diam kau landak!" (Rukia)

"Pendek!"(Ichigo)

"Duren Orange!"(Rukia)

"Jamur!"(Ichigo)

"Alis berkerut!"(Rukia)

Hening di antara mereka.. Mereka pun tertawa akan tindakan mereka barusan.

"Hei, tak ku kira orang sangar sepertimu bisa di ajak debat juga." Kata Rukia sambil menghapus air matanya.

"Siapa yang kau bilang sangar! Aku juga tidak mengira orang terhormat seperti kau bisa berbicara ceplas-ceplos seperti itu."

Ichigo lalu mendekati Rukia dan melihat kaligrafi tulisan Rukia yang indah~(di cekek Ruki).

"Hey, sudah berapa banyak?"Tanya Ichigo.

"150.. Uhh.. tanganku rasanya sudah mau putus!"

Ichigo mengambil bangku di depan Rukia, lalu duduk menghadap Rukia sambil mengeluarkan gitar akustiknya dari sarungnya itu. "Hey, kau mau apa, jeruk?" Tanya Rukia yang melihat gitar Ichigo yang hampir sama dengan tinggi Rukia.

"Jelas-jelas mau main gitar! Masa mau mandi!" Celoteh Ichigo yang membat Rukia tertawa.

"Kau tau tanganku sudah sangat lelah, tetapi kenapa kau malah bermain gitar? Bukan menggantikanku menulis?" Tanya Rukia.

"Yang ku tahu, kalau mendengar musik, maka seseorang akan menjadi rileks. Dan seperti sihir, semangat orang tersebut akan bertambah." Kata Ichigo yang mulai memetik beberapa senar.

"Jadi maksudmu, kau ingin menyemangatiku?"

"Kurang lebih seperti itu."

Lalu Ichigo memainkan gitarnya sambil bernyanyi lagunya Yui yang It's Happy Line. Rukia takjub mendengar petik-petikan gitar dan suara Ichigo. Setelah lagu berakhir, Rukia memberikan applause ke Ichigo.

"Sugoi! Aku tak pernah tahu kau mempunyai suara sebagus itu". Puji Rukia yang membuat Ichigo rada ngeblush.

"Baik, tinggal 50 kalimat lagi! Terima kasih ya Ichigo telah menyemangatiku." Kata Rukia seraya memberikan senyum termanisnya pada Ichigo. Lagi-lagi Ichigo nge-blush.

"Ya. Cepat menyelesaikannya ya, pendek". Kata Ichigo sambil mengusap-usap rambut Rukia. Rukia memegang rambutnya yang sudah acak-acakan dan menahan blush yang mulai muncul di pipinya.

"Awas kau JERUUKK!!"

Terjadi kejar-mengejar di antara mereka. Namun di hiasi oleh canda tawa mereka.

Apakah Ichigo dan Rukia semakin dekat?Silahkan Lihat di chapter berikutnya~

TO BE CONTINUED

***

OMAKE!

Berlari~

Kita kembali ke scene saat Rukia pergi dari supermarket…

Saat Rukia sedang berlari dari supermarket tersebut, Ia mendengar derap kaki di belakangnya… Semakin dekat.. dekat… DEKAT…

Rukia mencoba melihat ke belakangnya.

"HUWAAAA!!! KONDE BERJALAN! Eh, KONDE BERLARI! SEKARANG KONDE ITU MENGEJARKU! TOLOONNNGGG!!!"

Akhirnya mereka terlihat seperti satpam sedang mengejar maling. Berbondong-bondong warga pun ikut mengejar Rukia.

(Omake'a bsa d bilang sambungan dari yang kemaren~)


Ayo kita balas ripiuuu!~

Zheone Quin

Ahaha, tnang sajaa Zhe-chan ^^

D chap brikut'a bkalan ad Ichiruki kug (spoiler nee~)

Ichigo gx bakal Mii jodohkan ke sapa" ^^.Ichigo hanya untuk Rukia seorang, tapi Ruki boleh untuk sapa aj yg pnting cakep! XDD

Ripiu yg in jga yaaa ^^

Aya-na Byakkun

Thx nee-chan da mo nge ripiu fic in lgi :D

masi skit y nee-chan? Da mnum obt blum???

Ripiu yg in jga y nee-chan :)

D31-ryuusei Hakuryuu

Bnarkaahhh??? *Saking gx prcaya ampe mangap"

Arigatou Ryuu-san ^^

Thx da nge ripiu fic yg sbelum'a XD

Jngn lpa ripiu yg in jga yaaa :D

Tsuichi Yukiko

Arigatou!!!Thx bwt ripiu yg kmaren ^^

klo bersedia, ripiu yg in jga yaa ^^

Rizu Auxe09

Ahoi juga Ricchi ---(lho?)

Haha, abis'a Mii gx ad kerjaan, jadi nge apdet fic molo de.. hehe ^^

bner kta Lant, jngn kyk gtu!hrus smangat y Rizu-chan! ^^

Masa ampe ke inget" truz kta"nya Hitsu??? Haha :D

Yoyoy, hrus'a Toushirou-koi tuh y, hehe

In sdah Mii apdet, cpet yea?? :)

Pkk'a Mii apdet fic tiap 2 hari skali pas malem", jdi pas bsok'a dah bsa d bca de, hehe ^^

Thx buat ripiu yg sbelom'a & jngn lpa ripiu yg in jga yaa :)

***

Ahahaha..Akhir'a yang in Mii apdet juga~

D chap in bnyk Ichiruki'a yaa~Soal'a, Ichiruki gx dpat d pisahkan dari sanubari Mii karena sudah melekat kuat *lebaayyyy

Tpi... Mii ngerasa ko Ichigo'a OOC y... Haa...Mii emang harus banyak belajar lagi..

Okok, Ripiu sangat Mii harapkan dari para reader sekaliaaann!!!!

Hanya tinggal klik ijo" d bawah ini, anda semua akan mendapat…..

…..

(Men) DAPAT ME RIPIU FIC MII! *author RUSUH!

P.S.:Yang di dalam kurung yang ada nama Rukia ma Ichigo, berarti, misal'a yg (Rukia). Itu berarti Rukia yang ngomong dsb~