Halooowwwww!!
Ruki:"Yak, bertemu lagi dengan saya, Kuchiki Rukia dan si author gemblung.."
Mii:"Mii Sginomiya!"
Ruki:"Dalam fix ane & gaje milik.."
Mii:"Mi Saginomiya!"
Ruki:"Di temani oleh si cantik Kuchiki Rukia dan si buruk rupa.."
Mii:"Mii Saginomiya! Eh, ko w yg bruk rupa si?"
Ruki:"Yee, sapa suruh nyaut"in."
Mii:"Ysudahlah, yg berlalu sudahlah berlalu.... SEKARANG RNR YAAAA!!! YG RNR DAPET DUIT!"
Ruki:"Yang bner?"
Mii:"Tapi kapan - kapan aja de!" *D timpuk Ruki
Disclaimer:
Bleach (c) Tite Kubo
Haahh.. Sebenernya Bleach itu punya Mii, tapi karena Mii baik hati, Mii kasih deh ke Tite Kubo (D jitak om Tite)
My Icy Prince (c) Mii Saginomiya
-Chapter 6-
Is He Jealous?
"Hi.. Hitsugaya?" Kata Rukia lirih melihat laki-laki berambut salju itu di belakang dirinya dan Ichigo.
"Maaf, sepertinya aku mengganggu."Toushirou pergi meninggalkan mereka berdua yang masih duduk mematung.
Toushirou's POV
Aku berjalan meninggalkan mereka yang masih mematung karena kehadiranku tadi.
"Hnn… Apa sih mau mereka sampai – sampai mau berciuman di tempat umum seperti ini?" gumamku kesal ketika mengingat kejadian tadi. Apa? Aku kesal? Untuk apa aku kesal? Cih, ada yang aneh denganku hari ini!
Aku berjalan memasuki rumahku. Jarak rumahku dan Mall tadi tidak terlalu jauh. Jadi, aku biasa berjalan kaki kalau pegi ke sana.
"Tadaima,"ucapku malas.
"Okaerinasai, Toushirou."Balas ayahku yang berambut putih sama sepertiku. "Kau sudah makan, Toushirou?"
"Hmph."Balasku sambil menuju balkon atas rumahku yang langsung terhubung dengan langit malam. Kubuka lebar – lebar pintu menuju balkon, membiarkan udara malam menusuk kulitku. Membiarkan semua beban dalam diriku terlepas begitu saja.
"Shiro – chan, konbawa."Aku menoleh ke sebelah kiriku. Kulihat Hinamori tersenyum padaku di balkon rumahnya yang tepat berada di sebelah kiri rumahku.
"Hinamori, kau belum tidur?"Tanyaku padanya. Ia menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku ingin melihat langit malam. Indah sekali."
Aku mengalihkan pandanganku dari wajahnya ke langit di atasku. Langit malam ini sangat cerah, bahkan tak terlihat awan satu pun. Jadi bulan dan bintang dapat terlihat sangat jelas.
"Shiro – chan… Cemburu?"Kata Hinamori yang membuatku spontan melihat wajahnya lagi.
"Apa?"
"Kau cemburu."ulangnya lagi. "Dapat terlihat jelas di wajahmu. Hihi."ia tertawa seperti kuntil anak saja…
"Hei Hinamori! Kau lebih baik segera masuk ke kamarmu, atau kau akan sakit!"Ucapku mulai jengkel dengan suara tawa Hinamori.
"Ya, ya, Hitsugaya Taichou! Kenapa kau selalu mengaturku sih?"Ia mulai masuk ke kamarnya sambil menggembungkan sebelah pipinya pertanda ia kesal. Setelah aku yakin bahwa ia telah masuk ke kamarnya, aku mulai membuka mulutku.
"Karena aku menyayangimu, Hinamori.."
End of Toushirou's POV
Sekarang kita beralih ke kamar Rukia~
Rukia menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuknya tersebut. Ia sangat kelelahan karena kejadian di Mall tadi. Lelah raga dan jiwa.
"Ah! Ada apa denganku hari ini? Hampir saja tadi aku mencium Ichigo. Kalau saja Hitsugaya tidak datang… First Kiss – ku pasti sudah di ambil oleh Ichigo.. Phew.. Tapi mengapa saat aku melihat Hitsugaya… Aku merasa takut? Takut kalau dia akan menjauhiku.. Ah! Sudahlah, untuk apa aku berpikir hal - hal yang aneh seperti ini?"
Rukia segera tidur dan menyembunyikan diri di dalam selimut suteranya tersebut.
Rukia sedang berjalan – jalan di negeri Antah Berantah Lintah Betah Muntah. Ia melihat seorang gadis di dekat laut.
"Hey, sepertinya aku mengenali anak itu."Rukia menghampiri anak itu. "Konde itu…"gumam Rukia.
"Apa?"Tanya gadis itu.
"Ti – tidak. Hinamori, kenapa kau ada di sini?"Tanya Rukia sambil berjongkok di sebelah Momo.
"Aku.."Rukia terdiam, menunggu lanjutan kata – kata Momo.
Rukia berjalan menelusuri koridor sekolahnya. Tanpa sengaja, ia berpapasan dengan Ichigo.
"Uh.. Kenapa aku haus bertemu dengannya sih!"Kata Rukia dalam hati sambil membalikkan badannya.
"Tunggu, Rukia!"Ichigo berteriak memanggil nama Rukia yang sudah mulai menjauh darinya.
"Ada apa Ichi – ."omongan Rukia terhenti ketika mata violetnya itu bertemu dengan mata musim gugur Ichigo.
"Ah.. Aku ingin meminta maaf soal yang kemarin. Aku tidak bermaksud.."Ucapan Ichigo terhenti ketika Rukia menendang kakinya dengan sangat keras.
"AARGH! Apa yang kau lakukan?!" Teriak Ichigo sambil menahan rasa sakit pada kakinya.
"Aku merasa geli melihat wajahmu yang seperti itu! Memelas seperti pengemis saja,"kata Rukia dengan wajahnya yang terlihat mengejek Ichigo.
"Kauuu…"Ichigo mengacak – acak rambut Rukia.
"Hei! Hentikan! Rambutku bisa kusut semua!"Protes Rukia dengan memasang wajah sebal. Ichigo tersenyum melihat wajah Rukia yang seperti itu. "Hei jeruk, kenapa kau senyum – senyum seperti itu?"Kata Rukia sambil melihat tajam Ichigo.
"Bukan urusanmu, pendek!"
"Apa kau bilang?! Kau saja yang terlalu tinggi!"
"Cari alasan saja! Sekali pendek ya tetap pendek!"
"Jeruk!"
"Jamur!"
"Strawberry!"
"Poni aneh!"
"Apa?! Poniku ini tidak aneh! Rambutmu tuh yang aneh!"
Mereka terus berdebat sampai 5 menit pun berlalu. Mereka tidak menyadari, bahwa dari tadi ada yang menyaksikan perdebatan mereka berdua yang biasa di bilang 'Perdebatan anak kecil' tersebut.
"Kurosaki – kun…
"Ohayou minna,"kata Rukia menyapa ke- 3 temannya di kelas.
"Ohayou Kuchiki – san,"kata mereka bersamaan.
"Inoue, ada apa denganmu? Kau tidak enak badan?"Tanya Rukia pada Orihime yang di lihatnya wajahnya sangat pucat.
"Ah, tidak. Aku baik – baik saja kok, Kuchiki – san,"kata Orihime sambil tersenyum lemah.
"Haahh.. Ada yang tidak beres padamu. Ayo sini ku antar ke UKS,"Kata Rukia sambil menarik pelan tangan Orihime.
"Nah, kau beristirahat saja dulu di sini. Nanti sewaktu istirahat, aku akan membawakanmu bekal."Rukia segera berbalik meninggalkan Orihime di UKS. Namun ada sebuah tangan yang menahan kepergiannya.
"Kuchiki – san… Aku ingin bertanya sesuatu padamu. Apa.. Hubungamu dengan Kurosaki – kun?"Kata Inoue yang menyebabkan Rukia berdiri mematung.
"Inoue, kau bicara apa? Aku dan Ichigo hanya teman saja kok,"Kata Rukia sambil memasang senyum palsu. Karena saat ini, hatinya sedang tidak tenang mendengar pertanyaan Orihime.
"Benarkah? Tapi.. Kenapa tadi aku melihatmu begitu akrab dengannya?" Pertanyaan Orihime kali ini benar – benar membuat Rukia skakmat.
"Itu.. Karena aku baru ingat kalau dia itu teman masa kecilku. Jadi iseng – iseng aku mengajaknya mengobrol,"kata Rukia berbohong pada Orihime.
"Oh, jadi begitu… Ya sudah deh kalau begitu."Orihime tersenyum pada Rukia. Namun dapat di lihat, itu adalah senyum kepahitan. Rukia jadi tidak enak hati pada Orihime karena telah membohonginya.
"Kalau begitu, aku kembali dulu ke kelas ya. Ja – ne!"Kata Rukia seraya keluar dari UKS.
Ia melihat Orihime melambaikan tangan padanya sambil memasang senyum sebisanya.
'Inoue.. Maafkan aku.'
Rukia berlari ke kelasnya karena sudah tidak tahan melihat wajah temannya tersebut yang sangat.. Menyedihkan..
BRAK!
Rukia terjatuh karena menabrak seseorang.
"Ah, sumimasen!"Rukia segera berdiri dan berlari ke kelasnya.
"Hey kau! Jangan kabur saja!!"Teriak orang itu dengan kesalnya pada Rukia. Namun, Rukia seudah berlari sangat jauh sehingga tidak mendengarnya lagi. Lebih tepatnya, tidak mau mendengarkannya.
"Lolly, kau baik – baik saja? Tadi itu kan,"ucap teman di sebelahnya.
"Ya, aku tahu dia Menoly. Kuchiki Rukia. Walaupun dia adalah keluarga Kuchiki, bukan berarti aku membiarkannya begitu saja,"kata Lolly sambil tersenyum menyeringai ke temannya tersebut.
"Terserah kau sajalah Lolly."Temannya yang bernama Menoly itu mengangkat bahunya dan segera berjalan mendahului Lolly.
"Lihat saja kau. Kuchiki Rukia."
"Haahhh… Sialnya aku ini.. Gara – gara tadi aku telat masuk karena mengantarkan Inoue ke UKS, aku jadi di hukum membersihkan seluruh toilet di sekolah ini! Menjengkelkan…" Oceh Rukia saat ia tengah membersihkan toilet terakhir. Yaitu toilet di lantai 3 yang paling jarang di kunjungi orang. Bahkan beredar rumor bahwa di toilet tersebut terdapat penunggunya. Tak jarang, Rukia merasakan lehernya merinding saat membersihkan toilet itu.
"Jam berapa sekarang? Astaga!!!! Sudah jam 6 sore!"Rukia memang di suruh membersihkan toilet sewaktu pulang sekolah. Pulang sekolah saja sekitar jam 3 sore.
10 menit kemudian…
"Fiuh! Akhirnya selesai juga! Badanku sudah sakit dan rasanya pinggangku encok! Aku juga tidak tahan di toilet ini. Mana jarang di gunakan, sepi, dari tadi aku merinding terus lagi. Hiiii…" Kata Rukia berkomat – kamit pada dirinya sendiri.
BLAM!
Rukia yang sedang memegang pinggangnya tersebut membeku seketika.
"Hei… Pintunya tertutup sendiri?" Kata Rukia dengan ngeri. Ia berlari menuju pintu tersebut dan berusaha membuka pintu itu.
DEK, DEK, TOK, TOK!
"HEY, SIAPAPUN DI SANA! TOLONG BUKA!! MASIH ADA ORANG DI SINI!" Teriak Rukia seraya menggedor – gedor pintu tersebut. Namun tidak ada yang menjawabnya. Ketakutannya bertambah ketika lampu di toilet itu mati. Satu – satunya penerangan di toilet angker itu.
"To… tolong a..ku…" Nafas Rukia tersengal – sengal karena berteriak dari tadi.
"To…lo..ng.."
Adakah yang menolong Rukia? See in the next chap!
TO BE CONTINUED
***
OMAKE!
Kuntil Anak
Kita kembali ke scene saat Toushirou sedang berbincang – bincang dengan Momo di balkon rumah masing – masing..
"Kau cemburu."Kata Momo. "Dapat terlihat jelas di wajahmu. Hihi."ia tertawa seperti kuntil anak saja…
"Shiro – chan… Suara apa itu?"
"Suara apa?"Tanya Toushirou malas.
"Yang tadi tertawa itu…"
"Bukannya kau yang tadi tertawa seperti Kuntil Anak itu?"
"Bukan aku!"
"Lalu siapa?"
Mereka berdua dengan kompaknya melihat ke arah pohon beringin di sebelah rumah Toushirou.
"Halo manisss,"kata suatu wujud yang dapat di yakini adalah…
"KUNTIL ANAAAKK!!!"Teriak Toushirou dan Momo bersamaan, lalu mereka berdua ngumpet ke kamar masing – masing.
"Haahh.. Padahal anak laki – laki yang ubana itu cakep juga.. Ah, nggak ada rotan, akar pun jadi! Nggak cowok tadi, cowok yang ini juga jadi!"
Lalu sang Kuntil anak itu segera mengikuti tukang bakso berkepala botak yang menyebabkan Kuntil anak itu berkata "Silau men!"Sambil memakai kaca mata hitam.
***
Haahh.. Crita'a makin ane sja -.- Omake'a jga main hri makin ane... JAYUZ.. HAHA...
Ayo kita balas - balas ripiu!Kita cuekkin Ruki yg masih kekurung d wc HWAHWAHWA *evil laugh
Yg prtm dariii...
Zheone Quin
Iaaa, jadi bgitulah! Tau tuh! Si Hitsu ngapain nongol ya? Merusak pemandangan!
Hitsu:"Orang w yg d suruh ma lo!"
Mii:"Haha.."
Ke -2..
Aya-na Byakkun g login aliaz Aya-na Byakkun
Huwehuwe, iy nih, pull Ichiruki d chap kmaren :). Jangan begitu, Mii juga kgx konsisten. Ni fic nuliz'a HitsuRuki, Tp ada IchiRuki pull 1 chap --".Haha, yoyoy. Kasian bner si Ichi. Dasar gx modal!
Ichi: "Ap lo blng w gx modal! Author jelek!"
Mii:"APA? LO BILANG W JELEK?! GX W NONGOLIN LO LGI LO D CHAP MNDATANG!"
Ichi:"..."
Truz.. Kireina_toshirou
Wew, bner, adegan kissu'a kepepet banget tu XD
Hitsu:"Yang ke -4 dari Kuchiki Rukia-taichou.. W semengganggu it kah?"
Mii:"Ah, nggak ngeganggu kok."
Hitsu:"...Y udahlah, lalu dari Tsuichi Yukiko. Emang dasar author ceroboh! masih banyak kesalahan yang lo buat."
Mii:"Ehehe.." *nyengir kuda. "Thx y kritik'a. Mii sangat senang menerima kritikan yang membangun seperti ini ^^."
Hitsu:"Lalu dari Hiru-chan. Hinamori suka padaku? *ngangkat sebelah aliz. Biar kutanyakan langsung. Hei Hinamori!"
Momo:"Nee?? Ada apa Shiro - chan?"
Hitsu:"Apakah kau suka padaku?"
Momo:"Nani? Kenapa bertanya seperti itu? Apa itu tuntutan skenario?"
Hitsu:"Tidak."
Momo:"Kau tidak sedang bercanda kan?"
Hitsu:"Lihat mataku. Aku sedang bercanda atau tidak."
Momo:"Shiro - chan..."
Mii:*ngelempar barang sana - sini"STOOOPP!!!!!"
Hitsu + Momo:"Hahh??"
Mii: "Buat Hiru-chan, nanti bakal tau sendiri kok. Asalkan baca truz y fic Mii ini. Dah kalian ber -2 bubar, BUBAR!"
Ori:"Lalu dari review selanjutnya, Kushi N Ai. Huwaa, Mii-san, ada yang bilang fic ini lucu loh."
Mii:*Mata berbinar bagaikan lampu disko"Mnrt Mii sblom'a, fic in sangatla abal n jayuz. Tpi klo ad yg blang lucu, Mii bahagiaaaaaaaaaaa skali :)
Ori:"Yang terakhir.. D31-ryuusei Hakuryuu. Haha.. Maksudnya ini apa, Mii-san?" *nangis
Mii:'Waduh! W lupa klo Ori naksir Ichi!' "Gx ad maksud apa-apa kok! Maksudnya yang ehm-ehm'an itu, Ruki lagi ngedorong Ichigo ke kubangan lumpur. He.. he.. he.." *Gx kreatip nyari alesan.
Y udh de, dri pada tmbh kpanjangan dan para chara d sini pada ribut semua, sesi ngebaca ripiu abis ampe d sini dlu y!
Hanya 1 pinta Mii, PENCET TOMBOL IJO" D BAWAH INI PLIZ! *trpaksa jga gx papa!
