Haloooo semuaaaa~~

Setelah menunggu, fic super apdet in nongol juga!!

Ruki: "Siapa yang nunggu."

Mii: " Ah Ruki, ko gtu sma Mii." (*nangis di pojokan)

Ruki: "Hei, jangan nangis dong! Aku kan cuma bercanda!"

Mii: "Benarkah???"

Ruki: "Iye"

Mii: "Sriuz???"

Ruki: "Iye. 2riuz"

Mii: "Sungguh?"

Ruki: "IYEEE!! Dah, para reader lama-lama jadi bosen klo d kasih percakapan kyk gini! "

Mii: "Hehe.. Iy jga y.. Lngsung aj deh nih crita'a ^^"

Disclaimer:

Bleach © Tite Kubo

Alwayz, alwayz, and alwayz Tite Kubo's

My Icy Prince © Mii Saginomiya

Perhatiaann!!: OOC, AU, ICHIRUKI… (Cuma buat chap ini doang kug

-Chapter 5-

First Date

"Hahh… tanganku masih pegaall..", keluh Rukia ketika ia sudah sampai di kamarnya.

"Rukiaaaa", terdengar suara Hisana dari ruang tamu memanggil Rukia. Rukia berjalan gontai ke asal suara kakaknya tersebut.

"Ada apa kak?" Tanya Rukia

"Ini, ada Urahara-san. Ia ingin menanyaimu soal tawarannya untuk membuat rekaman suaramu". Kata Hisana yang sedang duduk di sofa dengan seorang pria bertopi.

"Ya Kuchiki-san, bagaimana dengan tawaranku? Apakah kau tertarik? Kau boleh menulis sendiri lagumu itu, kalau tidak, kau bisa memakai lagu apa saja yang kau suka". Kata Urahara.

"Boleh.. Hanya rekaman saja kan?"

"Tentu! Baik, terima kasih Kuchiki-san, kalau begitu urusanku di sini telah selesai, aku pamit dulu. Oh iya, batasmu untuk memikirkan lagu apa yang akan kau pakai di rekaman nanti adalah seminggu. Jadi minggu depan, aku mohon agar kau datang ke studio rekamanku .Kau tahu kan di mana?"

"Jalan Karakura 5 no. 1. Urahara Studio Record. " Kata Rukia.

"Baik, kalau begitu aku pamit dulu ya." Orang itu pun pergi di iringi lambaian tangan dari Hisana.

Rukia berjalan menuju kamarnya dan segera menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuknya.

"Haahhh… Aku ingin tiduurrr.. ", sedikit lagi Rukia berhasil menutup matanya, Samsung Corby Rukia berbunyi melantunkan lagu Dear My Friend-Elisa.

"Ngghhh.. Siapa sih yang meng-sms??" Rukia dengan malas mengambil hpnya dan membuka isi sms tersebut. Kelopak mata Rukia yang tadinya hampir menyatu, sekarang terbuka lebar setelah mengetahui pengirim sms tersebut.

"Ichi… go?" Kata Rukia tak percaya.

'Hei pendek. Ini aku, Ichigo. Besok maukah kau pergi ke taman bersamaku hanya berdua jam 9 pagi?'

"Apa ini? Dia mengajakku ke taman? Hanya berdua saja? Apakah ini…" Rukia termenung dan mendapati wajahnya yang udah merah kayak tomat.

Di tempat lain, seorang cowok berambut orange sedang menunggu balasan sms dari seseorang. Yak, yang di maksud adalah Ichigo sedang menunggu sms balasan dari Rukia sambil gigit jari. Tak lama kemudian..

'Ting, ting' terdengar bunyi pertanda sms datang. Ichigo membuka sms tersebut. Senyum mengembang di wajahnya yang biasanya di tekuk berlipat-lipat.


Rukia menoleh ke kanan dan kiri mencari orang di taman Karakura. Ia memakai dress terusan selutut berwarna violet muda dan terdapat renda-renda pada ujung dress tersebut dan di tangan dress itu. Ia memakai jepitan pita violet pada rambut hitamnya tersebut yang menambah manis penampilannya.

"Ah itu dia, hei Ichigo!"Kata Rukia berlari menuju Ichigo.

Ichigo yang mendengar suara Rukia berbalik dan terpaku melihat penampilan Rukia. Ichigo sendiri memakai kaus warna merah dan di tangan sambungannya berwarna hitam(susah jelasinnya desu~), lalu celana jeans abu-abu sampai ujung kaki dan memakai sepatu cats putih-hitam.

"Ichigo, kau sudah lama di sini?" Tanya Rukia. Ichigo yang di tanya masih diam mematung. "Hei Ichigo, kenapa kau diam?" Ichigo tanpa sadar berkata.

"Kau manis sekali…"

"Apa??", tanya Rukia tak percaya dengan pendengarannya.

"Ah, tidak. Aku tidak bicara apa-apa". Kata Ichigo yang baru sadar dari lamunannya.

"Ya sudah, kalau begitu kita mau ke mana?", kata Rukia seolah tidak memperdulikan ucapan Ichigo. Tapi dapat di lihat,muka Rukia ngeblush gara-gara tadi.


"Hey, kita nonton ini saja yuk!"Kata Rukia seraya menunjuk papan suatu film di bioskop sana.

"Ah,tapi itu terlalu anak kecil. Bagaimana kalau menonton ini?"Usul Ichigo sambil menunjuk film action.

Yak, mereka sedang berada di bioskop di mall Karakura.

"Ah Ichigo… Tapi aku mau nonton yang itu…" Kata Rukia memelas. Ichigo yang tak tega akhirnya meng-iyakan saja.

"Dasar anak kecil…" Gumam Ichigo.

"Apa?" Kata Rukia yang samar-samar mendengar ucapan Ichigo.

"Tidak." Ichigo tetap stay cool menjawab pertanyaan Rukia.

Ichigo sama sekali tidak memperhatikan film yang ia tonton bersama Rukia. Ia hanya memperhatikan 1 hal. Rukia.

'Uh.. Mengapa aku jadi berdebar gini kalau melihatnya?' Tanya Ichigo dalam hati.

Ketika mereka sudah keluar dari bioskop…

"Ichigo, aku lapar… Kita makan di sana saja yuk!" Kata Rukia sambil menunjuk salah satu tempat makan di mall itu.

Ichigo yang melihat tunjukkan tangan Rukia langsung diam terpaku… Pasalnya, tempat makan yang di tunjuk Rukia itu sangatlah mahal. Bahkan untuk memesan 1 gelas air mineral pun harus mengeluarkan uang 15 yen.

Di sana Rukia memakan dengan lahap makanan pesanannya itu. Namun Ichigo hanya membatu dan menelan ludah. Rukia yang menyadari bahwa Ichigo belum memakan apapun menghentikan aktifitas makannya.

"Hey, kau tidak pesan?" Tanya Rukia.

"Ahh.. Tidak..Tadi aku sudah makan kok di rumah".

"Tapi itu kan pasti sudah lama! Kau mau pesan apa?Nanti biar aku yang bayar." Kata Rukia mulai mengeluarkan kartu kreditnya.

"Ah, tidak usah, Rukia." Namun terlambat, Rukia sudah sampai di depan kasir dan membelikan makanan untuk Ichigo yang di jamin harganya.. maknyuusss!

Setelah beberapa menit menunggu….

"Tuh makanannya sudah sampai! Makanlah." Kata Rukia sambil melanjutkan makannya lagi.

"Ah Rukia, pasti akan ku ganti uangmu. Berapa total makanannya?"Tanya Ichigo yang sedang memandang makanan yang kelihatannya sangat enak itu.

"Tak usah. Aku ikhlas kok."

"… Terima kasih, Rukia".

Mereka kembali memakan pesanannya. Rukia memakannya dengan nikmat, sedangkan Ichigo dengan menangis karena terharu??


"Rukia, aku mau ke toko kaset dulu." Kata Ichigo sehabis makan.

"Kebetulan aku juga mau ke sana. Ada yang ingin kubeli. Mereka menuju toko kaset. Ichigo langsung mendapatkan apa yang di carinya, sedangkan Rukia masih terus mengelilingi rak-rak kaset tersebut.

"Kau mencari apa Rukia? Belum ketemu?" Tanya Ichigo dengan kantung plastik berisi kaset di tangannya.

"Aku ingin mencari DVD Chappy yang 'Berpetualang ke Negri Dongeng'. Tapi aku belum menemukannya sampai sekarang." Ichigo sweatdrop.

"Ya sudah, mungkin di toko ini memang tidak menjual DVD anak-anak. Ayo pergi".

Ichigo dan Rukia pergi dari toko itu. Rukia memasang wajah cemberut yang amat sangat. Ichigo senyum-senyum sendiri karena merasa lucu melihat wajah Rukia yang seperti itu. Tiba-tiba, mata Rukia menangkap sesuatu.

"CHAPPY!" Teriak Rukia yang di membuat semua orang di toko itu melihat ke arah mereka berdua.

"Ada apa sih Rukia? Kenapa kau sampai teriak seperti itu??" Kata Ichigo karena merasa tidak nyaman di perhatikan oleh orang-orang di toko tersebut.

"Itu!!" Rukia tidak menggubris perkataan Ichigo dan menunjuk pada suatu benda. Ichigo mengikuti tunjukkan tangan Rukia dan mendapati DVD bercover kelinci yang bernama Chappy itu.

"U-uhhh!!" Rukia berusaha mengambil kaset incarannya itu. Karena kaset itu berada di rak paling atas, Rukia memerlukan banyak tenaga untuk mengambilnya, bahkan sampai melompat-lompat segala.

"Sini biar aku yang mengambilkan."Ucap Ichigo seraya mengangkat tangan kanannya.

"Ah, aku saja!" Rukia bersikeras untuk mengambil kaset itu sendiri. Tetapi, ada seorang anak yang bermain kejar-kejaran di toko tersebut yang tanpa sengaja menyenggol Rukia. Rukia yang dari tadi menjinjit pun kehilangan keseimbangannya dan akan jatuh menimpa rak kaset itu!

"HU-HUWAA!!" Teriak Rukia spontan.

"Rukia!"

'Hup!'

'Aneh.. Mengapa aku tidak merasa sakit sama sekali? Bukannya aku jatuh menimpa rak kaset ?' Rukia pun perlahan membuka matanya dan mendapati matanya di tatap hangat oleh mata Ichigo. Rukia pun blush seketika.

"Kau tidak apa-apa, Rukia?" Tanya Ichigo dengan tetap melihat mata Rukia. Rukia baru menyadari kalau Ichigo mengalungkan tangannya di punggung Rukia dan itu sukses menambah Rukia nge blush.

"Y-ya." Rukia mulai menstabilkan tubuhnya kembali. "Arigatou.. Ichigo.." Ucap Rukia memalingkan mukanya karena takut kalau Ichigo melihat wajahnya yang sudah memerah tersebut.

"Hmmph! Baiklah, sekarang kau mau ke mana?" Tanya Ichigo ketika mereka sudah keluar dari toko kaset tersebut.

Mata Rukia langsung membulat.

"Aku ingin ke Timezone!"

Rukia pun menarik lengan Ichigo ketika ia baru menyadari bahwa tempat tujuannya berada tepat di depannya.

"Haahh.. dasar anak kecil.."Gumam Ichigo, tetapi Rukia masih bisa mendengarnya.

"Apa?"Tanya Rukia memasang deathglare ke Ichigo.

"A.. tidak, tidak apa-apa."

"Aku ingin main ini!"Kata Rukia yang sudah berada di atas mesin yang bernama DD*(maenan paporit Mii kalo di Timezone!)

"Kau tidak isi saldo dulu?"Tanya Ichigo.

"Tidak perlu. Saldo kartu Timezoneku di isi infinity oleh Nii-sama".

'Dasar orang kaya..'Gumam Ichigo dalam hati.

"Ayo Ichigo, kita main berdua!"Kata Rukia bersemangat.

"Yayaya, "Ichigo segera naik ke atas mesin itu juga bersama Rukia.

"Kita main lagu yang ini saja ya!"Rukia memilih satu lagu yang kesulitannya… Mantap skaleee…

Rukia dengan lincahnya menari di atas mesin itu. Tak di sangka juga, Ichigo terus menginjak-injak 4 tombol(atau apalah namanya) panah tersebut. Hebatnya tak ada yang MISS! Jadilah mereka tontonan orang-orang. Orang-orang yang menonton berdecak kagum dan tidak ada sedikit yang memberikan tepuk tangan.

Lagu berakhir. Keringat mengucur di tubuh mereka berdua.

"Haahh.. hahh.. tak kusangka kau mahir memainkannya.. hahh," komentar Rukia yang masih ngos-ngosan.

"Aku sering memainkannya kalau aku pergi ke sini dengan kedua adikku, hhh."

"Kau punya adik?"

"Ya, dua perempuan."

"Ooo.."

Setelah puas bermain DD*, mereka terus bermain game-game yang ada di sana. Basket, balap mobil, balap motor, tembak-tembakkan, Bumper car, Roller Coaster, Merry go Round, bahkan photo box.


"Haahhhh.. Hari ini sungguh menyenangkan!" Kata Rukia ketika berada di depan mall . Ia sedang duduk di bangku di dekat mall tersebut. Di sana memang di sediakan berderet kursi dan meja dengan payung di atasnya, dan ada juga yang tidak.

"Hey Rukia, ini es krimmu." Kata Ichigo sehabis membeli es krim dari Pet*** Gel***o.

"Trims. Hey, kau tahu dari mana kalau aku suka rasa vanilla?" Tanya Rukia yang mulai menjilati es krim itu(Mii ngiler).

"Aku hanya menebaknya saja kok." Kata Ichigo yang juga mulai menjilati es krim miliknya.

"Mmmmm, enak sekali," Kata Rukia memegang sebelah pipinya dengan senyum merekah di wajahnya. Ichigo blush.

"Ichigo.."

"Hmm?"

"Kenapa kau mengajakku ke sini?"

Ichigo terdiam mendengar pertanyaan Rukia.

"Karena, aku melihatmu akhir-akhir ini sedang tidak bersemangat. Biasanya, kau kan selalu ceria dan tertawa terus". Kata Ichigo sambil terus menjilati es krimnya.

Tanpa Ichigo sadari, Rukia nge-blush mendengar perkataan Ichigo.

'Jadi… Ia selalu memperhatikanku sampai bilang begitu?' Ucap Rukia dalam hati.

"…Arigatou, Ichigo. "

Ichigo menengok ke arah Rukia. Di lihatnya gadis itu tertunduk dengan air mata keluar dari pelupuknya.

"Hey Rukia, mengapa kau menangis?" Tanya Ichigo. Secara reflek, Ia mengangkat dagu Rukia hingga matanya bertemu dengan mata violet milik Rukia.

"Jangan menangis Rukia. Aku paling tidak bisa melihatmu begini." Ichigo menghapus air mata Rukia."Kalau ada masalah, kau bisa cerita padaku. "Kata Ichigo dengan tatapan

'Aku-pasti-akan-membantumu'.

"Sekali lagi.. Terima kasih Ichigo". Rukia tersenyum tulus pada Ichigo dan menceritakan semua masalahnya.

"Jadi begitu…" Kata Ichigo.

"Ya.. aku merasa sangat bersalah sekali padanya… Seumur-umur.. Aku belum pernah di bentak sampai seperti itu.." Rukia menambahkan.

"Kalau begitu, bagaimana kalau Senin nanti, aku akan menemanimu untuk berbicara padanya lalu kau bisa meminta maaf padanya, kan?" Saran Ichigo yang menenangkan hati Rukia.

"Ya." Rukia sangat bersyukur karena ia memiliki teman sebaik ini.

"Ah, jepitanmu merosot." Ichigo membetulkan jepit pita violet Rukia. Saat itu jarak di antara mereka sangat dekat. Rukia udah merah kayak kepiting rebus. Lalu, kedua mereka saling bertemu. Mata violet Rukia dan mata musim gugur Ichigo. Wajah mereka terus mendekat… dan mendekat… Tanpa mereka sadari, sepasang mata telah mengawasi mereka dari tadi.

Sekitar 1 cm lagi bibir mereka akan bertemu..

"Ehem.. "

Rukia dan Ichigo yang kaget melihat ke belakang mereka. Mata Rukia terbelalak lebar.

"Hi… Hitsugaya?.."

TO BE CONTINUED

***

OMAKE!

MAIN

Kita kembali ke scene saat mereka berada di Timezone..

"Hey Rukia, kau mau main apa lagi?" Tanya Ichigo yang sudah kelelahan karena baru saja bermain DD*

"Ng… Itu!" Rukia menunjuk sebuah mesin sambil berlari menuju mesin itu.

"Rukia.. Kau yakin bisa main itu?", tanya Ichigo ragu.

"Tentu saja!!" Teriak Rukia kesal.

Rukia terus berusaha memasukkan bola ke dalam ringnya. (Dah pada tau kan nih maen ap??). Tapi tetap saja tidak masuk.

"Rukia…" Kata Ichigo yang sudah kehabisan kata-kata.

"SEKALI LAGI!" Kata Rukia penuh emosi. Ia melempar bola itu dengan ganasnya. Bola itu mengenain ring namun sayangnya terpental, oh tidak! Sekarang bola itu menuju mesin kuda-kuda'an, lalu terpental lagi, lalu ke mesin mobil-mobil'an, lalu terpental lagi, lalu ke mesin pengecek saldo, lalu terpental lagi. Owhh!! Sedikit lagi… Dan GOL!! Akhirnya bola itu terpental ke wajah Rukia. Di jamin wajah Rukia akan menjadi indah seketika ~


Ruki: "…"

Mii: "Lho? Ruki napa???"

Ruki: " LIAD NIH MUKA CANTIK NAN MULUZ W… JADI ANCUR GARA-GARA LO!"

Mii: "Lho? Kok jadi salahin Mii? Tadi yang ngelempar bolanya siapa?"

Ruki: "Gue."

Mii: "Yang ngarahin bolanya siapa?"

Ruki: "Gue."

Mii: "Yang nyuruh sapa?"

Ruki :"Lo"

Mii: "Jadi yang bego siapa?"

Ruki: "Elo!"

Mii: *Garuk-garuk kpala. "Oh iya yaaaa.."

Ruki: "Dari pada berlete-lete lagi, cepetan bacain ripiu gih!"

Mii: "Okok! Pertama dari…

Tsuichi Yukiko

Pangeran sensor'a bakalan di kasi tau kok. Tapi d chap mendatang *d tabok.

Ruki: "Tau tuh, dasar author sakau! Nulis naskah buat w yang ane-ane aj"

Mii: "… Lanjut deh.. Yang ke-2, dari Zheone Quin. Haha, d chap in ad jga looo, full lgi. Tpi mngingat fic ini Hitsuruki, Ichiruki'a abs chap in bakalan dikit ^^."

Ruki: " Zheon, yang ngomong alis berkerut tuh sy, truz yang ngomong jamur it Ichigo. Author in emng gx becus bkin crita! Bkin reader puyeng aj!"

Mii: "…"

Ruki: "Ok, karena nih author lagi merenung di pojokan, langsung Ruki bacain ripiu ke-3. Kireina_Toushirou. Iya nih, 2 hari sekali dah apdet. Saking gak ada kerjaan nih author 1. Haha, salam kenal juga yaa!"

Mii: " Ei, dia mao'a knalan sama w, bkan sama lo!"

Ruki: "Y udah! Lagi pula w dah terkenal kok, emangnya elo!"

Mii: *nyumpel kuping kanan kiri. "Yang ke-4 dari nee-chan tersayang! "*D tonjok.

Ruki: "SKSD banget sii.."

Mii: "Bodo! Gx papa kug nee-chan ^^Hmm, Hitsuruki'a bkal ad kug d chap mndatang! Gomen banget yaaaa, d chap in full Ichiruki.. "

Ruki: "Dasar gak konsisten.."

Mii: "Brisik!"

Ruki: "Yang trakhir.. Kuchiki Rukia-taichou. Tau tuh. Author gaje. Nulis'a HitsuRuki. Tapi d chap in full IchiRuki. Gorok aja nih author satu!"

Mii: "Diem lo! Nggak w gaji lo!"

Ruki: "Mang'a w lo gaji?"

Mii: "Nggak… Hehe…"

Y udah deh, dari pada kbanyakan acara talking-talking'a mndingan pencet ijo-ijo di bawah in yaaa!!! Maaf bangt klo chap in ngecewain kalian semua… Soal'a in full Ichiruki.. Sekali lagi GOMEEENN! *Bungkuk-bungkuk.

Makasih banyak ya yg dari chap kmaren" dah mo nge ripiu. Mii mendapati 3 orang yang dengan setia, sabar, baik hati, dan rendah hati me ripiu fic Mii dari chap 1. Mii mengucapkan trima kasih se besar"na pada mereka yang (kayaknya terpaksa) me ripiu fic Mii yang ancur in ^^. Mii juga mengucapkan trima kasih bagi yang udah meng ripiu fic Mii yg kmaren" ^^

GBU ALL~